cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Permata Indonesia
ISSN : 20869185     EISSN : 2985976X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpi
Core Subject : Health,
Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah kesehatan merupakan open access and peer-reviewed journal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan (Kebidanan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan Teknologi Kesehatan). Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah Kesehatan diterbitkan oleh Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dengan Frekuensi terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November)
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Volume10, Nomor2, November 2019" : 7 Documents clear
Kualitas Hidup Penderita Hipertensi di Apotek Mercusuar Kaliwiro Wonosobo Teguh Uji Sungkowo; Rachma Greta Putri; Dyah Aryani Perwitasari
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor2, November 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.436 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i2.72

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya kematian akibat penyakit tidak menular didunia.Kondisi hipertensi dengan ataupun tanpa komplikasi pada akhirnya akan menimbulkan ketidaknyamanan danmempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kualitashidup penderita hipertensi.Penelitian dilakukan dengan metode cross sectional, dengan mengkaji data dari pengisiankuesioner dan formulir data karakteristik kesehatan oleh responden.Penelitian ini berdasarkan Etichal ClearanceNo.2315/B.1/KEPK-FKUMS/VIII/2019 dariKEPK FK-UMS tanggal 03 Agustus 2019. Penelitian dilakukanterhadap 69 penderita hipertensi yang berkunjung di Apotek Mercusuar Kaliwiro Wonosobo periode Agustus – September 2019. Kualitas hidup diukur menggunakanThe Indonesian EQ-5D-5L Value Set. Data dianalisismenggunakan software SPSS. Gambaran sebaran tingkat hipertensi responden dalam penelitian ini adalah hipertensitingkat 1 (15,94%), hipertensi tingkat 2 (33,3%), hipertensi tingkat 3 (37,68%), dan hipertensi sistolik terisolasi(13,04%). Nilai rerata utility 0,83426±0,145946 dan nilai rerata EQ-VAS 81,74±10,841. Proporsi masalah kesehatantertinggi dilaporkan dalam dimensi rasa nyeri/tidak nyaman ( 69,57%),dan terendah adalah perawatan diri(5,80%). Dari 69 responden terdapat 17,39% yang melaporkan tidak ada masalah kesehatan pada semua dimensi dengan nilaiindeks 1,000.
Pengembangan Makanan Tape dengan Bahan Dasar dari Biji Buah Nangka (Beton) (Artocarpus heterophyllus Lam.) yang Dikombinasikan dengan Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) sebagai Obat Antidiabetes Joko Santoso; Dwi Ratnaningsih
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor2, November 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.018 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i2.73

Abstract

Tape Merupakan makanan tradisional yang digemari oleh berbagai macam kalangan masyarakat dansudah menjadi kearifan lokal di Indonesia misalkan peuyem yang berasal dari bandung dan sudah menjadi iconkota tersebut. Sebagian besar tape dibuat dengan bahan baku dari singkong dan ketan. Tetapi makanan tape inidianggap sebelah mata karena tape belum diketahui manfaat dari tape tersebut dan belum terbukti secara empiris.kemajuan di bidang teknologi pangan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan biji nangka secara optimal.Biji nangka selama ini menjadi limbah di beberapa kalangan masyarakat sehingga biji nangka ini dapat diolahmenjadi tape. Biji nangka mempunyai kandungan kimia yaitu karbohidrat dan protein. Daun kelor mempunyaikandungan kimia yaitu flavonoid, vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat untuk obat diabetes. Sehinggapeneliti tertarik untuk mengembangkan makanan tape dengan berbahan baku biji buah nangka (beton)dikombinasikan dengan daun kelor sehingga bermanfaat untuk kesehatan. Tujuan : Menciptakan danmengembangkan produk kearifan lokal Indonesia terhadap makanan tape dengan berbahan baku biji nangkayang dikombinasikan dengan daun kelor sebagai obat antidiabetes dibuktikan secara empiris. Metode penelitianeksperimental pre-post test control group design loboratories. Penelitian ini mempunyai TKT (Tingkat KesiapanTeknologi) tingkat 3 karena masih dalam tahapan pengembangan secara laboratorium dan siap menuju ke TKTlebih tinggi dan siap untuk menuju ke prototipe. Hasil : Tape biji nangka memiliki tekstur semi padat, aromatikdan rasa manis.Kesimpulan : Biji nangka bisa diolah menjadi makanan tape dan memiliki tekstur yang semipadat, aromatis dan rasanya manis serta memiliki kandungan protein yang tinggi yaitu 5,57% dan dapatbermanfaat sebagai obat Diabetes Melitus tipe 2.
Faktor Penghambat Penerapan SIMRS di RSU Mitra Paramedika Yogyakarta Berdasarkan Diagram Fishbone Anugrah Prasetyo Aji; Noveza Darhayati; Harinto Nur Seha
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor2, November 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.858 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i2.75

Abstract

Berdasarkan PERMENKES 82 tahun 2013 tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS),rumah sakit diwajibkan menjalankan SIMRS. SIMRS sangat diperlukan bagi rumah sakit dalam memberikanpelayanan kepada pasien. Berdasarkan Studi pendahuluan yang dilakukan di Rumah Sakit Mitra ParamedikaYogyakarta pada tanggal 16 April 2019, rumah sakit tersebut sudah menerapkan SIMRS, tetapi dalam penerapannyabelum diimplementasikan di semua unit atau instalasi di rumah sakit. Tujuan Penelitian adalah mengetahui analisisfaktor penghambat dalam penerapan SIMRS di Rumah Sakit Umum Mitra Paramedika dengan menggunakandiagram fishbone. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatankualitatif, dengan melakukan wawancara dan observasi dan dianalisis dengan diagram fishbone di tinjau dari aspekman, money, material, machine, method. Hasil dari penelitian adalah faktor penghambat dilihat dari sumber dayamanusia (man), belum mencukupi sumber daya manusia, kurangnya pemahaman tentang SIMRS. Rancangan dana(money) yang ada masih belum mencukupi untuk pengadaan, penyusutan dan pelatihan SIMRS. Cara (methode), diunit atau instalasi belum terdapat SOP (Standar Operasional Prosedur). Alat (meachine) yang digunakan masihkurang memadai dan kurang mencukupi. Bahan (material), program belum sesuai dengan kebutuhan pengguna,SIMRS kurang update, koneksi jaringan yang masih kurang optimal. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sumberdaya manusia yang tersedia belum mencukupi, kurangnya anggaran dana dalam pengembangan SIMRS, belumsemua unit terdapat SOP SIMRS, dan jumlah komputer yang kurang.
Pengaruh Karakteristik Pasien terhadap Adverse Drug Reactions di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Like Efriani; Annisa; Setiyati Jatiningsih; Dyah Aryani Perwitasari
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor2, November 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.784 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i2.77

Abstract

Adverse Drug Reactions adalah respon obat yang berbahaya yang tidak diinginkan dan terjadi pada dosis yang biasanya digunakan untuk profilaksis, diagnosis, atau terapi penyakit atau modifikasi fungsi fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik pasien terhadap adanya kejadian Adverse Drug Reactions di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Rancangan penelitian ini adalah prospektif kohort pada pasien rawat inap bangsal penyakit dalam kelas III RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu dengan menggunakan kuisioner Naranjo scale untuk melihat kemungkinan terjadinya Adverse Drug Reactions. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif univariat. Terdapat 53 subyek yang memenuhi kriteria inklusi. Dari 53 jumlah subyek yang didapatkan dibagi menjadi 4 berdasarkan skoring Naranjo scale dengan hasil pasien bukan Adverse Drug Reactions sebanyak 9 subyek (17.0%), kemungkinan Adverse Drug Reactions sebanyak 35 subyek (66.0%), kemungkinan besar Adverse Drug Reactions sebanyak 2 subyek (3.8%), dan pasti Adverse Drug Reactions sebanyak 7 subyek (13.3 %). Sampel didominan oleh pasien perempuan 33 subyek (62,3%) dengan usia paling banyak 35-65 tahun 46 subyek (86.79%), lama dirawat dirumah sakit > 5 hari sebanyak 29 subyek (54,7%), Jumlah obat yang diterima >5 obat sebanyak 36 (67,9%) memiliki potensi Adverse Drug Reactions lebih besar. Antibiotika paling berpotensi menimbulkan pasti Adverse Drug Reactions sebanyak 3 subyek (5,7%) dibandingkan obat golongan lainnya. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat 7 kasus subyek yang mengalami pasti ADR. Obat antibiotika paling berpotensi besar menimbulkan pasti ADR di bangsal penyakit dalam kelas III Rumah Sakit Dr. M. Yunus Bengkulu.
Analisa Kualitatif Zat Warna Rhodamin B pada Lipstik dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis Mursyidah; Ratih Purwanti; Hanita Christiandari
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor2, November 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.434 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i2.78

Abstract

Masalah yang muncul dibalik peredaran produk kosmetik adalah penggunaan bahan berbahaya yangdapat mengganggu kesehatan konsumen. Menurut BPOM produk kosmetik yang mengandung bahan berbahayasalah satunya adalah lipstik yang mengandung pewarna Rhodamin B, merupakan pewarna sintetis yang seringdisalahgunakan menjadi pewarna kosmetik dan makanan serta dapat menyebabkan kanker (karsinogenik) biladigunakan dalam jangka waktu yang lama. Tujuan Penelitian ini untuk mengidentifikasi zat warna Rhodamin Bpada lipistik yang beredar di pasar “Sunday Morning”Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.Identifikasi Rhodamin B dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Eluen yang digunakan yaitueluen n- butanol, etil asetat dan amoniak ( 55 : 20 : 25 ). Sampel diambil menggunakan teknik Random sampling.Hasil identifikasi Rhodamin B menggunakan Kromatografi Lapis Tipis menunjukkan bahwa terdapat 5 sampeldari 13 sampel teridentifikasi positif mengandung Rhodamin B yang ditandai dengan nilai Rf sampel dan warnabercak secara visual dan sinar UV 254 nm, yaitu pada sampel 02= 0,75, sampel 07= 0,73, sampel 10=0,75,sampel 11=0,73 dan sampel 12= 0,74. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat 5 merk lipstik yang dijualpedagang pasar “Sunday Morning” Yogyakarta positif mengandung Rhodamin B.
Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Apotek Mercusuar Kaliwiro Wonosobo Suin Rina Dewi; Nuni Ihsana; Dyah Aryani Perwitasari
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor2, November 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.724 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i2.80

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemiaatau peningkatan kadar gula darah yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya.Insidensi DMT2 mencapai 90-95% dari penyakit diabetes secara umum. Salah satu luaran terapi dari suatu penyakitadalah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakarakteristik pasien DMT2 dan kualitas hidupnya. Sebelum penelitian dimulai, peneliti telah mendapatkan SuratKelaikan Etik (Ethical Clearance) No.2316/B.1/KEPK-FKUMS/VIII/2019 dari Fakultas Kedokteran UniversitasMuhammadiyah Surakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitianberjumlah 73 responden diabetes melitus tipe 2 yang berkunjung ke Apotek Mercusuar Kaliwiro Wonosobo periodeAgustus sampai September 2019. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner EQ-5D-5L. Hasil penelitianmenunjukkan karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 berumur >45 tahun (80,8%), berjenis kelamin perempuan(69,9%), berstatus menikah (83,6%) dan berpendidikan rendah (75,3%). Hasil pengukuran kualitas hidup pasiendiabetes melitus tipe 2 dalam penelitian ini diperoleh nilai utility 0,85 ± 0,15 dan nilai VAS (VisualAnalog Scale) 84,38 ± 8,163. Domain rasa cemas merupakan domain yang dilaporkan memiliki banyakmasalah pada pasien diabetes melitus tipe 2 sebesar 54,8%.
Faktor Penyebab Ketidaktepatan Pengodean Kasus Cedera dengan Diagram Fishbone di RS Condong Catur Sleman Yogyakarta Mustika; Ahmad Yani Noor; Harinto Nur Seha
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor2, November 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.693 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i2.81

Abstract

Petugas koding harus mampu menentukan kode (ICD-10) diagnosa utama pasien dan kode penyebab luaryang tercatat dalam berkas rekam medis pasien secara tepat. Berdasarkan studi pendahuluan di Rumah SakitCondong Catur Sleman Yogyakarta terhadap 25 berkas rekam medis pasien kasus cedera, didapatkan ketepatanpengodean kasus cedera sebanyak 10 (40%) berkas dan ketidaktepatan pengodean kasus cedera sebanyak 15 (60%)berkas. Sedangkan dari 25 berkas rekam medis kasus cedera, terdapat 12 berkas rekam medis disertai penyebabluarnya, dengan ketepatan pengodean penyebab luar sebanyak 1 (8,3%) berkas dan ketidaktepatan pengodeanpenyebab luar sebanyak 11 (91,7%) berkas. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor penyebab ketidaktepatanpengodean kasus cedera dengan diagram fishbone di Rumah Sakit Condong Catur Sleman Yogyakarta. Jenispenelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah penyebab ketidaktepatanpengodean kasus cedera adalah aspek man (masih merangkap tugas lain, penguasan ICD-10 penyebab luar,kemampuan menghafal kode), aspek method (pelaksanaannya belum sesuai SPO), aspek material (kronologikejadian kurang lengkap), aspek machine (SIMRS belum memfasilitasi karakter ke-4 ke-5, belum dilakukanpengembangan SIMRS) dan aspek money (belum adanya reward dan punishment). Hasil kode pengaruh terhadapinformasi yang dihasilkan guna membantu dalam memutuskan suatu keputusan untuk kemajuan rumah sakitKesimpulan penelitian ini adalah penyebab ketidaktepatan pengodean kasus cedera di Rumah Sakit Condong CaturSleman Yogyakarta yaitu dari aspek manusia, aspek metode, aspek material, aspek mesin, dan aspek money.

Page 1 of 1 | Total Record : 7