cover
Contact Name
Afriandi Setiawan
Contact Email
afriandi.setiawan17@gmail.com
Phone
+6288995217041
Journal Mail Official
radikula@uniramalang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Raden Rahmat Malang, Ruang C.2.1 Lantai II Gedung K.H. Tolchah Hasan Jl, Mojosari 02, Kepanjen, Malang, Jawa Timur. Kode Pos 65163
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 2961726X     EISSN : 29617014     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian adalah jurnal nasional Indonesia dengan akses terbuka yang menerbitkan artikel hasil penelitian berkualitas tinggi di bidang pertanian. Jurnal RADIKULA terdaftar dengan nomor ISSN 2961-726X (cetak) dan ISSN 2961-7014 (online) yang diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang. Jurnal RADIKULA bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian tentang pertanian pada ruang lingkup meliputi : (Pemuliaan tanaman, Hortikultura, Agronomi, Ilmu Tanah, Agribisnis, dan Hama, Penyakit Tanaman). RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian diterbitkan dalam satu tahun terbit sebanyak 2 (dua) kali yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 57 Documents
Rice Booster Application to Enhance Rice Growth and Productivity Furqoni, Hafith
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 2 (2025): RADIKULA - Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/radikula.v4i2.8248

Abstract

Pemupukan berperan penting dalam praktik pertanian dengan mengoptimalkan kesuburan tanah dan hasil produksi. Namun, penelitian mengenai penambahan kalium melalui aplikasi daun pada tanaman padi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan pupuk kalium melalui aplikasi daun terhadap pertumbuhan dan hasil padi. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas enam taraf dosis pemupukan rice booster: kontrol (P0), 0.5 (P1), 0.75 (P2), 1.0 (P3), 1.25 (P4), dan 1.5 (P5). Seluruh perlakuan diberikan pemupukan dasar berupa 300 kg NPK 15-15-15 dan 100 kg urea per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi 1.0 hingga 1.5 kali dosis anjuran mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, sedangkan dosis 1.25 hingga 1.5 menghasilkan gabah kering panen dan gabah kering giling yang lebih tinggi. Dosis 1.25 terbukti efektif secara agronomis dan lebih menguntungkan secara ekonomi.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi dan Tandan Kosong Kelapa Sawit pada Tanaman Kangkung di Tanah Ultisol Lamandau Ihda Andrey Yanuar Setiawan; Yustika Veni Saputri
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5 No 1 (2026): RADIKULA - Juni 2026 (In Press)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/radikula.v5i1.10130

Abstract

Produktivitas kangkung (Ipomoea reptans Poir.) di Kabupaten Lamandau menurun akibat rendahnya kesuburan tanah Ultisol yang bersifat masam dan miskin hara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi pupuk kandang sapi dan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) terhadap pertumbuhan dan hasil kangkung serta menentukan dosis optimal. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024–Agustus 2025 di Lahan Percobaan Politeknik Lamandau menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial. Perlakuan terdiri atas pupuk kandang sapi 25, 30, dan 35 ton ha-1 serta TKKS 10 dan 20 ton ha-1. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar dan kering tajuk, serta berat segar dan kering akar hingga 5 minggu setelah tanam. Hasil menunjukkan seluruh perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman. Kombinasi 30 ton ha-1 pupuk kandang sapi dan 10 ton ha-1 TKKS memberikan hasil terbaik dan direkomendasikan untuk meningkatkan produktivitas kangkung pada tanah Ultisol.
Respon Kualitas dan Kuantitas Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) terhadap Pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Pupuk KCl Erika Herdiani; Dyah Pitaloka; Zainal Abidin; Dwi Nirnia Ari Cahyani
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5 No 1 (2026): RADIKULA - Juni 2026 (In Press)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/radikula.v5i1.8063

Abstract

Tomat merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang berperan penting dalam pemenuhan gizi, pendapatan petani, dan ketahanan pangan. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi tomat dapat dilakukan melalui pemanfaatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan pupuk KCl. Penelitian ini bertujuan menganalisis respons pertumbuhan, hasil, dan kualitas buah tomat terhadap pemberian PGPR dan pupuk KCl. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024-Maret 2025 di Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dua faktor dengan tiga taraf PGPR (0, 5, dan 10 mL L-1) dan tiga dosis KCl (0, 150, dan 200 kg ha-1), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, dan kadar gula buah. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi PGPR 5 mL/L dan KCl 150 kg/ha memberikan tinggi tanaman terbaik. PGPR 5 mL/L meningkatkan jumlah daun, sedangkan PGPR 10 mL/L dan KCl 200 kg/ha menghasilkan jumlah buah tertinggi. Perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar gula buah.
Uji Repellent Berbagai Pestisida Nabati terhadap Pengendalian Hama Kutu Beras (Sitophilus oryzae L.) pada Beras Septi Choiriya Mufida; Arief Lukman Hakim; Zainal Abidin; Anggraeni Hadi Pratiwi; Sukma Sakti Agita Hermanto
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5 No 1 (2026): RADIKULA - Juni 2026 (In Press)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/radikula.v5i1.8567

Abstract

Kutu beras (Sitophilus oryzae L.) merupakan hama utama penyimpanan yang menurunkan kualitas beras. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) dan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) sebagai repellent terhadap Sitophilus oryzae serta pengaruh waktu aplikasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan empat waktu pengamatan (0, 12, 24, dan 168 jam). Parameter yang diamati meliputi daya repellent, pengaruh waktu aplikasi terhadap aktivitas repellent, kerusakan beras, dan populasi akhir kutu beras. Data dianalisis dengan Repeated Measures ANOVA. Hasil menunjukkan terdapat interaksi nyata antara perlakuan dan waktu pengamatan terhadap aktivitas repellent. Persentase repelensi tertinggi diperoleh pada ekstrak daun pandan wangi (80%), diikuti ekstrak daun jeruk nipis (78%) pada 168 jam setelah aplikasi, sedangkan kerusakan beras tidak berbeda nyata antarperlakuan. Kedua bahan berpotensi sebagai pestisda nabati ramah lingkungan untuk pengendalian Sitophilus oryzae.
Kontribusi Sektoral dan Laju Pertumbuhan Subsektor Tanaman Pangan di Kabupaten Jombang Rif'an Hariri; Moh. Faridl Darmawan
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5 No 1 (2026): RADIKULA - Juni 2026 (In Press)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/radikula.v5i1.10524

Abstract

Tanaman padi, jagung, dan kedelai merupakan komoditas subsektor tanaman pangan yang ada di Kabupaten Jombang. Beberapa tahun terakhir, produksi padi, jagung dan kedelai berfluktuasi, sehingga perlu dilakukan evaluasi bagaimana laju pertumbuhannya serta kontribusinya terhadap subsektor tanaman pangan di Kabupaten Jombang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah indeks kontribusi sektoral (IKS) dan laju pertumbuhan. Data yang digunakan adalah data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Jombang. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tanaman padi mempunyai kontribusi terhadap subsektor tanaman pangan yang paling besar disusul tanaman jagung dan tanaman kedelai. Hal ini dapat terjadi karena tanaman padi mempunyai luas areal tanam yang paling besar. Dari sisi daya tahan menghadapi perubahan iklim, hanya komoditas jagung yang daya tahannya tidak terlalu kuat. Hal ini terbukti dengan laju pertumbuhan yang mengalami penurunan.
Formulasi dan Uji Organoleptik Minuman Herbal Kombinasi Bunga Melati dan Cuka Apel Marta Marulina Putri; Rahmadhani Fattul Riskiyah; Suprapti; Meirita Sari
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5 No 1 (2026): RADIKULA - Juni 2026 (In Press)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/d1vew734

Abstract

Minuman herbal berbasis bahan alami semakin diminati karena potensinya sebagai minuman fungsional. Kombinasi bunga melati dan cuka apel memiliki karakteristik sensori khas, sehingga perlu dievaluasi tingkat penerimaannya melalui variasi formulasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi formulasi terhadap penerimaan panelis berdasarkan uji organoleptik. Penelitian menggunakan metode eksperimental kuantitatif dengan rancangan satu faktor dan empat perlakuan formulasi. Uji organoleptik dilakukan pada tiga puluh panelis menggunakan skala hedonik empat tingkat yang menilai tampilan, aroma, rasa, dan tekstur. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan uji Duncan jika terdapat perbedaan nyata. Hasil menunjukkan bahwa variasi formulasi berpengaruh signifikan terhadap parameter aroma, tekstur, dan tampilan (p < 0,05), namun tidak signifikan terhadap parameter rasa (p > 0,05). Perlakuan P1 memperoleh nilai rata-rata tertinggi pada aroma, sedangkan perlakuan P4 menunjukkan nilai tertinggi pada tekstur dan tampilan. Perbedaan formulasi memengaruhi karakteristik sensori produk, terutama pada aspek aroma dan daya tarik visual.
Intensitas Serangan Hama Spodoptera frugiperda dan Keanekaragaman Musuh Alaminya pada Sentra Pertanaman Jagung di Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah Endang Warih Minarni; Mutala&#039;liah Mutala&#039;liah; Nurtiati Nurtiati
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5 No 1 (2026): RADIKULA - Juni 2026 (In Press)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/393qwz11

Abstract

Spodoptera frugiperda has become a major pest of maize in Banyumas Regency. This study aimed to determine the population, infestation intensity, and diversity of indigenous natural enemies associated with S. frugiperda. Sampling was conducted using a purposive random sampling method across five maize-producing districts; within each district, five villages were selected, five plots were chosen per village, and 10 plants per plot were sampled using a diagonal pattern. The results showed that S. frugiperda exhibited a regular distribution pattern, with populations ranging from 0.24 to 1.26 larvae per plant and infestation intensities between 0.34% and 62.2%. The highest population levels and infestation intensities were observed in Banjarsari Wetan and Datar villages, Sumbang District. Fourteen species of natural enemies were identified, including spiders, predatory insects, parasitoids Apanteles sp. and Charops sp.), and the entomopathogenic fungi Fusarium oxysporum and Aspergillus oryzae. No single natural enemy species was found to be dominant. For locations where pest populations exceeded the economic threshold, the use of systemic insecticides combined with the rotation of active ingredients is recommended