cover
Contact Name
Amelia Waimuri
Contact Email
murai.sttgki@gmail.com
Phone
+6282194538356
Journal Mail Official
murai.sttgki@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sentani 37 Abepura, Jayapura, Papua - 99351
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
MURAI: Jurnal Papua Teologi Kontekstual
ISSN : 27210200     EISSN : 27464814     DOI : -
urnal Papua Teologi Kontekstual merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI I.S.Kijne sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan artikel ilmiah yang merupakan kajian Sosial-Budaya, Pendidikan (Pendidikan secara umum dan Pendidikan Kristen secara khusus), dan Teologi Kontekstual. Jurnal ini memuat artikel ilmiah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel ilmiah hasil penelitian ataupun penelitian terapan, dan juga artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan sosial-budaya, Pendidikan dan Teologi Kontekstual. Pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel termuat pada setiap penerbitan. Penerbitan jurnal dilakukan persemester, yaitu pada bulan Januari dan Juli tahun berjalan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 65 Documents
PROSES INTERAKSI MANUSIA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 PANDANGAN GEORGE SIMMEL Yohanis Sali
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 2 No 1 Januari (2021): Jurnal Murai : Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v2i1 Januari.47

Abstract

Proses interaksi menjadi hal terpenting dalam tatanan kehidupan manusia. Relasi antara satu individu dengan individu yang menjadi terhambat akibat pandemi Covid-19. seluruh penghuni bumi merasa takut dan cemas. Covid-19 telah mematikan semua sektor kehidupan manusia baik dari sektor ekonomi sampai pada sektor sosial masyarakat. Proses interaksi manusia menjadi terbengkelai. Adapun tujuan penulisan artikel untuk mengetahui bagaimana proses interaksi manusia di tengah pandemi. Manusia sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain akan menjadi jenuh bila tidak berinteraksi. Kesadaran manusia sebagai makhluk yang belum penuh, tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya orang lain, membuat manusia dalam perjalanan hidupnya selalu berusaha untuk berinteraksi. Dalam peziarahan hidupnya manusia tidak terlepas dari orang lain untuk berelasi, dan berinteraksi. Adapun metode yang saya gunakan dalam penulisan atikel ini adalah metode kepustakaan, dengan buku-buku menjadi sumber utama.
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM PELAYANAN PENDIDIKAN GEREJA DI ERA DIGITAL Merensiana Hale
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 2 No 1 Januari (2021): Jurnal Murai : Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.873 KB) | DOI: 10.58983/jmurai.v2i1 Januari.52

Abstract

The presence of the church in the midst of the world becomes a means of expressing God's will or presenting the Kingdom of God. In this calling, of course, the church continues to theology and dialogue in context. The context in it includes the times. The development of the times calls the church to theology and paraxis. Theological praxis with regard to church attendance in the digital era and the responsibility of educating people to encourage churches to adapt and innovate or transform digitally. This is important because in this digital era, there are still many churches that have not made use of digital media in their community education services. This paper aims to make the church carry out its congregational education tasks by utilizing digital media in the digital era. This article is written qualitatively using observative, analytical, argumentative methods and literature review related to digital-based church education services. The results of this paper emphasize that in this digital era, churches can reach more congregations with educational or coaching services based on digital media or social media.
STRATEGI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) DALAM MASYARAKAT MAJEMUK mathiasgemnafle gemnafle
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 1 No 1 Juli (2020): Jurnal Murai : Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.555 KB) | DOI: 10.58983/jmurai.v1i1 Juli.60

Abstract

Artikel ini disusun dengan maksud mengeksplorasi masalah strategi implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dalam masyarakat majemuk. Tempat pelaksanaannya pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dapat berlangsung di sekolah, tetapi juga di dalam jemaat/gereja dan keluarga Kristen. Adalah fakta bahwa apabila proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang dilaksanakan di tiga lembaga tersebut di atas dikelola secara baik dan benar, akan meningkatkan dan atau menghasilkan kemampuan non-akademik peserta didik pada tingkat yang optimal sehingga peserta didik selalu menampilkan perilaku konstruktifnya dalam praktik hidupnya sehari-hari. Apabila peserta didik telah mengaplikasikan perilaku konstruktif dalam hidupnya sehari-hari, misalnya hormat dan taat kepada guru dan orang tua, jujur, adil, disiplin, rajin, setia, kerja keras, percaya diri, sopan-santun, lemah lembut tapi tegas, menjaga diri, memelihara dan merawat kesehatan tubuhnya, mengembangkan nilai-nilai keindahan, dan terampil mengimplementasikan pengetahuan yang dimilikinya dalam segala hal dan di segala situasi, termasuk di sini adalah memelihara lingkungannya. Jika para guru dan semua peserta didik yang beragama Kristen menerapkan karakteristik nilai-nilai hidup yang benar sebagaimana tersebut di atas dalam praktek hidupnya sehari-hari, akan ditiru oleh kelompok atau golongan lain yang bersama-sama dengan mereka. Hal ini akan terbawa terus hingga peserta didik ini dewasa dan masuk dalam dunia kerja yang membaur dengan orang lain yang tidak seagama dengan mereka. Di sinilah terwujud konsep pembelajaran Agama Kristen dalam masyarakat majemuk. Pelaksanaan pembelajaran PAK di sekolah, jika dirancang sedemikian rupa dan diimplementasikan oleh Guru-Guru PAK yang profesional dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap profesinya, dengan menggunakan strategi dan metode pembelajaran yang tepat, dapat dipastikan bahwa kompetensi non-akademik peserta didik dapat tercapai. Beberapa strategi pembelajaran yang jika digunakan secara konsisten, dapat mendukung guru PAK dalam mengoperasionalkan program pembelajaran secara efektif, terdiri dari: sistem manajemen pembelajaran yang dirancang dan digunakan sebagai pedoman kerja, implementasi kompetensi guru PAK secara optimal, penjabaran kurikulum PAK secara operasional dan menekankan muatan non-akademik dalam pembelajaran, dan memanfaatkan fasilitas pembelajaran yang ada secara optimal.
BERTEOLOGI DI PERSIMPANGAN JALAN
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 1 No 1 Juli (2020): Jurnal Murai : Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.343 KB) | DOI: 10.58983/jmurai.v1i1 Juli.61

Abstract

Abstrak Gereja ada di dalam dunia dan turut terlibat dalam segala hal yang berlangsung dalam masyarakat. Realita tersebut seringkali membuat gereja ada di persimpangan jalan untuk memilih ke kiri, ke kanan atau jalan terus. Apa pegangan gereja atau orang percaya untuk menentukan langkah yang tepat agar tidak salah arah? Tuhan Yesus Kristus dan Alkitab sebagai dasar dan pedoman gereja adalah kompas yang dapat mengarahkan gereja agar dapat membuat kajian-kajian teologis di tengah tuntutan zaman yang terus berubah. Kajian teks mesti mendarat di dalam konteks yang riil. Untuk melakukan kajian yang tepat maka pendidikan merupakan hal penting untuk membangun sikap kritis dan arif gereja agar kehadiran gereja benar-benar dapat memainkan peran “pembimbing” atau “penuntun” umat pada arah yang benar. Dalam kebingungan umat yang berada di persimpangan jalan peran gereja seperti inilah yang diharapkan.
PENDIDIKAN YANG MEMBEBASKAN PENDIDIKAN YANG MEMBEBASKAN MANUSIA MELALUI BERPIKIR KREATIF DAN KONSTRUKTIVISTIK UNTUK SUATU PERUBAHAN Cornelis Deda
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 1 No 1 Juli (2020): Jurnal Murai : Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.028 KB) | DOI: 10.58983/jmurai.v1i1 Juli.62

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan faktor penting yang turut menentukan keberhasilan pembangunan suatu bangsa, sehingga mendorong lembaga swasta bersaing mendirikan Perguruan Tinggi (PT) baru, berupa Sekolah Tinggi, Universitas dan Akademi. Tujuannya adalah untuk membentuk manusia berilmu dan berkarakter. Namun, untuk meningkatkan mutu Perguruan Tinggi maupun Sekolah Tinggi, setiap lembaga pendidikan (program-program studi) dituntut untuk memenuhi persyaratan akreditasi, pemenuhan kepangkatan akademik dosen, meningkatkan materi pembelajaran dan metode pengajaran. Disamping itu, pengajar juga disibukkan tugas-tugas penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi (seperti: memberi ceramah, terlibat dalam kegiatan organisasi lainnya) sehingga mereka melalaikan Standar kegiatan pelaksanaan pendidikan, Tata kelola pendidikan yang meliputi manajemen dan kepemimpinan institusi. Akibatnya, lulusan (output) PT rendah kualitasnya, rendah berkreasi dan rendah berinovasi. Keadaan seperti ini tentu ditelusuri berpangkal pada Jaminan kesejahteraan dan ekonomi di PT, Sistem Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Sebagai penyebab kegagalan mahasiswa di PT. Ketika dibanding Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah pada masa Pemerintahan Sementara Belanda di Papua dan masa-masa awal setelah pemerintahan Indonesia di Papua. Pendidikan Negeri maupun Pendidikan swasta yang diselenggarakan oleh lembaga gereja seperti Yayasan Pendidikan Kristen di Tanah Papua dan Yayasan Persekolahan Pendidikan Katholik di Tanah Papua, Yayasan Pendidikan Islam menciptakan dan menghasilkan anak-didik Papua di masa itu berkualitas dan berkarakter, yaitu berilmu dan beriman. Dari keadaan seperti ini lahirlah pertanyaan, Mengapa anak-anak Papua pada masa kini tidak berkualitas dan tidak berkarakter. Untuk meningkatkan kualitas dan berkarakter bagi anak-anak Papua dibutuhkan pendidikan yang berpikir kreatif dan konstruktif.
Trends, Problems, and Issues in the Management of Educational Institutions Personnel and Professional Preparation of Education Administration
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 1 No 1 Juli (2020): Jurnal Murai : Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.358 KB) | DOI: 10.58983/jmurai.v1i1 Juli.63

Abstract

The purpose of this study is: to identify trends, problems and issues in the management of higher educational institutions (HEIs) that arises in Indonesia. To explain the way that personnel and professional in education administration is prepared as a leader. The need to include teachers in the decision-making team, and the development of an organizational system that is based on management thoughts. The area included in this study is education management, administration, and leadership. The method that is employed is a descriptive-qualitative approach with a systematic literature review on education administration and administrators in Indonesia. The results of the research showed that higher education institutions in Indonesia experience constraints related to management capacity, financial and operational systems, as well as deficiencies in standard operating procedures. Identified from a world-class university ranking place, university state and private HEIs, in West Java has not reached satisfaction. One indicator in ranking academic environment, it should be conducive to grow and support intellectual development. The economic crisis and the political instability of Indonesia resulted in failed attempts of implementation of new paradigms in higher education management institutional autonomy and accountability. In administration management, leadership is a key role in the progressing development of an organization.
GERAKAN KEAGAMAAN BARU, MODERNITAS DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH INJIL DI TANAH PAPUA Anthon Rumbewas
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 1 No 1 Juli (2020): Jurnal Murai : Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.583 KB) | DOI: 10.58983/jmurai.v1i1 Juli.65

Abstract

Gerakan keagamaan baru merupakan sebuah bentuk pencarian spiritualitas baru atau religiositas baru di era modernisasi, di tengah perubahan sosial dan tantangan zaman yang sedang dihadapi seseorang maupun suatu komunitas. Gerakan keagamaan baru ini bertujuan memberi dukungan dan penguatan spiritual, etis dan moral kepada seseorang atau komunitas agar bertahan hidup menghadapi realitas masa kini yang berdampak terhadap kehidupan secara holistik. Gerakan ini terdiri dari nilai-nilai tradisional, agama, dan rasionalitas dari pemikiran modern akibat dampak perkembangan modernisasi. Kenyataan ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pemberitaan Injil dan pertumbuhannya di tanah Papua. Karena itu, perlu dicermati, dianalisis dan diberi arah yang benar sesuai Injil Yesus Kristus.
Mantunu Tedong (Pergeseran Makna Darah Kerbau Dalam Upacara Rambu Solo')
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 2 No 2 Juli (2021): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.765 KB) | DOI: 10.58983/jmurai.v2i2 Juli.75

Abstract

Abstrak Budaya lokal Toraja merupakan cerminan dari agama asli Toraja itu sendiri yaitu Aluk To dolo. Salah satu bentuk upacara adat yang terkenal adalah upacara Rambu Solo’ yang berkembang di daerah Tana Toraja. Upacara ini merupakan tradisi pemakaman jenazah yang mewajibkan keluarga jenazah membuat pesta sebagai simbol penghormatan terakhir kepada mendiang yang telah meninggal. Upacara Rambu Solo’ adalah pesta kematian. Bagi orang Toraja, pesta ini merupakan penghormatan bagi orang yang sudah meninggal, di mana orang yang meninggal itu beralih dari dunia sementara menuju ke dunia abadi. Dalam pesta ini dikisahkan perjalanan panjang pengembaraan manusia dari awalnya di langit, turun ke bumi dan akhirnya kembali lagi ke langit. Dalam pemahaman orang Toraja, alam semesta, manusia dan yang Ilahi bersifat mistis. Ketiganya tidak berdiri sendiri melainkan merupakan suatu kesatuan. Keselamatan di dalam pemahaman orang Toraja adalah terciptanya situasi yang harmonis antara manusia, alam semesta dan Puang Matua. Untuk mencapai semua keselamatan itu, manusia harus berusaha semasa hidupnya dengan melaksanakan mantunu tedong. Dalam pemahaman Kekristenan, keselamatan dicapai melalui kasih karunia Allah. Kasih karunia Allah itu hanya ada di dalam diri Yesus Krisus sebagai pengantara antara Allah dan manusia. Jadi, bukan banyaknya korban bakaran yang menjamin manusia bisa masuk surga tetapi lebih kepada keterbukaan hati manusia di hadapan Allah.
Aspek Sosiolinguistik pada Mata Kuliah Bahasa Inggris (Adopsi dan Adaptasi dalam Proses Pembelajaran Daring Saat Pandemi Covid 19)
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 2 No 2 Juli (2021): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.156 KB) | DOI: 10.58983/jmurai.v2i2 Juli.76

Abstract

Abstrak Sosiolinguistik adalah salah satu bidang ilmu yang berakar dari bidang sosial dan bahasa. Bidang ilmu yang mengkaji fenomena keragaman dan perubahan konteks berbahasa dalam sebuah masyarakat. Kajian tulisan ini membahas dua kajian utama yang didasari pada perspektif sosiolinguistik seperti tersebut di atas. Tujuan pertama, memaparkan adopsi dan adaptasi dalam kegiatan belajar mengajar pada MK Bahasa Inggris di STFT GKI. Tujuan Kedua, menilik adaptasi mahasiswa sebagai generasi milenial dalam pembelajaran MK Bahasa Inggris dalam masa pandemi. Masing – masing tujuan terdiri atas elemen – elemen yang adalah temuan – temuan dari pengumpulan data dan analisa. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan data literatur. Metodologi yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik “analisa isi”. Dari kajian pembahasan dua tujuan di atas dapat disimpulkan bahwa adopsi dan adaptasi sesuai konteks sosiolinguistik penting untuk dilakukan dalam pembelajaran MK Bahasa Inggris. Kedua, mahasiswa mau tak mau harus bisa beradaptasi dengan pola pembelajaran daring yang juga menggunakan transfer pengetahuan dengan sistem IT yang saat ini menjadi tuntutan belajar virtual. Namun demikian, tentu adopsi dan adaptasi itu tidak jauh atau tetap melekat dengan kebutuhan belajar dan konteks perubahan bahasa dan kehidupan masyarakat.
Renungan Harian Kristen Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Keluarga: Daily Christian Devotionals as a Learning Medium for Christian Religious Education (PAK) in the Family Fonataba, Henny Verra
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 3 No 1 Januari (2022): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v3i1 Januari.85

Abstract

Keluarga adalah unit sosial terkecil yang terdiri atas ayah,ibu dan anak yang dikenal sebagai keluarga inti (nuclear family). Setiap keluarga mendambakan keharmonisan dan kebahagiaan. Komunikasi terjalin baik antara suami-istri; anak-anak; serta orang tua dengan anak. Orang tua memberikan keteladanan melalui perkataan dan perbuatan sehari-hari kepada anak-anak. Selain komunikasi, hal yang terpenting adalah kehidupan rohani suatu keluarga. Berada di zaman teknologi informasi menuntut perhatian yang serius dari orang tua untuk melaksanakan perannya sebagai pendidik rohani bagi anak-anak. Pendidikan agama Kristen (PAK) di keluarga menjadi tanggungjawab orang tua. Perwujudan dari PAK adalah orang tua bersama dengan anak-anak membaca Alkitab dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari. Tujuannya supaya keluarga memiliki nilai-nilai rohani yang dapat membentengi hidup setiap anggota keluarga dalam menghadapi godaan, cobaan serta berperilaku yang benar. Metode yang dipakai adalah deskritif kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Kesimpulan yang diperoleh bahwa perenungan yang merupakan media pembelajaran PAK di keluarga mengalami tambahan bentuk yaitu selain bersekutu bersama di keluarga dan bentuk lain bersekutu secara pribadi dalam merenungkan Firman Tuhan melalui berbagai aplikasi.