cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 48, No 1 (2020)" : 11 Documents clear
GERAKAN LITERASI SEKOLAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN KONTRIBUSINYA BAGI PENDIDIKAN KARAKTER Farida Nugrahani; Ali Imron A.M.; Mukti Widayati
Widyaparwa Vol 48, No 1 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.772 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i1.438

Abstract

This study aims to describe the values of character education in the school literacy movement. local wisdom-based 'traditional herbal medicine' in Sukoharjo Regency. This descriptive qualitative research object of study was literacy activities in five elementary schools in Sukoharjo Regency. The source of the data is the literacy event, which involves the teacher and his students. Data collected through observation and in-depth interviews, analyzed with interactive models. Data validity is attempted through triangulation. The results of this study indicate that the character values of nationalism, independence, and mutual cooperation can be instilled in students through the local wisdom-based school literacy movement 'traditional herbal medicine'. Literacy activities are carried out by introducing 'empon-empon' as traditional herbal ingredients, and their health benefits. The hope is that students will be able to understand, appreciate, and develop the 'traditional herbal medicine' as a proud cultural heritage of their ancestors, and become a branding area.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam gerakan literasi sekolah berbasis kearifan-lokal ‘jamu herbal tradisional’ di Kabupaten Sukoharjo. Pene-litian kualitatif deskriptif ini objek kajiannya adalah kegiatan berliterasi di lima Sekolah Dasar di Kabupaten Sukoharjo. Sumber datanya peristiwa literasi,  yang melibatkan  guru beserta siswa-nya. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, dianalisis  dengan model interaktif. Keabsahan data diupayakan melalui triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai karakter nasionalisme, kemandirian, dan gotong royong dapat ditanamkan kepada peserta didik melalui gerakan literasi sekolah berbasis kearifan-lokal ‘jamu tradisional’.  Kegiatan literasi dilakukan dengan mengenalkan  ‘empon-empon’sebagai bahan jamu tradisional,  dan man-faatnya bagi kesehatan. Harapannya agar peserta didik  mampu memahami, menghargai, dan me-ngembangkan ‘jamu tradisional’ tersebut sebagai budaya warisan leluhurnya yang mem-banggakan, dan menjadi branding daerahnya.
POSISI PENGARANG DALAM INTERPRETASI: PEMBACAAN DUA SAJAK TERKENAL SITOR SITUMORANG Dipa Nugraha
Widyaparwa Vol 48, No 1 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.753 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i1.414

Abstract

On how interpretation must position the author of the text is still discussed and always relevant in literary criticism. From mimetic, expressive, social context and creative process, objective approaches towards Barthes’ the death of the author, to the Foucauldian function of the author, the positions of the author with and within his text have always been disputed. This study uses comparative approach. It applies reading with multiple lenses of interpretation to compare the interpretations from different literary approaches in regard to the position of the author in interpretation. Interpretive readings using multiple lenses of interpretation on the status of the author with and within the text are described to show the differences among them. Two most celebrated poems from one of the Indonesian best poets Sitor Situmorang,“Cathedrale de Chartres” and “Malam Lebaran,” are selected and interpreted in this article. The basis for every interpretive reading based on every theory discussed is also provided and explained. This study shows that the author is always present with or within the text he creates. His existence manifests in various ways and in different contexts. Pembicaraan mengenai relevansi pengarang di dalam pembacaan atau interpretasi karya sastra tidak pernah lekang hingga kini. Dari pendekatan mimetik, ekspresif, situasi sosial dan interaksi kreatif, objektif, kematian pengarang oleh Barthes, hingga berlanjut dengan fungsi pengarang oleh Foucault, posisi pengarang terus diperbincangkan. Kajian ini menggunakan pendekatan komparatif.  Kerangka kerja pembandingan mengacu pada interpretasi berlensa jamak yang menyuguhkan berbagai interpretasi dengan pendekatan yang ada sejak masa Yunani kuno hingga masa pascastrukturalisme berkait dengan posisi pengarang dalam interpretasi karya sastra. Dua sajak terkenal Sitor Situmorang, “Cathedrale de Chartres” dan “Malam Lebaran,” diletakkan dalam contoh kerja interpretasi. Di dalam setiap interpretasi yang disuguhkan diberikan acuan teoretis paradigma mengenai bagaimana operasi pembacaan atau interpretasi diberlakukan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa posisi pengarang di dalam interpretasi tidak bisa dihilangkan dari setiap usaha interpretasi teks. Pengarang selalu hadir dan termanifestasikan dalam berbagai cara dan muncul lewat beraneka konteks.  
Sampul depan dan belakang NFN Mulyanto
Widyaparwa Vol 48, No 1 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.966 KB)

Abstract

MEKANISME PENYELESAIAN KONFLIK TOKOH PEREMPUAN NOVEL 3 SRIKANDI KARYA SILVARANI: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Tri Isti Palupi; Kundharu Saddhono
Widyaparwa Vol 48, No 1 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.337 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i1.355

Abstract

The purpose of this research is to describe the mechanism in resolving conflicts that are reflected in the wo-men characters in novel 3 Srikandi by Silvarani. This research is descriptive study with a literary psycholo-gical approach. Collection data techniques used are content analysis. The stages of analysis conducted in this research are; (1) data reduction, sorts out the data that has been collected and groups in to categories. (2) da-ta display, make data analysis and description of each data in each category. (3) conclusion drawing, at this stage the researcher draws conclusions from the analysis that has been done. The results of this research indi-cate that conflict resolving can vary, it depends on the cause of the conflict. The selection of conflict resolving is not only influenced by the causes but also by the individual's personality. In novel 3 Srikandi by Silvarani found several categories of conflict resolving as follows; (1) conflict due to the id that is resolved by the ego. (2) conflicts due to id resolved by superego. (3) conflict due to ego which is resolved by id. (4) conflict due to ego which is resolved by the superego. (5) conflict due to supergo that is resolved by the ego. and (6) conflicts due to superego that are resolved by id.Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan mekanisme penyelesaian konflik yang tecermin dari tokoh perempuan dalam novel 3 Srikandi karya Silvarani. Penelitian ini termasuk penelitian des-kriptif kulitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni content analisys. Tahapan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu; (1) reduksi data, peneliti memilah-milah data yang telah terkumpul dan mengelompokkan ke dalam kategorinya;  (2) display data, peneliti mulai analisis data dan memberi deskripsi setiap data pada setiap kate-gori; (3) concusion drawing, pada tahap ini peneliti menarik simpulan dari analisis yang telah di-lakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian konflik dapat berbeda-beda. Hal tersebut bergantung pada penyebab konflik itu. Pemilihan penyesaian konflik selain dipengaruhi oleh faktor penyebabnya juga dipengaruhi oleh kepribadian individu itu sendiri. Dalam novel 3 Srikandi karya Silvarani ditemukan beberapa kategori penyelesaian konflik. Konflik tersebut yakni sebagai berikut: (1) konflik akibat id yang diselesaikan oleh ego; (2) konflik akibat id yang diselesai-kan oleh superego; (3) konflik akibat ego yang diselesaikan oleh id; (4) konflik akibat ego yang dise-lesaikan oleh superego; (5) konflik akibat superego yang diselesaikan oleh ego; dan (6) konflik akibat superego yang diselesaikan oleh id.
POTENSI DAN TANTANGAN PENGINTERNASIONALAN BAHASA INDONESIA DI FILIPINA Bayu Permana Sukma
Widyaparwa Vol 48, No 1 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.006 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i1.435

Abstract

As one of the ASEAN countries, the Philippines is a strategic target country of Indonesian language internationalization. The internationalization endeavor in the Philippines has begun since 2016 when a number of BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (‘Indonesian as a Foreign Language)) teachers were assigned to the country. Up to 2018, there have been 14 institutions facilitated with 898 students. This article aims to describe the potential and challenges of the spread of Indonesian language in the Philippines in terms of linguistic and non-linguistic aspects. This research employed a descriptive-qualitative method. The data in this research were obtained from interviews, questionnaires, observations, and literature studies. The results show that Indonesian language has potential to be internationalized and developed in the Philippines. It is based on several aspects: 1) the similarity between Indonesian language and Filipino, 2) the motivation of Indonesian language learners in the Philippines, 3) the good economic cooperation between Indonesia and the Philippines; and 4) the fairly big number of tourism visits from Indonesia to the Philippines and vice versa. However, the potential is also followed by some challenges. Some of them are 1) language policy in the Philippines, 2) the very strong influence of English language in the Philippines, and 3) the lack of Filipinos’ knowledge on Indonesian society, cultures, and politics. ABSTRAKSebagai salah satu negara ASEAN, Filipina merupakan negara sasaran strategis peng-internasionalan bahasa Indonesia. Penyebaran bahasa Indonesia secara formal di negara ini di-mulai sejak tahun 2016 ketika sejumlah tenaga pengajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) dikirim ke negara tersebut. Hingga tahun 2018, tercatat sudah 14 lembaga yang terfasilitasi dengan 898 pemelajar. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan potensi dan tantangan pe-nyebaran bahasa Indonesia di Filipina ditinjau dari aspek kebahasaan dan nonkebahasaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memiliki potensi untuk terus disebarkan dan dikembangkan di Filipina. Hal ini didasarkan pada beberapa hal: 1) kemiripan antara bahasa Indonesia dan bahasa Filipino, 2) motivasi pemelajar bahasa Indonesia di Filipina yang besar, 3) kerja sama ekonomi yang baik antara Indonesia dan Filipina, dan 4) jumlah kunjungan pariwisata yang cukup besar dari Indonesia ke Filipina dan sebaliknya. Namun demikian potensi tersebut juga disertai dengan tan-tangan. Beberapa tantangan yang ditemui adalah 1) kebijakan bahasa di Filipina, 2) kuatnya pengaruh bahasa Inggris di Filipina, dan 3) pengetahuan masyarakat Filipina yang masih minim tentang Indonesia, khususnya di bidang sosial, budaya, dan politik. 
Pengantar redaksi dan daftar isi NFN Mulyanto
Widyaparwa Vol 48, No 1 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.858 KB)

Abstract

TEKNIK DAN STRATEGI PENCIPTAAN HUMOR KOMEDIAN JAWA DALAM “BASIYO-NARTOSABDHO BESANAN” Sony Wibisono
Widyaparwa Vol 48, No 1 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.293 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i1.509

Abstract

        AbstractBasiyo, as a traditional comedian with a Javanese cultural background, greatly influenced the development of comedy in Indonesia. The humorous model of Basiyo and his friends through Dhagelan Matarampresents the monologue technique, which influenced Srimulat's jokes to the trend of single comedians in the contemporary era. The object of this research is one of his works, the auditive comedy "Basiyo -Nartosabdho Besanan" 1983 production. The study was conducted with a descriptive qualitative method using content analysis theory and Berger's verbal humor technique to get a description of humor characteristics through words and dialogue. The characteristics of humor found are interpreted by theories about Javanese life vision. Humor analysis found the highest usage of irony 6 times, and not using bombast, sexual allusion, outwitting. The application of techniques and Javanese moral principles in the creation of humor occurs through two things. First, satire and repartee techniques in narratives that describe the suitability and harmony of Javanese life. Second, ridicule, irony which depicts deviations, resistance to established Javanese culture.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan teknik humor verbal Basiyo dan kawan-kawan dalam “Basiyo-Nartosabdho Besanan”. Untuk membuat lelucon, dilakukan dengan strategi penciptaan humor komedian berlatar belakang budaya Jawa. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data ialah rekaman recovery digital audio drama komedi “Basiyo–Nartosabdho Besanan”. Pengumpulan data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode simak  dengan teknik sadap dan catat. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa (1) drama komedi “Basiyo-Nartosabdho Besanan” secara umum menggunakan delapan teknik dari kategori humor language (humor verbal), (2) teknik humor primer yang digunakan ialah teknik irony, yaitu berupa sindiran yang berisi penyampaian sesuatu yang maknanya berlainan dengan yang dikatakan, (3) strategi penciptaan humor komedian dilakukan dengan mengolah materi nilai-nilai dasar etika Jawa, yakni prinsip hormat dan prinsip kerukunan, dan (4) permainan humor komedian terhadap prinsip budaya Jawa mengindikasikan kritik dan autokritik, baik bagi orang Jawa maupun orang yang tidak mengenal prinsip-prinsip tersebut. Prinsip hormat dan kerukunan diolah dengan strategi kepatuhan dan penyimpangan yang diungkapkan dengan teknik irony, satire, ridicule, dan repartee.
EUFEMISME PADA MAKIAN SURABAYAAN Moulidvi Rizki Permita
Widyaparwa Vol 48, No 1 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.561 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i1.296

Abstract

People of Surabaya experience stereotype towards their utterances, especially they are in Yogyakarta-Surakarta areas. Even more, there is an article assumed that Javanese language with Surabaya dialect is not appropriate to be spoken in Surakarta. This research aims to change the stereotype by exposing swear words in Javanese language that went through euphemism. Collecting data process has done by two methods, directly involved in the utterances and observed to instans message of Surabayanese. Data collection were about swear words that keeps spoken by Surabayanese with the range age of 20-30 years old and minimum of the bachelor degree holder. The data obtained were then analyzed using phonetic theory and code switching. The result of this research shows that Surabayanese have done euphemism in swear words by: 1) disguising the sound, such as changing and replacing few sounds like vocals or consonants, 2) switching to bahasa Indonesia and English is presumed to be prestige and superior. Euphemism is used because Surabayanese want to show identity and solidarity, but still want to appreciate the interlocutor.Masyarakat Surabaya terkenal dengan ujaran yang kasar, bahkan terdapat penelitian yang mengungkapkan bahwa bahasa Jawa dialek Surabaya merupakan bahasa yang tidak layak dan kurang baik dituturkan di Surakarta (Solo). Penelitian ini hadir sebagai usaha menolak pandangan tersebut dengan memaparkan beberapa kosa-kata makian dalam bahasa Jawa dialek Surabaya yang mengalami proses kebahasaan eufemisme. Data diperoleh dengan metode simak libat cakap dan wawancara terhadap penutur asli. Dari hasil analisis ditemukan bahwa beberapa makian mengalami perubahan bunyi ke arah bunyi-bunyi bahasa Jawa dialek Solo-Yogyakarta dan campur kode ke bahasa yang lebih superior, yakni bahasa Indonesia. Eufemisme yang terjadi pada makian bahasa Jawa dialek Surabaya lebih banyak diujarkan dalam bentuk sapaan. Hal ini dilakukan karena masyakarat Surabaya ingin menjunjung tinggi karakteristik kesolidaritasan dalam bahasanya namun tetap menghargai mitra tutur.  
MEMORI KOLEKTIF, REKONSTRUKSI, DAN REVITALISASI: STUDI KASUS WAYANG CECAK NFN Mu'jizah; NFN Purwaningsih
Widyaparwa Vol 48, No 1 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.242 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i1.486

Abstract

Wayang Cecak is a Malay oral traditions which is almost critically extinc. This puppet remains only in the memories collective. The problem is how to preserve wayang cecak from extinction? The aim is to preserve the wayang's vitality from extinction. The method is done by reconstructing and revitalizing of wayang cecak becomes a living tradition. This qualitative research used an oral literary approach with primary sources of wayang cecak with text and context analysis. The method used literature study and field study technic observations were carried out with in-depth interviews with traditional artists, the representative community, and stakeholders. According to the eye-witnesses, wayang cecak has its unique structures. Reconstruction of wayang cecak involved the researcher, village leader, and traditional artists. Revitalization were carried out by performing wayang cecak in the community. This revitalization has a positive impact the wayang cecak increase their vitality.Wayang cecak merupakan sastra lisan Melayu yang hampir punah dan hanya hidup dalam ingatan ma-syarakat. Permasalahan penelitian ini ialah bagaimana cara melindungi wayang cecak dari kepunahan? Penelitian ini bertujuan untuk melindungi dan meningkatkan daya hidup wayang itu dari kepunahan. Caranya dengan merekonstruksi dan merevitalisasinya sehingga wayang itu menjadi sebuah tradisi yang hidup kembali. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan sastra lisan dengan analisis teks dan konteks. Sumber data berupa data primer wayang cecak. Metode yang digunakan yakni studi pus-taka dan studi lapangan dengan teknik observasi melalui wawancara mendalam dengan seniman pelaku tradisi, tetua adat, dan para pengambil kebijakan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pewaris aktif sudah tidak ada. Pertunjukan wayang cecak mempunyai struktur yang khas dalam pertun-jukannya. Rekonstruksi pertunjukan wayang cecak dilakukan bersama peneliti, tetua adat, dan seniman pemilik tradisi di Pulau Penyengat. Dari rekonstruksi dilakukan revitalisasi dengan mempertunjukkan wayang cecak dalam  masyarakatnya. Revitalisasi ini berdampak positif, yakni meningkatnya daya hi-dup wayang cecak.  
CONSTRUCTION OF NATION AND NATIONALISM IN 4 INDONESIAN NOVELS IN EUROPE Candra Rahma Wijaya Putra; Rose Fitria Lutfiana
Widyaparwa Vol 48, No 1 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.988 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i1.416

Abstract

This study aims to understand the concept of nation and nationalism through four literary works with a European background. The approach of literary sociology in this study is used to look for forms of Indonesian nationalism in Europe. The aim is to find the source of self-depiction as an important element in constructing the concept of the nation. The results showed that the self-image as an Indonesian identity was aimed at citizenship, history, culture (language and food), race (ethnicity), and religion. Collective awareness about citizenship, history, culture, and race refers to the locally imagined community, namely the Indonesian people. Religion refers to the universal community. The five elements are at the same time a source of nationalism, both the nation in understanding local and universal communities.Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep bangsa dan nasionalisme melalui empat karya sastra berlatar Eropa. Pendekatan sosiologi sastra dalam penelitian ini digunakan untuk mencari pembeda nasionalisme Indonesia di Eropa. Tujuannya adalah mencari sumber penggambaran diri sebagai unsur penting dalam mengkonstruksi konsep bangsa. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran diri sebagai identitas keindonesiaan ditujukan dalam kewarganegaraan, sejarah, budaya (bahasa dan makanan), ras (etnis), dan agama. Kesadaran kolektif tentang kewarganegaraan, sejarah, budaya, dan ras merujuk pada komunitas terbayang lokal, yaitu bangsa Indonesia. Agama merujuk pada komunitas universal. Kelima unsur tersebut sekaligus sebagai sumber nasionalisme, baik bangsa dalam pemahaman komunitas lokal maupun universal.

Page 1 of 2 | Total Record : 11