MURAI: Jurnal Papua Teologi Kontekstual
urnal Papua Teologi Kontekstual merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI I.S.Kijne sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan artikel ilmiah yang merupakan kajian Sosial-Budaya, Pendidikan (Pendidikan secara umum dan Pendidikan Kristen secara khusus), dan Teologi Kontekstual. Jurnal ini memuat artikel ilmiah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel ilmiah hasil penelitian ataupun penelitian terapan, dan juga artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan sosial-budaya, Pendidikan dan Teologi Kontekstual. Pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel termuat pada setiap penerbitan. Penerbitan jurnal dilakukan persemester, yaitu pada bulan Januari dan Juli tahun berjalan.
Articles
65 Documents
Kajian Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Mengelola Kelas Pembelajaran Luring di SMA Negeri 1 Biak Barat Tahun Ajaran 2020/2021: Study of Teacher Pedagogic Competence in Managing Offline Learning Classes at SMA Negeri 1 Biak Barat Academic Year 2020/2021
Megasiska Rumahorbo;
Simon Petrus Waimuri
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 3 No 2 (2022): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58983/jmurai.v3i2.104
SMA Negeri 1 Biak Barat merupakan salah satu sekolah yang melaksanakan pembelajaran luring. Pembelajaran luring yang dimaksud adalah pembelajaran yang tidak melibatkan jaringan internet dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Akan tetapi memerlukan tatap muka antara guru dan siswa dalam pemberian modul kepada siswa. Dalam pembelajaran luring ini, guru membuat modul yang berisi materi dan tugas yang akan dikerjakan oleh siswa selama satu minggu di rumah sedangkan pengumpulan tugas akan dilakukan pada minggu berikutny. Hal ini menyebabkan tidak adanya pembelajaran tatap muka di kelas yang akan membangun hubungan emosional antara guru dan siswa. Guru akan mengalami kesulitan dalam mengenal peserta didiknya dari sisi karakter, minat, bakat, potensi, atau kemampuan lainnya untuk mempermudah pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Guru hanya mengetahui nama-nama siswa melalui daftar nama sesuai dengan kelasnya masing-masing namun tidak mengenali mereka satu persatu. Begitu juga sebaliknya, siswa tidak mengenali guru. Pembinaan keakraban perlu dilakukan untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif bagi guru dan peserta didik. Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apa yang dimaksud dengan kompetensi pedagogik guru dalam mengelola kelas pembelajaran luring di SMA Negeri 1 Biak Barat pada semester ganjil Tahun Ajaran 2020/2021? Bagaimana cara guru menggunakan kompetensi pedagogik dengan menciptakan lingkungan yang kondusif dan terlihat secara aktif baik mental fisik dan sosialnya dalam kelas pembelajaran luring di SMA Negeri 1 Biak Barat pada semester ganjil Tahun Ajaran 2020/2021? Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif.
Menemukan Nilai dan Makna Teologi Dalam folklor Bai Pada Kehidupan Persekutuan Suku Kaureh di Papua: Finding Theological Value And Meaning In Bai Folklore In The Life Of The Papuan Kaureh Tribe Fellowship
Ruhulessin, Cleopatriza
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 4 No 1 (2023): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58983/jmurai.v4i1.105
Manusia selalu terikat dengan konteks (social, budaya, suku, sejarah, politik) dan konteks itu sifatnya kompleks dan ruang perjumpaan antara manusia dan Tuhan. Konteks tersebut, dimasukkan sebagai unsur penting dalam berteologi, yang bersifat klasik. Teologi juga perlu mempertimbangkan nilai – nilai multicultural yang menjadi jiwa bagi kehidupan masyarakat setempat. Nilai-nilai multicultural menyebabkan seseorang dapat memahami dirinya sendiri dalam hubungannya dengan orang Dengan demikian, teologi lokal, disadari bahwa teologi tidak bisa dilepas dari interaksi social-budaya yang berfungsi untuk menjawab dan menanggapi tantangan lokal-kontekstual. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengusulkan folklor sebagai teologi lokal bagi suatu masyarakat. Folklor diyakini dapat menjaga dan merawat kehidupan manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan penelitian empiris terhadap penghayatan folklor Bai pada masyarakat Sentani. Hasilnya adalah ketika folklor dihargai dan dijadikan bahan baku teologi lokal maka hal itu akan menghasilkan transformasi moral yang menguatkan persekutuan antar manusia. Itu artinya teologi tidak hanya membangun relasi kepada Tuhan saja namun juga relasi dengan sesama.
Kesetaraan Gender : Pilihan atau Keharusan: Gender Equality: Choice Or Imperative
Wospakrik, Martha
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 4 No 1 (2023): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58983/jmurai.v4i1.106
Mewujukan kesetaraan perempuan dan laki-laki merupakan hal yang tidak mudah ibarat membalikkan telapak tangan. Kaum perempuan masih dipandang sebagai kelompok minoritas karenanya perempuan masih mengalami Tindakan ketidakadilan dalam berbagai ranah (publik maupun domestik). Upaya membangun dan menumbuhkan pemahaman kesetaraan gender membutuhkan keseriusan dengan berdasar pada konteks keadilan sebagai nilai utama yang mengesampingkan segala bentuk kepentingan dan menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi teologi diatas segalanya. Krisis relasi antara perempuan dan laki-laki yang berdampak pada perwujudan kesetaraan gender mesti disikapi dengan serius jika kestaraan gender itu dianggap sebagai suatu keharusan.
Keefektifan Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) di STFT GKI Izaak Samuel Kijne Jayapura Tahun Akademik 2021/2022: The Effectiveness Of Online Learning At STFT GKI Izaak Samuel Kijne Jayapura Academic Year 2021/2022
Mofu, Benyamin;
Termas, Esbertha
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 4 No 1 (2023): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58983/jmurai.v4i1.107
Pendidikan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Semakin tinggi kualitas pendidikan, semakin tinggi kualitas sumber daya manusia. Selama masa Covid-19, pendidik dituntut untuk mampu menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang serta dapat memotivasi peserta didik untuk belajar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran daring dan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran daring yang dilakukan di STFT GKI Izaak Samuel Kijne Jayapura untuk tahun akademik 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan peristiwa dan peristiwa yang memberikan gambaran konkret tentang masalah yang dihadapi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran daring yang dilakukan di STFT GKI Izaak Samuel Kijne Jayapura selama pandemi kurang efektif. Hal ini didukung oleh pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan melalui pembelajaran daring tidak meningkat karena kurangnya fokus yang diberikan siswa terhadap materi pembelajaran yang disampaikan secara daring dan juga siswa tidak dapat memahami materi secara mendalam.
Efektivitas Pelayanan Pastoral Pranikah di Klasis GKI Port Numbay Rayon C: Effectiveness of Premarital Pastoral Care in Klasis GKI Port Numbay Rayon C
Noya, Kathleen Grace
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 4 No 1 (2023): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58983/jmurai.v4i1.108
Saat ini banyak pasangan yang memutuskan untuk berpisah atau bercerai, karena tujuan pernikahan yang berbeda-beda. Ada yang menikah karena ingin memiliki keturunan, akhirnya ketika tidak memiliki keturunan salah satu memilih untuk selingkuh. Ada yang ingin menikah agar bahagia, sehingga ketika tidak menemukan kebahagiaan lagi dalam pernikahan, memilih untuk mencari kebahagiaan pada orang lain yang dianggap bisa membuat bahagia. Alasan lain ialah supaya ada yang mengurus, sehingga ketika salah satu tidak menjalankan tugas dengan baik, pasnagan mulai marah dan melakukan kekerasan terhadap pasangan secara verbal dan non verbal. Tetapi juga pasangan yang tetap memaksakan kehendak untuk menikah meski tahu bahwa pasangannya itu kasar, sehingga saat menikah dan dikasari memilih untuk berpisah atau bercerai. Padahal hal-hal seperti ini harus benar-benar diselesaikan sebelum menikah. Sebab ketika sudah ada di dalam pernikahan setiap pasangan harus berkomitmen dengan pilihan yang telah dipilih. Oleh karena itu, sebaiknya pastoral pranikah dilakukan dengan jangka waktu yang panjang bukan dua atau satu hari saja. Sehingga setiap pasangan benar-benar menerima pengajaran yang lengkap yang dapat membantu mereka menjalani hidup berumah tangga. Lokus penelitian yang peneliti pilih adalah di wilayah pelayanan Klasis GKI Port Numbay Rayon C. Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana bentuk pelayanan pastoral prranikah yang dilakukan Klasis GKI Port Numbay Rayon C ? Apakah pelayanan pastoral pranikah yang dilakukan oleh Klasis GKI Port Numbay Rayon C sudah berjalan dengan efektif? Metode penelitian yang digunakan adalah Metodologi Penelitian Deksriptif Kualitatif.
Disabilitas Dan Gereja Tentang Diakonia Transformatif Kepada Penyandang Disabilitas Di GKI Pniel Klasis Biak Utara: Disability and the Church on Transformative Diakonia for People with Disabilities at GKI Pniel Klasis Biak Utara
Paliling, Febrikal Chandra
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 4 No 1 (2023): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58983/jmurai.v4i1.109
Istilah disabilitas dipakai untuk menunjukkan suatu keadaan seseorang yang mengalami gangguan atau cacat pada fisik juga mental. itu berarti bahwa istilah disabilitas ini memiliki jenis-jenis sebutan masing-masing bagi orang yang memiliki gangguan atu cacat. Jemaat GKI Pniel Korem adalah satu dari banyaknya gereja yang ada dan melakukan tanggung jawab pelayanan. Di wilayah pelayanannya tentunya masih terdapat umat/jemaat yang membutuhkan pelayanan dari gereja tetapi terkadang pelayanan itu tidak dilakukan oleh karena adanya kelalaian atau ketidaktahuan. Salah satu pelayanan gereja khususnya pelayanan diakonia yang masih terabaikan dalam jemaat GKI Pniel Korem, ialah pelayanan diakonia kepada kelompok penyandang disabilitas. Untuk jumlah penyandang disabilitas, khususnya tunadaksa di Jemaat GKI Pniel Korem, Klasis Biak Utara, terdapat 8 orang, dengan tingkatan usia yang berbeda-beda, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Keberadaan penyandang disabilitas di dalam jemaat GKI Pniel Korem. Yang sering terjadi dan sampai saat ini masih terjadi adalah perilaku atau tindakan diskriminasi kepada penyandang disabilitas oleh beberapa anggota jemaat, mereka biasanya mendapatkan perlakuan seperti ejekan atas keadaan tubuh mereka tetapi juga gaya berjalan mereka ditiru. Perilaku tersebut bukan hanya berasal dari luar mereka tetapi dari dalam keluarga mereka juga terjadi. Disaat seperti inilah peranan pelayanan diakonia harus berperan menjangkau penyandang disabilitas. Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pelayanan diakonia transformatif kepada penyandang diasbilitas (Tunadaksa) di Jemaat GKI Pniel Korem, Klasis Biak Utara dan bagaimana Pandangan Gereja tentang disabilitas. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Metode Deskriptif Kualitatif.
Keragu - raguan Tomas Sebagai Dasar Penguatan Iman (Suatu Kajian Eksegese Terhadap Injil Yohanes 20:24-29): Thomas's Doubts As A Basis For Strengthening Faith (An Exegetical Study Of The Gospel Of John 20:24-29)
Mambraku, Olvin Oktavia
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 4 No 1 (2023): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58983/jmurai.v4i1.110
Tomas adalah pribadi yang rasional dan realistis dan juga konteks pada saat peristiwa kematian Yesus turut mempengaruhi cara pandang dan sikap Tomas. Oleh karena Keragu-raguan Tomas, Yesus menampakan diri secara khusus kepada dia untuk memberikan penguatan iman kepadanya yang pada saat itu sedang mengalami kebimbangan iman atau keraguan terhadap kebangkitan Yesus. Oleh sebab itu peneliti hendak meneliti mengenai beberapa hal penting, yakni Apa Penyebab keragu-raguan Tomas dalam Injil Yohanes 20:24-29? Bagaimana sikap Tomas dalam menanggapi pemberitaan kebangkitan Yesusdalam Injil Yohanes 20:25? Bagaimana tindakan Yesus Terhadap Keragu-Raguan Tomas dalam Injil Yohanes 20:27? Bagaimana Sikap Tomas Ketika Imannya Telah Dikuatkan Oleh Yesus dalam Injil Yohanes 20:28? Bagaimana relevansi keragu-raguan Tomas terhadap pemberitaan kebangkitan Yesus bagi orang Kristen masa kini? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi pustaka dengan menggunakan metode Tafsir Tujuh Langkah. Metode tujuh langkah yakni kegiatan Menafsir yang dilakukan dalam tujuh tahapan. Berdasarkan eksegese terhadap Injil Yohanes 20:24-29, yang menjadi penyebab keragu-raguan ialah ketidakhadiran Tomas pada pertemuan pertama para murid, yang membuat ia tidak dapat menyaksikan perjumpaan Yesus dengan para murid pada pertemuan itu, sehingga membuat Tomas Ragu. Tetapi juga didukung oleh konsep berpikir Tomas yang dipengaruhi oleh budaya helenisme yang membuat Tomas menjadi seorang yang Realistis dan materialistis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tomas dengan rasional menolak untuk percaya dengan apa yang dikatakan oleh murid-murid lain namun dalam keraguan Tomas pulalah yang membuat Yesus memperingatkannya dan sekaligus perkataan Tuhan Yesus menguatkan kapasitas iman Tomas. Tidak hanya Tomas saja namun juga menguatkan iman orang Kristen di segala zaman.
FI: Kajian Teologi Kontekstual tentang Sagu sebagai Media Perdamaian Masyarakat Sentani Di GKI Yahim Klasis Sentani: FI: A Contextual Theological Study of Sago as a Medium of Peace for the Sentani Community in GKI Yahim Klasis Sentani
Rumpaidus, Rut
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 4 No 2 (2023): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58983/jmurai.v4i2.111
Masyarakat sentani mengakui bahwa fi adalah pemberian dari leluhur yang diakui sebagai manifestasi dari yang sacral (suci) karena memiliki religius magic artinya memiliki kekuatan gaib, yang dirasakan lewat kegiatan makan papeda dengan satu helay dan satu hote bersama karena memberi mereka rasa damai dan sukacita sebab, tujuan dari makan bersama adalah upaya untuk menjaga hubungan kepada para leluhur. Penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif yang lebih cenderung menggunakan analisis. Dengan, ditonjolkan dalam landasan teori yang dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan yang menekankan lebih kepada kehidupan masyarakat sosial berdasarkan kondisi realitas yang holistic, kompleks, dan rinci. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis mengemukakan rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana kosmologi Masyarakat Sentani tentang fi di Jemaat GKI Yahim Klasis Sentani. Apa nilai dan makna fi bagi Masyarakat Sentani di Jemaat GKI Yahim Klasis Sentani. Apa fi dapat menjadi sarana perdamaian dalam Masyarakat Sentani di Jemaat GKI Yahim Klasis Sentani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makan papeda (fi) dan ikan (ka) dengan satu helay dan satu hote bersama adalah ritual yang dilakukan agar masyarakat sentani kembali pada kosmologi mereka. Hal ini, dapat terjadi karena papeda (fi) sebagai makanan utama yang dihidangkan oleh orang sentani saat makan. Suatu kearifan local yang digunakan sebagai metode dalam menyelesaikan konflik yang terjadi antar keluarga, kereth, suku, adat sosial dan jemaat terkait. Karena fi yang diakui sacral mampu menghancurkan sikap egoisme, dan keangkuhan masyarakat sentani.
Teologi Virtual (Studi Teologi Tentang Penggunaan Media Virtual Dalam Ibadah-Ibadah Jemaat Di Klasis Sentani): Virtual Theology (Theological study of the use of virtual media in congregational services in Klasis Sentani)
Agus Ardiansyah
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 4 No 2 (2023): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58983/jmurai.v4i2.112
Di saat terjadi pandemi global covid-19, perdebatan teologis sangat massif di saat harus beribadah di rumah, akibatnya, muncul pandangan yang tersebar, antara lain: “kurang beriman”, “tidak beriman”, “takut menghadapi tantangan”, dan lain-lain sebagainya. Karena itu, merespon berbagai fenomena yang terjadi serta menjawab perkembangan zaman dan pada akhirnya berani untuk mengembangkan teologi cyber (cybertheology). Jemaat Siloam Waena dan Jemaat Martin Luther Sentani juga turut melaksanakan ibadah virtual mulai dari meluasnya wabah covid-19. Sehingga semua kegiatan gereja yang mengumpulkan banyak orang dilaksanakan secara live streaming. Pada ibadah minggu ibadah dilaksanakan secara online dan juga di laksanakan secara offline. Adapun masalah yang hendak diteliti adalah: Bagaimana pandangan jemaat tentang ibadah yang dilakukan secara virtual di masa pandemi covid-19? Apa pengaruh ibadah yang dilakukan secara virtual bagi jemaat? Bagaimana membangun teologi yang dapat menjawab iman jemaat di masa pandemi? Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai subjek penelitian dan perilaku subjek penelitian pada suatu periode tertentu. Penelitian kualitatif deskriptif berusaha mendeskripsikan seluruh gejala atau keadaan yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Dari hasil penelitian dan pembahasan peneliti menyimpulkan bahwa pelaksanaan ibadah virtual adalah cara yang tepat dalam mengambil keputusan pada masa pandemi covid-19. Dan hal itu merupakan suatu langkah menuju sebuah pembaharuan dalam proses pemberitaan Injil Kerajaan Allah dari yang sebelumnya dilakukan secara fisik (tatap muka), mulai dilakukan secara virtual.
Media Sosial Sebagai Sarana Dalam Ibadah Minggu Di Masa Pandemik Covid-19 Di GKI Kanaan Perumnas IV: Social Media as a Means of Sunday Worship During the Covid-19 Pandemic at GKI Kanaan Perumnas IV
Syelvian, Natasya
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 4 No 2 (2023): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58983/jmurai.v4i2.113
Dalam masa Covid-19, penggunaan media sosial juga berdampak bagi jemaat GKI Kanaan Perumans 4 yang pada saat ini menggunakan youtube dan facbook untuk melakukan ibadah online. Seluruh aktivitas peribadatan dialihkan di rumah masing-masing, dan setiap hari minggu warga jemaat dapat menyaksikan pendeta menyampaikan firman melalui media sosial yakni melalui YouTube dan Facebook. Adapun pertanyaan penelitian adalah: 1. Bagaimana pemahaman warga jemaat GKI Kanaan PerumnaS 4 tentang penggunaan media sosial dalam ibadah minggu. 2 Bagaimana pengaruh penggunaan media sosial terhadap pertumbuhan Iman dalam ibadah minggu di masa pandemik covid 19. Tujuan penelitian adalah: 1. Untuk mengetahuai penggunaan Media Sosial dalam ibadah minggu. 2. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Media Sosial terhadap pertumbuhan iman dalam ibadah minggu ditengah pandemic covid 19. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam situasi pandemic covid 19 pada saat ini media sosial sangat berperan penting terutama dalam peribadatan. Karena hampir seluruh gereja melakukan ibadah secara online atau virtual. hal ini menunjukan bahwa media sosial dapat menjadi sarana yang baik di masa pandemik, karena melalui media sosil setiap orang Kristen tetap mendapatkan pengajaran tentang Firman Tuhan. Hal ini juga di lakukan supaya pemberitaan tentang Firman Tuhan tidak boleh terhenti dalam situasi apapun. Pertumbuhan iman seseorang akan Yesus Kristus harus tetap hidup dan juga bertumbuh