cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
+6285648732677
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
Jalan Panglima Polim No.46 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 25811320     EISSN : 25812572     DOI : http://dx.doi.org/10.30734
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas that have been achieved in the area of community services. J-ABDIPAMAS, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Education for Sustainable Development.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018): April" : 18 Documents clear
MEMBINA KELUARGA SEJAHTERA MELALUI PENERAPAN 8 FUNGSI KELUARGA Arri Handayani; Padmi Dhyah Yulianti; Sukma Nur Ardini
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.245 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.162

Abstract

ABSTRACTProsperous family is the desire for every individual, but many influential factors to achieve the condition. One is how to implement 8 family functions. Many citizens who do not understand and do not even know about the 8 functions of the family itself. This is evidenced by the many problems that people complain about family problems. Whereas if the community can implement these functions, the existence of family problems can be minimized. This condition is known when the devotees conduct the counseling process in the "Pojok Konseling". Therefore, in community service activities conducted by the Team KKN PPM Kampung KB University of PGRI Semarang in the district Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Semarang given counseling about the family function in an effort to foster a prosperous family. This activity was attended by 31 participants of the resident Muktiharjo Kidul Semarang through lecture and discussion methods. The results of the analysis through observation and feedback from the participants showed that the participants pleasured to gain knowledge and understanding to achieve prosperous family through the implementation of 8 family functions.Keywords: prosperous family, 8 family functions.ABSTRAKKeluarga sejahtera adalah dambaan bagi setiap individu, akan tetapi banyak faktor yang berpengaruh untuk dapat mencapai kondisi tersebut. Salah satunya adalah bagaimana menerapkan 8 fungsi keluarga. Banyak warga masyarakat yang belum memahami dan bahkan belum mengetahui tentang 8 fungsi keluarga tersebut. Hal ini terbukti dengan banyaknya masalah yang dikeluhkan masyarakat berkaitan dengan permasalahan keluarga. Padahal jika masyarakat dapat menerapkan fungsi-fungsi tersebut, adanya permasalahan keluarga dapat diminimalkan. Kondisi ini diketahui ketika pengabdi melakukan proses konseling di “Pojok Konseling”. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Tim KKN PPM Kampung KB Universitas PGRI Semarang di Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan Semarang diberikan penyuluhan tentang fungsi keluarga dalam upaya membina keluarga sejahtera. Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta warga Muktiharjo Kidul Semarang melalui metode ceramah dan diskusi. Hasil analisis melalui observasi dan umpan balik dari peserta, menunjukkan bahwa peserta menunjukan rasa senang mendapatkan pengetahuan dan pemahaman untuk mencapai keluarga sejahtera melalui penerapan 8 fungsi keluarga.Kata kunci: keluarga sejahtera, 8 fungsi keluarga.
MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN, KREATIVITAS MASYARAKAT DAN MAHASISWA DALAM MENGOLAH SAMPAH MENJADI PUPUK ORGANIK DAN ALAT PERAGA MATEMATIKA Bedilius Gunur; Valeria Suryani Kurnila
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.515 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.146

Abstract

ABSTRACTThe aim of this community service program was to improve the community’s knowledge and skill in changing the rubbish into compost and  to develop students creativity in recycling the rubbish intoa medium of teaching mathematic subject in order to support the quality of teaching and  learning process. The participants of this community service program are the youth organization and housewife. The output of  this program were scientific article and its product; they are compost and  mathematic media. The scientific method was used in this communitcy service program; namely, observation, action and evaluation. In observation activity, the participants have to identify which rubbish could be changed  into compost and the other one as teaching media. Action activity was the implementation of  constructed planning, then evaluation activity was to measure or evaluate the quality and quantity of the product itself. The result of this program are the organic fertilizer and mathematic media such as clinometer triangular pyramid, and cube. Keywords: rubbish, mathematic media, organic fertilizer ABSTRAKKegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sampah menjadi pupuk kompos dan pengembangan kreatifitas mahasiswa dalam memanfaatkan sampah menjadi media pembelajaran matematika dalam menunjang kualitas pembelajaran matematika. Mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat kelompok karang taruna, ibu rumah tangga aktif. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah artikel ilmiah dan produk yang berupa pupuk kompos dan media pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah  metode saintifik yaitu, melakukan observasi, tindakan atau pelaksanaan dan evaluasi. Observasi dalam kegiatan pengabdian ini adalah mengidentifikasi sampah-sampah yang dapat dijadikan pupuk kompos dan jenis-jenis sampah yang dapat dijadikan media pembelajaran matematika. Tindakan dalam kegiatan ini merupakan implementasi terhadap rencana atau rancangan kegiatan yang sudah ditentukan sedangkan Evaluasi dilakukan terhadap kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pupuk organik dan alat peraga matematika seperti klinometer, limas segi tiga, kubus. Kata Kunci: Sampah, Alat Peraga Matematika, Pupuk Organik
PENELITIAN TINDAKAN KELAS TERHADAP SISWA PAUD BUNDA HAJAR MELALUI KETERAMPILAN MENYIMAK, MEMBACA, BERBICARA DAN MENULIS Tania Intan; Sri Rijati Wardiani; Nurul Hikmayaty
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.681 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.158

Abstract

This paper reveals the activity of Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) —Community Service — that we have done on the theme of Increasing the Interest in Reading of the Students of Bunda Hajar Early Childhood Education through the Competences of Listening, Reading, Speaking, and Writing. The aimed public is children in early childhood (4-7 years old) who attend the Bunda Hajar Early Childhood Education, in the village of Sukanegla Jatinangor, in the entourage of Universitas Padjadjaran. The goal of this community service is to increase the reading interest of children in early childhood as an effort to elevate the quality of human resources in the future. In this activity, those who take part are lecturers, students, and the society. The result of this service shows thatthe aimed public has an increasein reading interests and an expansion of knowledge.Keywords: interest, reading, children in early childhoodTulisan ini berisi paparan mengenai kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang telah dilakukan dengan tema Peningkatan Minat Baca Siswa PAUD Bunda Hajar melalui Keterampilan Menyimak, Membaca, Berbicara dan Menulis. Publik yang menjadi sasaran adalah anak-anak berusia dini (4-7 tahun) yang mengikuti pendidikan di PAUD Bunda Hajar yang terletak di Desa Sukanegla Jatinangor, berada di sekitar kampus Universitas Padjadjaran. Tujuan pelaksanaan kegiatan PPM adalah untuk meningkatkan minat baca anak usia dini sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dalam kegiatan ini, pihak-pihak yang terlibat adalah dosen, mahasiswa, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan anak-anak yang menjadi sasaran mengalami peningkatan minat baca dan penambahan pengetahuan.Kata Kunci : minat, membaca, anak usia dini
APLIKASI TEKNOLOGI SEDERHANA DAN PERMESINAN UNTUK MENINGKATKAN KEAHLIAN RENOVASI LAMBUNG PERAHU Seno Darmanto; Sutanto Sutanto; Sulaiman Sulaiman; Eko Julianto Sasono
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1194.163 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.157

Abstract

ABSTRACTApplications of technology and machinery equipment in service activities are done to complete the renovation and repair of boats or wooden vessels. Development of the infrastructure for members of the fishermen group is currently focused on equipment for the repair and renovation of the boat hull and the maintenance of the driving machine. And for the improvement of the renovation or repair of the boat hull, the service team has compiled a working activity including understanding and deepening of boat or wooden boats, engineering and equipment for renovation and boatbuilding, understanding and deepening of ship damage, and implementation in a group of fishermen. The process of maintenance and repair of boats on the ship's body (hull) in fishermen partners in principle were carried out through several stages include the washing and cleaning of all parts of the ship, patching, coating and painting. The process of painting through several stages of surface cleaning, patching if there are starting cracks and holes, drying, smoothing, basic coating and painting. Some tools for boats maintenance and repair especially for renovation and manufacture of wooden boats consist of saws (machines and manuals), drills, fittings, grinders, cutting (various sizes), clamps and other support equipmentKeywords: boat, hull, propulsion machine, machinery ABSTRAKKegiatan pengabdian aplikasi teknologi dan peralatan permesinan dilakukan untuk menyempurnakan renovasi dan perbaikan perahu atau kapal kayu. Pengembangan kelengkapan sarana anggota kelompok nelayan pada saat ini difokuskan pada peralatan untuk perbaikan dan renovasi lambung atau bodi dan perawatan mesin penggerak. Dan untuk penyempurnaan renovasi atau perbaikan kapal kayu, tim pengabdian menyusun langkah kerja atau kegiatan pengabdian meliputi pemahaman dan pendalaman perahu atau kapal kayu, teknik dan peralatan renovasi dan pembuatan perahu, pemahaman dan pendalaman kerusakan kapal, dan sejenisnya dan pelaksanaan di kelompok nelayan. Proses perawatan dan perbaikan kapal pada bagian badan kapal (lambung kapal) di mitra nelayan pada prinsipnya dilakukan melalui beberapa tahapan meliputi pencucian seluruh bagian kapal, penambalan (pemakalan), pendempulan dan pengecetan kapal. Proses pengecatan melalui beberapa tahapan yakni pembersihan permukaan, penambalan kalau ada yang mulai retak dan berlubang, pengeringan, penghalusan, pelapisan dasar dan pengecatan.  Beberapa peralatan perawatan dan perbaikan lambung perahu terutama untuk renovasi dan pembuatan perahu kayu meliputi gergaji kayu (mesin dan manual), bor, pasah, gerinda, tatah (berbagai ukuran), clem/pencepit dan peralatan pendukung lain.
PEMBANGUNAN WEBSITE INFORMASI SEKOLAH DI SMA NEGERI KERJO, KARANGANYAR Yogiek Indra Kurniawan
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1614.046 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.169

Abstract

 ABSTRACT SMA Negeri Kerjo is a senior high school located in Kerjo, Karanganyar regency, Central Java province. From the data obtained, it can be seen that SMA Negeri Kerjo included in the school that is developing. There are more people willing to enter this school, especially high school student candidate in Kerjo area, Karanganyar regency. Based on the interviews that have been done, there are some problems in SMA Negeri Kerjo. The main problem is the promotion of SMA Negeri Kerjo that has not been maximized. During this time, the promotion from SMA Negeri Kerjo to capture the students is through posters spread to the surrounding areas. Another problem is the number of information related to SMA Negeri Kerjo that want to be conveyed to the public, both to SMA Negeri Kerjo’s students, as well as to people who want to know the condition in SMA Negeri Kerjo. Based on the problems above, the solution to overcome these problems is with the school information website that specifically displays the information for SMA Negeri Kerjo. SMA Negeri Kerjo’s website has been built with several features, including : school module, news module, gallery module, guest book module, PPDB module, material download module, announcement module, and extracurricular activity module. Based on the tests that have been done, 96.67% of respondents stated that the SMA Negeri Kerjo’s website can provide information on matters related to schools, news and school activities well, 85.83% of respondents stated that the website can already be a promotional tool which is better than the existing posters and fliers as well as 98.33% of respondents stated that the website is feasible to use.Keywords: school, senior high school, websiteABSTRAKSMA Negeri Kerjo adalah sebuah sekolah tingkat menengah atas yang terletak di daerah Kerjo, kabupaten Karanganyar, provinsi Jawa Tengah. Dari data yang diperoleh, dapat diketahui bahwa SMA Negeri Kerjo termasuk ke dalam sekolah yang sedang berkembang. Semakin banyak yang berkeinginan untuk memasuki sekolah ini, terutama para calon siswa SMA di daerah Kerjo, kabupaten Karanganyar. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, terdapat beberapa permasalahan di SMA Negeri Kerjo. Permasalahan yang utama adalah promosi SMA Negeri Kerjo yang belum maksimal. Selama ini, promosi yang dilakukan SMA Negeri Kerjo untuk menjaring siswa hanyalah melalui poster yang disebar ke daerah-daerah sekitar. Permasalahan yang lain adalah banyaknya informasi terkait SMA Negeri Kerjo yang ingin disampaikan kepada publik, baik kepada siswa SMA Negeri Kerjo, maupun kepada masyarakat yang ingin mengetahui kondisi di SMA Negeri Kerjo. Berdasarkan permasalahan di atas, solusi yang dilakukan untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut adalah dengan adanya website informasi sekolah yang khusus menampilkan informasi-informasi untuk SMA Negeri Kerjo. Website SMA Negeri Kerjo pun telah dibangun dengan beberapa fitur, antara lain : modul sekolah, modul berita, modul gallery, modul buku tamu, modul PPDB, modul download materi, modul pengumuman, serta modul kegiatan ekstrakurikuler. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, 96,67% responden menyatakan bahwa website SMA Negeri Kerjo dapat memberikan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sekolah, berita serta kegiatan sekolah dengan baik, 85,83% responden menyatakan bahwa  website tersebut sudah dapat menjadi alat promosi yang lebih baik daripada poster dan flier yang ada selama ini serta 98,33% responden menyatakan bahwa website tersebut sudah layak untuk digunakan.Kata Kunci: Sekolah, SMA, Website
PENGENALAN ASSESSMENT FOR LEARNING (AfL) BAGI GURU Nunung Sobarningsih; Tika Karlina Rachmawati; Riva Lesta Ariany
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.71 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.153

Abstract

ABSTRACTThe curriculum used in education today is the 2013 curriculum. The emphasis of assessment within the 2013 curriculum is authentic assessment. Summative assessment and formative assessment are part of the authentic assessment. Summative assessment has been widely applied by teachers but it is still rare for teachers to apply formative assessments. In formative assessment, the teacher assesses during the learning process and the teacher still has difficulty in doing assessment during the learning process. To find alternative solutions then held training on formative assessment such as assessment by using Assessment for Learning. The purpose of community service is to provide insight to teachers about Assessment for Learning (AfL) that can be developed and utilized in accordance with the competence to be achieved. Target community in dedication to this community is the teachers MTs Negeri 2 Bandung, amounting to 50 people. This activity was held on October 19, 2016, which was held in the hall of MTs Negeri 2 Bandung City, teacher assistance implemented AfL 1 on October 25, 2016 in class VIII B and VIII G, while teacher assistance implemented AfL 2 on October 26, 2016 in class VIII B and VIII F. From the evaluation results obtained the results of activities of service to these communities such as increasing the knowledge of teachers in conducting formative assessment by Assessment for Learning. With the holding of teacher assistance in the classroom then the teacher will understand the application of Assessment for Learning in the learning process. This devotion works smoothly because of the support from various parties and the participation of participants who are quite enthusiastic and actively participate in this training. These devotional activities should be performed on broader goals and can be developed with other assessments. Thus, it is hoped that in the future they will be able to assist teachers in developing the assessment especially formative assessment in the learning process.Keywords: assessment, formative assessment, Assessment for Learning (AfL) ABSTRAKKurikulum yang digunakan dalam pendidikan sekarang ini adalah kurikulum 2013. Penekanan penilaian di dalam kurikulum 2013 adalah penilaian autentik. Penilaian sumatif dan penilaian formatif merupakan bagian dari penilaian autentik. Penilaian sumatif sudah banyak diterapkan oleh guru tetapi masih jarang guru yang menerapkan penilaian formatif. Di dalam penilaian formatif, guru melakukan penilaian selama proses pembelajaran dan guru masih kesulitan dalam melakukan assessment selama proses pembelajaran. Untuk mencari alternatif solusinya maka diadakan pelatihan tentang penilaian formatif seperti penilaian dengan menggunakan Assessment for Learning. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan wawasan kepada guru-guru tentang Assessment for Learning (AfL) yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Sasaran masyarakat dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru-guru MTs Negeri 2 Kota Bandung yang berjumlah 50 orang. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2016 yang bertempat di aula MTs Negeri 2 Kota Bandung, pendampingan guru menerapkan AfL 1 pada tanggal 25 Oktober 2016 di kelas VIII B dan VIII G, sedangkan pendampingan guru menerapkan AfL 2 pada tanggal 26 Oktober 2016 di kelas VIII B dan VIII F. Dari hasil evaluasi diperoleh hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diantaranya adalah meningkatkan pengetahuan guru dalam melakukan penilaian formatif secara Assessment for Learning. Dengan diadakannya pendampingan guru di kelas maka guru akan memahami penerapan Assessment for Learning dalam proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini berjalan lancar karena mendapatkan dukungan dari berbagai pihak serta partisipasi peserta yang cukup antusias dan berpartisipasi aktif dalam pelatihan ini. Kegiatan pengabdian ini hendaknya dilakukan pada sasaran yang lebih luas dan dapat dikembangkan dengan assessment yang lain. Dengan demikian, diharapkan kelak dapat membantu guru-guru dalam mengembangkan penilaian khusunya penilaian formatif dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: penilaian, penilaian formatif, Assessment for Learning (AfL)
PENINGKATAN KINERJA PEMASARAN MELALUI PELATIHAN PERENCANAAN BAGI KELOMPOK USAHA KERAJINAN TAUFAN HANDRYCRAFT DI KOTA BATAM Raymond Raymond
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.498 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.151

Abstract

Many SMEs failed in the initial process of operations, one reason the failure of SMEs is the lack of analysis of marketing planning undertakings run. Marketing planning is a chart of a design to achieve a business goal. The aim is to create value for consumers in favorable conditions or in the current marketing concept of a mutually beneficial relationship. The method used is to give lectures and explanations about the theory of business marketing planning, and Participants will be given training in making marketing business planning in addition Participants will be given the opportunity to discuss the problems faced in making business marketing planning. The results obtained from this training are Participants are motivated to make Marketing planning and skilled in making marketing PlanningKeywords:  Training, MSME, Marketing planABSTRAKBanyak UMKM gagal dalam proses awal pengoperasionalannya, salah satunya alasan gagalnya UMKM tersebut adalah kurangnya analisa terhadap perencanaan pemasaran usaha yang dijalankan. Perencanaan pemasaran adalah suatu bagan dari suatu desain untuk mencapai suatu tujuan bisnis. Tujuannya adalah untuk menciptakan nilai bagi konsumen dalam kondisi tetap menguntungkan atau dalam konsep pemasaran saat ini suatu hubungan yang saling menguntungkan. Metode yang digunakan adalah memberikan ceramah dan pemaparan tentang teori perencanaan pemasaran usaha, dan Peserta diberi pelatihan dalam membuat perencanaan pemasaran usaha selain itu Peserta diberikan kesempatan untuk mendiskusikan permasalahan yang dihadapi dalam pembuatan perencanaan pemasaran usaha. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini adalah Peserta termotivasi membuat Perencanaan pemasaran dan terampil dalam membuat Perencanaan pemasaranKata Kunci: Pelatihan, UMKM, Perencanaan pemasaran.  
PELATIHAN METODE PENGEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI PADA GURU PAUD Romi Cendra; Novri Gazali; Toktong Parulian; Alficandra Alficandra; Leni Apriani
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.607 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.137

Abstract

This activity was aimed to educate and train teachers of early childhood education program concerning two key matters for the success of early-age children’s gross motor skill development, namely: basic knowledge and skills of early-age children’s gross motor skill development methods. This training was provided using direct practice method, a method employed by teachers by practicing in a direct manner in accordance with the materials to be delivered to children. It was expected that through this direct practice activity, children gain experience by directly interacting with objects. This activity was carried out for a period of one day on April 30, 206 from 07.30 to 17.00 outside the effective learning hours. This activity was conducted in Plamboyan, District of Tapung, Regency of Kampar, Province of Riau, with 24 teachers of early childhood education program being participants. From this activity, it was concluded that physical/motoric development is part of basic skill development in kindergarten leading to activities for training children’s motoric skills, especially gross motoric skills, including walking, running, leaping, exercising, playing with ball, using tools, dancing, doing rhythmic exercise and combined moves.Keywords: Method Development, Gross Motor Skills ABSTRAKKegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan ilmu dan keterampilan kepada para guru pendidikan anak usia dini (PAUD) mengenai dua hal penting untuk sukses dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak-anak usia dini, yaitu : memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar metode pengembangan motorik kasar anak usia dini melalui metode praktik langsung. Metode praktik langsung adalah metode yang dilakukan oleh guru dengan cara melakukan praktek secara langsung sesuai dengan materi yang akan disampaikan kepada anak-anak. Melalui kegiatan praktik langsung diharapkan anak mendapatkan pengalaman melalui interaksi langsung dengan objek.. Program kegiatan dilaksanakan selama satu hari, yaitu pada tanggal 30 April 2016 mulai pukul 07.30 hingga 17.00 di luar jam efektif belajar. Kegiatan ini dilaksanakan di Plamboyan Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Provinsi Riau dengan  peserta adalah guru-guru pendidikan anak usia dini (PAUD) yang berjumlah 24 orang. Kesimpulan kegiatan ini yaitu pengembangan fisik/motorik merupakan salah satu bagian pengembangan kemampuan dasar di TK yang mengarah pada kegiatan untuk melatih motorik anak khususnya motorik kasar anak yang terdiri atas gerakan-gerakan jalan, lari, lompat, senam, keterampilan dengan bola, keterampilan menggunakan peralatan, menari, latihan ritmik dan gerak gabungan. Kata Kunci: Metode Pengembangan, Motorik Kasar
VERTICAL GARDEN MEWUJUDKAN SEKOLAH DASAR BERBASIS LINGKUNGAN Abdulrasyid Tolangara; Rohima Wahyu Ningrum
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.763 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.192

Abstract

ABSTRACTSchool yard is the most appropriate learning media to support learning creativity for learners. The narrow use of school yard has not been well implemented so that the students' ignorance towards the environment is closely related to the decreasing environmental quality in schools. To improve the quality of education and learning achievement of learners about environmental knowledge can provide a direct understanding to learners about the environment by applying the concept of vertical garden in the yard of the school. Vertical concept of this garden becomes an alternative in getting around the yard or narrow land. The school plays an important role in this devotion program at the time of making the garden vertical garden, where the school proposes the implementation of maintenance activities and planting new plant species in the annual plan of SDN 34 Kota Ternate. Socialization and workshops that have been done with the school together with community service team Unkhair can provide an early description of the use of a narrow school yard by applying the garden vertical garden. Another target of this program is that students and teachers feel the benefits of this school park in classroom learning so that they can apply the concept of farming obtained for the home.Keywords: Garden vertical garden, environment, school yard.ABSTRAKPekarangan sekolah merupakan media belajar yang paling tepat untuk menunjang kreativitas belajar bagi peserta didik. Pemanfaatan pekarangan sekolah yang sempit masih belum terlaksana dengan baik sehingga ketidakpedulian peserta didik terhadap lingkungan sangat berkaitan dengan menurunnya kualitas lingkungan di sekolah. Untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi belajar peserta didik tentang pengetahuan lingkungan dapat memberi pemahaman langsung kepada peserta didik tentang lingkungan hidup dengan menerapkan konsep vertical garden di pekarangan sekolah. Konsep vertikal garden ini menjadi sebuah alternatif dalam menyiasati pekarangan atau lahan yang sempit. Pihak sekolah sangat berperan penting dalam program pengabdian ini pada saat pembuatan taman vertical garden, dimana pihak sekolah mengusulkan pelaksanaan kegiatan perawatan dan penanaman jenis tanaman baru dalam rencana tahunan SDN 34 Kota Ternate. Sosialisasi dan workshop yang telah dilakukan bersama pihak sekolah bersama tim pengabdian masyarakat Unkhair dapat memberikan gambaran awal tentang pemanfaatan pekarangan sekolah yang sempit dengan menerapkan taman vertical garden. Target lain luaran program ini adalah diharapkan peserta didik dan guru merasakan manfaat dari taman sekolah ini pada pembelajaran di kelas sehingga dapat menerapkan konsep bercocok tanam yang diperoleh untuk dirumah.  Kata Kunci: Taman vertical garden, lingkungan, pekarangan sekolah.
TRAINING OF SCIENTIFIC PAPERS WRITING FOR HIGH SCHOOL TEACHER TO IMPROVE THE QUALITY OF THE TEACHER Rina Herowati; Gunawan Pamuji Widodo; Supriyadi Supriyadi; Sunarti Sunarti; Yane Dila Keswara; Nuraini Dewi Purnamasari
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.43 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.176

Abstract

ABSTRACTThe professional development of the teachers through the writing of scientific papers needs to be improved. The obstacle faced by teachers so they did not write scientific paper mainly are caused by limitation of time and not understanding the rules of writing a scientific paper. This devotional activity aims to improve  teachers' motivation to write scientific papers and improve the ability for the teachers to write scientific papers to produce as many articles as published in scientific journals. The method used is situational analysis by interviewing the principal and distributing questionnaires. Furthermore, the preparation of materials, lectures and discussions, as well as accompaniment of scientific writing until the participants successfully publish their articles in scientific journalsKeywords: quality improvement, scientific papers, teachers ABSTRAKPengembangan profesionalitas guru melalui penulisan karya ilmiah perlu ditingkatkan. Kendala yang dihadapi guru sehingga tidak menulis karya ilmiah terutama adalah belum ada waktu dan belum paham aturan penulisan karya ilmiah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi guru menulis karya ilmiah dan  meningkatkan kemampuan guru menulis karya ilmiah hingga dihasilkan sebanyak mungkin artikel yang dipublikasikan di jurnal ilmiah. Metode yang dilakukan adalah analisis situasi dengan wawancara dengan kepala sekolah dan penyebaran kuesioner.  Selanjutnya dilakukan penyusunan materi, ceramah dan diskusi, serta pendampingan penulisan karya ilmiah hingga peserta berhasil menerbitkan artikelnya di jurnal ilmiah.KataKunci: guru, karya ilmiah, peningkatan kualitas

Page 1 of 2 | Total Record : 18