Jurnal Ilmiah Bashrah
Bashrah adalah Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STIT Pemalang, yang memiliki fokus kajian tentang pendidikan, pengajaran dan pengembangan di bidang pendidikan bahasa Arab dan kebahasa araban. Setiap edisi yang diterbitkan, mengangkat tema-tema kajian yang berbeda sesuai dengan isu-isu yang dikembangkan. Jurnal ini sebagai sarana pengembangan Prodi PBA dan publikasi karya ilmiah dosen dan pemerhati pendidikan dan kebahasaan, melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian bagi masyarakat yang ingin membahas tentang pola pengembangan ilmiah. Bashrah terbit pada Edisi November dan April setiap tahunnya, di mana masing-masing terbitan dimuat 5 (lima) artikel ilmiah.
Articles
45 Documents
Dayah ANALISIS SEMANTIK PADA KATA AR-RIJAL DALAM QS. SURAH AN-NISA' AYAT 34 - 36
Mashlahatul Hidayah, Elyfia Qurrotu A'yunina
Bashrah Vol 5 No 01 (2025): Jurnal Ilmiah Bashrah Institut Agama Islam Pemalang
Publisher : Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58410/jurnal ilmiah bashrah .v5i01.658
Al-Qur'an revealed by Allah SWT aims as a guide for mankind to lead a good life in accordance with the Shari'a. Each of every human being, both male and female, has the obligation to become caliph fil ardi. It has been repeatedly mentioned in the Qur'an that a human being who has the power of reason, responsibility, supports the family, etc. is called lafadz Ar-Rijal. This research was conducted with the aim of knowing more deeply the meaning contained in its entirety in lafadz Ar-Rijal in QS. An-Nisa' verses 34-36 and so that there are no mistakes in interpreting the meaning contained in the lafadz. This type of research is descriptive with library data collection techniques that take primary data from the Al-Qur'an and books, documents or other sources as supporting literature related to the subject matter. Then it is processed and analyzed as well as making conclusions from the collected theories. The author analyzes using various reference sources to reveal the meaning in lafadz ar-rijal.
ETIKA PROFESIONAL GURU DALAM KITAB ADABUL ‘ALIM WAL MUTA’ALLIM KARYA KH. HASYIM ASY’ARI
Aziz Muzayin, Aziz Muzayin;
Nisrokha, Nisrokha;
Aufar, Azinuddin
Bashrah Vol 5 No 01 (2025): Jurnal Ilmiah Bashrah Institut Agama Islam Pemalang
Publisher : Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58410/jurnal ilmiah bashrah .v5i01.1141
Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan self control, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika profesionalisme guru dalam kitab “Adabul ‘Alim wal Muta’allim” karya KH. Hasyim Asy’ari . Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian library research, karena obyek penelitian ini adalah kitab “Adabul ‘Alim wal Muta’allim” karya KH. Hasyim Asy’ari sebagai acuan sumber berfikir pokok (primer). Disamping itu, data juga diperoleh dari literatur pendukung sebagai sumber sekunder. Data-data tersebut dianalisis secara diskriptif sehingga menghasilkan interpretasi baru tentang kerangka berifikir KH. Hasyim Asy’ari dalam kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim dan dampaknya terhadap pembelajaran agama islam. Hasil penelitian ini ditemukan banyak tanda dalam kitab Adabul Alim. Tanda itu adalah Etika pribadi seorang guru, bahwa guru harus mempunyai aspek kesiapan prikologis yang berlandaskan spiritual sebagai pendukung keberhasilan dalam karir ilmiah. Kata Kunci: Etika ,Semiotik, Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim
PERAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP BAHASA ARAB
Lukman, Lukman
Bashrah Vol 5 No 01 (2025): Jurnal Ilmiah Bashrah Institut Agama Islam Pemalang
Publisher : Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58410/jurnal ilmiah bashrah .v5i01.1145
This study was motivated by the lack of understanding of 4th grade students of SD Muhammadiyah Bandar Jaya towards Arabic lessons. The purpose of this study was to determine the role of interactive media in the Arabic language learning process in improving students' understanding in grade 4. By utilizing a qualitative approach with descriptive methods, this study used data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results of this study show that the use of interactive media can significantly improve students' understanding of Arabic. This media not only improves students' understanding but also increases students' interest in learning and encourages a more active and fun learning atmosphere. Positive impacts are also evident after the use of interactive media, such as animated videos and digital educational games that increase students' motivation and participation in the learning process. Apart from that, there are some obstacles in the application of interactive media in the form of teachers' lack of understanding of technology, less functional media tools and weak and unstable networks. It is recommended that teachers are able to utilize interactive media consistently to improve the quality of Arabic language learning. Keywords: Interactive Media, Student Understanding, Arabic Language Learning
PENGARUH PENGUASAAN MUFRODAT TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PADA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Mochamad Afroni;
Fauziah
Bashrah Vol 5 No 01 (2025): Jurnal Ilmiah Bashrah Institut Agama Islam Pemalang
Publisher : Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58410/jurnal ilmiah bashrah .v5i01.1148
The mastery of the vocabulary of MI Permata Sunnah students is not yet optimal, because there are no indicators related to students' optimal mastery of vocabulary which includes active (listening-writing) passive receptive (listening-reading) vocabulary mastery. This study uses a quantitative method. For data collection using observation, interview, questionnaire and documentation methods, to determine the mastery of vocabulary on the writing skills of grade 4 students at Permata Sunnah Elementary School, Sidrap Regency. With the following research results: 1. The mastery of the vocabulary of MI Permata Sunnah students is not always optimal. Because there are no indicators related to the mastery of students' vocabulary that is developing optimally, which includes active vocabulary mastery (listening-writing) passive receptive (listening to reading). 2. The ability to write Arabic at MI Permata Sunnah students is quite good, because the teachers who teach are already very expert in the field of Arabic, so that students get maximum results. 3. The influence of mastery of the MI Permata Sunnah vocabulary will be interrelated with supporting in determining someone in developing Arabic writing skills, the position of the vocabulary has the most important role in the ability to write Arabic.
ANALISIS TEKSTUAL “ISTILAH WARNA” DALAM AL-QUR’AN DENGAN MODEL PENERJEMAHAN LARSON
Mahdi, Muhammad;
Farid Ahmad Zulqornaen
Bashrah Vol 5 No 01 (2025): Jurnal Ilmiah Bashrah Institut Agama Islam Pemalang
Publisher : Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58410/jurnal ilmiah bashrah .v5i01.1149
Penelitian ini menganalisis istilah warna dalam Al-Qur’an dengan menggunakan model penerjemahan Larson. Warna-warna dalam Al-Qur’an tidak hanya memiliki makna leksikal, tetapi juga simbolik dan idiomatik yang mencerminkan nilai-nilai teologis dan budaya. Model Larson membagi makna ke dalam tiga aspek utama: leksikal, idiomatik, dan komunikatif, yang membantu dalam memahami dan menerjemahkan istilah warna secara lebih akurat. Studi ini menunjukkan bahwa warna putih melambangkan kesucian, hitam mencerminkan hukuman atau kesedihan, dan kuning menggambarkan keindahan serta kesehatan. Penerapan model Larson dalam penerjemahan Arab-Indonesia memastikan bahwa makna istilah warna dalam Al-Qur’an tetap terjaga dalam berbagai konteks bahasa dan budaya. Dengan demikian, kajian ini berkontribusi pada pemahaman lebih dalam terhadap Al-Qur’an serta pengembangan metode penerjemahan yang lebih efektif dan relevan dalam konteks modern.
Analisis Idhofah pada Qiro’ah “Imam Syafi’i” dalam buku Arabiyah Lin Nasyi’in jilid 5
Alfiana Fitria, Alfiana Fitria
Bashrah Vol 3 No 02 (2023): Jurnal Ilmiah Bashrah
Publisher : Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58410/bashrah.v3i02.664
Kata majemuk dalam bahasa Indonesia adalah gabungan dua kata dasar yang menghasilkan makna baru. Sedangkan dalam bahasa arab disebut juga dengan idhofah. Idhofah merupakan penggabungan dua kalimat isim atau lebih untuk dijadikan satu pengertian. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan : 1) Jenis Idhofah, dan 2) Fungsi Idhofah yang terdapat dalam buku Al-Arabiyyah Lin Nasyiin Jilid 5 yang berjudul “Imam Syafi’I”. Ada dua jenis idhofah yaitu idhofah Lafdziyyah dan idhofah Maknawiyyah. Adapun fungsi dari idhofah untuk menyederhanakan struktur kalimat yang panjang dan memungkinkan penyampaian pesan yang sama dengan lebih ringkas, yang bertujuan untuk menjaga kejelasan dan keefektifan kalimat. Penelitain ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan rancangan penelitian kepustakaan. Adapun hasil dari penelitian adalah idhofah yang terdapat dalam kitab Al-Arabiyyah Lin Nasyiin Jilid 5 yang berjudul “Imam Syafi’I” berjumlah 20 data yang terdiri dari dua bagian, yang pertama idhofah maknawiyyah yang terdiri atas 16 idhofah dan juga terdapat idhofah lafdziyyah yang terdiri dari 4 idhofah.
Analisis Morfologi Kata "Ar-Rahman" dalam Hadis Kasih Sayang Riwayat Imam Tirmidzi
Zainul Hasan, A. Hamdan;
Umami, Izzatul;
Hidayah, Nurul
Bashrah Vol 3 No 02 (2023): Jurnal Ilmiah Bashrah
Publisher : Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58410/bashrah.v3i02.666
Hadis menurut ulama’ hadis adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. baik itu berupa perkataan, perbuatan, sifat, dan ketetapan atau segala sesuatu yang disandarkan kepada sahabat. Morfologi merupakan bagian dari ilmu bahasa yang bertujuan untuk mempelajari seluk-beluk struktur kata dan pengaruh perubahannya terhadap golongan maupun arti kata. Proses pembentukan kata dibagi menjadi dua kategori besar, yakni morfologi infleksional dan morfologi derivasional. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam redaksi hadis keutamaan kasih sayang ini terdapat beberapa kata yang memiliki makna berkaitan dengan Al-rahman (kasih sayang), diantaranya الرَّاحِمُونَ yang bermakna ‘orang-orang yang menyayangi’, يَرْحَمُ yang bermakna ‘dia akan menyayangi’, الرَّحْمَنُ yang bermakna ‘Yang Maha Menyayangi’, ارْحَمُوا yang bermakna ‘sayangilah’, dan الرَّحِمُ yang bermakna ‘kasih sayang’, dari kelima kata tersebut terdapat dua kata yang tidak mengalami proses perubahan kata. Dua kata tersebut ialah الرَّحْمَنُ dan الرَّحِمُ.
Analisis Semantik Komponen Makna pada Syair Al-Washf Karya Imru Al-Qais
Ersa Andra, Ersa Andra Erlanda
Bashrah Vol 4 No 01 (2024): Jurnal Ilmiah Bashrah Institut Agama Islam Pemalang (INSIP)
Publisher : Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58410/jurnal ilmiah bashrah .v4i01.668
Karya sastra dapat digolongkan ke dalam dua kelompok, yaitu karya sastra imajinatif dan karya sastra nonimajinatif. Sastra imajinatif adalah sastra yang berupaya untuk menerangkan, menjelaskan, memahami, membuka pandangan baru, dan memberikan makna realitas kehidupan agar manusia lebih mengerti dan bersikap yang semestinya terhadap realitas kehidupan. Dengan kata lain, sastra imajinatif berupaya menyempurnakan realitas kehidupan walaupun sebenarnya fakta atau realitas kehidupan sehari-hari tidak begitu penting dalam sastra imajinatif. Sastra imajinatif memiliki ciri-ciri yaitu, bersifat khayalan, menggunakan bahasa konotatif dan memenuhi syarat estetika seni. Peneliti memilih untuk membahas salah satu jenis karya sastra yakni syair. Syair termasuk salah satu bentuk karya sastra yang banyak disukai karena disajikan dalam bahasa yang indah dan sifatnya yang imajinatif. Bahkan syair juga dianggap sebagai rangkaian kata-kata yang menggambarkan perasaan penulisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam syair, jika dilihat dengan menggunakan analisis semantik yang berfokus pada penganalisisan semantik komponen makna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa syair ini dapat dianalisis menggunakan kajian semantik. Syair ini menceritakan tentang kisah kerinduan hangat yang sangat mendalam.
Analisis Semantik dalam Lirik Lagu “Syubbanul Wathon” Karya K.H Abdul Wahab Chasbullah
Retnasary, Lastry;
miftakhul khoiroh;
nurulhidayah
Bashrah Vol 3 No 02 (2023): Jurnal Ilmiah Bashrah
Publisher : Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58410/bashrah.v3i02.674
Syair syubbanul wathan merupakan tolak ukur kemenangan dan saksi bisu dalam mengusir penjajahan yang dilakukan oleh Belanda dan Sekutu terhadap indonesia. Melalui syair ini seluruh elemen-elemen masyarakat baik sebagai warga muslim maupun non muslim dapat merasakan keajaiban yang terjadi dalam diri seorang pembaca syair syubbanul wathan maupun pendengarnya untuk bangkit dan melawan Imprealisme Barat. Puncaknya dalam perang yang terjadi di surabaya pada tanggal 27 Oktober - 20 November 1945 yang berkisar selama 3 minggu 3 hari mampu mengalahkan pasukan dan sekutunya serta bisa membunuh Jendral. Namun yang lebih dikenal saat ini yakni perang 10 november 1945 surabaya telah menjadi saksi atas kebangkitan dan kemenangan yang di komandoi oleh pasukan nahdlatul wathon. Butuh waktu 29 tahun syair syubbanul wathan dapat menentang dan mengusir penjajahan yang dilakukan oleh Belanda dan Inggris. Sebab dalam proses terciptanya syair syubbanul wathan dan dikemukakannya tidaklah mudah butuh proses yang panjang untuk bisa satu indonesia serentak melawan. Keywords: Syair Syubbanul Wathan, Kemenangan, Penjajah, Imprealisme Barat, Perang 10 November 1945.
Relevansi Kitab Durusulughah Al-'Arabiyyah Lighairin Nathiqina Biha Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Di Ponpes Al Ikhwan Pemalang
Mochamad Afroni
Bashrah Vol 3 No 02 (2023): Jurnal Ilmiah Bashrah
Publisher : Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58410/bashrah.v3i02.755
Kitab Durusulughah Al-'Arabiyyah Lighairin Nathiqina Biha banyak digunakan di berbagai tingkat pendidikan dalam belajar bahasa Arab, seperti halnya di Mahad Aly pondok pesantren Al Ikhwan. Hadirnya buku Durusulughah Al-'Arabiyyah Lighairin Nathiqina Biha perlu diketahui kerelevensinya dalam pembalajaran bahasa Arab. Buku ini ditulis pada tahun 1418 H atau 1997 M. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dimana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya pada proses analisis data hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kitab Durusulughah Al-'Arabiyyah Lighairin Nathiqina Biha di Pondok Pesantren Al Ikhwan Pemalang masih releven hingga saat ini. Hal ini dibuktikan bahwa kesesuaian materi, antusisas siswa dalam mengikuti pembelajran bahasa Arab di kelas dan juga dapat mencapai tujuan pembelajaran bahasa Arab. Diantara kelebihan kitab ini ditulis dengan sederhana, kata yang dipilih sesuai dengan kehdupan sehari-hari, hadirnya gambar pendukung, . materi bertingkat dari dasar ke tinggi dan terdapat latihan yang dapat digunakan evauasi pembelajaran. Faktor penghambat adalah latar belakang siswa yang berbeda, tidak adanya placement test dan perbedaan kelas sesuai kemampuannya.