cover
Contact Name
Amelia Waimuri
Contact Email
murai.sttgki@gmail.com
Phone
+6282194538356
Journal Mail Official
murai.sttgki@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sentani 37 Abepura, Jayapura, Papua - 99351
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
MURAI: Jurnal Papua Teologi Kontekstual
ISSN : 27210200     EISSN : 27464814     DOI : -
urnal Papua Teologi Kontekstual merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI I.S.Kijne sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan artikel ilmiah yang merupakan kajian Sosial-Budaya, Pendidikan (Pendidikan secara umum dan Pendidikan Kristen secara khusus), dan Teologi Kontekstual. Jurnal ini memuat artikel ilmiah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel ilmiah hasil penelitian ataupun penelitian terapan, dan juga artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan sosial-budaya, Pendidikan dan Teologi Kontekstual. Pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel termuat pada setiap penerbitan. Penerbitan jurnal dilakukan persemester, yaitu pada bulan Januari dan Juli tahun berjalan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 65 Documents
Pindah Dan Menetap : Suatu Pemahaman Teologis Tentang Migrasi Korban Bencana Erupsi Gunung Sinabung: Moving and Settling: A Theological Understanding of the Migration of Victims of the Mount Sinabung Eruption Disaster Sembiring, William Wahyu
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 4 No 2 (2023): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v4i2.114

Abstract

Migrasi sebagai sebuah fenomena yang sudah terjadi di berbagai tempat sejak ribuan tahun lalu, bahkan hingga hari ini. Mulai dari migrasi bangsa Israel yang terjadi ribuan tahun silam, hingga migrasi para korban bencana, salah satunya korban bencana erupsi Gunung Sinabung. Artikel ini bertujuan untuk menemukan sekaligus memberikan pesan teologis yang bersifat pastoral bagi para korban bencana erupsi Gunung Sinabung yang sekarang sudah menjadi migran. Penelitian menggunakan studi kepustakaan dalam terang data-data kualitatif, dengan memperhatikan beberapa sumber penelitian lapangan yang sudah dilakukan terlebih dahulu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Allah juga turut menderita, merasakan serta bermigrasi bersama para migran korban erupsi Gunung Sinabung serta menciptakan pemahaman baru tentang diri mereka sebagai migran di tanah yang baru.  
Unduh-Unduh; Relasi Gereja Dan Budaya Di Tengah Masyarakat Konsumer: Unduh - Unduh; Church and Cultural Relations in Consumer Society Resi Pramudita; Maria Theofani Widayat
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 4 No 2 (2023): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v4i2.117

Abstract

Gereja adalah sebuah komunitas yang unik. Ada perjumpaan dari berbagai latar belakang yang unik dengan beragam cara pandang. Demikian juga dengan Gereja Kristen Jawa Purworejo sebagai komunitas beriman yang bersinggungan dengan berbagai macam latar belakang. Dalam sejarahnya, GKJ Purworejo terbentuk karena adanya pemberitaan Injil dari pihak Belanda. Kemudian pemberitaan Injil dilanjutkan oleh orang Jawa. Meski begitu, pemahaman kekristenan  dan pendeta di sana tetap dari Belanda. Hal ini membawa  konsekuensi tersendiri. Salah satunya berkaitan dengan persinggungan GKJ Purworejo terhadap budaya. Ada berbagai macam  praktik kebudayaan yang dilarang karena dianggap menyalahi agama Kristen. Relasi yang kurang baik terhadap budaya menimbulkan kebimbangan di antara warga gereja, soal mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Dalam perkembangan selanjutnya, GKJ Purworejo mengubah salah satu perayaan gerejawinya, yaitu unduh-unduh, dengan berusaha menghadirkan kesan “Jawa”di tengah konteks masyarakat konsumer, dan menjadi gereja yang dekat dengan konteks masyarakat Jawa. Oleh karena itu, tulisan ini hendak memperlihatkan bagaimana sebuah perayaan, secara khusus perayaan unduh-unduh di GKJ Purworejo, mengalami perubahan di masyarakat konsumer. Fenomena ini kemudian didalami dengan melihat bagaimana perubahan dapat terjadi dalam konteks masyarakat konsumer. Metode yang digunakan ialah wawancara, pengamatan, serta studi pustaka.  
Filosofi Pendidikan Toraja Pra Pendidikan Modern Di Toraja: Toraja Pre-Modern Education Philosophy in Toraja Tomi Supryanto
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 4 No 2 (2023): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v4i2.118

Abstract

Filosofi pendidikan Toraja pra pendidikan modern di Toraja merupakan sebuah tulisan yang bertujuan untuk menemukan filosofi pendidikan Toraja sebelum masyarakat Toraja berjumpa dengan pendidikan modern yang diperkenalkan oleh bangsa Eropa melalui Indische Kerk dan lembaga Pekabaran Injil Gereformeerde Zendingsbond (GZB) sejak tahun 1908. Untuk tujuan tersebut metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analisis data yang ditemukan. Dari hasil pembahasan dan analisis yang dilakukan, ditemukan sebuah konsep pendidikan yang diwarisi secara turun-temurun dari generasi ke generasi dengan proses lisan yang berlangsung beberapa ratus tahun sebelum masyarakat Toraja berjumpa dengan pendidikan Barat yang diperkenalkan oleh Indische Kerk dan GZB. Proses pengenalan dan pendidikan tersebut diperkenalkan melalui praksis-praksis keseharian sejak dari kecil hingga dewasa. Bingkai pendidikan ditemukan dalam salah satu proses sastra Toraja yang dikenal dengan nama “Passomba Tedong”. Melalui proses deskriptif dan analisis pada naskah sastra teks “Passomba Teding” ditemukan bahwa filosofi pendidikan Toraja adalah pendidikan yang bertujuan menanamkan harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan
Puasa (Kajian Eksegetis Menurut Kitab Zakharia 7 : 1 - 14 dan Relevansinya Bagi Tindakan Diakonia Gereja: Fasting (Exegetical Study According To Zechariah 7:1-14 And Its Relevance For The Diakonic Action Of The Church) Notanubun, Kristensia; Wahyu Setiawan, Ayub
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 5 No 1 (2024): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v5i1.120

Abstract

Zakharia 7:1-14 merupakan salah satu bagian dalam Akitab yang berbicara mengenai praktik puasa yang biasa dilakukan oleh orang-orang Israel saat itu sekaligus yang memuat kritik TUHAN terhadapnya. Pada bagian ini TUHAN mengawali teguran-Nya kepada mereka dengan sebuah pertanyaan: “... Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku?” (Zakharia 7:5). Puasa yang dikehendaki TUHAN sesungguhnya adalah suatu puasa yang tidak hanya berkaitan dengan hal-hal lahiriah, yaitu soal meniadakan makan dan minum saja, melainkan juga melibatkan sisi batiniah manusia yang berdampak bagi kesejahteraan sesama. Gereja sebagai perwujudan dari tubuh Kristus di tengah dunia bertanggung jawab untuk melakukan pelayanan kasih atau diakonia pada sesama manusia, sebagaimana yang telah diteladankan oleh Yesus, Sang Kepala gereja itu semasa hidup-Nya sewaktu menjadi manusia di tengah dunia. Oleh karena itu, penelitian ini berpusat bagaimana konsep Puasa dalam Kitab Zakharia 7:1-14? Bagaimana relevansi antara konsep Puasa dalam Kitab Zakharia 7:1-14 dengan tindakan diakonia gereja? Dan tujuan penelitian adalah untuk menguraikan konsep Puasa dalam Kitab Zakharia 7:1-14 dan untuk menggali keterkaitan antara konsep Puasa dalam Kitab Zakharia 7:1-14 dengan tindakan diakonia gereja. Adapun jenis penelitian yang dipergunakan pada penelitian ini ialah studi kepustakaan atau library research dengan pendekatan Hermeneutik.
Budaya Ma’pasilaga Tedong Ditinjau Dalam Model Budaya Tandingan Menurut Perspektif Stephen B. Bevans: "Ma'pasilaga Tedong Culture Viewed In A Counterculture Model According To The Perspective Of Stephen B. Bevans" Patibang, Ocsilia
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 5 No 1 (2024): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v5i1.121

Abstract

Perkembangan zaman akan terus maju, dan hal ini juga akan mempengaruhi budaya atau pun tradisi. Berbagai pandangan yang menjadikan pula keunikan, kekhasan, bahkan nilai dan makna dalam kebudayaan setiap daerah juga terancam mengalami suatu perubahan atau pergeseran makna. Tidak terlepas dari itu, yang seharusnya apa yang menjadi makna atau tujuan budaya tersebut hendaknya tetap dipertahankan. Berbicara soal kebudayaan atau konteks, maka bagaimana sebuah konteks itu akan dipandang dari suatu perspektif salah satu model kontekstual yaitu “Model Budaya Tandingan” yang akan melihat bagaimana tradisi Ma’pasilaga Tedong di Toraja yang memiliki perubahan makna akan dimurnikan melalui suatu perspektif Stephen Bevans dengan modelnya “budaya tandingan”. Ma’ pasilaga tedong diakui sebagai ungkapan penghiburan dan kesenangan dengan cara mengadu beberapa kerbau di upacara pemakaman (rambu solo’) pun juga sebagai salah satu adat budaya Toraja. Dengan tetap mempertahankan konteks dan juga memperhatikan kekeliruan yang terjadi dalam budaya Ma’pasilaga Tedong ini, serta memurnikan konteks tersebut. Selain itu, penerapan Injil untuk memperbaiki perubahan budaya pun perlu dilakukan agar pengembalian makna Ma’pasilaga Tedong menjadi tradisi sesuai dengan jati dirinya. Kata kunci: Ma’ Pasilaga Tedong, injil, model budaya tandingan, kebudayaan
Ritual Mangrambu Langi’ Dalam Konteks Kebudayaan Masyarakat Toraja Di Desa Sarapeang Kecamatan Rembon Dengan Pendekatan Sintesis: Mangrambu Langi' ritual in the context of Toraja culture in Sarapeang Village, Rembon District with a synthesis approach Surya Biri
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 5 No 1 (2024): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v5i1.122

Abstract

Ritual mangrambu langi’ dijelaskan melalui fakta bahwa dalam sebuah keluarga, darah daging mengalir di antara anggota keluarga, bahkan jika hubungan keluarga tersebut hanya satu atau dua kali. Ini menekankan pentingnya hubungan kekeluargaan dan menggambarkan bahwa praktik Mangrambu Langi' melibatkan pelanggaran terhadap norma-norma kekeluargaan yang dianggap penting dalam masyarakat Toraja. bahwa sebuah keluarga seharusnya saling mengasihi, menolong, dan membantu satu sama lain, bukan malah merusak. Pemahaman ini mencakup kerusakan terhadap nama baik keluarga, orang tua, dan tongkonan (rumah tradisional Toraja). Oleh karena itu, Mangrambu Langi' dianggap sebagai perilaku yang menyimpang karena melibatkan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar kekeluargaan dan norma-norma moral yang dianut dalam masyarakat Toraja. Penekanan pada hubungan kekeluargaan, norma-norma moral, dan konsep kerusakan dalam konteks keluarga dan masyarakat Toraja memberikan pemahaman mendalam tentang mengapa praktik Mangrambu Langi' dianggap sebagai perilaku yang menyimpang dalam konteks budaya mereka. Ma’ Rambu Langi' dapat dilihat melalui lensa model sintesis, dan bagaimana suatu pelanggaran dapat menjadi solusi dalam menjaga nilai-nilai adat dan mencegah konflik.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SD YPK Ebenhaezer Argapura Tahun Pelajaran 2022-2023: Implementation of the Independent Learning Curriculum at SD YPK Ebenhaezer Argapura For The 2022-2023 Academic Year Mofu, Benyamin; Carban, Iis Avprillia
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 5 No 1 (2024): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v5i1.123

Abstract

Kurikulum 2013 di pakai sejak tahun ajaran 2013/2021 dalam Sistem Pendidikan di Indonesia. Kurikulum 2013 adalah kelanjutan dan penyempurnaan ‘Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)’ Kurik1ulum 2013 ini sudah berjalan hingga tahun 2013-2021 namun menjadi sebuah problem semenjak adanya COVID-19 yang melanda seluruh dunia tanpa terkecuali di Indonesia. Mengakibatkan pembelajaran di sekolah diberhentikan dan langsung di ubah dengan pembelajaran secara online. Pembelajaran menggunakan kurikulum lama dengan metode lama tentu tidak akan efektif dan tidak efisien lagi. Selain menjadikan peserta didik tidak memahami secara keseluruhan tentang pembelajaran, guru pun mengalami kesulitan dalam menyajikan pelajaran secara maksimal bagi siswa. SD YPK Ebenhaezer Argapura merupakan salah satu Sekolah Dasar di Kota Jayapura. Sekolah ini termasuk sekolah yang dekat dan mudah di jangkau oleh masyarakat. Saat ini sekolah turut memberlakukan Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran. Namun, guru mengalami kesulitan dalam menerapkan kurikulum ini. Permasalahan yang di hadapi oleh sekolah yakni kurangnya pemahaman guru mengenai kurikulum merdeka, serta kurangnya pemahaman guru dalam menggunakan teknologi. Kurangnya fasilitas seperti komputer, laptop, dan infocus. Penelitian ini akan menggambarkan kesiapan guru mata pelajaran Agama Kristen dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar di SD YPK Ebenhaezer Argapura dan menerangkan upaya yang di lakukan oleh guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar.Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan metode deskriptif, Peneliti dalam penelitian ini berusaha menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan oleh guru dalam mendapatkan data primer dan sekunder di SD YPK Ebenhaezer Argapura secara jelas dan sistematis. Pemahaman (comprehension) adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat (Anas Sudijono, 2011:50). Dengan kata lain, memahami ialah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai sudut pandang. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa narasumber belum sepenuhnya memahami Kurikulum Merdeka Belajar dan tujuan dilaksanakannya Kurikulum Merdeka Belajar. Dapat disimpulkan bahwa guru di SD YPK Ebenhaezer Argapura belum sepenuhnya memahami Kurikulum Merdeka Belajar dan belum mendapatkan sosialisasi secara merata dari pemerintah untuk dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah.
Iri Hati Membawa Kepada Maut (Suatu Tafsir Naratif Terhadap Kisah Para Rasul 5:1-11): Envy Leads to Death (A Narrative Interpretation of Acts 5:1-11) Noanubun, Kristensia; Elisabeth Patty, Maria
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 5 No 1 (2024): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v5i1.128

Abstract

Iri hati berasal dari bahasa inggris envy, iri hati bisa disebut juga dengan dengki. Iri hati atau dengki adalah suatu emosi yang timbul ketika seseorang yang tidak memiliki suatu keunggulan baik prestasi, kekuasaan atau lainnya mengingini apa yang di miliki oleh orang lain agar menjadi miliknya. Kisah tentang seseorang yang merasakan iri hati kepada sesamanya terdapar juga adalam kisah di dalam Alkitab Perjanjian Baru, yakni: Kisah Para Rasul 5:1-11. Diceritakan tentang Ananias dan Safira yang melakukan penipuan terhadap Petrus dan rasul-rasul yang lain pada Jemaat mula-mula. Ananias dan Safira merupakan salah satu anggota dari Jemaat mula-mula yang saat itu berada di Yerusalem. Mereka merupakan anggota Jemaat yang taat beribadah tetapi juga taat untuk memberikan apa yang dipunyai mereka kepada sesama mereka. Tindakan yang mereka lakukan selalu mendapatkan pujian dari orang-orang pada saat itu sehingga menyebabkan mereka mulai merasa tinggi hati. Perasaan tinggi hati yang dirasakan oleh mereka mengakibatkan mereka merasa tersaingi ketika Barnabas yang juga merupakan keturunan dari suku Lewi turut memberikan persembahan persepuluhan berupa uang kepada para rasul guna untuk menunjang proses pelayanan dalam Jemaat pada saat itu. Dari sinilah muncul iri hati Ananias dan Safira terhadap Barnabas. Oleh karena itulah penelitian ini berpusat pada: Apa yang dimaksud dengan Iri Hati dalam Kisah Para Rasul 5 : 1-11? Apakah Akibat dari Iri Hati? Sedangkan tujuan penelitian adalah: Untuk mendeskripsikan apa arti iri hati menurut Kisah Para Rasul 5:1-11, untuk mengetahui dampak dari iri hati. Adapun jenis penelitian yang dipergunakan pada penelitian ini ialah library research dengan pendekatan eksegese.
Dampak Game Online Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa: TThe Impact of Online Games in Improving Student Achievement Mofu, Benyamin; Rumthe, Rosina
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 5 No 1 (2024): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v5i1.129

Abstract

Many people think that online games will have a negative impact on players, this is because online games are associated with violence. Psychologists, pediatricians, and scientists believe that playing online games can have a positive influence. Playing online games can also have a positive impact such as, to improve concentration, develop thinking or reasoning skills, and as entertainment to relieve stress. The type of research used is library research. Literature research is a data collection technique by reviewing books, literature, notes, and various reports related to the problem to be solved (Nazir.1988). The impact of Online Games includes relieving stress, filling spare time, adding friends, and earning income. In addition, the purpose of playing online games is because you want to participate in competitions. Online games can have a positive impact on players, that is, online games are useful for improving students' thinking skills, training students to be proficient in English, increasing intelligence and sharpening the brain, and also online games can help students to improve soft skills.
Indonesia Yang Berbhineka Namun Tak Rukun (Sebuah uraian singkat tentang kerukunan umat beragama di Indonesia yang ditinjau berdasar prinsip Ja Asamanam Apcamar, filosofi keseimbangan hidup Orang Asmat): Indonesia That Is Diverse But Does Not Get Along (A Brief Description Of Religious Harmony In Indonesia Reviewed Based On The Principles Of Ja Asamanam Apcamar, The Philosophy Of Life Balance Of The Asmat People) N.P. Akwan, Umbu
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 5 No 1 (2024): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v5i1.130

Abstract

Di Indonesia, persoalan kerukunan hidup antar umat beragama sesungguhnya sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Hal ini dikarenakan hukum dan perundang-undangan di negara Indonesia telah mengaturnya, bahkan Konstitusi Negara (Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945) menegaskan hal tersebut. Hal ini dipertegas juga dengan ajaran-ajaran resmi setiap agama menitikberatkan kerukunan hidup sebagai bagian yang tidak bisa diabaikan dan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, selalu saja kita saksikan di berbagai media pemberitaan bahwa konflik atas nama agama selalu terjadi, bahkan konflik-konflik tersebut merujuk pada adanya pihak-pihak tertentu yang menghambat atau melarang umat beragama lain untuk melaksanakan aktivitas peribadahannya. Sampai-sampai ada umat yang sedang beribadah tiba-tiba didatangi sekelompok massa lalu membubarkan jalannya peribadahan, ada gedung gereja yang mau direnovasi atau mau dibangun, tidak diijinkan meski sudah memiliki Ijin untuk membangun. Berbagai realitas ini kemudian menjadi alasana untuk tulisan ini digagas dengan harapan menjadi salah satu acuan untuk menghadirkan suasana rukun di negara kita. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif serta studi literatur, yang dipakai untuk mengamati dan meneliti berbagai fenomena tentang realitas kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia. Tulisan ini menawarkan filosofi hidup orang Asmat dalam budaya keseimbangan sebagai salah satu tawaran untuk kondisi rukun yang terus diupayakan oleh kita semua dalam negara kesatuan Republik Indonesia. Harapannya tulisan ini bisa bermanfaat untuk membangun Indonesia yang lebih baik