cover
Contact Name
Andhita Risko Faristiana
Contact Email
jusma@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285649110494
Journal Mail Official
jusma@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Puspita Jaya, Krajan, Pintu, Kec. Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63492
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Islam dan Masyarakat
ISSN : 28293487     EISSN : 28293053     DOI : -
Fokus kajian jurnal ini pada studi Islam dengan pendekatan multidisipliner dari kajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Bimbingan Penyuluhan Islam, dan Sejarah Peradaban Islam.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2022)" : 7 Documents clear
KONSEP MAKANAN HALAL DAN ṬAYYIB MENURUT ṬANṬAWI BIN JAWHARI AL-MISHRI DALAM TAFSIRNYA AL-JAWĀHIR FĪ TAFSĪR AL-QUR’ĀN AL-KARĪM Wahyu Ihsan; Zahrul Fata
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1780.71 KB) | DOI: 10.21154/jusma.v1i2.566

Abstract

Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya memerintahkan manusia memakan makanan yang halal dan baik (ṭayyib). Makanan halal di sini tidak hanya dari aspek fisik atau dzatnya, Tapi juga halal dari sisi hukumnya. Salah satu mufassir yang kompeten untuk mengkaji masalah ini adalah Ṭanṭawi Jawhari. Jenis penelitian ini adalah library. Mengkaji ayat-ayat perintah makanan yang halal dan ṭayyib? Bagaimana penafsiran Ṭanṭawi terhadap ayat-ayat peintah memakan makanan halal dan ṭayyib? Dan menganalisa relevansi penafsiran Ṭanṭawi pada konteks ilmu kesehatan ? Hasil penelitian atau kesimpulan yang didapatkan bahwa (1) Ayat-ayat yang berbicara mengenai halal dan ṭayyib ada tiga belas (2) Makanan halal adalah makanan mubah diperbolehkan asalkan zatnya, mendapatkannya, memprosesnya halal sedangkan ṭayyib merupakan yang sehat dan tidak berlebihan (3) Menurut panafsiran ilmiah Ṭanṭawi terhadap makanan era sekarang, Tidak cukup memperhatikan aspek halal, perlu mengetahui kandungan gizi dan kebersihan lingkungan. Serta pengobatan penyakit akibat pola makan salah dengan menggunakan teori kedokteran Eropa atau Nabi SAW yang dikenal dengan tibbun al-Nabawi.
SELF REGULATION SANTRIWATI PENGHAFAL QUR`AN DI ASRAMA PUTRI PONDOK PESANTREN AL ISLAM JORESAN Ulin Nuriyatul Fitroti; Muhammad Irfan Riyadi
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1281.826 KB) | DOI: 10.21154/jusma.v1i2.616

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan self regulation santriwati penghafal Qur`an dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah self regulation santriwati penghafal Qur`an yang meliputi: 1) Aspek metakognisi para narasumber berupaya memahami diri dengan baik, memahami prioritas kegiatan, dan perencanaan strategi menghafal yakni dengan mengulang-ulang bacaan, halaqoh, dan murojaah. 2) Aspek motivasi, para narasumber menjadikan sosok orangtua sebagai penyemangat dalam menghafal. Selain itu, harapan yang ingin diwujudkan yakni melanjutkan ke perguruan tinggi. 3) Aspek perilaku, para narasumber mengurangi mengobrol, mempersedikit tidur, serta tidak berlama-lama di kamar. Sedangkan dalam pengaturan waktu, para narasumber memilih waktu dhuhur untuk menghafal dan murojaah. Faktor-faktor yang mempengaruhi self regulation para narasumber yakni kaktor penghambat diantaranya: rasa malas dan pengaruh teman. Faktor pendorong yakni berupa fasilitas yang diberikan kepada santriwati penghafal Qur`an, motivasi dari para ustadz, support dari keluarga, dan komitmen yang tinggi.
REPRESENTASI MAKNA PEMIMPIN DALAM FILM OMAR : ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE Abdul Halim; Galih Akbar Prabowo
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1472.841 KB) | DOI: 10.21154/jusma.v1i2.629

Abstract

Kepemimpinan atau leadership adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja sama sesuai dengan rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pada tahap awal ini peneliti menemukan beberapa fenomena yang terjadi seperti: kurangnya kesadaran adanya keadilan dalam kepemimpinan. Banyaknya keputusan pemimpin yang tidak mewakili kehendak rakyatnya. Di era seperti ini keadilan adalah hal yang sangat minim akan keberadaan dan penerapan dalam dunia bernegara dan bermasyarakat. Salah satu bentuk penjabaran dan penggambaran wujud sederhana serta keadilan dalam bentuk kepemimpinan di dalam salah satu film dengan judul Omar dengan penggambaran dari beberapa scene di film tersebut, dengan nama tokoh Umar bin Khattab. Dan diharapkan dengan adanya beberapa scene di film tersebut dapat memberikan contoh keadilan yang seharusnya diterapkan oleh seorang pemimpin di zaman sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebagai berikut: untuk mengetahui signifier dan signified tentang pemimpin di film Omar. untuk menganalisis representasi makna pemimpin yang tervisualisasikan di dalam film Omar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian kualitatif cocok dengan objek yang akan diteliti untuk mengungkapkan maknanya yaitu: lambang, tanda, bahkan simbol yang ada di dalam film Omar. Analisis Ferdinand de Saussure, kajian media massa memuat pesan dan makna dalam materinya.
MAKNA FUNGSIONAL PEMBACAAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN DALAM PROSESI TINGKEBAN ADAT JAWA : STUDI LIVING QURAN DI DESA LEMBAH, BABADAN, PONOROGO Ilyas Abdul Aziz; Muh Tasrif
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1494.037 KB) | DOI: 10.21154/jusma.v1i2.641

Abstract

Artikel ini menganalisis pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam prosesi tingkeban. Penelitian ini bertujuan menganalisis prosesi dan makna fungsional dari pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam prosesi tingkeban. Penelitian ini menggunakan teori fungsional Malinowski dan Living Quran perspektif fungsional Ahimsa-Putra dalam analisanya. Hasil penelitian menunjukkan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an pada prosesi tingkeban memiliki makna fungsional, yaitu, Pertama, fungsi keagamaan, tingkeban menjadi sarana untuk berdoa, ajang untuk menjalin silaturahmi, serta sarana untuk menghidupkan Al-Qur’an melalui amaliah tradisi. Kedua, fungsi sosio-kultural, tingkeban menjadi sarana untuk memenuhi aspek biologis, seperti kebutuhan sosial dan kebutuhan tercukupinya makanan. Tingkeban juga menjadi sarana untuk memenuhi aspek psikologis, seperti kebutuhan dukungan moral, dukungan mental, hati yang puas, dan dukungan psikis, serta dukungan secara lahir dan secara batin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan untuk pengumpulan data bersumber dari sumber primer: hasil wawancara dan dokumentasi foto kemudian sumber sekunder yaitu buku bacaan dan atau artikel jurnal.
STRATEGI DAKWAH MELALUI KESENIAN JARANAN BRANDAL LOKAJAYA PAC. GP. ANSOR KOTA PONOROGO Adin Misbah Walida; Ahmad Choirul Rofiq
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1453.259 KB) | DOI: 10.21154/jusma.v1i2.653

Abstract

Abstrak: Dakwah merupakan kewajiban bagi setiap muslim untuk mengajak kepada kebaikan. Dalam berdakwah tentunya menggunakan strategi untuk mengatur, mengarahkan, dan menentukan cara untuk menghadapi sasaran dakwah dalam situasi dan kondisi tertentu agar tujuan dakwah dapat tercapai secara maksimal. Penelitian ini meneliti tentang strategi dakwah yang dilakukan oleh PAC. GP. Ansor Kota Ponorogo melalui kesenian Jaranan Brandal Lokajaya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana strategi dakwah yang digunakan oleh PAC. GP. Ansor Kota Ponorogo dengan media kesenian Jaranan Brandal Lokajaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa strategi dakwah yang dilakukan oleh PAC. GP. Ansor Kota Ponorogo melalui kesenian Jaranan Brandal Lokajaya sebagai berikut. Pertama, membaca doa untuk bermunajat kepada Allah swt dengan tujuan untuk meminta kelancaran dan keselamatan di dunia maupun di akhirat. Kedua, pentas dengan simbol jaranan. Ketiga, diiringi lantunan solawat selama pementasan berlansgsung sampai akhir acara.Kata Kunci: Strategi Dakwah, Jaranan, Brandal Lokajaya, PAC. GP. Ansor
UPAYA MENINGKATKAN KETENANGAN JIWA SANTRI MELALUI MUJAHADAH DZIKRUL GHOFILIN DI PONDOK PESANTREN DARUL HUDA MAYAK Emi Sururiyah Mahmudah; Iswahyudi Iswahyudi
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1416.7 KB) | DOI: 10.21154/jusma.v1i2.701

Abstract

Ketenangan jiwa adalah sumber bagi kebahagiaan. Seseorang individu tidak akan mengalami perasaan yang bahagia ketika jiwanya tidak tenang atau gelisah. Hakikat perjalanan hidup yang kita jalani, semakin kita melangkah banyak masalah yang datang dan pergi. Ketika seseorang memiliki ketenangan jiwa yang baik dia akan selalu merasa bahagia karena ketenangan jiwa merupakan sumber kebahagiaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengambilan datanya melalui wawancara dan observasi. Tujuan dari penelitin ini yaitu Pertama, Untuk mengetahui tujuan diadakan kegiatan mujahadah Dzikrul Ghafilin di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak. Kedua, Untuk mengetahui proses pelaksanaan kegiatan mujahadah Dzikrul Ghafilin di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak. Ketiga, Untuk mengetahui aspek ketenangan jiwa yang dirasakan oleh santri setelah mengikuti kegiatan mujahadah Dzikrul Ghafilin. Hasil dari penelitian ini yaitu : Pertama, Tujuan dari diadakannya rutinnan mujahadah Dzikrul Ghafilin oleh pengurus antara lain, memberikan pengertian kepada para santri bahwa segala sesuatu adalah milik Allah dan berada dalam kekuasaan Allah dan untuk mengendalikan hawa nafsu. Jadi sebagai santri harus memiliki sifat demikian, dan di Pondok Pesantren Darul Huda santri secara tidak langsung di ajaridemikian melalui mujahadah dzikrul ghofilin. Kedua, Praktik pelaksanaan mujahadah Dzikrul Ghofilin terdapat tiga tahap, pertama tahap pemberangkatan, untuk tahap pemberangkatan ini meliputi persiapan armada, pengondisian santri dan juga persiapan tempat mujahadah. Yang kedua adalah tahap pelaksanakan, mujahadah biasanya dilaksanakan setiap malam Jumat Kliwon yang bertempat dimakam Kiai Ageng Besari Tegal Sari yang dipimpin langsung oleh Agus Abdul Adhim. Yang ketiga adalah perpulangan, ketika perpulangan santri diatur agar berjalan sesuai dengan rapi dan teratur ketika akan menuju temapt parkir kendaraan dan untuk tahap perpulangan dimulai dari santri putri dulu, baru putra. Sembari menunggu truk mengantar santri putri biasanya diadakan salat hajat. Ketiga, Aspek ketenangan jiwa yang dirasakan olehpara santri setelah mengikuti kegiatan mujahadah Dzikrul Ghofilin ada 3, yang pertama sabar, siap ,menerima kenyataan apapun dari Allah. Kedua, optimis setiap santri harus memiliki sikap yakin terhadap segala usaha yang akan dia lakukan, karena semua sudah di atur sedemikian rupa oleh Allah. Ketiga merasa dekat dengan Allah
LUNTURNYA TRADISI KENDURI PADA MASA PANDEMI COVID-19 Andhita Risko Faristiana
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.946 KB) | DOI: 10.21154/jusma.v1i2.1224

Abstract

Artikel ini membahas lunturnya tradisi kenduri akibat aturan atau larangan di Desa Serangan Sukorejo Ponorogo pada masa pandemi covid-19. Larangan itu berdasarkan surat edaran Bupati Ponorogo Nomor: 188.45/477/405.01.3/2021. Salah satu inti berdasarkan surat edaran tadi adalah melarang kegiatan hajatan termasuk tradisi kenduri. Fokus utama penelitian ini adalah pada bagaimana dampak dari larangan tradisi kenduri di Desa Serangan Sukorejo Ponorogo dimasa pandemi covid-19 dengan menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan sampel purposif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan juga dianalisis dalam dokumentasi yang berbeda dan kemudian diinterpretasikan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menjabarkan dampak larangan tradisi kenduri masyarakat Desa Serangan selama pandemic covid yakni, hilangnya momen kebersamaan dan rasa sosial masyarakat Desa Serangan serta lunturnya tradisi kenduri dan komponen di dalamnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7