cover
Contact Name
-
Contact Email
penamasjurnal@gmail.com
Phone
+6221-4800725
Journal Mail Official
penamasjurnal@gmail.com
Editorial Address
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta Jl. Rw. Kuning No.6, RT.3/RW.2, Pulo Gebang, Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13950 Telp. : +62-21-4800725 Fax. : +62-21-4800712
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Penamas
ISSN : 02157829     EISSN : 25027891     DOI : https://doi.org/10.31330.Penamas
PENAMAS (ISSN : 0215 - 7829 e-ISSN : 2502 - 7891) is a peer-reviewed journal published by Office of Religious Research and Development, Jakarta, Agency of Religious Research and Development, Education and Training, The Ministry of Religious Affairs, The Republic of Indonesia (Balai Litbang Agama Jakarta, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI). PENAMAS is the acronym of Penelitian Agama dan Masyarakat translated in English as Research on Religion and Society. The journal publishes research articles focussing on religious and social issues (isu-isu keagamaan dan sosial kemasyarakatan). From 2018 onward, the journal publishes twice a year.
Articles 363 Documents
INTERRELIGIOUS RELATION IN EDUCATIONAL INSTITUTION:: STUDY CASE IN CHRISTIAN METHODIST COLLEGE IN BANDA ACEH mumtazul fikri
Penamas Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v30i2.151

Abstract

Tulisan ini menunjukkan, bahwa penerapan syariat Islam di Aceh tetap menjamin kebebasan pendidikan bagi peserta didik lintas agama. Dengan mengambil kasus di Perguruan Kristen Methodist, penulis menemukan, bahwa komunikasi antarbudaya dan agama di Banda Aceh terjadi dalam beberapa interaksi, seperti pedagogis, budaya, dan kerja. Dengan mengamati interaksi yang terjadi di Perguruan Kristen Methodist Banda Aceh, penulis merumuskan model konstruksi harmoni dalam relasi lintas agama dengan mengikuti beberapa langkah: Pertama, saling menghormati budaya etnis lain. Kedua, saling menghindari konflik lintas agama. Ketiga, peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam melakukan dialog antarumat beragama secara berkala dan terencana. Kesimpulannya, harmonisasi tercipta dalam relasi sosial di lembaga pendidikan yang diamati karena multikulturalisme atau keragaman budaya adalah konsep klasik di Aceh. Kata Kunci: Sekolah Non-Muslim, Negosiasi Identitas, Islam-Budha, Kristen Methodist
THE DEVELOPMENT OF CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING-BASED MODULE ON THE SUBJECT OF NATURAL SCIENCES (IPA)FOR GRADE V OF PRIMARY SCHOOL arnianti arnianti; Dr.Wardani Rahayu, M,si
Penamas Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v30i2.154

Abstract

Artikel ini menggambarkan hasil pengembangan produk modul IPA berbasis Contextual Teachig and Learning (CTL) untuk siswa kelas V di SD Negeri Lenek Lauk Desa Lenek Baru. SD ini sudah teruji kelayakan dan keunggulannya untuk meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil analisis kebutuhan pembelajaran IPA di Sekolah Dasar yang kegiatan pembelajarannya berpusat pada guru. Metode penelitian menggunakan uji kelayakan oleh validator dan peserta didik. Hasil uji kelayakan validator oleh ahli media dan ahli materi menunjukkan, bahwa modul IPA berbasis CTL dinilai sangat baik dan layak diujicobakan. Hasil angket uji kelayakan peserta didik pada uji coba perorangan memperoleh skor rata-rata 90,4% (sangat baik) dan pada uji coba kelompok kecil dengan skor rata-rata78,8% (baik). Pada uji coba lapangan, sebanyak 24 orang siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Lenek Lauk dijadikan sampel penelitian. Hasil perhitungan pada uji coba lapangan, bahwa nilai rata-rata post test lebih tinggi (76,17%) dibandingkan nilai rata-rata pre test (59,91%). Artikel ini menunjukkan, bahwa modul IPA berbasis CTL yang sedang dikembangkan memberikan efek potensial terhadap hasil belajar siswa.Kata Kunci: Pengembangan, Modul, IPA, Contextual Teaching and Learning (CTL)
NILAI-NILAI ISLAM PADA BANGUNAN MASJID INDRAPURI DI KABUPATEN ACEH BESAR Saeful Bahri
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.156

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang nilai akulturasi yang terkandung dalam bangunan masjid Indrapuri, di Aceh. Masjid Indrapuri unik. Keunikan tersebut diantaranya: pertama, Masjid ini mengisyaratkan kepada kita bahwa pada masa lalu di tempat itu telah terjadi sebuah peristiwa yang monumental yaitu peralihan budaya dan ideologi lama kepada budaya dan ideologi yang baru (Hindu ke Islam), kedua, sesugguhnya studi ini adalah studi tentang fenomena keagamaan di masa lalu melalui rumah badah pada masa lalu dalam hal ini masjid. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yakni berupa tafsir tinggalan kebudayaan yang berupa arsitektur masjid. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada pihak-pihak yang terkait dengan masjid, observasi dan studi literatur untuk menggali data kesejarahan masjid. Penelitian ini menemukan bahwa masjid Indrapuri menggambarkan masjid itu dibangun dalam suasana peralihan budaya, sehingga tampilan nuansa kultur masa lalunya sangat dominan, meskipun dalam beberapa hal menampilkan ketegasan dan kejelasan yang tidak kompromistis. Kata kunci: Masjid kuno, Masjid Indrapuri, sejarah Aceh, akulturasi budaya.
INTEGRASI MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH KE SEKOLAH DI KOTA CIREBON Abdul Basid
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.162

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian tentang Integrasi Madrasah Diniyah ke Sekolah di Kota Cirebon. Terdapat kekhawatiran dari masyarakat dengan diberlakukannya sekolah lima hari dapat memberangus eksistensi madrasah diniyah takmiliyah yang telah lama berkembang dan memberikan kontribusi dalam penanaman nilai-nilai keagamaan bagi peserta didik. Tulisan ini memaparkan tentang potensi dilakukan pembelajaran madrasah diniyah yang terpadu dengan kurikulum sekolah, atau penulis namakan dengan mensekolahkan madrasah diniyah takmiliyah. Dengan mensekolahkan madrasah diniyah takmiliyah, maka penjadwalan di sekolah akan linier dengan pembelajaran diniyah takmiliyah, seluruh peserta didik dapat terlayani, sarana dan prasarana lebih representatif, dan biaya operasional serta pengelolaan dan pengawasan akan lebih baik. kata kunci: Sekolah dan Madrasah Diniyah Takmiliyah
THE POTRAIT OF MULTICULTURAL MADRASAH COUNSELLOR AND TRAINING FOR COUNSELOR COMPETENCY agus akhmadi
Penamas Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v30i2.171

Abstract

Artikel ini mengungkap kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan multibudaya konselor MTs dan MA dan pelatihan kompetensi konselor, dengan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah konselor MTs dan MA alumni Diklat Guru Bimbingan dan Konseling pada Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Pengumpulan data menggunakan angket untuk mengungkap persepsi konselor. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa 26% konselor memiliki persepsi multibudaya tinggi, 60% sedang, dan 14% rendah. Temuan penelitian menunjukkan, bahwa kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan tentang keragaman budaya di antara konselor masih berada di level sedang. Untuk itu, perlu desain model, kurikulum, dan strategi pelatihan berdasarkan analisis kebutuhan bagi konselor madrasah. Kesimpulannya, keragaman budaya adalah kehendak Allah agar manusia saling mengenal (ta’?raf?). Dalam layanan konseling multibudaya, setiap konseli memiliki keragaman budaya, sehingga perlu konseling yang empati terhadap perbedaan dan keragaman budaya. Konselor perlu memiliki kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan multibudaya agar layanan konseling efektif dan efisien. Kata Kunci: Konseling Multibudaya, Konselor, Madrasah, Pelatihan
FIQH RESEARCH:: A MODEL OF ISLAMIC LAW RESEARCH sakirman sakirman
Penamas Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v30i2.173

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang penelitian fiqih sebagai contoh peran penelitian hukum Islam yang didasari atas wacana munculnya u??l fiqh sebagai metode ijtihad mempunyai peran yang cukup signifikan dalam penelitian dan pengembangan hukum Islam. Sebagai metodologi, u??l fiqh mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan zaman. Bahkan, u??l fiqh mempunyai karakteristik yang berbeda antar-mazhab. Kajian ini memaparkan peran u??l fiqh dalam penemuan dan pembentukan hukum Islam. Melalui tulisan ini dipaparkan mulai dari definisi, sejarah perkembangan, objek kajian dan sekilas tentang aliran u??l fiqh. Selain itu, penelitian ini juga memaparkan tentang model dan tipologi penelitian u??l fiqh. Pendekatan yang digunakan dalam pembahasan penelitian ini adalah pendekatan historis, dengan memaparkan perkembangan u??l fiqh berdasarkan kurun waktu. Berdasarkan kajian ini dapat diketahui bahwa sebagai metode penemuan hukum, u??l fiqh merupakan bagian dari metode penelitian hukum Islam secara umum. Penelitian hukum Islam secara keseluruhan dibedakan ke dalam dua bidang besar, yaitu penelitian hukum Islam deskriptif dan penelitian hukum Islam preskriptif. Penelitian hukum Islam deskriptif meneropong hukum Islam sebagai suatu fenomena sosial yang berinteraksi dengan gejala-gejala sosial.Kata Kunci: U??l fiqh, metodologi, hukum Islam, penelitian hukum
INTERRELIGIOUS HARMONY IN SURAKARTA CITY:: CASE STUDY OF RELATION BETWEEN AL FURQON MOSQUE AND CURCH OF BETHEL INJIL SEPENUH “NAFIRI SION” IN KARANGTURI, PAJANG DISTRICT Lilam Kadarin Nuriyanto
Penamas Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v30i2.174

Abstract

Tulisan ini membahas seputar hubungan antara masjid dan gereja yang berdekatan letaknya dalam mewujudkan kerukunan antarumat beragama di Kota Surakarta, dan untuk menemukan faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Sasaran penelitian ini adalah pengurus tempat ibadah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus kampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan pendekatan ini, artikel ini mendeskripsikan sebuah fenomena secara menyeluruh, mendalam, dan analitis mengenai konsep kerukunan yang telah lama dibangun oleh masyarakat pada kedua tempat ibadah tersebut. Studi ini menemukan, bahwa pengelolaan Masjid Al Furqon dan Gereja Bethel Injil Sepenuh Nafiri Sion Karangturi, Kota Surakarta menggunakan pendekatan interaksi sosial asosiatif, sehingga dapat terbangun kerukunan.Kata Kunci: Kerukunan, Muslim, Kristen, rumah ibadah
PROBLEMATIKA INTEGRASI KOMPETENSI SPIRITUAL DALAM PEMBELAJARAN IPA (STUDI PEMBELAJARAN IPA MADRASAH ALIYAH DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN JOMBANG JAWA TIMUR): Problematika Integrasi Moh Sodiq
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.178

Abstract

Abstrak: Ajaran Islam membimbing umat manusia agar sukses dunia dan selamat di akhirat, seimbang antara keduanya. Karenanya, dibutuhkan pembekalan integratif agar peserta didik menguasai ilmu keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan kendala integrasi kompetensi spiritual dalam pembelajaran IPA yang dihadapi guru IPA di lingkungan Madrasah Aliyah. Penelitian difokuskan pada upaya integrasi ayat-ayat Kauniyah ke dalam mata pelajaran IPA (Biologi, Fisika dan Kimia) di Madrasah Aliyah di lingkungan Pondok Pesantren-Jombang-Jawa Timur. Penelitian dilakukan untuk menjawab permasalahan: Problematika apa yang dihadapi Madrasah Aliyah di lingkungan Pondok Pesantren dalam melaksanakan integrasi kompetensi spiritual dalam pembelajaran IPA? Serta bagaimana pola integrasi kompetensi spiritual dilakukan oleh guru dalam pembelajaran IPA di Madrasah Aliyah?. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunujukan bahwa dalam pemahaman ayat-ayat kauniyah dan IPA saling membutuhkan, sehingga perlu dilakukan sintesis simbiotik. Di sisi lain terdapat kendala yang dihadapi guru dan Madrasah Aliyah, berupa kompetensi guru, sistem regulasi, metodologi pembelajaran, dan bahan ajar yang tersedia. Kata Kunci: Integrasi, Kompetensi Spiritual, Pembelajaran IPA Abstract: Islamic teachings guide mankind to the success of the world and salvation in the afterlife, in a balance. Therefore, it requires the students to have an integrative debriefing to master both. This study aims to determine the patterns and constraints of the integration of spiritual competence to the teaching and learning of science subjects in the Madrasah Aliyah. The research focused on the integration of Kauniyah passages into science subjects (Biology, Physics and Chemistry) at Madrasah Aliyah in Pondok Pesantren -Jombang-East Java. This research questions are; first, what are the problems of Madrasah Aliyah in Pondok Pesantren in integrating spiritual competence and since subjects? Second, how is the integration format of spiritual competence and science subject at Madrasah Madrasah Aliyah?. The research was conducted with a qualitative descriptive approach, in which the data were collected through in-depth interview, questionnaires, observation, and documentations method. The research shows thatthe two, the Kauniyah passages and Natural Science are understood as a mutual need, or a symbiotic synthesis. There are constraints faced by teachers and educational institutions, in integrating both. These constraints come fromthe teacher competence, the regulation system, the learning methodology, and the available teaching materials. Keywords: Integration, Spiritual Competence, Science Lesson
PELAKSANAAN URUSAN PEMERINTAHAN UMUM DALAM MEMBINA KERUKUNAN BERAGAMA OLEH PEMERINTAH KOTA BANDUNG Novie Indrawati Sagita
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.180

Abstract

Abstract Under Law No. 23 of 2014, mentioned that one of the government's business is general government affairs. The general government affairs is the authority of the president that organized by the head of the region as a leader of administrative work areas. One of the general government affairs is fostering inter-ethnic harmony, inter-religious, racial and other groups in order to achieve security and stability of local, regional, and national levels. Since the 2014 presidential elections, many dissatisfied group trying to disrupt the stability of the national government. They blew the issues of intolerance of religious differences, including in the city of Bandung. At the end of 2016, a Moslem organization intimidate Christians worship activities at Sabuga, Bandung. And then, there was an incident that organization known hacking attack against members of the FPI. Issues of religious difference that spread in the community and intolerant actions can potentially bring social conflict and disintegration. This study used a qualitative method. The analysis is done by integrating the primary data obtained by observation and interview, mass media, expert opinions, and other sources of relevant literature. Research results indicate that the Government of Bandung City quickly enough in addressing the issue of religious intolerance. The coordination and synergy among regional leaders who joined in ‘Forkopimda’ both in the city level and district level is very good to anticipate and prevent the symptoms of social conflict. Therefore, it is necessary for the effective working program of ‘Forkopimda’ by forming a task force. The task force is constantly monitoring the situation, security and social order, so when it is known there will be a plan of action that has potential of social conflict, the local government can overcome early on.
THE RELATIONSHIP OF THE JABARIYAH TEOLOGICAL PRACTICE WITH POVERTY OF THE FISHERMEN IN KUALA LANGSA ACEH ISMAIL FAHMI Arrauf Nasution
Penamas Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v30i2.182

Abstract

Artikel ini menggambarkan hubungan antara praktik teologi Jabariyah dan relevansinya dengan kemiskinan di Kuala Langsa, Aceh. Dalam ajaran Islam teologi merupakan sisi fundamental dalam beragama. Aplikasi beragama dalam dimensi empirik merupakan manifestasi dari pemahaman manusia terhadap kehendak Tuhan. Di dalam Islam, manusia dituntut untuk aktif mengembangkan potensi diri serta berupaya mengubah nasib. Namun faktanya, nelayan Kuala Langsa yang menjalankan agama berada di garis kemiskinan. Untuk itu, artikel ini mencari hubungan antara konsep teologi Jabariyah dengan tingkat kemiskinan di Kuala Langsa. Penelitian menggunakan pendekatan fungsional dalam melihat gejala beragama masyarkat. Peneliti mengobservasi keseharian praktik ekonomi dan beragama nelayan Kuala Langsa. Selain itu, peneliti mewawancarai juga nelayan Kuala Langsa untuk mengetahui tingkat pemahaman teologi. Hasilnya didapatkan hubungan antara pemahaman Jabariyah nelayan Kuala Langsa dengan kemiskinan di Kuala Langsa. Terdapat pemahaman fatalistik yang kuat pada nelayan Kuala langsa dalam memahami konsep takdir dan kemampuan manusia dalam berusaha. Kata Kunci: Teologi, Jabariyah, Kemiskinan, Aceh

Page 10 of 37 | Total Record : 363


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 38 No 2 (2025): Volume 38, Issue 2, July-December 2025 Vol 38 No 1 (2025): Volume 38, Issue 1, January-June 2025 Vol 37 No 2 (2024): Volume 37, Issue 2, July-December 2024 Vol 37 No 1 (2024): Volume 37, Issue 1, January-June 2024 Vol 36 No 2 (2023): Volume 36, Issue 2, July-December 2023 Vol 36 No 1 (2023): Volume 36, Issue 1, January-June 2023 Vol 35 No 2 (2022): Volume 35, Issue 2, July-December 2022 Vol 35 No 1 (2022): Volume 35, Issue 1, January-June 2022 Vol 34 No 2 (2021): Volume 34, Nomor 2, Juli-Desember 2021 Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021 Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020 Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020 Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019 Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019 Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018 Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018 Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017 Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017 Vol 30 No 1 (2017): Volume 30, Nomor 1, April-Juni 2017 Vol 29 No 3 (2016): Volume 29, Nomor 3, Oktober-Desember 2016 Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016 Vol 29 No 1 (2016): Volume 29, Nomor 1, April-Juni 2016 Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015 Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015 Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015 Vol 27 No 3 (2014): Volume 27, Nomor 3, Oktober-Desember 2014 Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014 Vol 27 No 1 (2014): Volume 27, Nomor 1, April-Juni 2014 More Issue