cover
Contact Name
Jamiludin Usman
Contact Email
jamiludin.usman@iainmadura.ac.id
Phone
+6285336521427
Journal Mail Official
tadris@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah IAIN Madura, Jl Raya Panglegur KM 4 Pamekasan, Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Tadris: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 1907672X     EISSN : 24425494     DOI : http://doi.org/10.19105/tjpi
Core Subject : Religion, Education,
Tadris: Jurnal Pendidikan Islam is an open-access peer-reviewed journal published by the Tarbiyah Faculty of State Islamic Institute of Madura. Tadris Journal is published twice a year in June and December, the contents are scientific writings on Islamic Education in form of conceptual ideas, literature reviews, practical writing, or research results from various perspectives.
Articles 672 Documents
Digital System Integration in Educational Management: A Path to Adaptive and Successful Education in Islamic Institutions Chilya Aghnis Shalicha; Muhammad Alghiffary
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 20 No 2 (2025)
Publisher : Islamic State University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v20i2.19222

Abstract

Digital transformation has reshaped the global educational landscape, yet Islamic educational institutions in Indonesia—particularly madrasahs and pesantren—continue to encounter substantial barriers in adopting technology. This study investigates the application of digital systems in educational management through an adaptive learning framework as a means of enhancing effectiveness and accountability in the digital era. Employing a library research method, the analysis draws upon a wide range of scholarly literature concerning the digitalization of educational management, adaptive learning, and the integration of technologies such as artificial intelligence (AI), learning analytics, and the VARK (Visual, Auditory, Read/Write, Kinesthetic) model. Findings indicate that digital systems can improve operational efficiency by up to 40%, enable personalized learning experiences, and facilitate data-driven decision-making. AI-based adaptive learning demonstrates a potential increase in learning outcomes of up to 25%, particularly in inclusive education for students with special needs. Nevertheless, implementation remains constrained by inadequate technological infrastructure, limited digital literacy among educators, cultural resistance within institutions, and financial limitations. To address these challenges, this study proposes a comprehensive strategy encompassing equitable investment in infrastructure, sustainable capacity development for educators, multi-stakeholder collaboration, the creation of digital content rooted in Islamic values, and continuous evaluation informed by feedback. Within the context of Islamic education, technological integration must reinforce spiritual, moral, and ethical dimensions alongside technical efficiency. This research contributes to the development of a holistic conceptual framework for digital education management and offers practical recommendations for policymakers in advancing inclusive, effective, and sustainable education in the digital era.
Inclusive Islamic Education and the Empowerment of Alpha Women Amidst the Patriarchal Culture of Society in Tuban Regency Sita Isna Malyuna; Rachmalia Vinda Kusuma; Moh. Saddad Muhibbi
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 20 No 2 (2025)
Publisher : Islamic State University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v20i2.22502

Abstract

This study aims to analyze how inclusive Islamic education plays a role in empowering Alpha women amidst the patriarchal culture of Tuban Regency society. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews and documentation with six women active in the education, social, and public sectors, including Tuban Regency Tourism Ambassadors. The results show that Islamic spirituality is the main foundation for women's self-awareness and independence. Inclusive Islamic education serves as a space for identity negotiation, where women learn to interpret Islamic values ​​​​in their social context and negotiate their position in the public sphere. The findings also show that the strategy for empowering women in Tuban is carried out through a socio-spiritual approach that emphasizes the values ​​​​of wisdom and mercy, rather than confrontation. Inclusive Islamic education has proven to be able to foster critical awareness and leadership in women based on faith, knowledge, and morality.
IMPLIKASI POSTMODERNISME DALAM PENDIDIKAN Ainur Rahman Hidayat
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v1i1.188

Abstract

Meskipun terminologi postmodern terlalu sulit untuk dikontekskan pada bidang pendidikan secara eksplisit, tetapi kalau memperhatikan tema-tema besar yang diusung oleh postmodernisme maka secara implisit paradigma pendidikan mutakhir--meskipun tidak secara langsung--dalam banyak hal sudah menggunakan akar-akar pemikiran postmodern. Tematema pokok yang digulirkan oleh postmodernisme dalam banyak hal berpengaruh pada berbagai pilihan strategi perencanaan pendidikan. Artikel ini berusaha untuk menjawab persoalan tentang pengaruh postmodernisme dalam pendidikan.
PROSPEK GURU AGAMA PASCA PEMBERLAKUAN UNDANG-UNDANG GURU DAN DOSEN NOMOR 14/2005 Buna’i ---
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v1i1.189

Abstract

Diantara keputusan penting era reformasi terkaitdunia pendidikan adalah disahkannya Undang-Undang Nomor14/2005 tentang Guru dan Dosen. Melalui undang-undang ini,eksistensi guru-dan dosen diakui secara implisit sebagai tenagaprofesional. Pengakuan tersebut sekaligus akan berdampak padahak dan kewajiban guru dan dosen dalam rangka melaksanakantugasnya secara profesional. Dengan kata lain, kehadiranUndang-Undang Guru dan Dosen akan menjadi “peluang dantantangan” bagi para guru dan dosen untuk semakin menempadiri agar mampu melaksanakan tugasnya secara profesional. Artikelberikut akan mengkaji “peluang dan tantangan” dimaksud,khususnya bagi guru agama.
PLURALITAS AGAMA : MERETAS TOLERANSI BERBASIS MULTIKULTURALISME PENDIDIKAN AGAMA Edi Susanto
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v1i1.190

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan model-model keberagamaan dan implikasinya terhadap kerukunan beragama pada realitas keberagamaan yang pluralistik. Dengan model keberagamaan instrinsik inklusif humanis fungsional, kerukunan dalam konteks pluralitas agama akan terwujud dengan lebih sejati dan genuine. Untuk mewujudkan pola keberagamaan tersebut, pendidikan agama berbasis multikultural merupakan kemestian di tengah realitas kehidupan yang sedemikian plural dalam segala segmen.
APLIKASI PSIKOLOGI HUMANISTIK DALAM DUNIA PENDIDIKAN DI INDONESIA (Konsep Arthur W. Combs tentang Pengembangan Potensi Anak) H a r y u ---
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v1i1.191

Abstract

Makalah ini didasarkan pada pendekatan hermeneutik fenomenologis, meskipun eksposisinya sangat sederhana. Sejauh penulis ketahui, hingga kini sistem belajar mengajar mengalami permasalahan dalam hal penyajian terutama pada tataran praktis di lapangan. Untuk alasan itu, kajian akan mengupas secara singkat seputar psikologi humanistik sebagai psychology third force yang telah tumbuh dan berkembang sebagai reaksi sekaligus oposisi atas dua aliran psikologi sebelumnya, yaitu aliran psikoanalisa dan behaviorisme. Dalam makalah ini juga diilustrasikan mengenai pendidikan humanistik, istilah yang mengadopsi konsep-konsep psikologi humanistik dalam kepentingan proses pendidikan. Juga akan dipaparkan tentang aplikasi psikologi humanistik dalam dunia pendidikan, khususnya di Indonesia.
KAJIAN HISTORIS PENDIDIKAN ISLAM DI INDO Mohammad Kosim
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v1i1.192

Abstract

Kendati praktik pendidikan Islam di Indonesia telah berlangsung cukup lama, tepatnya sejak Islam masuk ke wilayah Nusantara sekitar 15 abad yang lalu, kajian tentang pendidikan Islam di Indonesia masih sangat terbatas dibanding kajian keislaman lainnya. Tulisan berikut menyuguhkan kajian historis tentang pendidikan Islam di Indonesia. Kajian dilakukan dengan melakukan survey terhadap sejumlah buku sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Kajiannya diarahkan pada sejauhmana bukubuku dimaksud memberikan informasi ilmiah tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KESETARAAN GENDER Mohammad Muchlis Solichin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v1i1.193

Abstract

Dalam realitas aktual kehidupan masyarakat Muslim telah terjadi proses ketimpangan dalam relasi gender yang betul-betul berlawanan dengan semangat fitri Islam yang sangat menjunjung tinggi dan mendambakan kesetaraan gender, kesetaraan laki-laki dan perempuan. Ketimpangan dimaksud seringkali dijustifikasi oleh tafsir ajaran agama, sehingga untuk mengubahnya, sangat diperlukan kemauan secara kultural dan struktural dalam mengubah paradigma pendidikan agama Islam menuju equalitas gender. Tulisan ini berusaha mendeskripsikan pendidikan agama berbasis kesetaraan gender dengan mengemukakan beberapa model strategi dalam aplikasinya.
FULLDAY SCHOOL (Model Alternatif Pembelajaran Bahasa Asing) Nor Hasan
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v1i1.194

Abstract

Tulisan ini akan memfokuskan kajian pada sistem pembelajaran fullday school yang selama ini disinyalir sebagai sistem yang efektif karena pembelajaran berlangsung secara aktif, kreatif, dan transformatif selama sehari penuh bahkan selama kurang lebih 24 jam. Melalui tulisan ini akan diekplorasi lebih jauh berkenaan dengan sistem pembelajaran fullday school, seperti asal usul sistem fullday school, pola pembelajaran model fullday school, sisi keunggulan dan kelemahan apa yang terdapat pada sistem ini, prasyarat pendukung apa saja yang harus dipenuhi, serta bagaimana implikasinya dalam pembinaan kecakapan berbahasa asing.
TEOLOGI PENDIDIKAN ISLAM (Diskursus Unity of Knowledge Perspektif Ismail Raj’i Al-Faruqi) Siswanto ---
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v1i1.195

Abstract

Peradaban modern sebagai budaya antroposentris yang diperkenalkan Barat telah banyak mempengaruhi budaya masyarakat Islam, termasuk munculnya dualisme (dikotomi) pendidikan yang telah memancing terbelahnya pemikiran intelektual muslim. Dengan menggunakan pendekatan dialektif-kreatif, al-Faruqi menegaskan agar dualisme tersebut dihilangkan sekaligus menawarkan epistemologi pengetahuan baru yang didasarkan atas prinsip tauhid sebagai esensi ajaran Islam. Sistem pengetahuan yang akan dibangun adalah sebuah sintesis kreatif dari dua kutub pengetahuan, Barat dan Islam.