cover
Contact Name
Nurwahyudi
Contact Email
lp2m@staimaarifkalirejo.ac.id
Phone
+6285658937781
Journal Mail Official
nurwahyudi@staimaarifkalirejo.ac.id
Editorial Address
STAI Ma'arif Kalirejo Lampung Tengah Jl. Jendral Sudirman No. 50 Kaliwungu, Kalirejo, Lampung Tengah, Lampung 34174
Location
Kab. lampung tengah,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 28094557     DOI : 10.58561
Core Subject : Education,
Jurnal Kajian Pendidikan Islam adalah media publikasi ilmiah peer-review yang berfokus pada hasil penelitian di bidang Pendidikan Karakter, Pendidikan Islam untuk Transformasi Sosial, Kepemimpinan Pendidikan Islam, Kebijakan Pendidikan Islam, Inovasi Pendidikan Islam, Filsafat Pendidikan Islam, Pendidikan Islam Multikultural, Pendidikan Madrasah, Pendidikan Pesantren. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah dengan EISSN: 2809-4557 dan terbit berkala dalam dua kali setiap tahun pada Januari dan Juli.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Volume 3 Nomor 2 Juli 2024" : 7 Documents clear
Pendekatan Saintifik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam : (Studi Di SMP Negeri 1 Sekampung Udik Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur) Rodiyah Anggraini , Nur; Mispani , Mispani; Setiawan , Dedi
Jurnal Kajian Pendidikan Islam Volume 3 Nomor 2 Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58561/jkpi.v3i2.124

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan Fenomenologis yaitu mendeskripsikan secara langsung keadaan dilapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan analisis deskriptif Miles dan Hubermen yang terdiri dari: Reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Dari penelitian tersebut dihasilkan temuan sebagai berikut: Pertama bahwa racangan pendekatan saintifik dilakukan para guru PAI lebih awal sebelum awal semester tiba. Dalam penyusunan RPP guru juga mengkaji silabus dan mencermati KI dan KD dalam RPP, serta dalam proses pembelajarannya pun menerapkan model inkuiri agar siswa lebih mandiri dalam memecahkan masalah yang ada. Kedua Penerapan pendekatan saintifik pada mata pelajaran PAI di Negeri 1  Sekampung Udik sudah dilaksanakan oleh guru dengan baik dan maksimal. Sebelum guru melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintfifik ada terdapat beberapa kegiatan pembelajaran yaitu: Pertama, Kegiatan pendahuluan. Kedua, Kegiatan inti (Pendekatan Saintifik). Ketiga, Kegiatan penutup. Ketiga. Penerapan penekatan pembelajaran Santifik di Negeri 1  Sekampung Udik sudah dilakukan dalam beberapa materi untuk membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik. Dorongan itu melalui proses merumuskan pertanyaan, merumuskan masalah, mengamati, dan menerapkan informasi baru dalam meningkatkan pemahaman mengenai sesuatu masalah. Keempat Adapun evaluasi pembelaajaran  yaitu: 1). Sekolah bekerja sama dengan komite untuk melengkapi media pembelajaran, 2) Sholat Zuhur berjamaah dan ceramah. 3) Memasang wi-fi dan layanan internet, 4) Pemerataan Pelatihan tentang Kurikulum 2013. Kelima Pandangan guru dan siswa terhadap penerapan pendekatan saintifik di Negeri 1  Sekampung Udik sangat bagus. Pendekatan saintifik membuat siswa lebih aktif dalam belajar dan berdiskusi semua proses 5M mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan membuat siswa tertarik dalam belajar.
Klasifikasi Hadis Ditinjau Dari Segi Kuantitas dan Kualitas Sanad Dani, Rahmat; Jihanna Ilmi , Dea
Jurnal Kajian Pendidikan Islam Volume 3 Nomor 2 Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58561/jkpi.v3i2.127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang klasifikasi hadis ditinjau dari segi kuantitas dan kualitas sanad. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) teknik pengumpulan data dengan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan content analysis. Hasil  kajian ini ialah hadis merupakan sumber ajaran agama kedua setelah Al-Qur’an. disamping itu hadis juga memiliki fungsi sebagai penjelas terhadap ayat Al-Qur’an. Berdasarkan  kuantitas (banyaknya  jumlah  perawi) atau  orang yang meriwayatkan suatu hadits dapat dibagi menjadi hadits mutawatir dan ahad. Sedangkan dari sisi kualitas hadits dibagi menjadi tiga yaitu hadis shahih, hasan dan dha’if.
Pendidikan Kemandirian Di Pondok Pesantren : (Studi Mengenai Realitas Kemandirian Santri di Pondok Pesantren Darul Falah Bandar Lampung) Maulidin, Syarif
Jurnal Kajian Pendidikan Islam Volume 3 Nomor 2 Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58561/jkpi.v3i2.128

Abstract

Penelitian ini memiliki beberapa latar belakang. Pertama, kemandirian merupakan salah satu rumusan dalam tujuan pendidikan nasional. Kedua, kemandirian merupakan karakter bangsa yang harus dibangun. Ketiga, krisis kemandirian muncul dalam pendidikan formal. Keempat, pendidikan sekolah tidak menjadi jaminan dalam membangun kemandirian sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Kelima, pondok pesantren dianggap sebagai pondasi yang dapat menciptakan kemandirian bagi para santri.Rumusan masalah yang diajukan adalah bagaimana kemandirian pada santri di pondok pesantren dipraktekkan, bagaimana pondok pesantren menciptakan kebiasaan kemandirian pada santri, apa faktor pendukung dalam menciptakan kemandirian santri, apa faktor penghambat dalam menciptakan kemandirian santri, dan bagaimana model pengembangan kemandirian santri. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Lokus penelitian difokuskan di Pondok Pesantren Darul Falah Bandar Lampung. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara mendalam terhadap objek penelitian. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan. Pertama, siswa yang diteliti di sekolah tersebut menunjukkan tingkat kemandirian yang baik. Indikator-indikator yang baik tercermin dari rasa percaya diri, kepercayaan diri, pengendalian diri, pemecah masalah, bertanggung jawab, membantu orang lain, mengharapkan keberhasilan, berpikir kreatif dan inovatif, kesadaran dalam belajar, dan kemampuan dalam mengatur kehidupan mereka.  Kedua, upaya sekolah dalam menciptakan kemandirian siswa adalah; (a) siswa yang sudah matang dan yang belum matang berada dalam satu tempat; (b) peer teaching; (c) fasilitas yang baik; (d) membuat organisasi; dan (e) berwirausaha dengan bidang pertanian. Ketiga, faktor pendukung adalah; (a) sekolah menggunakan sarana yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan siswa; (b) keinginan yang kuat untuk sukses dengan hidup mandiri; (c) bimbingan dari tingkat yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih rendah; (d) pengajaran yang memotivasi siswa untuk hidup mandiri. Keempat, faktor penghambatnya adalah; (a) sebagian kecil santri tidak tahan dengan kondisi Pondok Pesantren (b) mereka (santri) tidak suka dengan peraturan pondok; (c) perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi; dan (d) pola asuh orang tua yang terlalu memanjakan santri baru. Kelima, model pengembangan kemandirian dimulai dari internalisasi nilai-nilai yang dilakukan dengan proses dinamis pada saat pertama kali masuk sekolah, peer teaching, penugasan kegiatan kepengurusan, dan pemberian life skill dalam membangun karakter kemandirian dan kewirausahaan.
Penerapan Metode Pembiasaan Sholat Dhuha Dalam Upaya Penanaman Sikap Disiplin Pada Siswa SD Al-Huda Sidoarjo Sholicha, Nikmatus; Darajatul Aliyah, Nelud
Jurnal Kajian Pendidikan Islam Volume 3 Nomor 2 Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58561/jkpi.v3i2.131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode pendidikan ulang sholat dhuha dalam meningkatkan kedisiplinan siswa SD Al-Huda Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif yang menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan siswa, guru, dan orang tua sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan sholat dhuha dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan sikap disiplin siswa. Implementasi program sholat dhuha di SD Al-Huda dilakukan melalui beberapa langkah strategis, yaitu sosialisasi dan penyuluhan kepada siswa dan orang tua, penyediaan fasilitas yang memadai, pengawasan dan pendampingan oleh guru, serta program harian yang terintegrasi dengan jadwal sekolah. Selain itu, sistem penilaian dan penghargaan terhadap siswa yang konsisten melaksanakan sholat dhuha juga berperan penting dalam membentuk sikap disiplin. Evaluasi program menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan siswa tidak hanya dalam melaksanakan sholat dhuha, tetapi juga dalam aspek-aspek lain seperti kehadiran, ketepatan waktu, dan kepatuhan terhadap peraturan sekolah. Dengan demikian, penerapan metode pembiasaan sholat dhuha terbukti efektif sebagai salah satu strategi dalam penanaman sikap disiplin pada siswa sekolah dasar.
Literasi Digital Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Fikih Siswa Kelas XI Agama Materi Pernikahan Dalam Islam MAN Model 1 Manado Alkatiri, Rahmawaty
Jurnal Kajian Pendidikan Islam Volume 3 Nomor 2 Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58561/jkpi.v3i2.136

Abstract

This research is Classroom Action Research (PTK). The research subjects were students of class XI Religion MAN Model 1 Manado. The population in this study were students of class XI Religion MAN Model 1 Manado. The number of students in class ), and 4) Reflection Stage (Reflecting). The use of digital literacy in research refers to or adapts the demonstration learning method with the Explicit Instruction learning model. The improvements made by the researcher in cycle II provided an increase in student learning outcomes so that there was 1 student remaining who had not achieved a completeness score in learning Islamic jurisprudence material on marriage with a normalized gain calculation value = 0.25 in the low category and a percentage increase in learning outcomes of 80% to 96 % of students who achieved a completion score. In other words, there has been an increase in student learning outcomes in learning Islamic jurisprudence material on marriage by using digital literacy.
Peran Lingkungan Sekolah Dalam Pembentukan Identitas Remaja Umar, Hanif; Masnawati , Eli
Jurnal Kajian Pendidikan Islam Volume 3 Nomor 2 Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58561/jkpi.v3i2.137

Abstract

Artikel ini membahas peran penting lingkungan sekolah dalam pembentukan identitas remaja. Identitas remaja dibentuk melalui interaksi yang kompleks antara berbagai faktor, di mana sekolah memainkan peran krusial. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar akademis, tetapi juga sebagai arena sosial di mana remaja mengembangkan keterampilan interpersonal, nilai-nilai, dan perilaku. Faktor-faktor seperti hubungan dengan teman sebaya, dukungan dari guru, partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan implementasi kurikulum semuanya berkontribusi terhadap proses pembentukan identitas. Artikel ini menyoroti bagaimana lingkungan sekolah yang positif dan mendukung dapat membantu remaja menemukan jati diri mereka, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan potensi mereka secara optimal. Dengan memahami peran ini, diharapkan dapat tercipta ekosistem pendidikan yang holistik dan inklusif, yang mendukung perkembangan remaja menuju arah yang sehat dan konstruktif
Muhammadiyah Dan Tantangan Moderasi Beragama Di Indonesia Hasbullah, hasbullah
Jurnal Kajian Pendidikan Islam Volume 3 Nomor 2 Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58561/jkpi.v3i2.138

Abstract

Moderasi beragama di Indonesia mengharuskan sikap inklusif dan terbuka, serta menghindari ekstremisme, demi mempersatukan bangsa yang beragam melalui nilai-nilai Pancasila dan NKRI. Konsep moderasi ini penting dalam menciptakan kehidupan harmonis dan mencegah konflik agama. Islam, sebagai agama mayoritas, memiliki ajaran moderasi yang disebut "wasathiyyah", yang menekankan keseimbangan dan keadilan. Pilar-pilar moderasi mencakup keadilan, keseimbangan, dan toleransi. Sejak awal kemerdekaan, moderasi beragama telah diterapkan melalui Pancasila dan UUD 1945 yang menghargai kebhinekaan, serta mengajak semua agama untuk berperan dalam menjaga harmoni dan dialog antarbudaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research. Data penelitian ini dikumpulkan melalui data-data pustaka, mencakup buku-buku teks, artikel, makalah serta sumber-sumber lainnya. Dalam konteks global, moderasi beragama diperlukan untuk menciptakan kedamaian dan keseimbangan. Muhammadiyah, sebagai organisasi keagamaan, mendorong gerakan tajdid atau pembaruan yang sesuai dengan prinsip moderasi, menekankan relevansi ajaran Islam dengan budaya dan masyarakat Indonesia. Dengan pendekatan yang seimbang dan inklusif, moderasi beragama di Indonesia menjadi solusi efektif untuk menghadapi tantangan keberagaman dan menjaga kesatuan serta perdamaian dalam masyarakat plural.

Page 1 of 1 | Total Record : 7