cover
Contact Name
Jamiludin Usman
Contact Email
jamiludin.usman@iainmadura.ac.id
Phone
+6285336521427
Journal Mail Official
tadris@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah IAIN Madura, Jl Raya Panglegur KM 4 Pamekasan, Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Tadris: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 1907672X     EISSN : 24425494     DOI : http://doi.org/10.19105/tjpi
Core Subject : Religion, Education,
Tadris: Jurnal Pendidikan Islam is an open-access peer-reviewed journal published by the Tarbiyah Faculty of State Islamic Institute of Madura. Tadris Journal is published twice a year in June and December, the contents are scientific writings on Islamic Education in form of conceptual ideas, literature reviews, practical writing, or research results from various perspectives.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2018)" : 10 Documents clear
Peran Kegiatan Ekstrakurikuler (Pesantren Sabtu - Ahad) Dalam Menunjang Proses Belajar Mengajar Al-Qur’an Hadits Fauzi, Anis; Khoiriyah, Siti Mitahul
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.634 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v13i2.1603

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kegiatan ekstrakurikuler dalam menunjang proses belajar mengajar Al-Qur’an Hadits di MTs Negeri 1 Kota Serang, dengan melihat pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan proses belajar mengajar Al-Qur’an Hadits, dan peran kegiatan ekstrakurikuler dalam menunjang proses belajar mengajar Al-Qur’an Hadits. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yakni mendeskripsikan tentang fenomena-fenomena yang ada. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan beberapa hal penting: Pertama, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, melalui beberapa tahapan yaitu perencanaan kegiatan ekstrakurikuler, penyusunan kebijakan dan tanggung jawab pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, serta strategi dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Kedua, kegiatan proses belajar mengajar Al-Qur’an Hadits yaitu adanya suatu tahap perencanaan yang dibuat terlebih dahulu seperti rencana pelaksanaan proses belajar mengajar dengan menentukan seluruh langkah-langkah yang akan disampaikan kepada siswa serta adanya evaluasi dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan sesuai dengan kurikulum yang ada. Ketiga. Peran kegiatan ekstrakurikuler dalam menunjang proses belajar mengajar Al-Qur’an Hadits, melalui kegiatan ekstrakurikuler Pesantren Sabtu Ahad tersebut dapat dijadikan sebagai wadah yang menarik bagi siswa untuk memanfaatkan waktu luang dengan sebaik-baiknya, menguatkan dan memantapkan proses pembelajaran keagamaan di sekolah, bergairah untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, mempelajarinya, memahami, meyakini kebenarannya, dan mengamalkan ajaran-ajaran dan nilai yang terkandung didalam Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman dalam seluruh aspek kehidupannya sehari-hari. Kata kunci : Ekstrakurikuler, Proses Belajar Mengajar, Al-Qur’an Hadits 
Leadership-Manajerialship Dalam Pendidikan Islam Rahmi, Elvi
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.321 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v13i2.1674

Abstract

Kepemimpinan dalam suatu organisasi, lembaga atau institusi mempunyai peranan yang sangat penting. Karena tanpa adanya kepemimpinan, maka tujuan organisasi yang telah direncanakan dengan matang tidak akan tercapai. Disamping itu, kepemimpinan yang baik tentu harus dibarengi dengan manajemen yang baik juga, karena manajemen merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Disamping itu, manajemen juga membahas tentang bagaimana bentuk sistem kepemimpinan yang berlaku dalam suatu instansi, tujuan apa yang ingin dicapai oleh instansi tersebut serta bagaimana bentuk usaha atau cara yang akan dilalui demi tercapainya tujuan tersebut. 
Problematika Implementasi Pembelajaran Tematik Integratif di Lembaga Pendidikan Dasar Islam: Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Garahan Jember Jawa Timur Usriyah, Lailatul; Prayogo, M. Suwignyo
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.626 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v13i2.1678

Abstract

Abstract Developing and changing of education curriculum will affect the learning process significantly in formal education institution such as elementary school or madrasah.  The presence of thematic learning in an elementary school or madrasah is a form of changing in implementation of curriculum 2013 which have many problems in the implementation as faced by some teacher in Ibtidaiyah Garahan or now called MIN 4 Jember.The study aims to describe the implementation processes, problems, and solutions for the implementation of integrated thematic learning in MIN Garahan Jember. The study applied the qualitative research focus on case study design.The results of the study includes : 1) the implementation of thematic learning in MIN Garahan including planning, implementing, and evaluating; 2) the problems of integrated thematic learning in MIN Garahan Jember including: a. learning method, b. class management, c. the use of media that have not maximized, d. the difficulty of assessment process faced by almost all teachers, e.  inadequate learning sources; 3) the strategy of Madrasah in implementing the integrated thematic learning effectively in MIN Garahan consisting: developing the teacher competence through training, seminar and workshop activities, developing facility and learning sources, cooperating with the stakeholders, activating the role of Madrasah committee, using the variety and fun learning strategy. Keywords: The Problems, Implementation of Integrated Thematic Learning
Penanaman Nilai-nilai Keislaman Dalam Keluarga di Lingkungan Lokalisasi Pasar Kembang Yogyakarta Nurhabibah, Nurhabibah
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.548 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v13i2.1708

Abstract

Abstrak:Lokalisasi merupakan lingkungan yang banyak menyuguhkan berbagai aktivitas negatif seperti kegiatan yang berbau pornografi, konsumsi miras, perjudian dan pergaulan yang cenderung keras. Hal-hal yang jauh dari nilai moral dan tuntunan agama tersebut akan memberi pengaruh terhadap perkembangan dan kepribadian anak. Dalam fase ini seorang anak akan menyerap pengalaman di lingkungan sekitar yang kemudian akan menjadi tabungan bagi pembentukan kepribaian di masa mendatang. Keluarga sebagai wadah pertama dalam pendidikan memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai agama sebagai pondasi dan landasan bagi  anak dalam berperilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan proses penanaman nilai-nilai keislaman yang meliputi materi dan metode. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research), pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan anak yang tinggal di lingkungan lokalisasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, nilai-nilai keislaman yang ditanamkan dalam keluarga di lingkungan lokalisasi meliputi nilai keimanan, nilai ibadah dan akhlak. Kedua, metode yang digunakan dalam penanaman nilai-nilai keislaman meliputi metode keteladanan, pembiasaan, nasihat serta pemberian hadiah dan hukuman. Abstract:The prostitution environment is presenting a variety of negative activities such as pornography activities, alcohol consumption, gambling and tight social relationships. Those things which are far from moral values and religious guidance will affect the child's development and personality. In this phase, children will absorb the experience in the surrounding environment which will then become a storage for future personality formation. The family as the first container in education has the responsibility to instill religious values as the foundation and for being good in behaving. This study aims to reveal the process of cultivating Islamic values which includes materials and methods. This research includes field research and the data collection is done by using the method of observation, interview and documentation. Research subjects consist of parents and children living in the prostitution environment. The results of this study show that: First, the values embedded in the family in the localization environment include the value of faith, the value of worship and morals. Second, the methods used in the cultivation of Islamic values include exemplary methods, habituation, advice, reward and punishment.Keywords: prostitution, Islamic teaching, family
Kecenderungan Pergeseran Pendidikan Agama Islam di Indonesia Pada Era Disrupsi Rahmawati, Fitri
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.303 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v13i2.1752

Abstract

Gelombang teknologi sebagai efek Revolusi Industri ke-4 telah mengubah tatanan di berbagai segi kehidupan. Revolusi ini mengubah dari hal-hal yang tradisional beralih ke sistem yang didukung mesin-mesin canggih. Teknologi memberi peluang pada hal-hal praktis menjadi serba otomatis dan penuh inovatif di berbagai sektor kehidupan. Merek perusahaan besar seperti Nokia dan mall besar mengalami kemunduran yang dramatis.  Pergeseran paradigma belajar dengan online learning dan munculnya generasi millenia menjadi perhatian tersendiri di dunia pendidikan. Peneliti dengan metode library research ini  memaparkan trend pendidikan agama Islam di era disrupsi dan dampaknya di Indonesia. Pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar di era disrupsi menjadi persyaratan dasar. Pendidikan agama Islam sebagai salah satu yang akan terkena imbas gelombang teknologi. Teknologi dihadirkan untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Islam. Materi pendidikan dikembangkan dengan mengikuti perubahan yang terjadi termasuk dalam penggunaan alat peraga aplikasi di  smart phone menjadi penting. Perubahan ini sesuai dengan perkembangan subyek didik di era millenial. Ada sisi kekhasan pendidikan agama Islam yang tidak tergantikan dengan teknologi, yakni keteladanan.
The Planning, Processing, And Evaluating The Online Tutorial In The Islamic Education Course Rahmadi, Imam Fitri
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.112 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v13i2.1830

Abstract

The online tutorial is one of the learning support services that support students to learn independently at distance learning. This study describes the planning, processing, and evaluating the online tutorial in the Islamic Education course at Universitas Terbuka. The methodology that is used in this study is the qualitative descriptive by case study. Data was gained from observations, interviews, and documentary study. The study found that (1) the planning of online tutorial was conducted by developing the tutorial activity planning, tutorial activity unit, and tutorial materials, (2) the process was conducted in 8 initiations that consisted of initializing materials, discussion, and task in the 3rd, 5th, and 7th initiations, and (3) the evaluation score was taken from some activities including discussions and task submissions. This research is limited to one semester with limited samples and general observations so that further research should investigate the same topic more deeply with more classes and semesters.
Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer (Konsep Integrasi Keilmuan di Universitas-Universitas Islam Indonesia Hanifah, Umi
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.776 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v13i2.1972

Abstract

ABSTRAK: Gagasan islamisasi ilmu pengetahuan muncul pada saat diselenggarakan konferensi dunia yang pertama tentang pendidikan Islam di Makkah pada tahun 1977. Salah satu gagasan yang direkomendasikan dalam konferensi tersebut adalah menyangkut islamisasi ilmu pengetahuan yang dilontarkan oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas  dan Ismail Raji al- Faruqi. Dari gagasan islamisasi dua tokoh inilah lahir wacana tentang integrasi keilmuandi berbagai institusi Pendidikan Tinggi Islam dunia termasuk di Indonesia. Pengembangan IAIN menjadi UIN merupakan contoh wujud integrasi keilmuan itu sendiri. Dewasa ini, beberapa Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia, terutama UIN se-Indonesia sedang mengembangkan paradigma integrative dalam ilmu keislaman. Di antaranya, integrasi ilmu umum dan ilmu agama UIN Jakarta, integrasi-interkoneksi dengan metafora jaring laba-laba UIN Yogyakarta, pohon ilmu UIN Malang, Roda Pedati atau wahyu memandu ilmu UIN Bandung, dan integrated twin towers UIN Surabaya. Dari kajian tentang konsep integrasi keilmuan 5 UIN tersebut didapatkan temuan, bahwa Sesungguhnya integrasi keilmuan di masing-masing UIN di-Indonesia secara substansial adalah sama, yakni memadukan ilmu-ilmu agama dan ilmu umum dan menghilangkan dikotomi antar dua keilmuan tersebut. Kata Kunci: Islamisasi ilmu; Integrasi Keilmuan; Universitas Islam.  ABSTRACT: The idea of Islamization of science emerged when the first world conference on Islamic education was held in Mecca in 1977. One of the ideas recommended at the conference was concerning the Islamization of science presented by Syed Muhammad Naquib al-Attas and Ismail Raji al-Faruqi. From the idea of Islamization of these two figures, a discourse on the integration of science in various global Islamic Higher Education institutions was born, including in Indonesia. The development of IAIN into UIN is an example of the form of scientific integration itself. Today, several Islamic Higher Education in Indonesia, especially UIN throughout Indonesia are developing an integrative paradigm in Islamic sciences. Among other things, the integration of general science and the UIN Jakarta religion, the integration of interconnections with the metaphor of the UIN Yogyakarta spider web, the science tree UIN Malang, Roda Pedati or revelation guided the knowledge of UIN Bandung, and the integrated twin towers of UIN Surabaya. From the study of the concept of scientific integration 5 UIN, it was found that the scientific integration in each UIN in Indonesia was substantially the same, namely combining the religious sciences and general science and removing the dichotomy between the two sciences. Keywords: Islamization of science; Scientific Integration; Islamic University.   
Curriculum Management To Optimize Islamic Studies Course At The Public Universities Mukniah, Mukniah
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.504 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v13i2.2003

Abstract

Public universities (hence abbreviated: PTU) and Religious universities (abbreviated: PTA) are different from each other. PTA focus on studies of specific religion, while PTU deal with general knowledge not even related to religious dogma. Nevertheless, Indonesian education system needs to take account of curriculum management—as the proces of planning, organizing, implementing and evaluating curriculum—especially for the subject of Islamic studies (abbreviated: PAI, stands for Pendidikan Agama Islam) at the public universities (PTU). However, the subject of Curriculum Management and Islamic studies (PAI) are frequently considered to be additional subjects, yet in fact they could play a pivotal role as subjects for character building (MPK). Therefore, these particular subjects should be taken into account by the decision makers. The reserach was aimed at analysing and identifying the appropriate model of curriculum management and education to optimise Islamic studies (PAI) course at the  public unversities (PTU).Keywords: Management, Curriculum, Islamic Education, Public Universities
Pembelajaran Berparadigma Konstruktivistik: Mengembangkan Standar Kompetensi Lulusan Program Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana IAIN Madura Siswanto, Siswanto
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.648 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v13i2.2070

Abstract

Abstract: There are four focuses in this study, namely the understanding of lecturers and students about the formulation of graduate competency standards (SKL) of PAI programme of Postgraduate IAIN Madura, development strategies using constructivist paradigm approaches, and learning and evaluation models developed by this programme. By using a qualitative approach, this study finds: firstly, Graduate competency standards formulation according to the understanding of lecturers and students are relevant to the expectations of graduate users. Determination of this formula is adjusted to the regulations governing higher education quality standards. Secondly, The development strategies are carried out by developing lecture materials based on Indonesian national qualification framework, increasing the competence of lecturers and students through education and training, developing the tradition of research and community enggagement programs for students. Thirdly, The learning model is developed with contextual learning, problem-based learning, inquiry learning, which is manifested in classroom seminars, independent learning, writing papers, presentations and dialogues. Evaluation includes two types, namely process evaluation and outcome one. Keywords: Graduates competency standards, learning, constructivistic paradigm, Islamic religiuos education Abstrak: Terdapat empat fokus dalam penelitian ini, yaitu pemahaman dosen dan mahasiswa tentang rumusan standar kompetensi lulusan (SKL) Progam Magister PAI Pascasarjana IAIN Madura, strategi pengembangannya dengan menggunakan pendekatan paradigma konstrukstivistik, serta model pembelajaran dan evaluasi yang dikembangkan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, maka penelitian ini menghasilkan: Pertama, Rumusan SKL menurut pemahaman dosen dan mahasiswa relevan dengan ekspektasi pengguna lulusan. Penetapan rumusan ini disesuaikan dengan regulasi yang mengatur tentang standar mutu pendidikan tinggi. Kedua, strategi pengembangannya dilakukan dengan mengembangkan materi perkuliahan berbasis KKNI, meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa melalui pendidikan dan pelatihan, mengembangkan tradisi riset dan program pengabdian masyarakat bagi mahasiswa. Ketiga, model pembelajaran yang dikembangkan adalah pembelajaran kontekstual, pembelajaran berbasis masalah, inquiry learning, yang dimanifestasikan dalam kegiatan seminar kelas, independent learning, paper writing, presentasi dan dialog. Evaluasi meliputi dua jenis evaluasi, yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil. Kata kunci: Pembelajaran, Paradigma Konstruktivistik, Standar Kompetensi Lulusan, Pendidikan Agama Islam
Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Pembelajaran Pada Sekolah Menengah Bermutu Di Pamekasan Buna'i, Buna'i
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.492 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v13i2.2079

Abstract

Abstract:The purpose of this study is to describe and explain the program, pattern and evaluation of improving teacher competency in learning in MAN Pamekasan, SMAN 1 Pamekasan, and SMK 3 Pamekasan. This study uses a qualitative approach with multicasus types and uses interview methods, participant observation, and documentation in the data collection. The results of this study are: increasing teacher competency has been programmed every year by involving many parties. Improving teacher competency in accordance with the plan in the form of coaching, further education, education and training, and professional activities. The teacher responds positively to improving teacher competence. This can be seen from the attitude of teachers who are happy, enthusiastic and active in the activities they teach. While the constraints faced in improving teacher competencies are: limited budget owned by the school, limited facilities / infrastructure owned by the school and teachers, lack of time to conduct training, and diversity of teacher characteristics. The solution is to overcome obstacles, namely: proposing additional budgets to the government, cooperating with third parties, discussing with school committees, motivating teachers to maximize existing facilities/infrastructure, building harmonious and democratic relationships with teachers, and utilizing time effectively. In each semester an evaluation of teacher competencies has been carried out by the team. The results of evaluating teacher competency improvement show good results. Follow-up program in the form of awards and guidance to teachers.

Page 1 of 1 | Total Record : 10