cover
Contact Name
Bagus Wahyu Utomo
Contact Email
baguswahyu@itda.ac.id
Phone
+6282115042808
Journal Mail Official
jumantaraitda@gmail.com
Editorial Address
Department of Industrial Engineering Adisutjipto Institute of Aerospace Technology Jl. Majapahit, Blok-R, Lanud Adisutjipto Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa
ISSN : 29640741     EISSN : 29627079     DOI : http://dx.doi.org/10.28989/jumantara.v1i1
JUMANTARA is a journal that publishes scientific articles from the Industrial Engineering discipline. JUMANTARA is published by the Industrial Engineering Study Program of Institut Teknolgi Dirgantara Adisutjipto. JUMANTARA accepts manuscripts or articles in industrial engineering from various academics and researchers, both nationally and internationally. The articles published in JUMANTARA include the results of scientific research covering fields of study, including: Production System Work system design and ergonomics Industrial Management Supply Chain Inventory System Scheduling System Performance measurement Industrial Automation System Optimization Simulation Reliability Maintenance management Economics Engineering Manufacturing process and other relevant fields of study
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2024): Juli" : 5 Documents clear
Analisa kegagalan sistem beta pesawat Grob G 120TP-A dengan menggunakan metode Mean Time Between Failure Prakoso, Agung; Setyo, Bima Candra Gautama Adi; Dermawan, Denny; Budiono, Cyrilus Sukaca; Lukito, Indro; Kurniawan, Riski
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 3, No 2 (2024): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/jumantara.v3i2.2378

Abstract

Pesawat Grob G 120TP-A merupakan jenis pesawat latih dengan engine single turbo propeller. Dalam kinerja engine pesawat Grob G 120TP-A tersebut memiliki komponen yang dinamakan sistem beta untuk mengubah sudut riverse pada propeller dan menghasilkan gaya drag. Rata-rata kegagalan sistem beta banyak terjadi sebelum mecapai usia 3000 jam terbang. Berdasarkan hal tersebut dilakukan observasi kegagalan sistem beta pesawat Grob G 120TP-A dalam kurun waktu tahun 2016-2023, kemudian dilakukan analisis dengan Mean Time Between Failure (MTBF) dan dibandingkan dengan nilai probabilitas yang didapatkan dari pengalokasian Fault Tree Analysis (FTA). Hasil dari nilai mean time between failure paling tinggi pada sistem beta adalah terjadinya kegagalan N2 Fluctuate yang bernilai 961 cycle dan pesawat dengan nilai paling tinggi adalah pada pesawat LD 1201 dengan nilai 157 cycle, selanjutnya dibandingkan dengan probabilitas faul tree, maka kegagalan pada sistem beta dari total keseluruhan yang tidak bisa diterima hanya pada kegagalan vibration dan N2 fluctuate.
Rancangan alat penukar panas untuk produksi bioetanol berbasis ampas teh Dewi, Nazmah Sefriani; Kirana, Arif Putra
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 3, No 2 (2024): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/jumantara.v3i2.2016

Abstract

Heat exchanger adalah alat yang digunakan untuk mentransfer energi panas antar fluida yang memiliki temperatur berbeda tanpa terjadi pencampuran bahan. Dalam proses produksi bioetanol dari ampas teh, heat exchanger digunakan sebagai reboiler dan kondensor. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat penukar panas dengan tipe shell and tube untuk memproduksi bioetanol dari ampas teh. Dalam proses perancangan, digunakan standar Tubular Exchanger Manufactures Association (TEMA) untuk mendapatkan spesifikasi alat penukar panas. Fluida panas yang digunakan yaitu metanol dan fluida dinginnya yaitu air. Seluruh parameter tersebut kemudian dihitung secara manual menggunakan aplikasi Microsoft Excel untuk mengevaluasi kinerja alat penukar panas yang dirancang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rancangan alat penukar panas dengan 24 tabung memiliki nilai efektivitas sebesar 93.99% dengan faktor fengotor sebesar 0.0134 °C.m2/W. Alat penukar panas ini relatif baik untuk digunakan namun, belum memenuhi syarat standar. Untuk itu, perlu disesuaikan kembali parameter-parameter yang digunakan agar alat penukar panas dapat memenuhi standar.
Evaluasi efektivitas mesin Hammer Mill pada proses produksi SIR 20 di PT XYZ Fijra, Rafiqa; Putri, Anindita Rahmalia; Anggraeni, Fani
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 3, No 2 (2024): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/jumantara.v3i2.2287

Abstract

Komoditas karet merupakan salah satu komoditas utama di Sumatera Selatan yang mempengaruhi ekonomi Sumatera Selatan. PT.XYZ adalah perusahaan yang memproduksi karet remah SIR 20 dengan standar mutu yang harus dipenuhi. Terjadinya persaingan dan perkembangan teknologi mengharuskan perusahaan melakukan peningkatan efektivitas manufaktur. Salah satu usaha untuk mencapainya dilakukan evaluasi efektivitas pada mesin hammer mill di PT.XYZ. Evaluasi efektivitas dilakukan dengan mengukur nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang terdiri dari tiga elemen efektivitas yaitu availability, performance efficiency dan quality rate. Berdasarkan perhitungan OEE dalam bulan Juni hingga Agustus dengan hasil yang berfluktuasi, nilai terendah terjadi pada bulan Juni dengan nilai 42,52% dan nilai tertinggi pada bulan Mei dengan nilai 94,21%. Nilai rata-rata Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah 61,48% dari nilai standar OEE adalah 85% maka perusahaan tersebut belum memenuhi standar namun perusahaan dikatakan baik. Penyebab nilai OEE rendah dapat terlihat jatuhnya nilai OEE pada bulan Juni dan Juli disebabkan oleh nilai performance ratio yang juga tidak mencapai 50%. Berdasarkan analisis dengan fishbone diagram terdapat permasalahan utama yaitu kurangnya bahan baku yang diproses yang menyebabkan performance rate rendah. Sehingga analisis lain yang diperoleh agar tidak terdapat kesia-sia an kapasitas yaitu penggunaan dua mesin hammer mill dengan spesifikasi yang lebih rendah. Hal ini dapat dilakukan agar nilai OEE mesin hammer mill meningkat dan dapat menaikkan standar menjadi kelas yang lebih tinggi di kelas industri nasional.    
Analisis pengendalian kualitas produksi General Plywood di PT ABC menggunakan Six Sigma dan TRIZ Jayzyuli, Ahmad; Setiafindari, Widya
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 3, No 2 (2024): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/jumantara.v3i2.2301

Abstract

PT ABC merupakan perusahaan manufaktur pengolahan kayu lapis di kabupaten Temanggung. Permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan adalah adanya produk cacat pada hasil produksi general plywood disetiap periode produksi. Untuk mengurangi jumlah produk yang cacat maka dilakukan upaya perbaikan dengan menggunakan metode six sigma dan TRIZ untuk mengembangkan ide perbaikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai DPMO dan level sigma, mengidentifikasi jenis cacat yang terjadi, mengidentifikasi faktor penyebab cacat produk dan menentukan rencana perbaikan pada cacat produk prioritas. Hasil penelitian menunjukan, didapatkan nilai DPMO rata-rata sebesar 685,416 dan level sigma 4,741. Terdapat 23 jenis cacat produk dengan cacat delaminasi face/back paling dominan (21,84%). Setelah dilakukan identifikasi dengan fishbone dan diagram FTA, beberapa faktor yang menimbulakn terjadinya cacat produk adalah faktor manusia, material dan metode. Berdasarkan pencarian solusi menggunakan metode TRIZ didapatkan rencana perbaikan mencakup, melakukan rotasi tugas secara berkala serta mengganti penggunaan micrometer manual dengan digital, meningkatkan pengawasan pre-prosesing dengan cara melakukan sampling bahan sebelum digunakan, penyesuaian komposisi dempul dengan waktu pengeringan agar dempul kering secara maksimal dengan waktu seefisien mungkin dan terakhir menambah jumlah pengoperasian mesin kempa dingin agar standar waktu pengerjaan kempa dingin dapat dicapai.
EC 155 B1 Eurocopter: analisis reabilitas dan kekritisan mode kegagalan ATA 32 (Landing Gear) Prattiwi, Elisabeth Anna; Leanny, Shania Intan; Rahmawati, Fajar Khanif; Zalukhu, Wellman; Santoso, Djarot Wahyu
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 3, No 2 (2024): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/jumantara.v3i2.2299

Abstract

Kegiatan perawatan berupa program reliability pada pesawat udara dilakukan untuk menjaga keandalan komponen pesawat serta menjaga kondisi pesawat udara agar tetap laik terbang dan meminimalisir kegagalan yang dapat mengakibatkan penurunan performa pada keseluruhan sistem tersebut. Berdasarkan data deffect report helikopter EC 155 B1 Eurocopter, dilakukan penerapan program reliability dari tahun 2011-2023 dan ditemukan bahwasanya ada beberapa komponen yang mengalami kegagalan pada ATA Chapter 32 (Landing Gear). Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Hasil dari penelitian menunjukkan program reliability yang diterapkan memiliki faktor defiasi bernilai 3.2 dalam perhitungan dengan interval 12 bulan. Berdasarkan dari data deffect report didapatkan 5 modus kegagalan terkait ATA Chapter 32 (Landing Gear). Dari hasil analisa dengan metode FMEA dari 5 jenis permasalahan terkait ATA Chapter 32 (Landing Gear) didapatkan permasalahan pada Brake Accumulator memiliki nilai RPN paling tertinggi yaitu sebesar 36 dimana menjadi mode kegagalan dengan tingkat kegagalan yang rendah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5