cover
Contact Name
-
Contact Email
penamasjurnal@gmail.com
Phone
+6221-4800725
Journal Mail Official
penamasjurnal@gmail.com
Editorial Address
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta Jl. Rw. Kuning No.6, RT.3/RW.2, Pulo Gebang, Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13950 Telp. : +62-21-4800725 Fax. : +62-21-4800712
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Penamas
ISSN : 02157829     EISSN : 25027891     DOI : https://doi.org/10.31330.Penamas
PENAMAS (ISSN : 0215 - 7829 e-ISSN : 2502 - 7891) is a peer-reviewed journal published by Office of Religious Research and Development, Jakarta, Agency of Religious Research and Development, Education and Training, The Ministry of Religious Affairs, The Republic of Indonesia (Balai Litbang Agama Jakarta, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI). PENAMAS is the acronym of Penelitian Agama dan Masyarakat translated in English as Research on Religion and Society. The journal publishes research articles focussing on religious and social issues (isu-isu keagamaan dan sosial kemasyarakatan). From 2018 onward, the journal publishes twice a year.
Articles 363 Documents
PEMBENTUKAN PERILAKU KEAGAMAAN MELALUI ORGANISASI ROHIS DI SMAN 1 SLEMAN YOGJAKARTA mulyani mudis taruna
Penamas Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i2.224

Abstract

Judul penelitian kolaboratif berjudul “Pembentukan Perilaku Keagamaan Pesertadidik melalui Organisasi Rohis” (Studi Sikap Pesertadidik terhadap Negara, Agama, dan Etnik Pada SMA Negeri 1 Sleman D.I.Yogjakarta). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan, wawancara, studi dokumen, kuesioner, dan snowball sampling. Teknik analisis menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Hubberman, yaitu analisis interaksi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut; 1) model Pembentukan perilaku keagamaan dilakukan oleh guru agama di sekolah, Pembina Rohis, dan Pendamping / pembimbing Rohis dengan metode ceramah dan diskusi sebatas tanya jawab, 2) orientasi politik pengurus Rohis bukan menjadi bagian dari program dan cenderung dihindari, 3) perspektif pengurus dan anggota Rohis SMAN 1 Sleman terhadap ideologi negara Indonesia Pancasila adalah setuju karena didalamnya terkandung juga sila Ketuhanan Yang Maha Esa, 4) sikap Pengurus dan anggota Rohis terhadap adanya perbedaan dalam keyakinan beragama adalah saling menghormati. Hal ini juga tidak berbeda sikapnya terhadap adanya perbedaan etnik, yaitu saling menghormati, dan tidak terdapat faktor yang mempengaruhi sikap Politik, sedangkan toleransi beragama cukup kuat, hal ini ditunjukan dengan adanya program Al Kautsar Charity dengan penekanan pada kegiatan sosial sehingga memandang orang lain bukan dari agamanya. Adapun bacaan dan interaksi yang dilakukan melalui majalah, sosial media, dan buletin serta group-group dalam WA maupun blog dan instagram meskipun tidak secara khusus berkaitan dengan Islam eksklusif, melainkan lebih terbuka, 5) Kurang diwadahinya keinginan pengurus dan anggota Rohis untuk memperoleh “pencerahan” dari mentor luar, maka terdapat pengurus / anggota Rohis mencari sendiri tempat untuk memperoleh kepuasan pencerahan tersebut. Oleh karena itu, sekolah perlu memberikan keleluasan pengurus Rohis untuk memperoleh mentor dari luar terutama alumninya sehingga masih dapat dikontrol atau Kementerian Agama Kab. Sleman perlu membentuk wadah organisasi Rohis tingkat Kabupaten, sehingga aktifitas pengurus Rohis dan anggotanya dapat tersalurkan, dan 6) adanya isu guru yang tidak menghormat bendera saat upacara bendera akan mempengaruhi sikap peserta didik. Oleh karena itu, sekolah perlu terus membangkitkan semangat nasionalisme dengan memanfaatkan momen upacara bendera setiap hari senin.
THE RELATIONSHIP OF THE JABARIYAH TEOLOGICAL PRACTICE WITH POVERTY OF THE FISHERMEN IN KUALA LANGSA ACEH ISMAIL FAHMI Arrauf Nasution
Penamas Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v30i3.229

Abstract

Artikel ini menggambarkan hubungan antara praktik teologi Jabariyah dan relevansinya dengan kemiskinan di Kuala Langsa, Aceh. Dalam ajaran Islam teologi merupakan sisi fundamental dalam beragama. Aplikasi beragama dalam dimensi empirik merupakan manifestasi dari pemahaman manusia terhadap kehendak Tuhan. Di dalam Islam, manusia dituntut untuk aktif mengembangkan potensi diri serta berupaya mengubah nasib. Namun faktanya, nelayan Kuala Langsa yang menjalankan agama berada di garis kemiskinan. Untuk itu, artikel ini mencari hubungan antara konsep teologi Jabariyah dengan tingkat kemiskinan di Kuala Langsa. Penelitian menggunakan pendekatan fungsional dalam melihat gejala beragama masyarkat. Peneliti mengobservasi keseharian praktik ekonomi dan beragama nelayan Kuala Langsa. Selain itu, peneliti mewawancarai juga nelayan Kuala Langsa untuk mengetahui tingkat pemahaman teologi. Hasilnya didapatkan hubungan antara pemahaman Jabariyah nelayan Kuala Langsa dengan kemiskinan di Kuala Langsa. Terdapat pemahaman fatalistik yang kuat pada nelayan Kuala langsa dalam memahami konsep takdir dan kemampuan manusia dalam berusaha. Kata Kunci: Teologi, Jabariyah, Kemiskinan, Aceh
SURAKARTA BERGERAK (REKONSTRUKSI SEJARAH PERGERAKAN DI SURAKARTA AWAL ABAD KE-20) syamsul Bakri
Penamas Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i2.231

Abstract

ABSTRACT This research is the result of a historical research, which aims to reconstruct the emergence and growth of movement in Surakarta in colonial period. This study answers the questions of dynamics and movement in Surakarta, which include: (1) background factors of the dynamics and movement in Surakarta in colonial period, and (2) the form of dynamics and movement. The method used in this study is historical method, which consists of four stages, namely heuristic, source criticism, interpretation, and historiography. The historical paradigm used is that of John Tosh, i.e. to reconstruct history by understanding the social background and circumstances that cause the development of an event, and the direction of its changes. As for the reconstruction of the past, this study uses the model of the central circle. In this model, it is assumed that the incident at the center of the circle will have consequences in the vicinity. In turn, the center of the circle and the surrounding areas will lead to a new center around which will also result in new symptoms. The theory used is the theory of conflict, social movements, and resistance ideology. The use of the social theories is important for the study of history to expand in space (synchronous), in addition to remaining in the basic ground pattern of history that extends in time (diachronic). This study found historical facts that, in a piece of history of the movement in Indonesia, there are various factors and form of the dynamics of movement in Surakarta at colonial period. Dynamics and movement in Surakarta motivated by external factors (pressure from Western imperialism) and internal one (increasing struggle of indigenous organizations and modern media). The form of dynamics and movement in Surakarta are central circular, complex and interrelated in various fields, namely social and cultural sectors, agrarian, economic, political and religion. The results of this research have contributed knowledge to the discipline of history, especially in the exposure and reconstruction of a history fragment of the dynamics and movement of natives (indigenous people) in the revolt imperialism. In addition, the role of religion movement in forming a moving situation is found in this study. It indicates that this research can also contribute to the discipline of History of Islamic Culture.
PENDIDIKAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA: PEMENUHAN HAK SISWA PENGHAYAT DI SEKOLAH Zakiyah Zakiyah
Penamas Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i2.232

Abstract

Artikel ini membahas masalah Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di sekolah bagi siswa siswi penghayat Kepercayaan. Tema ini penting untuk dikaji karena masih banyak sekolah yang belum memberikan mata pelajaran “Pendidikan Kepercayaan” karena berbagai alasan seperti belum adanya perangkat pendukungnya dan adanya pandangan pendidikan Kepercayaan ini bukan merupakan “Pendidikan Agama” sebagaimana di atur dalam perundang-undangan. Data dalam tulisan ini diambil dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2016. Adapun penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dan data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawacara dan studi pustaka terhadap dokumen terkait dengan topik penelitian. Riset ini dilakukan di Kabupaten Cilacap dengan pertimbangan di daerah ini terdapat sekolah-sekolah yang telah memberikan pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan YME bagi peserta didiknya. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan perpektif Hak Asasi Manusia. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terdapat 14 sekolah mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas yang telah memberikan layanan pendidikan tersebut. Dalam pelaksanaannya mereka bekerjasama dengan MLKI Cilacap dalam hal penyediaan guru, materi, silabut, KIKD dan soal-soal tes. Hal ini merupakan gambaran pemenuhan hak dasar bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan keyakinannya
SEMANGAT KEBANGSAAN DALAM KITAB AL-NAGHAM KARYA KH. AHYAUDDIN IBN KH. ANWAR IBN HAJI KUMPUL SERIBANDUNG, SUMATERA SELATAN Zulkarnain Yani
Penamas Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i2.233

Abstract

This paper presents the results of research of one of the work of South Sumatra scholars in Seribandung Village. The scholars was named KH. Ahyauddin Ibn KH. Anwar Ibn Haji Kumpul Seribandung with his book entitled al-Nagham. The Book of al-Nagham is composed using Arabic and Malay Arabic script in the form of a printed book. What's interesting about this book to be studied is because the contents of the book content to inflame the national spirit through song lyrics are arranged directly by KH. Ahyauddin. Through this book, KH. Ahyauddin inflame the spirit of nationalism to his santrinya. The spirit of nationality conveyed by him in this book, among others, love the homeland, patriotism and unity. This book taught in Pondok Pesantren since mid-1963 until 2009 Tulisan ini menyajikan hasil penelitian salah satu karya ulama Sumatera Selatan yang ada di Desa Seribandung. Ulama tersebut bernama KH. Ahyauddin Ibn KH. Anwar Ibn Haji Kumpul Seribandung dengan kitabnya berjudul al-Nagham. Kitab al-Nagham ini disusun menggunakan aksara Arab berbahasa Arab dan Melayu dalam bentuk kitab cetakan. Yang menarik dari kitab ini untuk dikaji adalah karena kandungan isi kitab tersebut menggelorakan semangat kebangsaan melalui syair-syair lagu yang disusun langsung oleh KH. Ahyauddin. Melalui kitab ini, KH. Ahyauddin mengobarkan semangat kebangsaan kepada para santrinya. Semangat kebangsaan yang disampaikan olehnya dalam kitab ini antara lain cinta tanah air (hubb al-wathan), patriotisme, persatuan dan kesatuan. Kitab ini diajarkan di pondok pesantren sejak pertengahan tahun 1963 hingga tahun 2009.
MODEL PEMBELAJARAN EMOTIONAL INQUIRY DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSI DAN KOMPETENSI UNTUK PEMBELAJARAN ORANG DEWASA PADA DIKLAT Atiyah Suharti
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.234

Abstract

Model Pembelajaran Emotional Inquiry merupakan model pembelajaran andragogi berbasis otak (Neuroandragogy) yang dapat digunakan dalam pembelajaran di kediklatan. Model pembelajaran Emotional Inquiry dapat meningkatkan kecerdasan emosi sebagai stimulasi kesadaran pada nilai-nilai yang baik untuk membangun karakter aparatur negara. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Emotional Inquiry terhadap peningkatan kecerdasan emosi dan kompetensi hasil diklat. Penelitian ini adalah penelitian korelasional yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan descriptive explanatory dan menggunakan design ekspost facto. Populasi penelitian ini adalah peserta diklat BDK Bandung. Dari jumlah populasi yang diambil sampel 124 orang peserta diklat dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data mengunakan instrumen berupa kuesioner dengan skala Likert untuk tiga variabel, yaitu: (1) model pembelajaran Emotional Inquiry, (2) kecerdasan emosi, dan (3) kompetensi hasil diklat. Uji validitas dan reliabilitas instrument angket, analisis deskripsi data identitas responden dan variabel menggunakan software SPSS versi 17.0. Sedangkan pengolahan data dan uji hipotesis penelitian dengan analisis path. Hasil analisis deskripsi data tanggapan setiap variabel diperoleh skor total untuk Emotional Inquiry (X) adalah 7167 berada pada kategori amat baik, skor total untuk Kecerdasan Emosi (Y1) adalah 7199 berada pada kategori amat baik, dan skor total untuk Kompetensi peserta diklat (Y2) adalah 3794 berada pada kategori amat baik. Hasil uji hipotesis penelitian dengan analisis jalur dengan persamaan (path analysis) adalah: (1) Model Pembelajaran Emotional Inquiry berpengaruh signifikan terhadap Kecerdasan Emosi, (2) Model Pembelajaran Emotional Inquiry berpengaruh signifikan terhadap Kompetensi peserta diklat,(3) Model Pembelajaran Emotional Inquiry dan Kecerdasan Emosi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kompetensi peserta diklat, (4). Pengaruh langsung Model Pembelajaran Emotional Inquiry (X) terhadap Kecerdasan Emosi (Y1) sebesar 54,5%; Pengaruh langsung Model Pembelajaran Emotional Inquiry (X) terhadap Kompetensi (Y2) peserta diklat sebesar 20,8% dan pengaruh tidak langsung Model Pembelajaran Emotional Inquiry (X) terhadap Kompetensi (Y2) peserta diklat melalui Kecerdasan Emosi (Y1) sebesar 26,3%. Jadi total pengaruh Emotional Inquiry (X) terhadap Kompetensi (Y2) peserta diklat sebesar 47,1%; Pengaruh langsung Kecerdasan Emosi (Y1) terhadap Kompetensi (Y2) peserta diklat sebesar 22,9%. Penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Emotional Inquiry selain meningkatkan kecerdasan emosi yang juga mendorong peningkatan kompetensi hasil diklat.
“TUBUH PEREMPUAN HINDU” DAN BUDAYA DOMINAN DI BALI: ANTARA PERSPEKTIF AGAMA, BUDAYA DAN REALITAS KONTEMPORER I Nyoman Yoga Segara
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.235

Abstract

Artikel ini adalah ulasan atas hasil penelitian dan literatur yang bertujuan untuk melihat kembali posisi perempuan Hindu di Bali di tengah budaya dominannya. Dengan pendekatan antropologi feminisme, artikel ini tidak akan memasuki wilayah yang sudah umum dilakukan banyak orang jika mendiskusikan perempuan, misalnya tentang jender atau gerakan kesetaraan semata. Antropologi feminisme membawa artikel ini untuk memahami perempuan dari kebertubuhannya, perannya dalam konteks sosial budaya, dan juga agama. Strategi perempuan dalam menampilkan dirinya di ruang pribadi maupun di ruang publik, serta kemampuannya untuk bertahan dalam serangan diskriminasi menjadi penting untuk dijelaskan. Pendekatan seperti ini adalah cara untuk melihat kembali bagaimana tubuh perempuan secara antropologis. Dengan demikian, tema pokok artikel ini menjadi satu kasus untuk memperlihatkan bahwa perempuan Hindu masih dan akan terus menghadapi masalah, serta stigma dan stereotipe yang disematkan kepadanya, padahal secara dogmatis perempuan Hindu telah diakui dan banyak disebut-sebut dalam berbagai kitab suci Veda. Begitu juga peran perempuan di masa lalu yang diyakini sebagai Rsi dan ikut menulis beberapa kitab suci dan susastera Veda lainnya.
KADERISASI ULAMA DALAM PERSPEKTIF KH. AHMAD SANUSI endin mujahidin
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.241

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang Model Kaderisasi Ulama Menurut KH. Ahmad Sanusi. Tema ini penting untuk dikaji, mengingat KH Ahmad Sanusi merupakan satu dari sekian banyak ulama yang telah membawa pikiran-pikiran baru serta memiliki reputasi dan prestasi di masyarakat dalam pengkaderan ulama. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis secara deskriptif dapat dikemukan beberapa kesimpulan sebagai berikut: Pertama, KH. Ahmad Sanusi merupakan salah satu ulama yang dzulwujuh dalam arti positif; Kedua, model pesantren yang digagas dan direalisasikan oleh KH. Ahmad Sanusi adalah pesantren yang menjadi poros bagi upaya integrasi tiga basis kaderisasi ulama, yakni basis keluarga, santri yang mulazamah dengannya, dan para tokoh agama yang telah berkiprah di masyarakat.
PENGEMBANGAN MADRASAH ALIYAH AKADEMIK (STUDI MAN INSAN CENDEKIA SERPONG): STUDI MAN INSAN CENDEKIA SERPONG Juju Saepudin
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.242

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pengembangan Madrasah Aliyah Akademik Insan Cendekia (IC) di daerah. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong lahir dari keinginan untuk menjembatani dunia pesantren dengan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa diduga telah menjadi lembaga pendidikan menengah atas yang difavoritkan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil analisa data secara induktif dapat diketahui bahwa komitmen MAN Insan Cendekia Serpong sebagai Madrasah Aliyah Akademik untuk mencapai sintesis ideal itu adalah subsidi pemerintah yang kuat untuk sarana prasarana dan subsidi bagi siswa, rekrutmen siswa yang ketat dan guru secara otonomi serta kurikulum yang tajam dan fokus pada pengembangan kemampuan ilmu pengtahuan dan teknologi yang diintegrasikan dengan penguasaan agama melalui pembelajaran yang bertumpu pada tiga bidang hadlarah dengan mengadopsi sistem boarding dari pesantren. Dengan demikian potret MAN Insan Cendekia Serpong sebagai madrasah pencetak calon saintis berkarakter Islam ini bisa menjadi model bagi pengembangan Madrasah Akademik di daerah lainnya.
MAUDU’ (A WAY OF UNION WITH GOD) Rita Sukma Dewi
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.245

Abstract

The term “Sayyid” or “Arab” has always been associated with Islam in Indonesia. Since Islam originated in the land of Arab, Muslims in Indonesia often believe that religion and Arab race are similar, just as the term “Culture” or “Religion”, although they have different context, many people believe that the term “culture” is similar to “religion”. Religious influences are embedded in many aspects of culture but Arabic culture is not an identity about Islam, these two should be separate from one another.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 38 No 2 (2025): Volume 38, Issue 2, July-December 2025 Vol 38 No 1 (2025): Volume 38, Issue 1, January-June 2025 Vol 37 No 2 (2024): Volume 37, Issue 2, July-December 2024 Vol 37 No 1 (2024): Volume 37, Issue 1, January-June 2024 Vol 36 No 2 (2023): Volume 36, Issue 2, July-December 2023 Vol 36 No 1 (2023): Volume 36, Issue 1, January-June 2023 Vol 35 No 2 (2022): Volume 35, Issue 2, July-December 2022 Vol 35 No 1 (2022): Volume 35, Issue 1, January-June 2022 Vol 34 No 2 (2021): Volume 34, Nomor 2, Juli-Desember 2021 Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021 Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020 Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020 Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019 Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019 Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018 Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018 Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017 Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017 Vol 30 No 1 (2017): Volume 30, Nomor 1, April-Juni 2017 Vol 29 No 3 (2016): Volume 29, Nomor 3, Oktober-Desember 2016 Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016 Vol 29 No 1 (2016): Volume 29, Nomor 1, April-Juni 2016 Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015 Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015 Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015 Vol 27 No 3 (2014): Volume 27, Nomor 3, Oktober-Desember 2014 Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014 Vol 27 No 1 (2014): Volume 27, Nomor 1, April-Juni 2014 More Issue