cover
Contact Name
Yusran
Contact Email
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282136764704
Journal Mail Official
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jalan H.M.Yasin Limpo No.36, Romang Polong, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kode Pos 92118
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Tafsere
ISSN : 23552255     EISSN : 29628474     DOI : -
Core Subject : Religion,
Tafsere is a peer-reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with Quranic Studies, Qur’anic sciences, Living Quran, Quranic Studies across different areas in the world, Methodology of the Quran, and Tafsir studies. Tafsere was published by the Department of Quranic and Tafsir Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 149 Documents
ISYARAT ADANYA GRAVITASI BUMI (SUATU KAJIAN TAHLILI TERHADAP QS. AL-BAQARAH/2: 74 sunardi sunardi; Muhammad Sadik Sabry; Aisyah Arsyad
Jurnal Tafsere Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.188 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan penelitian terhadap teori gravitasi bumi yang dikemukakan oleh ilmuwan barat. Teori gravitasi dikenal sebagai teori yang dicetuskan oleh Newton (seorang ahli fisikawan). Namun, Jauh sebelum fisikawan mengemukakan pendapat mereka mengenai teori atau hipotesis tentang gravitasi, sekitar 14 abad yang lalu sejatinya ayat al-Qur’an telah turun dan memberi isyarat adanya gravitasi bumi. Salah satu ayat al-Qur’an yang memberi isyarat adanya gaya gravitasi bumi adalah QS al-Baqarah/2: 74. Pada ayat tersebut, ayat yang menunjukkan gaya gravitasi bumi adalah lafal wa inna minha lama yahbitu min khasyyatillah.
DIMENSI PROFETIK NABI MUHAMMAD SAW. DALAM BERDAKWAH (Analisis terhadap QS. Al-Ahzab/33: 45-46) Hasyim Haddade
Jurnal Tafsere Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.694 KB)

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang dimensi profetik kerasulan Muhammad dalam berdakwah sebagai yang terdapat dalam QS. Al-Ahzab/33 : 45-46. Kajian ini menggunakan metode tahlili dengan melihat makna mufradat ayat,munsabah ayat, serta mengemukakan berbagai pandangan mufassir terkait ayat ini. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa dimensi profetik kerasulan Muhammad dalam menyampaikan risalah kenabiannya kepada umat manusia sesuai dengan level pengetahuan masyarakat yang dihadapinya yaitu;Pertama, sebagai syahidan(saksi kebenaran) kepada seluruh umat manusia. Kedua, sebagai mubasysyiran (pemberi kabar gembira), sebagai inspirator sekaligus pemberi solusi dari berbagai problematika kehidupan. Ketiga, sebagai nadziran (pemberi peringatan) agar manusia tetap konsisiten menjalankan kebajikan dan menegakkan keadilan dan tidak terjebak dalam kesesatan. Keempat, sebagaidaaiyan ila Allah(Penyeru kepada Allah untuk menyadarkan manusia tentang pentingnya menjaga keutuhan umat sekaligusmembina kualitas sesuai peradaban yang diinginkannya. Kelima, sebagai Sirajan muniran (Obor atau cahaya yang menerangi) kegelapan sosial dan kegersangan spritual yang terjadi.
MELACAK METODOLOGI PENAFSIRAN MAHMUD YUNUS DALAM KITAB TAFSIR “QURAN KARIM” Muhammad Dalip
Jurnal Tafsere Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.719 KB)

Abstract

Tulisan ini merupakan suatu kajian pelacakan metodologi penafsiran Muahammad Yunus dalam kitab tafsir Quran Karim.  Ada beberapa corak tafsir yang digunakan oleh Muhammad Yunus diantaranya adalah corak tafisiral-Adab a-Ijtima’i dan corak tafsir ilmi. Kitab tafsir Mahmud Yunusini yang merupakan salah satukarya tafsir generasi kedua dalam sejarah tafsir Indonesia. Kesimpulan kitab tafsirnya dengan sangat indah menguraikan hubungan al-Qur’an dan ilmu pengetahuan. Ia menulis bahwa menggali hukum-hukum atau pengetahuan dan masalah-masalah lainnya dari al-Qur’an bagaikan mendulang permata dari dasar laut. Jika orang-orang hanya berjalan di pantai, maka tidak akan berhasil mendapatkan permata-permata itu.id
SOMBOANG DALAM AL-QUR’AN SEBUAH KAJIAN TEMATIK Taufikurrahman Taufikurrahman
Jurnal Tafsere Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.666 KB)

Abstract

Di dalam al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang sombong, baik sombong kepada makhluk, sombong terhadap sesame bahkan sombong terhadap Allah dan Rasul-Nya. Orang yang sombong dan dengan jiwa kesombongan yang dimilikinya dia akan jauh dari Allah dan Rasulnya, tidak hanya itu akan tetapi secara social dia juga tidak akan disukai olehbanyak orang dengan sifat sombong yang ia miliki. Orang yang sombong di dunia ini lambat atau cepat dia akan segera hancur dengan sombong yang dimilikinya, karena sombong itu tidak layak buat manusia. Oleh sebab itu dalam artikel ini akan membahas tentang sombong di dalam al-Qur’an yang akan membahas masalah apa saja yang di sombongkan oleh manusia semasa hidup di dunia ini.
HERMENEUTIKA AL-QUR’AN AL-FARAHI DAN ISLAHI Muhammad Thamsir Rizani
Jurnal Tafsere Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.895 KB)

Abstract

Imam Hamiduddin Farahi (d.1930) adalah salah seorang ulama Islam yang terkenal ,ahli falsafah, ahli teologi dan pentafsir al-Qur’ān zaman modern. Karya-karyanya meliputi rekonseptualisasi dan pengaktifan semula ide akoherensi dalam al-Qur’ān, mendefinisikan semula semua sains dan disiplin Islam yang telah dianggap sangat perlu untuk memahami al-Qur’ān atau yang berasal dari al-Qur’ān yang memberikan sentraliti dan pengertian kepada al-Qur’ān. Beliau mencabar banyak wacana yang lazim dalam bidang sains al-Qur’ān, sains hadith, perundangan dan prinsip logik, teologi dan falsafahnya, dan bidang tatabahasa dan retorik bahasa Arab. Sedangkan beliau memiliki seorang murid yang bernama  Mawlana Amin Ahsan Islahi yang dilahirkan pada tahun 1904 di desa kecil Bamhur, distrik Azam Garh di Negara Bagian Uttar Pardash, India. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran mereka berdua tentang peranan dalam Islam dan bagaimana Islam memupuk dan melatih pemikiran atau akal dengan cara tersendiri. Untuk mencapai matlamat ini, bukunya mengenai sains penghujahan al-Qur’ānia itu, Ḥijaj-ul-Qur’ān dan beberapa buku tambahan lain mengenai topik yang sama dirujuk dengan menggunakan metodologi analisis kandungan. Hasil kajian menunjukkan bahawa perbincangan tentang kesesuaian akal dengan wahyu adalah akibat salah faham kepada kedua-duanya. Realitinya, akal dan wahyu bersatu melengkapi antara satu sama lain dan tidak ada kemungkinan sebarang percanggahan antara kedua-duanya. Al-Qur’ān bukan sahaja menggalakkan penggunaan akal, sebaliknya ia menyediakan beberapa kaedah dan mekanisme untuk mengembangkan lagi ke upayaan pemikiran ketahap lebih tinggi yang tidak mudah dicapai tanpa usaha yang sungguh-sungguh dan latihan yang panjang serta berterusan.
HOMOSEKSUAL DALAM PERSPEKTIF TAFSIR MODERN Mirdad Maulana
Jurnal Tafsere Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.966 KB)

Abstract

Belakangan heboh dengan isu-isu tentang munculnya komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender. Mereka tidak hanya menuntut hak-hak mereka tetapi juga agar pernikahan sejenis dapat dilegalkan. Dalam artikel hanya akan membahas tentang hubungan sesama jenis atau homoseksual serta bagaimana pandangan al-Qur’an terhadap perilaku mereka. Dalam tulisan menggunakan metode Tafsir Mawdhu’i, yaitu dengan mengambil ayat yang berdasarkan tema ayat tertentu. Kemudian ditafsirkan melalui pendapat dari mufassir modern seperti M. Quraish Shihab, Syekh Muhammad Ali Al-Shabuni dan Wahbah Az-Zuhaili. Ayat-ayat homoseksual memang kebanyakan menceritakan Nabi Luth menghadapi kaumnya yang melakukan praktik homoseksual.
MANDI JUNUB DALAM TINJAUAN AL-QUR’AN DAN SAINS (KAJIAN TAHLILI TERHADAP QS. AL-NISA/4: 43) Muhammad Arfain; Aan Parhani; Mujetaba Mustafa
Jurnal Tafsere Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1260.152 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan tulisan terhadap salah satu bahasan tentang bersuci sebelum melakukan suatu ibadah, sebagaimana yang terdapat dalam al-Qur’an yang menjelaskan kata junub pada QS. al-Nisa’/4: 43: Bagaimana urgensi mandi junub, manfaat dan relevansinya terhadap sains serta pengaruh mandi junub terhadap kesehatan. dalam peneltian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang mandi junub yang disebutkan dalam QS. al-Nisa’/4: 43 serta melakukan tinjauan dari aspek sains. Metode yang digunakan adalah tulisan pustaka yang bersifat deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tafsir dan pendekatan saintifik. Tulisan ini menggınakan tafsir tahlili untuk mengolah data yang dikumpulkan. Dari tulisan ini menunjukkan bahwa, pentingnya seseorang mandi ketika dalam keadaan junub bukannya hanya karena ketentuan melakukan suatu ibadah terkhusus salat harus dalam keadaan bersih/suci, tetapi juga dapat mengembalikan peredaran darah laki-laki dan perempuan, membersihkan pori-pori kulit dari peluh yang mengandung racun yang disebabkan bersetubuh dan menghilangkan bau yang disebabkan dari darah haid dan nifas.
TAFSIR AL-BARRU KARYA MUHAMMAD RUSLI MALIK (SUATU KAJIAN METODOLOGI) abdul Ghany
Jurnal Tafsere Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.771 KB)

Abstract

Tafsir al-Barrumerupakan kitab tafsir denganbahasa Indonesia yang disusun oleh Muhammad Rusli Malik. Penelitian ini berdasar pada asumsi bahwa Tafsir al-Barrumerupakan karya tafsir lokal dengan bahasa Indonesia yang mampu menjawab tantangan akan kebutuhan tafsir al-Qur’an pada masanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang penulisan, metodologi penafsiran serta kelebihan dan keterbatasan Tafsir al-Barru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang difokuskan pada penelitian pustaka (library research). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan multidisipliner yakni pendekatan ilmu tafsir, filosofis, historis dan sosiologis. Data yang digunakan adalah data primer yakni Tafsir al-Barru dan data sekunder yang meliputi karya-karya yang terkait dengan Tafsir al-Barru dan buku-buku metodologi serta buku-buku lain yang dapat menunjang penulisan tesis ini. Data yang dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis dengan metode perbandingan/komparasi yang terlebih dahulu menggunakan teknik analisis isi (content analysis).   Hasil penelitian tesis ini menunjukkan bahwa Rusli Malik adalah seorang cendikiawan muslim yang memiliki profesi sebagai arsitek, sebuah profesi yang rasanya cukup asing bagi dunia tafsir. Tafsir al-Barru merupakan karya Rusli Malik yang hadir dilatarbelakangi keterpukauannya terhadap al-Qur’an, sebagai kelanjutan dari status facebook yang sudah tidak memadai lagi dalam rangka berbagi pengetahuan, membumikan prinsip nonsektarian yaitu hanya melihat kebenaran tanpa terikat pada mazhab-mazhab dan organisasi-organisasi yang sering kali memecah umat islam. Tafsir ini juga disusun dengan sistematika yang komprehensif, bahasa yang sederhana, serta relevan dengan kondisi dan perkembangan dunia saat ini. Di samping itu, sumber yang digunakan merupakan perpaduan antara tafsir bi al ma’s\ur dantafsir bi al-ra’y, metode yang digunakan adalah metode tah{lili, dan coraknya yang meliputi falsafah, sejarah dan sains, menunjukkan keseriusan penulisnya dalam mengkaji dan menjelaskan al-Qur’an. Namun terlepas dari itu semua, tafsir ini pun memiliki kelebihan dan keketerbatasan sebagai bukti keterbatasan manusia termasuk dalam berkarya.
TAFSIR QS. AN-NUR 24:32 TENTANG ANJURAN MENIKAH (Studi Analisis Hermeneutika Ma’na Cum Maghza) winceh herlena; Muhammad Muads Hasri
Jurnal Tafsere Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.303 KB)

Abstract

Pada era sekarang, modal bisa dikatakan sebagai syarat utama untuk membangun rumah tangga. Namun Al-Qur’an berkata lain, Al-Qur’an menyerukan untuk menikah meskipun dalam keadaan fakir. Hal ini tentu saja mengalami kontradiksi dengan konteks sekarang yang mengharuskan modal sebelum pernikahan. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk menggali lebih lanjut anjuran menikah dalam QS. An-Nur 24:32 dengan beberapa pertanyaan. Apa maksud dan tujuan QS. An-Nur 24:32 memerintahkan menikah meskipun dalam keadaan fakir ?, kemudian bagaimana signifikansi dari QS. An-Nur 24:32 diimplementasikan dalam konteks sekarang ?. Untuk menjawab rumusan masalah di atas, penelitian ini akan menggunakan teori hermeneutika ma’na cum maghza yang dipopulerkan oleh Sahiron Syamsuddin. Dari penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa anjuran menikah dalam keadaan fakir bukanlah maksud dan tujuan utama dari QS. An-Nur 24:32, melainkan sebagai pembebas bagi para budak dan hamba sahaya, anjuran untuk lebih menghargai orang-orang yang tidak mampu, serta anjuran menikah bagi yang telah mampu. Kata kunci: QS. An-Nur, menikah, maghza.
ETIKA KOMUNIKASI PEMERINTAH DI MEDIA SOSIAL TERHADAP PENANGANAN COVID-19 PERSPEKTIF AL-QUR’AN Siti Ulfa Khoiriyah
Jurnal Tafsere Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.291 KB)

Abstract

Wabah Covid-19 telah menjangkit publik khususnya warga negara Indonesia. Managemen komunikasi krisis sangat diperlukan oleh pemerintah. Sumber data yang peneliti dari twitter akun @Jokowi dan situs resmi pemerintah (Covid19.go.id). Pertama, peneliti menemukan data terkait informasi yang dipublikasikan oleh pemerintah dilakukan secara cepat serta efisien sehingga publik dapat mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan terkait penangangan Covid-19. Informasi dipublikasikan secara transparan (terbuka), data tersebut murni niat idealis pemerintah dalam menangani Covid-19 tanpa adanya niat pragmatis dalam artian pemerintah mempunyai niat terselubung yang beresensi menguntungkan pihak pemerintah sendiri. Informasi dipublikasikan secara konsisten antara pemerintah satu dengan yang lain. Kedua, etika komunikasi krisis pemerintah di media sosial relevan dengan indikator terminologi term qaulan dalam al-Qur’an. Terdapat indikator term qaulan sadidan bahwa data yang peneliti paparkan menginterpretasikan perkataan yang benar, jujur, tranparan dan konsisten. Qaulan balighan pemerintah memberikan informasi yang membekas di hati publik, sehingga publik lebih memperketat serta mematuhi protokol kesehatan sehingga meminimalisir terjadinya krisis baru. Term qaulan ma’rufan, qaulan kariman, qaulan layyinan bahwa semua data dalam akun @Jokowi dan situs resmi memerintah dalam hal kebaikan dan mencegah hal-hal yang berdampak negatif. Adapun indikator terminologi terakhir yakni qaulan maysuran pemerintah memberikan empati, simpati serta bantuan moril maupun materiil terhadap publik yang terdampak wabah Covid-19. Kata Kunci: Etika Komunikasi Krisis, Media Sosial, Al-Qur’an

Page 9 of 15 | Total Record : 149