cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Permata Indonesia
ISSN : 20869185     EISSN : 2985976X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpi
Core Subject : Health,
Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah kesehatan merupakan open access and peer-reviewed journal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan (Kebidanan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan Teknologi Kesehatan). Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah Kesehatan diterbitkan oleh Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dengan Frekuensi terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November)
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Volume 9, Nomor 1, Mei 2018" : 7 Documents clear
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG JENIS PELAYANAN DAN MANFAAT JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI KELURAHAN PURBAYAN KECAMATAN KOTAGEDE YOGYAKARTA Hari Kurniawan
Jurnal Permata Indonesia Volume 9, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.657 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v9i1.93

Abstract

Asuransi memegang peranan penting dalam memberikan kepastian proteksi bagi manusia. Asuransi kesehatan di Indonesia merupakan jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iurannya atau dibayar oleh pemerintah. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan adalah badan yang ditunjuk untuk menyelenggarakan JKN. Pengetahuan masyarakat akan manfaat dan jenis layanan kesehatan JKN, penting untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan program JKN. Tujuan : Diketahuinya tingkat pengetahuan masyarakat tentang jenis pelayanan dan manfaat Jaminan Kesehatan Nasional. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif diskriptif. Analisis Deskriptif digunakan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Untuk data numerik digunakan nilai mean atau rata-rata, median dan standar deviasi. Katerwakilan populasi dilakukan dengan pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer, dilakukan dengan penyebaran koesioner. Penelitian dilakukan di wilayah Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta, pada bulan April sampai dengan bulan Juni tahun 2016. Hasil Penelitian : Tingkat pengetahuan masyarakat tentang jenis pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional yaitu baik berjumlah 0 (0%) responden, cukup berjumlah 83 (83%) responden, dan kurang berjumlah 17 (17%) responden. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang manfaat Jaminan Kesehatan Nasional yaitu baik berjumlah 30 (30%) responden, cukup berjumlah 60 (60%) responden, dan kurang berjumlah 10 (10%) responden. Kesimpulan Tingkat pengetahuan masyarakat tentang jenis pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional di Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta, berdasarkan hasil penelitian menunjukan hasil terbesar dengan katagori cukup sebesar 83%. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang manfaat Jaminan Kesehatan Nasional di Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta, berdasarkan hasil penelitian menunjukan hasil terbesar dengan katagori cukup sebesar 60%.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG MENOPAUSE DENGAN PERSIAPAN MENGHADAPI MENOPAUSE DI KELURAHAN JIWO WETAN KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN Dwi Ratnaningsih; Dyan Novita sari
Jurnal Permata Indonesia Volume 9, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.95 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v9i1.94

Abstract

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2025 jumlah wnaita berusia tua akan meningkat dari 107 juta menjadi 373 juta. Sekitar 12 milyar wanita akan mencapai usia 50 tahun 2030 dan 80% diantaranya berada di Negara berkembang, pertumbuhan populasi wanita menopause sendiri sebesar 3% dinegara berkembang dan 1% dinegara maju. Tujuan Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang menopause dengan persiapan menghadapi menopause di Kelurahan Jiwo Wetan Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten.Metode penelitian :Penelitian menggunakan survey analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2015 dengan ubyek penelitian ibu berusia 40-45 tahun. Sebagian populasi diambil sebagai sampel dengan metode random sampling sebanyak 84 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data dengan uji statistik spearman rank menggunakan program komputerisasi program SPSS.VHasil Penelitian : Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang menopause dengan persiapan menghadapi menopause di Kelurahan Jiwo Wetan Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten yang ditunjukan oleh nilai rho hitung sebesar 0,089, sehingga nilai rho hitung > rho tabel (0,094> 0,422).Tingkat pengetahuan ibu tentang menopause termasuk dalam kategori kurang yaitu 48 (57,1%), sedangkan persiapan menghadapi menopause termasuk dalam kategori tidak siap 47 (56%). Kesimpulan : Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang menopause dengan persiapan ibu menghadapi menopause di Kelurahan Jiwo Wetan Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI DENGAN BERAT BADAN BAYI UMUR 6-12 BULAN DI PUSKESMAS MLATI I SLEMAN YOGYAKARTA Rizka Agnes; Gianni Chelsia
Jurnal Permata Indonesia Volume 9, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.706 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v9i1.96

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi status gizi anak balita berstatus kurang gizi (BB/U) di Indonesia masih sebesar 19,6% dan terjadi peningkatan dibandingkan pada tahun 2010. Di Provinsi D.I Yogyakarta, prevalensi balita dengan status kurang gizi dan gizi buruk berjumlah 42,907 (16,2%). Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti frekuensi pemberian makanan pendamping ASI, jenis makanan pendamping ASI, porsi permberian dan cara pemberian yang tentunya sangat mempengaruhi status gizi bayi, terutama pada berat badan bayi. Kecukupan gizi pada anak bisa terlihat dari pertumbuhan fisiknya yang normal. Pertumbuhan yang paling umum dilihat adalah dari berat badan bayi. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada tanggal 16 Februari 2016, dengan wawancara mengenai pengertian MP-ASI, manfaat MP-ASI, tujuan MP-ASI, pola pemberian MP-ASI, dan jenis-jenis MP-ASI. 1 diantara ibu masih belum bisa memahami tentang pengertian MP-ASI dan manfaat MP-ASI. Dari keseluruhan ibu tersebut tidak mengetahui tentang bagaimana pola pemberian MP-ASI pada bayi mereka secara benar. Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang makanan pendamping ASI dengan berat badan bayi umur 6-12 bulan di Puskesmas Mlati 1 Yogyakarta Tahun 2016. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 316 ibu yang memiliki bayi, sampel berjumlah 76 ibu yang memiliki bayi, pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk data primer dan KMS untuk data sekunder. Metode analisa data dengan menggunakan uji Spearmank rank. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian yang didapat sebagian besar responden berada pada rentang usia 20-30 tahun yaitu 61 (80,3%) dan memiliki pendidikan menengah sebanyak 57 (75%), sebagian besar ibu memiliki pengetahuan tentang makanan pendamping ASI dalam kategori cukup sebanyak 51 (67,1%) dan memiliki bayi dengan berat badan cukup yaitu sebanyak 59 (77,6%). Tingkat pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI mempunyai hubungan yang signifikan dengan berat badan bayi umur 6-12 bulan yang ditunjukkan dari nilai sig 0,034<0.05. Kesimpulan : Ada Hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang makanan pendamping ASI dengan berat badan bayi 6-12 bulan.
PERBANDINGAN EFFEKTIVITAS DAYA ANALGETIKA ANTARA CELECOXIB DAN ANTALGIN (Metampiron) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) DENGAN METODE WITKIN Joko Santoso; Jarot Yogi; Estika Sonia
Jurnal Permata Indonesia Volume 9, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.983 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v9i1.99

Abstract

Obat antiinflamasi utama adalah non steroid antiinflammatory drugs (NSAID) merupakan obat antiinflamasi yang paling banyak digunakan. Obat NSAID mempunyai tiga tipe efek farmakologi yaitu antiinflamasi, analgesik dan anti piretik. Obat ini beraksi dengan menghambat enzim siklooksigenase. Celecoxib adalah obat dengan fungsi untuk mengobati arthritis, nyeri akut, dan rasa tidak nyaman serta nyeri saat menstruasi. Termasuk kedalam kelas obat yang disebut nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) khususnya COX-2 inhibitor, yang mengurangi rasa sakit dan bengkak (inflamasi). Antalgin ( metampiron) menurunkan sintesis prostaglandin D dan E menghasilkan efek analgesik ( mengurangi rasa sakit) antipiretik (menurunkan demam) dan antiinflamasi ( mengurangi peradangan). Antalgin ( metampiron) mempengaruhi hipotalamus dalam menurunkan sensifitas reseptor rasa sakit dan thermostat yang mengatur suhu tubuh. Tujuan : Untuk membandingkan seberapa besar daya analgetik celecoxib dengan antalgin pada mencit jantan dengan metode Witkin. Metode : Rancangan penelitian dengan post only control grup design dengan cara penelitian langsung di laboratorium. Menggunakan 3 kelompok perlakuan. Kelompok I ( Celecoxib) kelompok II (Antalgin) kelompok III kontrol ( Aquades) Tiap kelompok menggunakan 5 ekor mencit. Hasil : Dari hasil perhitungan persen daya analgetik didapat hasil 36,29 % untuk kelompok I celecoxib 0,52 mg dan 53,66 % untuk kelompok II antalgin 1,3 mg. Pada uji anova antara kelompok I celecoxib dan kelompok II antalgin memberikan nilai F hitung sebesar 5.220 dengan probabilitas 0,015 adalah < 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara setiap Variable. Hasil uji Anova diatas dapat pula disimpulkan bahwa antalgin dan celecoxib memiliki daya analgetik yang berbeda. Kesimpulan : Kelompok II ( Antalgin 500 mg) yang diberikan secara peroral lebih efektif mengurangi rasa nyeri dibanding Kelompok I (Celecoxib 200 mg) yang diberikan secara peroral.
PEMBUATAN KAPSUL EKSTRAK BAWANG HITAM (Allium Sativum Linn.) SEBAGAI OBAT HIPERTENSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRANULASI BASAH ( Wet granul ) Joko Santoso; Ratih Purwanti; Yosef Yana
Jurnal Permata Indonesia Volume 9, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.825 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v9i1.100

Abstract

Hipertensi menurut World Health Organization (WHO) adalah suatu kondisi dimana pembuluh darah memiliki tekanan darah tinggi (tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg) yang menetap. Angka kejadian hipertensi begitu meningkat, dari sekitar 600 juta jiwa pada tahun 1980 menjadi 1 milyar jiwa pada tahun 2008. Bawang hitam memiliki aktivitas antioksidan yang luar biasa karena kaya akan senyawa bioaktif seperti ajoene, S-allyl-L-sistein dan polifenol yang dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan : Mengetahui formulasi yang baik dalam pembuatan kapsul ekstrak bawang hitam ( A. Sativum ) sebagai obat hipertensi dengan menggunakan metode granulasi basah ( wet granul ). Metode : Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental dengan menggunakan rancangan/design One Shot Case Study/Postest Only Design. Subyek penelitian ini adalah bawang hitam yang dibuat ekstraksi dengan menggunakan metode maserasi. Variabel bebas adalah formulasi ekstrak bawang hitam dengan variasi bahan pengikat mucilago amili. Variabel terikat adalah waktu alir granul dan keseragaman bobot kapsul. Hasil : Formula yang tepat dalam pembuatan kapsul ekstrak bawang hitam berdasarkan hasil uji waktu alir dengan rata-rata 12, 11 dan 9,20 detik adalah formula I, II, dan III sedangkan berdasarkan hasil keseragaman bobot kapsul adalah formula I dan II dilihat dari prosesntase per kapsul yang tidak melebihi standar yang ditetapkan ( > 10 detik/ 100gram).Kesimpulan : Terdapat perbedaan hasil pada uji waktu alir granul dan uji keseragaman bobot kapsul dengan formula I dan formula II adalah formula yang paling tepat digunakan dalam proses pembuatan kapsul ekstrak bawang hitam dengan penggunaan bahan pengikat mucilago amili sebesar 5% dan 8%.
EVALUASI PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) DALAM PEMBUATAN LAPORAN EKSTERNAL MORBIDITAS PASIEN RAWAT INAP DI RS PKU MUHAMMADIYAH UNIT II YOGYAKARTA R. Haryo Nugroho; Dwi Hartati
Jurnal Permata Indonesia Volume 9, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.178 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v9i1.101

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu semakin pentingnya Sistem Informasi di rumah sakit yang digunakan untuk mengolah data menjadi informasi, sehingga berguna bagi berbagai pihak di rumah sakit khususnya pihak manajemen rumah sakit. Berdasarkan studi pendahuluan, diketahui bahwa System Informasi Manajemen rumah sakit (SIMRS) di unit rekam medis RS PKU Muhammadiyah Unit II Yogyakarta belum bisa digunakan dalam pembuatan laporan eksternal morbiditas pasien rawat inap.Tujuan penelitian secara khusus adalah untuk mengevaluasi pemanfaatan SIMRS dalam pembuatan laporan eksternal morbiditas pasien rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Unit II Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, menggunakan rancangan penelitian cross sectional.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pemanfaatan SIMRS itu sudah sesuai harapan, namun terdapat kendala dalam pembuatan laporan eksternal morbiditas pasien rawat inap untuk pihak eksternal, terkait format laporan yang berbeda dengan SIRS dari Dinkes Propinsi.Kesimpulan penelitian ini yaitu bahwa pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dalam pembuatan laporan internal morbiditas pasien rawat inap di RS PKU Unit II Yogyakarta sudah bisa dimanfaatkan sesuai dengan harapan. Namun untuk pembuatan laporan eksternal morbiditas rawat inap ke dinkes propinsi, SIMRS belum bisa dimanfaatkan. Dan faktor penyebabnya adalah format SIMRS yang ada di rumah sakit berbeda dengan format SIRS dari dinkes Propinsi. Sehingga dalam pelaksanaan pembuatan laporan morbiditas pasien rawat inap petugas harus mengentri ulang data dari SIMRS ke SIRS.
KESIAPSIAGAAN PENANGULANGAN BENCANA BERDASARKAN HOSPITAL DISASTER PLAN DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Harinto Nur Seha; Joko Santoso; Hesty Susanti
Jurnal Permata Indonesia Volume 9, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.328 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v9i1.102

Abstract

Tingginya kerawanan bencana yang ada di Yogyakarta dan dengan adanya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang rumah sakit yang mewajibkan memiliki sistem penanggulangan bencana serta untuk memenuhi akreditasi rumah sakit sesuai Permenkes Nomor 12 Tahun 2012. Tujuan : Mengetahui Kesiapsiagaan dalam Penanggulangan Bencana Berdasarkan Hospital Disater Plan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil : Regulasi yang berbentuk kebijakan pedoman serta SPO di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah. Pengorganisasian di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah sudah dibentuk. Persediaan logistik di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah berupa obat-obatan, akomondasi, tiage, APAR. Tata Kerja Operasional di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah yang berupa tahap kesiagaan, tahap awal, tahap operasional.Kesimpulan : Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta sudah siap menjalankan penanggulangan bencana berdasarkan hospital disaster plan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7