cover
Contact Name
Fatmawati
Contact Email
fatma.n2n@gmail.com
Phone
+6281269803666
Journal Mail Official
jurnal@akimal.ac.id
Editorial Address
Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe Jl. Alkalali No. 09 hagu Selatan, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Akimal
ISSN : 26150573     EISSN : 29633338     DOI : https://doi.org/10.58435/jka.v1i2
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Akimal is a scientific journal which Published by Nursing Academic of Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe. The editors welcome scientific articles relevant to National and International medical nursing and health issues. This journal accepts submissions from all countries and Indonesia. The journal is published twice a year. This journal is expected to be a medium of interaction for people interested in the world of health, including health service organizations, health services departments, relevant government agencies, the drug industry, health insurance, health researchers, and related sciences teachers, scientists who are interested in the application of science in the health sector. The Journal contents can be articles that are relevant to clinical and social health issues in the form of research articles, literature review articles, or field report articles . The topics of interenst include but are not limited to: Gerontik Nursing Surgical Mesdical Nursing Disaster and Emergency Nursing Mental Nursing General/Service Public Health Health Education and Promotion Health Management Disease Prevention Maternity and Child care Neonatology Health and Social Behavior Nutrition and Health Food Safety Hygiene Food technology related to Disease Prevention and Rehabilitation Environmental Health
Articles 132 Documents
PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN PERAWATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA KELAS IV SD Satria, Orita; Damayanti, Siti; Nasution, Nurromsyah; Apriani, Fitri; Ajasni, Niatul Maulida
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.215

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian, terutama karena rendahnya pengetahuan dan kebiasaan anak dalam menjaga kebersihan gigi. Kondisi ini terlihat dari masih tingginya prevalensi masalah gigi dan mulut pada penduduk usia 3 tahun ke atas yang mencapai 57%, sementara perilaku menyikat gigi dengan benar dua kali sehari masih kurang dari 7%. Rendahnya pemahaman anak mengenai kebersihan gigi dapat meningkatkan risiko terjadinya karies, gangguan gusi, nyeri gigi, serta menurunkan kenyamanan dan konsentrasi belajar. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan gigi pada siswa kelas IV di SD Negeri 3 Meulaboh. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 44 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi diberikan dalam bentuk video animasi berdurasi 4–5 menit yang ditayangkan dua kali seminggu selama dua minggu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi melalui video animasi, dengan nilai signifikansi p = 0,001 atau p < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa media video animasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan gigi siswa. Video animasi dapat direkomendasikan sebagai media edukasi kreatif, komunikatif, dan efektif dalam promosi kesehatan gigi di lingkungan sekolah dasar.
PENERAPAN TERAPI KOMPRES BAWANG MERAH DALAM MENURUNKAN SKALA NYERI PADA REMAJA PUTRI DENGAN DISMENORE Putri, Risqina; Fazrina, Afrilia; Destari, Popi Lya; Faidhil; Amalia, Riska
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.217

Abstract

Dismenore adalah nyeri yang dirasakan setiap wanita, terutama setiap periode menstruasi. Apabila dismenore tidak diatasi, akan menyebabkan komplikasi fisik, meliputi nyeri, mual, diare atau konstipasi, kram, komplikasi psikologis, meliputi depresi, kecemasan dan emosional serta komplikasi lainnya meliputi penurunan kualitas hidup, infertilitas dan disfungsi seksual. Salah satu intervensi untuk menurunkan nyeri pada remaja dengan dismenore adalah terapi kompres bawang merah. Hal ini karena bawang merah mengandung kandungan penting seperti allicin, flavonoid dan kaempferol, yang berperan menurunkan nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi kompres bawang merah dalam menurunkan skala nyeri pada remaja putri dengan dismenore. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen penelitian ini terdiri dari lembar observasi dan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Penelitian ini melibatkan dua remaja putri yang menderita dismenore primer dengan skala nyeri pada kategori sedang (4-6). Hasil penelitian menunjukkan skala nyeri sebelum intervensi pada Subjek I adalah 5 (sedang) dan Subjek II adalah 4 (sedang). Terjadi penurunan skala nyeri setelah pemberian 10 gram bawang merah yang dikompres selama 20 menit dalam dua hari berturut-turut, Subjek I menjadi skala 2 (ringan) dan Subjek II menjadi skala 1 (ringan) setelah intervensi. Terapi kompres bawang merah terbukti efektif dalam menurunkan skala nyeri pada remaja dengan dismenore. Diharapkan terapi kompres bawang merah ini dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi untuk menurunkan skala nyeri menstruasi pada remaja putri.
PENGGUNAAN Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) DALAM DETEKSI DINI KESEHATAN MENTAL REMAJA UNTUK MENDUKUNG SDM TANGGUH Ismailinar; Yusnita; Sukma, Zahara; Marlina
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.219

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan salah satu aspek penting dalam membentuk sumber daya manusia yang tangguh, produktif, dan berkualitas. Remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu memiliki kondisi psikologis yang sehat agar mampu berperan optimal dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hasil deteksi dini kesehatan mental remaja menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Simpang Keramat, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada Maret 2025 dengan teknik total sampling terhadap 45 siswa kelas XI. Instrumen yang digunakan adalah SDQ-25, yang mencakup domain gejala emosional, masalah perilaku, hiperaktivitas, masalah teman sebaya, skor kesulitan, dan perilaku prososial. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan, yaitu 37 siswa (82%), dan mayoritas berusia 16 tahun. Pada domain gejala emosional, sebanyak 5 siswa (11%) berada pada kategori abnormal, 3 siswa (7%) borderline, dan 37 siswa (82%) normal. Pada domain masalah perilaku, 4 siswa (9%) abnormal, 7 siswa (15%) borderline, dan 34 siswa (76%) normal. Domain hiperaktivitas menunjukkan 1 siswa (2%) abnormal, 2 siswa (5%) borderline, dan 42 siswa (93%) normal. Sementara itu, masalah teman sebaya menunjukkan proporsi borderline yang cukup tinggi, yaitu 15 siswa (33%). Skor kesulitan menunjukkan 20 siswa (44%) berada pada kategori abnormal. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan deteksi dini dan program promotif-preventif kesehatan mental di lingkungan sekolah.
INSTRUMEN PENGUKURAN LITERASI KESEHATAN DIGITAL DI INDONESIA: TINJAUAN SISTEMATIS Khairani, Hilda; Krianto, Tri; Herdhianta, Dhimas
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.221

Abstract

Literasi kesehatan digital berperan penting dalam memungkinkan individu mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi kesehatan daring secara efektif. Namun, ketersediaan serta karakteristik instrumen tervalidasi untuk mengukur literasi kesehatan digital dalam konteks Indonesia masih terbatas. Hingga saat ini, belum terdapat penelitian yang secara sistematis mensintesis instrumen pengukuran literasi kesehatan digital yang telah divalidasi untuk populasi Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mensintesis literatur mengenai instrumen pengukuran literasi kesehatan digital yang diadaptasi maupun dikembangkan untuk populasi Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematis dengan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan secara komprehensif pada basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Studi yang diikutsertakan meliputi penelitian validasi kuantitatif maupun kualitatif yang dipublikasikan dalam bahasa Indonesia atau Inggris serta mengkaji instrumen literasi kesehatan digital pada populasi Indonesia. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, kemudian data terkait karakteristik instrumen, validitas, dan reliabilitas diekstraksi dan dianalisis. Sebanyak empat studi memenuhi kriteria inklusi dan dimasukkan dalam analisis akhir. Hasil tinjauan mengidentifikasi dua instrumen utama, yaitu versi adaptasi eHealth Literacy Scale (eHEALS) dan Digital Health Literacy Competency for Citizen (DHLC), yang menunjukkan reliabilitas dan validitas yang memadai. Tinjauan ini memiliki keterbatasan pada jumlah studi yang terbatas (n=4). Penelitian selanjutnya perlu melakukan validasi pada populasi dan setting yang lebih beragam untuk memperkuat penerapan instrumen serta mendukung kajian hubungan literasi kesehatan digital dengan luaran kesehatan dan intervensi kesehatan digital di Indonesia.
PENERAPAN TERAPI Virgin Coconut Oil (VCO) DALAM MENGURANGI MILIARIA (BIANG KERINGAT) PADA ANAK Fazrina, Afrilia; Putri, Risqina; Destari, Popi Lya; Mairoel; Nelly
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.223

Abstract

Miliaria (biang keringat) adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh produksi keringat berlebihan akibat penyumbatan saluran kelenjar keringat. Kondisi ini menyebar ke wajah, dada, lipatan kulit, punggung, anggota tubuh yang tertutup pakaian, serta telapak tangan dan kaki, disertai rasa terbakar dan gatal. Sekitar 80% kasus miliaria di dunia terjadi pada anak-anak, dengan 65% terjadi pada bayi. Prevalensi miliaria di Indonesia mencapai 49,6%, umumnya terjadi pada bayi, terutama di kota-kota besar. Miliaria menempati peringkat ke-7 dari 10 penyakit kulit yang terjadi pada bayi dan balita. Prevalensi penyakit kulit ini tercatat sebesar 6,8% di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Virgin Coconut Oil (VCO) dalam mengurangi miliaria (biang keringat) pada anak. Metode penelitian ini adalahdeskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua orang anak dengan miliaria berusia 0-12 tahun yang sesuai dengan kriteria inklusi. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Terapi VCO diberikan selama 5 hari berturut-turut dengan dibubuhkan dibagian yang terdapat tanda miliaria. Sebelum dilakukan intervensi, Subjek I mengalami bintik-bintik merah, sensasi terbakar, dan gatal, sedangkan Subjek II mengalami bintik- bintik merah yang menyebar, gatal, terbakar, dan nanah. Setelah intervensi, kondisi kedua subjek membaik, bintik-bintik dan gatal menghilang, dan nanah berkurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi VCO efektif dalam mengurangi biang keringat pada anak-anak dan dapat digunakan sebagai pilihan intervensi non-farmakologis.
PEMBERDAYAAN PRAREMAJA USIA 9–12 TAHUN DALAM KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI KONDISI GAWAT DARURAT KESEHATAN Jundapri, Kipa; Suharto; Manurung, Husny; Afriza, Reni; Agustin, Tia Pamela
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.224

Abstract

Kejadian gawat darurat kesehatan dapat terjadi pada semua kelompok usia dan sering kali tidak dapat diprediksi. Kondisi seperti henti jantung, tersedak, dan perdarahan akibat cedera dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Kesiapsiagaan menghadapi kondisi gawat darurat perlu ditanamkan sejak dini, termasuk pada kelompok praremaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan praremaja usia 9–12 tahun terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi gawat darurat kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 di SD 106190 Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa praremaja usia 9–12 tahun. Intervensi dilakukan melalui edukasi dan simulasi sederhana mengenai pertolongan pertama pada henti jantung, tersedak, dan perdarahan akibat cedera. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis untuk mengetahui perbedaan hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesiapsiagaan praremaja setelah diberikan edukasi dan simulasi pertolongan pertama. Analisis statistik menunjukkan pemberdayaan praremaja berpengaruh signifikan terhadap kesiapsiagaan gawat darurat kesehatan dengan nilai p-value = 0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberdayaan praremaja efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi gawat darurat kesehatan, khususnya pada penanganan henti jantung, tersedak, dan perdarahan akibat cedera.
PENGEMBANGAN MEDIA E-BOOKLET “PENTING” SEBAGAI EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING PADA REMAJA PUTRI Herdhianta, Dhimas; Willihelm Saleky, Yohannes; Khairani, Hilda; Tantia Nova, Rusyda Ihwani; Ihlasuyandi, Ence; Setiawan, Ridwan
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.225

Abstract

Ketidakseimbangan asupan zat gizi dengan kebutuhan tubuh dalam waktu lama dimanifestasikan dengan kondisi pendek (stunting) pada anak balita. Masalah gizi masih menjadi salah satu isu penting yang dihadapi masyarakat Indonesia. Salah satu wilayah Kecamatan Pangalengan memiliki angka stunting yang cukup tinggi dengan indikasi anak stunting sebesar 220 anak, sedangkan dalam kategori stunting sebanyak 41 anak. Arah pembangunan kesehatan saat ini dititik beratkan pada upaya promotif preventif yang dinilai dapat memberikan dampak kesehatan yang lebih luas dan lebih efisien dari sisi ekonomi. Media digital memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan karena mampu menyampaikan informasi secara interaktif, visual, dan mudah diakses oleh masyarakat luas, sehingga efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan. Tujuan penelitian adalah mengembangkan media Promosi Kesehatan E-Booklet Pencegahan Stunting bagi remaja. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengembangan (RnD) dengan pendekatan model 4D (Define, Design, Development, Dessimination). Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pangalengan pada tahun 2024. Sasaran penelitian yaitu remaja putri usia SMA dan ahli materi serta ahli media. Instrumen yang digunakan pedoman wawancara dan lembar penilaian ahli materi serta media. Analisis data menggunakan kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Hasil Penelitian, media E Booklet tentang berhasil dikembangkan melalui tahapan 4D. Media dinyatakan sangat layak dengan nilai kelayakan materi 93.75 dan kelayakan media 85.4. Produksi akhir media melalui revisi dan penyempurnaan, kemudian disebarluaskan melalui link dan QR code serta didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
HUBUNGAN KEPATUHAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN PENGENDALIAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Junaedy; Suriani; Roslaini; br Karo, Dina Andriani; Fatmawati
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.227

Abstract

Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus tipe 2) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang terus meningkat dan berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas akibat komplikasi kronis. Di Indonesia, prevalensi Diabetes Mellitus tipe 2 dilaporkan mencapai 11,7% pada tahun 2023. Di Kabupaten Aceh Utara, pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 masih menjadi tantangan, terutama akibat rendahnya kepatuhan terhadap pola makan sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di desa bukit hagu Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang diambil menggunakan teknik Purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk menilai pola makan dan aktivitas fisik, serta observasi kadar gula darah sewaktu (Gula Darah Sewaktu). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik variabel penelitian dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tidak patuh terhadap diet memiliki risiko 3,1 kali lebih besar mengalami hiperglikemia dibandingkan responden yang patuh terhadap diet. Selain itu, aktivitas fisik rutin terbukti memiliki hubungan signifikan dengan pengendalian kadar Gula Darah Sewaktu <200 mg/dL dengan nilai p=0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa pola makan dan aktivitas fisik berperan penting dalam pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan pengendalian kadar gula darah. Modifikasi gaya hidup mandiri melalui kepatuhan diet dan aktivitas fisik teratur perlu diperkuat sebagai strategi utama dalam manajemen Diabetes Mellitus tipe 2 di desa bukit hagu Kabupaten Aceh Utara.
PENGARUH MOBILISASI DAN TERAPI BUNDLES CARE TERHADAP PENCEGAHAN PRESSURE INJURY DI RUMAH SAKIT TK IM IV.0701 LHOKSEUMAWE Alhuda; Dwinanto, Wahyu Fajar; Sari, Dian Vita; T.M. Sabil; Sari, Maulida
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.234

Abstract

Pressure Injury merupakan cedera lokal pada kulit dan/atau jaringan di bawah kulit yang umumnya terjadi pada area tonjolan tulang akibat tekanan yang berlangsung lama, gesekan pada kulit, gangguan mobilitas, penurunan persepsi sensorik, serta faktor usia lanjut. Kondisi ini menjadi salah satu masalahkeperawatan yang perlu dicegah, terutama pada pasien dengan keterbatasan gerak selama menjalani perawatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dan terapi bundle care terhadap pencegahan pressure injury di Rumah Sakit TK III Iskandar Muda Lhokseumawetahun 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 48 responden yang dibagi ke dalam dua kelompok, masing- masing terdiri atas 24 responden. Pengukuran risiko pressure injury dilakukan menggunakan instrumen Braden Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok terapi mobilisasi, responden dengan kategori no risk sebanyak 23 orang atau 95,8%, sedangkan 1 orang berada pada kategori berisiko. Pada kelompok terapi bundle care, diperoleh hasil yang sama, yaitu sebanyak 23 orang atau 95,8% berada pada kategori no risk, sedangkan 1 orang berada pada kategori berisiko. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara mobilisasi dan terapi bundle care terhadap pencegahan pressure injury. Dengan demikian, terapi mobilisasi dan terapi bundle care terbukti efektif dalam mencegah terjadinya pressure injury pada pasien rawat inap. Kedua intervensi ini diharapkan tetap diterapkan secara konsisten, khususnya pada pasien dengan keterbatasan mobilitas minimal hingga sedang.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DALAM PENCEGAHAN DEPRESI PADA LANSIA DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA JULI Nurul Husna; Munawwarah, Khairiyatul; Badrul Zaman; Novita sari
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.235

Abstract

Depresi pada lanjut usia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting karena dapat menurunkan kualitas hidup, memperburuk kerentanan fisik, serta sering kali kurang dikenali pada tingkat pelayanan kesehatan primer. Pengetahuan dan sikap keluarga merupakan faktor yang dapat dimodifikasi dan berpotensi memengaruhi dukungan emosional, deteksi dini, serta tindakan pencegahan pada lanjut usia yang berisiko mengalami depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan keluarga dan sikap keluarga dengan pencegahan depresi pada lanjut usia di wilayah kerja Puskesmas Juli 2, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 490 anggota keluarga yang memiliki lanjut usia, dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli 2025 dengan menggunakan kuesioner demografi, kuesioner pengetahuan yang terdiri atas 18 item, kuesioner sikap yang terdiri atas 18 item, serta Geriatric Depression Scale-15 (GDS-15) untuk menggambarkan kondisi depresi pada lanjut usia. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji chi-square pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20–27 tahun sebanyak 39,4%, berjenis kelamin laki-laki sebanyak 58,3%, dan memiliki tingkat pendidikan SMA sebanyak 73,8%. Pengetahuan keluarga sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 45,2%, sedangkan sikap keluarga sebagian besar berada pada kategori positif sebanyak 56,0%. Lanjut usia sebagian besar diklasifikasikan mengalami depresi ringan sebanyak 45,2%. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan keluarga dengan pencegahan depresi (p = 0,001) serta antara sikap keluarga dengan pencegahan depresi (p = 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan edukasi berbasis keluarga dan pembentukan sikap yang mendukung dapat berkontribusi terhadap peningkatan pencegahan dan penanganan dini depresi pada lanjut usia di pelayanan kesehatan primer.