cover
Contact Name
Zulaehatus Sofiyah
Contact Email
sofiyah6zulaeha@gmail.com
Phone
+62857-5974-0406
Journal Mail Official
jiecobkpi@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren Cirebon Jl. Komplek Pondok Buntet Pesantren Desa Mertapada Kulon, Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat 45181
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Islamic Education Counseling
ISSN : 28080068     EISSN : 28080203     DOI : https://doi.org/10.54213/jieco.v2i2.190
Core Subject : Education,
fokus kajian Bimbingan dan konseling, tentang metode  konseling, media konseling, Bimbingan dan konseling pendidikan Islam, Bimbingan dan konseling Islam, Bimbingan dan konseling pendidikan, dan Psikologi Pendidikan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023): Bimbingan " : 7 Documents clear
Implementasi Layanan Konseling di Sekolah SMA Negeri 1 Lemahabang Melia, Ramania; Umar , Umar
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 3 No. 2 (2023): Bimbingan & Konseling Bagi Remaja
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v3i2.333

Abstract

Layanan konseling itu adalah hal yang sangat penting dalam intansi pendidikan, namun ditemukan di lapangan tidak semua isntitusi menerapkan program layanan konseling. Di SMA Negeri 1 Lemahabang sendiri merupakan salah satu sekolah yang menerapkan program layanan konseling itu. Arah penelitian ini ialah agar diketahui seperti apa proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi layanan konseling di sekolah yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Lemahabang, jenis penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan observasi wawancara. Subjek yang terlibat dalam proses observasi ini merupaka coordinator tata usaha dan guru BK. Intrumen yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian di SMA Negeri 1 Lemahabang menunjukan bahwa terdapat perencanaan yang terstruktur dan terprogram. Kurikulum yang digunakan dalam sekolah tersbut mengikuti kurikulum yang ditentukan oleh pemerintah dan pola yang digunakan dalam layanan konseling menggunakan pola 17+. Faktor penghambat layanan konseling ini adalah kurangnya tenaga konselor atau guru BK di sekolah tersebut, kurangnya jam masuk kelas bagia mata pelajaran bimbingan konseling setiap minggunya dan sering terjadi bentrok antara jadwal layanan dan jadwal pelajaran lainnya.
Bentuk dan Faktor Gangguan Kesehatan Mental pada Remaja Alfayyadl, Ahmad Fasya
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 3 No. 2 (2023): Bimbingan & Konseling Bagi Remaja
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v3i2.360

Abstract

Masa remaja ialah masa dalam masa penyesuaian diri dalam kehidupan baru karena dihadapkan dengan tugas perkembangan yang baru pula, sehingga tidak jarang seseorang mengalami kendala dalam menjalaninya. Kendala tersebut diantaranya adalah dihadapkannya dengan gangguan kesehatan mental. Kesehatan mental adalah kesejahteraan psikologis atau mental. Namun, remaja mengalami gangguan dalam hal tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) yang merupakan analisis artikel yang berhubungan dengan topik yang dibahas. Didapatkan enam artikel dari database Sage dan Science Direct, dengan topik pembahasan bentuk dan faktor gangguan kesehatan mental pada remaja. Pengambilan artikel disesuaikan degan kriteria inklusi yang sudah ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan hasil review dapat dipahami bahwa bentuk gangguan kesehatan mental pada remaja yang sering ditemui adalah kecemasan, depresi dan stress. Sedangkan faktor gangguan kesehatan mental pada remaja ialah ekonomi, lingkungan dan pengetahuan terkait kesehatan mental itu sendiri.
Kedisiplinan Santri Pondok Pesantren Madinatunnajah Kota Cirebon Winarti, Wiwi; Barnawi, Barnawi; Athar, Daffa Aurellia
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 3 No. 2 (2023): Bimbingan & Konseling Bagi Remaja
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v3i2.363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang upaya organisasi santri Madinatunnajah dalam membangun kedisiplinan santri. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya organisasi santri Madinatunnajah berimplikasi pada disiplinan. Manajemen kepemimpinan organisasi santri Madinatunnajah dilakukan dengan perencanaan, menganalisis latar belakang, menentukan tujuan dan sasaran, sedangkan pengorganisasian yang dilakukan oleh organisasi santri Madinatunnajah (OSMAN) adalah dengan pembentukan struktur melalui musyawarah pimpinan. Pelaksanaan yang dilakukan adalah dengan melaksanakan program sesuai divisi masing-masing, memberikan motivasi juga pelaksanaan disiplin melalui tata tertib, nasehat dan keteladanan. Pengawasan yang dilakukan oleh pengurus OSMAN kepada seluruh santri dalam berbagai kegiatan, dengan memberikan reward dan punishment, mengadakan evaluasi dan penataran. Kedisiplinan santri dilihat dari dua indikator yaitu disiplin waktu pada saat berkegiatan dan disiplin berbuat dengan mempergunakan waktu untuk kegiatan produktif.
Inovasi Pembelajaran Berbasis Out Door di Kafe untuk Mereduksi Bornout Nakhma’ussolikhah, Nakhma’ussolikhah; Marliani , Lina; Al Ghozali, Muhammad Iqbal
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 3 No. 2 (2023): Bimbingan & Konseling Bagi Remaja
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v3i2.364

Abstract

Abstrak Paradigma belajar pada umumnya di konsep pada ruang kelas, perpustakaan hal ini dirasakan cukup membosankan model pembelajaran konvensional sulit diterima pada pelajar dan mahasiswa di era teknologi. Perubahan pola belajar memberikan makna kepada pendidik untuk berkembang secara terus menerus, terbentuk inovatif, kreatif, aktif dan dinamis. Tujuan penelitian ini untuk meminimalisir bornout pada mahasiswa Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif desain fenomenologi. Tempat penelitian di Kopi Dari Hati Jl.Raya Sunan Gunung Jati Cirebon. Terdapat emapat subjek dalam penelitian ini. Teknik analisis data dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa mahasiswa di era teknologi memilih belajar di kafe. Situasi dan kondisi kafe dapat membantu mahasiswa untuk belajar mandiri dan menyelesaikan tugas–tugas dengan baik dan cepat. Fasilitas dan suasana kafe yang mendukung memberikan dukungan atmosfer belajar untuk mengurangi bornout. Belajar di kafe memberikan kontribusi semangat, meningkatkan fokus dan konsentrasi belajar dan mengurangi kejenuhan belajar. Prinsip pembelajaran berbasis kafe membangun nuansa keilmuan dari pergeseran paradigma makna dari kafe di kalangan pelajar dan mahasiswa. Perubahan paradigma negative dari kafe sudah terealisasi kini masyarakat, orang tua, pelajar dan mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas kafe untuk membantu pembelajaran dan mengurangi bornout atau kejenuhan belajar.
Implementasi Media Belajar Loosepart melalui Pendekatan STEAM pada Masa Pandemi Covid-19 di KB Ceria Kabupaten Bogor Hasanah, Tita
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 3 No. 2 (2023): Bimbingan & Konseling Bagi Remaja
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v3i2.369

Abstract

Media belajar loose parts melalui pendekatan STEAM merupakan salah satu inovasi pembelajaran untuk menyiapkan generasi emas yang memiliki keterampilan abad 21. Namun, kegiatan belajar pada masa pandemi Covid-19 mengalami penyesuaian. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara komprehensif mengenai implementasi media belajar loose parts melalui pendekatan STEAM di masa pandemi Covid-19. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dirancang dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, setting penelitian di KB Ceria Kabupaten Bogor. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, pengujian keabsahan data melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kegiatan belajar dilaksanakan secara luring dan daring dengan menerapkan protokol Covid-19. Implemtasi kegiatan belajar terdiri dari persiapan, pelasanaan dan penutup/tindak lanjut. Tahapannya ialah ekplorasi-edukasi, eksperimen, kreatif, serta tahap membangun makna dan tujuan bermain. Setiap tahap dikaitkan dengan nilai agama dan moral. Media belajar loose parts yang digunakan terdiri dari tujuh komponen dengan menggunakan benda yang ada di sekitar anak dengan karakteristik yang berbeda-beda dan bersifat fleksibel.
Pembiasaan Zikir sebagai Sarana Kesadaran Diri dalam Belajar di Madrasah Tsanawiyah Faiz Hamka, Ahmad
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 3 No. 2 (2023): Bimbingan & Konseling Bagi Remaja
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v3i2.370

Abstract

Kesadaran diri dalam belajar siswa sangatlah memprihatinkan. Ketidakpedulian siswa terhadap pelajaran memang menurun drastis. Siswa hanya menjalankan rutinitas seharihari di madrasah/sekolah tanpa adanya kesadaran diri dalam belajar. Zikir merupakan solusi dalam dunia pendidikan untuk menyadarkan peserta didik dalam memperoleh ilmu pengetahuan yang berkualitas dan berguna untuk masa depan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menekankan observasi, wawancara dan data terkait dalam penelitian. Lokasi penelitian di MTs Al-Sighor. Oleh karena itu, amalan dzikir di madrasah/sekolah sebagai sarana penyadaran diri dalam pembelajaran menjadi sebuah jalan keluar bagi siswa, karena hal ini berkaitan dengan kerjasama Soal Emosi dan Soal Rohani agar peserta didik dan pendidik dapat saling melengkapi.
Upaya Membentuk Karakter Bangsa serta Nilai Kultur bagi Usia Remaja Bakhril Amin, Moh. Saiful
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 3 No. 2 (2023): Bimbingan & Konseling Bagi Remaja
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v3i2.372

Abstract

Proses pendidikan yang berlangsung selama ini lebih menekankan pada pengembangan ranah kognitif peserta didik dan cenderung mengabaikan ranah afektif dan psikomotorik. Pembentukan nilai kultur dan karakter bangsa harus dimulai sejak anak usia dini. Sebab, anak usia dini merupakan masa peka yang memiliki perkembangan fisik, motorik, intelektual, dan sosial sangat pesat. Metode Penelitian yang digunakan berupa penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi kepustakaan ini meneliti tentang bagaimana membentuk nilai kultur dan karakter bangsa bagi anak usia dini. Adapun teknik analisa datanya menggunakan contens analisis dengan memilah-milah data yang sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Tulisan ini menghasilkan beberapa hal sebagaimana berikut. Pertama, beberapa nilai kultur dan karakter bangsa yang harus dibentuk dalam diri anak usia dini sesuai Kemendiknas, antara lain: religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli social, dan tanggungjawab. Kedua, beberapa unsur karakter lain yang harus dibangun dalam diri anak usia dini, antara lain: inisiatif, etika, berpikir kritis, kemauan belajar, komitmen, motivasi, bersemangat, dapat diandalkan, komunikasi lisan, kreatif, kemampuan analitis, dapat mengatasi stress, manajemen diri, mampu menyelesaikan persoalan, dapat meringkas, kooperatif, fleksibel, kerja dalam tim, mandiri, mampu mendengarkan, tangguh, berargumentasi logis, dan manajemen waktu.

Page 1 of 1 | Total Record : 7