cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
+6285289774152
Journal Mail Official
snip@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung Rectorat Building
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28285794     DOI : https://doi.org/10.23960/snip.v1i1.100
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) diselenggarakan oleh Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Lampung.
Articles 381 Documents
Ketebalan Konstruksi Perkerasan Berdasarkan Kuat Geser Izin Tanah (Studi Kasus : Ruas Jalan Kresnowidodo-Kresnowidodo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran) Sari Anton; Ika Kustiani; Sri Waluyo
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.374

Abstract

Perkembangan sosial ekonomi sebagai akibat dari pembangunan telah membawa perubahan kondisi angkutan barang baik berupa peningkatan volume maupun berat barang yang harus diangkut serta tuntutan biaya angkutan barang yang lebih rendah khususnya yang berkaitan dengan kegiatan eksport dan import. Maka harus diperlukan untuk melakukan Pekerjaan Pembangunan/Peningkatan Ruas Jalan guna meningkatkan kemampuan jalan dan jembatan yang strategis. Ruas jalan Kresnowidodo-Kresnowidodo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung adalah salah satu ruas jalan yang menjadi jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Pesawaran dengan Kabupaten Pringsewu, ruas jalan tersebut dijadikan jalan alternatif, yang digunakan oleh masyarakat dan dilintasi oleh kendaraan umum yang mengangkut hasil bumi ataupun kegiatan lainnya. Penilitian ini menggunakan metode gabungan antara metode observasi (pengamatan), pengumpulan foto dokumentasi dan mengambil detail ukuran Panjang jalan dan lebar jalan. Maka metode observasi dilakukan untuk mengamati dan mengetahui secara langsung objek penelitian di lokasi tersebut maka dengan ini tujuan pengambilan data primer dan data sekunder agar dapat mengetahui kondisi fisik keadaan di lokasi penelitian. Yang didapatkan saat observasi di lapangan maka diketahui panjang ruas jalan Kresnowidodo-Kresnowidodo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung 1.970 meter, sedangkan lebar existing 3.50 meter dengan keadaan penutup permukaan hotmix rusak berat. Untuk lalu lintas pada ruas tersebut tergolong sedang, dimana nilai dari koefisien kejutnya 1,25, klasifikasi tanah dasar didapatkan kontur tanah yang efisien/baik karena jenis tanah di lokasi tersebut pasir berbatu dengan itu nilai kuat geser tanah yang diizinkan adalah 2,75 (kN/M2). Dan hampir rata-rata beban yang dibawah oleh kendaraan berat sekitar ± 2 s/d 4 ton, kelas jalan yaitu kelas III. Dimana untuk ketebalan konstruksi jalan di ruas jalan Kresnowidodo-Kresnowidodo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung adalah 0,50 cm. Keadaan tersebut dilihat dari kapasitas beban kendaraan yang melintasi di jalan tersebut.
Studi Kelayakan Perencanaan Program Rekonstruksi Rehabilitasi di Jalan-jalan Utama Sektor Pertanian Kabupaten Lampung Timur Indra Alfandi Ramlie; Ratna Widyawati; Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.375

Abstract

Pesatnya pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan semakin berkembangnya industri, pemukiman serta pariwisata berkorelasi dengan kebutuhan infrastruktur jalan yang juga meningkat. Dan untuk mendukung keberhasilan perencanaan program jalan perlu diawali dengan dilakukan studi kelayakan. Lampung timur merupakan daerah yang memiliki daerah pertanian yang cukup luas sehingga jalan untuk sektor ini sangat diperlukan. Penelitian ini diperoleh kemantapan 27,63% hal ini membuktikan bahwa ruas prioritas pertanian masih rusak sedang - berat. Tinjauan aspek perencanaan sangat diperlukan guna meningkatkan kemantapan jalan sehingga lalu lintas dan mobilisasi hasil pertanian semakin optimal dan lancar serta mengurangi ongkos produksi. Perencanaan pada sektor pertanian beraneka ragam yakni terdapat rekonstruksi dengan dua lapis aspal, di segmen yang tidak memungkinkan dengan aspal dilakukan perencanaan dengan rigid beton serta terdapat perencanaan pelebaran jalan sehingga kapasitas dapat meningkat.Penanganan jalan di sektor prioritas pertanian mencapai Rp. 33.264.000,.
Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Iwan Julisman; Aleksander Purba; Lusmeilia Afriani
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.376

Abstract

Air Minum merupakan kebutuhan dasar dan hak bagi semua warga negara yang menjadi kewajiban oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memenuhinya. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan akan air minum akan terus meningkat. Ketersediaan air minum merupakan salah satu tolok ukur kesejahteraan masyarakat serta mendorong produktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, penyediaan air minum menjadi aspek yang sangat penting dalam pengembangan ekonomi wilayah. Kabupaten Mesuji memiliki potensi sumber daya air yang tinggi yang terdiri dari Sungai (Way) Mesuji dengan panjang 220 Km (di wilayah Kabupaten Mesuji-Tulang Bawang) dan daerah alir 2.053 Km2 . Sungai Mesuji bermuara di Laut Jawa dan membentang dari Timur ke Barat Provinsi Lampung yang sekaligus menjadi batas antara Provinsi Lampung dengan Provinsi Sumatera Selatan. Daerah aliran sungai ini memegang peranan penting dalam sistem hidrologi wilayah Kabupaten Mesuji dan sekitarnya yaitu sebagai daerah tangkapan air (catchment area) dari sungai-sungai besar dan hal ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum untuk pengembangan SPAM. Proses penyusunan rencana induk pengembangan sistem penyediaan air minum (RI-PSPAM) dalam upaya pengembangan SPAM adalah merupakan tahapan paling awal dari penyelenggaraan SPAM yang harus dilaksanakan dan disusun dengan benar sesuai dengan panduan, tata cara ataupun pedoman pada Lampiran 2I dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 27 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah Rencana Induk Pengembangan SPAM Kabupaten Mesuji yang siap ditindaklanjuti oleh penyelenggara SPAM untuk menjadi dokumen Legal Pemerintah Kabupaten Mesuji mengenai Rencana Induk Pengembangan SPAM.
Penggunaan Metode Cerucuk Matras Beton (Cermaton) pada Untreated Zone Oprit Jembatan; Studi Kasus Jembatan Kelat Ruas Jalan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung Rizal Ayodya Hapsoro; Dikpride Despa; Ratna Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.377

Abstract

Tanah adalah pendukung pondasi bangunan, kondisi tanah yang kuat diperlukan untuk menahan dan meratakan beban. Tanah dengan daya dukung rendah tidak menguntungkan secara teknis apabila dibangun suatu konstruksi sehingga perlu dilakukan perbaikan sesuai kriteria konstruksi. Tanah pada proyek Tol Kayu Agung - Palembang - Betung pada umumnya berupa tanah kohesif lunak dengan tebal yang cukup dalam, memiliki daya dukung yang rendah, kurang stabil sehingga berisiko menimbulkan keruntuhan atau deformasi yang besar terhadap struktur / bangunan. Metode pelaksanaan yang simultan menyebabkan metode PVD vacuum tidak bisa berdekatan langsung dengan abutment struktur sehingga diperlukan penanganan khusus terhadap untreated zone atau daerah transisi. Area transisi perlu didesain agar penurunan area jembatan dan area transisi dapat terjadi sekecil mungkin agar kenyamanan berkendara masih bisa terpenuhi. Oleh karena itu metode alternatif untuk menghilangkan potensi penurunan jembatan sangat dibutuhkan. Metode perkuatan dengan pemasangan sistem cerucuk mini pile dan penggunaan matras beton di atasnya dipilih dengan pertimbangan biaya pekerjaan yang relatif lebih murah dengan hasil yang optimal. Berdasarkan perhitungan, hasil dari pemakaian cerucuk matras beton pada area oprit jembatan menghasilkan penurunan tanah sebesar 3 cm (batas ambang distorsi 3,2 cm) pada 10 tahun pembebanan lalu lintas.
Analisis Hasil Pengujian Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Menggunakan Standar Euro 2 dan Euro 4: Studi Kasus ada Pengujian Tipe/Type Approval di Indonesia Mohammad Syafrizal; Dikpride Despa; Ratna Widyawati; Awaludin Yoga
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.378

Abstract

Pengujian emisi gas buang kendaraan bermotor di dunia saat ini mengacu pada beberapa standar dunia. Indonesia dan negara-negara di ASEAN sudah bersepakat untuk menggunakan standar regulasi pengujian emisi gas buang yang mengacu pada UN Regulation. Pemberlakuan standar emisi gas buang Euro 4 telah disiapkan. Sampai dengan tahun 2022 Indonesia masih menerapkan standar Euro 2 (untuk mesin diesel), namun regulasi untuk standar Euro 4 yang lebih ketat sudah disiapkan dalam Peraturan Menteri LHK No. P.20 tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N dan O. Beberapa permintaan dari kalangan industrikendaraan bermotor untuk pengujian emisi gas buang kendaran bermotor standar Euro 4 sudah mulai dilakukan. Pada artikel ini akan membandingkan pengujian emisi standar Euro 2 dan Euro 4 beserta analisisnya. Metodologi menggunakan eksperimental dengan pengujian kendaraan di atas chassis dynamometer dengan siklus eropa (ECE R 83). Hasilnya adalah secara umum data pengujian emisi gas buang kendaraan bermotor standar Euro 4 relatif lebih rendah dari Euro 2, kecuali di beberapa hasil uji. Antara lain data HC+NOx data keempat, standar Euro 4 adalah 0,253 gr/km dan Euro 2 adalah 0,129 gr/km. Kemudian pada data PM data keempat, standar Euro 4 adalah 0,027 gr/km danEuro 2 adalah 0,001 gr/km.
Identifikasi Akuifer Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik 1 Dimensi di Kecataman Tegineneng Rahmat Catur Wibowo; Suharno; Haerudin; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.379

Abstract

Air tanah yang merupakan sumber daya alam terbarukan (renewable natural resources) mempunyai peran penting pada penyediaan pasokan kebutuhan air bagi berbagai keperluan. Studi sumber daya air tanah bertujuan untuk mengetahui besarnya potensi dan keberadaan akuifer sebelum dilakukan kegiatan pengeboran atau eksploitasi. Untuk mengetahui dugaan potensi air tanah, dalam hal ini mengetahui posisi atau letak serta penyebarannya, maka perlu dilakukan studi pengukuran geolistrik tahanan sejenis. Salah satu metode geofisika yang efektif untuk mengidentifikasi intrusi air laut adalah metode geolistrik resistivitas, yaitu metode geolistrik 1 dimensi yang baik digunakan untuk mengidentifikasi litologi batuan bawah permukaan. Kondisi bawah permukaan pada area studi memiliki karakter perselingan lempung dan pasir dengan sisipan andesit atau marmer pada lapisan dasar. Zona akuifer air tanah memiliki nilai resistivitas berkisar antara 10 – 60 ohm.m dengan kedalaman 3 – 60 meter. Dikarenakan kondisi litologi bawah permukaan memiliki sisipan andesit atau marmer, sehingga dibutuhkan alat bor khusus dalam melakukan pemboran air baku.
Penilaian Kondisi Jalan Dengan Metode Surface Distress Index (SDI) Pada Ruas Jalan Kabupaten di Kecamatan Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan Adi Pratomo; Aleksander Purba; Suharno Suharno
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.380

Abstract

Ketersediaan jalan sebagai prasarana transportasi dapat menumbuhkan konektivitas antar lokasi dan daerah yang membentuk suatu jaringan transportasi. Konektivitas antara daerah yang satu dengan daerah lain dapat terbentuk dengan adanya berbagai jaringan transportasi antar daerah yang dapat memungkinkan pemindahan barang dan jasa atau orang dari satu tempat ke tempat lainnya. Kondisi jalan yang baik dan berdaya guna merupakan tujuan dari setiap perencanaan dan pembangunan prasarana transportasi. Kemampuan jalan yang menurun dalam pemenuhan pelayanan pengguna jalan dapat menyebabkan konektivitas jaringan jalan menjadi terganggu. Hal ini dapat membuat dampak yang tidak diinginkan baik dari segi keselamatan maupun dari segi kenyamanan. Sementara itu kebutuhan masyarakat akan value pelayanan dan kenyamanan menjadikan acuan berbagai pihak dalam perwujudan jalan yang berkelanjutan. Kerusakan pada perkerasan pada ruas jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Gunung Labuhan merupakan permasalahan yang kompleks terutama bagi pengguna jalan. Metode yang digunakan dalam menentukan jenis dan tingkat kerusakan pada penelitian ini menggunakan metode perhitungan Surface Distress Index (SDI). SDI adalah skala kinerja jalan yang diperoleh dari hasil pengamatan Survei Kondisi Jalan (SKJ) secara visual terhadap kerusakan jalan yang terjadi di lapangan. Pemeriksaan dilakukan dengan metode sederhana, yaitu mencatat kondisi perkerasan yang ada setiap 200 meter yang dicatat dan memasukkannya dalam formulir. Ada 2 jenis formulir yang dipakai yaitu Formulir Survei Kondisi Jalan Aspal (termasuk Rigid dan Macadam) dan Formulir Survei Kondisi Jalan Tanah/Kerikil (termasuk Telford). Survei dilakukan pada bulan September – November 2020. Berdasarkan hasil survei dan analisa yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa kondisi permukaan jalan kabupaten di kecamatan Gunung Labuhan terdiri dari Aspal (termasuk Lapis Penetrasi Macadam), Beton dan Kerikil (Telford) dengan total panjang 91,850 Km. Hasil penilaian kondisi jalan dengan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI) menghasilkan jalan dengan kondisi Baik 38,37 %, Sedang 26,87 % dan Rusak Ringan 34,76 %. Sementara kondisi jalan Rusak Berat tidak ditemukan.
Desain Taman Pepadun Rajabasa Berbasis Pocket Park Dengan Motif Budaya Lampung Eduwin Eko Franjaya; Ika Kustiani; Panji Kurniawan
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.381

Abstract

Pembangunan infrastruktur saat ini belum banyak menyasar infrastruktur berbasis lingkungan, salah satunya taman sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH). Bahkan, luasan RTH berkurang dari tahun ke tahun. Dalam rentang 2009-2012 saja terdapat penurunan 304,21 ha pada lahan RTH di Kota Bandar Lampung. Padahal, keberadaan RTH diharapkan dapat mencegah perubahan temperatur ekstrem yang diproyeksikan meningkat dari tahun 2013 hingga 2% pada 2100. Provinsi Lampung adalah satu dari tujuh wilayah di Indonesia yang diprediksi akan menghadapi suhu ekstrem pada 2021-2050. Salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah di atas adalah dengan mengembangkan Pocket Park. Tujuan utama dari penelitian ini adalah membangun Taman Pepadun Rajabasa berbasis Pocket Park dengan menerapkan motif budaya Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan perencanaan dan desain lanskap. Hasil dari penelitian ini adalah desain visualisasi 3D Taman Pepadun Rajabasa yang menerapkan motif budaya Lampung. Komponen Siger Pepadun, Kain Tapis sebagai kain adat, payung adat, dan warna khas Lampung menjadi unsur yang diterapkan pada tapak. Keberadaan taman diharapkan menjadi bagian destinasi wisata yang dapat mendorong ekonomi Bandar Lampung pasca pandemi.
Perencanaan SPAM Ibukota Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat Muhammad Budi Setiawan; Herry Wardono; Suharno
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.382

Abstract

Air Minum merupakan kebutuhan dasar dan hak bagi semua warga negara yang menjadi kewajiban oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memenuhinya. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan akan air minum akan terus meningkat. Pada saat ini pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Pesisir Barat terdiri dari SPAM Perkotaan (dan SPAM Perdesaan, yang ada hanya dapat melayani konsumen sebesar 15,15% (Review RISPAM 2021) dari jumlah penduduk yang ada. Kecamatan Pesisir Selatan dengan Ibukota Kecamatan (IKK) Biha dalam RTRW Kabupaten Pesisir Barat memiliki fungsi sebagai pusat perdagangan barang dan jasa, pusat pengembangan pariwisata, pusat pengembangan pertanian, pusat pengembangan perikanan, pusat pengembangan kawasan industri dan pusat pengembangan irigasi teknis. Pada saat ini SPAM Kecamatan Pesisir Selatan yang ada hanya dapat melayani konsumen sebesar 12,19% dari jumlah penduduk yang ada. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya debit air dari sumber mata air. kerusakan dan kebocoran jaringan serta penyumbatan pipa akibat sedimentasi pada SPAM eksistingHal ini disebabkan oleh berkurangnya debit air dari sumber mata air. kerusakan dan kebocoran jaringan serta penyumbatan pipa akibat sedimentasi pada SPAM eksisting. Dengan jumlah penduduk pada tahun 2021 sebanyak 10.123 jiwa, maka diproyeksikan jumlah penduduk di Kecamatan Pesisir Selatan pada tahun 2041 adalah 46.041. Direncanakan pembangunan SPAM Kecamatan Pesisir Selatan dengan system gravitasi mengambil sumber air baku Sungai Way Basohan (Debit 36,70 m3/det), dengan debit rencana yang sebanyak 5 l/detik dapat melayani sampai 20 tahun dengan tingkat layanan 80% (13.624 jiwa).
Analisis Karakteristik Pola Aliran Fluida pada Horizontal Axis Wind Tubine (HAWT) dengan Jenis Airfoil Naca 2410 Akhmad Riszal; Herry Wardono; A. Yudi Eka Risano
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.383

Abstract

Energi angin merupakan energi terbarukan (Renewable energi) yang ramah lingkungan. Satu dari pemanfaatan konversi energi angin adalah Turbin angin. Turbin angin merupakan salah satu alat konversi energi untuk mengubah energi angin menjadi energi mekanik dan mengubahnya menjadi listrik melalui generator. Besar kecilnya daya yang dihasilkan oleh turbin angin salah satunya tergantung dari kecepatan angin dan jenis turbin yang digunakan. Sehingga pada penelitian ini, akan dilakukan analisis turbin angin HAWT dengan menggunakan jenis airfoil Naca 2410 untuk melihat pola aliran dalam aplikasi turbin angin pada kecepatan rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat karakteristik pola aliran fluida pada turbin angin HAWT dengan menggunakan airfoil Naca 2410. Objek penelitian ini adalah airfoil menjadi blade dan simulasi turbin angin pada kecepatan angin 1-6m/s dengan jumlah sudu 5 turbin angin horizontal dengan diameter rotor 1,8 m. Metode yang digunakan adalah Blade Element Momentum (BEM) dan simulasi perancangan menggunakan software Q-Blade. Hasil dalam penggunaan jenis airfoil Naca 2410 menunjukkan adanya aliran turbulen setelah fluida melewati putaran blade pada kecepatan 6 m/s dengan TSR 4.5 menghasilkan output 540 w.