cover
Contact Name
Jamiludin Usman
Contact Email
jamiludin.usman@iainmadura.ac.id
Phone
+6285336521427
Journal Mail Official
tadris@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah IAIN Madura, Jl Raya Panglegur KM 4 Pamekasan, Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Tadris: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 1907672X     EISSN : 24425494     DOI : http://doi.org/10.19105/tjpi
Core Subject : Religion, Education,
Tadris: Jurnal Pendidikan Islam is an open-access peer-reviewed journal published by the Tarbiyah Faculty of State Islamic Institute of Madura. Tadris Journal is published twice a year in June and December, the contents are scientific writings on Islamic Education in form of conceptual ideas, literature reviews, practical writing, or research results from various perspectives.
Articles 329 Documents
ETIKA PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PERSPEKTIF KH. HASYIM ASY’ARI (Telaah Kitab Adâb al-‘Alim wa al-Muta’allim) Sulhan, Sulhan; Solichin, Mohammad Muchlis
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.562 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v8i2.390

Abstract

Dalam perspektif Islam, pendidikan dipahami sebagai upaya pendidik untuk menjadikan peserta didik memilki kepribadian yang sesuai dengan ajaran Islam. Untuk mencapai tujuan pendidikan Islam di atas, peserta didik dituntut memiliki etika, sebagai wahana dalam memperoleh pengetahuan, yang bermanfaat dalam menjalani kehidupannya. Berkaitan dengan etika peserta didik dalam memperoleh pengetahuan dan kemampuan, KH. Muhammad Hasyim Asy’ari memberikan berbagai anjuran dan nasihat sebagai bekal bagai peserta didik dalam melakukan aktivitas belajar. Dalam tulisan ini, etika diposisikan sebagai akhlak dalam Islam.
SINTESA FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DAN BARAT (Perspektif Ibnu Sina dan George Wilhelm Friedrich Hegel) Wardi, Moh.
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.706 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v8i2.391

Abstract

Tulisan ini membahas tentang sintesa filsafat pendidikan Islam dan Barat dalam pandangan Ibnu Sina dan George Wilhelm Friedrich Hegel. Secara umum mereka berdua sepakat bahwa pendidikan merupakan sarana dan upaya yang tepat dan strategis dalam rangka menyelamatkan kehidupan manusia dari hal apapun. Sintesa dari pemikiran keduanya bahwa “education is the art of making man moral”, yaitu bahwa pendidikan menjadikan hidup sesuai dengan tujuan masyarakat yang besar dan baik. Secara filosofis, pendidikan merupakan investasi masa depan kehidupan manusia yang akan merubah pola pikir, paradigma, karakter bahkan nasib dan profesi seseorang  sebagai hasil dari rangkaian proses transfer of knowledge, transfer of value, dan transfer of skill.
NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL Ismail, Ismail
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.385 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v8i2.392

Abstract

Indonesia dilihat dari kondisi sosio-kultural dan geografis begitu beragam dan luas. Keragaman ini apabila tidak disadari dapat menimbulkan berbagai persoalan seperti: diskriminasi, separatisme, fanatisme, radikalisme, dan hilangnya rasa kemanusiaan untuk selalu menghormati hak-hak orang lain. Permasalahan tersebut dapat dipecahkan diantaranya melalui pendidikan multikultural sebagai tawaran alternatif yang berbasis pada pemanfaatan keragaman seperti keragaman etnis, budaya, agama, status sosial, gender dan ras. Pendidikan ini tidak hanya bertujuan agar siswa mudah memahami pelajaran, tetapi juga membina karakter mereka agar selalu berperilaku humanis, pluralis dan demokratis.
RESTORASI PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM TATANAN KEHIDUPAN SOSIAL Khair, Moh. Afiful
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.136 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v8i2.393

Abstract

Tulisan ini menguraikan sejumlah realitas sosial yang masih menjadi problema sebagian umat Islam dan bangsa Indonesia, misalnya konflik sosial dengan beragam latar belakang, kemiskinan, dan disorientasi kehidupan. Juga diuraikan tentang kondisi riil pendidikan Islam yang belum mampu memberikan kontribusi ke arah perbaikan kondisi tersebut. Terakhir, tulisan ini menyarankan pentingnya pendidikan Islam mengambil bagian untuk mengembangkan potensi fitrah manusia menuju terbentuknya manusia paripurna, yakni manusia yang memiliki kesalehan spiritual dan kesalehan sosial.
PENDIDIKAN ISLAM DAN PERUBAHAN SOSIAL Fathurrohman, Muhammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.003 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v8i2.394

Abstract

Islam sebagai agama “rahmah li al-‘âlamîn” dilahirkan untuk membawa perubahan dalam masyarakat. Salah satu perubahannya melalui pendidikan Islam. Sejak kelahirannya, pendidikan Islam telah mengalami berbagai perkembangan, mulai dari masa keemasan, kemunduran dan perkembangan sinkronisasi dan integrasi pendidikan Islam dengan pendidikan modern. Perubahan sosial di masyarakat muslim biasanya diindikasikan dengan perkembangan peradaban dalam komunitas muslim. Sehingga substansi perubahan sosial adalah kekuatan peradaban muslim.
PENGEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (Kepala Madrasah sebagai School Leader) Halili, Muhammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.384 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v8i2.395

Abstract

Kepala madrasah memegang peran yang sangat urgen dalam menyukseskan tujuan lembaga pendidikan. Kepala madrasah dituntut agar dapat mengubah pola kepemimpinan lama ke arah yang lebih demokratis, persuasif, partisipatif, dan entrepreneur. Sebagai school leader, kepala madrasah harus mempunyai kompetensi kepemimpinan yang baik (good leadership) agar dapat memberikan tugas-tugas, pengarahan dan pengorganisasian yang releven di madrasah. Dalam rangka mencapai kemajuan madrasah, kepala madrasah mengupayakan pengembangan kurikulum, sarana prasarana, sumber daya manusia dan pengembangan peran serta masyarakat.
TREND EDUTAINMENT DALAM METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Mukaffan, Mukaffan
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.651 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v8i2.396

Abstract

Metode pembelajaran yang digunakan dalam Pendidikan Agama Islam khususnya di lembaga pendidikan formal hanya bersifat teknis dan operasional sehingga materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam mengalami involusi artinya penyampaian materi pendidikan selalu menoton dan statis. Maka dari itu, diperlukan pengembangan model-model pembelajaran yang dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih aktif. Salah satu model yang ditawarkan oleh penulis adalah trend edutainment, suatu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sesuai kemampuan dalam penyampaian oleh guru dengan cara menghibur, humor dan menyenangkan sehingga proses pembelajaran mencapai sasaran tujuan pendidikan.
PENDIDIKAN PROFETIK DALAM MEMBENTUK BANGSA RELIGIUS Syarif, Zainuddin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2014)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.502 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v9i1.397

Abstract

Indonesia tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh globalisasi dan modernisasi atau yang bersifat material positivistik. Namun, Indonesia tidak bisa juga menjadi bangsa yang hedon dan tanpa nilai, bangsa Indonesia ikut modernisasi tanpa meninggalkan ajaran agama. Untuk itu, dibutuhkan pendidikan profetik yang memiliki basis misi utama  kependidikan  Nabi, yakni pembentukan karakter yang bermula dari penanaman tauhid kepada Allah yang Maha  Esa, yang dibarengi  dengan  pembentukan  karakter positif lainnya sebagai basis untuk membangun pribadi yang kuat baik  secara akidah maupun mental. Pendidikan  profetik sejatinya  merupakan  proses  untuk memanusiakan  manusia, sehingga menjadi bangsa yang  berkarakter religius, yang tidak hanya berorientasi pada proses transformasi ilmu pengetahuan,  melainkan juga  harus diarahkan  pada  proses  transfer  nilai religius.
PENDIDIKAN ANAK KREATIF PERSPEKTIF PROFETIK Roqib, Moh.
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2014)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.591 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v9i1.398

Abstract

Semua muslim bercita-cita untuk maju dengan identitas seorang Muslim dan Indonesia yang baik. Upaya yang dilakukan selama ini dengan mengadopsi pemikiran dan model pendidikan Barat yang dianggap modern dan maju. Namun, hasil pendidikannya memiliki kelemahan, seperti munculnya perilaku amoral, pemalas, korup, hedonis, dan materialis. Berbeda dengan pendidikan Barat, pendidikan profetik menjadikan sosok Nabi sebagai acuan pengembangan pendidikan Islam.  Berdasarkan pada filsafat profetik, pendidikan Islam digerakkan untuk maju secara integratif dan tidak menyisakan problem dan mampu membentuk peserta didik yang religius dan kreatif serta membentuk komunitas terbaik (khair ummah) di lingkungannya masing-masing. 
PEMBELAJARAN MORAL ISLAMI Hidayat, Arif
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2014)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.556 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v9i1.399

Abstract

Tulisan ini membahas tentang usaha menemukan solusi terhadap krisis moral yang menjadi persoalan di zaman kontemporer ini, yakni melalui pembelajaran moral islami. Dalam praktiknya, ada tiga hal yang harus dicermati, yakni pembelajaran moral membutuhkan tokoh untuk menjadi teladan atau acuan bagi hidupnya; pembelajaran moral selalu berkaitan dengan moral dan etika sehingga membutuhkan penjelasan dan uraian yang detail; dan pembelajaran moral memang harus senantiasa diarahkan untuk mengenal Tuhan terlebih dahulu. Konsep itulah yang hendaknya diajarkan pada seseorang dari mulai kecil. Hal ini sangat erat kaitan dengan usaha pembentukan “sistem nilai” seseorang yang akan menjadi kesadaran praktis dalam menyikapi setiap permasalahan yang ada.

Page 10 of 33 | Total Record : 329