cover
Contact Name
Amelia Waimuri
Contact Email
murai.sttgki@gmail.com
Phone
+6282194538356
Journal Mail Official
murai.sttgki@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sentani 37 Abepura, Jayapura, Papua - 99351
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
MURAI: Jurnal Papua Teologi Kontekstual
ISSN : 27210200     EISSN : 27464814     DOI : -
urnal Papua Teologi Kontekstual merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI I.S.Kijne sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan artikel ilmiah yang merupakan kajian Sosial-Budaya, Pendidikan (Pendidikan secara umum dan Pendidikan Kristen secara khusus), dan Teologi Kontekstual. Jurnal ini memuat artikel ilmiah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel ilmiah hasil penelitian ataupun penelitian terapan, dan juga artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan sosial-budaya, Pendidikan dan Teologi Kontekstual. Pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel termuat pada setiap penerbitan. Penerbitan jurnal dilakukan persemester, yaitu pada bulan Januari dan Juli tahun berjalan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 65 Documents
Sikap Pengabaian Orang Tua Terhadap Kebutuhan Rohani Anak Dalam Ibadah Sekolah Minggu di Jemaat GKI I.S Kijne Abepura - Jayapura: Parents' Neglect Towards Children's Spiritual Needs in Sunday School Worship at GKI I.S Kijne Abepura Congregation - Jayapura Swom, Hermanus
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 3 No 1 Januari (2022): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v3i1 Januari.89

Abstract

Dua puluh tahun lagi anak-anak menjadi warga gereja, warga negara dan warga masyarakat yang dewasa dan berpengaruh baik, sejauh mereka pada waktu kecil membangun hubungan rohani yang baik dengan Tuhan Yesus melalui ibadah dan pengajaran-pengajaran iman Kristen yang bersumber dari Alkitab. Keluarga menjadi agen utama pengasuhan anak untuk pertumbuhan iman dan pengembangan nilai-nilai rohani yang terkandung dalam ajaran iman Kristen. Sebaliknya keluarga juga bisa menjadi agen penghambat, penghalang dan pengabaian bagi pertumbuhan iman dan kebutuhan rohani anak-anak jika orang tua tidak memahami perannya sebagai pendidik utama bagi anak dalam keluarga. Memahami sikap pengabaian ini, maka perlu kegiatan bina keluarga untuk meningkatkan sikap dan peran peduli orang tua bagi kebutuhan rohani anak dan peningkatan basis-basis pengasuhan bagi anak-anak dijemaat.
Pembentukan Spiritualitas Terhadap Pergaulan Anak Remaja Jemaat GKI Ora Et Labora Holmafen Sarmi Barat: Formation of Spirituality Towards the Association of Adolescent Children GKI Ora Et Labora Holmafen Sarmi Barat Congregation Rantealla, Marsi
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 3 No 1 Januari (2022): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v3i1 Januari.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan spiritualitas anak remaja dan menggambarkan upaya yang dilakukan sekolah minggu dalam pembentukan spiritualitas terhadap pergaulan anak remaja di jemaat GKI Ora Et Labora Holmafen dikarenakan anak-anak sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan, namun lingkungan sekitar kurang mampu menunjang pembentukan spiritualitas anak remaja di jemaat GKI Ora Et Labora Holmafen sesuai dengan ajaran Firman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa lingkungan pergaulan dengan berbagai perkembangan memiliki daya tarik dan pengaruh yang kuat terhadap remaja. Hal ini berdampak pada spiritualitas remaja, yang mana menjadi lebih dominan ke arah yang buruk. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya untuk membenahi dan membentuk spiritualitas remaja melalui gereja khususnya sekolah minggu. Sekolah minggu merupakan ujung tombak pekabaran Injil dan wadah untuk menjangkau anak. Karena itu, sekolah minggu perlu menciptakan upaya-upaya pembentukan spiritualitas remaja yang dimulai dengan pembinaan bagi guru sekolah minggu, persiapan bahan ajar atau materi, metode pengajaran, serta menciptakan program-program yang dapat menjawab kebutuhan remaja. Sebab, usia remaja merupakan usia yang rentan dan mengalami berbagai perubahan. Karena itu, spiritualitas remaja yang juga dapat mempengaruhi karakternya perlu diperhatikan, dikontrol dan dibina agar menjadi remaja yang berkualitas.
Kaipoa (Suatu Kajian Teologi Kontekstual Tentang Filosofi Buah Bakau Terhadap Kepemimpinan Kristen Masyarakat Suku Waropen Di Jemaat GKI Smirna Kampung Nubuai Klasis Waropen: Kaipoa (A Contextual Theological Study of the Philosophy of Mangrove Fruit towards the Christian Leadership of the Waropen Tribal Community in the GKI Smirna Congregation, Nubuai Village, Waropen Klasis Herman Theo Glen Duwiri
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 3 No 1 Januari (2022): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v3i1 Januari.96

Abstract

Artikel ini membahas tentang Kaipoa : Suatu Kajian Teologi Kontekstual Tentang Filosofi Buah Mangrove Terhadap Kepemimpinan Kristen Masyarakat Suku Waropen diJemaat GKI Smirna Kampung Nubuai Klasis Waropen Adapun maksud dan tujuan dari penulisan ini adalah untuk memperlihatkan kepada pembaca bahwa filosofi kaipoa yang merupakan pemahaman budaya lokal dapat di ambil dan diangkat menjadi suatu sumbangsi pikiran bagi kepemimpinan dunia yang modern hari ini, juga bahwa pemahaman lokal tentang peran dan dampak dari suatu pikiran yang di hasilkan dari alam dalam dunia masyarakat lokal. Gereja Tuhan disepanjang zaman di panggil untuk terus-menerus setia dalam melaksanakan tugas pengajaran bagi warga jemaatnya, dalam upaya memandirikan warga jemaat dalam pemahaman iman mengenai kepemimpinan kristen yang mampu terlibat secara aktif dalam pelayanan jemaat dan ditengah-tengah dunia.
Pemahaman Gereja Terhadap Diakonia Transformatif Dalam Pengembangan Potensi Jemaat GKI Efata Siaratesa: The Church's Understanding of Transformative Diakonia in the Development of the Potential of the GKI Efata Siaratesa Congregation Rahel Krimadi; Amelia Waimuri
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 3 No 1 Januari (2022): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v3i1 Januari.101

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana bentuk pelayanan Diakoni gereja yang dapat mengembangkan ekonomi jemaat sesuai dengan potensi yanng jemaat miliki. Khususnya GKI Efata Siaratesa, salah satu jemaat yang memiliki potensi alam yang berasal dari laut, berupa ikan dan keran, juga potensi pertanian, hasil kebun. Pendekatan yang dipakai penulis ada kualitatif deskriptif. Berdasarkan penelitian, penulis menemukan, Pertama, diakonia masih berfokus pada karitatif belum mengembangkan transformatis dalam jemaat. Kedua, diakonia belum efektif karena belum menyentuh kebutuhan jemaat secara kontekstual. Ketiga, pelayan diakonia belum memaksimalkan potensi yang ada di dalam jemaat secara baik untuk dikembangkan.
Perempuan dan Kepemimpinan (Kepemimpinan Perempuan Dalam Gereja Menurut Perspektif Orang Betaf, Sarmi): Women and Leadership (Women's Leadership In The Church According to the Perspective of the Betafs, Sarmi) Albertina Torey; Kristensia Notanubun
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 3 No 1 Januari (2022): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v3i1 Januari.103

Abstract

ABSTRAK Dalam budaya dan adat masyarakat Betaf, perempuan diyakini tidak boleh menjadi pemimpin baik dalam lingkup gereja dan masyarakat. Perempuan dianggap tidak layak untuk menjadi seorang pemimpin. Hal ini terlihat dalam kehidupan Jemaat Petra Betaf dimana perempuan tidak memiliki kesempatan sebagai pemimpin (Ketua Jemaat). Hal ini pun terlihat dalam struktur kepemimpinan Pelaksaan Harian Majelis Jemaat, semua yang menduduki tiap jabatan struktural tersebut merupakan laki-laki, dan dari 14 anggota jumlah Majelis keseluruhan hanya 4 majelis perempuan, dan ke-4 anggota Majelis perempuan tersebut tidak menduduki jabatan secara struktural dalam kepemimpinan Majelis Jemaat. Oleh sebab itu peneliti hendak meneliti mengenai dua hal penting, yakni Bagaimana pandangan Masyarakat Betaf terhadap Pendeta Perempuan dan Majelis Jemaat Perempuan? Apa dampak pandangan masyarakat Betaf terhadap Pendeta Perempuan dan Majelis Jemaat Perempuan? Bagaimana kepemimpinan perempuan dalam Alkitab? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif artinya menggali informasi dan data sesuai dengan apa yang telah terjadi di lapangan. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat Betaf menganggap perempuan sebagai kaum yang lemah sehingga perempuan tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan dirinya dalamdunia kepemimpinan. Dampak pandangan masyarakat Betaf terhadap Pendeta perempuan dan Majelis jemaat perempuan adalah banyak perempuan tidak terlibat dalam kepemimpinan sosial dan pelayanan gereja. Teks Alkitab juga mencatat banyak hal terkait dengan dengan kepemimpinan perempuan, bahkan memberikan ruang kepada perempuan untuk menjadi seorang nabi seperti Debora dalam Perjanjian Lama dan Hana yang melayani dalam Bait Allah di dalam Perjanjian Baru. Kata kunci: Perempuan, Kepemimpinan, Pendeta Perempuan, Majelis Perempuan, Adat ABSTRACT The culture of the Betaf community is different in its view of the position of men and women. Women are considered unfit to be a leader. This can be seen in the life of the Petra Betaf congregation where women do not have the opportunity to become leaders (head of the congregation). This is also seen in the leadership structure of the Daily Implementation of the Congregation Assembly, where all those who occupy each structural position are men, and of the 14 members of the total Assembly only 4 female Assembly members, and the 4 female Assembly members do not occupy structural positions in the leadership of the Congregation Assembly. Therefore, the researcher wants to examine two important things, namely How is the Betaf Community's view of Female Pastors and Female Congregation Assemblies? What is the impact of the Betaf community's views on female pastors and female congregation councils? How is women's leadership in the Bible? The research method used in this studyis qualitative research. Qualitative research means extracting information and data in accordance with what has happened in the field. The results of research in the field show that the Betaf community considers women as weak people so that women do not have the opportunity to develop themselves in the world of leadership. The impact of the Betaf community's view on female pastors and female congregational assemblies is that many women are not involved in social leadership and church services in the Betaf community. Biblical texts also record many things related to women's leadership at that time, even giving space for women to become prophets such as Deborah in the Old Testament and Hannah who served in the temple in the New Testament. Keywords: Women, Leadership, Women Pastors, Women's Assembly, Culture
Dasar Membangun Persekutuan Kristen Menurut Rasul Paulus (Tafsir Kritik Historis Terhadap 1 Korintus 3:10-23): The Basis for Building Christian Fellowship According to the Apostle Paul (Historical Criticism of 1 Corinthians 3:10-23) Salabay, Nita
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 3 No 2 (2022): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v3i2.82

Abstract

Pada saat ini terdapat banyak persekutuan Kristen yang dibentuk atas dasar kesamaan status sosial, suku, etnis, golongan, dan sebagainya. Persekutuan-persekutuan yang demikian memiliki tujuannya masing-masing entah untuk mempererat persekutuan tersebut atau sebagai wadah persaudaraan dalam suatu golongan. Seperti halnya Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, terdiri dari berbagai macam suku, ras, dan status sosial yang berbeda-beda. Kenyataan bahwa dalam tubuh GKI di Tanah Papua yang satu itu masih terjadi pengelompokan-pengelompokan di dalamnya, memang adalah hal yang sangat kaya karena keberagamannya yang bisa menjadi daya penyatu (sentripetal), namun di sisi lain juga dapat menjadi faktor penyebab timbulnya perpecahan dalam gereja (sentrifugal). Persekutuan Kristen yang ada dapat menjadi daya pemersatu atau pemecah bergantung pada apa yang menjadi dasar persekutuan itu dibangun. Apakah atas dasar kesamaan suku, ras, politik, status sosial, kepentingan individu dan lain sebagainya. Dengan demikian, menjadi pertanyaan adalah apakah dasar-dasar yang di atasnya persekutuan itu dibangun adalah dasar sesungguhnya dari persekutuan Kristen yang Alkitabiah? Sebab, banyak orang percaya menjadi bangga dan merasa bahwa semua yang dibangun dengan label persekutuan Kristen adalah sesuatu yang baik dan benar. Mengira bahwa semua yang dilakukan itu sudah benar, maka tanpa sadar banyak orang percaya telah mendirikan suatu pemahaman yang tidak Alkitabiah. Karenanya, eksegese terhadap teks 1 Korintus 3:10-23 melalui pendekatan kritik historis (7 langkah menafsir) menjadi langkah yang penulis tempuh untuk mendapatkan pemahaman tentang dasar yang benar dalam membangun persekutuan Kristen.
Pemanfaatan Metode Pembelajaran Resitasi Pada Masa Normal Baru 2022 di SMP YPK Hedam Jayapura: Utilization of Recitation Learning Method During the New Normal Period 2022 at SMP YPK Hedam Jayapura Ansek, Vanny Lisa
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 3 No 2 (2022): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v3i2.87

Abstract

Sejak munculnya virus Covid-19 di provinsi Wuhan Cina yang melanda dunia pada akhir tahun 2019 dan penyebaran virus ini menjangkau sampai ke Indonesia sejak awal tahun 2020 termasuk Papua, yang mengakibatkan pemerintah memberlakukan keputusan WFH (Work From Home) sekolah-sekolah ditutup dan pemerintah menyarankan kepada pegawai dan guru-guru melakukan seluruh aktivitas kerja dan mengajar dari rumah (BDR) termasuk pada SMP YPK Hedam Jayapura terhitung sejak awal tahun 2019 sampai dengan pertengahan tahun 2021. Dalam proses pembelajaran yang dilakukan pendidik kepada peserta didik tidak disertai dengan penjelasan materi, hal ini membuat peserta didik hanya sekedar menerima tugas, dan menjawab tugas yang diberikan oleh pendidik, namun peserta didik tidak memahami apa yang peserta didik kerjakan dan apa yang peserta didik pahami dari pelajaran yang di terima, proses ini berlangsung terhitung selama 2 tahun. Untuk itu penelitian ini di lakukan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas. Dengan hasil penelitian pemanfaatan metode pembelajaran resitasi pada masa normal baru 2022 di SMP YPK Hedam jayapura sangat baik, dapat di lihat dari setiap praktik siklus I sampai dengan praktik siklus III yang di lakukan setiap tahapannya sangat baik, dan membantu memperbaiki proses pembelajaran sekaligus pencapaian hasil belajar peserta didik sehingga tujuan dari pendidikan dapat tercapai.
Kepemimpinan Debora Menurut Hakim - Hakim 4:1-24: Deborah's Leadership According to Judges - Jdg. 4:1-24 Risamasu, Imanuella
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 3 No 2 (2022): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v3i2.90

Abstract

Artikel ini memuat kepemimpinan Debora, seorang perempuan yang memimpin bangsa Israel meenaklukkan kekuasaan raja Kanaan Yabin dan panglima tentaranya Sisera. Selain itu dalam artikel ini memperlihatkan kemampuan Debora dalam mempengaruhi pengikutnya terutama Barak. Kehadiran Debora dalam cerita menunjukan bahwa perempuan patut di perhitungkan dalam kelompok yang di dominasi oleh budaya Yahudi yang kental akan budaya patriakal saat itu. Peran ganda yang diemban olehnya tak juga menjadi penghalang baginya untuk membuktikan kualitasnya sebagai seorang pemimpin, pembebas bangsa Israel, hero’s leader. Pengungkapan teks dalam hakim-hakim 4:1-24, penulis menggunakan metode tafsir Retorika, yang akan mengidentifikasi peranan debora baik sebagai hakim, nabiah, dan seorang istri; dan karakteristik dari kepemimpinan debora yang karismatik, transformatif tanpa menghilangkan ciri kepemimpinan feminis dalam dirinya.
Strategi Pembinaan Gereja Pada Keluarga Kristen Dalam Pembentukan Karakter Anak Remaja Era Milenial Di Jemaat GKI Siloam Perumnas II Waena: Church Development Strategy for Christian Families in Character Building of Millennial Era Youth in GKI Siloam Perumnas II Waena Church Nadia Siloinyanan, Selviana
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 3 No 2 (2022): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v3i2.91

Abstract

Karakter merupakan bagian penting dalam hidup manusia. Karakter seseorang akan mempengaruhi status sosial dan kesuksesan yang diperoleh. Pembentukan karakter selalu dimulai dalam keluarga, sebab keluarga merupakan lingkungan primer tempat manusia bertumbuh. Namun, pembentukkan dan pembinaan karakter ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan zaman, sebab perkembangan zaman akan mempengaruhi pandangan masyarakat sosial dalam menerima karakter individu atau kelompok yang tercermin melalui pola pikir, tindakan, serta ucapan. Oleh karena itu, keluarga yang merupakan dasar bagi seorang individu perlu mengetahui peran dan fungsinya dalam pembentukkan karakter. Dasar pembentukkan karakter, khususnya dalam keluarga Kristen perlu disesuaikan dengan ajaran Yesus Kristus yang termuat dalam Alkitab, dan dikontekstualisasikan, direkonstruksi, dan direalisasikan sesuai dengan kebutuhan setiap jemaat, sehingga pembentukkan dan pembinaan karakter anak remaja menjawab kebutuhan zaman yang terus mengalami perubahan.
Peranan Freidrech Tometten Di Sekolah Alkitab Apahapsili-Yalimo Tahun 1989 - 1997: Freidrech Tometten's role at the Apahapsili-Yalimo Bible School in 1989 - 1997 Stefano Mesakh Irianto Katiho
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 3 No 2 (2022): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v3i2.92

Abstract

Jurnal ini mengulas peranan dari Freidrech Tometten yang mengajar di Sekolah Alkitab Apahapsili-Yalimo. Tujuan dari penelitian ini ialah melihat pola pendidikan yang dipakai oleh Freidrech Tometten dalam mengajar para murid yang dipersiapkan untuk menjadi Guru Injil dipelosok tanah Papua. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan bertatapan langsung dan berinteraksi dengan subject dan objeck penelitian. Sumber data dari penelitian ini adalah hasil wawancara dengan Freidrech Tometten sebagai object utama dan beberapa guru Injil yang pernah menjadi muridnya. Adapun hasil yang didapatkan ialah ada beberapa pola yang digunakan oleh Tometten dalam mengajar yaitu, dengan metode percakapan atau diskusi, metode gambar dan metode drama. Metode ini sangat efektif digunakan oleh para murid karena lebih mudah dan cepat dipahami dan dapat digunakan secara langsung. Dalam peranannya sebagai pengajar pola pendidikan yang digunakan merupakan pola pendidikan yang sudah digunakan atau dilakukan oleh beberapa pengajar sebelumnya hanya beberapa hal yang ditambahkan oleh Tometten dalam mengajar para murid. Pola pendidikan yang dipakai oleh Tometten merupakan pola pendidikan yang mengajarkan siswa untuk mandiri dan menjadi penginjil yang hebat.