cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
+6285289774152
Journal Mail Official
snip@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung Rectorat Building
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28285794     DOI : https://doi.org/10.23960/snip.v1i1.100
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) diselenggarakan oleh Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Lampung.
Articles 381 Documents
Metode Cerucuk Matras Beton Sebagai Perkuatan Daya Dukung Tanah di Area Transisi Antara Area Timbunan di Area Tanah Lunak Dengan Struktur Aditya Permana; Dikpride Despa; Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.384

Abstract

Sistem perbaikan tanah yang diusulkan pada area transisi (area antara timbunan dan area jembatan) Pada proyek Jalan Tol KAPB salah satunya adalah menggunakan sistem column supported embankment dengan kolom berupa tiang pancang mini (Square Pile) dimensi square 30 cm x 30 cm dan Load Transfer Platform berupa matras beton ukuran 120 cm x 120 cm yang memiliki variasi ketebalan 12 cm dan 15 cm. Panjang tiang efektif ditentukan untuk memenuhi kriteria desain tiang. Kajian penurunan dan stabilitas lereng dilakukan untuk lereng timbunan pada potongan arah melintang dan memanjang dengan skema waktu diakhir masa konstruksi, dan direntang waktu 1 tahun, 10 tahun dan 20 tahun setelah masa konstruksi. Hasil kajian menunjukkan dari segi penurunan dan stabilitas lereng, perencanaan perbaikan tanah menggunakan metode column supported embankment dapat memenuhi kriteria yang ditentukan. Berdasarkan hasil analisis penurunan untuk masing – masing area kajian telah memenuhi kriteria desain dimana desain penurunan tanah dasar akibat timbunan tidak boleh melebihi 40 mm pada 1 tahun setelah konstruksi dengan nilai settlement maksimal sebesar 28 mm pada 1 tahun dan tidak melebihi 100 mm dalam waktu 10 tahun setelah konstruksi dengan nilai settlement maksimal sebesar 31 mm pada 10 tahun setelah masa konstruksi.
Perencanaan Pengembangan Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro Dengan Analisa Konsep Iklim Dan Kebisingan. Desiman Parlindungan Sihaloho; Dikpride Despa; Gigih Forda Nama
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.385

Abstract

Berkembang pesatnya suatu wilayah perkotaan berdampak pula pada pengembangan fasilitas umum pada masyarakat kota tersebut. Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis (Undang Undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2009). Pengembangan perkotaan sangat memerlukan pembangunan di segala bidang, diantaranya pembangunan bidang kesehatan. Pembangunan itu harus didukung oleh fasilitas dan sistem zonasi dan sirkulasi rumah sakit. Semakin berkembanganya kota Metro, maka kebutuhan fasilitas kesehatan juga akan meningkat. Rumah Sakit Mardi Waluyo saat ini perlu pengembangan sarana dan prasarana karena fasilitas yang ada saat ini kurang memadai terlebih bila diprediksikan peningkatan kebutuhan di masa mendatang. Sistem Zonasi dan Sirkulasi dalam bidang rumah sakit merupakan proses pengumpulan, pengelolahan, penyajian data kegiatan pelayanan, mobiditas/mortalitas, ketenagaan, data dasar dan peralatan rumah sakit baik dilakukan secara manual dan komputerisasi. Dengan tersedianya informasi bagi masyarakat umum, baik itu informasi fasilitas layanan, zonasi dan sirkulasi yang ideal di Rumah Sakit Mardi Waluyo dapat membantu pengembangan kota Metro dalam bidang layanan Kesehatan.
Analisa Perubahan Metode Soil Improvement dari Pile Slab Menjadi Vacuum System Ahmad Sahara; Dikpride Despa; Ratna Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan akan akses jalan yang nyaman dan cepat di Indonesia, maka pemerintah terus melakukan upaya-upaya perbaikan dan pembangunan sarana & prasarana infrastruktur demi memenuhi kebutuhan dan peningkatan kualitas infrastruktur yang ada di Sumatera. Salah satu diantaranya adalah pekerjaan Jalan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung (KAPB). Dengan dibangunnya jaringan jalan tol trans sumatera ini, diharapkan akan mampu menambah kualitas dalam menjalankan roda perekonomian di Sumatera. Untuk percepatan pembangunan jalan tol Jalan Tol Kayu Agung – Palembang - Betung (KAPB) paket 1 seksi 1, maka dilakukan pengurangan volume pekerjaan pile slab dari panjang 1.45 km menjadi 675 m dan menggantinya dengan pekerjaan vacuum sebagai perbaikan konstruksi tanah. Pengurangan pekerjaan struktur pile slab ini dilakukan karena terjadinya permasalahan di lapangan seperti kesulitan dalam mendapatkan material spun pile, kerusakan alat pancang di area rawa serta meminimalisir kerugian akibat banyaknya material tiang pancang yang terbuang (waste). Hal itu yang menjadi bahan makalah penulis untuk mengetahui pemilihan metode pekerjaan perbaikan tanah yang paling baik dari segi waktu maupun biaya pelaksanaan.
Evaluasi Supply By Owner (SBO) Raw Material Beton Readymix Pada Proyek Jalan Tol Kayu Agung – Palembang - Betung Paket II Seksi 3 Willy Young; Dikpride Despa; Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.388

Abstract

Penyertaan Modal Negara (PMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas PP Nomor 44 Tahun 2005 Tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara Pada Badan Usaha Milik Negara Dan Perseroan Terbatas adalah pemisahan kekayaan Negara dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau penetapan cadangan perusahaan atau sumber lain untuk dijadikan sebagai modal BUMN dan/atau Perseroan Terbatas lainnya. Proyek Pembangunan Jalan Tol Kayu Agung Palembang Betung Tahap 2 Paket II Seksi 3 merupakan bagian dari Ruas Tol Trans Sumatera yang ditargetkan untuk dapat melakukan penyerapan dana PMN Tahap 1 100% sampai dengan bulan November 2022. Dalam proses nya pekerjaan pengecoran di Proyek KAPB Paket II Seksi 3 memiliki beberapa kendala, salah satu yang sangat berdampak bagi progres pengecoran adalah suplai raw material yang masih belum memenuhi target minimum, sehingga diharapkan malalui sistem supply by owner (SBO) dapat meningkatkan produksi beton harian. Adapun metodologi yang digunakan dalam artikel ini adalah dengan mengumpulkan semua data produksi beton, data penerimaan material per masing-masing jenis kemudian dilakukan analisa perbandingan atas kebutuhan material secara menyeluruh dan jumlah realisasi ketersediaan raw material di batching plant. Berdasarkan hasil analisa dapat diketahui bahwa ditengah keterbatasan suplai material dari PT Waskita Beton Precast, Tbk sistem SBO ini sudah dapat memberikan nilai tambah yang cukup signifikan terhadap ketersediaan raw material untuk produksi beton harian dan juga kewajiban dalam penyelesaian PMN Tahap 1, walaupun dalam analisa perhitungan perbandingan biaya ada deviasi harga dimana apabila produksi dilakukan dengan metode full service lebih murah secara total dibandingkan dengan metode supply by owner (SBO).
Penanganan Black Spot dan Blind Spot Jalan Raya Dalam Upaya Mengurangi Tingkat Kerugian Masyarakat Baik Finansial Maupun Korban Jiwa Ahmad Yani; Irza Sukmana; Gigih Forda
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.389

Abstract

Black spot dan blind spot merupakan dua persoalan mendesak yang merupakan problem dan tantangan pengelolaan transportasi baik dalam skala regional, nasional maupun internasional. Akibat pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan pertumbuhan ruas-ruas jalan baru sehingga memunculkan problem kecelakaan dan kemacetan di kota-kota besar dunia. Setiap tahun angka kerugian yang diakibatkan oleh kemacetan dan kecelakaan lalu lintas bertambah besarnya jumlahnya baik kerugian finalsial, luka ringan, luka berat dan kematian (korban jiwa). Kecelakaan lalu lintas biasanya terjadi di daerah tikungan, persimpangan jalan, daerah tanjakan maupun turunan, jalanan yang sempit, daerah yang kurang lampu penerangan. Jika sering terjadi kecelakaan di jalan raya, maka akan menghambat mobilitas masyarakat serta berdampak pada perkembangan ekonomi, sosial maupun politik. Kemacetan lalu lintas (blind spot) sudah menjadi problem umum yang dihadapi masyarakat di daerah perkotaan dan biasanya terjadi di pusat-pusat perdagangan (center distric bisnis), pusat pemerintahan/perkantoran, industri, pusat pendidikan, Pelabuhan laut, terminal angkutan darat, stasiun kereta api, bandara dan persimpangan jalan. Jalan merupakan sarana transportasi (accessibility) yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya, antara satu kota dengan kota lainnya, antara desa dan kota yang sangat vital peranannya dalam pembangunan suatu bangsa. Tingkat pertumbuhan infrastruktur jalan sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Jika infrastruktur jalan baik maka distribusi barang dan jasa akan semakin mudah, biaya operasional semakin murah, geliat ekonomi semakin berkembang serta memberi pengaruh pada kesejahteraan hidup masyarakat dan sebaliknya jika perkembangan infrastruktur jalan lamban akan menghambat pertumbuhan ekonomi suatu bangsa serta kalah bersaing dalam kompetisi ekonomi global serta memberikan pengaruh terhadap stabilitas nasional. Untuk mengurangi tingkat kecelakaan dan kemacetan di jalan raya maka disarankan pada para pengambil kebijakan (regulator maupun operator) harus menyiapkan beberapa regulasi dan infrastruktur pendukung sehingga dapat menekan kerugian baik finansial maupun korban jiwa dengan menciptakan sistim lalu lintas yang berkeselamatan
Digitalisasi Pelaporan Risk Containment Audit Dengan Aplikasi WCare Setiawan Wahyu Aji; Dikpride Despa; Gigih Forda Nama
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.390

Abstract

Kehadiran Revolusi Industri 4.0 berupa peningkatan perkembangan teknologi sangat canggih yang berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), perdagangan digital (e-commerce), data raksasa, teknologi finansial, ekonomi berbagi, hingga penggunaan robot. Implementasi sistem manajemen di PT. Wijaya Karya Beton, Tbk Pabrik Produk Beton Lampung bedan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pun dilaksanakan dengan rutin dan baik. Namun upaya improvement atau peningkatan pada seluruh sistem masih perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen. Salah satu peningkatan yang perlu dilakukan adalah perubahan monitoring dan evaluasi operasional dengan cara digital dan real time. Aplikasi WCare merupakan tools atau alat yang dibangun dengan konsep untuk meningkatkan kepedulian setiap orang, mengajak seluruh elemen untuk dapat berkontribusi dalam melakukan monitoring atau pelaporan permasalahan dengan sangat mudah melalui aplikasi WCare serta dapat dievaluasi secara real time.
Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Adu Manis Agus Salim; Aleksander Purba; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.391

Abstract

Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur sebagai salah satu daerah otonom hasil pemekaran mempunyai fungsi strategis sebagai daerah transit, karena letaknya yang merupakan simpul arus transportasi yang menghubungkan beberapa daerah seperti berbatasan dengan provinsi lampung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Ogan Komering Ilir serta dilewati oleh jalur lintas tengah Sumatera. Berdasarkan fungsi dan letak tersebut, maka laju perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur cukup cepat. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur mempunyai jaringan irigasi, baik yang di kelola oleh Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Desa.. Sebagian besar kondisi Jaringan Irigasi tersebut belum memadai dan merupakan bangunan lama, sarana dan prasarana yang belum bisa menampung seluruh debit air yang harus dialirkan ke area persawahan milik warga. Oleh sebab itu, diadakanlah secara berkala program operasi dan pemeliharaan pada sistem jaringan irigasi.
Penanganan Kerusakan Box Culvert Saluran Primer Raman Utara Pada D.I Way Sekampung Nita Yuliati; Dikpride Despa; Armijon
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.393

Abstract

Daerah Irigasi Raman Utara dibangun tahun 1959 dengan rencana luas sawah baku 6.304 ha dan luas sawah fungsional sebesar 4.207 ha, yang sumber airnya berasal dari Way Raman serta mendapat suplesi dari Way Sekampung. Terdapat alur sungai kecil pada subdas di area saluran Primer Raman Utara yang diindikasikan memiliki akumulasi debit yang cukup besar dan mempengaruhi kekuatan tanggul irigasi BRU. 1b di STA 5,375, dilokasi ini terdapat box culvert yang melintang tegak lurus di bawah Saluran Primer Raman Utara namun tidak dapat mengalirkan air sungai/alur dengan debit besar karena memiliki kapasitas kecil dan kondisi yang tidak terpelihara, sehingga tanggul dan dinding penahan tanggul diatasnya terus terkikis serta mengurangi kekuatan tanggul Saluran Primer Irigasi Raman Utara. Kapasitas box culvert eksisting mempunyai kapasitas sebesar 16.145 m3/dt. Sedangkan berdasarkan perhitungan hidrologi debit banjir rancangan yang ada adalah 23,27 m3/dt, sehingga kapasitas eksisting tidak dapat menampung debit yang ada. Maka dari itu perlu peningkatan kapasitas dengan pilihan alternatif I dengan dimensi b = 3 m dan tinggi 3 m serta kemiringan saluran sebesar 0.001833 (beda elevasi 5.5 cm panjang saluran 30 m), yang dapat mengalirkan debit maksimal 26.975 m3/dt atau alternatif II dengan dimensi 2 kali lebar 2 meter dengan tinggi 2.5 meter yang dapat mengalirkan debit banjir sebesar 28.881 m3/dt.
Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-Tgai) Di Provinsi Lampung Tahun 2021 Seta Aji Dananjaya
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.394

Abstract

Sehubungan dengan perkembangan pandemik Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), meningkatnya jumlah korban dan kerugian harta benda serta menimbulkan implikasi pada aspek sosial ekonomi yang luas di Indonesia. Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dilaksanakan secara padat karya melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam rehabilitasi jaringan irigasi, peningkatan jaringan irigasi, dan/atau pembangunan jaringan irigasi secara partisipatif, terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi khususnya irigasi tersier. Tahun 2021 Provinsi Lampung melalui Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung mendapatkan alokasi sejumlah 395 lokasi yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota. Kegiatan P3-TGAI menyerap 6.000 orang Tenaga Kerja dengan Hari Orang (HOK) sebesar 294.441 dan total upah sebesar Rp. 27.433.587.844,00, serta petani yang menerima manfaat sebanyak 32.312 orang. Saluran irigasi yang direhabilitasi, ditingkatkan, dan/atau dibangun dalam pelaksanaan P3-TGAI sepanjang 291.154 m. Outcome rerata yang semula 41 Ha menjadi 50 Ha, dan menaikkan Indeks Pertanian (IP) rerata dari semula 133 menjadi 192, serta meningkatkan produksi padi rerata dari semula 4,7 Ton/Ha menjadi 5,8 Ton/Ha.
Investigasi Permasalahan High Pressure Pada Pekerjaan Jacking Pipe 450 ( Studi Kasus Proyek Ipal Palembang Paket B2 A) Even Ahmad Fauzi; Aleksander Purba; Ratna Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.395

Abstract

Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pemasangan pipa jaringan tersebut menjadi dua yaitu metode trenchless (galian tertutup) dan metode open trench (galian terbuka). Untuk metode trenchless yang digunakan adalah slurry jacking untuk pemasangan pipa RCP 450mm. Permasalahan saat terjadi saat pekerjaan pemasangan pipa RCP 450mm dengan metode auger drilling jacking. Dari total 9 trase yang akan dikerjakan terdapat 1 trase yang berada di lapisan tanah keras yaitu trase MH 1000 ke MH 1002 dengan panjang 75.6 meter. Mesin yang digunakan adalah mesin dari Jerman merek Bohrtec BM 400s ternyata terjadi high pressure. Ini terlihat dari tekanan tinggi pada mesin Auger Drilling Jacking pada saat pelaksanaan pekerjaan awal atau piloting works. Di dapatkan nilai pressure push mencapai 200 bar sehingga tahapan dalam pekerjaan jacking dengan mesin Auger Drilling BM. 400 tidak dapat dilanjutkan. Dampak yang terjadi akibat kondisi tersebut tentunya pembengkakan biaya proyek dan keterlambatan penyelesaian proyek. Studi kasus ini bertujuan untuk menemukan solusi dari penyebab permasalahan high pressure push pada pekerjaan jacking pipe. Analisa dilakukan pada kasus high pressure yang terjadi dengan mempelajari literasi atau penelitian sejenis kemudian dilakukan identifikasi penyebab terjadinya high pressure. Kemudian, beberapa metode yang telah dicoba dianalisis mendalam. Hasilnya menunjukkan jika penyebab high pressure dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu karakteristik tanah dan panjang trase/span . Langkah metode yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dan penanganan high pressure yaitu dengan melakukan temporary pit, dengan memperpendek trase/span. Pada kondisi tanah yang dominan clay keras, direkomendasikan penggunaan temporary pit dengan steel sheet pile sebagai temporary pit di tengah trase sebagai langkah preventif. Sedangkan penggunaan metode steel sheet pile bersifat temporary.