cover
Contact Name
Afriandi Setiawan
Contact Email
afriandi.setiawan17@gmail.com
Phone
+6288995217041
Journal Mail Official
radikula@uniramalang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Raden Rahmat Malang, Ruang C.2.1 Lantai II Gedung K.H. Tolchah Hasan Jl, Mojosari 02, Kepanjen, Malang, Jawa Timur. Kode Pos 65163
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 2961726X     EISSN : 29617014     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian adalah jurnal nasional Indonesia dengan akses terbuka yang menerbitkan artikel hasil penelitian berkualitas tinggi di bidang pertanian. Jurnal RADIKULA terdaftar dengan nomor ISSN 2961-726X (cetak) dan ISSN 2961-7014 (online) yang diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang. Jurnal RADIKULA bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian tentang pertanian pada ruang lingkup meliputi : (Pemuliaan tanaman, Hortikultura, Agronomi, Ilmu Tanah, Agribisnis, dan Hama, Penyakit Tanaman). RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian diterbitkan dalam satu tahun terbit sebanyak 2 (dua) kali yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 45 Documents
Uji Pemanfaatan Penggunaan Urine Kelinci Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kailan (Brassica oleracea) Dengan Metode Penanaman Vertical Garden Ika Paramitha, Astrid; Mussa AM, Muhammad; Hadi Pratiwi, Anggraeni
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2023): RADIKULA - Juni 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/radikula.v2i01.2936

Abstract

Konsep Urban Farming merupakan pemeberdayaan perkebunan dari lahan terbuka maupun terbatas menjadi perkebunan hijau baik di pedesaan atau di perkotaan dengan tujuan jangka panjang. Kegiatan Urban Farming dapat mempermudah masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pangannya. Dalam konsep urban farming juga mengenal istilah yakni, vertical garden. Di ruang lingkup Universitas Islam Raden Rahmat Malang, konsep Urban Farming dilakukan dengan pemanfaatan vertical garden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh interval pemberian pupuk urine kelinci terhadap pertumbuhan tanaman kailan (Brassica oleracea) secara vertical garden . Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April hingga Juni 2021 di Lahan dan Laboratorium Dasar Universitas Islam Raden Rahmat Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan diulang sebanyak 3kali. Analisis di penelitian ini mengunakan analisis of varians (ANOVA). Uji lanjutan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada tingkat signifikan tarif uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian urine kelinci dengan interval 1 minggu 2 kali (P2) mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah dan bobot kering tanaman kailan. Kata Kunci: urban farming, urine kelinci, tanaman kailan
Respon Tanaman dan Produksi Tanaman Jagung Pulut terhadap Dosis Pupuk NPK dan Waktu Pembumbunan Jumiatun; Nur Indriawati, Ika; Dyah Utami, Christa; Muhklisin, Ilham
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2023): RADIKULA - Desember 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/radikula.v2i2.2961

Abstract

Jagung pulut dapat digunakan sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras dalam upaya diversifikasi pangan. Akan tetapi produksi dan minat masyarakat yang masih rendah dibutuhkan upaya untuk meningkatkan produksi jagung pulut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi jagung pulut adalah dengan perbaikan teknik budidaya seperti pemupukan dan pembumbunan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh dosis pupuk NPK dan waktu pembumbunan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung pulut. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk NPK yang terdapat lima taraf yaitu 100 kg/ha, 150 kg/ha, 200 kg/ha, 250 kg/ha, dan 300 kg/ha. Sedangkan faktor kedua adalah waktu pembumbunan yang terdiri dari dua taraf yaitu pembumbunan 2 kali (14 HST dan 21 HST) dan pembumbunan 3 kali (14 HST, 21 HST dan 28 HST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan waktu pembumbunan dan dosis pupuk NPK memberikan pengaruh yang tidak nyata pada semua variabel pengataman. Hasil rata-rata produksi jagung pulut dengan pemberian pupuk NPK dan pembumbunan mendapatkan rerata hasil sebesar 16 ton/ha.
Uji Efektivitas Dosis Bubur Sambung Rambat Dalam Mengendalikan Gulma Melalui Pengamatan Summed Dominance Ratio di Pembibitan Utama Kelapa Sawit Harahap, Wahyuni Umami; Lubis, Irhamna Mandili; Nurhajijah
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2023): RADIKULA - Desember 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/radikula.v2i2.2997

Abstract

Produksi jagung pulut yang masih rendah memerlukan adanya upaya peningkatan produksi agar dapat mendukung diversifikasi pangan. Upaya yang dapat dilakukan adalah memperbaiki teknik budidaya seperti pemupukan dan pembumbunan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji respon pertumbuhan dan produksi jagung pulut terhadap dosis pupuk NPK dan waktu pembumbunan. Rancangan percobaan disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah dosis pupuk NPK dengan 5 taraf yaitu 100 kg/ha, 150 kg/ha, 200 kg/ha, 250 kg/ha dan 300 kg/ha. Faktor kedua waktu pembumbunan yaitu 2 kali pembumbunan (14 HST dan 21 HST) dan 3 kali pembumbunan (14 HST, 21 HST dan 28 HST). Adapun variabel pengamatan yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, ratio tajuk akar dan berat tongkol. Data hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan NPK dan waktu pembubunan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap semua pengamatan. Hasil berat tongkol tanaman rata-rata adalah 227 gram/tanaman. 
Pengaruh Waktu Ekstraksi terhadap Karakteristik Pektin Limbah Kulit Kopi Robusta (Coffea canephora) Brilliantina, Aulia; Kusumasari, Findi Citra; Fadhila, Putu Tessa; Sasmita, Irene Ratri Andia
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2023): RADIKULA - Desember 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/radikula.v2i2.3655

Abstract

Limbah kulit kopi robusta memiliki kandungan pektin yang cukup besar dan dapat dimanfaatkan pada berbagai sektor. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh waktu ekstraksi terhadap karakteristik pektin limbah kulit kopi robusta yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan memvariasikan waktu ekstraksi (30 menit, 60 menit, dan 90 menit). Waktu ekstraksi terbaik diperoleh pada waktu ekstraksi 60 menit dengan rendemen pektin yang dihasilkan sebesar 11,9%, kadar air 14%, berat ekivalen 1086 mg, kadar metoksil 3,1% serta kadar asam galakturonat 19,29%. Pektin yang dihasilkan termasuk dalam kategori pektin dengan kadar metoksil rendah. Selain itu berat ekivalen pektin belum memenuhi standar yang telah ditetapkan IPPA (International Pectins Producers Association).
Pengaruh Dosis Biochar dan Pupuk Kandang Kambing pada Pertumbuhan Awal Tanaman Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) Madjiid, Rachmad Arsyil; Augustien, Nora; Triani, Nova
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2023): RADIKULA - Desember 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/radikula.v2i2.3662

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis terbaik untuk memacu pertumbuhan awal bibit tanaman jahe merah dan mengetahui pengaruh pemberian dosis biochar dan kotoran kambing terhadap pertumbuhan bibit tanaman jahe merah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Dosis biochar yang terbagi dalam empat taraf perlakuan 12 g/polibag, 20 g/polibag, 28 g/polibag, dan 36 g/polibag merupakan unsur penentu pertama. Dosis kotoran kambing yang terdapat dalam empat taraf perlakuan 20 g/polibag, 40 g/polibag, 60 g/polibag, dan 80 g/polibag merupakan faktor kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi biochar 36 g/polibag dan pupuk kandang kambing 80 g/polibag berpengaruh dan memberikan nilai tertinggi untuk parameter pertumbuhan, seperti jumlah daun, diameter batang, dan panjang tanaman.
Pengaruh Aplikasi Bio-slurry Terhadap Perbaikan Sifat Kimia Tanah Mustikaningrum, Dhina
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2023): RADIKULA - Desember 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/radikula.v2i2.3698

Abstract

Pupuk organik menjadi salah satu upaya untuk mengembalikan kesuburan tanah yang mengalami degradasi. Salah satu pupuk organik yang berpotensi dimanfaatkan petani adalah bio-slurry. Bio-slurry terbukti bermanfaat sebagai sumber unsur hara bagi tanaman, baik unsur hara makro maupun mikro. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh aplikasi bio-slurry terhadap sifat kimia tanah, yakni derajat keasaman tanah, kadar C-organik, nitrogen, fosfor dan kalium tanah. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, dan mengambil sampel tanah di Kebun Percobaan Universitas Sunan Bonang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bio-slurry tidak berpengaruh signifikan terhadap derajat keasaman tanah (pH) tanah dan kandungan Nitrogen tanah. Namun aplikasi bio-slurry dapat meningkatkan kadar C-Organik tanah hingga dari 1,02% menjadi 2,46%. Bio-slurry dengan dosis 75 gr/polibag juga terbukti mampu meningkatkan kandungan kalium dan fosfor tanah. Fosfor tanah mengalami peningkatan hingga 72% akibat penambahan bio-slurry dan Kalium tanah meningkat hingga 180% dibandingkan tanpa bio-slurry.
Pembudidayaan Lebah Klanceng di Peternakan Azka Trigona Desa Jiwut, Kabupaten Blitar Kartikasari, Desi; Ihwanul Muslimin, Muhammad Abdul Irhas; Adina Putri, Desy Fadilah
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2023): RADIKULA - Desember 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/radikula.v2i2.3821

Abstract

Lebah klanceng (Trigona Sp.) termasuk lebah yang banyak dikembangbiakan secara tradisional di Indonesia. Namun produksi madu lebah klanceng masih tergolong rendah, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat harga madu klanceng lebih mahal dari madu lainnya. Penelitian dilakukan di Peternakan “Azka Trigona” Desa Jiwut, Kabupaten Blitar pada bulan mei-juni 2023. Tujuan penelitian untuk memperoleh informasi terkait budidaya lebah klanceng dan mengetahui tingkah laku lebah klanceng. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh ada 8 jenis lebah klanceng, diantaranya Tetragonula leaviceps, Tetrigona biroi, Heterotrigona itama, Tetragonula drescheri, Sundatrigona moorei, Geniotrigona thoracica, Lophotrigona caniform, dan Tetragonula Klanceng putih (Fotca). Lebah klanceng memiliki cara hidup eusosial seperti pada lebah Apis. Beberapa faktor yang mempengaruhi pembudidayaan lebah klanceng, diantaranya adalah habitat, suhu yang panas, jenis vegetasi (makanan), dan hama. Jenis vegetasi (sumber makanan) dari lebah klanceng yang paling banyak ditemukan adalah bunga air mata pengantin (Antigonon leptopus), dikarenakan bunga ini mudah dibudidayakan dan tidak terpengaruh oleh musim. Peternakan Azka Trigona juga memproduksi berbagai jenis olahan madu, diantaranya madu tawon, madu klanceng, madu levis, dan madu fermentasi dengan bawang lanang.
Interaksi antara Ekstrak Serai Wangi (Cymbopogon nardus L) dan Ekstrak Kayu Putih (Melaleuca leucadendra L) pada Hama Kutu Putih (Planococcus citri) di Kopi Robusta Nugroho, Setyo Andi; Rahmawati, Riza Dewi; Rosdiana, Eva; Ali, Fandyka Yufriza; Taufika, Ramadhan
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2024): RADIKULA - Desember 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/radikula.v3i2.5184

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar di Asia Tenggara, dan terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam. Produksi kopi Indonesia diperkirakan mencapai 794,8 ribu ton pada tahun 2022, dmeningkat sekitar 1,1% dari tahun sebelumnya. Rendahnya hasil panen disebabkan oleh lingkungan tumbuh, teknik budidaya, kesesuaian varietas, serta adanya hama dan penyakit. Kutu putih (Planococcus citri) merupakan hama pada tanaman kopi, umumnya merupakan serangga berukuran kecil, namun serangannya dapat menurunkan produktivitas tanaman kopi karena tingkat serangan hama yang relatif tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak serai wangi dan ekstrak kayu putih terhadap hama kutu putih (Planococcus citri). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 2 faktor dan 3 ulangan, Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak serai wangi dan ekstrak kayu putih efektif terhadap hama kutu putih dengan hasil mortalitas tercepat mencapai 100% kematian pada perlakuan P3K3 dengan waktu (72 jam). Dan setelah dilakukannya aplikasi berpangaruh sangat nyata terhadap nilai LT50 dengan waktu tercepat (25 jam).
Pengaruh Vernalisasi Umbi dan Konsentrasi Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Hasil Produksi TSS Bawang Merah (Allium ascolonicum L.) Varietas Biru Lancor Hartono, Aldia Safira; Moeljani, Ida Retno; Sulistyono, Agus
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2024): RADIKULA - Desember 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/radikula.v3i2.5336

Abstract

Produksi biji TSS di Indonesia menjadi masalah utama yang diakibatkan oleh kemampuan pembungaan dan pembentukan biji sangat rendah. Beberapa upaya yang dapat dilakukan guna menanggulangi masalah tersebut yakni dengan melakukan vernalisasi atau suhu dingin serta pemberian konsentrasi paclobutrazol. Tujuan penelitian mengetahui interaksi kombinasi antara vernalisasi dan konsentrasi paclobutrazol pada pertumbuhan dan hasil produksi TSS bawang merah. Penelitian ini dilakukan di Lahan Pertanian UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Padi dan Palawija, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metodologi penelitian disusun secara faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 taraf perlakuan, yaitu vernalisasi (kontrol, 8oC, 10oC dan 12oC) dan konsentrasi paclobutrazol (150 ppm, 200 ppm dan 250 ppm). Kombinasi perlakuan terbaik yaitu vernalisasi 12oC dan konsentrasi paclobutrazol 150 ppm memberikan hasil tertinggi pada berat basah brangkasan per-tanaman.
Pengaruh Tinggi Bedengan dan Dolomit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Hartono, Aldira Safira; Moeljani, Ida Retno; Santoso, Juli
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2024): RADIKULA - Desember 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/radikula.v3i2.5350

Abstract

Bawang merah mengalami peningkatan hasil produksi yang terus menerus. Penanaman bawang merah pada musim penghujan menjadi kendala bagi petani, karena bawang merah merupakan tanaman yang rentan terkena penyakit busuk akar disebabkan oleh genangan air dan tanah yang tidak optimal untuk bawang merah. Solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan menaikkan tinggi bedengan dan dolomit. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil yang optimal dari kombinasi perlakuan tinggi bedengan dan dolomit terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilakukan di Lahan Pertanian UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Padi dan Palawija, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian disusun melalui Rancangan Petak Terbagi (RPT) meliputi 2 faktor, yakni tinggi bedengan (tinggi bedengan 30 cm (kontrol), tinggi bedengan 40 cm, dan tinggi bedengan 50 cm) dan dolomit (0 ton/ha, 2,25 ton/ha, 4,5 ton/ha, dan 6,75 ton/ha. Variabel pengamatan yang digunakan adalah panjang tanaman, jumlah anakan per rumpun, dan berat kering tanaman.