cover
Contact Name
Andre Rachmat Scara
Contact Email
andrescabra@unram.ac.id
Phone
+6282334867555
Journal Mail Official
jurnalpepadu@unram.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Mataram, Jalan Pendidikan Nomor 37 Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pepadu
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27159574     EISSN : 27159574     DOI : https://doi.org/10.29303/pepadu.v3i4
Artikel yang dimuat di Jurnal PEPADU meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dari semua disiplin ilmu dan juga memuat artikel-artikel terbaik dari Seminar Nasional PEPADU (Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat) yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Mataram secara rutin setiap tahun
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 531 Documents
APLIKASI TEKNOLOGI BIO-BALITANI DALAM OPTIMALISASI PRODUKSI PUPUK ORGANIK DI KELOMPOK TANI ARSA WINANGUN DESA TARO Jurnal Pepadu; Ni Luh Ayu Kornita Pratiwi; A. A. A. Adinda Savitrie Suamba; I Made Abra Rahastra; Dewa Putu Indra Pranata; Made Ananta Wirya; I Made Mudita; I Nyoman Sumerta Miwada; Ni Luh Gede Sumardani; Ni Wayan Tatik Inggriati; Ni Wayan Siti
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2294

Abstract

Kelompok Tani Arsa Winangun merupakan kelompok tani ternak yang telah di bina oleh tim kegiatan pengabdian PHP2D Fakultas Peternakan Universitas Udayana Tahun 2020. Dimana kegiatan yang dilakukan adalah peningkatan pengetahuan kelompok tersebut dalam memanfaatkan sumber daya yang ada seperti feses dan urine untuk dijadikan pupuk organic serta hijauan yang dijadikan silase untuk pakan ternak dengan memanfaakan teknologi Bio-Balitani. Desiminasi teknologi pemanfaatan produk Bio-Balitani yang diproduksi memanfaatkan konsorsium bakteri Lignosellulolitik asal rumen sapi bali dan rayap merupakan salah satu strategi yang dikembangkan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada di Kelompok Tani Ternak Arsa Winangun. Sosialisasi dan desiminasi teknologi, pembentukan demoplot serta pengembangan strategi pemasaran di Kelompok Tani Arsa Winangun merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya mengatasi kurangnya pengetahuan serta keterampilan kelompok tani dalam pengelolaan limbah peternakan dan pemasaran produk yang dihasilkan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa Kelompok Tani Ternak Arsa Winangun mampu menyerap teknologi yang didiseminasikan dengan baik yang ditunjukkan dengan adanya kemampuan dari kelompok tersebut dalam produksi pupuk organik dengan memanfaatkan teknologi Bio-Balitani yang siap dipasarkan.
BIMBINGAN TEKNIS PRODUKSI GULA CAIR BERBASIS SAGU DAN BER-ANTIOKSIDAN DAN ZAT BESI YANG TINGGI PADA PENGOLAH SAGU DI MORAMO, SULAWESI TENGGARA Jurnal Pepadu; Ansharullah Ansharullah; Muhammad Natsir; Tamrin Tamrin; Sitti Aida Adha Taridala
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2295

Abstract

Desa Lamokula Kabupaten Konawe Selatan merupakan salah satu sentra produksi sagu. Mitra pengolah sagu di daerah ini adalah Kelompok Usaha Bio Sagu Sejahtera, yang menjalankan usahanya sejak 10 tahun terakhir. Namun demikian, kondisi usahanya masih sangat sederhana, sehingga kualitas sagu yang dihasilkan masih rendah, pemasarannya terbatas, dan nilai jual ekonominya juga rendah. Oleh karena itu, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengolah sagu tentang upaya diversifikasi produk dari tepung sagu segar menjadi gula cair yang mengandung antioksidan dan zat besi yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan nilai jualnya. Metode yang digunakan adalah dengan: sosialisasi kegiatan PKM pada kelompok usaha pengolah sagu, penyusunan rencana kegiatan, bimbingan teknis produksi dan manajemen usaha gula cair berbasis sagu, dan pendampingan dan pengawasan selama dan sesudah kegiatan PKM berlangsung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa: masyarakat pengolah sagu di lokasi ini secara umum dan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan telah memahami manfaat diversifikasi produk primer sagu terhadap peningkatan nilai tambah; mitra pengolah sagu lebih menyadari bahwa proses penanganan pasca panen dan pengolahan sagu yang baik akan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan; dan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan gula cair ber-antioksidan dan mengandung zat besi tinggi dari mitra juga meningkat. Kegiatan ini masih memerlukan keberlanjutan sehingga dapat berproduksi secara komersial.
EDUKASI PENGGUNAAN TUMBUHAN SUNGKAI (Paronema canescens) UNTUK MENURUNKAN KOLESTEROL Jurnal Pepadu; Muharni Muharni; Heni Yohandini; Ferlinahayati Ferlinahayati; Julinar Julinar
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2296

Abstract

Penyakit kolesterol tinggi merupakan penyakit yang lazim ditemukan pada masyarakat terutama pada usia diatas 40 tahun. Salah satu pemicu tingginya kolesterol adalah hipertensi. Rendahnya taraf hidup masyarakat menyebabkan masyarakat cendrung menggunakan obat tradisional dalam pengobatan penyakitnya. Sungkai (Paronema canescens) merupakan salah satu tumbuhan obat tradisional untuk pengobatan hipertensi dan kolesterol. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang penggunaan tumbuhan P. canescens, sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat mengatasi masalah kesehatannya. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi dengan masyarakat desa Tanjung Pering Indralaya Utara Ogan Ilir tentang khasiat dan kegunaan tumbuhan sungkai (P. canescens), informasi ilmiah yang mendukung penggunaannya secara tradisional dan dilakukan dengan cek kolesterol warga. Hasil cek kolesterol menunjukkan dari 25 orang warga yang diperiksa, 4 diantaranya memiliki kolesterol tinggi. Kegiatan ini telah membuka wawasan dan menambah pengetahuan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya khususnya masalah hiperkolesterol dengan memanfaatkan tumbuhan obat yang ada disekitarnya. Warga dengan kolesterol tinggi dapat mencoba terapi menurunkan kolesterol menggunakan daun P. canescens.
TINGKATKAN KUALITAS HIDUP PENYANDANG HIPERTENSI MELALUI PROMOSI KESEHATAN Jurnal Pepadu; Dewi Nur Sukma Purqoti; Baiq Rulli Fatmawati; Ernawati Ernawati; Baik Heni Rispawati; Harlina Putri Rusiana
Jurnal Pepadu Vol 3 No 3 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i3.2297

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dikenal dengan silent killer dikarenakan seseorang yang mengidap hipertensi yang bahkan sudah bertahun-tahun sering kali tidak menyadari sampai terjadinya komplikasi. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah yang ada di tubuh kita sehingga mengakibatkan gagal jantung, infark miocard, gagal ginjal, stroke, penglihatan kabur dan sebagainya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang konsep dasar hipertensi dan cara pencegahannya. Metode yang dikukan dalam kegiatan ini dengan Memberikan penyuluhan tentang konsep dasar hipertensi berupa tanda dan gejala serta cara pencegahannya. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peserta mayoritas berusia diatas 50 tahun, berpendidikan mayoritas SD, jenis kelamin mayoritas perempuan terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan. Setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diharapkan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang cara menjaga tekanan darah agar tetap terkontrol dan stabil.
BIMBINGAN MERANGKAI LAMPU DENGAN SUMBER LISTRIK DC UNTUK SISWA SDN 20 CAKRANEGARA MATARAM Jurnal Pepadu; Ni Made Seniari; Supriyatna Supriyatna; A. Natsir; L. A. S. Adnyani; S. Nababan; Bagus Widhi Dharma S.
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2298

Abstract

Siswa Sekolah Dasar di masa pandemi Covid 19 mengalami kejenuhan secara psikologi. Mereka jarang bertemu dengan teman-temannya, karena siswa belajar dari rumah masing-masing secara on line, dan bahkan belajar ke sekolah separuh jumlah siswa secara bergilir. Untuk itu team pengabdian kepada masyarakat Universitas Mataram mengajak siswa SDN 20 Cakranegara memulai beraktifitas normal di sekolah, dengan cara belajar sambil bermain yang menyenangkan. Melalui praktek membuat rangkaian lampu dari sumber listrik DC, dirangkai secara seri, pararel maupun kombinasi seri-pararel. Rangkaian listrik dibuat dalam papan module secara berkelompok. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VI sebanyak 25 orang yang terbagi menjadi 5 kelompok, dan 2 orag guru pendamping. Siswa diberikan keleluasaan berkreatifitas, mengkombinasikan jumlah baterei, jumlah lampu, dan mengkombinasikan rangkaian lampu seri-pararel. Hasil rangkaian ada yang lampunya berhasil menyala dengan terang, menyala redup dan bahkan tidak bisa menyala sama sekali. Hasil rangkaian dikomentari oleh siswa dengan alasan yang berbeda. Team pembimbing selanjutnya memberi pengarahan mengenani kondisi lampu hasil rangkaian. Kegiatan berlangsung dengan lancar, siswa berkegiatan dengan senang hati dan semangat.
PELATIHAN TATA KELOLA ORGANISASI UNTUK PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN BAMBU DI DUSUN KOLOH BERORA DESA MENGGALA KECAMATAN PEMENANG BARAT Jurnal Pepadu; Baiq Nurul Suryawati; Zainal Abidin; Muttaqillah Muttaqillah; Laila Wardani
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2299

Abstract

Pemahaman pemilik usaha terhadap tata kelola organisasi, akan memudahkan pemilik usaha untuk mengalokasikan tugas sesua dengan keahlian dari anggota organisasi. Tata kelola yang baik akan dapat membantu pemilik usaha memetakan kekuatan, peluang, kelemahan dan ancaman atau Analisis SWOT. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode kegiatan sebagai berikut: (1) diskusi awal dengan pemilik usaha mengenai kendala yang mereka hadapi; (2) pendampingan secara bertahap untuk pemilik umk (usaha mikro dan kecil) yang mengalami kendala; (3) pemberian beberapa kebutuhan utama bagi pemilik umk yang menjadi target sasaran, seperti lemari pajang dan alat komunikasi; (4) diskusi bersama untuk pemecahan masalah mandiri atau self directed learning bagi pemilik usaha mikro dan kecil. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini belum menunjukkan dampak dikarenakan adanya penutupan akses jalan melalui pusuk sehingga kunjungan menjadi sangat minim. Usaha yang menjadi target sasaran yaitu pengolahan bambu harus merubah strategi bisnis dan saat ini terlibat dalam penjualan kayu, akan tetapi dengan informasi yang diberikan diharapkan dapat merubah pola produksi-nya. Selanjutnya untuk usaha kerupuk yang menjadi target sasaran pendamping, dari segi produksi tidak mengalami permasalahan dengan penutupan akses tersebut, dikarenakan pangsa pasar yang ada di wilayah pemenang, kemudahan akses dengan pemanfaatan alat komunikasi telah mulai dimanfaatkan. Pendampingan di daerah ini semestinya dilanjutkan dengan program berikutnya sehingga penyediaan akses teknologi dapat dioptimalkan.
PENGENALAN DAN EDUKASI "MASKNE" PADA TENAGA KESEHATAN POLI RAWAT JALAN RS UNIVERSITAS MATARAM 2021 Jurnal Pepadu; Dedianto Hidajat; Novia Andansari Putri; Anak Agung Ayu Niti Wedayani
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2300

Abstract

Alat Pelindung Diri dengan menggunakan masker adalah suatu hal yang sangat penting bagi tenaga kesehatan dan juga masyarakat umum. Masker adalah alat pelindung diri yang harus digunakan. Tujuan: meningkatkan pengetahuan dampak penggunaan masker sebagai alat pelindung diri dan cara mencegah dampak yang ditimbulkan. Metode: penyuluhan kepada tenaga kesehatan di poli rawat jalan di Rumah Sakit Universitas Mataram. Hasil: 15 dari 20 peserta mengalami Maskne selama masa Pandemi, 20 peserta tidak mengetahui masker mampu menyebabkan akne, 18 tidak mengetahui definisi Maskne, 20 peserta tidak mengetahui cara mengobati dan mencegahnya. Setalah dilakukan penyuluhan dan edukasi 18 peserta mampu menjawab quisioner dengan benar terkait dengan Maskne, yaitu definisi Maskne, tanda dan gejala, cara mencegah dan mengobati Maskne. Kesimpulan: Kurangnya pengetahuan tenaga kesehatan sendiri terkait dampak penggunaan masker : “Maskne” menjadi masalah dalam usaha tenaga kesehatan dalam menjaga kesehatan masyarakat, sehingga perlu diberikan edukasi cara mencegah Maskne dan bila penanganan Maskne.
SOSIALISASI KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI VAKSIN COVID-19 DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS MATARAM Jurnal Pepadu; Devi Rahmadhona; Muhammad Ghalvan Sahidu; Decky Aditya Zulkarnaen
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2301

Abstract

Angka kematian akibat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) cukup tinggi. Salah satu upaya pencegahan dan pemutusan rantai penularan penyakit adalah dengan vaksinasi. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) COVID-19 adalah kejadian medis yang tidak diharapkan dan diduga berkaitan dengan vaksinasi. Persepsi yang salah tentang KIPI dapat menyebabkan penurunan angka penerimaan vaksin COVID-19 pada masyarakat. Tujuan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, memperbaiki persepsi yang salah serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat jika terjadi reaksi KIPI. Sosialisasi dilakukan dengan pemutaran video interaktif yang diikuti dengan sesi tanya jawab terkait KIPI pada vaksinasi COVID-19. Pre dan post test dilakukan sebelum dan sesudah proses sosialisasi. Kegiatan diikuti oleh 100 orang peserta vaksinasi COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Mataram. Pemaparan materi serta diskusi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan peserta, menghindari persepsi yang salah, mengetahui berbagai keluhan pasca vaksinasi dan dapat melakukan penanganan yang tepat, mengenali serta mengetahui alur pelaporan jika menemukan KIPI serius. Didapatkan peningkatan rata-rata nilai pre dan post test dari 74,79 menjadi 79,37 pasca sosialisasi. Terdapat peningkatan rerata hasil evaluasi tingkat pengetahuan pasca dilakukan sosialisasi KIPI COVID-19. Sosialisasi KIPI COVID-19 penting untuk meningkatkan pengetahuan dan meluruskan persepsi masyarakat tentang dampak vaksinasi serta meningkatkan kewaspadaan jika terjadi reaksi KIPI.
PENYULUHAN HUKUM TENTANG YAYASAN SEBAGAI BADAN HUKUM DI DESA GIRI MADYA KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Jurnal Pepadu; Eduardus Bayo Sili; Hirsanuddin Hirsanuddin; Kurniawan Kurniawan
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2302

Abstract

Pemahaman masyarakat terhadap yayasan sebagai badan hukum dinilai masih rendah. Hal ini ditandai dengan adanya konflik kepemilikan yayasan, konflik pengurus yayasan dan lain sebagainya. Yayasan sebagai badan hukum tidak memiliki anggota seperti halnya koperasi, atau pemegang saham untuk perseroan terbatas. Para donatur juga bukan merupakan anggota yayasan, melainkan orang yang secara berkala memberikan sumbangan kepada yayasan, tetapi sedikitpun tidak mempunyai hak-hak, termasuk hak untuk mengontrol yayasan. Keunikan yayasan inilah yang harus dipahami dengan baik oleh masyarakat dalam menggunakan yayasan sebagai badan hukum dalam kegiatan sosial, keagamaan dan kemanusiaan. Metode kegiatannya berupa ceramah dan tanya jawab berkaitan dengan yayasan sebagai badan hukum misalnya wewenang pengurus, pengurus harian, wewenang pembina dan pengawas. Hasil yang dicapai: meminimalisir bahkan menghilangkan berbagai konflik kepemilikan yayasan, pengurus, pengawas dan pembina. Kesimpulan kesadaran hukum dibangun berdasarkan pengetahuan hukum yang benar. Karena itu penyuluhan hukum tentang yayasan sebagai badan hukum di desa Giri Madya Kecamatan Lingsar memiliki arti yang sangat penting bagi tumbuhnya kesadaran hukum masyarakat dalam menggunakan yayasan sebagai badan hukum dalam kegiatan sosial, keagamaan dan kemanusiaan
SOLUSI SAAT PANDEMI DESA SURANADI SEBAGAI SALAH SATU DESTINASI TERTUA DI PULAU LOMBOK Jurnal Pepadu; I Nyoman Nugraha Ardana Putra; Hadi Mahmudi; Sujadi Sujadi; I Dewa Gede Bisma; Nengah Sukendri; Ni Putu Ary Aryawati
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2303

Abstract

Desa Suranadi saat ini telah ditetapkan menjadi desa wisata dan memang sudah semenjak lama menjadi destinasi wisata unggulan bagi Kabupaten Lombok Barat. Kawasan ini merupakan daerah yang memiliki udara yang masih bersih dan memiliki banyak sumber air (mata air) serta hutan lindung yang masih terpelihara dengan asri sampai dengan saat ini. Kekayaan alam yang dimiliki oleh Desa Suranadi tersebut juga lebih menarik lagi dengan jajanan masyarakat setempat yang memiliki ciri khas sebagai wisata kuliner yaitu sate bulayak. Sate ini sudah banyak diketahui dan sangat digemari oleh para wisatawan lokal maupun wisatawan nusantara yang berkunjung ke Pulau Lombok. Saat terjadi pandemi COVID-19, tidak menyurutkan niat para wisatawan untuk berkunjung ke wilayah tersebut . Tentu hal tersebut menjadi masalah dan sekaligus berkah bagi pelaku jasa wisata di Suranadi. Perlu kiranya untuk membuat konsep pariwisata dengan menjaga protocol kesehatan serta memberi rasa aman kepada para pengunjung untuk dapat menikmati Desa Suranadi di saat pandemi. Solusi yang ditawarkan berdasar permasalahan tersebut adalah melakukan studi tentang konsep desa wisata di era pandemi dan menentukan strategi pengembangan desa wisata yang mengedapankan protokol kesehatan. Upaya melakukan tersebut maka dilakukan kegiatan metode survey dan FGD untuk mempertajam strategi yang akan dipilih. Selain itu dilakukan sosialisasi hasil studi dalam bentuk penyerahan berkas hasil studi kepada aparat desa. Hasil menunjukan bahwa pelu penataan Destinasi Wisata dan Paket Wisata dengan mulai menjalankan protocol Kesehatan serta meningkatkan kewaspadaan saat Pandemi.