cover
Contact Name
Amelia Waimuri
Contact Email
murai.sttgki@gmail.com
Phone
+6282194538356
Journal Mail Official
murai.sttgki@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sentani 37 Abepura, Jayapura, Papua - 99351
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
MURAI: Jurnal Papua Teologi Kontekstual
ISSN : 27210200     EISSN : 27464814     DOI : -
urnal Papua Teologi Kontekstual merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI I.S.Kijne sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan artikel ilmiah yang merupakan kajian Sosial-Budaya, Pendidikan (Pendidikan secara umum dan Pendidikan Kristen secara khusus), dan Teologi Kontekstual. Jurnal ini memuat artikel ilmiah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel ilmiah hasil penelitian ataupun penelitian terapan, dan juga artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan sosial-budaya, Pendidikan dan Teologi Kontekstual. Pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel termuat pada setiap penerbitan. Penerbitan jurnal dilakukan persemester, yaitu pada bulan Januari dan Juli tahun berjalan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Penerapan Teori Psikologi Behavioristik Dalam Pendidikan Agama Kristen Anak: Perspektif Dan Implementasi: Application of Behavioristic Psychological Theory in Children's Christian Religious Education: Perspectives and Implementation Simanjuntak, Kelly; Boililu, Noh Ibrahim
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 2 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i2.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teori psikologi behavioristik dalam pendidikan Agama Kristen anak, dengan menyoroti perspektif teoritis serta implementasi praktisnya dalam konteks pembelajaran. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana prinsip-prinsip behavioristik yang menekankan pada stimulus-respons, penguatan, dan pembentukan perilaku melalui pembiasaan dapat digunakan secara efektif dalam membentuk karakter dan pemahaman keagamaan anak-anak dalam pendidikan Kristen. Tujuan penulisan adalah untuk mengevaluasi relevansi dan efektivitas teori ini dalam menciptakan proses pembelajaran yang mendukung pertumbuhan spiritual dan moral anak sejak usia dini. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis berbagai literatur terkait teori behavioristik dan pendidikan Kristen anak. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggambarkan serta menafsirkan konsep-konsep teoritis dan aplikasinya dalam konteks pendidikan agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori behavioristik dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pendidikan Agama Kristen anak, terutama melalui penggunaan metode penguatan positif, repetisi materi, dan pembentukan kebiasaan rohani. Misalnya, penguatan berupa pujian atau hadiah saat anak menunjukkan sikap kasih atau hafalan ayat Alkitab dapat memperkuat perilaku positif yang diharapkan. Namun, pendekatan ini perlu dilengkapi dengan unsur kasih, relasi personal, dan nilai-nilai iman Kristen agar tidak terjebak pada aspek mekanistik semata. Dengan demikian, implementasi teori behavioristik dalam pendidikan Kristen perlu diintegrasikan secara bijaksana agar tujuan pengajaran tidak hanya membentuk perilaku luar, tetapi juga menyentuh pertumbuhan iman anak secara holistik. Kata kunci: Behavioristik; Anak; Pendidikan Agama Kristen; Penguatan; Pembentukan Perilaku;
Saso Kapyaf Sebagai Salah Satu Bentuk Permainan Tradisional Yang Mendidik Ketrampilan Mansonanem Anak Dalam Tradisi Masyarakat Suku Biak : Saso Kapyaf as a form of traditional game that educates children's mansonanem skills in the tradition of the Biak tribe community Swom, Hermanus; Kmur, Lukius
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 2 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i2.195

Abstract

Konsep dasar permainan tradisional tidak terlepas dari dunia permainan anak, karena itu apabila permainan itu dilakukan dengan baik dan dengan konsep edukasi yang benar, maka permainan itu bermakna bagi anak. Keberagaman budaya dan permainan tradisional di Indonesia sangat beragam dan itu merupakan kultur budaya yang ada di masyarakat Indonesia yang perlu dilestarikan karena berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga merupakan sarana internalisasi dan sosialisasi diri bagi anak dalam mengembangkan motorik dan berbagai ketrampilan dasar anak. Permainan tradisional ini sarat juga dengan nilai-nilai soisial dan penting bagi perkembangan fisik maupun jiwa anak-anak yang dibangun berdasarkan permainan tradisional Masyarakat Indonesia. Perkembangan teknologi informasi saat ini telah menyediakan game online yang menarik perhatian anak dari permainan tradisional yang dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Pada hal permainan tradisional ini merupakan bentuk permainan yang ikut mengedukasi anak dalam dunia pertumbuhannya. Sebagai warisan budaya bangsa, permainan tradisional ini dilestarikan maka juga memperkaya budaya bangsa dan diperkenalkan kepada anak-anak dilembaga pendidikan formal maupun informal sejak usia dini. Beragam permainan tradisional mengarahkan anak berkembang secara fisik maupun mental, sosial dan emosi, tak mudah menyerah, bereksplorasi, bereksperimen, dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Dengan demikian permainan Saso Kapyaf merupakan permainan tradisional masyarakat suku Biak yang perlu dilestarikan sebab memiliki nilai sosial dan mengedukasi anak-anak laki untuk melatih kreativitas, melatih kebersamaan, melatih sportifitas, bersosialisasi dengan teman baru, melatih motorik, dan membina hidup sehat. Semua kemampuan ini adalah jenjang yang mengedukasi seorang anak Biak dalam ketrampilan khusus budaya Biak yang sering disebut Mansonanem dan Mambri. Mansonanem yaitu memiliki kemampuan keguruan dan kepemimpinan dalam masyarakat, sedangkan Mambri yaitu memiliki kemampuan untuk membela dan melindungi masyarakat kampung.
Revitalisasi Nilai – Nilai Holey Narey bagi Persekutuan Orang Sentani di Jemaat GKI Petrus Waena: Revitalization of Values – Holey Narey's Values for the Sentani Fellowship in the GKI Petrus Waena Congregation Ruhulessin, Cleopatriza
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 2 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i2.197

Abstract

The tradition of holey narey as a local heritage in the Sentani people, is believed to be able to protect and care for human life. This tradition was born from the sacred experiences of the Sentani people of a life of solidarity and togetherness experienced by their ancestors. This soldarity and togetherness is manifested through their attitudes and actions that belong to each other and support each other among members of the community. Holey Narey tends to have a higher level of social cohesion due to being a social norm, rooted in the values of local wisdom and being the sui generis of the Waena people in this tradition. These values make the Waena people able to live together and harmoniously in their daily lives. The method used in this study is a qualitative method with empirical research on the cultural values of the holey narey tradition that strengthens the social life of the Waena people. When this tradition is valued and used as the raw material of local theology, it will result in a moral transformation that strengthens the communion between people. That means theology not only builds relationships with God but also relationships with others
Keteladanan Guru Sekolah Minggu Dalam Membangun Spiritualitas Anak Di Jemaat GKI Betania Dok IX Jayapura: The Example of Sunday School Teachers in Building Children's Spirituality in the GKI Bethany Dok IX Jayapura Congregation Fonataba, Henny Verra; Silas, Paul
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 2 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i2.198

Abstract

Keteladanan guru sekolah minggu memiliki peranan penting dalam membentuk spiritualitas anak karena pada masa kanak-kanak, proses pembelajaran iman lebih banyak terjadi melalui pengamatan dan peneladanan perilaku. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa banyak guru sekolah minggu mampu mengajarkan firman Tuhan secara verbal, tetapi belum sepenuhnya konsisten dalam mempraktikkan nilai-nilai Kristiani yang diajarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana keteladanan guru sekolah minggu mempengaruhi pembentukan spiritualitas anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dekriptif dengan metode studi pustaka dan wawancara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif di kelas sekolah minggu, wawancara semi-terstruktur dengan guru, serta analisis literatur terkait pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang konsisten antara ajaran dan perilakunya, menunjukkan kasih, kesabaran, dan komitmen rohani, mampu membentuk iman anak secara lebih mendalam. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan spiritualitas anak memerlukan keteladanan nyata yang ditunjukkan guru dalam kehidupan sehari-hari. Disarankan agar gereja memberikan pelatihan karakter, pengembangan rohani, dan pendampingan pastoral secara berkelanjutan kepada guru sekolah minggu demi memperkuat peran mereka sebagai teladan iman.
Perempuan Dalam Teologi Kristen: Perspektif Teologi Feminis: Women in Christian Theology: A Feminist Theology Perspective Wospakrik, Martha
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 2 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i2.199

Abstract

Isu ketidakadilan dan kekerasan terhadap perempuan masih nyata dalam kehidupan sosial dan religius, termasuk dalam tradisi Kristen. Banyak teks Alkitab yang ditafsirkan secara patriarki telah memperkuat subordinasi perempuan dan membatasi peran mereka dalam jemaat dan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk meninjau kembali posisi dan peran perempuan dalam teologi Kristen melalui lensa teologi feminis. Pendekatan ini menawarkan pembacaan kritis terhadap teks-teks Alkitab dan tradisi gereja yang menggali pengalaman perempuan, menegaskan bahwa perempuan adalah ciptaan Allah yang utuh dan bermartabat. Penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka menganalisis teks-teks Alkitab serta literatur teologi feminis. Temuan menunjukkan bahwa terdapat fondasi teologis yang kuat untuk membangun keadilan gender dalam gereja dan mengafirmasi peran perempuan dalam kehidupan iman dan pelayanan. Dengan demikian, teologi feminis menjadi sarana pembebasan yang membuka ruang partisipasi dan pengakuan setara bagi perempuan dalam tradisi Kristen
Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Dan Perannya Dalam Transformasi Sosial: Christian Religious Education Curriculum And Its Role In Social Transformation Mofu, Benyamin
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 1 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i1.196

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara kritis peran kurikulum Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam mendorong transformasi sosial. Pendidikan Agama Kristen, sebagai bagian integral dari sistem pendidikan di Indonesia, memiliki potensi besar untuk membentuk karakter dan nilai-nilai yang mendukung perubahan positif dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kurikulum PAK yang ada, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, serta merumuskan elemen-elemen kunci yang diperlukan untuk menjadikan PAK sebagai agen transformasi sosial yang efektif. Metodologi yang digunakan adalah analisis dokumen dan studi literatur, dengan mengacu pada teori-teori kurikulum, transformasi sosial, dan perspektif teologis. Temuan menunjukkan bahwa kurikulum PAK saat ini seringkali masih berfokus pada aspek doktrinal dan kurang menekankan pada pengembangan keterampilan kritis, kesadaran sosial, dan tindakan nyata. Penelitian ini mengusulkan rekomendasi untuk merekonstruksi kurikulum PAK agar lebih relevan dengan tantangan zaman, serta mampu membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk berkontribusi pada perubahan sosial yang positif. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran guru PAK sebagai teladan dan fasilitator dalam proses transformasi tersebut
Determinasi Milieu-Ekologi: Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua: Determination Of Milieu-Ecological: The Implications For Pastoral Theology And Care For The People With Chronic Illness In Papua Province Tarigan, Natanael
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 1 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i1.200

Abstract

Sakit kronis merupakan masalah yang kompleks di Tanah Papua, baik oleh karena masayarakatnya masih sangat kuat determinasi milieunya maupun karena berobat itu masih meruapakan kemewahan bagi sebagain besar masyarakatnya. Mereka yang sakit kronis tersebut dapat jatuh ke dalam pasif-agresif, menarik diri dan memendam kemarahan. Gereja terpanggil untuk melayani mereka, meskipun gereja-gereja di Papua juga memiliki keterbatasan. Argumentasi utama dalam penelitian ini: determinasi milieu dan ekologi mempengaruhi keberhasilan gereja dalam menyediakan penggembalaan untuk penyembuhan batin, penyembuhan spiritual, dan penyembuhan fisik. Ada Dua pertanyaan yang hendak dijawab dalam tulisan ini. Mengapa determinasi milieu dan ekologi penting dalam penggembalaan bagi orang yang sakit kronis? Bagaimana implikasi pelayanan penggembalaan tersebut dalam ruang baru teologi penggembalaan gereja? Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data-data diolah melalui studi kasus Ibu E yang mengalami sakit kronis stadium 3b. Pendekatan yang dipergunakan dengan memakai teori Empat langkah merengkuh (embrace): membuka tangan, menunggu agar bisa memeluknya, memeluknya, dan membuka tangan kembali yang digagas oleh Miroslav Volf dan teori hospitalitas (kesanggerahan) dari Henri J.M. Nouwen. Temuan tulisan ini, pertama milieu-ekologis menjadi sebuah determinasi dalam pemulihan orang sakit kronis. Hal ini terjadi karena yang sakit tersebut hidup dalam ketentuan budaya yang membuat dia tidak memiliki kemandiriran dalam kepautusannya. Karena itu gereja perlu mengintervensi milieu tersebut. Kedua gereja harus membenahi panggilan penggembalaan mereka terhadap orang yang sakit kronis melalui tindakan transformasi milieu-ekologi. Penulis memberi nama model transformasi tersebut dengan frasa, eklesial bermilieu-ekologis.
Budaya Bua Nekaf Di Amarasi Sebagai Upaya Dalam Mendukung Pengembangan Pendidikan Di Provinsi Nusa Tenggara Timur: Bua Nekaf Culture in Amarasi as an Effort to Support the Development of Education in East Nusa Tenggara Province Rona, Heber
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 1 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i1.209

Abstract

Penelitan ini secara khusus membahasa tentang masalah pendidikan di Prosvinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), secara khusus di kecamatan Amarasi Timur. Masalah pendidikan dari tahun ke tahun hingga saat ini masih menjadi perbincangan serius. Meskipun banyak kajian dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan gereja dalam mengatasi dan mengembangkan pendidikan yang bermutu. Namun, kenyataannya masalah ini belum terselesaikan secara final. Melihat realitas masalah pergumulan yang ada. Penulis dalam kajian ini berupaya mengkaji masalah ini dengan berbasis pendidikan kearifan lokal pada budaya nekaf mese di Amarasi Timur. Penelitian ini diselesaikan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif serta pendekatan etnografi. Upaya dalam pengumpulan data adalah menggunakan literatur, observasi, dan wawancara dengan tiap narasumber yang ada dan wawancara ini sesuai dengan poin yang dubutuhkan dalam penelitian ini sebagai landasan dalam memperkuat penelitian yang dimaksudkan penulis. Hasil penelitian ini kemudian berhasil mewujudnyatakan pemahaman mengenai elemen-elemen nilai kebersamaan, kesatuan hati, tanggung jawab bersama dan nilai simbol adat belis (mahar pernikahan), ekonomi. Budaya ini pun tidak saja hanya dipraktekan dalam urusan adat pernikahan. Lebih dari itu, budaya nekaf mese pun sangat relevan dipraktekan dalam upaya pengembangan pendidikan. Dengan demikia, akhir dari penelitian ini adalah sebagai sebuah instrumen yang menolong pemerintan dan gereja dalam upaya pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal di NTT dan secara khusus Amarasi Timur.
Metode Membangun Semangat Belajar Siswa Di Tengah Tantangan Kurikulum Modern: Methods of Building Students' Learning Enthusiasm In the Midst of Modern Curriculum Challenges setyaningsih, Sulis
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 1 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i1.213

Abstract

Perubahan kurikulum di era modern menuntut peserta didik dan pendidik untuk beradaptasi dengan pendekatan baru yang lebih kompleks, kreatif, dan dinamis. Dalam tuntutan tersebut, aspek emosional, khususnya sukacita, memegang peran kunci dalam meningkatkan motivasi intrinsik, ketahanan belajar, dan kesejahteraan psikologis. Artikel ini mengkaji peran sukacita dalam proses belajar berdasarkan tinjauan psikologi positif dan motivasi, serta memberikan strategi praktis untuk membangun lingkungan belajar yang penuh sukacita di tengah tantangan Kurikulum Merdeka
Inerancy Alkitab Dan Korelasinya Dalam Pendidikan Agama Kristen di Keluarga: Biblical Inerrancy and Its Correlation with Christian Religious Education in the Family Simanjuntak, Kelly; Sianipar, Desi
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 1 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i1.214

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ineransi Alkitab yakni keyakinan bahwa Alkitab secara keseluruhan adalah firman Allah yang benar, akurat, dan bebas dari kesalahan dalam penyataan kebenaran teologisnya serta mengkaji korelasinya terhadap implementasi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam konteks keluarga. Dalam perspektif teologis dan pedagogis, ineransi Alkitab menjadi dasar yang tak tergantikan dalam membentuk pola pikir dan karakter Kristiani yang berlandaskan pada otoritas ilahi. Keluarga, sebagai unit pertama dan utama dalam pendidikan iman, memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai Kristen yang bersumber dari Alkitab. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan observasi deskriptif terhadap praktik PAK dalam keluarga Kristen, penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman orang tua terhadap konsep ineransi Alkitab sangat menentukan kualitas pembinaan iman di rumah. Keluarga yang menjadikan Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam kehidupan sehari-hari cenderung menjalankan praktik-praktik spiritual secara konsisten, seperti ibadah keluarga, pembacaan Alkitab bersama, dan pengambilan keputusan yang selaras dengan prinsip firman Tuhan. Sebaliknya, ketidaktegasan dalam meyakini kebenaran Alkitab berpotensi menciptakan relativisme moral dalam pendidikan iman anak. Oleh karena itu, penguatan pemahaman tentang ineransi Alkitab kepada orang tua perlu menjadi bagian penting dari pelayanan gereja agar PAK dalam keluarga dapat dilaksanakan secara utuh dan berdampak jangka panjang. Kesimpulannya, terdapat korelasi yang signifikan antara keyakinan terhadap ineransi Alkitab dan efektivitas Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga Kristen masa kini.