cover
Contact Name
Afendi
Contact Email
afendihp51@gmail.com
Phone
+6282341386084
Journal Mail Official
jurnal.agro.fp.unsa@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakutas Pertanian, Universitas Samawa. lt 1., Kab. Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 84316
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Agroteknologi
Published by Universitas Samawa
ISSN : 28077369     EISSN : 28073835     DOI : -
Journal Agroteknolagi adalah journal yang terbit enam bulan sekali yaitu di bulan Januari dan Juli yang bergerak dalam bidang Imu Tanah, Budidaya tanaman, Pumuliyaan tanaman, Bioteknology, Konsevasi Tanah dan Air, Evaluasi Lahan, Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Agroteknogy Journal mengundang para akademisi dan pakar untuk menrbitkan naskah artikelnya baik berupa hasil penelitian maupun kajian mendalam.
Articles 48 Documents
ANALISIS KETERSEDIAAN LENGAS TANAH TERHADAP WAKTU TANAM JAGUNG DAN KACANG TANAH DI LAHAN KERING DESA BERORA KECAMATAN LOPOK Ieke Wulan Ayu; Ade Mariyam Oklima; Dian Safitri
Jurnal Agroteknologi Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.814 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan lengas tanah dan menentukan waktu tanam jagung serta kacang tanah dengan menggunakan Cropwat 8.0. Penelitian ini dilaksanakan di lahan kering Desa Berora Kecamatan Lopok pada bulan Maret sampai Agustus 2021. Motode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara, data primer dan sekunder. Penentuan titik pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling dan penentuan titik sampel dilakukan secara acak. Contoh tanah yang diambil adalah contoh tanah terganggu untuk keperluan analisis tanah di laboratorium yaitu tekstur dan bahan organik (C-organik). Hasil penelitian menunjukkan horizon Ap dan Bw1 memiliki tekstur yang sama (pasir 76%, liat 0%, debu 24%) dengan kelas tekstur pasir berlempung, Bw2 (pasir 44%, liat 20%, debu 36%) dengan kelas tekstur lempung, C-organik pada horizon Ap (0,47 %), Bw1 (0,29 %), Bw2 (0,56 %) dengan kategori sangat rendah. Pada wilayah penelitian memiliki kadar lengas yang tergolong rendah (0,86 – 1,51 in/ft), nilai kejenuhan (40,7 – 41,3 %V), dan permeabilitas (0,41 – 4,87 in/hr). Penentuan tanggal tanam berdasarkan jumlah curah hujan. Penanaman jagung dan kacang tanah dengan skenario waktu tanam potensial dilakukan pada bulan November menunjukkan kebutuhan air yang tercukupi dengan hampir/tidak terjadinya reduksi hasil pada tanaman.
PENGARUH DOSIS PUPUKCAIR BATUAN SILIKAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADA BERBAGAI VARIETAS CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Ikhlas Suhada; Ieke Wulan Ayu; Fidya Widi Aprila
Jurnal Agroteknologi Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.811 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk cair batuan silikat pada pertumbuhan dan hasil berbagai varietas tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.).Penelitian ini telah dilaksanakan di Perumahan Bukit Indah, Jl. Rembulan Kelurahan Seketeng Kecamatan Sumbawa, dari bulan Februari sampai Juli 2021. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor yaitu pengaruh dosis pupuk cair batuan silikat (P) dan varietas cabai rawit (V) dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor dosis pupuk cair batuan silikat terdiri dari 2 taraf,yaitu : P1= 5 l/ha setara dengan 0,3 ml/tanaman P2= 6 l/ha setara dengan 0,4 ml/tanaman dan faktor varietas terdiri dari 3 taraf, yaitu : V1= Varietas cabai rawit Rinta F1 Bintang Asia V2= Varietas cabai rawit SRET Bintang Asia V3= Varietas cabai rawit Dewata 43 F1. Data dianalisis menggunakan Analisis Of Variance (ANOVA) uji lanjut BNT taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis pupuk cair batuan silikat 5 l/ha(0,3ml/tanaman) berbeda nyata pada parameter berat 100 buah cabai pada kombinasi dosis pupuk cair batuan silikat terhadap varietas tanaman cabai rawit dan varietas tanaman cabai rawit, dan pengaruh dosis pupuk cair batuan silikat tidak berbeda nyata pada parameter jumlah cabang utama dan waktu mulai berbunga.
EFEKTIVITAS BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK CAIR BATUAN SILIKAT PADA PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA L) DI LAHAN KERING DESA BARU TAHAN KECAMATAN MOYO UTARA Heri Kusnayadi; Ade Mariyam Oklima; Sulastri Sulastri
Jurnal Agroteknologi Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.752 KB)

Abstract

Kacang hijau varietas Sampeong merupakan varietas lokal Sumbawa, yang telah ditetapkan menjadi varietas unggul nasional berdasarkan (SK Mentan, 2003). Produksi kacang hijau varietas Sampeong di Kabupaten Sumbawa masih dapat ditingkatkan karena masih dibawah potensi atau daya hasil yaitu, dapat mencapai 1,80 ton/ha. Faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan produksi kacang hijau yaitu produktivitas kacang hijau per hektar rendah, adanya alih fungsi lahan pertanian untuk produksi jagung serta harga yang fluktuatif. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktifitas kacang hijau varietas Sampeong yaitu dengan penambahan bahan organik seperti biochar sekam padi dan melakukan pemupukan yaitu dengan menambahkan pupuk cair batuan silikat pada lahan pertanian kacang hijau. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui efektifitas biochar sekam padi dan pupuk cair batuan silikat pada pertumbuhan serta hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L) di lahan kering. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Baru Tahan Kecamatan Moyo Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dari bulan Maret sampai Juni 2021. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 Faktor yaitu biochar sekam padi (B) dan dosis pupuk cair batuan silikat (P), masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor biochar sekam padi terdiri dari 2 taraf, yaitu B1= 20 ton/ha, B2 = 30 ton/ha. Faktor dosis pupuk cair batuan silikat terdiri dari 3 taraf yaitu P0 = Tanpa aplikasi pupuk cair batuan silikat, P1 = 3 l/ha, P2 = 4 l/ha. Perlakuan tunggal biochar sekam padi B1 (20 ton/ha) memberikan pengaruh nyata pada parameter pengamatan jumlah polong pertanaman (14 buah) lebih rendah dibanding dengan deskripsi kacang hijau varietas Sampeong (16 buah). Pupukcair batuan silikat (4 l/ha)memberikan pengaruh nyata pada parameter pengamatan jumlah polong (17 buah) lebih tinggi dibandingkan dengan deskripsi kacang hijau varietas Sampeong (16 buah). Tidak terdapat pengaruh nyata antara kombinasi biochar sekam padi danpupuk cair batuan silikat pada pertumbuhan (tinggi tanaman dan jumlah daun) dan hasil (jumlah polong, hasil perpetak dan hasil perhektar). Perlakuan kombinasi B1P2 (biochar sekam padi 20 ton/ha dan pupuk cair batuan silikat dosis 4 liter/ha) lebih efektif pada pertumbuhan serta hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiataL) di lahan kering.
PENGARUH INTERVAL PENYIRAMAN DAN PEMBERIAN BEBERAPA JENIS PUPUK LAMBAT TERSEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KURMA (Pheonix dactylifera L.) Ade Mariyam Oklima; Ikhlas Suhada; Anisa Herviana
Jurnal Agroteknologi Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.016 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval penyiraman dan pemberian beberapa jenis pupuk lambat tersedia terhadap pertumbuhan bibit kurma (Phoenix dactylifera L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret sampai mei 2021. Penelitian ini dilaksanakan di Perumahan Bukit Indah, Jl. Rembulan, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa Kabupaten Sumbawa Besar. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yaitu interval penyiraman (A) dan pemberian beberapa jenis pupuk lambat tersedia (B). Dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Hasil pengamatan dianalisis dengan analisis of varian (Anova) pada uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5 %. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar dan berat basah tanaman. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengaruh kombinasi antara interval penyiraman (A) dan pemberian beberapa jenis pupuk lambat tersedia (B) terhadap pertumbuhan bibit kurma berbeda nyata pada parameter berat tanaman terhadap perlakuan (A2B2). Sedangkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar tidak berbeda nyata terhadap semua kombinasi perlakuan. Pengaruh interval penyiraman (A) terhadap pertumbuhan bibit kurma tidak berbeda nyata terhadap semua perlakuan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar dan berat tanaman. Dan perlakuan pemberian beberapa jenis pupuk lambat tersedia (B) terhadap pertumbuhan bibit kurma tidak berbeda nyata terhadap semua perlakuan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar dan berat tanaman. Kata Kunci: Bibit Kurma, Interval Penyiraman, dan Pupuk Lambat Tersedia.
PENERAPAN BIOTEKNOLOGI PAKAN TERNAK DENGAN PENAMBAHAN SILIKAT CAIR (SIO2) PLUS SEBAGAI FEED SUPLEMENT UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KAMBING PERANAKAN ETTAWA Cecep Budiman; Ahmad Yani
Jurnal Agroteknologi Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.959 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan bioteknologi pakan ternak dengan penambahan feed supplement silikat cair (SiO2) plus dapat berpengaruh terhadap produktivitas kambing Peranakan Ettawa, untuk mengetahui penambahan feed suplement dalam pakan berbahan dapat meningkatkan produktivitas kambing Peranakan Ettawa dan untuk mengetahui penerapan teknologi nano dan feed suplemen dalam pakan dapat meningkatkan produktivitas kambing Peranakan Ettawa. Penelitian ini dilaksanakan di desa Moyo Mekar, Kecamatan Moyo Hilir, kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 kelompok sehingga kambing yang digunakan berjumlah 16 ekor Keempat perlakuan ransum tersebut adalah sebagai berikut T0= Pakan gamal dan Lamtoro (Kontrol), T1= gamal dan Lamtoro + 2,5 silikat cair plus, T2= gamal dan Lamtoro + 5% silikat cair plus, dan T3= gamal dan Lamtoro + 7,5% silikat cair plus. Hasil penelitian menunjukkan penerapan bioteknologi pakan ternak dengan penambahan Silikat Cair SiO2 Plus plus sebagai feed suplement dapat meningkatkan feed efisiensi, menurunklan feed konversi, peningktan bobot badan, dan penurunan konsumsi pakan pada kambing Peranakan Ettawa . Kata kunci : Bioteknologi Pakan, Silikat Cair (SiO2) plus, Feed Suplement, Produktivitas, Kambing Peranakan Ettawa.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR BIO SUGIH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS (Brassica oleracea L.) Wening Kusumawardani; Ade Mariyam Oklima; Henny Kusumawati
Jurnal Agroteknologi Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.839 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh aplikasi pupuk Bio Sugih terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis (Brassica oleracea L.). Penelitian ini mengggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 1 faktor, yaitu faktor konsentrasi pupuk Bio Sugih (P) dengan 4 (tiga) perlakuan yang diulang 3 (tiga) kali dan dikombinasikan sehingga terdapat 12 petak percobaan. Data hasil pengamatan dilapangan dilanalisa menggunakan Analisis ragam pada taraf nyata 5%. Uji lanjut menggunakan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi pupuk Bio Sugih tidak berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter krop, berat krop per tanaman dan berat krop per petak. Perlakuan kombinasi terbaik yaitu terdapat pada perlakuan P1 = 20 liter/Ha (Setara dengan 0,8 ml/tanaman ? 8 ml/petak).
IDENTIFIKASI JARAK TANAM DAN PEMANGKASAN TERHADAP HASIL KOPI ROBUSTA DI DESA BATU ROTOK Wening Kusumawardani; Heri Kusnayadi; Asaruddin Asruddiin
Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.648 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor produksi kopi robusta yaitu jarak tanam dan pemangkasan di Desa Batu Rotok. Batasan masalah penelitian yaitu, bahwa penelitian hanya dilakukan terhadap jenis kopi robustadi Desa Batu Rotok Kecamatan Batulanteh dan hanya mengidentifikasi faktor jarak tanam dan pemangkasan. Lokasi penelitian dipilih dengan menggunakan prosedur purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 32 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% responden menggunakan jarak tanam yang tidak sesuai dengan anjuran pemerintah. Produktivitas kopi robusta tertinggi dicapai oleh penggunaan jarak tanam 3 x 3 m, dengan petani pelaksana terbanyak yaitu 13 orang (41% responden). Pemangkasan terbaik yaitu 2 kali setahun, dilakukan oleh 27 orang responden (84% responden) yang memberikan produktivitas tertinggi 0.91 ton/ha pada rata-rata luas lahan 1.43 ha.
PENGARUH KONSENTRASI PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS (AIR LERI) DAN GULA MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus L.) DI DATARAN RENDAH Mahdalena Mahdalena; Ieke Wulan Ayu; Ade Mariyam Oklima
Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.693 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pemberian air cucian beras (air leri) dan gula merah pada pertumbuhan dan produksi jamur tiram putih (pleurotus ostreatus di dataran rendah. penelitian dilaksanakan didataran rendah pesisir Desa Gontar Baru Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat pada bulan Februari sampai Juni 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama adalah air cucian beras/ air leri (L) dan faktor kedua Gula merah (G). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor air leri terdiri dari 3 taraf, yaitu: L0 = 0% air leri, L1 = 60% air leri dan L2 = 80% air leri. Faktor gula merah terdiri dari 3 taraf, yaitu: G0= 0% gula merah, G1= 20% gula merah, G2= 40% gula merah. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pemberian konsentrasi air leri 80%+gula merah 40% memberikan pengaruh nyata terhadap parameter waktu munculnya pinhead (hsp) pada seluruh panen. Perlakuan L2G0 yaitu air leri 80%+gula merah 0% berpengaruh pada parameter berat buah segar (gram) pada panen ketiga. Perlakuan L1G0 yaitu air leri 60%+gula merah 0% memberikan pengaruh nyata terhadap parameter lebar tudung (cm) jamur tiram putih pada panen pertama. Pada parameter jumlah badan buah tidak terdapat pengaruh nyata pada seluruh waktu panen.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME (Glycine max L. Merr)DENGAN PEMBERIAN LIMBAH ABU SEKAM PADI dan HAYATI KOMPOS DILAHAN KERING pada MUSIM HUJAN Sakinah Maulidya; Ade Mariyam Oklima; Heri Kusnayadi
Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.211 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah abu sekam padi dan hayati kompos terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame (Glycine max L. Merr) di lahan kering pada musim hujan. penelitian dilaksanakan dilahan tegalan Desa Karang Dima Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara geografis terletak pada titik koordinat 8°28'06.2"S 117°22'32.2"E pada bulan Januari sampai Mei 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama adalah limbah abu sekam padi (A) dan faktor kedua hayati kompos (K). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor limbah abu sekam padi terdiri dari 2 taraf, yaitu: A0= 0 kg abu sekam padi, A1= 4,5 kg per petak abu sekam padi . faktor hayati kompos terdiri dari 3 taraf, yaitu: K0= 0 kg per petak hayati kompos, K1= 4,5 kg per petak hayati kompos, K2= 9 kg per petak hayati kompos. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pemberian limbah abu sekam padi dengan hayati kompos tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi dan jumlah daun tanaman baik umur 10, 20, 30, 40 hari setelah tanam (HST) tetapi, hasil terbaik tinggi dan jumlah daun yaitu pada perlakuan A0K2 (tanpa abu sekam padi dengan 4,5 per petak hayati kompos). Perlakuan A1K0 (4,5 kg per petak abu sekam padi dengan tanpa hayati kompos) berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah polong berisi per petak, berat polong berisi per tanaman, berat per petak, berat per hektar.
RESPON TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogea L) TERHADAP PENGGUNAAN SEKAM PADI DAN PUPUK ORGANIK CAIR ORRIN DILAHAN KERING DESA PELAT PADA MUSIM HUJAN Lukman Nulhakim; Heri Kusnayadi; Ikhlas Suhada
Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.125 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh perlakuan kombinasi antara sekam padi dan pupuk organik cair orrin terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah di lahan kering pada musim hujan. Penelitian dilaksanakan dilahan kering Desa Pelat Kecamatan Unter Iwes Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari – Mei 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama adalah sekam padi (B) dan faktor kedua pupuk organik cair orrin (S). Masing – masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor sekam padi terdiri dari dua taraf, yaitu: B1= 10 ton/ha sekam padi, B2= 20 ton/ha sekam padi. Faktor pupuk organik cair orrin terdiri dari 3 taraf yaitu B0= tanpa pupuk organik cair orrin, B1= 4 liter/ha pupuk organik cair orrin, B2= 5 liter/ha pupuk cair batuan silikat. Data analisis menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan perlakuan kombinasi pemberian sekam padi dengan pupuk organik cair orrin tidak memberikan pengaruh nyata terhadap peubah pertumbuhan tinggi tanaman kacang tanah pada semua umur dan peubah hasil. Perlakuan tunggal pemberian sekam padi memberikan pengaruh nyata terhadap peubah hasil yaitu jumlah polong berisi per tanaman, berat polong berisi per petak dan berat panen per hektar. Perlakuan tunggal pemberian pupuk organik cair orrin memberikan pengaruh nyata terhadap peubah pertumbuhan tinggi tanaman umur 21 HST dan peubah hasil jumlah polong berisi per tanaman, berat 100 biji dan berat panen per hektar.