cover
Contact Name
Agrippina Wiraningtyas
Contact Email
agriwiraningtyas@gmail.com
Phone
+6282247496708
Journal Mail Official
agrippina.wiraningtyas_kim@stkipbima.ac.id
Editorial Address
Jl. Piere Tendean - Mande Kota Bima Kode POS 84119
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
ISSN : 26855402     EISSN : 26147300     DOI : https://doi.org/10.33627/re.v5i2
Jurnal Redoks merupakan media publikasi ilmiah yang disediakan untuk menerbitkan artikel-artikel hasil penelitian berupa karya ilmiah dibidang Pendidikan Kimia, Ilmu Kimia, Kimia Terapan, Inovasi Kimia dan umumnya IPA dari kalangan guru-guru dosen, mahasiswa dan praktisi peneliti.
Articles 85 Documents
Pengaruh Variasi Rasio Prekursor terhadap Kristalinitas Nanopartikel ZnO Hasil Sintesis Hijau Berbasis Ekstrak Parthenium hysterophorus L. Rahmat, Nahzim; Caesa Moneteringtyas, Prisca; Budiarti Pratiwi, Pina; Afandi, Trisno
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v9i1.4067

Abstract

This study aims to synthesize ZnO nanoparticles via a green synthesis approach using Parthenium hysterophorus L. leaf extract with two variations of precursor ratios. The process was carried out at a temperature range of 65–85 °C followed by calcination at 600 °C for 2 hours. FTIR analysis showed a strong absorption band at 840 cm⁻¹ corresponding to Zn–O stretching vibrations, along with several organic functional groups (C–O, C=O, C=C) acting as natural stabilizing agents. XRD patterns confirmed the formation of the wurtzite ZnO phase without impurities, with crystallite sizes calculated by the Scherrer equation of 0.87 nm (Sample A) and 0.94 nm (Sample B). The sharper peaks observed in Sample B indicate higher crystallinity. These findings demonstrate the effectiveness of P. hysterophorus L. extract as a natural bioreductant in the eco-friendly synthesis of ZnO nanoparticles
Pengembangan Bio-Hybrid HEPA Filter Berbasis Serat Alami dan Karbon Aktif untuk Pengendalian Polutan PM 0,25 dan CO di Lingkungan Industri Farmasi Sakinah, Hasna Latipah; Milanda, Fitria; Alia Pratiwi, Restiani
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v9i1.4137

Abstract

Polusi udara di lingkungan industri farmasi sering didominasi oleh partikulat halus (PM) dan gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO) yang dapat mengganggu kesehatan pekerja dan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bio-hybrid HEPA filter berbasis kertas daur ulang, serabut kelapa, dan arang aktif sebagai alternatif filter ramah lingkungan, ekonomis, dan efektif untuk pengendalian PM hingga ukuran 0,25 µm dan gas CO. Prototipe filter disusun dalam tiga lapisan: penyaring mekanik (kertas daur ulang), penyaring berpori alami (serabut kelapa), dan lapisan adsorpsi (arang aktif). Uji performa dilakukan menggunakan particle counter dan pengujian gas sederhana. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi ketiga material menghasilkan efisiensi filtrasi PM2.5 sebesar 90,21% dan penurunan konsentrasi CO sebesar 94,88%, lebih tinggi dibandingkan filter berbahan tunggal. Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh luas permukaan dan volume pori arang aktif yang mendukung mekanisme adsorpsi gas. Temuan ini menunjukkan bahwa bio-hybrid filter memiliki potensi sebagai media filtrasi alternatif yang efektif, berkelanjutan, dan dapat diterapkan pada fasilitas industri farmasi skala kecil hingga menengah. Produk ini juga berpeluang dikembangkan sebagai solusi penyaring udara berbasis biomassa lokal yang mudah diproduksi dan ramah lingkungan.
Integrasi STEM dalam Pemberdayaan Masyarakat: Inovasi POC dan Kompos Plus sebagai Simulasi Proses Redoks untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Hijau Wiraningtyas, Agrippina; Olahairullah, Olahairullah; Rubianti, Irma; Subhan, Muhammad; Widnyana, I Ketut; Pasmidi Ariati, Putu Eka
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v9i1.4147

Abstract

Sektor pertanian di daerah tertinggal seperti Desa Mangge Na’e, Kabupaten Dompu, menghadapi masalah multidimensi yang saling berkaitan, meliputi ketergantungan tinggi pada input kimia yang mahal, minimnya akses irigasi yang andal, pemborosan limbah organik, serta kerentanan ketahanan pangan dan gizi yang tercermin dari angka stunting sebesar 13,56%. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk menjawab tantangan tersebut melalui integrasi pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dengan fokus pada inovasi teknologi tepat guna berbasis prinsip kimia redoks. Melalui metode participatory action research (PAR), masyarakat diajak terlibat langsung dalam simulasi dan produksi Pupuk Organik Cair (POC) Plus dan Kompos Plus dari limbah rumah tangga dan pertanian. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek: (1) aspek produksi dengan rerata produksi POC 50 liter/bulan, pengurangan ketergantungan pupuk kimia hingga 60%, dan penurunan penggunaan pestisida sintetis sebesar 50%; (2) aspek kapasitas masyarakat yang tercermin dari peningkatan pengetahuan kader posyandu sebesar 85%, serta penguasaan keterampilan teknologi dan matematika dalam mengelola usaha tani; dan (3) aspek ekonomi-lingkungan berupa penghematan biaya produksi, peningkatan akses pangan bergizi melalui 25 unit Taman Gizi keluarga, serta terbangunnya model ekonomi hijau berbasis sirkularitas lokal. Program ini membuktikan bahwa integrasi STEM tidak hanya menyelesaikan masalah teknis, tetapi juga membangun literasi sains dan kelembagaan masyarakat yang berkelanjutan. Model ini direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah tertinggal lain guna mendorong ketahanan pangan, kemandirian energi, dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
EDUKASI STUNTING MELALUI PENDEKATAN KIMIA: PERAN REAKSI REDOKS DALAM PENGOLAHAN PANGAN BERGIZI DAN PUPUK ORGANIK CAIR Rubianti, Irma; Subhan, Muhammad; Olahairullah, Olahairullah; Wiraningtyas, Agrippina; Dharmadewi Atmaja, Ni Putu Cempaka; Wahyu Wijaya, I Made
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v9i1.4155

Abstract

Stunting sebagai masalah kesehatan kronis akibat kekurangan gizi masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama di daerah tertinggal seperti Desa O’o, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dengan prevalensi mencapai 20,60%. Penelitian ini mengusulkan pendekatan edukasi stunting yang inovatif melalui integrasi prinsip kimia, khususnya reaksi redoks, dalam pengolahan pangan bergizi dan pengelolaan limbah organik. Tujuan penelitian adalah mengembangkan model edukasi berbasis kimia terapan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam pencegahan stunting secara holistik. Metode partisipatif diterapkan dengan melibatkan 39 kader Posyandu Desa O’o dan UMKM lokal. Kegiatan meliputi pelatihan tentang peran reaksi redoks dalam mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan hayati zat gizi mikro (besi, seng, kalsium), praktik pengolahan pangan lokal (nugget jamur, bakso jamur, jamur krispi) dengan kontrol oksidasi dan reduksi, serta pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga melalui fermentasi anaerob. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 50%, terutama dalam pemahaman penerapan redoks untuk mengurangi senyawa antinutrisi dan mempertahankan kandungan gizi. Kader berhasil memproduksi olahan pangan dengan retensi gizi hingga 80% serta mengurangi timbunan sampah organik rumah tangga sebesar 60% melalui produksi POC. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan dan gizi, tetapi juga menciptakan siklus berkelanjutan antara kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Sehingga, integrasi prinsip kimia khususnya reaksi redoks dalam edukasi stunting terbukti efektif sebagai solusi kontekstual, partisipatif, dan berbasis sains terapan. Model ini dapat diadopsi sebagai strategi inovatif untuk percepatan penurunan stunting di daerah lain dengan permasalahan serupa.
OPTIMASI PROSES DEASETILASI KITIN BERBASIS MICROWAVE UNTUK PRODUKSI KITOSAN DENGAN DERAJAT DEASETILASI TINGGI Purwanti, Ani
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v9i1.4243

Abstract

Kitosan merupakan biopolimer hasil deasetilasi kitin yang banyak dimanfaatkan pada berbagai bidang karena bersifat biodegradable dan biokompatibel. Namun, proses deasetilasi konvensional cenderung memerlukan kondisi operasi yang ekstrim sehingga berpotensi menyebabkan degradasi rantai polimer dan penurunan yield kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi proses deasetilasi kitin berbasis microwave guna memperoleh kitosan dengan derajat deasetilasi (DD) ≥ 75% dan degradasi massa yang minimal. Optimasi dilakukan secara simultan terhadap beberapa parameter proses, meliputi konsentrasi NaOH (40–70% b/v), suhu reaksi (60–80 °C), daya microwave (300–600 W), dan rasio pelarut NaOH:kitin (1:10–1:20 b/v). Derajat deasetilasi ditentukan menggunakan analisis FTIR, sedangkan yield kitosan dihitung berdasarkan perbandingan massa kitosan kering terhadap massa awal kitin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan intensitas kondisi proses mampu meningkatkan derajat deasetilasi, namun secara bersamaan menurunkan yield kitosan akibat degradasi rantai polimer. Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi NaOH 60% (b/v), suhu 70 °C, daya microwave 450 W, dan rasio NaOH:kitin 1:15 (b/v), yang menghasilkan kitosan dengan derajat deasetilasi ≥ 75% dan yield sekitar 70%. Hasil ini menunjukkan bahwa optimasi simultan parameter proses efektif dalam menghasilkan kitosan bermutu tinggi dengan efisiensi proses yang baik.