cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Gamma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 272 Documents
KUALITAS FERMENTASI SILASE PAKAN KOMPLIT TMR DENGAN INOKULAN BAKTERI ASAM LAKTAT LOKAL Ahmad Wahyudi; Erny Ishartati
Jurnal Gamma Vol. 8 No. 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KUALITAS FERMENTASI SILASE PAKAN KOMPLIT TMR DENGAN INOKULAN BAKTERI ASAM LAKTAT LOKAL   Fermentation Quality of TMR Silage With Local Lactic Acid Bacillus Inoculant  A. Wahyudi1 & E. S. Hartati2  1&2Fakultas Pertanian-Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang 65144email: wahyudi_biotek@yahoo.co.id  ABSTRACT  Isolation and identification of local lactic acid bacillus (LAB) have been done to find total mixed ration (TMR) silage’s inoculant. Isolated was hold in anaerobic chamber used selective media deMan Rrogosa Sharp Agar (MRSA). Identification was done by purificatiob colony in sub-culturing petry disc. Colony forming, shape cell, and Gram staining were observed under microscop to get qualitative parameters of identification. pH value, lactic acid, acetic acid, propionic acid, and butiric acid content were determined as quantitative parameter after 30 days incubation of silages. The result showed that LAB could be found from fresh and dry of local Ciherang rice straw. Two isolates C1 and C2 from dry rice straw were chosen as TMR silage’s inoculant due to their condition of LAB characteristics; were Gram positif, rod, and homofermentatif. Implementation both of C1 and C2 in TMR silages could reduce pH , increase lactic acid content, and influent volatile fatty acid (VFA) content similar with commercial L. plantarum inoculant. Based on the result could be concluded that LAB local capable improved fermentation quality of TMR similar with LAB commercial.   Keywords: Fermentation quality, silage, total mixed ration, TMR, lactid acid bacteria  ABSTRAK  Isolasi dan identifikasi bakteri asam laktat (BAL) lokal telah dilakukan guna memperoleh inokulan ensilase pakan komplit (total mixed ration/TMR) dibandingkan BAL komersial. Jerami padi segar dan kering varietas Ciherang digunakan sebagai sumber isolat. Isolasi dilakukan secara anaerob menggunakan media selektif deMan Rogosa Sharp Agar (MRSA). Identifikasi morfologis dilakukan dengan memurnikan isolat secara subkultur ke dalam cawan petri. Pengamatan koloni, bentuk sel, dan pengecatan Gram dilakukan di bawah mikroskop untuk memperoleh parameter identifikasi secara kualilatif. Nilai pH, produksi asam laktat, asetat, propionat, dan butirat dicatat setelah inkubasi 30 hari media TMR sebagai parameter kuantitatif. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat BAL dapat diperoleh dari jerami padi lokal segar dan kering varietas Ciherang. Dua isolat BAL C1 dan C2 asal jerami padi kering dipilih sebagai inokulan ensilase pakan komplit TMR karena memenuhi syarat identifikasi BAL yaitu berbentuk batang Gram positif. Implementasi keduanya pada ensilase TMR pakan komplit mampu menurunkan pH, meningkatkan kadar asam laktat dan mempengaruhi kadar volatile fatty acid (VFA) setara inokulan L. plantarum komersial. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa BAL lokal mampu berperan memperbaiki kualitas fermentasi setara BAL komersial.   Kata Kunci : Kualitas fermentasi, silase, pakan komplit, TMR, bakteri asam laktat
Karakterisasi Tepung Dari Kulit, Daging Buah dan Buah Pisang Kepok (Musa Sp.) Damat .
Jurnal Gamma Vol. 8 No. 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakterisasi Tepung Dari Kulit, Daging Buah dan Buah Pisang Kepok (Musa Sp.)Characterization of Wheat From Skin, Flesh Fruits and Kepok Fruit Banana (Musa Sp.)DamatJurusan Ilmu dan Teknologi PanganFakultas Pertanian-Peternakan, UNMUH MalangEmail: damatumm@yahoo.co.id.ABSTRACTThe prevalence of colon cancer in Indonesia tended to increase. This disease can be prevented with consume foods that contain dietary fiber. Dietary fiber can not be hydrolyzed by human digestive enzymes, so that will be up in the colon and become substrates for lactic acid bacteria and produce short chain fatty acids (SCFA), especially butyric acid which is known to be quite effective to suppress colon cancer. One source of dietary fiber is banana. The aim of this studied were to obtain the characteristics of banana flour banana. This research was conducted using factorial randomized block design with 2 factors. The first factor, type of material, and the second factor types of solutions soaking. Parameter analysis includes analysis of microscopy, the brightness and color of flour, proximate analysis, and analysis of amilografi. Results of research known that properties amilografi, microscopy, and color of a banana skin is different with flour from banana. Flour banana from the fruit by soaking in a solution of meta bisulfite have higher levels of brightness when compared to other types of flour.Keyword : banana flour, dietary fiber, amilografiABSTRACTPrevalensi kanker usus besar di Indonesia cenderung meningkat. Penyakit ini dapat dicegah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung serat makanan. Serat pangan tidak dapat dihidrolisis oleh enzim pencernaan manusia, sehingga akan sampai di usus besar dan menjadi substrat untuk bakteri asam laktat dan menghasilkan asam lemak rantai pendek, Short-Chain Fatty Acid (SCFA), terutama asam butirat yang dikenal cukup efektif untuk menekan kanker usus . Salah satu sumber serat makanan adalah pisang. Tujuan dari ini diteliti untuk mendapatkan karakteristik tepung pisang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama, jenis bahan, dan jenis faktor kedua solusi perendaman. Analisis Parameter meliputi analisis mikroskop, kecerahan dan warna tepung, analisis proksimat, dan analisis amilografi. Hasil penelitian diketahui bahwa sifat amilografi, mikroskop, dan warna kulit pisang berbeda dengan tepung dari pisang. Tepung pisang dari buah dengan cara merendam dalam larutan bisulfit meta memiliki tingkat kecerahan bila dibandingkan dengan jenis tepung lain.Kata kunci: tepung pisang, serat makanan, amilografi
Aktivitas tanin daun beluntas terhadap konsentrasi spermatozoa Tikus putih jantan Rr. Eko Susetyarini
Jurnal Gamma Vol. 8 No. 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas tanin daun beluntas terhadap konsentrasi spermatozoa Tikus putih jantanBeluntas leaf tannin activity against spermatozoa concentration white male ratsRr. Eko SusetyariniJurusan Biologi, Fakultas Keguruan danh Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas 246, Malang 65144 Email: niniek08@gmail.comABSTRACTAntifertility of traditional medicine has not been revealed. Antifertility men who have used the form of injections, namely testosterone, it is necessary antifertility of medicinal plants revealed that beluntas (Pluchea indica). Beluntas antifertility can be used as a drug in mice (stage pre-clinical trials) (Susetyarini, 2011). This study is a continuation of the tannins that can lower sperm fertilization potential of rat (Susetyarini, 2010). Assessment of leaf tannin in influencing consentration of beluntas spermatozoa has not been done, it is necessary to study leaf tannins beluntas against consentration of spermatozoa. Consentration of spermatozoa role in the fertilization process. This study aims to prove the leaf tannin beluntas against spermatozoa consentration white male rats. The research used the experimental treatment control group (without giving tannin), giving tannin treatment groups with as many as 0.8 ml to a white male adult rats were repeated 3 times. Giving time for 60 days. Observations at the time treatment was stopped (0 days); discharged after treatment, rats were left for 7 days, 14 days, and 21 days. Each observation time and was taken off the white rat epididymis and giving spermatozoa. Data were analyzed using ANOVA and Duncan&rsquo;s test further. Results of data analysis showed that p <0.05 means giving tannin beluntas shown to decrease sperm concentration. Highest concentration of spermatozoa when white male rats were left for 14 days after treatment was stopped Concentration lows while white male rats were left for 7 days after treatment was stoppedKey word: Tannis leaf belintas,consentration of spermatozoa, white ratABSTRAKAntifertilitas dari obat tradisional belum terungkap. Antifertilitas pria yang telah menggunakan bentuk suntikan, yaitu testosteron, maka hal ini memerlukan antifertility tanaman obat yang terungkap dari beluntas (Pluchea indica). Beluntas antifertilitas dapat digunakan sebagai obat pada tikus (tahap uji coba pra-klinis) (Susetyarini, 2011). Penelitian ini merupakan kelanjutan dari tanin yang dapat menurunkan potensi pembuahan sperma tikus (Susetyarini, 2010). Penilaian tannin daun dalam mempengaruhi konsentrasi spermatozoa beluntas belum dilakukan, maka perlu untuk mempelajari tanin daun beluntas terhadap konsentrasi spermatozoa. Peran konsentrasi spermatozoa dalam proses pembuahan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan daun beluntas tannin terhadap spermatozoa konsentrasi tikus putih jantan. Penelitian ini menggunakan kelompok kontrol perlakuan eksperimental (tanpa memberikan tannin), memberikan kelompok perlakuan tannin dengan sebanyak 0,8 ml ke tikus jantan dewasa putih diulang 3 kali. Memberikan waktu selama 60 hari. Pengamatan pada waktu pengobatan dihentikan (0 hari); habis setelah pengobatan, tikus yang tersisa selama 7 hari, 14 hari, dan 21 hari. Setiap kali observasi dan diambil dari epididimis tikus putih dan memberikan spermatozoa. Data dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan tes ANOVA dan Duncan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa p <0,05 tannin pada beluntas terbukti menurunkan konsentrasi sperma. Konsentrasi tertinggi spermatozoa ketika tikus putih jantan yang tersisa selama 14 hari setelah pengobatan dihentikan Konsentrasi terendah ketika tikus putih jantan yang tersisa selama 7 hari setelah pengobatan dihentikan.Kata kunci: daun beluntas Tanin, konsentrasi spermatozoa, tikus putih
Produksi Kembang Gula Susu Berperisa Yoghurt Endang Sri Hartatie
Jurnal Gamma Vol. 8 No. 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi Kembang Gula Susu Berperisa YoghurtProduction Candy Flavoured Milk YoghurtEndang Sri HartatieTeknologi Industri Peternakan, Fakultas Pertenian PeternakanUniversitas Muhammadiyah MalangEmail: endang@umm.ac.id, endangsrihartatie@yahoo.comABSTRACTMilk candy is a kind of candy that use milk and sugar as the ingredients. The milk for this candy must not have high quality of BJ and fat, therefore this candy is can be as an alternative to optimalize the low quality milk. The consumers usually judge a product of candy just by its colour, shape and the diversity of flavors. The taste of this candy can be can be enhanced by adding some additional flavors either natural or synthetic. This study use yoghurt as the flavors. The methode of this study is experimental methods using a randomized complete design. The four levels of yoghurt persentation is A (without yoghut); B (5% addition of yoghurt); C (10% addition of yoghurt) and D (15% addition of yoghurt). Each treatment was repeated until three times. Variable that measured ini this study are physiochemical and organoleptic test with Hedonic Methode. The results showed that the use of yogurt flavor significantly affect the physicochemical of milk candy and use 15 percent of yogurt flavor produce the lowest physicochemical of milk candy The conclusion of this study is the use of 10% yoghurt flavor can be an alternative to make variation of milk candy taste without change the panelis value of texture, colour, smell and its taste. Suggestions that can be adduced from the results of this study is the use of yogurt flavor should not exceed 10 percent because it will decrease the level of consumer preferences to the extent not like.Keywords: milk candy, yogurt FlavorABSTRAKSusu permen adalah jenis permen yang menggunakan susu dan gula sebagai bahan. Susu untuk permen ini tidak harus memiliki kualitas tinggi BJ dan lemak, oleh karena permen ini dapat sebagai alternatif untuk mengoptimalkan kualitas susu rendah. Konsumen biasanya menilai produk permen hanya dengan warna, bentuk dan keragaman rasa. Rasa permen ini dapat dapat ditingkatkan dengan menambahkan beberapa rasa tambahan baik alamiah maupun sintetis. Penelitian ini menggunakan yoghurt sebagai rasa. Metode penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Empat tingkat yoghurt persentation ialah : A (tanpa yoghut); B (penambahan 5% dari yoghurt); C (penambahan 10% dari yoghurt) dan D (penambahan 15% dari yoghurt). Setiap perlakuan diulang sampai tiga kali. Variabel yang diukur dari penelitian ini adalah uji physiochemical dan organoleptik dengan metode hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan rasa yoghurt secara signifikan mempengaruhi fisikokimia permen susu dan menggunakan 15 persen dari rasa yoghurt menghasilkan fisikokimia terendah permen susu Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan 10% rasa yoghurt bisa menjadi alternatif untuk membuat variasi susu permen rasa tanpa mengubah nilai panelis tekstur, warna, bau dan rasa. Saran yang dapat dikemukakan dari hasil penelitian ini adalah penggunaan rasa yogurt tidak boleh melebihi 10 persen karena akan menurunkan tingkat preferensi konsumen.Kata kunci: permen susu, rasa yogurt.
Formulasi nutraseutikal sediaan gummy candies sari buah markisa kuning (passiflora edulis var. Flavicarpa) dengan variasi kadar sukrosa sebagai bahan pemanis Feris Firdaus; Vicky Agung Kresnanto; Fajriyanto .
Jurnal Gamma Vol. 8 No. 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formulasi nutraseutikal sediaan gummy candies sari buah markisa kuning (passiflora edulis var. Flavicarpa) dengan variasi kadar sukrosa sebagai bahan pemanisNutraceutical formulation dosage gummy candies yellow passion fruit (passiflora edulis var. Flavicarpa) with variation of sucrose as a sweetening levelsFeris Firdaus1, Vicky Agung Kresnanto2, Fajriyanto31,3Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Indonesia, email: 1 feris.firdaus@gmail.com2Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Islam IndonesiaABSTRACTPassion fruit (Passiflora edulis) is one kind of plant that is commonly grown by our society. In the yellow passion fruit (Passiflora edulis var. Flavicarpa) contained vitamin C and vitamin A which is very high. The usage of passion fruit juice as nutraceuticals products that are rich in vitamins C and A is still relatively rare. Demands of people who want to get an interesting kind of preparation and easy to use push of this study which aims to produce gummy candies. Gummy candies preparations were made using a base of corn syrup, a sweetener mannitol with sucrose content variation of 4.49%, 8.98%, 13.47%, 17.96% and 22.45%. Manufacture of yellow passion fruit juice using freeze drying method is performed on the resulting fruit juice. Organoleptic test was conducted after the yellow passion fruit juice formed. Testing the physical properties of the preparations which have become gummy candies include organoleptic testing, weights uniformity test and the level of preference test (hedonict test) by the respondents to the color, taste, smell and shape, then the results were compared with the requirements in the literature and the results of statistical analysis using one way anova. Formula 3 that was containing sucrose 13.47% is the best formula compared with other formula, a coefficient of variation for weight uniformity test was 2.91%. While for organoleptic test and hedonict test for the color, flavor, smell and shape of the formula 4 by respondents indicated that the sucrose content of 17.96% has the best look and feel to become the most preferred formula by respondents.Keywords: passion fruit, nutraceuticals, gummy candiesABSTRAKMarkisa (Passiflora edulis) adalah salah satu jenis tanaman buah yang sudah lazim ditanam oleh masyarakat kita. Di dalam buah markisa kuning (Passiflora edulis var. flavicarpa) terkandung vitamin C dan vitamin A yang sangat tinggi. Penggunaan sari buah markisa sebagai produk nutraseutikal yang kaya akan vitamin C dan A masih relatif jarang. Tuntutan masyarakat yang ingin mendapatkan suatu jenis sediaan yang menarik dan mudah penggunaannya mendorong dilakukannya penelitian ini yang betujuan untuk menghasilkan sediaan Gummy candies. Sediaan Gummy candies dibuat menggunakan basis Corn syrup, manitol dengan variasi kadar pemanis yaitu sukrosa sebesar 4,49%, 8,98%, 13,47%, 17,96% dan 22,45%. Pembuatan sari buah markisa kuning menggunakan metode freeze drying yang dilakukan pada jus buah yang dihasilkan. Setelah sari buah markisa kuning terbentuk dilakukan uji organoleptis. Pengujian sifat fisik pada sediaan gummy candies yang telah jadi meliputi uji organoleptis, uji keseragaman bobot dan uji tingkat kesukaan (hedonict test) oleh responden terhadap warna, rasa, aroma/bau dan bentuk, kemudian hasilnya dibandingkan dengan persyaratan dalam literatur dan hasil analisis statistik menggunakan one way anova. Formula 3 yang mengandung sukrosa 13,47% adalah formula yang paling baik dibandingkan dengan formula yang lain, dengan nilai koefisien variasi untuk uji keseragaman bobot adalah 2,91%. Sedangkan untuk uji organoleptis dan uji tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, aroma/bau dan bentuk oleh responden menunjukkan bahwa formula 4 dengan kadar sukrosa 17,96% memiliki tampilan dan rasa yang paling baik sehingga menjadi formula yang paling disukai oleh responden.Kata kunci: markisa, nutraseutikal, gummy candies
Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Kedelai Varietas Hitam Unggul Nasional Sebagai Fungsi Jarak Tanam dan Pemberian Dosis Pupuk P. Harun Rasyid
Jurnal Gamma Vol. 8 No. 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Kedelai Varietas Hitam Unggul Nasional Sebagai Fungsi Jarak Tanam dan Pemberian Dosis Pupuk P.Improved Seed Production and Quality of Soybean Varieties Black National Excellence In Distance Function Planting Fertilizer Dosage and Administration P.Harun RasyidJurusan Agroteknologi, Fakultas Peternakan PertanianUniversitas Muhammadiyah MalangEmail : rasyidharun30@yahoo.co.idABSTRACTSoybeans grown in Indonesia generally is yellow-skinned varieties, while the black soybeans received less attention. In fact, black soybean varieties are superior to yellow varieties, both in terms of nutritional content. The results showed that (1) Plant height at harvest, seed weight per plant, number of branches, number of fertile nodes is determined jointly by the varieties, plant spacing and fertilizer P. (2) The weight of seeds per hectare, seed weight per hectare, the index , harvesting and crop seed yield percentage is determined jointly by the varieties with spacing. (3) Varieties Detam-1 with a spacing of 40 x 15 cm have the best seed production, ie 2430.94 kg / ha (2.4 tons / ha) . WhileCikurai varieties with a spacing of 40 x 30 cm has the lowest production. (4) The surface area of the seed seed, water absorbency seed, soybean seed coat thickness is determined jointly by the spacing of the fertilizer P. (5) The content of phosphorus is determined jointly by the varieties, plant spacing and fertilizer P. The glucose content determined shared between varieties and fertilizer P. (6) the fat content of each seed is determined by the variety and fertilizer P. the protein content is determined jointly by the varieties of seeds, plant spacing and fertilizer P. (7) variety Detam-1 with spacing of 40 x 30 cm and fertilizer P 162 kg / ha P2O5 has the best protein content compared with other combinations. (8) varieties Detam-1 has a production and seed quality is best, while Cikurai varieties have a low quality of seed production compared other varieties. (9) Improved plant spacing and fertilizer P will increase the production and quality of soybean seed.Keywords: Black soybean varieties, spacing, fertilizer P dosege, quality seeds Black Soybean VarietiesABSTRAKKedelai yang dibudidayakan di Indonesia umumnya adalah varietas berkulit kuning, sementara kedelai berkulit hitam kurang mendapat perhatian. Padahal, kedelai varietas hitam lebih unggul dibandingkan varietas kuning, baik dari sisi kandungan nutrisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tinggi tanaman saat panen, berat biji per tanaman , jumlah cabang, jumlah buku subur ditentukan bersama oleh varietas, jarak tanam, dan dosis pupuk P. (2) Berat biji per hektar , berat benih per hektar,indeks, umur panen dan persentase rendemen benih panen ditentukan bersama oleh varietas dengan jarak tanam . (3) Varietas Detam-1 dengan jarak tanam 40 x 15 cm memiliki produksi benih yang terbaik, yaitu 2430,94 kg/ha (2,4 ton/ha).Sedangkan varietas Cikurai dengan jarak tanam 40 x 30 cm memiliki produksi terendah. (4) Luas permukaan benih benih, Daya serap air benih, tebal kulit benih kedelai ditentukan bersama oleh jarak tanam dengan dosis pupuk P. (5) Kandungan senyawa fosfor ditentukan bersama oleh varietas, jarak tanam, dan dosis pupuk P. Sedangkan kandungan glukosa ditentukan bersama antara varietas dan dosis pupuk P.(6) Kandungan lemak benih masing-masing ditentukan oleh varietas dan dosis pupuk P. Sedangkan kandungan protein benih ditentukan bersama oleh varietas, jarak tanam, dan dosis pupuk P.(7) Varietas Detam-1 dengan jarak tanam 40 x 30 cm dan dosis pupuk P 162 kg/ha P2O5 memiliki kandungan protein terbaik dibandingkan dengan kombinasi yang lain.(8) Varietas Detam-1 memiliki produksi dan mutu benih yang terbaik, Sedangkan varietas Cikurai memiliki produksi mutu benih yang rendah dibandingkan varietas lain.(9) Peningkatan jarak tanam dan dosis pupuk P akan meningkatkan produksi dan mutu benih kedelai.Kata Kunci : Varietas kedelai Hitam, Jarak tanam, Dosis pupuk P, Mutu benih Kedelai Varietas Hitam
Aplikasi Antigen Bakteri Streptococcus Agalactiae Sebagai Kandidat Vaksin untuk Pencegahan Penyakit Streptococcosis pada Ikan Nila (Oreochromis Sp) Sri Dwi Hastuti
Jurnal Gamma Vol. 8 No. 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi Antigen Bakteri Streptococcus Agalactiae Sebagai Kandidat Vaksin untuk Pencegahan Penyakit Streptococcosis pada Ikan Nila (Oreochromis Sp)Applications bacteria Streptococcus agalactiae As Antigen Vaccine Candidate for Disease Prevention Streptococcosis in Tilapia (Oreochromis Sp)Sri Dwi HastutiJurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian PeternakanUniversitas Muhammadiyah Malang Email: sridwihastuti@yahoo.comABSTRACTIn Indonesia, cases of disease caused by the bacterium Streptococcus sp attack many tilapia fish farming (Supriyadi, 2002), especially those caused by bacterial infection S, agalactiae. To cope with the bacterium Streptococcus infection in farmed fish are usually used antibiotics, but the continuous use of antibiotics and unwisely can lead to bacterial resistance and the impact on the environment. Therefore we need an alternative that is more effective disease control and safe is the vaccine development. During these existing vaccines are vaccines developed from bacterial cells inactivated with formalin or heating. The method used in this study is experimental, with a treatment method of vaccination by injection and orl. For the injection method of treatment dose vaccination 5 tested: 0, 50, 100, 150 and 200 mL / fish tail. As for the oral doses used were 0, 5, 10, 15 and 20 mL / fish. The design used was CRD with each of 3 replications. The results showed that the injection method is better in meproteksi fish against bacterial attack S.agalactiae, because it can provide up to 100% survival after challenge test. The highest antibody titers obtained in the method of injection at a dose of 50 mL, whereas hematocrit and best phagocytic activity at a dose of 200 mL, and the highest leukocrit at a dose of 100 mL. At oral methods can only protect from SR only up 46.67% were obtained at a dose of 20 mL, while for hematocrit and best phagocytic activity at doses of 10 mL, and leukocrit highest in the control treatment.Keywords: Streptococcus bacteria, vaccines, TilapiaABSTRAKDi Indonesia, kasus penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus sp serangan budidaya ikan nila banyak (Supriyadi, 2002), terutama yang disebabkan oleh infeksi bakteri S, agalactiae. Untuk mengatasi infeksi bakteri Streptococcus pada ikan budidaya biasanya digunakan antibiotik, namun terus digunakan antibiotik dan tidak bijaksana dapat menyebabkan resistensi bakteri dan dampak terhadap lingkungan. Oleh karena itu kita perlu alternatif yang pengendalian penyakit yang lebih efektif dan aman adalah pengembangan vaksin. Selama ini vaksin yang ada vaksin yang dikembangkan dari sel-sel bakteri tidak aktif dengan formalin untuh atau pemanasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental, dengan metode pengobatan vaksinasi melalui suntikan dan ORL. Untuk metode injeksi pengobatan dosis vaksinasi 5 diuji: 0, 50, 100, 150 dan 200 mL / ekor ikan. Adapun dosis oral yang digunakan adalah 0, 5, 10, 15 dan 20 mL / ikan. Desain yang digunakan adalah acak lengkap dengan masing-masing 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode injeksi yang lebih baik ikan meproteksi terhadap serangan bakteri S.agalactiae, karena dapat memberikan hingga 100% bertahan hidup setelah uji tantang. Titer antibodi tertinggi diperoleh pada metode injeksi dengan dosis 50 ml, sedangkan hematokrit dan aktivitas fagosit terbaik dengan dosis 200 mL, dan leukocrit tertinggi pada dosis 100 mL. Pada metode lisan hanya dapat melindungi dari SRnya hanya sampai 46.67% diperoleh dengan dosis 20 ml, sedangkan untuk hematokrit dan aktivitas fagosit terbaik pada dosis 10 ml, dan leukocrit tertinggi pada perlakuan kontrol.Kata kunci: bakteri Streptococcus, vaksin, nila
Aplikasi Macam dan Dosis Pupuk Kandang pada Tanaman Kentang Sri Mursiani Arifah
Jurnal Gamma Vol. 8 No. 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi Macam dan Dosis Pupuk Kandang pada Tanaman KentangVarious Application and Dosage Manure on PotatoSri Mursiani ArifahJurusan Agronomi, Fakultas Pertanian PeternakanUniversitas Muhammadiyah MalangEmail : sri_mursiani@umm.ac.idABSTRACTThe aim of this study is to investigate the effects kind and dose of organic manure application of potato crop. The experiment was conducted at Pujon Kidul, Malang (&plusmn; 1000 m above sea level). The experiment was conducted from October 2012 through June 2013. The experiment was arranged in a factorial Block Random Design with two factors : (M) Kind of organic manure (three levels) and (D) Dose of organic manure (three levels), with three replications. Data were then analiyzed with anova followed by Duncan (5%). Observation started at 25 dap and was repeated on a 15&ndash;day interval using three model plants. Non-destructive and destructive observation were made. The first comprised plant height and leaf area, whereas the second comprised tuber weight per tuber, tuber weight per plant, number of tuber per plant and yield. The result shows that there is interaction among the combination of kind and dose of organic manure all parameters. The highest yield was shown by treatment combination of chicken manure 10 tonnes/ha.Key word : Organic manure, kind, dose ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki efek baik dan dosis aplikasi pupuk organik dari tanaman kentang. Penelitian dilakukan di Pujon Kidul, Malang (&plusmn; 1.000 m di atas permukaan laut). Penelitian dilakukan dari Oktober 2012 sampai Juni 2013 mendatang. Penelitian disusun dalam faktorial Desain Blok Acak dengan dua faktor: (M) Jenis pupuk organik (tiga tingkat) dan (D) Dosis pupuk organik (tiga tingkat), dengan tiga ulangan. Data kemudian dianalisa dengan anova diikuti oleh Duncan (5%). Pengamatan dimulai pada 25 HST dan diulang pada interval 15 hari dengan menggunakan tiga model tanaman Pengamatan Non-destruktif dan destruktif dibuat. Kelompok pertama terdiri dari tinggi tanaman dan daun daerah, sedangkan kedua bobot umbi per umbi Terdiri, berat umbi per tanaman, jumlah umbi per tanaman dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara kombinasi jenis dan dosis pupuk organik semua parameter. Hasil tertinggi ditunjukkan oleh kombinasi perlakuan pupuk kandang ayam 10 ton / ha.Kata kunci: Pupuk organik, jenis, dosis
Analisis penerapan biofilter dalam sistem resirkulasi terhadap mutu kualitas air budidaya ikan sidat (Anguilla bicolor) Sri Samsundari; Ganjar Adhy Wirawan
Jurnal Gamma Vol. 8 No. 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis penerapan biofilter dalam sistem resirkulasi terhadap mutu kualitas air budidaya ikan sidat (Anguilla bicolor) Analysis of the application of biofilters in recirculation systems for aquaculture water quality eel (Anguilla bicolor)Sri Samsundari1 & Ganjar Adhy Wirawan21&2Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang Email : srisamsundari@umm.ac.idABSTRACTThis study aims to examine the use of biofilters and biofilter types corresponding to the system resirkuliasi water quality eel fish farming. In addition to the data from the first year of study is expected to be used as a basis to know the type of microorganisms present in the biofilter, biofilter and the workings of the water quality management process for aquaculture eel (Anguilla bicolor).This study, conducted at the Laboratory of Integrated Field Laboratory and Department of Fisheries Faculty of Agriculture and Animal Husbandry, University of Muhammadiyah Malang. The method used in this study is an experimental method to analyze the data using statistical test &lsquo;t&rsquo; or a different test.The study evaluated two types of biofilters include first biofilter treatment plant lettuce, mustard biofilter second treatment, and the third treatment without the use of biofilters. The water quality parameters that diamatia include temperature, pH, dissolved oxygen, ammonia, nitrate, nitrite, phosphate, and type of plankton.Key Word: Biofilter, Resirculation, Angilla bicolor.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan biofilter dan jenis biofilter sesuai dengan sistem resirkuliasi kualitas air budidaya ikan sidat. Selain data dari tahun pertama studi tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui jenis mikroorganisme hadir dalam biofilter, biofilter dan cara kerja proses pengelolaan kualitas air untuk budidaya belut (Anguilla bicolor). Penelitian ini, yang dilakukan di Laboratorium Terpadu Laboratorium Lapangan dan Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen untuk menganalisis data menggunakan statistik uji &lsquo;t&rsquo; atau uji beda. Studi mengevaluasi dua jenis biofiltrasi termasuk biofilter pertama pabrik pengolahan selada, sawi biofilter perlakuan kedua, dan perlakuan ketiga tanpa menggunakan biofiltrasi. Parameter kualitas air yang diamatia termasuk suhu, pH, oksigen terlarut, amonia, nitrat, nitrit, fosfat, dan jenis plankton.Kata Kunci: Biofilter, resirkulasi, Angilla bicolor.
Kajian Aplikasi Pupuk Organik pada Penanaman Kentang dengan Ukuran Umbi Bibit Berbeda Sufianto .
Jurnal Gamma Vol. 8 No. 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian Aplikasi Pupuk Organik pada Penanaman Kentang dengan Ukuran Umbi Bibit BerbedaStudy of Organic Fertilizer Application on Potato Planting the Seed Tuber Size DifferentSufiantoJurusan Agronomi, Fakultas Pertanian PeternakanUniversitas Muhammadiyah MalangEmail: sufianto@umm.ac.idABSTRACTMore rapid availability of nutrients in chemical fertilizers to crops, changing the behavior of farmers to use chemical fertilizers and organic fertilizers have forgotten role. Besides, the farmers seed tubers do not contribute to the results, To prevent this, it would require a fundamental research related to the application of organic fertilizer at planting potato seed tubers with different sizes. Organic fertilizers can improve the physical, chemical and biological properties of soil, through a process of gradual release of nutrients into the soil water solution to plant, maintain and helps regulate temperature, humidity, increase the number and improve the biological activity and stability of the land capability. But its use is not independent of a given size. The problem is, each location and soil conditions require the application of organic fertilizer (type and size) are not the same and always changing, so is the use of seed tubers. So, we need the latest information. Based on the findings that the kinds and sizes of organic fertilizer at each level of potato seed tuber size showed intraksi, where the best treatment: the use of organic fertilizer of cow dung ari bersal 20 tonnes per hectare by seed tuber size of 60-70 g. The results of 20 tons per hectare.Key words: Kind, Size of organic fertilizer and seed tuber.ABSTRAKKetersediaan yang lebih cepat dari nutrisi dalam pupuk kimia untuk tanaman, mengubah perilaku petani untuk menggunakan pupuk kimia dari pada pupuk organik telah melupakan peran. Selain itu, umbi bibit petani tidak memberikan kontribusi pada hasil, Untuk mencegah hal ini, maka diperlukan penelitian mendasar yang berkaitan dengan penerapan pupuk organik pada saat tanam kentang umbi bibit dengan ukuran yang berbeda. Pupuk organik dapat meningkatkan fisik, kimia dan biologi tanah, melalui proses pelepasan bertahap nutrisi ke dalam larutan air tanah untuk menanam, memelihara dan membantu mengatur suhu, kelembaban, meningkatkan jumlah dan meningkatkan aktivitas biologis dan stabilitas kemampuan lahan. Namun penggunaannya tidak terlepas dari ukuran tertentu. Masalahnya adalah, setiap lokasi dan kondisi tanah memerlukan aplikasi pupuk organik (jenis dan ukuran) tidak sama dan selalu berubah, sehingga adalah penggunaan umbi bibit. Jadi, kita perlu informasi terbaru. Berdasarkan temuan bahwa jenis dan ukuran pupuk organik pada setiap tingkat benih kentang ukuran umbi menunjukkan intraksi, di mana pengobatan yang terbaik: penggunaan pupuk organik dari kotoran sapi ari bersal 20 ton per hektar dengan biji ukuran umbi 60-70 g. Hasilnya 20 ton per hektarKata kunci: Jenis, Ukuran pupuk organik dan umbi bibit.