cover
Contact Name
Muhamad Rifai
Contact Email
eltek@polinema.ac.id
Phone
+6281233533011
Journal Mail Official
eltek@polinema.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ELTEK
ISSN : 16934024     EISSN : 23550740     DOI : doi.org/10.33795/eltek
Jurnal ELTEK merupakan media yang diterbitkan oleh Politeknik Negeri Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian dan artikel konseptual yang dilakukan oleh para peneliti, akademisi, praktisi dan industri di bidang Teknik Elektro. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada jurnal ELTEK merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun Jurnal ELTEK memuat artikel hasil penelitian dan konseptual dalam cakupan bidang ilmu Teknik Elektro yang meliputi: Ketenagalistrikan, Teknik Kendali, Kecerdasan Buatan, Teknik Komputer, Teknik Telekomunikasi, Teknik informatika, Teknik Biomedik, Elektronika Daya, Energi Terbarukan, Sistem Embedded, Jaringan Komputer, Sistem Operasi, Manajemen Data dan Sistem informasi, dan lain-lain. Jurnal ELTEK terbit dua kali dalam setahun masing-masing pada bulan April dan Oktober. Redaksi mengundang penulis dan peneliti untuk menyumbangkan artikel penelitian atau artikel konseptual kepada Editor Jurnal ELTEK. Editor menentukan apakah suatu artikel akan dimuat atau tidak dan memiliki hak untuk mengubah atau mengoreksi teks sejauh tidak mengganggu maksud atau kontennya. Naskah yang tidak dimuat tidak dikembalikan ke penulisnya
Articles 137 Documents
Smart Food Box untuk penunggu pasien di rumah sakit Putri Elfa Mas`udia; Bima Eka Samudra; Begum Nabiila; Lis Diana Mustafa; Mochammad Sarosa
JURNAL ELTEK Vol 18 No 2 (2020): ELTEK Vol 18 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.619 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v18i2.257

Abstract

Saat ini banyak etalase tempat penyimpanan makanan yang diletakkan di rumah sakit maupun di masjid/mushola dengan tujuan berbagi makanan. Tempat penyimpanan makanan (food box) dapat diisi oleh siapapun (sukarelawan) dan dapat digunakan oleh siapapun. Permasalahan yang sering terjadi adalah tempat penyimpanan makanan ini seringkali dalam keadaan kosong, hal ini dikarenakan sukarelawan kesulitan dalam mendapatkan informasi stok makanan yang tersedia didalam box. Selain itu sukarelawan kesulitan dalam hal pemesanan makanan ke warung dan pendistribusian makanan. Maka dari itu, pada penelitian ini dirancang alat Smart Food Box yang dapat memonitoring ketersediaan stok makanan dalam box yang dapat diakses melalui smartphone. Studi kasus yang diambil adalah untuk penunggu pasien di rumah sakit. Smart Food Box pada penelitian ini menggunakan sensor ultrasonik untuk mengetahui level ketinggian dan sensor Load cell sebagai pendeteksi nilai berat dalam box tersebut. Untuk monitoring jarak jauh menggunakan mikrokontroller Arduino ESP 32 berbasis IoT (Internet of Things). Selain itu akan dibuat suatu aplikasi yang dapat dipergunakan oleh sukarelawan dalam pemesanan makanan ke warung terdekat dan pendistribusisan makanan akan diantar langsung oleh pihak warung ke Smart Food Box yang berada di rumah sakit. Dari hasil pengujian Smart Food Box didapatkan bahwa aplikasi berjalan sesuai tujuan, yaitu perubahan nilai yang dibaca oleh sensor dapat ditampilkan dengan baik di aplikasi sesuai dengan jumlah makanan yang dimasukkan maupun diambil dari Smart Food Box. A food box is a box that can be used to share food with others. Volunteers usually fill the box with food, and other people who need food can get the food without any fees. The food box usually could be found at the mosque, hospital, and any other public facilities. But, the lack of information on food stock provided to the volunteers, sometimes makes the volunteers do not have enough information on when they must refill the box. This research aims to provide a Smart Food Box prototype that can monitor the food stock in the box automatically. Further, food stock information is accessible through smartphones. For the case study, the Smart Food Box is placed at a hospital. This Smart Food Box uses an ultrasonic sensor to get the height level of food inside the box and the load cell sensor to detect the weight of the food inside. And IoT (Internet of Things) based on Arduino ESP 32 microcontroller is used to monitor the box remotely. A mobile application is also developed for volunteers to order food directly to the food shop. The ordered food will be directly sent by the food shop to the Smart Food Box. The Smart Food Box has been tested and it shows good performance. The sensors can gather information on food stock, and the mobile application can show the information to the volunteers accurately.
Perancangan Sistem Monitoring Battery Solar Cell Pada Lampu PJU Berbasis Web Rizki Priya Pratama
JURNAL ELTEK Vol 12 No 1 (2014): ELTEK Vol 12 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.359 KB)

Abstract

Solar cell merupakan piranti elektronika yang dapat mengubah energi matahari menjadi listrik. Energi terbarukan yang berasal dari energi matahari ini sekarang ini banyak diteliti. Sistem yang menggunakan solar cell, tentu membutuhkan battery untuk menampung energinya. Kendala dalam menggunakan battery adalah masa pakai battery yang terbatas. Penyebabnya adalah pemakaian battery yang tidak terkontrol, suhu dan kelembapan yang tidak sesuai. Oleh karena itu, perlu adanya sistem monitoring dan management penggunaan battery solar cell. Penggunaan daya pada battery dan arus pada solar cell dapat diamati dengan web. Penyalaan lampu juga dapat diatur tingkat kecerahannya, waktu penyalaan berdasarkan parameter daya battery serta penyalaan lampu berdasarkan keberadaan objek yang bergerak seperti orang atau kendaraan. Pengamatan daya battery, solar cell serta pengaturan penyalaan lampu ini akan didapatkan hasil battery yang tidak cepat rusak serta kapasitas pengisian yang tetap bertahan lama.
Rancang bangun driver inverter 1000 Watt dengan kendali EGS - 002 Mohammad Luqman; Herwandi Herwandi; Donny Radianto
JURNAL ELTEK Vol 19 No 1 (2021): ELTEK Vol 19 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.039 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v19i1.290

Abstract

Abstrak Penelitian ini dimulai dengan penentuan spesifikasi sistem yang akan dibuat, yaitu sebuah inverter sinusoida pada tegangan output 220Vac pada frekuensi 50 Hz dengan daya sekitar 1000 Watt. Kontrol utama menggunakan EGS-002 sebagai pembangkit sinyal SPWM dan sekaligus driver transistor switching. Sebagai peranti switching adalah 8 buah transistor MOSFET IRF 3205 dengan konfigurasi full-bridge. Sebagai pengubah sinyal SPWM menjadi sinyal sinusoida sekaligus penaik tegangan output digunakan trafo step-up 24V/220V 10A. Hasilnya berupa inverter dengan luaran berupa gelombang sinusoida dengan spesifikasi sebagai berikut: Tegangan masukan 24 VDC. Tegangan luaran 221 VAC dengan bentuk gelombang sinusoida murni pada frekuensi 50 Hz. Daya luaran sampai dengan 905 Watt. Dimensi alat adalah: Panjang 30,5 cm x Lebar 18,5 cm x tinggi 12 cm, dengan berat kurang lebih 3 kg, yang dilengkapi dengan terminal masukan 24Vdc dan 2 buah terminal output 220 Vac (stop kontak). Abstract This research begins with determining the specifications of the system to be made, namely a sinusoidal inverter at an output voltage of 220Vac at a frequency of 50 Hz with a power of about 1000 Watts. The main control uses the EGS-002 as the SPWM signal generator as well as the switching transistor driver. As a switching device are 8 MOSFET transistors IRF 3205 with a full-bridge configuration. To convert the SPWM signal into a sinusoidal signal as well as to increase the output voltage, a 24V / 220V 10A step-up transformer is used. The result is an inverter with a sine wave output with the following specifications: 24 VDC input voltage. Output voltage 221 VAC with pure sinusoidal waveform at a frequency of 50 Hz. Output power up to 905 Watts. The dimensions of the tool are: Length 30.5 cm x Width 18.5 cm x height 12 cm, weighing approximately 3 kg, equipped with a 24Vdc input terminal and 2 220 Vac output terminals (electric socket).
Antarmuka Robotics System Toolbox Matlab Dengan Input Output Mikrokontroler Fatkhur Rohman
JURNAL ELTEK Vol 14 No 1 (2016): ELTEK Vol 14 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.719 KB)

Abstract

Kesederhanaan toolbox simulik untuk memodelkan sistem dinamik pada berbagai aplikasi teknik merupakan salah satu keunggulan software Matlab yang dipergunakan untuk tujuan simulasi dan analisis penelitian bidang robotika. Namun, salah satu permasalahan yang ada adalah ketersediaan perangkat keras yang sepenuhnya bisa didukung oleh simulink Matlab. Salah satu solusi untuk masalah ini adalah menggunakan RST Toolbox (Robotics System Toolbox) yang mengijinkan pengguna untuk mendesain seluruh platform perangkat keras dan perangkat lunak dari dasar seperti dari perangkat mikrokontroler. Toolbox ini menyediakan protokol sistem komunikasi data pada jaringan ROS (Robot Operating System) sehingga pengguna bisa mengirim dan menerima paket data yang diinginkan pada perangkat keras yang dimiliki. Karena toolbox ini terkoneksi dengan jaringan lokal ROS, maka komunikasi multiplatform dapat terlaksana asalkan dalam 1 jaringan lokal ROS. Penelitian ini menggunakan perangkat keras mikrokontroler ATMega16 dengan input potensiometer sebagai contoh masukan tegangan analog untuk ditampilkan pada scope simulink matlab dan 8 LED sebagai contoh keluaran digital yang dikendalikan dari square source input. Berdasarkan hasil pengujian untuk membaca sinyal analog (ANALOG IN) didapatkan kecepatan akuisisi data sampai dengan 1.5 Mb/s. Untuk pengujian output digital pada rangkaian ON/OFF lampu LED 3mm, didapatkan status LED sesuai dengan simulink dari Matlab.
Optimasi Filter Sisi Beban Dan Pengurangan Gejala Ekstrim Sisi Masukan Pada Penyearah Setengah Gelombang Pada Kondisi Steady State Ari Murtono
JURNAL ELTEK Vol 14 No 2 (2016): ELTEK Vol 14 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.796 KB)

Abstract

Dari penelitian sebelumnya sudah ditemukan daya masukan yang sa- ngat tinggi, padahal tegangan masukan normal, arus dan tegangan di sisi lu-aran normal. Yang membuat daya masukan tinggi karena pada nilai filter tertentu terjadi arus yang sangat tinggi di sisi masukan. Arus bisa sampai di atas 1500 amper, tetapi arus luaran sangat rendah misalnya 2 Amper.Penelitian ini untuk menjawab, apakah nilai tertentu saja terjadi yang ekstrim. Bagaimana dengan nilai-nilai lain. Apakah berbandingan nilai induktor dan kapasitor sangat signifikan mempengaruhi fenomena keekstriman. Apakah fenomena keekstriman bisa dihilangkan, dan apakah jika dihilangkan muncul fenomena keekstriman di titik titik lain. Prosedur penelitiannya adalah dari temuan penelitian sebelumnya, di- kembangkan analisisnya dengan langkah sebagai berikut: merangkit rangkaian penyearah biasa dan switching, memberi filter induktor dan kapasitor, mengukur daya masukan dan luaran. Setelah nilai-nilai filter yang optimal dapat ditemukan. Penelitian dilakukan lagi dengan memperbanyak waktu pengukuran. Hasilnya tanpa metode switching di sisi masukan, arus di sisi masukan makin lama makin besar.
Analisis overcurrent effect pada power supply linier 0-30 VDC menggunakan LM 723 di lab dasar elektronika dasar Fauziah Sholikhatun Nisa; Oto Sunandar Dinata; Imam Saukani; Fahmi Riski Istiawan
JURNAL ELTEK Vol 20 No 2 (2022): ELTEK Vol 20 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.798 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v20i2.349

Abstract

Jenis catu daya yang sering digunakan untuk praktikum elektronika dasar adalah adjustable power supply karena membutuhkan arus relative rendah dengan tegangan bervariasi. Sistem keamanan yang umum digunakan untuk power supply biasanya berupa sekring. Jika terjadi arus berlebih dari sekring yang telah terpasang akibat kesalahan rangkaian atau pengkabelan akan membuat sistem proteksi ini aktif maka akan diperlukan pergantian sekring. Untuk memberi peringatan bagi mahasiswa saat terjadi arus berlebih di Laboratorium Elektronika Dasar Politeknik Negeri Malang, dirangkailah sebuah catu daya yang dapat diatur dengan menggunakan proteksi arus memanfaatkan IC LM 723 untuk level operasi catu daya 2 Ampere. Pada penelitian ini menggunakan 2 sistem proteksi yang diterapkan pada catu daya yaitu menggunakan buzzer sebagai sistem peringatan dan sekring sebagai pemutus arus. Penelitian ini akan menjelaskan tahapan pembuatan dan pengujian sistem. Sistem membatasi arus kerja maksimum 2.5 Ampere untuk beberapa variasi tahanan beban ABSTRACT The type of power supply that is often used for basic electronics practicum is adjustable power supply because it requires relatively low current with varying voltage. The security system commonly used for power supply is usually a fuse. If there is an overcurrent from the fuse that has been installed due to a circuit or wiring error will make this protection system active, a fuse replacement will be required. To give a warning to students when an overcurrent occurs at the Basic Electronics Laboratory of the State Polytechnic of Malang, a power supply that can be adjusted using current protection utilizes IC LM 723 for a power supply operating level of 2 Ampere. In this study, two protection systems were applied to the power supply, namely using a buzzer as a warning system and a fuse as a circuit breaker. This research will explain the stages of making and testing the system. The system limits a maximum working current of 2.5 Ampere for several variations of load resistance.
PENINGKATAN RESOLUSI SENSOR LOAD CELL PADA TIMBANGAN ELEKTRONIK Eka Mandayatma
JURNAL ELTEK Vol 16 No 1 (2018): ELTEK Vol 16 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.389 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v16i1.85

Abstract

Electronic scales are heavy gauges that are widely used both in the laboratory and in the business world. One of the main sensors of electronic scales is the load cell. The direct use of load cell will result in the achievement of the standard resolution of the load cell or ADC system used, so the resolution of the scales will be quite low as it is determined only by the load cell measurement range and the ADC resolution where the dynamic range of the ADC is not reached.In this article will be made electronic efforts to increase the resolution of the scales so that the accuracy of weighing can be better. Improved resolution attempts are made with electronic signal processor and conditioners, among others, by amplifying, summing and leveling amplifiers and to prevent noise being attempted by filtering. Data processing is done by comparing the resolution value of Load cell without signal conditioner and load cell resolution with signal conditioner. Load Cell with a load range of 0 - 5 kg in conditioning with 200x gain obtained output 113 mV to 1200 mV. With a standard ADC at a resolution of 20 mV / bit will be obtained 0000 0110 to 0011 1110 By adding a Leveling Amplifier circuit obtained output 48 mV for load 0 kg and 4.87 Volt for 5 kg load, ADC output in the range 0000 0010 to 1111 1100. Usage ADC without leveling 21% and with 98% leveling. Without leveling weighing resolution is 89 grm / bit and with 20 grm / bit leveling. Increased weighing resolution of 345%.
KONTROL KECEPATAN LAJU MODEL KAPAL CATAMARAN Budhy Setiawan; Naufal Nurdinasetyo; Indrazno Siradjuddin
JURNAL ELTEK Vol 16 No 2 (2018): ELTEK Vol 16 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.827 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v16i2.105

Abstract

Kapal merupakan alat transportasi untuk medan perairan yangdigunakan untuk berbagai tujuan. Kapal Catamaran merupakan salahsatu desain kapal yang banyak digunakan karena desain mekaniknyasangat stabil dalam menghadapi berbagai medan perairan. Namummedan perairan yang kondisinya berubah – ubah secara terus menerusmenyebabkan kecepatan laju kapal sulit stabil.Solusi untuk mengatasi masalah kestabilan kecepatan kapal adalahmembuat sistem kontrol kecepatan laju kapal berbasis PID Control yangmemungkinkan kontrol kecepatan motor DC berdasarkan dari feedbackflowmeter supaya kecepatan laju kapal tetap stabil. Penggunaan satuankecepatan laju kapal dalam debit aliran air liter / menit bertujuan untukmencari padanan konversi debit aliran air menjadi kecepatan laju dalammeter / detik. Hasil pengendalian kecepatan dengan kontrol PIDmemiliki error rata – rata 16.66 % dengan rise time di detik ke 12 dansettling time di detik ke 21.
ANALISA PERBANDINGAN METODE KOMUNIKASI MULTIHOP DAN ROUND ROBIN PADA WIRELESS SENSOR NETWORK MENGGUNAKAN NRF24L01 Mochammad Junus
JURNAL ELTEK Vol 17 No 1 (2019): ELTEK Vol 17 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.23 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v17i1.128

Abstract

Wireless Sensor Network merupakan jaringan komputer terdistribusi yang memanfaatkan sejumlah node sensor berukuran kecil, dikembangkan dan dikonfigurasikan dalam sekala besar untuk membantu pemindaian terhadap lingkungan sekitar, memanfaatkan parameter pengukuran berupa temperatur, tekanan, suhu, gerakan atau entitas lainnya yang diketahui oleh manusia. Umumnya implementasi WSN di lapangan adalah masalah keterbatasan sumber daya untuk energi yang digunakan oleh setiap sensor node di dalamnya Hal ini menjadikan node-node sensor harus mampu bekerja dengan cepat dan maksimal, dengan sumber energi yang terbatas.Pada penelitian sebelumnya dengan melakukan penghematan daya menggunakan mekanisme sleep Namun pada penelitian tersebut masih terdapat kekurangan yakni kurang efektifnya penggunaan hanya satu modul sensor pada sebuah sensor node. Di sisi lain kebutuhan dalam pengaplikasian pada suatu wilayah tidak cukup hanya dengan menggunakan satu buah modul sensor. Akan tetapi dengan jumlah node yang banyak maka diperlukan metode komunikasi antar node agar data pengiriman tiap node tidak saling bertabrakan dan manajemen penggunaan energi yang lebih efisien. Adapun beberapa metode yangdapat diterapkan antara lain adalah metode Round Robin dan Multi-hop.Dengan membandingkan kedua metode tersebut dapat diketahui keunggulan dan kelemahan dari masing-masing metode. Hasil pengujian yang telah dilakukan dengan mengisi penuh baterai 9V untuk semua node dan digunakan sampai habis. Pada metode Multihop komunikasi antara master node dan semua sensor node berlangsung dengan jeda pengiriman tiap node satu detik berlangsung selama 9 menit 36 detik dengan packet loss 54% pada lokasi outdoor dan 7 menit 45 detik dengan packet loss 54,25% pada lokasi indoor. Lama proses komunikasi ditentukan oleh umur daya dari sensor node 1. Sedangkan dengan menggunakan metode RoundRobin komunikasi terus berlangsung hingga 27 menit 59 detik dengan packet loss 27,40% untuk lokasi outdoor dan25 menit 16 detik untuk lokasi indoor dengan packet loss 28,14%. Wireless Sensor Network is a distributed computer network that utilizes a number of small sensor nodes, developed and configured in large scale to help scan the surrounding environment, utilizing measurement parameters in the form of temperature, pressure, temperature, movement or other entities known to humans. Generally WSN implementation in the field is a matter of limited resources for the energy used by each sensor node in it. This makes sensor nodes must be able to work quickly and maximally, with limited energy sources.In previous studies with power saving using sleep mechanism, in this study there were still deficiencies, namely the ineffectiveness of using only one sensor module on a sensor node. On the other hand, the need for application in an area is not enough using only one sensor module.However, with a large number of nodes, a method of communication between nodes is needed so that the sending data of each node does not collide with each other and more efficient energy use management. The several methods that can be applied include the Round Robin and Multihop methods. By comparing the two methods can be known the advantages and disadvantages of each method.The test results have been carried out by fully filling the 9V battery for all nodes and used up. In the Multihop method the communication between the master node and all sensor nodes takes place with each node sending a second delay lasting 9 minutes 36 seconds with 54% packet loss at the outdoor location and 7 minutes 45 seconds with 54.25% packet loss at the indoor location. The length of the communication process is determined by the power age from sensor node 1. While using RoundRobin method the communication continues up to 27 minutes 59 seconds with packet loss 27.40% for outdoor locations and 25 minutes 16 seconds for indoor locations with packet loss 28.14%.
SISTEM CERDAS PEMANTAU HEWAN TERNAK PADA ALAM BEBAS BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) Galih Hendra Wibowo; Mohamad Dimyati Ayatullah; Junaedi Adi Prasetyo
JURNAL ELTEK Vol 17 No 2 (2019): ELTEK Vol 17 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.544 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v17i2.188

Abstract

One of the common problems experienced by animal farmers is heat stress or cold stress caused by changes in the environment. This resulted in a decrease in the productivity of livestock, cattle. Early monitoring needs to be done to avoid problems through monitoring tools for temperature, heart rate, and internet-based location of things (IoT). The monitor receives the value through the paired sensor and is sent to the web server. Users or breeders get information about the condition of farm animals and observe changes in value through graphs through the android application. The system built is able to receive values in a short interval time (10 seconds) so that the value obtained is the most recent value. Based on observations on the graph, the user can identify drastic changes, both decreases or increases, in the temperature and heart rate of the animal's condition and take precautions as early as possible.

Page 8 of 14 | Total Record : 137