cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
+6285289774152
Journal Mail Official
snip@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung Rectorat Building
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28285794     DOI : https://doi.org/10.23960/snip.v1i1.100
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) diselenggarakan oleh Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Lampung.
Articles 381 Documents
Efektifitas Secondary Skin Facade Alumunium Composite Panel (Acp) Dalam Mengurangi Kebisingan Pada Ruang Kerja Pada Gedung Pemerintahan. Kasus: Lantai Dua Gedung Dinas Perumahan Rakyat Dab Kawasan Permukiman (Dprkp) Kabupaten Ogan Komering Ilir. Fitriana Nugrahati; Lusmeilia Afriani; Irza Sukmana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.396

Abstract

Dalam lingkungan terbangun, permukiman, perumahan dan termasuk perkantoran didalamnya terdapat standar kebisingan yang harus dipenuhi untuk mencegah terjadinya gangguan yang tidak diinginkan, maka sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup KEP-48/MENLH/11/1996 dibuatlah batasan nilai kebisingan yang diizinkan terpapar pada lingkungan. Adapun kriterianya antara lain 55 desibel (db) untuk Kawasan perumahan dan permukiman, 65 db untuk Kawasan perkantoran dan perdagangan, 60 db untuk Pemerintahan dan Kawasan umum, serta beberapa kriteria lainnya. Untuk memberikan insulasi akustik di butuhkan pengendalian kebisingan yaitu dengan mensiasati media penerima bunyi (receiver) agar suara yang diterima terdifusi dan merambat dari udara ke penerima bunyi yang merupakan pengguna gedung pemerintahan terkhususnya pada ruang kerja. Lokasi Eksisting objek penelitian adalah gedung pemerintahan yaitu Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, memiliki Kondisi eksisting bangunan memiliki lapisan Secondary Skin dari Alumunium Composite Panel (ACP), yang sudah diketahui secara luas sebagai salah satu material penahan kebisingan yang cukup baik, maka tujuan penilitian ini untuk mengetahui efektifitas secondary skin ACP tersebut dalam mengurangi kebisingan. Metode yang digunakan adalah dengan observasi adalah aplikasi pengukuran kebisingan dengan satuan dB yaitu aplikasi Sound Meter. Sampel data akan diambil dari dua sisi bangunan yang berbeda, yaitu dari bidang gedung yang terpasang secondary skin ACP dan yang tidak. Dari hasil pengumpulan data perbandingan kebisingan dari kedua kondisi tersebut diketahui system secondary skin bahan ACP dua kali lipat lebih efektif untuk meredam kebisingan dibanding dengan dinding biasa
Perencanaan DED Penataan Pembangunan di Kabupaten OKU Timur Lanosin Lanosin; Despa Dikpride; Ratna Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.397

Abstract

Salah satu unsur yang memerlukan perhatian dalam proses rekayasa lalu lintas di daerah perkotaan adalah ketersediaan fasilitas pejalan kaki (available of pedestrian facility). Umumnya di daerah permukiman (urban area) dan di kawasan pusat bisnis dan perdagangan (central of business district), jalur pejalan kaki (pedestrian lane) mewakili bagian yang sering mengalami konflik dengan arus lalu lintas kendaraan, maka berakibat pada hal penundaan arus lalu lintas dan tingkat kecelakaan lalu lintas yang tinggi. Kota Martapura merupakan pusat pemerintahan, perkantoran, perdagangan, dan industri. Semakin berkembangnya pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk yang semakin bertambah dapat mengakibatkan banyaknya aktivitas dan keragaman kegiatan yang dilakukan, terutama di kota Martapura. Sehingga penggunaan lahan untuk kegiatan perdagangan dan fasilitas umum di jalan tersebut membuat tingkat pergerakan manusia menjadi tinggi dan meningkat untuk menuju kawasan tersebut. Untuk pelayanan pedestrian sangatlah diperlukan agar pejalan kaki merasa nyaman. Oleh karena itulah untuk mewujudkan kawasan pusat kota menjadi kawasan yang lebih nyaman bagi pejalan kakinya Karena semakin banyaknya orang yang melakukan aktivitas sehari – hari di kawasan tersebut maka dapat membawa pengaruh terhadap kelancaran lalu lintas. Hal tersebut disebabkan oleh adanya interaksi sosial antar pejalan kaki dan tempat pemberhentian kendaraan umum. Oleh karena itu perlu adanya rencana kebutuhan jalur trotoar pedestrian di jalan Kota Martapura. Tujuan Penelitian ini adalah untuk membentuk suatu dokumen pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil yang sebaik-baiknya sesuai dengan rencana semula, dengan acuan jadwal yang telah ditetapkan dan dengan biaya yang telah diperhitungkan. .
Penggunaan Sistem Cakar Ayam Modifikasi (CAM) pada Area Gerbang Tol IC Musi Landas Jalan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung, Sumatera Selatan Agung Notonegoro; Aleksander Purba; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.398

Abstract

Pembangunan Jalan Tol Ruas Kayu Agung - Palembang - Betung Paket IV seksi 2A memiliki panjang 15,2 km + 3,4 km untuk Interchange (IC) Musi Landas. Kondisi tanah pada area proyek tol Kayu Agung – Palembang– Betung yang merupakan mayoritas adalah tanah lunak menyebabkan sulitnya melakukan pekerjaan tanah. Differential settlement yang terjadi pada ruas tol sebelumnya yaitu di Gerbang tol Kramasan dan dampak dari kendaraan Over Dimension and Over loading (ODOL) inilah yang mendasari penggunaan sistem Cakar Ayam Modifikasi (CAM) pada area gerbang tol IC Musi Landas, untuk memitigasi risiko yang terjadi di ruas sebelumnya. Sistem CAM masih mampu menjaga kerataannya karena adanya pipa-pipa CAM yang ditancapkan ke dalam tanah (tanah timbunan) memiliki kemampuan untuk mendukung gaya vertikal ke bawah, gaya vertikal ke atas (sebagai angkur yang mampu menyatukan pelat dengan permukaan tanah agar pelat tidak terangkat – tidak terjadi gap / celah antara tanah dengan permukaan bawah pelat), mendukung momen yang besar ke semua arah, mendukung gaya horizontal (rotasi pipa) ke semua arah. Kekakuan Sistem CAM ini menjaga terjadinya perbedaan penurunan dalam jangka panjang (Jaminan Desain CAM 10 Tahun) dibandingkan dengan konstruksi lain yang diterapkan di atas timbunan yang sama.
Assessment Struktur Gedung Hotel di Jakarta Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) Terdadap Gempa Banten 14 Januari 2022 6,6 Magnitudo. Eddy Ristanto; Aleksander Purba; Sri Waluyo
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.400

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana alam tak terkecuali bencana gempa bumi.Salah satu gedung hotel 4 lantai yang berada di Jakarta Barat tidak mengikuti kaidah yang dipersyaratkan. Oleh karena sistem struktur dan tidak mengikuti kaidah-kaidah perencanaan yang berlaku, yakni SNI 1726:2019 untuk daerah DKI Jakarta harus dapat mampu menerima gempa bermangnitudo 9,2. Gedung ini mengalami kerusakan-kerusakan struktural akibat gempa Banten 14 Januari 2022 yang bermagnitudo 6,6. Uji Mutu beton yang dibawah standar dan juga mutu baja tulangan yang belum standar memperparah temuan ini. Setelah dilakukan analisis tanpa beban gempa struktur bawah kurang dari yang diisyaratkan yakni 0,983 <1 sedangkan dengan beban gempa banten menjadi 0,793 <1. tinjauan struktur atas tanpa beban gempa terdapat elemen struktur 5% yang belum mampu. Dengan bebang gempa banten terdapat elemen struktur 15% yang belum mamp. Sedangkan beban rencan SNI 1726:2019 terdapat 40% elemen yang belum mampu
Analisis Bahaya Dan Penentuan Titik Kritis Produksi Produk Kopi Bubuk Pada Proses Sertifikasi Sistem Hazard Analysis And Critical Control Point (HACCP) Hilmans Oktaviansyah; Sri Waluyo; Agus Setiawan
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.401

Abstract

Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, fisika dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia. Hal yang dapat menyebabkan suatu produk kopi dinyatakan tidak aman apabila peraturan yang sudah ditetapkan tidak diterapkan, pada tingkat pengelolaan waktu dan suhu tidak terkontrol, terjadi kontaminasi silang saat proses produksi dan higienitas personil dalam proses produksi yang buruk. Sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) merupakan system pencegahan bahaya yang terintegrasi untuk menghasilkan produk kopi yang aman dan memfokuskan pengendalian pada titik kendali kritis (CCP). HACCP akan memberikan pengendalian yang konsisten dan dapat diverifikasi dengan menetapkan batas kritis yang spesifik untuk tindakan pengendalian di titik kendali kritis dan tindakan korektif bila batas tidak dipenuhi, serta dengan membuat rekaman yang ditinjau sebelum rilis produk. Metode penentuan analisa bahaya berdasarkan 3 point penting yaitu identifikasi bahaya dengan menentukan bahaya potensial terhadap produk atau proses terkait, evaluasi bahaya penentuan risiko berdasarkan Severtity (tingkat keparahan) dan possibility (kemungkinan terjadi), dan tindakan pencegahan. Metode penentuan titik kritis berdasarkan decision tree. Berdsarkan hasil analisis bahaya pada proses produksi khususnya penerimaan bahan baku, sortasi, pengeringan, roasting (waktu 15 menit dan suhu 220-240℃), penggilingan (magnet catcher gauss 3000), dan pengemasan, ditentukan titik kritis dalam proses roasting pada kategori biologis dengan identifikasi bahaya ALT max 106 koloni/g dan Kapang Khamir max 106 koloni/g, serta proses penggilingan kategori fisik dengan identifikasi bahaya tidak boleh ditemukan potongan logam pada produk kopi.
Penerapan Lean Construction Untuk Meningkatkan Produktivitas Pada Pekerjaan Capping Layer Di Proyek Tol Kayu Agung - Palembang - Betung Paket II Seksi 3 Tri Hartono; Trisya Septiana; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.402

Abstract

Pada Infrastruktur memiliki peranan dalam pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah maupun pada tingkat nasional. Beberapa proyek yang mendesak untuksegera dibangun baik karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak maupun penopang tumbuh dan berkembangnya pembangunan sektor lain dimasukkan ke dalam kelompok “proyek strategis nasional”. Proyek proyek strategis itu salah satunya adalah pembangunan jalan tol, pada prosesnya pembangunan jalan tol sendiri dituntut untuk bisa diselesaikan sesuai dengan target biaya, mutu, dan waktu. Namun dalam prosesnya tidak jarang menemui hambatan-hambatan dan kendala dimana target-target yang direncanakan diawal tiddak tercapai, oleh karna itu perlu adanya sistem yang dapat membantu untuk meminimalisir, penyimpangan pada rencana-rencana dan target diawal pelaksanaan proyek. Salah satu konsep yang bisa diterapkan pada proyek untuk mengifesiensi dan mengefektifkan pelaksaan proyek ada Lean Construction, Lean Construction sendiri adalah konsep dasar konstruksi yang mengedepankan eliminasi Waste pada sisi kontraktor dengan meningkatkan Value. Makalah ini membahas alur proses pengaplikasian Lean Construction menggunakan DILO (Day In Life Of) dengan menangkat topik pekerjaan Capping Layer pada Proyek Kayu Agun – Palembang – Betung Seksi 3. Dengan bantuan fitur reporting dapat menghasilkan output berupa laporan yang dapat dijadikan sebagai bahan monitoring dan evaluasi terhadap pekerjaan yang belum dan telah dilaksanakan. Manfaat yang dapat diperoleh dari penerpaan Lean Construction pada perencanaan dan pelasksanaan proyek antara lain meningkatkan kerjasama tim, identifikasi permasalahan dengan cepat dan tepat, mengurangi waste dan menambah value dari suatu pekerjaan.
Peran Implementasi Building Information Modelling (BIM) Terhadap Kinerja Proyek Jalan Tol Kayuagung – Palembang – Betung Tahap II STA 67+400 – 75+000 Fauzi Antoni Antoni; Dikpride Despa; Ratna Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.403

Abstract

Implementasi BIM di Indonesia telah diterapkan di berbagai bidang, termasuk pada industri konstruksi mulai dari fase perencanaan desain, selama masa konstruksi, sampai dengan fase pemeliharaan pasca konstruksi untuk manajemen fasilitas dan asset. Proyek Jalan Tol Kayuagung – Palembang – Betung Tahap II STA. 67+400 – 75+000 merupakan salah satu proyek strategis nasional yang turut menerapkan BIM selama proses konstruksi yang bertujuan mempermudah bagi setiap pemegang kepentingan di proyek dalam mengambil keputusan. Penerapan BIM yang dilaksanakan pada proyek konstruksi mengacu terhadap permintaan fitur BIM oleh pemilik pekerjaan yang dicantumkan dalam dokumen Project Information Requirement (PIR). Proses BIM yang dilaksanakan mencakup proses pembuatan model 3D berdasarkan desain yang direncanakan, integerasi model tiga dimensi dengan waktu pelaksanaan, melakukan proses estimasi quantitas pekerjaan berdasarkan model tiga dimensi, serta proses koordinasi dan kolaborasi antara setiap pemegang kepentingan di lingkungan proyek dalam platform Common Data Environment (CDE). Distribusi dokumen dan informasi dalam format model 3D dapat dilakukan pada cloud sehingga proses distribusi secara paper based dapat bergeser ke arah distribusi secara digital. Selanjutnya informasi yang terkandung dalam BIM lengkap dapat digunakan pemilik pekerjaan untuk manajemen fasilitas seperti perawatan dan operasional. Dengan adanya penerapan BIM di lingkungan proyek diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi setiap pemegang kepentingan dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan sehingga keputusan yang dihasilkan dapat lebih efektif dan efisien dalam setiap pelaksanaan pekerjaan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan kerja.
Matriks Pemilihan Jenis Metode Erection Pada Konstruksi Jalan Tol (Studi Kasus :Pemilihan Metode Erection Girder Menggunakan Metode Lauching Gantry Atau Metode Clawer Crane) Rizal Ardiana; Ratna Widyawati; Aleksander Purba
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.407

Abstract

Pembangunan infrastruktur seperti konstruksi jalan tol merupakan salah satu tujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dimana tujuan dan manfaat dalam penyelenggaraan pembangunan jalan tol merupakan salah satu wujud untuk menciptakan perkembangan pertumbuhan ekonomi dan sosial. Jalan Tol Trans Sumatera adalah jaringan Jalan Tol sepanjang 2.818 Km yang merupakan terpanjang di Indonesia untuk saat ini. Pembangunan Jalan Tol yang menghubungkan kota-kota mulai dari Lampung hingga Aceh. Kehadiran Pembangunan Ruas Jalan Tol Kuala Tanjung – Inderapura sepanjang 18,05 Km yang terletak di Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara, merupakan koneksi menghubungkan Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung dan Industrial Estate, sehingga akses pendistribusian logistik dari Kota Medan ke kawasan industri sekitarnya hingga ke pelabuhan menjadi semakin lebih mudah dan cepat. Dalam konstruksi pembangunan Jalan Tol di Kuala Tanjung – Inderapura memiliki tipikal desain yang hampir sama dengan konstruksi Jalan Tol lainnya, seperti perkerasan jalan menggunakan Rigid Pavement, Bangunan Struktur Jembatan, Struktur Overpass dan Bangunan Crossing Air (Box Culvert). Setelah perijinan konstruksi didapatkan dari BBWS Sumatera Utara, tim pelaksanaan konstruksi melakukan pengecekkan bersama oleh 3 (tiga) pihak yaitu Owner, Konsultan Supervisi dan Kontraktor Pelaksana, terdapat Aliran Sungai Sei Sipare-pare beserta Tanggul Buatan dan Tanggul Alami yang melintasi Trase Jalan Tol yang akan dibangun. Pada saat pengecekan bersama ini, terdapat debit air atau muka air banjir yang cukup tinggi dan datang secara tiba-tiba. Dari hasil tinjauan tersebut ada 2 alternatif metode konstruksi yang dapat dikerjakan yaitu pertama menggunakan metode erection launching gantry tetapi harus menyelesaikan pekerjaan pile slab dahulu baru dapat dilakukan erection yang cukup memakan waktu sekitar 160 hari dan metode kedua menggunakan erection girder dengan crawler crane (3 Crane) erection girder dapat berjalan beriringan dengan pekerjaan pile slab tetapi dengan resiko erection yang cukup tinggi dengan waktu 50 hari sehingga perlu dilakukan review ulang secara waktu dan biaya konstruksi dengan metode matriks pemilihan metode yang cepat dan tetap aman proses konstruksi.
Perencanaan DED Jalan SMI Ruas BK. 1 Suka Agung Kabupaten OKU Timur Melwi Melwi; Ratna Widyawati; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.410

Abstract

Penyusunan Detail Enginering Desain (DED) merupakan tahapan perencanaan dari suatu pekerjaan kontruksi yang merupakan upaya menyediakan acuan dalam pelaksanaan pekerjaan. Detail Enginering Desain (DED) yang disusun dipergunakan untuk menetukan Harga Perhitungan Sendiri (HPS), gambar desain teknis serta Rencana Kerja dan Syarat (RKS) yang diperlukan pada saat persiapan pengadaan barang dan jasa. Penyusunan Detail Enginering Desain (DED) pekerjaan peningkatan jalan SMI Ruas BK. 1 Suka Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur meliputi perencanaan pembentukan badan jalan, perencanaan perkerasan dan sistim penghamparan, perencanaan beton dan perencanaan drainase. Pelaksanaan Penyusunan Detail Engineering Desain (DED) ini sangat penting untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan pada saat proses kontruksi memiliki acuan dan dasar pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis. Metode pelaksanaan yang dipergunakan dalam pelaksanaan Penyusunan Detail Engineering Desain (DED) adalah meliputi studi literatur, survey lapangan dan analisis. Studi literatur dilaksanakan dengan mengumpulkan dokumen-dokumen seperti terkait tata cara dan mekanisme penyusunan Detail Engineering Desain (DED), perhitungan serta spesifikasi teknis yang disyaratkan oleh masing-masing item pekerjaan. Survey lapangan dilaksanakan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya sehingga dapat dijadikan acuan dalam pemilihan jenis dan tata cara penanganan serta kemungkinan kendala kendala yang nanti akan dihadapi. Hasil penyusunan Detail Engineering Desain (DED) Jalan SMI BK. 1 Suka Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur ini telah dipergunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan fisik pekerjaan pada Tahun Anggaran 2019 yang lalu dan pada saat pelaksanaan tidak ada kendala yang berarti karena selelu mengacu pada Detail Engineering Desain (DED) yang telah disusun.
Analisis Daya Dukung Budidaya Ikan Berbasis Kesesuaian Lahan di Teluk Semangka, Kabupaten Tanggamus, Lampung Munti Sarida; Azizah Azizah; Sri Waluyo; Agus Setiawan
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma pembangunan perikanan yang berkembang saat ini adalah pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development), dimana diharapkan nelayan mampu mengembangkan keanekaragaman sumberdaya perikanan yang ada menjadi tumpuan di masa mendatang secara mandiri. Analisis potensi sumberdaya lingkungan perairan dalam hal kesesuaian lahan dan daya dukung lingkungannya dilakukan melalui pendekatan analisis spasial. Pengembangan budidaya laut di Teluk Semangka dimaksudkan untuk meningkatkan taraf hidup dan menggairahkan perekonomian masyarakat Teluk Semangka, dimana juga dimaksudkan untuk mengurangi dampak merugikan bagi ekosistem utama yang ada akibat ekstraksi langsung sumberdaya alam di sekitar teluk yang cenderung meningkat. Lokasi penelitian ini di Teluk Semangka, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2022. Penelitian ini menganalisis kesesuaian perairan budidaya laut untuk 3 komoditi yaitu rumput laut, ikan kerapu, dan tiram mutiara. Data pada penelitian ini didapatkan dari marine Copernicus Pengolahan data menggunakan software ODV. Penyusunan matrik kesesuaian perairan dianalisis melalui skoring dan faktor pembobot (scooring method). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa perairan Teluk Semangka sesuai bersyarat untuk kegiatan budidaya rumput laut dengan daya dukung jumlah sumberdaya manusia yang mungkin untuk dapat memanfaatkan lahan tersebut adalah 1131,78 kapita. Kemudian, daya dukung untuk budidaya ikan kerapu, dengan hasil estimasi limbah antropogenik sebesar 556,52 kg/hari dengan rata-rata konsentrasi limbah NH3 yang masuk ke perairan dari kegiatan budidaya kerapu sebesar 0,52 mg/l. Jumlah unit KJA yang dihasilkan perairan Teluk Semangka sebanyak 776.388 unit. Daya dukung untuk budidaya tiram Mutiara menunjukan bahwa Teluk Semangka untuk kategori sangat sesuai dengan luas lahan 565,89 hektar dengan jumlah unit budidaya yang dapat digunakan sebanyak 248.887 unit.