cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
+6285289774152
Journal Mail Official
snip@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung Rectorat Building
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28285794     DOI : https://doi.org/10.23960/snip.v1i1.100
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) diselenggarakan oleh Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Lampung.
Articles 381 Documents
Penerapan Bata Ringan dalam Konstruksi Modern Basuki, Muji; Wardono, Herry; Kustiani, Ika
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bata ringan telah menjadi alternatif populer dalam industri konstruksi modern karena keunggulannya dalam hal kekuatan, ringan, dan efisiensi energi. Material ini, yang sering dikenal sebagai Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC), menawarkan berbagai manfaat dibandingkan dengan material bangunan tradisional seperti bata merah dan beton konvensional. Makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai aspek terkait bata ringan, termasuk sifat fisik dan mekaniknya, keunggulan dan kekurangannya, serta aplikasi praktisnya dalam berbagai jenis konstruksi.Pertama, makalah ini membahas sifat-sifat fisik dan mekanik bata ringan yang membuatnya unggul. Bata ringan memiliki berat jenis yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan bata konvensional, sehingga mengurangi beban struktural secara signifikan. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk konstruksi bangunan bertingkat tinggi dan struktur yang membutuhkan pengurangan berat total. Selain itu, bata ringan memiliki kemampuan insulasi termal yang sangat baik, membantu menjaga suhu dalam ruangan lebih stabil dan mengurangi kebutuhan akan sistem pemanas dan pendingin. Kekuatan tekan bata ringan juga cukup tinggi untuk berbagai aplikasi, meskipun masih di bawah kekuatan tekan beton konvensional.Keunggulan lain dari bata ringan adalah kemudahan instalasinya. Karena bobotnya yang ringan, material ini lebih mudah diangkut dan dipasang, mengurangi waktu dan biaya tenaga kerja. Bata ringan juga dapat dipotong dengan mudah menggunakan alat sederhana, memungkinkan fleksibilitas desain yang lebih besar dan pengurangan limbah material. Selain itu, bata ringan tahan terhadap api dan memiliki sifat akustik yang baik, menjadikannya pilihan yang aman dan nyaman untuk hunian dan bangunan komersial.
Pemeriksaan Lapisan AC-WC dengan Core Drill Test pada Ruas Jalan Tanjung Raja – Sp. Tambang Rambang Despa, Dikpride; Upik, Upik; Sarkowi, Muh.
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guna mewujudkan infrastruktur jalan yang handal dan menunjang kenyamanan pengguna infrastruktur jalan, diperlukan perkerasan jalan raya terutama perkerasan fleksibel yang memenuhi persyaratan dan layak pakai. Salah satu studi kelayakan perkerasan fleksibel pada ruas pemadatan aspal yang dilakukan dalam Proyek Rehabilitasi Jalan Tanjung Raja - Sp. Tambang Rambang di Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan adalah dengan menguji bor inti di lapangan. Core drill test merupakan metode yang melakukan pengambilan sampel aspal pada suatu ruas jalan. Sampel yang telah diambil dalam bentuk silinder kemudian dibawa ke laboratorium untuk diuji berat jenisnya dan kemudian dibandingkan dengan berat jenis aspal padat, jika rasio kedua berat jenis tersebut di atas 98%, pemadatan pada ruas jalan memenuhi persyaratan dan layak pakai. Ketebalan rata-rata yang diperoleh sebesar 4,01 cm yang sudah melebih batas syarat tebal minimum AC-WC yaitu 4,0 cm dengan toleransi -0,3 cm. Sementara dari hasil pemeriksaan kadar aspal hasil ekstraksi diperoleh kadar aspal rata- rata 6,00%. Berdasarkan hasil analisis pemeriksaan lapisan aus aspal AC-WC pada Ruas Jalan Tanjung Raja - Sp. Tambang Rambang STA. 55+430 sampai STA. 57+325 memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan.
Segmen Way Bungur – Purbolinggo – Sukadana Kabupaten Lampung Timur Srianti, Ririn; Sarkowi, Muh; Kustiani, Ika
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Raya adalah suatu lintasan yang betujuan melewatkan lalu lintas dari suatu tempat ke tempat lainnya. Arti lalulintas disini dapat diartikan sebagai tanah yang diperkeras, sedangkan lalu lintas adalah semua benda dan makhluk hidup yang melewati jalan tersebut baik kendaraan bermotor, tidak bermotor, dan manusia. Kelancaran arus lalu lintas sangat tergantung dari kondisi jalan yang ada, semakin baik kondisi jalan maka akan semakin lancar arus lalu lintasnya, baik arus pergerakan barang maupun manusia. Jalan merupakakan salah satu infrastruktur yang menjadi tempat terjadinya mayoritas pergerakan manusia dan barang, yang secara langsung maupun tidak langsung menggerakkan roda ekonomi. Sehingga, infrastruktur jalan diharapkan untuk selalu dalam keadaan baik. Untuk itu, kualitas jalan harus selalu dimonitor dan dijaga dalam keadaan baik. Berbagai indikator digunakan untuk menilai apakah jalan itu baik ataupun tidak. Diantaranya keberadaan lubang (pothole), retak, deformasi plastik, marka, dan kerataan jalan.Analisis tentang kerusakan jalan meliputi berbagai faktor yaitu disebabkan karena perencanaan perkerasan, perencanaan campuran, pemilihan bahan, proses/mutu pelaksanaan, kondisi lingkungan, lalu lintas atau gabungan dari faktor-faktor tersebut. Adapun perumusan masalah pada penelitian adalah apa saja jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi. Bagaimana perbaikan dan pemeliharaan yang harus dilakukan. Data tersebut juga dapat menjadi data utama dalam perencanaan umum jaringan jalan, pemrograman dan penganggaran, meminitor kinerja jarjngan jalan, pengelolaan pengadaan kontrak pekerjaan pemeliharaan jalan, rehabilitasi jalan dan rekonstruksi jalan. Manajemen pemeliharaan jalan lebih tepat dipandang sebagai sebuah siklus yang dilakukan tahun demi tahun sebagai sebuah proses peningkatan kinerja yang bertujuan untuk memaksimalkan umur jalan, yang dapat dijadikan bahan rujukan dalam menentukan nilai kondisi perkerasan jalan. Berdasarkan hasil analisis, kondisi jalan di Kabupaten Lampung Timur yang melalui Kecamatan Purbolinggo, Way Bunggur dan Sukadana Sebagai berikut, Panjang Ruas Keseluruhan 137.890 m, dengan kondisi jalan sepanjang 23.880 m dalam keadaan baik, 37.790 m dalam keadaan sedang, 15.770 m dalam keadaan rusak ringan dan 60.450 m rusak berat. Sedangkan untuk jenis permukaan jalan 137.890 m beraspal, 38.360m jalan beton, 85.940 m Jalan kerikil, dan tidak tanah. Tingkat kerusakan pada Jalan jika dihitung dengan Metode RCI (Road Condition Index) menunjukan kategori Rusak Berat pada wilayah tersebut dengan kilometer paling panjang, sepanjang 60.450 m.
Penerapan Metode Gantt Chart dalam Proyek Berskala Internasional GORGON LNG JETTY DI PT. HANJUNG INDONESIA Suharno, Suharno; Purba, Aleksander; Wardono, Herry
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek adalah gabungan dari berbagai sumber daya yang dihimpun dalam organisasi sementarauntuk mencapai suatu tujuan tertentu (DI Cleland, Wr. King, 1987). Sehingga dapat dikatakan bahwaproyek adalah adalah gabungan, sumber daya, serta tujuan tertentu dan dilakukan dalam kurun waktutertentu. Karena sifat khusus dan pengerjaannya yang tidak rutin ini yang membedakan proyek denganpekerjaan lain, yan dalam pengelolaanya pun memerlukan usaha lebih banyak. Setiap proyek selalumememiliki resiko, apalagi kaitannya dengan manajemen yang diterapkan untuk proyek itu.Penanganan proyek dengan manajemen yang baik dalam proyek skala internasional Gorgon LNGJetty di PT Hanjung Indonesia menggunakan Gantt Chart, karena terbukti dapat mengelola proyekdengan efektif terutama dalam penggunaa waktu, uang dan tenaga. Manajemen proyek yang baik,dapat mengetahui progress yang dihasilkan serta dapat mempertahankan trend progress proyekberjalan, dan dapat mengetahui penyimpangan proyek dengan lebih dini, sehingga pihak manajemenperusahaan dapat mengambil langkah kebijakan yang harus dilakukan untuk megejar progresspekerjaan dengan tujuan akhirnya adalah proyek berjalan tepat waktu.
Perbandingan Material Bata Ringan (Hebel) Dan Bata Merah Pada Bangunan Kantor Studi Kasus Kantor Pengadilan Agama Muaradua OKU Selatan Adinugraha , Adinugraha
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

a; Dinding merupakan bagian terpenting dari sebuah kantor atau bangunan. Dinding memiliki fungsi utama yakni menyokong atap, langit-langit dan membagi rumah menjadi beberapa ruangan. Pekerjaan dinding dapat menggunakan 2 jenis material yang berbeda yaitu dinding bata merah yang terbuat dari tanah liat dan dinding bata ringan yang terbuat dari campuran semen, pasir silika dan kapur. Dalam pekerjaannya dinding mempunyai luasan yang sangat besar, sehingga akan mempengaruhi persentase harga banguanan itu sendiri. Untuk menganalisa efisiensi biaya penggunaan material batu bata merah dibandingkan dengan bata ringan pada Bangunan Kantor Pengadilan Agama Muaradua Kabupaten Ogan komering Ulu selatan. Dengan pelaksanaan penelitian ini beserta batasan-batasan penelitian yang telah ditentukan didapatkan suatu kenyataan perbandingan bahan pasangan dinding atas harga material bata ringan dengan harga material bata merah dapat dipastikan harga bata ringan per satuannya (buah) lebih mahal daripada bata merah. Mahalnya biaya atas material tersebut tidak serta merta akan menghasilkan biaya yang lebih mahal dalam penggunaannya, perlu ditinjau lagi perlu adanya biaya pemasangan yang diperlukan atas penggunaan material tersebut pada dinding bangunan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui metode konstruksi dinding yang lebih efisien dari segi biaya dan waktu, serta mengetahui perbedaan karakteristik 2 jenis material bahan tersebut.
Review Design Pekerjaan Common Borrow Material Menjadi Pile Slab di Area STA. 44+075 - 44+150 Tol Trans Sumatera Ruas Binjai - Langsa Seksi Binjai - Pangkalan Brandan Rachman, Agus Frediyansyah; Suharno, Suharno; Sarkowi, Sarkowi
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Tol Trans Sumatra adalah Jalan Tol Sepanjang 2.818 km di indonesia yang di rencanakanmenghubungkan kota-kota di pulau sumatra. Salah Satu Jalan Tol Trans Sumatra adalah Jalan TolBinjai-Langsa Seksi Binjai-Pangkalan Brandan. Kehadiran Jalan Tol Ruas Binjai-Langsa akanmenghubungkan Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh diharapkan dapat menjadi aksespendukung konektivitas antar wilayah dari kota Binjai ke Kota Langsa dan sebaliknya. Selainmenjadi akses pendukung menuju kawasan produktif di Pulau Sumatera, Saat ini progres konstruksitahap 1 Jalan Tol Ruas Binjai-Langsa Seksi Binjai- Pangkalan Brandan sepanjang 57,4 Km sudahmencapai 57 Km dan ditargetkan beroperasi pada September tahun 2024 mendatang. Untukmencapai target dibutuhkan strategi percepatan progress secara efisien dan efektif sehinggaperusahaan dapat menyelesaikan proyek tepat waktu dengan biaya seminimal mungkin dan hasilpekerjaan dapat diterima dengan memenuhi syarat spesifikasi konstruksi. Pada proyek konstruksiJalan Tol Trans Sumatera Ruas Binjai - Langsa Seksi Binjai - Pangkalan Brandan Tim Teknikmelakukan kajian ulang mengenai metode pekerjaan pada lahan yang belum bebas yaitu STA44+075 - 44+150 sepanjang 75 m. Pada lokasi tersebut Rencana Teknis Awal ialah menggunakanmetode pekerjaan Common Borrow Material (CBM) tetapi terjadi kelongsoran pada saat timbunanmencapai 9 meter karena tanah dasar yang kurang baik dan tidak dapat memikul beban timbunandiatasnya sehingga mengalami penurunan yang tidak seragam. Kemudian Tim Teknik melakukankajian ulang mengenain design apa yang harus diterapkan pada daerah tersebut denganmenggunakan metode pekerjaan Pile Slab menjadi alternative untuk diterapkan pada daerahtersebut.
Pengujian Volume dan Kepadatan AC-WC Terpasang dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang digunakan Pada Paket Pekerjaan Pemerintah Daerah Santoso, Arief Adkha; Wardono , Herry; Kustiani, Ika
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Pekon Biha - Pemangku Ulok Manik, Pekon Biha merupakan ruas jalan kabupaten Pesisir Barat dengan panjang ruas jalan tersebut adalah ±5,5 Km. Pada awal Tahun 2023 kondisi ruas jalan ini sudah memiliki lapis permukaan perkerasan berupa Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC), namun kondisi jalannya sudah mulai mengalami kerusakan. Maka, perlu dilakukan rehabilitas dan peningkatan konektivitas agar memperlancar arus transportasi yang lebih baik. Salah satu item pekerjaan pada ruas jalan ini adalah pekerjaan lapis penutup aspal AC-WC dengan ketebalan minimal 5cm dan untuk kepadatan minimal 98%, sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 revisi 2. Pengujian dilakukan dengan metode pengambilan benda uji inti (core drill) menggunakan mesin core drill, dan hasilnya menunjukkan adanya kekurangan volume dan kepadatan yang tidak sesuai dengan spesifikasi umum Bina Marga 2018 revisi 2. Penelitian ini memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan dan kepatuhan terhadap spesifikasi yang ditetapkan atau koreksi harga satuan sesuai Spesifikasi Umum Jalan dan Jembatan Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2
Pemanfaatan Bio Slurry Menjadi Pupuk Organik Cair Guna Meningkatkan Pendapatan Peternak. /Analisis Pendapatan Pengolahan Bio Slurry menjadi Pupuk Organik Cair Anggraeni, Imelda Delima; Purba, Aleksander; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sangat tinggi padahal efek samping yang ditimbulkan oleh pupuk kimia sangat berbahaya bagi lingkungan baik pencemaran saluran air maupun kerusakan sifat kimia tanah dan kualitas hasil pertanian. Gaya hidup sehat belakangan ini menjadi trend posistif sehingga mengharuskan petani untuk mengganti penggunaan pupuk kimia menjadi pupuk organik. Bio-slurry adalah produk akhir pengolahan limbah yang berbentuk cair yang sangat bermanfaat sebagai sumber nutrisi untuk tanaman. Selain itu Bio-slurry merupakan pupuk organik berkualitas tinggi yang kaya kandungan humus. Tak hanya memiliki kandungan nutrisi yang baik, pupuk Bio-slurry mengandung mikroba yang bermanfaat “Pro Biotik” yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan dan kesehatan lahan pertanian. Sehingga berdampak dengan peningkatan kualitas dan kuantitas panenan. Sebagai pupuk organik berkualitas Bio-slurry aman digunakan oleh manusia untuk pemupukan aneka tanaman pangan, sayuran, bunga, buah dan tanaman perkebunan. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa Bio Slurry merupakan limbah yang baik digunakan untuk bahan baku pupuk organik cair dan layak diusahakan karena biaya yang diperlukan cukup kecil namun memperoleh pendapatan yang cukup besar dan jika dikembangkan secara continue dapat meningkatkan pendapatan petani dan sebagai alternatif dalam mengatasi kelangkaan pupuk.
Pelaksanaan Penutupan Lubang Menggunakan Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) Karmolo, Irwan; Purba, Aleksander; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeliharaan jalan agar tetap dalam kondisi mantap dan dapat dipergunakan secara maksimal menjadi tujuan dari Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan. Pemeliharaan sepanjang tahun pada 26 (dua puluh enam) ruas jalan kewenagan Provinsi Sumatera Selatan yang ada di Kota Palembang diupayakan dengan mencari solusi agar penanganan menjadi lebih efektif dan efisien. Salah satu solusi yang telah digunakan yaitu penggunaan aspal CPHMA untuk menutupi lubang-lubang yang muncul di badan jalan. Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan, melalui UPTD Jalan dan Jembatan Kota Palembang, telah menggunakan Asbuton Campuran Panas Hampar Dingin (CPHMA) sebagai bahan untuk menutup kerusakan jalan (lubang) pada ruas-ruas jalan kewenangan Provinsi Sumatera Selatan di Kota Palembang. Penggunaan CPHMA dinilai lebih efektif dan efisien untuk penanganan sementara kerusakan jalan karena selain harga yang lebih murah, kemasan CPHMA juga lebih ekonomis untuk supply dan mobilisasinya. Selain itu, dari penggunaan tenaga kerja dan alat tidak memakan biaya yang besar. Adapun perumusan masalah pada penelitian adalah manfaat penggunaan Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) atau Asbuton Campuran Panas Hampar Dingin. Data tersebut juga dapat menjadi referensi atau solusi dalam perencanaan umum jaringan jalan, pemrograman dan penganggaran, meminitor kinerja jarjngan jalan, pengelolaan pengadaan kontrak pekerjaan pemeliharaan jalan, rehabilitasi jalan dan rekonstruksi jalan. Manajemen pemeliharaan jalan lebih tepat dipandang sebagai sebuah siklus yang dilakukan tahun demi tahun sebagai sebuah proses peningkatan kinerja yang bertujuan untuk memaksimalkan umur jalan. Dapat dijadikan bahan rujukan dalam menentukan nilai kondisi perkerasan jalan.
PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN AIR PADANG II KABUPATEN LAHAT Parliansyah, Parliansyah; Despa, Dikpride; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakan sarana transportasi jalan raya yang sangat penting untuk menghubungkan suatu daerah yang sulit dijangkau karena adanya rintangan misalnya laut, danau, sungai, rawa, lembah ataupun jurang. Perkembangan wilayah di suatu daerah memerlukan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kegiatan perekonomian, pemerintahan, pengembangan wilayah dan lain-lain. Mobilisasi kegiatan kegiatan tersebut sangat tergantung pada sarana transportasi. Oleh karenan itu diperlukan suatu pelayanan transportasi yang effisien. Salah satu prasarana transportasi darat yang paling penting adalah jembatan yang berfungsi untuk menghubungkan ruas jalan yang terputus oleh rintangan yang dapat berupa rintangan alam maupun lalu lintas itu sendiri sehingga ruas jalan yang terputus tersebut dapat ditempuh dengan mudah dan hanya memakan waktu yang lebih singkat. Tahapan kegiatan yang berkaitan dengan program pembangunan jalan adalah dengan perencanaan yang sesuai dengan kaidah, dan pelaksanaan yang termonitor. Melalui Sumber Dana APBD Tahun Anggaran 2023, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan khususnya Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang mempunyai kewajiban dalam menyiapkan rancangan yang baik guna mendukung program pemerintah sebagaimana tersebut diatas. Untuk mendapatkan hasil perencanaan yang baik pada ruas jalan Provinsi yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, oleh karena itu maka dilakukanlah kegiatan penelitian Perencanaan Teknis Jalan dan Jembatan dalam membuat Perencanaan – Perencanaan Teknis Jembatan Air Padang II. Berdasarkan perencanaan yang dilakukan, maka data teknis rencana Jembatan Air Padang II adalah sebagai berikut: Panjang total jembatan yang direncanakan adalah 18,6 meter, lebar jembatan 9 meter, bangunan atas dan bangunan bawah jembatan merupakan pelat beton bertulang dengan kuat tekan beton 30Mpa, pondasi yang digunakan adalah bore pile beton pratekan pracetak dengan tinggi 8 meter. Sedangkan biaya yang diperlukan untuk pembangunan Jembatan Air Padang II adalah Rp. 4,118,914,871 atau Empat Milyar Seratus Delapan Belas Juta Sembilan Ratus Empat Belas Ribu Delapan Ratus Tujuh Puluh Satu Rupiah.