cover
Contact Name
-
Contact Email
penamasjurnal@gmail.com
Phone
+6221-4800725
Journal Mail Official
penamasjurnal@gmail.com
Editorial Address
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta Jl. Rw. Kuning No.6, RT.3/RW.2, Pulo Gebang, Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13950 Telp. : +62-21-4800725 Fax. : +62-21-4800712
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Penamas
ISSN : 02157829     EISSN : 25027891     DOI : https://doi.org/10.31330.Penamas
PENAMAS (ISSN : 0215 - 7829 e-ISSN : 2502 - 7891) is a peer-reviewed journal published by Office of Religious Research and Development, Jakarta, Agency of Religious Research and Development, Education and Training, The Ministry of Religious Affairs, The Republic of Indonesia (Balai Litbang Agama Jakarta, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI). PENAMAS is the acronym of Penelitian Agama dan Masyarakat translated in English as Research on Religion and Society. The journal publishes research articles focussing on religious and social issues (isu-isu keagamaan dan sosial kemasyarakatan). From 2018 onward, the journal publishes twice a year.
Articles 363 Documents
NAHDLATUL ULAMA AND INTER-RELIGIOUS INTERACTION IN GORONTALO CITY Muhammad Dahlan
Penamas Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v30i3.185

Abstract

Tulisan ini fokus pada hasil penelitian tentang NU di Kota Gorontalo, dengan alasan bahwa NU di kota ini merupakan kelompok mayoritas dan dibutuhkan untuk membantu pemerintah dalam membangun harmoni internal umat beragama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) NU secara struktural mengalami kendala. Roda organisasi tidak berjalan sesuai dengan mekanisme keorganisasian yang baik; 2) NU lebih dipahami sebagai simbol identitas kelompok Aswaja yang moderat; 3) relasi NU dan Muhammadiyah pada tahun 1960-1990-an berjalan alot dan tegang; 4) Kehadiran kelompok Salafi dan Syiah menjadi pemicu baru konflik internal umat beragama. Hal ini membutuhkan peran aktif dari NU sebagai organisasi yang mengusung moderatisme. Kata Kunci: Nahdlatul Ulama, Kelompok Keagamaan, moderat, konflik internal
THE MEANING OF FASTING AS THERAPEUTIC COMMUNICATION OF ISLAM IN THE DEVELOPMENT OF PHYSICAL AND MENTAL HEALTH Ditha Prasanti
Penamas Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v30i3.187

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang komunikasi terapeutik Islam yang terkandung dalam ibadah puasa. Ilmu kedokteran sekalipun, juga menganjurkan puasa sebagai metode penyembuhan. Oleh karena itu, penulis ingin mengetahui tentang makna puasa sebagai komunikasi terapeutik Islam bagi pengembangan kesehatan fisik dan mental. Penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan ini menunjukkan makna puasa sebagai komunikasi terapeutik Islam dalam pengembangan kesehatan fisik dan mental. Jika dikaji dari unsur komunikasi terapeutik Islam yang meliputi komunikator, pesan, media, komunikan, dan efek, ada unsur pesan dan efek yang menjadi temuan baru dalam penelitian ini bahwa ibadah puasa menjadi medium untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.; memberikan ketenangan jiwa (mental) dan membersihkan diri dari penyakit hati yang menyebabkan timbulnya penyakit medis akibat dari beban pikiran dan stres; membiasakan diri dalam mengatur pola makan yang sehat dan tidak berlebihan, sehingga menunjang kesehatan fisik; serta menjadi kontrol diri dalam menahan emosi dan menanamkan kesabaran, karena mereka merasa ada yang kurang, jika mereka melewatkannya. Kata Kunci: Makna puasa, komunikasi terapeutik, Islam, kesehatan
INTRODUCING LOCAL GENIUS-BASED HARMONY EDUCATION (PIIL PESENGGIRI) AMONG THE INDIGENOUS PEOPLE OF LAMPUNG Ahmad Muzakki
Penamas Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v30i3.188

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang memperkenalkan kembali pendidikan harmoni berbasis local genius pada masyarakat adat Lampung. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai luhur pada local genius masyarakat adat Lampung perihal aktivitas kehidupan yang harmonis dan damai di tengah masyarakat multikultural. Fokus kajian adalah falsafah hidup dalam tradisi Piil Pesenggiri. Sebagai “tuan rumah” budaya, Piil Pesenggiri dengan pilarpilarnya, yaitu: Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, Sakai Sambaiyan, dan Juluk Adok menjadi spirit dan sumber jati diri, martabat, dan keluhuran sikap masyarakat adat Lampung. Data dalam penelitian ini terkumpul melalui wawancara, observasi, dan telaah teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Piil Pesenggiri dapat berperan sebagai penggerak dalam mengembangkan kesadaran arti pentingnya hidup berkelompok dan mendorong kerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai dan falsafah hidup yang terkandung dalam Piil Pesenggiri Ulun Lampung merupakan local genius yang dapat dijadikan media pendidikan harmoni yang bersifat kohesif sebagai elemen perekat masyarakat lintas agama, lintas warga, dan kepercayaan. Kata Kunci: Ulun Lampung, Piil Pesenggiri, local genius, dan masyarakat
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN FULL DAY SCHOOL PADA MADRASAH DAN SEKOLAH DI KOTA PALU Muhammad Rais
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas sosial yang saat ini cukup menyita perhatian publik, bahkan polemik yang berkepanjangan terkait kebijakan ini menggiring publik dalam pusaran keterbelahan sosial, antara yang menolak dan yang menerima, berkenaan dengan kebijakan lima hari sekolah (LHS) atau fullday school yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan memanfaatkan pendekatan eksploratif, melalui penelitian kualitatif ini, data dan informasi dikumpulkan dengan menggunakan beberapa teknik, diantaranya wawancara mendalam, dan observasi dan studi dokumen yang dimiliki oleh para informan kunci, meliputi: Kepala Sekolah/madrasa, pengawas, guru, dan orang tua siswa. Melalui penelitian ini, ditemukan beberapa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri, Sekolah Menengah Atas Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri yang secara progresif telah menerapkan kebijakan fullday school ini. Namun, sayangnya, ketidakpastian telah menghadang proses penerapan ini, baik ketidakpastian dari sisi landasan hukumnya, ketidakjelasan arah dan tujuan yang ingin dicapai, kesiapan guru, kurikulum, dan perangka pembelajaran, serta minimnya dukungan dari sisi infrastruktur dan fasilitas pendidikan lainnya. Dan, yang paling krusial adalah terbelahnya publik di Kota Palu, baik diinternal sekolah maupun di masyarakat secara makro, antara yang merespon dengan positif maupun yang merespon secara negative kebijakan lima hari sekolah ini, yang ditengarai oleh masyarakat sebagai dampak dari ketidakmatangan proses penyusunan kebijakan yang cenderung sangat elitis dan bias masyarakat urban ini.
PELAYANAN KEMENTERIAN AGAMA TERHADAP UMAT MINORITAS DI KOTA PALU Sitti Arafah
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.191

Abstract

Penelitian ini akan mendiskripsikan terkait Pelayanan Kementerian Agama terhadap umat minoritas di kota Palu, meliputi pelayanan pendirian rumah ibadat dan pelayanan pendidikan keagamaan. Penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelayanan Kementerian Agama dilakukan berdasarkan tipologi dan struktur yang ada, sehingga pelayanan masih dilakukan pada tingkat kanwil dan tingkat Kemenag Kota. Pelayanan yang diberikan dinilai belum maksimal, namun berupaya memberikan pelayanan secara proporsional berdasarkan kebutuhan dan jumlah umat. Pelayanan dalam pendirian rumah ibadat belum tampak persoalan yang sangat serius dalam pemberian izin mendirikan rumah ibadat, dan secara materi bantuan untuk rumah ibadat sangat minim dan terbatas, demikian hal pada pelayanan pendidikan keagamaan masih sangat jauh dari pelayanan masksimal, utamanya pemenuhan guru-guru pada satuan pendidikan umum.
MAKNA SIMBOLIK SEBUTAN “AANG/AAH” DI KALANGAN UMAT ISLAM KECAMATAN GEKBRONG, CIANJUR (SUATU TELAAH PERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK) Wiwin Zein
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.196

Abstract

The purpose of this study was to determine the symbolic meaning of name "Aang /Aah" among Muslims in Gekbrong subdistrict, Cianjur district, West Java Province. The results of study showed that the symbolic meaning of name "Aang/Aah", for Muslims in Gekbrong subdistricts have symbolic meanings that subjectively, depending on to whom the name was attached. But the symbolic meaning of name "Aang/Aah" have general meaning, idest represents figure or people who own/control of broad and deep religious knowledge, charismatic (authoritative), influential, pious, and had a high position/noble. The symbolic meaning of name "Aang/Aah" that are general was permanently, to anyone that name was attached, it will has similar meaning. Keywords : symbolic, interactionism, Gekbrong, Aang, Aah.
EVALUATING THE IMPACT OF YOUTH MADRASAH TEACHERS PROGRAM ON MADRASAH PERFORMANCE Yasri Yasri Yasri
Penamas Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v30i3.201

Abstract

Artikel ini mempresentasikan hasil evaluasi tentang dampak program pelatihan Teknis Fungsional Guru Muda Madrasah Terhadap Kinerja Alumni dan Madrasah. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan secara rutin melaksanakan pendidikan dan pelatihan teknis Guru Muda Madrasah. Namun belum ada kajian tentang dampaknya terhadap alumninya dan madrasah. Penelitian ini menggunakan model Kirkpatrick Level Result yang dimodifikasi dan menggunakan metode gabungan (mixed method), yaitu metode studi kasus dan survei. Penelitian ini dilakukan di 58 Madrasah dengan 518 responden yang terdiri dari: alumni peserta pelatihan, teman sejawat alumni, dan Kepala Madrasah.Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara angket dengan skala Likert, observasi, dan wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan teknik kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alumni pendidikan dan pelatihan mampu menyusun perangkat pembelajaran dengan lengkap sesuai regulasi yang berlaku, melaksanakan proses pembelajaran sesuai standar dan menyusun serta melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik, menjamin kualitas perencanaan, menyelesaikan pekerjaan rutin, memecahkan masalah, meningkatkan hubungan kerja dan kerjasama, mengimplementasi hasil Diklat, menerima dan memberi saran, sehingga Pendidikan dan Pelatihan Teknis Guru Muda Madrasah berdampak signifikan terhadap kinerja alumni dan kinerja madrasah. Kata Kunci: Evaluasi dampak, program Diklat, kinerja alumni, dan kinerja madrasah
DIALOG KELEMBAGAAN ANTAR AGAMA: STRATEGI PENINGKATAN HARMONI ANTAR UMAT BERAGAMA Saifudin Asrori
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.207

Abstract

Hubungan antar umat beragama di Indonesia selalu menunjukkan hubungan yang dinamis. Kadang hubungan tersebut berbentuk kerja sama dan tidak jarang pula berbentuk konflik. Dinamika hubungan antara umat beragama sejak pemerintahan orde lama, orde baru dan era demokratisasi Indonesia. Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam membangun kerukunan antar umat beragama melalui berbagai model dialog, yaitu; dialog kelembagaan, dialog teologi dan dialog kehidupan. Model dialog kelembagaan, seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (KUB), memiliki kelebihan dibandingkan model dialog lainnya, keanggotan dalam KUB merupakan representasi majelis-majelis agama (MUI, PGI, KAJ, PHDI, Walubi dan Matakin), pemimpin keagamaan dalam komunitasnya. Artikel ini menganalisis model dialog kelembagaan dengan menggunakan pendekatan modal sosial yang menjembatani (bridging social capital) yang dapat melahirkan norma kepercayaan bersama dan dapat mendorong terciptanya keuntungan social dan efisiensi. Beberapa simpulan artikel ini adalah KUB dalam menjalankan perannya berlandaskan pada nilai-nilai agama bagi terciptanya hubungan antarumat beragama yang bersifat dialogis. Setiap organisasi keagamaan secara sendiri-sendiri telah memainkan peran yang signifikan dalam mensukseskan agenda-agenda pembangunan dan juga mampu mengambil peran konsultasi dan komuniskasi antar umat beragama dan pemerintah.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN PROFESIONAL GURU (PPG) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA jejen musfah inning
Penamas Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this article is twofold: 1) to analyze the implementation of the Professional Teacher Education (PPG) Program for Islamic Religious Education Teachers at the Faculty of Tarbiyah and Education Sciences (FITK) of the State Islamic University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, and 2) to analyze the teaching competence of PPG lecturers. This study used a qualitative approach and the data collection was done by using participatory observation, interview, and documentation. While data analysis used is the flow model of analysis, consisting of data reduction, data presentation, and conclusion. This study shows that not all PPG lecturers were good at teaching ability. Teaching methods are monotonous and not compliant with the character of students. The implementation of the PPG FITK has been running well, but there are some things that need to be improved such as the placement of teachers at all levels at MI, MTs, and MA, the communication between students and teachers, tutors, lecturers, and mentors, teaching courses seem still theoretical, and observation at the madrasah is unnecessary. Besides, there are other problems associated with the effectiveness of PPG as follows: the distance of participant's houses, teachers are still on duty at the school, so it distracted their focus, educational background that is not relevant to the PPG, and scholarships are often paid late. Keywords: Professional Teacher Education (PPG), Islamic Religious Education,UIN Syarif Hidayatullah
SOCIAL TRANSFORMATION OF MADRASAH IBTIDAIYAH AS TRENDSETTER MADRASAH IN PEKALONGAN Dwi Istiyani; Sopiah Sopiah; Musfirotun Yusuf; Ahmad Baihaki
Penamas Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v30i3.211

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan sistem Madrasah Ibtidaiyah di Pekalongan menuju proses transformasi sosial, upaya analisis strategi Madrasah Ibtidaiyah dalam melakukan transformasi sosial dalam rangka menjadi madrasah trendsetter. Madrasah telah mengalami transformasi dalam sistem pendidikan nasional, madrasah tidak lagi dianggap sebagai pelengkap sistem pendidikan nasional, melainkan sebagai bagian integral dari Sisdiknas. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini berhasil menemukan 2 (dua) hal, yaitu: (1) Sistem Madrasah Ibtidaiyah menuju proses transformasi sosial, meliputi: sistem perumusan visi dan misi, penentuan standar pendidik, sistem rekrutmen peserta didik, sistem penentuan materi kurikulum, penentuan metode pembelajaran, sistem evaluasi, sistem bina lingkungan, sistem kepemimpinan dan pengambilan keputusan, pengelolaan risiko madrasah, dan sistem organisasi model datar. (2) Strategi transformasi sosial yang dilakukan untuk menjadi madrasah trendsetter dilakukan dengan strategi pencapaian visi dan misi madrasah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas peserta didik, peningkatan kualitas materi, peningkatan kualitas metode pembelajaran, peningkatan strategi evaluasi dan peningkatan bina lingkungan. Kata Kunci: Transformasi, sosial, Madrasah Ibtidaiyah, strategi, trendsetter

Page 11 of 37 | Total Record : 363


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 38 No 2 (2025): Volume 38, Issue 2, July-December 2025 Vol 38 No 1 (2025): Volume 38, Issue 1, January-June 2025 Vol 37 No 2 (2024): Volume 37, Issue 2, July-December 2024 Vol 37 No 1 (2024): Volume 37, Issue 1, January-June 2024 Vol 36 No 2 (2023): Volume 36, Issue 2, July-December 2023 Vol 36 No 1 (2023): Volume 36, Issue 1, January-June 2023 Vol 35 No 2 (2022): Volume 35, Issue 2, July-December 2022 Vol 35 No 1 (2022): Volume 35, Issue 1, January-June 2022 Vol 34 No 2 (2021): Volume 34, Nomor 2, Juli-Desember 2021 Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021 Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020 Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020 Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019 Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019 Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018 Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018 Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017 Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017 Vol 30 No 1 (2017): Volume 30, Nomor 1, April-Juni 2017 Vol 29 No 3 (2016): Volume 29, Nomor 3, Oktober-Desember 2016 Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016 Vol 29 No 1 (2016): Volume 29, Nomor 1, April-Juni 2016 Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015 Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015 Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015 Vol 27 No 3 (2014): Volume 27, Nomor 3, Oktober-Desember 2014 Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014 Vol 27 No 1 (2014): Volume 27, Nomor 1, April-Juni 2014 More Issue