cover
Contact Name
Muhamad Rifai
Contact Email
eltek@polinema.ac.id
Phone
+6281233533011
Journal Mail Official
eltek@polinema.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ELTEK
ISSN : 16934024     EISSN : 23550740     DOI : doi.org/10.33795/eltek
Jurnal ELTEK merupakan media yang diterbitkan oleh Politeknik Negeri Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian dan artikel konseptual yang dilakukan oleh para peneliti, akademisi, praktisi dan industri di bidang Teknik Elektro. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada jurnal ELTEK merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun Jurnal ELTEK memuat artikel hasil penelitian dan konseptual dalam cakupan bidang ilmu Teknik Elektro yang meliputi: Ketenagalistrikan, Teknik Kendali, Kecerdasan Buatan, Teknik Komputer, Teknik Telekomunikasi, Teknik informatika, Teknik Biomedik, Elektronika Daya, Energi Terbarukan, Sistem Embedded, Jaringan Komputer, Sistem Operasi, Manajemen Data dan Sistem informasi, dan lain-lain. Jurnal ELTEK terbit dua kali dalam setahun masing-masing pada bulan April dan Oktober. Redaksi mengundang penulis dan peneliti untuk menyumbangkan artikel penelitian atau artikel konseptual kepada Editor Jurnal ELTEK. Editor menentukan apakah suatu artikel akan dimuat atau tidak dan memiliki hak untuk mengubah atau mengoreksi teks sejauh tidak mengganggu maksud atau kontennya. Naskah yang tidak dimuat tidak dikembalikan ke penulisnya
Articles 137 Documents
Implementasi grid tie inverter pada pembangkit listrik tenaga surya on grid untuk golongan pelanggan rumah tangga masyarakat perkotaan Herwandi -; Mohammad Luqman; Donny Radianto
JURNAL ELTEK Vol 19 No 1 (2021): ELTEK Vol 19 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.596 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v19i1.292

Abstract

Terbatasnya energi fosil di Indonesia menyebabkan adanya pengembangan energi baru terbarukan. Energi terbarukan merupakan energi non-fosil yang berasal dari alam. Pemanfaatan energi surya bisa dilakukan dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Perencanaan PLTS menggunakan sistem on grid, sistem masih terkoneksi dengan jaringan PLN. Sistem dimanfaatkan sebagai backup untuk aliran listrik. Sistem akan bekerja secara otomatis ketika aliran listrik PLN terputus dengan memanfaatkan panel ATS (Automatic Transfer Switch). Pembangkit listrik tenaga surya sistem on grid ini cocok diterapkan di perumahan dengan memanfaatkan atap sebagai ruang untuk menyerap energi matahari. Sistem ini jika dipasang bersamaan dengan PLN akan mengurangi pengeluaran biaya listrik. Penerapan sistem atau prinsip kerja PLTS Grid Tie System ini dapat dijalankan dengan sistem kelistrikan PLN. Dalam sistem ini, jaringan listrik PLN berperan sebagai penyalur atau penghubung arus listrik yang berasal dari panel surya yang dialirkan pada beban. Dengan begitu pada siang hari, penggunaan listrik dapat memanfaatkan energi listrik dari sinar matahar dan pada malam hari karena tidak ada sinar matahari menyebabkan tidak ada produksi listrik dari solar panel, maka dapat tetap menggunakan arus listrik yang berasal dari PLN. Perencanaan dilakukan dengan pemilihan komponen PLTS, beban yang dibutuhkan 900Watt, lama waktu penyinaran efektif 10 jam/hari. kemudian melakukan perhitungan komponen PLTS, menentukan tata letak penempatan panel surya dan panel ATS (Automatic Transfer Switch) yang digunakan untuk membackup apabila jaringan listrik PLN terputus. Dari hasil pengukuran arus, tegangan dan daya di dalam rumah pada jam 07.00 sampai dengan 17.00 pada waktu cuaca cerah, yaitu sebelum Grid Tie Inverter dihubungkan ke jala-jala dihasilkan daya rata-rata, P=606,105Watt dan setelah Grid Tie dihubungkan ke jala-jala, P=292,63 Watt. Jadi penghematan daya beban di rumah yang dihasilkan sebesar 52 % dalam satu hari. Limited fossil energy in Indonesia has led to the development of new and renewable energy. Renewable energy is non-fossil energy that comes from nature. Utilization of solar energy can be done by building a Solar Power Plant (PLTS). PLTS planning uses an on-grid system, the system is still connected to the PLN network. The system is used as a backup for electricity. The system will work automatically when the flow of PLN electricity is cut off by utilizing an ATS (Automatic Transfer Switch) panel. This on-grid solar power plant system is suitable for residential use by utilizing the roof as a space to absorb solar energy. This system if installed together with PLN will reduce expenditure of electricity costs. The application of the system or the working principle of the PLTS Grid Tie System can be run with the PLN electrical system. In this system, the PLN electricity network acts as a distributor or connector for the electricity that comes from the solar panels that are flowed to the load. That way during the day, the use of electricity can take advantage of electrical energy from the sun and at night because there is no sunlight it causes no electricity production from solar panels, it can still use the electric current that comes from PLN. Planning is done by selecting the PLTS component, the load required is 900 Watt, the duration of effective irradiation is 10 hours / day. Then calculate the PLTS components, determine the layout of the placement of the solar panels and ATS (Automatic Transfer Switch) panels which are used to back up when the PLN electricity network is interrupted. From the results of measuring currents, voltages and power in the house at 07.00 to 17.00 when the weather is clear, that is, before the Grid Tie Inverter is connected to the grid, the average power is generated, P = 606.105Watt and after the Grid Tie is connected to the grid mesh, P = 292.63 Watts. So, the resulting load power savings at home is 52% in one day
Optimasi Kendali PID Pada Sistem Pengaturan Temperatur Proses Pasteurisasi Susu Hariyadi Singgih
JURNAL ELTEK Vol 14 No 2 (2016): ELTEK Vol 14 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.567 KB)

Abstract

Pasteurisasi adalah proses pemanasan pada susu segar sehingga menjadi produk yang lebih tahan lama. Metode pasteurisasi ini LTLT (Suhu Rendah Long Time) memanaskan susu pada suhu 63-65 ̊C dan dipertahankan pada suhu tersebut selama 30 menit. Dengan mengontrol suhu proses pasteurisasi diharapkan dapat membunuh patogen yang membahayakan kesehatan manusia dan meminimalkan perkembangan bakteri lain, sehingga sangat penting untuk mengontrol suhu. Sehingga dampaknya lebih jauh adalah kualitas produk dari proses pasteurisasi susu tidak baik. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dikembangkan kontroller untuk mempertahankan suhu yang stabil dalam proses pasteurisasi susu. Metode dalam penelitian ini adalah dengan merancang sistem kontroller yang tertanam di kontroler PID Atmega16 untuk mengontrol aktuator dalam bentuk elemen pemanas listrik yang mendapat masukan dari sensor suhu PT 100. Mereka PID kontroler akan disimulasikan dengan Simulink Matlab. Dari hasil pengujian dan analisis PID kontroler mempengaruhi untuk memproses waktu pemanasan suhu susu awal dari 30 ° C sampai 65 ° C, diperoleh nilai PID dengan metode tuning Ziegler-Nichols adalah Kp = 18, Ki = 00:45 dan Kd = 180 dengan 20 liter pengujian volume susu. grafik setpoint diperoleh dengan 65 ° C menunjukkan waktu naik (Tr) = 2400s, waktu tunda (Td) = 140 s, waktu puncak (Tp) = 2700s, saat turun (Ts) = 3700 s, overshoot maksimum ( mp) = 2 ° C, dan error steady state: 1,5%. Hasil tanggapan dari PID controller untuk menstabilkan suhu lebih cepat dan mampu mempertahankan suhu yang baik.
Rancang bangun penguras dan pengisi soliter ikan cupang menggunakan logika fuzzy berbasis aplikasi android Ashlihah Salsabila; Putri Elfa Mas'udia; Azam Muzakhim Immamuddin
JURNAL ELTEK Vol 19 No 2 (2021): ELTEK Vol 19 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.222 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v19i2.315

Abstract

Dalam budidaya ikan cupang, seringkali peternak mengalami kendala efisiensi waktu dan tenaga saat pergantian air karena jumlah ikan yang sangat banyak. Solusi yang dapat diterapkan peternak yaitu membuat inovasi baru dengan teknologi modern agar menghasilkan ikan cupang kualitas yang baik. Manfaat alat ini menghemat pengeluaran dana, tidak membutuhkan banyak SDM, kualitas air mudah dimonitoring dengan aplikasi. Alat ini dibekali dengan sistem kendali logika fuzzy metode mamdani untuk pengendalian pengurasan air soliter ikan cupang serta fleksibel penggunaannya. Aplikasi android digunakan menampilkan informasi untuk monitoring suhu dan kekeruhan air pada soliter serta kontrol manual pengisian dan pengurasan air. Pengguna juga bisa menguras dan mengisi sewaktu-waktu sesuai kebutuhannya. Hasil pengujian sistem dapat disimpulkan bahwa penggunaan logika fuzzy sangat efektif untuk pengurasan air soliter ikan cupang dengan tingkat keberhasilan sebesar 90,2% serta nilai error 0,12%, sensor suhu memiliki nilai error sebesar 0,10%, dan sensor turbidity memiliki nilai error sebesar 0,98%. Logika fuzzy pada sistem sesuai dengan perencanaan dan berjalan dengan baik. In betta fish farming, farmers often have time and energy efficiency constraints when changing water due to a large number of fish. The solution that farmers can apply is to make innovations with modern technology to produce good quality betta fish. This tool’s benefits save money, do not require a lot of human resources, water quality is easy to monitor with the application. This tool is equipped with a logic control system fuzzy method Mamdani for controlling betta fish solitary water drainage and flexible use. The android application is used to display information for monitoring temperature and water turbidity in solitary and manual control of filling and draining water. Users can also drain and fill at any time according to their needs. The results of system testing can be concluded that the use of fuzzy logic is very effective for draining betta fish solitary water with a success rate of 90.2% and an error value of 0.12%, the temperature sensor has a value error of 0.10%, and the sensor turbidity has an error value. by 0.98%. logic fuzzy in the system is following the plan and runs well.
Rancang Bangun Sistem Keamanan Loker dengan Menggunakan Fingerprint Herwandi Herwandi
JURNAL ELTEK Vol 15 No 1 (2017): ELTEK Vol 15 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.925 KB)

Abstract

Sistem keamanan loker untuk menyimpan barang agar lebih praktis penggunaannya yaitu dibuat dengan menggunakan Fingerprint. Keuntungan menggunakan Fingerprint ini adalah mempermudah dalam penggunaan loker yaitu pada saat membuka dan menutup pintu loker. Sistem kerja dari alat ini adalah dengan men-scan sidik jari pada sensor Finger Print. Data sidik jari hasil scan tersebut akan diproses pada data base yang terdapat pada komputer, setelah itu data dikirim ke mikrokontroller untuk menggontrol dari masing-masing selenoid elektrik. Selenoid elektrik berfungsi untuk mengunci pintu yang ada pada setiap loker. Dalam penelitian ini, keuntungan pengaman loker dengan menggunakan Fingerprint yaitu: (1) pengguna loker dapat dengan mudah mengoperasikan loker yaitu pada waktu membuka dan menutup loker. (2) Loker menjadi lebih aman, karena cara membuka loker menggunakan salah satu sidik jari pemilik loker. Dengan menggunakan sidik jari pemilik loker, maka orang lain tidak akan bisa membuka loker. Sehingga kunci pintu tidak mudah dibobol, karena sudah dikontrol oleh mikrokontroller. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengaman loker ini bekerja sesuai dengan yang direncanakan yaitu: loker 1 bisa dibuka dengan ibu jari, loker 2 dengan jari telunjuk, loker 3 dengan jari tengah dan loker 4 dengan jari kelingking. Tegangan selenoid loker pada waktu loker terbuka = 12V, sedangkan pada waktu loker tertutup = 0 Volt, arus yang mengalir 0.24A. Tegangan limit switch pada waktu tertutup =0V, waktu terbuka = 5V dan arus yang mengalir = 0.23A.
Pemanfaatan modul Geiger-Muller untuk mendeteksi radiasi pada pengolahan imbah B3 rumah sakit Muhammad Syaeful Fajar; Kumala Mahda
JURNAL ELTEK Vol 20 No 2 (2022): ELTEK Vol 20 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.498 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v20i2.361

Abstract

ABSTRAK Secara alami radiasi hadir di lingkungan kita. Dalam kehidupan manusia, berdasarkan evolusi lingkungan, terdapat tingkat radiasi ionizing yang signifikan. Radiasi alfa dan beta merupakan jenis radiasi yang banyak ditemukan di sekitar. Manusia yang terpapar radiasi jenis beta mungkin memberikan beberapa risiko kesehatan eksternal untuk tubuhnya. Pengolahan limbah B3 pada rumah sakit sebagai peningkatan limbah berbahaya infeksius yang disebabkan oleh pandemi dikaitkan dengan risiko penularan virus. Pengembangan alat yang dapat menghitung tingkat radiasi dalam suatu ruangan pengelolaan limbah B3 bisa menjadi inovasi yang memungkinkan pengguna dapat mengawasi tingkat radiasi untuk menekan dampak radiasi bagi manusia. Untuk menjembatani kendala yang ada, maka penelitian ini merancang sebuah alat ukur radiasi menggunakan Geiger-Muller Counter berbantuan mikrokontroler Arduino untuk mengatasi masalah B3 yang ada di rumah sakit. Modul ini dirancang untuk membantu petugas pengolah limbah agar dapat melindungi diri dari paparan radiasi yang melebihi dosis radiasi. Modul geiger-muller terdiri dari Arduino uno sebagai peralatan kontrol dan LCD Nokia 5110 sebagai display hasil pengukuran. Modul Geiger-muller terdapat tabung Geiger M4011, mikrokontroler Arduino uno dan LCD Nokia 5110. Modul Geiger-Muller berhasil diujikan dengan ion chamber yang mengandung material radioaktif. Modul Geiger-Muller memberikan respon berupa suara/alarm dan tanda LED menyala berkedip Ketika mendeteksi peningkatan intensitas radiasi di sekitar tabung Geiger M4011. ABSTRACT Radiation is naturally present in our environment. In human life, based on the evolution of the environment, there is a significant level of ionizing radiation. Alpha and beta radiation are types of radiation that are commonly found around. Humans who are exposed to beta-type radiation may present some external health risks to their bodies. B3 waste treatment in hospitals as an increase in infectious hazardous waste caused by a pandemic is associated with the risk of virus transmission. The development of a tool that can calculate radiation levels in a B3 waste management room can be an innovation that allows users to monitor radiation levels to reduce the impact of radiation on humans. To bridge the existing obstacles, this study designed a radiation measuring instrument using the Geiger-Muller Counter assisted by an Arduino microcontroller to overcome the B3 problem in the hospital. The design of this module is designed to help waste treatment workers to protect themselves from radiation exposure that exceeds the radiation dose. The geiger-muller module consists of an Arduino uno as a control device and a Nokia 5110 LCD as a display of measurement results. The Geiger-Muller module contains a Geiger M4011 tube, an Arduino uno microcontroller and a Nokia 5110 LCD. The Geiger-Muller module has been successfully tested with an ion chamber containing radioactive material. The Geiger-Muller module responds in the form of sound/alarm and the LED flashes when it detects an increase in radiation intensity around the Geiger M4011 tube.
KAJIAN EFISIENSI ENERGI DENGAN PENGATURAN SUPLAI ENERGI LISTRIK Mochammad Mieftah
JURNAL ELTEK Vol 16 No 1 (2018): ELTEK Vol 16 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.01 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v16i1.90

Abstract

A power system can be said to be reliable if it has a high continuity of service. To achieve this, an operational arrangement is required to optimize installed power to supply the load to avoid overloading or over-supply of the system. Modjopanggoong Sugar Factory Tulungagung is one of the sugar producing industries, where the electrical system in this factory uses two power supply, which is using PLN supply and Turbine Generator Boiler (BTG). The use of more than one power supply resulted in an increase in the required electricity production costs. To solve this problem, in this research will be conducted a study to make efficient of electrical energy cost which is done by arranging supply of electric energy, that is using maximum supply of BTG and its deficiency supported PLN supply (alternative I), using PLN maximum supply and its deficiency is supported BTG supply alternative II) and only use PLN supply (alternative III). The results showed that energy efficiency can be done with the regulation of energy supply at the factory, that is in alternative I with savings Rp.430.025.007 (2.1%), alternative II with savings of Rp. 553,984,815 (2.7%), and alternative III with savings of Rp. 2.055.727.407 (10%).
SISTEM TELEKONTROLTELEMONITORING DAN ORIENTASI PADA ROBOT INSPEKSI GORONGGORONG MENGGUNAKAN RAZOR ARDUIMU 9 DOF Achmad Komarudin; Mas Nurul Ahmadiyah; Leonardo Kamajaya
JURNAL ELTEK Vol 15 No 2 (2017): ELTEK Vol 15 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.464 KB)

Abstract

Seiring dengan meningkatnya pembangunan nasional di Indonesia,banyak hal positif yang tercipta dari pembangunan tersebut. Selain itu,muncul pula hal negatif dari pembangunan tersebut, salah satunya adalah kurangnya tempat untuk meningkatkan daya resap, sehingga menimbulkan genangan air. Untuk mengatasi hal tersebut, dibangunlah gorong-gorong yang berfungsi untuk mengatasi genangan air.Pemantauan gorong gorong secara manual akan memakan banyak waktu serta biaya yang cukup besar. Pada penelitian ini dirancang sebuah sistem telemonitoring, telekontrol dan orientasi pada robot untuk menginspeksi gorong-gorong jarak jauh. Penelitian ini menggunakan metode algoritma DCM untuk pengolahan data sensor IMU. Hasil penelitian ini menunjukkan komunikasi robot dengan user via wireless dapat dilakukan sejauh 20 meter dengan tingkat kehandalan 100%. Selain itu, penggunaan algoritma DCM dari sensor IMU menghasilkan error selisih tidak lebih dari 2 derajat dibandingkan dengan hasil pengujian manual. Along with the increase of national development in Indonesia, many positive things created from the development. In addition, there are also negative things from the development, one of which is the lack of places to increase the absorption capacity, causing stagnant water. The solution is built culverts that serve to overcome the puddle of water. Manually monitoring the culvert will take a lot of time and considerable cost. In this study designed a telemonitoring system, telecontrol and orientation on the robot to inspect the long-distance culvert. This research uses DCM algorithm method for IMU sensor data processing. The results of this study show that robot communication with the user via wireless can be done as far as 20 meters with 100% reliability level. In addition, the use of the DCM algorithm from the IMU sensor results in an error difference of no more than 2 degrees compared with manual test results.
PENGARUH MOBILITAS END DEVICE PADA WIRELESS SENSOR NETWORK (WSN) UNTUK PEMANTAUAN GAS CO DAN H2S PADA KAWAH IJEN KABUPATEN BANYUWANGI Subono Subono; Alfin Hidayat; Akhmad Afandi
JURNAL ELTEK Vol 17 No 1 (2019): ELTEK Vol 17 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.963 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v17i1.137

Abstract

Gunung Ijen terletak di perbatasan kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Gunung Ijen merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia dengan ketinggian 2443 mdpl. Gunung ijen terkenal dikalangan wisatawan domestik maupun luar negeri karena fenomena alam api biru dan penambang belerang tradisional. Berdasarkan pengamatan terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) kabupaten Banyuwangi pada bulan maret 2018 tercatat 30 orang mengalami keracunan gas CO dan H2S. Berdasarkan Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Kawah Ijen, pada bulan maret terjadi aktifitas vulkanik yang memicu keluarnya gas CO dan H2S dalam konsentrasi pekat dan membahayakan pengunjung, penambang maupun penduduk sekitar. Peringatan dini gas beracun (CO, H2S) diperlukan sebagai dasar evakuasi sebelum jatuh korban. Kondisi wilayah kawah ijen dengan tebing curam mencapai kemiringan 45o, berbatu, terjal dan licin, sehingga memerlukan pemantauan gas beracun dengan teknologi jaringan nirkabel. Pemanfaatan WSN dengan topologi Star Single Hop dapat digunakan sebagai Early Warning System (EWS).Beberapa syarat harus dipenuhi agar paket data dan gain signal tetap pada posisi optimal. Jarak antar sensor data dan server maksimal 100 meter. Jumlah paket data yang dikirimkan maksimal 200 tiap mili detik dengan kecepatan 3.14 Kbps. Mount Ijen is located on the border of Banyuwangi and Bondowoso districts. Mount Ijen is one of the active mountains in Indonesia with an altitude of 2443 masl. Gunung Ijen is well-known among domestic and foreign tourists because of the natural phenomenon of blue fire and traditional sulfur miners. Based on the latest observations from the Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPDB) of Banyuwangi district in March 2018 there were 30 people experiencing CO and H2S gas poisoning. According to the Kepala Pos Pengamatan Gunng Api (PPGA) of Ijen Crater, volcanic activity occurred in March which triggered the release of CO and H2S gas in concentrated concentrations and endangered visitors, miners and surrounding residents. Early warning of toxic gases (CO, H2S) is needed as a basis for evacuation before falling victim. The condition of the Ijen crater area with steep cliffs reaches a slope of 450, rocky, steep and slippery, which requires monitoring of toxic gases with wireless network technology. The utilization of WSN with StarSingle Hop topology can be used as an Early Warning System (EWS).Some requirements must be fulfilled so that the data package and signal gain remain in the optimal position. The distance between the data sensor and the server is a maximum of 100 meters. The number of data packets sent is a maximum of 200 each milliseconds at a speed of 3.14 Kbps.
Analisis simpatetik trip akibat gangguan ground fault pada sistem proteksi motor Sigi Syah Wibowo; Chandra Wiharya; Slamet Nurhadi
JURNAL ELTEK Vol 18 No 1 (2020): ELTEK Vol 18 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.908 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v18i1.209

Abstract

Beban pada unit PA dan CT bekerja dalam tegangan operasi 6 KV dan terangkai dalam satu bus. Terjadi gangguan satu fasa ke tanah pada salah satu motor yang terdapat pada unit CT, yaitu motor MP6521C. Seharusnya relay gangguan tanah (ground fault relay) yang terdapat pada unit CT akan bekerja, tetapi gangguan tersebut juga membuat relai yang terdapat di unit PA juga bekerja, sehingga lima motor yang terdapat di unit PA juga mati. Gangguan ini disebut sebagai gangguan simpatetik. penyebab terjadinya gangguan simpatetik pada 5 motor di unit PA menyebabkan tegangan tegangan turun menjadi 1,8kV dari saat beroperasi normal sebesar 6kV. Karena beban motor adalah jenis beban dengan VA tetap yakni 120KW akan menyebabkan kenaikan arus terjadi di 5 motor unit PA adalah sebesar 32,71 A. Sedangkan untuk setting OC sebesar 18A. Hal ini yang menyebabkan relai pada 5 motor unit PA bekerja dan membuka CB sehingga kelima motor mati. The load on the PA and CT units work in the operating voltage of 6 KV and are assembled in one bus. There is phase to the ground fault on one of the motors in the CT unit, namely Motor MP6521C. Ground fault relay in the unit will work, but the interference also makes the relay in the PA unit also works, so the five motors in the PA unit is also trip. These disorders are referred to as sympathetic trip. The cause of the sympathetic disorder in 5 motors in PA units led to a voltage dropped to 1, 8kV from normal operating time of 6kV. Because the motor load is a type of load with a fixed VA that is 120KW will cause a current increase occurs in 5 Motors PA units are 32.71 A. As for setting OC of 18A. This is what causes the relay on 5 Motors of PA units to work and unlock the CB so that the five motors shutdown.
Aplikasi Sensor Infrared Digunakan Sebagai Kunci Lemari Elektronik Menggunakan Kartu Berlubang Berbasis Mikrokontroller Bambang Priyadi
JURNAL ELTEK Vol 11 No 1 (2013): ELTEK Vol 11 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.261 KB)

Abstract

Lemari tempat penyimpanan barang ditempat umum dengan menggunakan kunci mekanik diragukan keamanannya, hal ini sering dirasakan oleh pengguna jasa penyimpanan akibat kunci rusak karena dibuka secara dipaksa. Untuk mengatasi permasalahan yang ada perlu dilakukan penelitian dengan melakukan perencanaan dan pembuatan alat tentang bagaimana merubah dari kunci secara mekanik dirubah menjadi kunci secara elektronik, dengan tujuan kunci elektronik tidak dapat dirusak secara paksa. Sensor infrared dengan menggunakan kartu berlubang adalah salah satu bentuk aplikasi sensor sebagai pengganti kunci lemari secara mekanik, dengan tujuan agar kunci elektronik tidak bisa dibuka secara paksa. Kartu berlubang dapat digunakan untuk membuka lemari, dengan cara memasukkan kartu data berlubang tersebut, MCU akan membaca kartu berlubang setelah itu masukan password sesuai petunjuk yang ada pada layar LCD yang kemudian driver solenoid dapat aktif dan pintu terbuka. Alat pengaman ini dibuat untuk mengontrol 32 buah lemari pengaman dengan sistem penguncian menggunakan solenoid yang dioperasikan dengan catu daya 12 volt. Password yang digunakan memiliki 4 digit angka, dimana masing-masing lemari memiliki password yang berbeda. Password tersebut diisikan melalui keypad matriks 4x4 password ditampilkan oleh LCD 2x16 dengan tampilan 2 baris yang menampilkan petunjuk yang baru.

Page 7 of 14 | Total Record : 137