cover
Contact Name
Andre Rachmat Scara
Contact Email
andrescabra@unram.ac.id
Phone
+6282334867555
Journal Mail Official
jurnalpepadu@unram.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Mataram, Jalan Pendidikan Nomor 37 Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pepadu
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27159574     EISSN : 27159574     DOI : https://doi.org/10.29303/pepadu.v3i4
Artikel yang dimuat di Jurnal PEPADU meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dari semua disiplin ilmu dan juga memuat artikel-artikel terbaik dari Seminar Nasional PEPADU (Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat) yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Mataram secara rutin setiap tahun
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 531 Documents
PENGENALAN STRUKTUR KALIMAT BAHASA SASAK: KE ARAH PENYUSUNAN BAHASA SASAK STANDAR PADA GURU-GURU PENDIDIKAN DASAR DI KECAMATAN SELONG Jurnal Pepadu; Khairul Paridi; Syahbudin Syahbudin; Moch Asyar; Nyoman Yudika; M. Sukri
Jurnal Pepadu Vol 2 No 4 (2021): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v2i4.2262

Abstract

Studi terhadap hasil penelitian dan buku pelajaran bahasa Sasak yang sudah dilakukan, diperoleh gambaran bahwa belum ada kajian yang secara rinci mengungkap struktur kalimat bahasa Sasak. Selain itu, dialek yang diteliti dan dibahas terbatas pada satu dialek, sehingga data bahasa Sasak yang disajikan masih terbatas pada dialek tertentu saja dan masih diwarnai struktur kalimat bahasa Indonesia. Berdasarkan latar belakang tersebut pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan Struktur Kalimat Bahasa Sasak dari variasi dialek umum yang sudah dikenal oleh masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan andragogi dan untuk melaksanakan pendekatan tersebut, metode yang diterapkan adalah metode diskusi, metode latihan dan metode seminar. Hasilnya adalah guru lebih mengenal Struktur Kalimat Bahasa Sasak serta variasi dialektal tentang Struktur kalimat dasar, Struktur kalimat tunggal dan Struktur kalimat kompleks. Hasil tersebut, selanjutnya dijadikan sebagai acuan penyusunan bahan ajar pembelajaran kalimat bahasa Sasak yang standar.
DEMPLOT PENDAMPINGAN TEKNOLOGI BUDIDAYA BAWANG MERAH MELENGKAPI POLA TANAM PADI GOGORANCAH + PALAWIJA + BAWANG MERAH DI LAHAN SAWAH TADAH HUJAN LOMBOK SELATAN Jurnal Pepadu; Kisman Kisman; Uyek Malik Yakop; A. Farid Hemon; Baiq Erna Listiana; Suprayanti Martia Dewi
Jurnal Pepadu Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i1.2263

Abstract

Lahan sawah tadah hujan yang cukup luas di Lombok Selatan akan memberikan daya ungkit yang signifikan terhadap ketersediaan pangan di NTB apabila produktivitas lahan bisa ditingkatkan. Selama ini lahan sawah tadah hujan ditanami paling banyak dua kali dengan pola tanam padi gogorancah + palawija + bero. Padahal menanam bawang merah umurnya relatif singkat (± 56 HST) cocok ditanam sekitar bulan April – Juni) untuk tanaman musim tanam ketiga pola tanam padi gogorancah + palawija + bawang merah. Teknologi semacam ini belum pernah diterapkan di lahan sawah tadah hujan Lombok Selatan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengalaman dengan pendidikan langsung di lapangan kepada mitra poktan TANI SEJAHTERA di desa Kawo sehingga bisa mengembangkan bawang merah. Metode yang digunakan adalah metode Pendidikan Orang Dewasa (POD) atau Androgogi dengan menekankan partisipasi aktif dari peserta, kerja kelompok dan demonstrasi lapangan. Kegiatan pendampingan teknis dilaksanakan langsung di lahan petani di desa Kawo Pujut Lombok Tengah. Peserta pengabdian dari kelompok tani mitra “Tani Sejahtera” dan unsur petani yang ada di sekitar demplot, juga melibatkan dua mahasiswa Fakultas Pertanian Unram. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian maka dapat disimpulkan: 1). Peserta sangat antusias dan semangat mengikuti seluruh kegiatan mulai dari kegiatan penyuluhan sampai kunjungan pertanaman demplot. 2). Bawang merah cocok ditanam di musim kemarau lahan pada lahan sawah tadah hujan karena berumur pendek kurang dua bulan dengan perawatan dan pemeliharaan yang tidak terlalu berat. 3). Petani kelompok tani mitra sudah punya pengalaman praktis dan memahami teknologi budidaya bawang merah dengan menggunakan mulsa plastik, teknik penanaman, pemupukan, pemeliharan, dll. 4). Dengan menerapkan pola tanam padi gogorancah+palawija+bawang merah produktivitas lahan meningkat sekaligus indeks pertanaman meningkat (IP300) dapat direalisasikan di sawah tadah hujan Lombok Selatan. Dan 5). Hasil demplot bawang merah Tajuk mencapai 1 ton/10 are (10 ton/ha) bawang merah berat basah, langsung terjual.
UPAYA PENINGKATAN NILAI EKONOMIS AMPAS TAHU DENGAN PELATIHAN PEMBUATAN TEMPE AMPAS TAHU Jurnal Pepadu; Moegiratul Amaro; Mutia Devi Ariyana; Tri Isti Rahayu; Baiq Rien Handayani; Nazaruddin Nazaruddin
Jurnal Pepadu Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i1.2264

Abstract

Kekalik merupakan salah satu sentra pengrajin tahu dan tempe di Mataram. Jumlah pengrajin tahu tempe di Kekalik cukup tinggi, mencapai 523 produsen. Dalam proses pembuatan tahu dihasilkan 2 jenis limbah yaitu limbah cair dan limbah padat. sedangkan limbah padat berupa ampas tahu sekitar 1,12 kali bobot kedelai kering dengan volume 1,5 hingga 2 kali volume kering. Oleh karena itu dari 1 kg bahan baku kedelai yang dijadikan tahu akan dihasilkan 1,2 kg ampas tahu. Volume limbah yang tinggi dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Limbah ampas tahu dapat menimbulkan senyawa berbau busuk hasil dari degradasi komponennya. Beberapa permasalahan yang dihadapi mitra antara lain : (1) kurangnya pengetahuan tentang pengolahan limbah tahu, (2) kurangnya pengetahuan dan keterampilan mitra dalam membuat tempe ampas tahu. (3) kurangnya pengetahuan mitra tentang cara pengolahan pangan yang baik yang sesuai dengan standar sanitasi (CPMB), (4) kurangnya pengetahuan mitra tentang cara pengemasan dan pemasaran tempe ampas tahu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan memberikan pelatihan dan mensosialisasikan pengetahuan terkait dengan cara pembuatan tempe ampas tahu sehingga diperoleh produk tempe ampas tahu yang bernilai gizi serta memiliki rasa yang enak dan dapat diterima konsumen. Kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan praktik langsung pembuatan tempe ampas tahu. Indikator capaian menunjukkan bahwa para peserta telah memahami cara pembuatan tempe ampas tahu yang baik dan benar.
PELATIHAN PENGERINGAN LIMBAH AMPAS TAHU UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMIS AMPAS TAHU Jurnal Pepadu; Tri Isti Rahayu; Mutia Devi Ariyana; Moegiratul Amaro; Baiq Rien Handayani; Sri Widyastuti
Jurnal Pepadu Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i1.2265

Abstract

Kota Mataram merupakan salah satu kota di Nusa Tenggara Barat dengan unit usaha agroindustri berbasis kedelai terbanyak yaitu 948 unit usaha. Wilayah kekalik, khususnya kekalik timur merupakan salah satu sentra pengolahan kedelai. Tahu adalah salah satu produk unggulan yang dihasilkan dari usaha agorindustri ini. Dalam proses pembuatan tahu dihasilkan limbah padat berupa ampas tahu sekitar 1,12 kali bobot kedelai kering dengan volume 1,5 hingga 2 kali volume kering (Sadzali, 2010). Ampas tahu yang selama ini disebut sebagai limbah pengolahan tahu masih belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung malah menyebabkan permasalahan lingkungan seperti bau tidak sedap, akibat sifat ampas tahu yang mudah busuk. Beberapa permasalahan yang dihadapi mitra antara lain : (1) limbah ampas tahu, sisa hasil proses pengolahan tahu menjadi permasalahan lingkungan, karena cepat rusak dan menimbulkan aroma tidak sedap pada lingkungan (2) Pemanfaatan limbah ampas tahu masih sangat minim dan terbatas pada pakan ternak. (3) belum mengetahui metode pengolahan limbah ampas tahu agar lebih awet dan dapat disimpan lebih lama tampa menimbulkan pencemaran lingkungan. (4) kurangnya pemahaman pengusaha tahu akan kandungan gizi ampas tahu yang masih tinggi dan dapat dimanfaatkan menjadi berbagai jenis pangan olahan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan memberikan pelatihan dan mensosialisasikan pengetahuan terkait dengan cara pengeringan serta pengemasan dan penyimpanan ampas tahu hingga dapat disimpan lebih lama, memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dan dapat digunakan untuk membuat berbagai produk pangan. Kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan praktik langsung pengeringan ampas tahu dengan metode sanghrai. Indikator capaian menunjukkan bahwa para peserta telah memahami cara pengeringan serta pengemasan dan penyimpanan ampas tahu sebelum diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk.
WORKSHOP MEMPERKOKOH MODAL SOSIAL NELAYAN DALAM MENGHADAPI ERA DIGITAL 4.0 DI DESA KURANJI DALANG KECAMATAN LABU API KABUPATEN LOMBOK BARAT Jurnal Pepadu; Syarifuddin Syarifuddin; Muhammad Arwan Rosyadi; Khalifatul Suhada
Jurnal Pepadu Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i1.2266

Abstract

Masyarakat nelayan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi, sekitar 11,34% orang disekitar perikanan tergolong miskin. Hasil tangkapan masyarakat nelayan juga dipengaruhi oleh cuaca yang ekstrem di laut. Selain itu kondisi nelayan pada umumnya masih mengandalkan cara penangkapan ikan secara tradisional atau berada pada kondisi subsisten dengan modal kecil, teknologi yang digunakan dan kemampuan/skill masih tradisional. Hal serupa juga terjadi pada masyarakat Kuranji Dalang Kecamata Labuapi Lombok Barat. Diperlukan workshop dan pendampingan bagi masyarakat desa Kuranji Dalang tentang memperkokoh modal sosial nelayan dalam menghadapi era digital 4.0. Adapun sasaran kegiatan ini adalah masyarakat pesisir pantai Kuranji Bangsal yaitu perempuan nelayan agar memiliki usaha sampingan untuk membantu ekonomi keluarga. Kegiatan ini berlangsung dengan beberapa tahapan antara lain; Tahap persiapan yaitu melakukan observasi terkait kondisi sosial masyarakat agar dalam pelaksanaan kegiatan tepat sasaran. Tahap Kedua yaitu; memetakan kegiatan yang dilaksanakan bersama perempuan di dusun Bangsal desa Kuranji Dalang. Tahap Ketiga; memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui workshop dan mendiskusikan produk unggulan yang diproduksi bersama, serta memperkenal aplikasi (www.ikansegara.com) yang dapat dipergunakan untuk menjual hasil nelayan sekitar. Tahap keempat; membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Homemade Bangsa yang dilakukan oleh perempuan nelayan Dusun Bangsal, Kuranji Dalang. Tahap Keempat; mendampingi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Homemade Bangsa dalam memproduksi Kerupuk Ikan. Tahap Kelima yaitu mendampingi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Homemade Bangsa dalam mengemas produk serta melakukan pemasaran melalui aplikasi (www.ikansegara.com). Tahap akhir; evaluasi; refleksi pengalaman dan harapan kedepan. Hasil Kegiatan; 1. terjalin hubungan yang erat antar sesama anggota; 2. meningkatkan keterampilan dalam pengolahan hasil laut; 3. menambah penghasilan keluarga; 4. Terdapat kemudahan dalam melakukan pemasaran hasil dan olahannya melalui aplikasi (www.ikansegara.com).
GAMBARAN POLA KEBIASAAN SARAPAN DAN PENGETAHUAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMP IT BUKIT QUR’AN MATARAM Jurnal Pepadu; Imania Wahyuningsih; Candra Eka Puspitasari; Virnia Wanda Utami; Fitri Ariani
Jurnal Pepadu Vol 2 No 4 (2021): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v2i4.2267

Abstract

Sarapan adalah kegiatan makan dan minum sebelum melakukan aktivitas fisik di pagi hari. Sarapan berkontribusi terhadap 25% total asupan gizi sehari yang berpengaruh terhadaptingkat kesehatan. Keadaan status gizi remaja dipengaruhi oleh pola makan yaitu keterbatasanmakanan, membatasi diri untuk makan, dan rendahnya kebiasaan sarapan. Remaja putri yangtidak terbiasa sarapan memiliki hubungan terhadap kejadian anemia sehingga dilakukananalisis pola kebiasaan sarapan dan pengetahuan anemia. Penelitian ini adalah penelitiandeskriptif menggunakan desain cross sectional dengan teknik pengambilan total sampling.Sampel penelitian adalah remaja putri di SMP IT Bukit Qur’an Nusantara Mataram yangmendapatkan penyuluhan terkait gizi dan anemia yaitu 18 orang. Pengambilan data dilakukandengan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 61,11% remaja putri selalu sarapan,sedangkan sisanya 38,89% kadang-kadang melakukan sarapan. Kebiasaan sarapan remajaputri berhubungan dengan pencegahan anemia. Tingkat pengetahuan remaja putri terhadapanemia yaitu 83,33% menjawab benar dan 16,67% menjawab salah sehingga dapatdisimpulkan remaja putri SMP IT Bukit Qur’an Nusantara Mataram memiliki pola kebiasaansarapan dan pengetahuan terkait anemia yang baik.
TRANSFORMASI TANAMAN HERBAL DESA JURIT MENJADI MINUMAN IMUNOSTIMULAN INSTAN Jurnal Pepadu; Sudirman Sudirman; Dina Asnawati; Made Ganesh Dharmayanti; Nurul Ismillayli; Emmy Yuanita
Jurnal Pepadu Vol 2 No 4 (2021): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v2i4.2268

Abstract

Pandemik COVIID-19 memberikan dapak yang besar dalam berbagai aspek kehidupanmasyarakat. Khususnya dibidang Kesehatan, pengembangan obat antivirus dan vaksin untukCOVID-19 tentu membutuhkan waktu yang cukup lama. Berbagai penelitian menunjukanaktivitas penghambatan replikasi dan peningkatan imunitas oleh senyawa bioaktif dari tanamanherbal. Desa Jurit baru menjadi lokasi kegiatan pengabdian kali ini, dikarenakan Desa inimemiliki sumba daya alam berupa tanaman herbal yang cukup melimpah. Kegiatan inibertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan dalam meracik minumanimunostimulan instan dari bahan herbal berupa jahe, kunyit, kencur, cengkeh, daun mint, danjeruk purut. Dari tanaman herbal tersebut, dihasilkan 3 formulasi dengan rasa dan khasiat yangberbeda pula. Masyarkat mengakui, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat tidak hanya dimasapandemic ini, melainkan untuk memelihara Kesehatan anggota kelurga sehari-hari.
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK KOMPOS BOKASHI DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DI DESA SENGKOL, KECAMATAN PUJUT, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Lalu Zulkifli; Nurul Indriani; M. Irpan Siswandi; Rizky Tri Septiawan; Dinda Febriani; Jannaturroyani Jannaturroyani; Ispaniah Ispaniah; Hendri Yogi Pratama; Nurfajrin Aliyatri; Estiana Estiana; Bq Sari Hidayatullah
Jurnal Pepadu Vol 3 No 4 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sengkol merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Secara geografis letak Desa Sengkol sangat strategis karena Desa Sengkol termasuk salah satu desa penyangga Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, dengan ditetapkannya Mandalika sebagai KEK Mandalika berdasarkan PP Nomor 52 Tahun 2014. Permasalahan yang saat ini dihadapi oleh desa yaitu permasalahan lingkungan, hal ini disebabkan karena kurangnya tingkat kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah, disamping itu sarana prasana seperti armada pengangkut sampah serta TPA dan TPS masih sangat terbatas. Alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengadakan kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos organik cair (POC) dan bokashi. Tujuan dari program ini adalah memberdayakan masyarakat Desa Sengkol dalam membuat pupuk organik cair dan bokashi menggunakan sampah organik rumah tangga. Metode yang digunakan yaitu tahap pra pelaksanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi atau pengecekan. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini yaitu masyarakat Desa Sengkol khususnya Dusun Senkol 1 dan 4 memiliki pengetahuan tentang pengolahan sampah dimana masyarakat sudah mampu memilah sampah rumah tangga dan mengolahnya menjadi pupuk kompos cair dan bokashi. Untuk mempercepat proses penguraian atau fermentasi pupuk membutuhkan cairan EM4. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos merupakan langkah tepat dalam menanggulangi permasalah sampah rumah tangga yang ada di Desa Sengkol. Sampah bisa mengahasilkan produk yang memiliki nilai guna dan kedepannya masyarakat Desa Sengkol berkomitmen dalam mengembangkan pupuk kompos dari sampah organik sebagai upaya berkelanjutan dari program pengabdian masyarakat.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB) DI DESA SANTONG KECAMATAN KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Bagus Dwi Hari Setyono; Baiq Dinda Inges Mutiara Hati; Nova Aji Saputra; Neli Agustina
Jurnal Pepadu Vol 3 No 4 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Santong memiliki hasil perkebunan dan pertanian yang melimpah seperti cengkeh, pisang, dan kopi. Sehingga, tidak heran jika di Desa Santong terdapat banyak pelaku usaha ataupun UMKM (Unit Mikro Kecil dan Menengah) pisang sale, kopi ataupun usaha yang lainnya. Banyaknya pelaku usaha dan UMKM di Desa Santong yang belum memiliki izin usaha NIB (Nomor Induk Berusaha) membuat KKN Tematik Unram 2022 bekerja sama dengan Dinas Sosial Penanaman Modal dan Usaha Kabupaten Lombok Utara, Yayasan Sheep Indonesia, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Santong untuk mengadakan kegiatan sosialisasi dan pembuatan NIB bagi para pelaku usaha dan UMKM di Desa Santong. Tujuan diadakannya kegiatan sosialisasi ini adalah agar pelaku usaha dan UMKM di Desa Santong paham pentingnya memiliki izin usaha NIB. Metode sosialisasi menggunakan cara; Pertama, mahasiswa KKN Tematik Unram Desa Santong 2022 melakukan diskusi bersama Yayasan Sheep Indonesia mengenai pelaksanaan sosialisasi dan pembuatan NIB bagi para pelaku usaha dan UMKM di Desa Santong yang belum memiliki NIB. Kedua, mahasiswa KKN Tematik Unram Desa Santong 2022 memberitahukan dan menyebarkan informasi mengenai pelaksanaan sosialisasi dan pembuatan NIB kepada seluruh pelaku usaha dan UMKM yang belum memiliki izin usaha NIB dan berada di Desa Santong. Ketiga, KKN Tematik Unram bersama Dinas sosial penanaman modal dan usaha Kabupaten Lombok Utara, Yayasan Sheep Indonesia, dan BUMDes Santong melaksanakan sosialisasi pentingnya memiliki NIB bagi pelaku usaha dan UMKM. Keempat, KKN Tematik Unram membantu proses pembuatan email bagi pelaku usaha dan UMKM yang belum memiliki email aktif agar nantinya saat proses pembuatan izin usaha NIB berjalan dengan lancar. Kelima, Dinas sosial penanaman modal dan usaha beserta KKN Tematik Unram melakukan pembuatan NIB dan langsung membagikan surat izin usaha NIB dalam bentuk lembaran setelah proses pembuatan NIB berhasil. Diharapkan dengan berlangsungnya sosialisasi dan pembuatan NIB oleh KKN Tematik Unram Desa Santong 2022 dapat memberikan kesadaran akan pentingnya memiliki izin usaha NIB bagi pelaku usaha ataupun UMKM yang ingin menjalankan usahanya
IMPLEMENTASI DAN OPTIMALISASI MITIGASI BENCANA GUNA MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DESA MEKAR SARI KECAMATAN PRAYA BARAT, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Farah Najwasyah; I Wayan Joniarta; Lalu Banu Samudera; Tiara Dwi Astuti; Nabilla Mandalika
Jurnal Pepadu Vol 3 No 4 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga pendidikan seperti universitas turut mengambil peran dalam upaya mitigasi bencana. Universitas yang memiliki Tridharma Perguruan Tinggi berperan merumuskan problem solving terkait permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat terutama yang berhubungan dengan bencana alam. Sebagai salah satu desa yang berada di wilayah dengan tingkat risiko ancaman bencana yang tinggi, Desa Mekar Sari Kecamatan Praya Barat berpotensi mengalami bencana gempa bumi, tsunami, tanah longsor, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan. Kehadiran mahasiswa KKN Tematik bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terkait bencana yang sewaktu- waktu dapat terjadi dalam bentuk penguasaan dan pengetahuan untuk mengurangi risiko bencana. Serangkain kegiatan yang telah dilakukan yaitu sosialisasi mitigasi bencana yang dilaksanakan di kantor desa, sosialisasi door to door, dan sosialisasi sekaligus simulasi tanggap bencana di sekolah. Kegiatan sosialisasi yang dijalankan selama pelaksanaan KKN ini telah menambah pengetahuan masyarakat Desa Mekar Sari terkait mitigasi bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapinya”.