cover
Contact Name
Etik Sulistiowati Ningsih
Contact Email
jppa.unmul@gmail.com
Phone
+6281255065002
Journal Mail Official
jppa.unmul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gn. Tabur, Gn. Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 28299159     DOI : https://doi.org/10.30872/
Core Subject : Economy, Social,
Focus: Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis: Journal containing scientific writings in the form of research results and review articles from students, lecturers and researchers in the field of fisheries and agribusiness development both from within and from outside the Department of Fisheries Socio-Economics, Faculty of Fisheries and Marine Affairs, University Of Mulawarman. Scope: The articles are focused on the study of: 1. Fisheries trading or marketing 2. Fisheries sociology 3. Marine tourism 4. Fisheries Communication and Extension 5. Utilization and management of fishery resources 6. Sustainable development of inland and marine fisheries 7. Fishery UMKM 8. Conservation of coastal areas and waters 9. Traditional-ecological knowledge 10.Fisherman group dynamics
Articles 207 Documents
Strategi Pemasaran yang DIlakukan Oleh Usaha Pengolahan Pempek Qan Di Kota Samarinda (Studi Kasus UMKM Qan) Rustina Ester; Abdusysyahid, Said; Saleha, Qoriah
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis Vol 12 No 1 (2025): Vol 12 No 1 2025
Publisher : 2339-1324

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemasaran yang dilakukan oleh usaha pengolahan pempek Qan. Penelitian ini dilakukan pada usaha pengolahan pempek Qan di jalan Anggrek Bukit, RT. 22 Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dan untuk pengambilan sampel menggunakan metode purposive, sampel dalam penelitian ini yaitu pemilik usaha pengolahan pempek Qan. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan oleh usaha pengolahan pempek Qan yakni strategi dan jasa produk yang digunakan adalah pengembangan produk, diversifikasi produk, pengecapan produk, pembungkusan produk dan penempelan etiket, jaminan dan jasa produk. Struktur dan jasa organisasi yang digunakan adalah pembagian kerja yang memiliki tanggung jawab pekerjaan masing-masing. Teknik memperbesar penjualan yang digunakan adalah menggunakan teknik memperbesar penjualan melalui penyampaian reklame / spanduk, menggunakan Institutional advertising, qualiy advertising, factual advertising dan melakukan promosi penjualan melalui media sosial seperti whatsapp, facebook dan instragram. Siasat harga yang digunakan adalah penetapan harga sesungguhnya. Pengaturan fisik dan cara memperagakan barang yang digunakan adalah peragaan tertutup (clossed dispay) dimana produk pempek ditempatkan ke dalam freezer.
Efisiensi Saluran Pemasaran Ikan Tongkol Hasil Tangkapan Nelayan di Pangkalan Pendaratan Ikan Oeba Kota Kupang Melkianus Teddison Bulan; Saulus Mendario
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis Vol 12 No 1 (2025): Vol 12 No 1 2025
Publisher : 2339-1324

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the marketing channel pattern of fishermen-caught tuna at the Oeba Fish Landed Base (FLB) of Kupang City, analyze the amount of margin received by each marketing institution of fishermen-caught tuna at the Oeba Fish Landing Base (FLB) of Kupang City, and analyze the efficiency of the marketing channel of fishermen-caught tuna at the Oeba Fish Landing Base (FLB) of Kupang City. The type of research used in this study was descriptive. The population in this study amounted to 59 people and the sampling of marketing institution respondents was carried out by snowball sampling so that all populations were sampled. The findings showed that the marketing channel pattern of tuna caught by fishermen at the Oeba Fish Landing Base (FLB) in Kupang City was leveled I marketing channel (fishermen - retail traders - consumers) and leveled II marketing pattern (fishermen - intermediary traders - retail traders - consumers), the amount of marketing margin received in leveled I marketing channel, which is the difference between consumer prices and fishermen of Rp 7.500, and leveled II marketing channel, the price difference between fishermen to retailers is Rp 2.500 and retailers to consumers is Rp 7.500, and level I and level II tuna marketing channels at the Oeba Fish Landing Base (FLB) in Kupang City was classified as effective.
Model Komunikasi Kelompok dalam Aktivitas Kerja Nelayan (Studi Kasus Kelompok Nelayan Ikan Terbang Galesong): Model of Communication Group mustafa, Dalvi; arif, andi adri; Fachry, Mardiana
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis Vol 12 No 1 (2025): Vol 12 No 1 2025
Publisher : 2339-1324

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the group communication model that occurs in the activities of flying fish fishermen as the basis of work patterns and is still maintained until now. The basic method in this study is a descriptive analytical method with a qualitative approach, while the strategy used is a case study. This study was conducted in Bontomarannu Village, South Galesong District as one of the areas of flying fish fishermen groups that still use traditional methods. The determination of informants was carried out by snowball sampling where there were 35 informants used in this study. The results of this study indicate that the communication model that is built is still traditional as a hereditary force maintained between the bosses (punggawa) and the fishermen members (ABK) to be able to carry out flying fish fishing activities effectively and efficiently. The languages ​​used also still rely on the cultural heritage of ancestors who are believed to be able to get maximum catches. the communication channels in the sawi fisherman work group are entirely with the land fisherman, where the land fisherman is the capital owner who has full authority in carrying out the work, by implementing a one-way communication system directly to its members, and only laborers or sawi fishermen carry out two-way communication in carrying out the work, to create better cooperation in the fishing process. Keyword: Fishermen, Working Activities, Communication
Keanekaragaman Hasil Tangkapan Hand Line di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate Gilar Budi Pratama; Nurani Khoerunnisa; Rian Hidayat
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis Vol 12 No 1 (2025): Vol 12 No 1 2025
Publisher : 2339-1324

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan laut Maluku yang merupakan bagian dari Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715 memiliki tingkat biodiversitas tinggi dengan potensi perikanan yang dimanfaatkan masyarakat melalui aktivitas penangkapan ikan, dominan menggunakan alat tangkap hand line. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keanekaragaman hasil tangkapan alat tangkap hand line di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate, berdasarkan data statistik tahun 2023. Analisis dilakukan menggunakan metode deskriptif dan perhitungan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hand line mampu menangkap 34 jenis ikan dengan total produksi mencapai 1.570,42 ton. Nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 2,61 mengindikasikan keanekaragaman sedang, mencerminkan keragaman spesies yang cukup baik namun selektivitas alat tangkap masih perlu diperhatikan. Tingkat keanekaragaman ini menunjukkan potensi diversifikasi usaha perikanan yang mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat sekaligus pengelolaan sumber daya laut secara bertanggung jawab.
Analisis Alat Penangkapan Ikan yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan di TPI Demaan Kabupaten Jepara Wijayanti, Siti Oftafia; Wahyuningsih, Sandra Mandika
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis Vol 12 No 1 (2025): Vol 12 No 1 2025
Publisher : 2339-1324

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi penangkapan ikan bertujuan untuk memanfaatkan sumberdaya ikan dalam suatu perairan dan tetap menjaga kelestarian habitat serta sumberdaya tersebut. Kegiatan ini berlaku untuk semua pelaku usaha perikanan tangkap salah satunya di Demaan kabupaten Jepara, sehingga membutuhkan sistem pengelolaan yang bertanggung jawab dan tidak menyebabkan kerugian dalam segala aspek, khususnya aspek ekologi dan ekonomi. Aspek ekologi ditunjukkan dengan dilakukannya kegiatan penangkapan ikan yang ramah lingkungan sesuai Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) 9 kriteria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alat penengkapan ikan yang ramah lingkungan di TPI Demaan sesuai kriteria dari CCRF (9 kriteria). Metode penelitian yang digunakan, yaitu studi kasus mengenai alat tangkap ikan yang ramah lingkungan di Demaan kabupaten Jepara pada bulan November dan Desember 2018 dengan wawancara dan observasi lapangan. Responden pada penelitian ini diambil sampel dengan metode snowball sampling. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah alat tangkap yang ramah lingkungan meliputi Gillnet (skor 19,8) dan Pancing Tonda (skor 34,1), sedangkan Arad termasuk alat tangkap tidak ramah lingkungan (skor 17,5), karena cara pengoperasiannya yang merusak lingkungan dan tidak selektif. Kata kunci: Ramah Lingkungan; CCRF; Gillnet; Pancing Tonda; Arad
Korelasi Antara Volume dan Nilai Produksi Untuk Optimalisasi Usaha Penangkapan Ikan Pulau Panggang Khoerunnisa, Nurani; Wijayanti, Siti Oftafia; Rema, Dareen Nadya
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis Vol 12 No 1 (2025): Vol 12 No 1 2025
Publisher : 2339-1324

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fisheries sector on Panggang Island contributes significantly to the local economy, but efforts to optimally increase fish production still face challenges. Fish production is one of the main factors in determining the economic value of fisheries, so it is essential to know the extent of the relationship between fish production volume and production value. This study aims to analyze this relationship using the Pearson correlation analysis approach, which measures the closeness of the linear relationship between the two variables. The results show that the volume of fisheries production has a very close and positive relationship with production value. The correlation coefficient value of fishing units on Panggang Island is above 0.9, namely fishing rods (0.98), traps (0.99), and nets (0.99), which indicates that increasing production volume directly affects increasing production value. Strategies for optimizing fisheries production include using efficient and environmentally friendly fishing technology, business planning based on feasibility analysis, managing fishing activities according to the season, expanding market access, and strengthening the supply chain. These findings form the basis for strategic decision-making in increasing the productivity and sustainability of the fisheries sector on Panggang Island.
Pengelolaan Aktivitas Penangkapan Madidihang (Thunnus albacares) yang Didaratkan di TPI Berbasis Musim Penangkapan Gilar Budi Pratama; Ainun Apriliyani Muhyun; Apriliani, Izza Mahdiana
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis Vol 12 No 1 (2025): Vol 12 No 1 2025
Publisher : 2339-1324

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola musim penangkapan ikan Madidihang (Thunnus albacares) yang didaratkan di PPN Ternate antara tahun 2021 hingga 2023. Data produksi perikanan menunjukkan fluktuasi, dengan produksi tertinggi pada November 2023 (148,04 ton) dan terendah pada Juli 2021 (3,72 ton). Upaya penangkapan madidihang juga mengalami fluktuasi, dengan jumlah trip tertinggi pada November 2023 (1.138 trip) dan terendah pada April 2023 (329 trip). Musim penangkapan ikan dianalisis menggunakan Indeks Musim Penangkapan (IMP), yang dihitung berdasarkan data produksi dan upaya penangkapan. Hasil analisis menunjukkan bulan Januari, Februari, November, dan Desember sebagai musim penangkapan dengan nilai IMP lebih dari 100%, sedangkan bulan lainnya termasuk dalam musim bukan penangkapan. Pola musim penangkapan ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan migrasi ikan. Pengetahuan mengenai musim penangkapan yang spesifik dapat menjadi acuan penting dalam pengelolaan perikanan yang lebih efisien dan berkelanjutan, dengan mengoptimalkan upaya penangkapan selama musim puncak dan memberikan waktu bagi regenerasi stok ikan pada periode non-puncak. Kebijakan pengelolaan yang berbasis musim penangkapan dapat membantu melindungi populasi ikan madidihang dan mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan.