cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
+6285289774152
Journal Mail Official
snip@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung Rectorat Building
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28285794     DOI : https://doi.org/10.23960/snip.v1i1.100
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) diselenggarakan oleh Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Lampung.
Articles 381 Documents
Analisis Kebutuhan Air Bersih di Kabupaten Banyuasin I Menggunakan Metode Autoregressive Integrated Moving Average Tungkup, Doharman Lumban; Widyawati , Ratna; Purba, Aleksander
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menentukan rata-rata kebutuhan air harian di Kecamatan Mariana, Kabupaten Banyuasin adalah perkiraan. Hal ini berguna untuk mengetahui jumlah air yang harus disalurkan oleh PDAM sebagai pemasok air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkiraan kebutuhan air rata-rata harian di Kabupaten Banyuasin pada tahun 2023-2024 dengan menggunakan metode autoregresif integrated moving average. Hasil plot ACF dan PACF menunjukkan bahwa kedua plot memiliki pola yang tak terbatas. Model sementara yang diperoleh adalah ARIMA (1,0,1) namun setelah overfitting model, model ARIMA (2,0,1) adalah model terbaik karena memiliki nilai MAPE yang kecil yaitu 0,0415. Berdasarkan model ARIMA (2.0.1),nilai prediksi kebutuhan air harian rata-rata di kabupaten Mariana pada tahun 2023-2025 masing-masing adalah 62894,28, 39493,80 dan 68719,25.
SISTEM PERAWATAN MESIN GENSET DI POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN Djulfi, Isman
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya teknologi peralatan yang menggunakan listrik, sangat dituntut adanya pengelolaandan pengawasan yang baik terhadap sarana dan prasarana elektrikal, termasuk di lingkunganpendidikan seperti Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan, sehingga listrik yang digunakan amandan efisien. Untuk mengetahui tingkat ketersediaan operasional genset diperlukan datapenggunaan/operasional, kerusakan dan pemeliharaan genset. Kemudian dari data tersebut akandiketahui jumlah specified operating time dan actual operating time genset. Beserta data jumlahkerusakan dan waktu pemeliharaan, maka data ini selanjutnya digunakan untuk menghitung MeanTime Between Failures (MTBF) dan tingkat reliability (keandalan) genset. Dengan data yang samajuga dapat diperoleh tingkat availability (ketersediaan) genset. Dimana hasil analisis menunjukkanbahwa genset di Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan memiliki kondisi yang jarang mengalamikerusakan/gangguan (ditandai dengan tingkat reliability dan availability ≥ 95%). Sedangkan hasilanalisis untuk maintenance (pemeliharaan) yang diketahui melalui nilai Mean Time To Repair(MTTR), dihitung menggunakan rasio durasi waktu kerusakan dibandingkan dengan frekuensikerusakan, dimana hasil perhitungannya yaitu 1,60 jam. Artinya dibutuhkan waktu yang relatif singkatyaitu 1,60 jam untuk genset dapat beroperasi kembali setelah mengalami kegagalan.
PENGAWASAN TEKNIK PEMELIHARAAN JALAN KURUNGAN NYAWA – MARTAPURA PROVINSI SUMATERA SELATAN Haryono, Haryono; Despa, Dikpride; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demi tercapainya kelancaran arus lalu lintas khususnya untuk menghubungkan kota Jalan Kurungan Nyawa–Martapura Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan dengan lokasi/daerah sekitarnya, daerah Perkebunan rakyat dan daerah Perkebunan Pemerintah di Kabupaten OKU Timur, maka Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan melalui Dana APBD Provinsi Sumatera Selatan melakukan kegiatan Pemeliharaan Berkala Jalan Kurungan Nyawa–Martapura. Pekerjaan Kegiatan pengawasan ini dilakukan untuk melakukan pengawasan sekaligus melakukan perencanaan teknis bila terjadi perubahan desain Pembangunan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Kegiatan pengawasan ini dilaksanakan sebelum pelaksanaan kegiatan fisik pembangunan dilakukan hingga selesainya pekerjaan konstruksi. Maksud diadakannya kegiatan pengawasan teknis jalan dan jembatan Provinsi Sumatera Selatan ini adalah mencapai pelaksanaan pekerjaan yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam spesifikasi dokumen kontrak dan untuk menghindari kegagalan pekerjaan baik dalam hal kualitas maupun kuantitas. Tujuan kegiatan pengawasan teknis ini adalah untuk membantu Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan teknis penyelenggaraan jalan/jembatan provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2022. Berdasarkan pengawasan yang dilakukan selama enam bulan masa pekerjaan, adapun progress bulan pertama adalah 1,919%, bulan kedua adalah 10,317%, bulan ketiga adalah 21,469%, bulan keempat adalah 54,453%, bulan kelima adalah 86,985% dan bulan keenam adalah 100%.
PENGAWASAN TEKNIS REHABILITASI JALAN TERAWAS – TABA TINGGI - MAUR PROVINSI SUMATERA SELATAN Radiansyah, Rizki; Purba, Aleksander; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengawasan ialah sebuah proses untuk memastikan bahwa semua aktifitas yang terlaksana telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Panjang Jalan Fungsional ruas jalan Terawas – Taba Tinggi – Maur adalah 59,860 Km. Pada Titik Awal STA 00+000 di Terawas Sampai dengan Titik Akhir STA 59 + 860 di desa Maur, Lapisan Flexsible (Aspal) Pada umumnya dalam kondisi baik, Ada beberapa titik yang Lapisan Aus nya mengalami retak karena penurunan bahu jalan dan penurunan Pondasi dasar. Di sepanjang jalan fungsional badan jalan kondisi perkerasan jalan relatif masih bagus, kondisi lalu lintas cukup ramai lancar tidak ada kendala yang berarti, hanya ada beberapa titik yang mengalami penurunan dan berlobang. Untuk rencana. Penanganan Jalan efektif sepanjang 2,8 km yang terletak di ujung Pada STA 56 + 150 s/d 59 + 213 adalah dengan perkerasan lapis Agregar dengan tebal 15,00Cm, Laston Lapis Antara (AC-BC) dengan tebal 6,00 Cm, Serta Laston Lapis Pondasi (AC-Base) dengan Tebal 7,50 Cm. Adapun kesimpulan yang dapat ditarik setelah melakukan kegiatan pengawasan adalah sebagai berikut: (1) Bulan kesatu sampai dengan bulan kelima pelaksanaan pekerjaan tidak ditemukan adanya permasalahan yang berarti; (2) Daftar Peralatan yang disediakan oleh Pihak Kontraktor telah Sesuai dengan Kontrak Kerja dan persyaratan yang diperlukan dalam pekerjaan rehabilitasi jalan untuk Jalan Terawas - Teba Tinggi – Maur; (3) Daftar perlengkapan K3 yang harus disiapkan oleh pihak kontraktor juga telah memenuhi persyaratan kerja.(4) Terdapat dua jenis yang berbeda dari Lapis Fondasi Agregat yaitu Kelas A. Pada umumnya Lapis Fondasi Agregat Kelas A adalah mutu Lapis Fondasi Atas untuk lapisan di bawah lapisan beraspal, Setiap lapisan pondasi telah dihampar merata dengan tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang disyaratkan. (5) Semua campuran yang berkenaan dengan kadar aspal, rongga udara, stabilitas, kelenturan dan keawetan sesuai dengan lalu-lintas rencana telah memenuhi Spesifikasi Umum Untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan. Tahun 2018. (6) Komposisi untuk masing masing item pekerjaan Design Mix Formula, telah sudah sesuai dengan standar spesifikasi teknis yang telah di tentukan.
DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED) PENATAAN PEDESTRIAN DAN LANDSCAPING KOTA PALEMBANG Andera, Frengky; Dikpride, Dikpride; Purba, Aleksander
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedestrian merupakan fasilitas kota yang diperuntukkan bagi pejalan kaki, yang memisahkanlintasan kendaraan dengan pejalan kaki. Walaupun aktifitas pergerakan kendaraan bermotor terusmengalami peningkatan . Jaringan pejalan kaki merupakan alat yang efektif dalam mengatur danmengontrol laju lalulintas perkotaan dan merupakan elemen penting dalam perancangan kotayang berguna untuk meningkatkan estetika serta kenyamanan kota. Secara umum Pedestrian danLandscaping di kota Palembang umumnya belum memenuhi syarat-syarat standar yang layakuntuk kenyamanan berlalu lintas pejalan kaki. Kondisi tersebut terkesan bahwa trotoar ataupedestrian hanyalah sebagai syarat kelengkapan struktur jalan. yang sangat di butuhkan olehMasyarakat Kota Palembang, khususnya dalam bidang Pendestrin dan Berdasarkan semakinmeningkatnya kebutuhan akan Sarana dan Prasarana Tempat Hiburan yang bersifat alamLansdcaping, maka Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas PU Bina Marga danTata Ruang Provinsi Sumatera Selatan, mengadakan kegiatan penyusunan Perencanaan DetailEnggineering Design (DED) Penataan Pedestrian dan Landscaping kota Palembang. Adapunkegiatan penyusunan Perencanaan Detail Enggineering Design (DED) Penataan Pedestrian danLandscaping kota Palembang ini dilakukan di dua lokasi, yakni yang pertama berada di lokasiJalan Radial dan lokasi kedua berada dibawah Jembatan Sungai Musi VI. Dimana selanjutnyauntuk lokasi di Jalan Radial, peneliti membagi menjadi tiga zona, yakni Zona A, Zona B danZona C untuk mempermudah melakukan konsep perancangan. Sedangkan untuk lokasi diJembatan Sungai Musi, peneliti juga membagi dua lokasi yakni di jalan Sultan M. Mansyur danlokasi bawah jembatan di Jalan Fakih Usman. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan,Konsep Perancangan Pedestrian di Jalan Radial telah memenuhi persyaratan PedomanTeknis Perencanaan Spesifikasi Trotar (1991), dimana lebar trotar yang disyaratkan untuklahan perumahan adalah minimum 1,50 meter. Karena konsep perancangan pedestrian yangdirencanakan pada jalan radial untuk zona A adalah pedestrian dengan lebar 1,5 meter,pedestrian untuk Zona B adalah 3,5 meter, sedangkan pedestrian rencana untuk lokasi jalanRadial Zona C adalah 3,5 meter.
PENGAWASAN PEMBANGUNAN JEMBATAN TALANG BULANG (091- SP. BELIMBING – PENDOPO (PALI) Susanto, Rino Abi; Widyawati, Ratna; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan adalah suatu konstruksi yang gunanya untuk meneruskan jalan melelui rintangan yang berada lebih rendah. Rintangan ini biasanya jalan lain (jalan air atau jalan lalu lintas biasa). Pengawasan pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik merupakan satu aspek penting untuk menunjang keberhasilan pembinaan Bidang Jalan dan Jembatan, utamanya keberhasilan dalam meningkatkan mutu pelaksanaan pekerjaan fisik jalan dan jembatan. Demi tercapainya kelancaran arus lalu lintas khususnya untuk menghubungkan kota Talang Bulang (091-Sp.Belimbing-Pendopo (PALI) Desa Talang Bulang Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan dengan lokasi/daerah sekitarnya, daerah perkebunan rakyat dan daerah perkebunan Pemerintah di Desa Talang Bulang Kab.PALI, maka Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan melalui Dana APBD Provinsi Sumatera Selatan melakukan kegiatan Pembangunan Jembatan Talang Bulang (091-Sp.Belimbing-Pendopo (PALI) Paket Pembangunan Jembatan Talang Bulang (091-Sp. Belimbing - Pendopo (PALI). Adapun kegiatan pengawasan ini dilakukan untuk melakukan pengawasan sekaligus melakukan perencanaan teknis bila terjadi perubahan desain pembangunan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Kegiatan pengawasan ini dilaksanakan sebelum pelaksanaan kegiatan fisik pembangunan dilakukan hingga selesainya pekerjaan konstruksi. Berdasarkan hasil pengamatan dan pengawasan di lapangan, pekerjaan pembangunan Jalan Akses Wisata Petanang telah memenuhi pesyaratan secara kualitas dan kuantitas, dimana Pekerjaan struktur jembatan mulai dari pemasangan tiang pancang, pembangunan abutmen, pembuatan lantai jembatan, pemasangan gelagar, pemsangaan tulangan dan pengecoran beton pada badan jembatan telah dilakukan sesuai dengan gambar kerja dan Spesifikasi Umum Tahun 2018. Selain itu, Berdasarkan kurva S, diketahui jika pekerjaan lapangan dilakukan sesuai dengan waktu yang diettapkan dalam kontrak antara penyedia jasa dan Dinas PU BMTR Provinsi Sumatera Selatan.
Analisis Pencemaran Perairan di Pelabuhan Penyeberangan Batu Ampar, Batam: Faktor Penyebab dan Dampaknya terhadap Ekosistem Laut Yulianto, Andri; Widyawati, Ratna; Purba, Alexander
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Batu Ampar di Batam mengalami pencemaran perairan yang signifikan akibat berbagai aktivitas maritim dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber pencemaran, termasuk limbah industri, buangan kapal, dan limbah domestik, serta mengevaluasi dampaknya terhadap ekosistem laut. Data diperoleh melalui survei lapangan dengan pengambilan sampel air selama periode tiga bulan di berbagai titik strategis di sekitar pelabuhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), dan kadmium (Cd) melebihi ambang batas nasional. Peningkatan volume minyak tumpah, air limbah, dan sampah padat dari kapal turut memperburuk kualitas air. Penerapan yang lebih ketat dari peraturan MARPOL 73/78 dan Peraturan Menteri Perhubungan diperlukan untuk mengurangi pencemaran. Rekomendasi meliputi peningkatan pengawasan, penerapan teknologi ramah lingkungan, dan edukasi masyarakat. Implementasi tindakan mitigasi yang efektif diharapkan dapat memulihkan kualitas air dan ekosistem laut di Pelabuhan Penyeberangan Batu Ampar.
Sejarah dan Arsitektur Bangunan Cagar Budaya Masjid Agung Palembang Yolanda, Sylvia; Widyawati, Ratna; Purba, Alexander
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Agung Palembang merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang ada di kota Palembang berdiri sejak pertengahan abad ke-18 dan menjadi satu dari sedikit masjid tertua di Sumatera Selatan. Arsitektur Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I (SMBI) Jayo Wikramo atau dikenal dengan Masjid Agung Palembang memang menawan karena menampilkan perpaduan arsitektur Tiongkok, Eropa, dan Nusantara. Masjid Agung Palembang mengalami beberapa kali penambahan dan renovasi. Renovasi besar-besaran dilakukan pada 1999. Bukan hanya memperbaiki bagian yang rusak, tetapi juga menambahkan tiga bangunan baru di bagian selatan, utara, dan timur masjid. Kubah masjid juga diganti lagi menjadi bentuk limas. Masjid Agung Palembang menempati kompleks seluas 15.400 meter persegi dan dapat menampung 12000 jamaah. Masjid ini berbentuk hampir bujur sangkar dengan ukuran 30 x 36 meter. Luas dari Masjid Agung Palembang mencapai 1080 meter persegi. Masjid Agung Palembang adalah sebuah monumen bersejarah yang tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga mencerminkan perjalanan evolusi gaya arsitektur yang menggabungkan berbagai pengaruh budaya. Hingga kini, Masjid Agung Palembang masih berdiri kokoh dan mempertahankan bangunan asalnya meskipun telah terjadi sejumlah perombakan.
KAJIAN ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS RENCANA PEMBANGUNAN TEMPAT ISTIRAHAT DAN PELAYANAN (TIP) JALAN TOL BENGKULU – TABA PENANJUNG Santoso, Teguh Ilman; Widyawati, Ratna; Purba, Alexander
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka meningkatkan perekonomian dan konektivitas di wilayah Pulau Sumatera khususnya Provinsi Bengkulu, Pemerintah telah membangun jalan tol Bengkulu – Taba Penanjung sepanjang 17 km yang dimulai sejak September 2019 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Juli 2023. Jalan tol ini menjadi salah satu penopang sektor transportasi yang dapat mempelancar arus distribusi barang dan jasa, mobilisasi manusia, logistik, aksesibilitas antar wilayah sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional khususnya di Pulau Sumatera. Kehadiran Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung memberikan manfaat besar dalam mengurangi kemacetan di jalan arteri yang menjadi jalur utama lalu lintas Bengkulu – Lubuklinggau. Guna menunjang keselamatan dan pelayanan di Jalan tol PT. Hutama Karya selaku pengelola jalan tol akan membangun tempat istirahat dan pelayanan (TIP) tipe A pada ruas jalan tol dimaksud. Pembangunan TIP tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap bangkitan dan tarikan perjalanan. Perubahan bangkitan dan tarikan perjalanan ini pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja jalan/simpang dan tingkat pelayanan jalan di lokasi sekitar yang merupakan lokasi terdampak akibat perubahan pola pergerakan lalu lintas. Oleh karena itu untuk menghitung besaran dampak operasional TIP terhadap jalan yang ada, perlu dilakukan analisis dampak lalu lintas, sehingga apabila timbul dampak lalu lintas terhadap kinerja jalan di sekitarnya, maka dampak tersebut diharapkan dapat diminimalisasi dan dimitigasi dengan memberikan solusi yang tepat. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan dapat disimpulkan bahwa pembangunan dan pengoperasian TIP KM.5A tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap volume lalu lintas dan kinerja jalan pada ruas jalan tol Bengkulu – Taba Penanjung dengan prediksi kinerja ruas jalan sampai dengan tahun 2029 memiliki ITP A dan VCR sebesar 0,08. Namun demikian meskipun tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja ruas jalan, perlu dilakukan mitigasi guna mengurangi resiko dampak yang muncul akibat dibangun dan dioperasikannya TIP ini.
PENGAWASAN TEKNIS REHABILITASI JALAN TERAWAS – TABA TINGGI - MAUR PROVINSI SUMATERA SELATAN Radiansyah, Rizki; Purba, Alexander; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengawasan ialah sebuah proses untuk memastikan bahwa semua aktifitas yang terlaksana telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Panjang Jalan Fungsional ruas jalan Terawas – Taba Tinggi – Maur adalah 59,860 Km. Pada Titik Awal STA 00+000 di Terawas Sampai dengan Titik Akhir STA 59 + 860 di desa Maur, Lapisan Flexsible (Aspal) Pada umumnya dalam kondisi baik, Ada beberapa titik yang Lapisan Ausnya mengalami retak karena penurunan bahu jalan dan penurunan Pondasi dasar. Di sepanjang jalan fungsional badan jalan kondisi perkerasan jalan relatif masih bagus, kondisi lalu lintas cukup ramai lancar tidak ada kendala yang berarti, hanya ada beberapa titik yang mengalami penurunan dan berlobang. Untuk rencana. Penanganan Jalan efektif sepanjang 2,8 km yang terletak di ujung Pada STA 56 + 150 s/d 59 + 213 adalah dengan perkerasan lapis Agregar dengan tebal 15,00Cm, Laston Lapis Antara (AC-BC) dengan tebal 6,00 Cm, Serta Laston Lapis Pondasi (AC-Base) dengan Tebal 7,50 Cm. Adapun kesimpulan yang dapat ditarik setelah melakukan kegiatan pengawasan adalah sebagai berikut: (1) Bulan kesatu sampai dengan bulan kelima pelaksanaan pekerjaan tidak ditemukan adanya permasalahan yang berarti; (2) Daftar Peralatan yang disediakan oleh Pihak Kontraktor telah Sesuai dengan Kontrak Kerja dan persyaratan yang diperlukan dalam pekerjaan rehabilitasi jalan untuk Jalan Terawas - Teba Tinggi – Maur; (3) Daftar perlengkapan K3 yang harus disiapkan oleh pihak kontraktor juga telah memenuhi persyaratan kerja. (4) Terdapat dua jenis yang berbeda dari Lapis Fondasi Agregat yaitu Kelas A. Pada umumnya Lapis Fondasi Agregat Kelas A adalah mutu Lapis Fondasi Atas untuk lapisan di bawah lapisan beraspal, Setiap lapisan pondasi telah dihampar merata dengan tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang disyaratkan. (5) Semua campuran yang berkenaan dengan kadar aspal, rongga udara, stabilitas, kelenturan dan keawetan sesuai dengan lalu-lintas rencana telah memenuhi Spesifikasi Umum Untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan. Tahun 2018. (6) Komposisi untuk masing masing item pekerjaan Design Mix Formula, telah sudah sesuai dengan standar spesifikasi teknis yang telah di tentukan.