cover
Contact Name
Afendi
Contact Email
afendihp51@gmail.com
Phone
+6282341386084
Journal Mail Official
jurnal.agro.fp.unsa@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakutas Pertanian, Universitas Samawa. lt 1., Kab. Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 84316
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Agroteknologi
Published by Universitas Samawa
ISSN : 28077369     EISSN : 28073835     DOI : -
Journal Agroteknolagi adalah journal yang terbit enam bulan sekali yaitu di bulan Januari dan Juli yang bergerak dalam bidang Imu Tanah, Budidaya tanaman, Pumuliyaan tanaman, Bioteknology, Konsevasi Tanah dan Air, Evaluasi Lahan, Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Agroteknogy Journal mengundang para akademisi dan pakar untuk menrbitkan naskah artikelnya baik berupa hasil penelitian maupun kajian mendalam.
Articles 48 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN MULSA BATANG PISANG (Musa paradisiaca) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA JENIS JAGUNG LOKAL SUMBAWA (Zea mays L.) DI LAHAN KERING Ahlun nazar; Heri Kusnayadi; Wening Kusumawardani
Jurnal Agroteknologi Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.211 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan mulsa batang pisang (Musa paradisiaca) terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa jenis jagung lokal Sumbawa (Zea mays L.) di lahan kering. Penelitian ini dilaksanakan di lahan milik petani di Desa Empang Atas Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dari bulan Mei sampai September 2019. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu Penggunaan mulsa batang pisang (M) dan Beberapa jenis jagung lokal Sumbawa (V) dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor mulsa batang pisang terdiri dari 3 taraf, yaitu : M0 = tanpa mulsa M1 = mulsa segar M2 = mulsa kering dan faktor beberapa jenis jagung lokal terdiri dari 2 taraf yaitu V1 = jagung jenis sudi dan V2 = jagung jenis putih. Hasil analisis menunjukan perlakuan tunggal beberapa jenis jagung lokal Sumbawa berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman dan perlakuan tunggal mulsa batang pisang (M) berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun. Faktor kombinasi maupun faktor tunggal Penggunaan mulsa batang pisang dan beberapa jenis jagung lokal Sumbawa di lahan kering tidak memberikan pengaruh nyata pada semua variabel pada parameter hasil produksi tanaman (Berat buah, berat tongkol, panjang tongkol, jumlah baris per tongkol, hasil per petak dan hasil per hektar).
APLIKASI TAKARAN GUANO BURUNG WALET DAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN BATUAN VULKANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN WIJEN (SESAMUM INDICUM L.) DI LAHAN KERING Ainun Mutmainna; Ikhlas Suhada; Ieke Wulan Ayu
Jurnal Agroteknologi Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.648 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk megetahuai pengaruh takaran guano burung walet dan pupuk organik cair berbahan batuan vulkanik terhadap tanaman wijen (Sesamum indicum. L) dilahan kering. Penelitian ini telah dilaksanakan dilahan kering Desa Moyo Mekar Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dari bulan Maret Sampai Juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu Penggunaan pupuk organik cair berbahan batuan vulkanik (S) dan guano burung walet (W) dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor pupuk organik cair berbahan batuan vulkanik terdiri dari 2 taraf, yaitu : S1= 5 liter/ ha S2 = 6 liter/ ha dan faktor guano burung walet terdiri dari 3 taraf yaitu W0 = tanpa guano burung walet W1= 10 ton/ ha dan W2 = 15 ton/ha. Hasil analisis menunjukan perlakuan tunggal takaran Guano burung walet berbeda nyata pada parameter jumlah polong pertanaman, jumlah biji per polong, berat polong per petak dan berat biji per petak dan perlakuan tunggal pupuk organik cair berbahan batuan vulkanik berbeda nyata pada parameter jumlah biji perpolong. Faktor kombinasi maupun faktor tunggal takaran guano burung walet dan pupuk organik cair berbahan batuan vulkanik di lahan kering tidak memberikan berbeda nyata pada semua parameter pertumbuhan(Tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang).
ANALISIS TANAH UNTUK INDIKATOR TINGKAT KETERSEDIAAN LENGAS TANAH DI LAHAN KERING KECAMATAN EMPANG Dewi Mutmainnah; Ieke Wulan Ayu; Ade Mariyam Oklima
Jurnal Agroteknologi Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.937 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik tanah akibat perubahan pola penggunaan lahan menjadi ladang jagung monokultur.Penelitian dilakukan di Desa Jotang dan Desa Ongko Kecamatan Empang selama bulan Maret-Mei 2020.Metode penelitian pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara semi struktur terhadap informan kunci, data primer dan sekunder. Pengamatan dilakukan berdasarkan pada satuan peta jenis tanah Kecamatan Empang, dan luas Desa Ongo dan Jotang serta pengambilan sampel tanah dilakukan dengan carapurposive sampling dan penentuan titik sampel dilakukan secara acak, dengan penentuan daerah kunci. Jarak antar titik pengamatan satu dengan titik pengamatan lainnya disesuaikan dengan kondisi wilayah survei.Contoh tanah diambil dari 2 macam keadaan penutupan lahan yakni, tegalan dan ladang.Setiap jenis penutupan diambil berdasarkan horizon minipit sehingga diperoleh 7 contoh tanah untuk dianalisis dilaboratorium. Analisis tanah mencakup sifat fisik tanah yaitu, Tekstur, Struktur, Berat Isi (BI), Berat Jenis (BJ), Permeabilitas dan Lengas tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisika tanah dari penggunaan lahan tegalan (JO 1 dan ONG 1) dan penggunaan lahan ladang (JO 2 dan ONG 2) memiliki kelas tekstur tanah lempung berliat dan lempung berpasir, struktur tanah berbentuk gumpal bersudut, gumpal membulat dan granular, berat isi tanah tergolong tinggi (1,53-1,69 g.cm3), berat jenis tergolong tinggi dengan kandungan mineral mika (2,05-2,20 g.cm3), permeabilitas sangat lambat sampai lambat (0,10-1,63 in/hr), dan lengas tersedia tergolong rendah (1,48-1,80 in/ft).
APLIKASI BEBERAPA DOSIS KOMPOS HAYATI DAN MULSA JERAMI PADI PADA TANAMAN KEDELAI EDAMAME (Glycine max L., Merr.) PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN Aifan Budiana; Wening Kusumawardani; Ieke Wulan Ayu
Jurnal Agroteknologi Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.548 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh kombinasi mulsa jerami padi dan aplikasi dosis kompos hayati terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame (Glycine max L., Merr.) di Lahan sawah tadah hujan. Untuk mengetahui pengaruh aplikasi dosis kompos hayati terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame (Glycine max L., Merr.) di lahan sawah tadah hujan. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan mulsa jerami padi pada pertumbuhan dan hasil kedelai edamame (Glycine max L., Merr.) di lahan sawah tadah hujan. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Batu Bulan Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa Nusa Tengara Barat (NTB). Penelitian ini telah dilakasakan dari bulan Juni sampai bulan Agustus 2020. Metode yang yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dan dilakukan di lahan percobaan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu pupuk kompos hayati (K) dan mulsa jerami padi (M). Dengan 6 perlaukan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 18 petak percobaan.Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis of variance (Anova) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian tentang pengaruh kombinasi pupuk kompos hayati dengan aplikasi mulsa jerami berbeda nyata pada parameter jumlah daun perlakuan K1 (kompos 4,5 kg/petak).Pemberian dosis kompos hayatidan mulsa jerami padi tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, berat tanaman per sampel, berat tanaman per petak, berat ton per hektar. Perlakuan kompos hayati yang di kombinasi dengan mulsa jerami KIM0 (kompos 4,5 kg/petak dan kombinasi tanpa mulsa) menunjukkan hasil tertinggi10,88 ton/ha.
PENGARUH BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK SILIKAT CAIR TERHADAP TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea Mays Saccharatasturt.L) DILAHAN KERING R Rohaniatun; Ade Mariyam Oklima; Ieke Wulan Ayu
Jurnal Agroteknologi Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.314 KB)

Abstract

Zea mays saccharata sturt. L yang biasa dikenal dengan nama jagung manis adalah tanaman yang banyak dimanfaatkan dalam bentuk produk jadi baik untuk sekala rumah tangga maupun industri. tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian beberapa dosis biochar sekam padi dan pupuk silikat cair terhadap tanaman jagung manis (zea mays saccharata sturt. l) dii lahan kering. Penelitian ini dilaksanakan di lahan kering di Desa Nijang Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB) pada bulan juli sampai bulan september 2018. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar sekam padi dosis 10 ton/ha (B1) memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 42, pada parameter jumlah daun umur 28 dan 42, parameter peubah hasil berat buah, berat tongkol, panjang tongkol, dan hasil perpetak. Sedangkan pada pemberian pupuk silikat cair pada pemberian dosis 3 liter/ha memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggii tanaman umur 28 dan 42, parameter jumlah daun pada umur 28 dan 42, parameter peubah hasil berat buah, berat tongkol, panjang tongkol, hasill perpetak dan hasil perhektar. Sedangkan pada perlakuan kombinasi biochar sekam padi dan pupuk silikat cair berbeda nyata pada perlakuan pemberian biochar sekam padi dan pupuk silikat cair dosis 10 ton/ha + 3 liter/ha (B1N1) pada parameter pengamatan tinggi tanaman umur 28 dan 42, parameter peubah hasil berat buah, berat tongkol,panjang tongkol, dan hasil perpetak
PENGARUH PENCAMPURAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG DENGAN PUPUK CAIR BATUAN SILIKAT PADA TANAMAN KEDELAI EDAMAME (Glycine max L Merril) DI LAHAN SALIN Ade Mariyam Oklima; Heri Kusnayadi; Nining Herlina
Jurnal Agroteknologi Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.224 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencampuran biochar tongkol jagung dengan pupuk cair batuan silikat pada tanaman kedelai edamame (Glycine max L Merril) di lahan salin. Penelitian dilaksanakan di Dusun Tahan Desa Baru Tahan Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dari bulan Maret sampai Juli 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu Biochar Tongkol Jagung (B) dan Pupuk Cair Batuan Silikat (S), masing-masing perlakuan diulang 3 kali.Faktor biochar tongkol jagung terdiri dari 3 taraf, yaitu : B0 = 0 % biochar tongkol jagung, B1 = 50 % biochar tongkol jagung atau 10 ton per hektar, B2 = 100 % biochar tongkol jagung atau 20 ton per hektar. Faktor pupuk cair batuan silikat terdiri dari 2 taraf yaitu S1 = 50 % pupuk silikat cairatau 1,5 liter per hektar, S2 = 100 % pupuk silikat cair atau 3 liter per hektar. Data dianalisis mengunakan Analisis Of Variance (ANOVA) uji lanjut BNJ pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pencampuran biochar tongkol jagung dengan pupuk cair batuan silikat memberikan tidak memberikan pengaruh yang nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman baik pada umur 7, 14, 21, 28, dan 35 hari setelah tanam (HST) tetapi hasil terbaik tinggi tanaman dan jumlah daun yaitu pada perlakuan B2S2 (biochar tongkol jagung 20 ton per hektar dengan pupuk cair batuan silikat 3 liter per hektar). Pengaruh pencampuran biochar tongkol jagung dengan pupuk cair batuan silikat memberikan pengaruh nyata pada peubah hasil tanaman baik pada perlakuan jumlah polong, jumlah polong berisi, berat polong pertanaman, berat 1 polong berisi per tanaman, hasil per petak dan hasil per hektar. Hasil terbaik peubah hasil tanaman baik pada perlakuan jumlah polong, jumlah polong berisi, berat polong pertanaman, berat 1 polong berisi per tanaman, hasil per petak dan hasil per hektar yaitu pada perlakuan B2S2 (biochar tongkol jagung 20 ton per hektar dengan pupuk cair batuan silikat 3 liter per hektar).
PERENCANAAN POLA TANAM BERDASARKAN LENGAS TANAH DALAM MENGHADAPI FENOMENA PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN SUMBAWA (STUDI KASUS DI DESA BERORA KECAMATAN LOPOK) Ieke Wulan Ayu; Heri Kusnayadi; Delinda Sepnizali
Jurnal Agroteknologi Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.335 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui neraca air wilayah, kondisi lengas tanah dan menentukan pola tanam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Agustus 2021, di lahan kering Desa Berora, Kecamatan Lopok Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode Evapotranspirasi Potensial (Eto) Model Penman Monteith (Cropwat 8.0) (Simulasi), Curah Hujan Efektif Metode SCS-USDA (Cropwat 8.0), Kebutuhan Air Tanaman: Model ThornwaitheMather(1957) dan Cropwat 8.0 dan Pola tanam (Cropwat 8.0). Hasil menunjukan bahwa didaerah penelitian memiliki 3 bulan basah (Januari-Maret) dan 8 bulan kering (April-November), dengan jumlah defisit air 479.1 mm/tahun dan jumlah surplus air adalah 211.1 mm/tahun. Kondisi lengas tanah tertinggi dilokasi penelitian adalah pada horizon Bw2 yaitu sebesar 21.42 cm dengan kedalaman 78-100 cm, sedangkan kondisi lengas tanah pada horizon Ap yaitu 19.23 % dengan kedalaman 0-62 cm dan horizon Bw1 sebesar 7,41 % dengan kedalaman 62-78 cm. Pola tanam yang efektif untuk diterapkan didaerah penelitian adalah kacang hijau-kacang hijau, karena memiliki tingkat gagal panen yang paling rendah.
PENGARUH PUPUK GRANULAR SILIKAT DENGAN PUPUK REKOMENDASI UMUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) DI LAHAN SAWAH IRIGASI TEKNIS Ikhlas Suhada; Wening Kusumawardani; Iddatul Fitri
Jurnal Agroteknologi Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.312 KB)

Abstract

Penelitian dengan judul pengaruh pupuk granular silikat dengan pupuk rekomendasi umum terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L) di lahan sawah irigasi teknis bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk granular silikat dan pupuk rekomendasi umum pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi di lahan sawah irigasi teknis. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Selante, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, NTB, dari bulan Maret - Juli 2021. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 Faktor yaitu Pupuk Granular Silikat (S) dan Pupuk Rekomendasi Umum (Urea + NPK) (R). Faktor S terdiri dari 3 taraf, yaitu S1= 0 kg/ha, S2=200 kg/ha, S3=300 kg/ha dan faktor R terdiri dari 3 taraf yaitu R1= 0 kg/ha, R2=350 kg/ha (200 kg/ha urea +150 kg/ha NPK), R3=400 kg/ha (250 kg/ha Urea + 150 kg/ha NPK). Perlakuan (S) memberikan pengaruhinyata pada peubah pertumbuhan dan peubah hasil dengan hasil tertinggi pada perlakuan S3. Perlakuan (R) berpengaruhinyata pada peubah pertumbuhan dan peubah hasil dengan hasil tertinggi pada perlakuan R3. Perlakuan kombinasi memberikan pengaruh nyata terhadap peubah pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman dan jumlah anakan maksimum) dan (peubah hasil) dengan hasil terbaik pada perlakuan S3R3, sedangkan perlakuan S3R2 memberikan pengaruh hasil terbaik pada peubah hasil (berat gabah per petak dan berat gabah per hektar)
PENGARUH PENGGUNAAN AIR DARI BEBERAPA JENIS KELAPA DAN TAKARAN GULA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT F0 JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus L) Wening Kusumawardani; Heri Kusnayadi; Maria Yosefina Bulu
Jurnal Agroteknologi Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.094 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan air dari beberapa jenis kelapa dan takaran gula pasir, terhadap pertumbuhan bibit F0 jamur tiram putih. Penelitian dilaksanakan di Usaha Mandiri Jamur Tiram Organik berlokasi di Desa Mapin Kebak Kec. Alas Barat Kab. Sumbawa, NTB, dari bulan Mei-Juni 2021. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor air beberapa jenis kelapa (K) dan takaran gula pasir (G). Faktor pertama air beberapa jenis kelapa terdiri 2 taraf percobaan yaitu K1 (air kelapa gading kuning), K2 (air kelapa hijau). Faktor kedua adalah takaran gula pasir (G) dengan 3 taraf percobaan yaitu G0 (0 gr/l), G1 ( 20 gr/l) G2 (40 gr/l), sehingga mendapatkan 6 perlakuan dengan 5 kali ulangan atau 30 satuan percobaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah; a) Perlakuan kombinasi air dari beberapa jenis kelapa (K) dan takaran gula pasir (G) memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap parameter ketebalan miselium miselium F0 di minggu ke-3 dengan rerata terpanjang pada kombinasi perlakuan K2G1 (air kelapa gading + takaran gula 20 gr/l). b) Perlakuan air dari beberapa jenis kelapa (K) memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap parameter ketebalan miselium F0 di minggu ke-3 dengan rerata tertinggi pada perlakuan K1 (air kelapa hijau). c) Pada kombinasi perlakuan air dari beberapa jenis kelapa (K) dan takaran gula pasir (G) tingkat kontaminasi miselium terendah adalah perlakuan kombinasi K1G0 (air kelapa hijau + gula pasir 0 gr/l) yaitu 20%
PENGARUH BEBERAPA DOSIS PUPUK GRANULAR SILIKAT DAN BERBAGAI SISTEM TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) DI LAHAN SAWAH IRIGASI TEKNIS Heri Kusnayadi; Ikhlas Suhada; Winda Meliani
Jurnal Agroteknologi Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.085 KB)

Abstract

Ketersediaan pupuk yang mengandung unsur hara yang berimbang saat ini sangat dibutuhkan oleh petani yang melakukan budidaya tanaman padi. Tujuan dari penelitian ini adalah: a) untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk granular silikat dan berbagai sistem tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi dilahan sawah irigasi teknis; b) untuk mengetahui pengaruh beberapa dosis pupuk granular silikat terhadap pertumbuhan dan produksi padi dilahan sawah irigasi teknis; c) untuk mengetahui pengaruh sistem tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi dilahan sawah irigasi teknis. Penelitian dilaksanakan di Desa Sepakat Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB) dari bulan Maret sampai Juli 2021. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu dosis pupuk granular silikat (P) dan sistem tanam (S) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Faktor pupuk granular silikat terdiri dari 4 taraf yaitu, P1 = Urea + NPK + KCL, P2 = Urea + NPK, P3 = Pupuk granular silikat 300 kg/ha, P4 = Pupuk granular silikat 150 kg/ha. Faktor sistem tanam terdiri dari 2 taraf yaitu S1 = Jajar legowo, S2 = Tegel. Uji lanjut yang digunakan adalah uji BNJ 5%. Hasil penelitian Pengaruh perlakuan kombinasi dosis pupuk granular silikat 300 kg/ha dan sistem tanam berbeda nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman padi (umur 30 dan 44 hst), dan pengaruh perlakuan kombinasi dosis pupuk granular silikat dan sistem tanam terhadap parameter peubah hasil jumlah anakan produktif berbeda nyata. Pengaruh perlakuan pupuk granular silikat 300 kg/ha terhadap parameter tinggi tanaman berbeda nyata pada umur 16, 30, 44 dan 58 hst. Pengaruh perlakuan pupuk granular silikat terhadap parameter jumlah anakan (batang) umur 16 dan 44 hst dan pengaruh peubah hasil jumlah anakan produktif tanaman padi berbeda nyata. Pengaruh perlakuan sistem tanam terhadap jumlah anakan tanaman padi berbeda nyata umur 30, 44, 58 hst. Pengaruh perlakuan sistem tanam terhadap paramater peubah hasil jumlah anakan produktif tanaman padi berbeda nyata. Pengaruh perlakuan sistem tanam terhadap parameter hasil per petak dan hasil per hektar berbeda nyata.