cover
Contact Name
Amelia Waimuri
Contact Email
murai.sttgki@gmail.com
Phone
+6282194538356
Journal Mail Official
murai.sttgki@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sentani 37 Abepura, Jayapura, Papua - 99351
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
MURAI: Jurnal Papua Teologi Kontekstual
ISSN : 27210200     EISSN : 27464814     DOI : -
urnal Papua Teologi Kontekstual merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI I.S.Kijne sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan artikel ilmiah yang merupakan kajian Sosial-Budaya, Pendidikan (Pendidikan secara umum dan Pendidikan Kristen secara khusus), dan Teologi Kontekstual. Jurnal ini memuat artikel ilmiah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel ilmiah hasil penelitian ataupun penelitian terapan, dan juga artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan sosial-budaya, Pendidikan dan Teologi Kontekstual. Pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel termuat pada setiap penerbitan. Penerbitan jurnal dilakukan persemester, yaitu pada bulan Januari dan Juli tahun berjalan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 65 Documents
Keefektifan Penerapan Kurikulum Sekolah Minggu Oleh Pengajar Sekolah Minggu Di Jemaat GKI Elim Malanu Klasis Sorong: The Effectiveness of the Implementation of the Sunday School Curriculum by Sunday School Teachers at the GKI Elim Malanu Klasis Sorong Congregation Mofu, Benyamin
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 5 No 2 (2024): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v5i2.131

Abstract

The effectiveness of the Sunday school curriculum implementation carried out by GKI Elim Malanu Sunday School Teachers has not been able to answer the needs of children. Sunday School teachers only bring material from the context of the Bible without making efforts to contextualize the Word into real situations experienced by children, such as cyberbullying and violence. This is due to the limited time and knowledge of Sunday school teachers in implementing Sunday school lessons. The research method used by researchers in this study is the descriptive-qualitative research method. According to Creswell J. W. (2017), qualitative research is a study whose main focus is researching social and human problems. The data source is obtained from observing and analyzing objects while in the field, then described in a report using words and not numbers in detail. The effectiveness of the implementation of the implementation of the Sunday school curriculum for Sunday school teachers can be determined by following several important points, including: basic courses for Sunday school teachers; self-study at home; continuous lesson preparation; and getting support from the church and parents. The effectiveness of Sunday school curriculum implementation by Sunday school teachers as an effort to improve the quality of Sunday school learning for children in the GKI Elim Malanu congregation, namely Sunday school teachers understand the central role of Sunday school teachers, improve qualifications and training for Sunday school teachers, support from parents and the church for Sunday school teachers, evaluation and continuous lesson preparation time, and collaboration.      
Analisis Teologis Makna Ibadah Dalam Tradisi Ma’paundi Dalam Budaya Toraja: Theological Analysis of the Meaning of Worship in Ma'paundi Tradition in Toraja Culture Iglesias, Enrique
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 5 No 2 (2024): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v5i2.133

Abstract

Tulisan artikel ini menganalisis mengenai makna teologis peribadatan yang dilakukan dalam tradisi ma’paundi dalam kebudayaan orang Toraja. Ma’paundi adalah suatu tradisi kebudayaan orang Toraja yang termasuk ke dalam acara rambu solo’ sebab ini berkaitan dengan orang yang telah meninggal yang telah dikuburkan. Ma’paundi adalah acara rambu solo’ yang didalamnya dilakukan prosesi adat dan agama. Tradisi adat dan kebudayaan Toraja yaitu ma’paundi salah satunya adalah prosesi mantunu. Mantunu ini dilakukan lama setelah jenazah itu dikuburkan. Ma’paundi dalam arti bahasa indonesianya (mengikuti, menyusul yang kemudian atau setelahnya), maksudnya ialah prosesi ma’paundi dilakukan setelah jenazah orang yang telah meninggal sudah dikuburkan (dilamun). Selain dalam upacara dan tradisi secara adat dan budaya, dalam acara ma’paundi ini juga pada masa sekarang ini sudah dibarengi dengan adanya peribadatan. jadi prosesi budaya dan agama berbaur secara langsung dalam tradisi ma’paundi ini baik dalam kegiatan mengorbankan babi dan kerbau (Mantunu) maupun kegiatan ibadah yang dilakukan setelahnya. Ma’paundi adalah wujud rasa hormat dan penghargaan kepada orang yang telah meninggal dan secara peribadatan keluarga akan dikuatkan melalui firman yang disampaikan dalam ibadah. Orang yang sudah meninggal yang pada saat ia dikuburkan belum ada hewan yang dikorbankan (Tae’pa Dipantunuan), kemudian setelah beberapa waktu kemudian melalui kebersamaan keluarga (To Ma’rapu) dibuatlah tradisi ma’paundi ini untuk mengorbankan hewan yang pada saat jenazah dikuburkan belum ada hewan yang dikorbankan. Ma’paundi paundi punya banyak nilai dalam hal kebersamaan dan perdamaian, namun secara peribadatan ini masih menjadi tanda tanya, sebab ma’paundi adalah kegiatan budaya dan bukan kegiatan keagamaan. Tentu ini yang menjadi kajian utama dalam artikel ini bagaimana agama dapat masuk ke dalam sebuah tradisi budaya sehingga keduanya dapat berdialog (model sintesis) mengenai paham tentang kematian.
Perayaan 507 Tahun Reformasi Adalah Kairos Bagi Peningkatan Pembaruan Gereja Dan Umat Allah Dalam Pikiran, Perkataan, Perbuatan (1517-2024): The celebration of the 507th year of the Reformation is a cairos for the increased renewal of the Church and God's people in thought, word, deeds (1517-2024) Rumbewas, Anthon
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 5 No 2 (2024): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v5i2.136

Abstract

Perayaan 507 tahun Reformasi (1517-2024) merupakan momen penting bagi gereja dan umat Allah untuk merenungkan, menghidupi, dan memperbaharui diri dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Reformasi yang dipelopori oleh Martin Luther pada tahun 1517 membawa perubahan signifikan dalam sejarah gereja dan terus relevan hingga saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana peringatan Reformasi dapat menjadi kairos, atau momen yang tepat, untuk mendorong pembaruan spiritual dan institusional di kalangan gereja dan umat Allah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi studi teologis. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen dari berbagai sumber buku dan sejarah gereja yang memperingati Reformasi ke-507. Artikel ini berfokus pada aspek-aspek pembaruan yang terjadi dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan jemaat dan pemimpin gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peringatan Reformasi ke-507 membawa dampak positif dalam kehidupan gereja dan umat Allah. Banyak jemaat yang mengalami pembaruan dalam cara berpikir mereka mengenai teologi, misi, dan pelayanan. Dalam perkataan, terlihat peningkatan dalam penyampaian khotbah dan pengajaran yang lebih relevan dan kontekstual. Perbuatan nyata dalam bentuk pelayanan sosial dan misi juga meningkat, menunjukkan komitmen gereja untuk menjadi agen perubahan di masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perayaan 507 tahun Reformasi benar-benar merupakan kairos bagi gereja dan umat Allah untuk memperbaharui diri. Pembaruan ini bukan hanya sekedar peringatan historis, tetapi juga momen untuk menghidupi nilai-nilai Reformasi dalam setiap aspek kehidupan gerejawi dan bermasyarakat.
Pengaruh Ilustrasi Dalam Penyampaian Dan Penerimaan Khotbah Di Jemaat GKI Betlehem Anjareuw Klasis Biak Selatan: The Influence of Illustration in the Delivery and Reception of Sermons at the GKI Bethlehem Anjareuw Klasis South Biak Congregation Latuputty, Sientje; Sihombing, Friska Saria
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 5 No 2 (2024): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v5i2.143

Abstract

Dalam gereja Protestan, Luther mengatakan khotbah menempati bagian yang termulia dan terutama dari tiap-tiap kebaktian. Di dalam gereja Evangelis (Injili) juga khotbah itu mempunyai tempat yang sentral, karena tugas gereja yang utama adalah mengabarkan firman Tuhan di dalam dunia. Selain itu bahasa khotbah yang mudah dimengerti dengan tambahan ilustrasi juga penting dalam sebuah khotbah, di mana bahasa yang sederhana dan ilustrasi dapat mencuri perhatian dan konsentrasi pendengar sehingga mendukung sampainya firman Tuhan bagi jemaat. Khotbah berilustrasi menuai banyak pro dan kontra. Begitu juga kenyataan yang terjadi di jemaat GKI Betlehem Anjareuw Klasis Biak Selatan. Ada jemaat yang senang dengan ilustrasi dan ada juga yang tidak senang. Mereka berpendapat jika ilustrasi yang disampaikan dapat menyenangkan hati atau dimengerti apabila sesuai dengan isi khotbahnya ada juga yang berpendapat bahwa ilustrasi tidak menyenangkan hati atau tidak dimengerti karena tidak sesuai dengan khotbah. Oleh sebab itu pertanyaan dari penelitian ini adalah apa itu ilustrasi khotbah dan apa pengaruh ilustrasi dalam penyampaian dan penerimaan khotbah. Metodologi yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. ilustrasi khotbah adalah penjelasan yang dapat berupa suatu gambaran, cerita-cerita pendek, contoh, perumpamaan, dan lelucon yang diambil dari kehidupan sehari-hari yang dinilai memiliki hubungan dengan firman Tuhan. Pengaruh ilustrasi khotbah dalam penyampaian khotbah adalah dapat menarik perhatian jemaat dan mempermudah memahami firman Tuhan.
Pergerakan Ekumene GKI Di Tanah Papua : Studi Historis Mengenai Kiprah GKI Di Tanah Papua Tahun 1962-2020 Dalam Pemikiran Dan Karya Ekumenisnya Untuk Keadilan Dan Perdamaian: GKI Ecumenical Movement in Papua: Historical Study of the GKI's Work in the Land of Papua 1962-2020 in its Thoughts and Ecumenical Work for Justice and Peace Marpaung, Lisa
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 5 No 2 (2024): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v5i2.146

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendokumentasikan serta menganalisis sejarah gerakan ekumene di Tanah Papua dalam karya kemanusiaan untuk keadilan dan perdamaian pada Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah (historiografi) dalam pendekatan kualitatif, melalui studi kepustakaan dan wawancara. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa realitas peristiwa-peristiwa persoalan Papua dalam sejarah telah menggerakkan semangat ekumenis di Tanah Papua untuk berkarya mewujudkan keadilan dan perdamaian, yang dimaknai sebagai suatu gerakan pembebasan, pertama-tama adalah bebas dari segala tekanan di politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan hidup yang selama ini menindas. Tetapi juga di lain sisi jika dapat memilih, oleh beberapa orang atau tokoh, gerakan pembebasan mengandung unsur politis yang diharapkan dapat lebih memberi ruang yang luas bagi kebebasan berekspresi, mengembangkan potensi, karya-karya dari orang-orang Papua di tanahnya sendiri.
Kajian Teologis Pertobatan Zakheus Dalam Lukas 19:1-10 Dan Relevansinya Bagi Pemuda Dalam Hal Pertobatan: The Theological Study Of Zacchaeus' Repentance In Luke 19:1-10 And Its Relevance For Youth In Terms Of Repentance Nugraha, Yoce; Todingbua, Tri Saputra
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 1 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i1.154

Abstract

Penulisan jurnal ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep pertobatan Zakheus sebagaimana digambarkan dalam Injil Lukas dan relevansinya dengan kehidupan kaum anak muda saat ini. Penulis perlu menyelidiki pemahaman-pemahaman analitis dan membuat refleksi-refleksi religius bagi para pembacanya, terutama kaum muda, untuk membangun kesadaran mereka akan pentingnya ketaatan dan pertobatan supaya tetap berada pada jalan kebenaran. Teknik yang digunakan selama menyelesaikan jurnal ini adalah audit penulisan, yaitu dengan berkonsentrasi pada permasalahan dan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, Sumber-sumber berikut digunakan oleh penulis seperti Kitab Suci, kamus, buku, jurnal, dan majalah, selain sumber online yang dianggap sesuai dan sangat relevan dengan topik ini. Dalam Lukas 19:1–10, pertobatan Zakheus berdampak positif tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi seluruh keluarganya. Dari kisah Zakheus ini seharusnya bisa memberika kesadaran kepada anak-anak muda dalam menumbuhhhkan pertobatan yang sejadi
Integrasi Nilai-Nilai Kristen Dalam Pendidikan Lingkungan Untuk Pelestarian Alam Di Kota Jayapura: Integration of Christian Values in Environmental Education for Nature Conservation in Jayapura City Dadi Ratu Mofu, Benyamin
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 1 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i1.155

Abstract

Lebih dari 1 juta spesies di dunia terancam punah akibat aktivitas manusia, seperti deforestasi, polusi, dan perubahan iklim. Fenomena ini bukan hanya mengancam keberlangsungan hidup spesies tersebut, tetapi juga mengganggu keseimbangan ekosistem yang menjadi fondasi kehidupan di bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai Kristen yang relevan untuk pendidikan lingkungan dan Menganalisis dampak integrasi nilai-nilai tersebut terhadap kesadaran lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Pendekatan ini dipilih karena mampu menggali secara mendalam pemahaman tentang integrasi nilai-nilai Kristen dalam pendidikan lingkungan, khususnya dalam konteks pelestarian alam di Kota Jayapura. Integrasi nilai-nilai Kristen dalam pendidikan lingkungan di Kota Jayapura dapat dilihat melalui kurikulum yang mengedepankan pengajaran tentang tanggung jawab manusia terhadap alam. Keterlibatan komunitas dalam kegiatan pelestarian alam menjadi salah satu dampak positif dari integrasi nilai-nilai Kristen dalam pendidikan lingkunganintegrasi nilai-nilai Kristen dalam pendidikan lingkungan memiliki potensi untuk mendorong pelestarian alam di Kota Jayapura. Nilai-nilai Kristen, seperti tanggung jawab terhadap ciptaan dan kasih sayang terhadap sesama, dapat menjadi dasar yang kuat dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan siswa. Selain itu, pendekatan pendidikan yang berbasis pada ekoteologi, dapat memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk memahami hubungan antara manusia dan alam.
Dopis Sebagai Pembunuh "Sebuah Studi Ekoteologi Terhadap Dampak Buruk Penggunaan Dopis Di Pulau Pai Diperhadapkan Dengan Konsep Misi Berdasar Amanat Agung Yesus Kristus Dalam Injil Markus 16:15": Dopis as a Killer "An Ecotheological Study of the Adverse Effects of the Use of Dopis on Pai Island Confronted with the Concept of Mission Based on the Great Commission of Jesus Christ in the Gospel of Mark 16:15" Nusa Putra Akwan, Umbu
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 1 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i1.156

Abstract

Dopis adalah salah satu jenis bom yang lebih banyak dibuat untuk menangkap ikan, dan melalui bom tersebut, pekerjaan nelayan menjadi mudah namun dan hasil tangkapan akan berlimpah. Meskipun demikian, penggunaan Dopis itu memiliki dampak buruk bagi pengguna tetapi juga bisa merusak ekosistem bawah laut. Permasalahan terkait penggunaan Dopis ini terjadi juga di wilayah kabupaten Biak Numfor, terutama sekitar gugusan kepulauan Padaido. Di sana, banyak nelayan tradisional menggunakan Dopis sebagai alat untuk menangkap ikan dan kemudian berdampak buruk bagi ekosistem laut di kepulauan Padaido. Salah satu permasalahan yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah dampak penggunaan Dopis di Pulau Pai, salah satu pulau dari gugusan kepulauan Padaido. kerusakan yang diakibatkan dari penggunaan Dopis untuk menangkap ikan adalah hancurnya ekosistem bawah laut, rusaknya terumbu karang, berbagai jenis ikan mati bahkan berpindah dan menjauh dari pesisir pantai, laut yang tercemar dan dampak ekonomi penduduk berkurang karena ikan yang mulai sulit didapat. Tulisan ini akan melihat dampak penggunaan Dopis dari sudut pandang teologi, khusus terkait Ekologi dan ilmu Misi pekabaran Injil. Dalam tulisan ini, Dopis akan dilihat sebagai pembunuh dan penggunaan Dopis merupakan bentuk pemberontakan manusia melawan Tuhan yang kemudian diperhadapkan dengan Amanat Agung Yesus dalam Injil Markus 16:15 tentang tugas pekabaran Injil untuk segala makhluk. Ekosistem bawah laut pulau Pai adalah sebuah dunia yang kemudian rusak karena penggunaan Dopis, oleh karenanya perintah Yesus dalam Markus 16:15 menjadi perintah yang harus dilihat kembali serta diterapkan dalam kondisi dunia bawah laut sekitar Pulau Pai yang perlu disentuk untuk kembali baik seperti sebelumnya. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data Observasi, studi pustaka dan wawancara yang kemudian datanya dianalisa dan dilaporkan dalam sebuah deskripsi.
Kasih Yang Mendasari Hukum: Studi Biblika Perjanjian Lama Tentang Arti Ahavah Dalam Taurat Allah Dan Relevansinya Bagi Kehidupan Kristen Masa Kini: Love Underlies the Law: An Old Testament Biblical Study of the Meaning of Ahavah in God's Law and Its Relevance to Contemporary Christian Life Nari, Frazier
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 1 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i1.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jauh lebih dalam tentang makna dari kata "kasih" dalam Hukum Taurat Perjanjian Lama dan bagaimana kasih Allah menjadi dasar dari hukum-hukum tersebut. Dengan pendekatan studi biblika, penelitian ini mengkaji penggunaan kata ahavah (kasih) dalam kitab Taurat, seperti Ulangan dan Imamat lalu mengaitkannya dengan gambaran kasih Allah yang tidak bersyarat dan kekal bagi umat-Nya. Hasil studi ini menunjukkan bahwa hukum-hukum yang diberikan dalam Taurat lebih dari sekadar aturan moral atau sosial. Hukum Taurat merupakan ekspresi dari kasih Allah yang mendorong umat-Nya untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya, dalam hubungan yang benar dengan Allah dan sesama manusia. Kasih yang tercermin dalam hukum-hukum Taurat mengundang umat Israel untuk merespons kasih Allah dengan hidup dalam ketaatan dan kasih terhadap Allah dan juga sesama. Dengan demikian, hukum Taurat bukan hanya aturan yang harus dipatuhi, tetapi juga panggilan untuk menjalani kehidupan yang penuh kasih sebagai respons terhadap kasih Allah yang tidak bersyarat kepada manusia
Pemulihan Ekologis sebagai Sebuah Metafora Intervensi Penggembalaan dalam Kelas Setelah Pandemi Covid-19: Ecological Healing, A Metaphor Intervention of Pastoral Care on The Classroom after Covid-19 Pandemics
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 1 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i1.158

Abstract

Endapan pandemi covid-19 masih menjadi persoalan dalam system belajar dan mengajar di kelas. Gangguan Kesehatan mental yang semakin membuncah dan kebiasaan tatap layar terbawa turut masuk ke dalam proses tersebut. Fenomena ini membuat atmosfir kelas menjadi tidak bergairah. Tidak jarang peserta didik terlihat berada dalam kehadiran yang tarik diri dari pelajaran yang sedang berlangsung. Mereka menjadi lelah (fatigue). Penulis memahami gejala ini dari sudut teori yang ditawarkan oleh Philibert dkk pentingnya “everyday self care”, kepedulian diri dalam keseharian. Teori ini dapat menolong untuk mencari alternatif baru di ruang kelas agar setiap warga dapat sadar dan peduli kepada dirinya setiap waktu. Penciptaan kesadaran ini membutuhkan intervensi. Model intervensi ini dipinjam dari ilmu penggembalaan. Tulisan ini menawarkan model-model penggembalaan untuk menciptkan kelas yang memiliki daya resilensi dan kekuatan pemulihan bagi warganya. Model-model ini lahir dari pemahaman konteks dalam metafora ekologis. Melalui penelitian penulis menemukan pertama, ilmu penggembalaan memiliki peralatan yang cukup untuk mengembangkan model-model pemulihan dalam kelas. Meskipun demikian perlu disadari bahwa kekhasan intervensi penggembalaan selalu bersifat kontekstual. Kedua model-model yang bisa menjadi alternatif bagi penciptaan ruang kelas yang flourishing, mekar. Penulis menyebut intervensi dengan nama pemulihan ekologis. Sebagai sebuah metafora tawaran mengandaikan kehadiran aktivitas yang sederhana dan berkesinambungan, serta menjadi aksi bersama.