cover
Contact Name
Darah Ifalahma
Contact Email
darah_ifa@udb.ac.id
Phone
+6282223455008
Journal Mail Official
ovum.fikesudb@gmail.com
Editorial Address
PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS DUTA BANGSA SURAKARTA JL. KH. SAMANHUDI NO. 93 SONDAKAN LAWEYAN SURAKARTA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
OVUM : Journal Of Midwifery and Health Sciences
ISSN : 28295293     EISSN : 28294726     DOI : -
Core Subject : Health,
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences merupakan jurnal yang berfokus pada Ilmu Kebidanan dan Kesehatan. Ruang lingkup Ilmu Kebidanan meliputi isu-isu yang berkaitan dengan praktik dan layanan asuhan dalam siklus hidup perempuan, kesehatan bayi dan anak, keluarga berencana, gender dan kesehatan reproduksi, kebidanan komunitas, inovasi/model asuhan kebidanan, teknologi penunjang kebidanan, kebijakan yang mempengaruhi kebidanan, serta lingkup terkait lainnya. Ruang lingkup Ilmu Kesehatan meliputi isu-isu yang berkaitan dengan keperawatan, fisioterapi, farmasi, gizi masyarakat, kesehatan masyarakat, teknologi dan informasi kesehatan serta lingkup kesehatan lainnya.
Articles 86 Documents
PENGARUH NILAI ‘B’ VALUE TERHADAP CITRA MRI BRAIN KASUS STROKE ISKEMIK HIPERAKUT SEQUENCE DWI (DIFFUSION WEIGHTED IMAGING) Putri, Sarika Setya; Prastanti, Agustina Dwi
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4827

Abstract

Tuberkulosis (TB) menimbulkan persoalan serius bagi Indonesia, serupa dengan Salah satu pulse sequence MRI Brain adalah Diffusion Weighted Imaging (DWI). Sequence ini merupakan gold standard pada modalitas pencitraan MRI untuk diagnosis stroke iskemik dengan sensitivitasnya yang tinggi. Parameter terpenting pada sequence ini adalah nilai 'b' value. Nilai default untuk ‘b’ value adalah 1000 s/mm2 namun, masih belum jelas apakah nilai 'b' 1000 s/mm' lebih baik dari nilai 'b' lebih tinggi untuk mendeteksi lesi iskemik dan luasnya, terutama pada 6 jam pertama setelah timbulnya stroke iskemik. Seiring dengan peningkatan nilai ‘b’ value maka akan adanya peningkatan sinyal untuk menaikkan sensitifitas sinyal difusi, namun hal tersebut juga mengkibatkan bertambahnya noise. Sebanyak delapan pasien diberikan tiga perlakuan nilai ‘b’ yang berbeda, masing-masing slice. Kemudian dilakukan penilaian terhada tiga dokter spesialis radiologi, selanjutnya uji statistik dilakukan untuk memperoleh nilai optimal dalam pemilihan ‘b’ value. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiga variasi nilai ‘b’ yang berbeda. Kualitas citra dan anatomi informasi terbaik pada pemilihan ini adalah “b’ value 2000 s/mm2.
MANFAAT ALOE VERA TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II: A SYSTEMATIC REVIEW Maryadi, Maryadi; Purwanto, Erwin; Indra, Indra; Sartika, Sartika
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4828

Abstract

Luka bakar menjadi masalah lokal hingga global karena kasusnya terus mengalami peningkatan sehingga perlu dilakukan penanganan luka dengan baik untuk mencegah terjadinya kematian. Banyak studi pada hewan yang melaporkan manfaat pengobatan herbal dalam penyembuhan luka bakar, salah satunya adalah aloe vera. Studi systematic review ini bertujuan untuk melakukan tinjauan efek aloe vera terhadap penyembuhan luka bakar. Database yang digunakan yaitu Pubmed, Scopus, Ebsco, Science Direct, dan Proquest untuk mencari literatur yang relevan selama tahun 2015-2025 dengan menggunakan kata kunci yang telah disusun. Hasil penelusuran didapatkan total 841 literatur, yang hingga pada fase akhir seleksi didapatkan 3 literatur yang diputuskan untuk dilakukan review karena memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan. Hasil studi ini didaptkan bahwa penggunaan aloe vera efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar, mempersingkat lama rawat, serta dapat mengurangi rasa nyeri dan gatal pada luka.
EFEKTIVITAS PHYSICAL ACTIVITY (PA) CALENDAR HEALTH TERHADAP GULA DARAH SEWAKTU DIABETES MELITUS TIPE 2 Maryadi, Maryadi; Zainuddin, Zainuddin; Mantasia, Mantasia
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4829

Abstract

Prevalensi penderita diabetes melitus tipe 2 selalu meningkat dari tahun ke tahun. Ini diakibatkan kontrol glukosa yang buruk. Banyak studi melaporkan manfaat aktivitas fisik ringan hingga sedang untuk mengontrol kadar glukosa. Penelitian ini untuk melihat apakah program PA-Calendar Health efektif dalam mengontrol kadar glukosa pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one grup pre-post test yang dilakukan di Puskesmas Pattopakang, Kabupaten Takalar dengan sampel sebanyak 10 orang selama empat minggu. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan alat ukur kadar glukosa darah yang telah dilakukan kalibrasi. Hasil dari uji t berpasangan didapatkan perbedaan signifikan sebelum dan setelah diberikan intervensi menggunakan PA-Calendar Health p= 0,000. PA-Calendar Health pada studi ini efektif dalam mengontrol kadar glukosa pada penderita diabetes melitus tipe 2. Studi ini memberikan gambaran manfaat aktivitas fisik ringan dan pedoman makanan sehat yang terprogram dalam kontrol kadar glukosa penderita diabetes tipe 2.
KEUNGGULAN VIDEO EXPLAINER BERBAHASA LOKAL DIBANDINGKAN LEAFLET DALAM MENINGKATKAN PERILAKU KELUARGA TERHADAP PENCEGAHAN TUBERKULOSIS Sartika, Sartika; Maryadi, Maryadi; Indra, Indra; Purwanto, Erwin
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4831

Abstract

Tuberkulosis (TB) menimbulkan persoalan serius bagi Indonesia, serupa dengan negara lain di tingkat global. Pemerintah telah melaksanakan berbagai insiatif pencegahan, termasuk program edukasi agar dapat meningkatkan kesadaran pemahaman masyarakat. Penelitian ini menguji efektivitas metode edukasi menggunakan video berbahasa lokal dan leaflet untuk mengoptimalkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan keluarga dalam pencegahan TB. sebanyak 78 responden dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok intervensi menerima edukasi melalui video expaliner berbahasa lokal, sementara kelompok kontrol menggunakan leaflet. Pengumpulan data dilakukan dengan memakai angket yang valid dan reliabel (r > 0,316). Analisis statistik menggunakan uji-t berpasangan dan independen dilakukan untuk mengevaluasi perbedaan dan efektifitas antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode edukasi, baik video explainer maupun leaflet, terbukti efektif meningkatkan pengetahuan responden secara signifikan (p < 0,05). Namun, video explainer berbasa lokal menunjukkan keunggulan dibandingkan leaflet dalam memengaruhi sikap dan meningkatkan keterampilan keluarga dalam pencegahan TB. dapat disimpulkan bahwa video explainer berbahasa lokal lebih superior dalam meningkatkan perilaku keluarga terkait pencegahan TB. Oleh karena itu, integrasi media ini dalam program edukasi kesehatan di Puskesmas, terutama pada fase awal pengobatan dan kunjungan rumah, sangat dianjurkan.
PENGARUH SCREEN DEPENDENCY DISORDER (SDD) TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH Rahandayani, Dwi Sri; Pitriawati, Dewi; Kolifah, Kolifah
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4832

Abstract

Fase kehidupan pada periode balita dan anak pra sekolah terjadi perubahan yang sangat pesat dari segi pertumbuhan dan perkembangan. Perkembangan pada anak usia pra sekolah (60-72 bulan) terdiri dari aspek motorik kasar, motorik halus, bicara dan bahasa serta sosial dan kemandirian. Teknologi berkembang pesat diikuti dengan peningkatan penggunaan gadget pada anak usia pra sekolah. Screen dependency disorder (SDD) merupakan gangguan perilaku yang ditandai dengan penggunaan layar elektronik secara berlebihan yang berdampak negatif pada aspek sosial, emosional, fisik dan psikologis seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh screen dependency disorders (SDD) terhadap perkembangan anak usia pra sekolah di TK Kemala Bhayangkari Jombang. Penelitian secara kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada tanggal 22-27 September 2023 dengan melibatkan 52 responden yang didapat melalui teknik total sampling. Uji Spearman’s rank correlation digunakan dalam penelitian ini dan didapatkan hasil nilai signifikansi sebesar 0,001 < ? (0,05), sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat Screen Dependency Disorders (SDD) dengan perkembangan anak usia pra sekolah di TK kemala Bhayangkari Jombang. Nilai koefisien korelasi spearman sebesar 0,465 yang artinya terdapat hubungan dengan keeratan yang sedang antara kedua variabel, sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Diharapkan orang tua dapat membatasi pemakaian gadget pada anak, mendampingin anak saat bermain dan memberikan kesempatan pada anak untuk bermain diluar rumah untuk bersosialisasi dan komunikasi untuk stimulasi perkembangan anak.
INTERVENSI PENERAPAN TEKNIK BUTEYKO UNTUK MENSTABILKAN RESPIRTORY RATE PADA PASIEN TN. AY DENGAN DIAGNOSA ASMA BRONKIAL EKSERSEBASI DERAJAT BERAT DI RUANG ICU RSUD dr.TC.HILLERS MAUMERE Yovita, Theresia Isma; Pitang, Yuliani
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4842

Abstract

Gangguan pernapasan seperti sesak, mengi, napas terengah-engah, dada terasa berat adalah karakteristik dari Asma. Asma merupakan penyakit inflamasi kronis akibat hyperresponsife saluran pernapasan. Asma adalah suatu keadaan dimana saluran nafas mengalami penyempitan karena hivesensivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan, penyempitan ini bersifat berulang dan di antara episode penyempitan bronkus tersebut terdapat keadaan ventilasi yang lebih normal.  Pemicu Asma bervariasi dari orang ke orang, tetapi dapat mencakup infeksi virus (pilek), debu, asap, uap, perubahan cuaca, serbuk sari rumput dan pohon, bulu binatang, sabun dan parfum yang kuat serta pemicu umum lainnya dapat memperburuk Asma. Salah satu therapi nonfarmakologis untuk menstabilkan frekuensi pernapasan pada pasien asma adalah intervensi penerapan teknik pernapasan buteyko. Teknik pernapasan buteyko ini juga salah satu alternative pencegahan kekambuhan asma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi pernapasan Buteyko terhadap penurunan frekuensi pernapasan pada penderita asma. Metode penulisan penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus dilaksakan tanggal 07 – 09 Januari 2025 Teknik buteyko dilakukan selama 3 hari selama 10 – 15 menit. Hasil penelitian: Terapi Buteyko dilakukan pada Tn. A.Y berpengaruh dalam penurunan frekuensi pernapasan. Kesimpulan hasil implementasi yang dilakukan pada Tn. A.Y mendapatkan hasil yaitu terapi buteyko dapat mempengaruhi frekuensi pernapasan pada pasien asma.
Effect of Slow Deep Breathing on Blood Pressure of Elderly Hypertension Aufa Zahra Fauziyyah; Norman Wijaya Gati
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2026): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/94skjj62

Abstract

Non-pharmacological treatments can include slow, deep breathing therapy this exercise can reduce the heart's workload by increasing oxygen (O?) supply, resulting in a decrease in heart rate and subsequent reduction in blood pressure. Objective; to analyze the difference in blood pressure before and after administering Slow Deep Breathing therapy to the elderly with hypertension. Methods: The method used was quantitative research with a Quasi-Experimental design. Sampling was conducted using a nonprobability sampling technique. The results of the Shapiro–Wilk normality test showed that the data were normally distributed, so data analysis was continued using a paired t-test. The experimental research sample was drawn using the simple Federer formula for 18 respondents. Results; The results of statistical analysis using a paired t-test on systolic blood pressure before and after the intervention showed that the p-value was 0.000 <0.05, while the diastolic blood pressure before and after also decreased with the same results, with a p-value of 0.000 <0.05. The hypothesis was accepted, so there was a significant difference. Conclusion: There is an effect of administering Slow Deep Breathing therapy on reducing systolic and diastolic blood pressure in elderly hypertensive patients.
Relationship the Five Pillars of Diabetes Mellitus Management with the Quality Life of Diabetes Mellitus Patients Fatihah Balqis Azzahra; Fakhrudin Nasrul Sani; Endrat Kartiko Utomo; Antonia Soares
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2026): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/fve1x422

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood glucose levels in the body. The incidence of diabetes mellitus continues to rise across all sectors of society, necessitating control efforts to prevent further increases each year. The management of diabetes mellitus is categorized into five pillars: education, physical activity, dietary regulation, self-monitoring of blood glucose levels, and adherence to antidiabetic medication. These five pillars aim to help individuals with diabetes control their blood glucose levels, thereby improving their quality of life. This study aims to analyze the relationship between the five pillars of diabetes mellitus management and the quality of life of people with diabetes. A quantitative research method with a cross-sectional design was used, involving 72 respondents selected through purposive sampling. Data for the independent variables were collected using a five-pillar diabetes management questionnaire, while the dependent variable was measured using the Diabetes Quality of Life (DQOL) questionnaire. Data were analyzed using the Spearman Rank test. The result showed that most respondents had good five-pillars management and a good quality of life, with 42 people (58,3%). The test result showed a p-value = 0,000 and an r-value = 0,761, indicating a strong relationship between the five pillars of management and the quality of life of diabetes mellitus patients.
Effectiveness of Lavender Aromatherapy Administration on Insertion Pain in Hemodialysis Patients Risma Ayu Putri Diani; Endrat Kartiko Utomo; Marni Marni; Mahjanah Hussein
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2026): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/8bhwer55

Abstract

Insertion pain is a significant problem for hemodialysis patients that can reduce comfort and therapy compliance. Non-pharmacological interventions are needed. This study aims to analyze the effectiveness of lavender aromatherapy to reduce insertion pain in hemodialysis patients at RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. This study method is a randomized controlled trial with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 40 respondents selected through purposive sampling and divided into intervention groups (n=20) and control groups (n=20). The intervention group received lavender aromatherapy inhalation for 5-10 minutes before insertion. The pain scale was measured using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. The results showed that before the intervention, the average pain score of both groups was in the moderate category (intervention=4.45, control=4.35). After the intervention, the pain score of the intervention group decreased significantly to 2.55 (mild pain), while the control group remained at 4.40 (moderate pain). Statistical tests showed a very significant difference between the groups (p=0.000). Cohen's results (2.44) confirmed the influence of the intervention in the large effect size category. In conclusion, lavender aromatherapy was proven to be very effective in reducing insertion pain in hemodialysis patients and is recommended as a complementary therapy.
Implementation of Warm Moringa Leaf Compress Therapy to Reduce Pain in Clients with Gout Arthritis Maria Diana Tia; Pasionista Vianitati; Adriana Fonseca da Silva
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2026): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/eg3j0050

Abstract

Gout arthritis, or uric acid, is a disease that affects the joint system, caused by factors such as age, gender, medical history, and obesity. A warm compress using moringa leaves, which contain low molecular weight flavonoids, allows the compounds to easily dissolve in water and be absorbed by the skin's pores. This can lead to vasodilation (expansion of blood vessels), which improves blood flow to the painful areas of the body. The aim of this study was to reduce pain experienced after health education and demonstration. Method the research used a case study method with two respondents in the Kota Uneng Subdistrict. The results from the case study showed that the application of warm moringa leaf compresses for 4 days successfully reduced pain in both patients with gout arthritis. Both clients were able to control their pain and independently perform the moringa leaf warm compress therapy. Therefore, the warm compress therapy with moringa leaves has been proven effective in reducing pain in gout arthritis patients.