cover
Contact Name
Afendi
Contact Email
afendihp51@gmail.com
Phone
+6282341386084
Journal Mail Official
jurnal.agro.fp.unsa@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakutas Pertanian, Universitas Samawa. lt 1., Kab. Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 84316
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Agroteknologi
Published by Universitas Samawa
ISSN : 28077369     EISSN : 28073835     DOI : -
Journal Agroteknolagi adalah journal yang terbit enam bulan sekali yaitu di bulan Januari dan Juli yang bergerak dalam bidang Imu Tanah, Budidaya tanaman, Pumuliyaan tanaman, Bioteknology, Konsevasi Tanah dan Air, Evaluasi Lahan, Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Agroteknogy Journal mengundang para akademisi dan pakar untuk menrbitkan naskah artikelnya baik berupa hasil penelitian maupun kajian mendalam.
Articles 52 Documents
PENGARUH JENIS MULSA DAN PUPUK ORGANIK CAIR SILIKAT DALAM BUDIDAYA TANAMAN SEMANGKA (Citrullus lanatus) DI LAHAN KERING Satrio Pratama, Anang; Suhada, Ikhlas; Mariyam Oklima, Ade
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mulsa dan pupuk organik cair silikat dalam budidaya tanaman semangka (Ciitrullus lanatus) di lahan kering. Penelitian ini dilaksanakan di lahan kering Dusun Bage Tango Desa Lopok Keamatan Lopok Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat pada bulan Mei sampai Juli 2024. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama adalah mulsa (M) dan faktor kedua pupuk silikat cair (P). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor mulsa terdiri dari 3 jenis, yaitu: M0= Tanpa Mulsa, M1= Mulsa Plastik, M2= Mulsa Organik, faktor pupuk terdiri dari 3 taraf yaitu: P0= 5 Liter Per Hektar Pupuk Silikat Cair, P1= 10 Liter Per Hektar Pupuk Silikat Cair, P2= 15 Liter Per Hektar Pupuk Silikat Cair. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan Perlakuan interaksi mulsa (M) dengan pemberian pupuk silikat cair (P) berpengaruh tidak nyata terhadap panjang tanaman, jumlah cabang produktif, dan jumlah buah pada tanaman semangka, tetapi berpengaruh nyata terhadap bobot buah yakni pada perlakuan M1P1 (Mulsa Plastik dan Dosis Pupuk 10 Liter Per Hektar) dan diameter buah pada perlakuan M2P2 (Mulsa Organik dan Dosis Pupuk 15 Liter Per Hektar).
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR BATUAN SILIKAT DAN MULSA JERAMI PADI PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BLEWAH (Cucumis Melo Var. Cantalupensis L.) DI DESA LAPE, KAB. SUMBAWA Sajawagus, Aldo; Wulan Ayu, Ieke; Suhada, Ikhlas
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair batuan silikat dan mulsa jerami padi pada pertumbuhan dan hasil tanaman blewah (cucumis melo var. cantalupensis l.). Penelitian dilaksanakan dilahan sawah Desa Lape Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada bulan Mei sampai Agustus 2024. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama adalah pupuk cair batuan silikat (S) dan faktor kedua Mulsa Jerami (M). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor pupuk cair batuan silikat terdiri dari 2 taraf, yaitu: P1= 5 liter/ha pupuk cair batuan silikat, P2= 10 liter/ha pupuk cair batuan silikat. Mulsa terdiri dari 3 taraf, yaitu: M0= tanpa mulsa, M1= mulsa 7,5 cm, M2= mulsa 10 cm. Data dianalisis menggunakan analisis varians (Anova) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk cair batuan silikat dengan mulsa jerami padi memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi baik umur 14, 28 hari setelah tanam (HST) dan memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman pada umur 14, 21 hari setelah tanam (HST). Tetapi hasil terbaik tinggi tanaman dan jumlah daun pada kombinasi S2M2 (Ketebalan Mulsa jerami padi 10 cm dengan 10 liter/ha pupuk cair batuan silikat). Kombinasi S2M2 (Ketebalan Mulsa jerami padi 10 cm dengan 10 liter/ha pupuk cair batuan silikat) berpengaruh tidak nyata terhadap parameter jumlah buah per sampel (buah), bobot per buah (kg), dan bobot buah per plot (kg).
EFEKTIFITAS PEMBERIAN MULSA JAGUNG DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP HASIL EDAMAME (Glycine max L. Merril ) DI LAHAN KERING. Elsani, Walufi; Kusumawardani, Wening; Mariyam Oklima, Ade
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mulsa serasah jagung dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame (Glycine Max L, Merr) di lahan kering. Penelitian ini dilaksanakan Di Desa Kalabeso Kecamatan Buer Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama adalah mulsa serasah jagung (M) dan faktor kedua pupuk kandang ayam (K). Masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 3 kali. Faktor mulsa serasah jagung terdiri dari 2 taraf, yaitu: M0= tanpa mulsa serasah jagung, M1= adanya mulsa serasah jagung. Faktor pupuk kandang ayam terdiri dari 3 taraf yaitu, K0=tanpa pupuk kandang ayam, K1= 9kg/petak pupuk kandang ayam, K2=18kg/petak pupuk kandang ayam. Data analisis menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan pengaruh penggunaan mulsa serasah jagung dan pupuk kandang ayam tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman baik umur 10,20,30 dan 40 hari setelah tanam (HST), tetapi, hasil terbaik tertinggi tanaman dan jumlah daun yaitu pada perlakuan M1K2 (adanya mulsa serasah jagung dan 18kg/petak pupuk kandang ayam) dengan ukuran petak 3 m x 3 m. Perlakuan M0K2 ( tanpa mulsa serasah jagung dan18kg/petak pupuk kandang ayam) berpengaruh nyata terhadap peubah jumlah polong berisi dan jumlah polong pertanaman, M1K2 (adanya mulsa serasah jagung dan 18kg/petak pupuk kandang ayam) berpengaruh nyata terhadap peubah berat polong berisi, berat 1 polong berisi, berat per petak dan berat per hektar.
PENGARUH MEDIA TANAM DAN PESTISIDA NABATI TERHADAP SERANGAN HAMA DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) SECARA HIDROPONIK Wilardi Marwiansyah, Andhi; Kusnayadi, Heri; Kusumawardani, Wening
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tanam dan pestisida nabati terhadap serangan hama dan produksi tanaman selada (Lactuca Sativa L.). Lokasi penelitian bertempat di Jl. lintas Sumbawa Tano, Karang Dima, Labuhan Badas, Nusa Tenggara Barat. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama media tanam, faktor kedua pestisida nabati masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Faktor media tanam terdiri dari dua tarap media spons (M1) dan media sekam bakar (M2). Faktor pestida nabati terdiri dari tiga taraf yaitu pestisida daun mimba (P1), pestisida kunyit (P2) dan tanpa pestisida nabati (P0). Analisis data menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Perlakuan tunggal penggunaan media tanam menunjukkan hasil yang berbeda nyata. Hasil terbaik terletak pada media sekam bakar, pada semua peubah pertumbuhan tanaman. Perlakuan tunggal penggunaan pestisida nabati menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap peubah tinggi tanaman (cm) umur 14, 21, 28, dan 35 hari setelah pindah tanam (HSPT), hasil terbaik terletak pada perlakuan pestisida daun mimba (P1). Pada parameter jumlah daun menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada umur 28 namun tidak berbeda nyata pada umur 7, 14, 21, dan 35 HSPT, dan Perlakuan kombinasi media tanam dengan pestisida nabati memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap semua peubah pertumbuhan dan hasil tanaman. Hasil terbaik terletak pada perlakuan kombinasi antara media tanam sekam bakar dengan pestisida nabati kunyit (M2P2).
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SILIKAT CAIR DAN MULSA TERHADAP HASIL PRODUKTIVITAS KEDELAI EDAMAME DI LAHAN SAWAH DESA LAPE Ramdani, Aan; Wulan Ayu, Ieke; Mariyam Oklima, Ade
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk silikat cair dan mulsa terhadap hasil dan produktivitas kedelai edamame di lahan sawah desa lape. penelitian dilaksanakan dilahan sawah Desa Lape Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada bulan April sampai Juli 2024. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama adalah pupuk silikat cair (P) dan faktor kedua Mulsa (M). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor pupuk silikat cair terdiri dari 2 taraf, yaitu: P1= 4 liter/ha pupuk silikat cair, P2= 6 liter/ha pupuk silikat cair. Mulsa terdiri dari 3 taraf, yaitu: M0= tanpa mulsa, M1= mulsa 7 cm, M2= mulsa 9 cm. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tunggal mulsa M0 (tanpa mulsa) memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap pertumbuhan tinggi pada umur 17 hari setelah tanam (HST) dan jumlah daun pada umur 17 dan 24 hari setelah tanam (HST). Kombinasi P1M0 (4 liter/ha pupuk silikat cair dan tanpa mulsa) memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi pada umur 17 dan 24 hari setelah tanam (HST) dan memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun kombinasi P2M0 (6 liter/ha pupuk silikat cair dan tanpa mulsa) pada umur 17, 24, dan 31 hari setelah tanam (HST). Kombinasi P2M2 (6 liter/ha pupuk silikat cair dan mulsa 9 cm) memberikan hasil yang terbaik terhadap parameter jumlah polong berisi per petak, berat polong per petak, berat polongper hektar.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI DI LAHAN SAWAH Suryadi, Suryadi; Mariyam Oklima, Ade; Wulan Ayu, Ieke
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian biochar sekam padi dan dosis pupun NPK pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi dilahan sawah. Untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar sekam padi pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi dilahan sawah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Jorok Kecamatan Unteriwis Kabupaten Sumbawa Nusa Tengara Barat (NTB). Penelitian ini telah dilakasakan dari bulan April sampai bulan Juni 2020. Metode yang yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dan dilakukan di lahan percobaan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (SPLITPLOT DSIGEN) Faktorial dengan 2 faktor yaitu Biochar Sekam Padi (B) dan Dosis Pupuk NPK (P). Dengan 9 perlaukan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 27 petak percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis of variance (Anova) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian tentang pengaruh kombinasi pemberian biochar sekam padi dan dosis pupuk NPK tidak berbeda nyata pada semua variabel penelitian.
PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN DASAR BATUAN VULKANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Vigna radiata L) DI KECAMATAN LENANGGUAR Diaz Oktaviani, Nina; Kusumawardani, Wening; Wulan Ayu, Ieke
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitiian ini yaitu untuk mengetahuipengaruh kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk organik cair pada pertumbuhan dan produksi kacang hijau di Desa Lenangguar Kecamatan Lenangguar Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dari bulan maret sampai juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 Faktor Yaitu Dosis Pupuk Kandang Sapi (B) dan Dosis pupuk organik cair (P), masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor Dosis pupuk kandang sapi terdiri dari 2 taraf yaitu : B1= 30 ton/ha, B2 = 40 ton/ha. Faktor Dosis pupuk organik cair terdiri dari 3 taraf yaitu P0 = Tanpa pemberian pupuk organik cair, P1 = 2 l/ha, P2 = 4 l/ha. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi dosis pupuk kandang sapi dan pupuk organik cair memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun umur 45 hari setelah tanam, dan jumlah polong pertanaman.Perlakuan tunggal dosis pupuk kandang sapi memberikan pengaruh tidak berbeda nyata pada parameter (hasil per petak dan per hektar).Perlakuan tunggal dosis pupuk organik cair memberikan pengaruh berbeda nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah polong pertanaman.
PENDUGAAN LAJU INFILTRASI DAN SIFAT TANAH PADA POLA TANAM YANG BERBEDA DI LAHAN KERING KECAMATAN ALAS BARAT Andayani, Novi; Mariyam Oklima, Ade; Kusnayadi, Heri
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk menduga laju infiltrasi dan sifat tanah pada pola tanam yang berbeda di lahan kering Kecamatan Alas Barat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan teknik survei.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif dengan metode yang digunakan dalam pendugaan adalah metode survei dan perhitungan laju infiltrasi pada lahan kering yang mana di setiap lokasi penelitian memiliki pola tanam yang berbeda yaitu padi-bero-bero dan jagung- bero-bero. Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis laju infiltrasi dengan dengan menggunakan metode Horton, analisis tanah diantaranya tekstur, C-organik, dan porositas yang mana dilakukan di laboratorium. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa laju infiltrasi tertinggi berada pada lokasi P2 (padi) yaitu sebesar 83,58 mm/jam dengan volume 52,41 cm³, hal ini dikarenakan pada lokasi tersebut memiliki porositas yang tinggi dan memiliki tekstur tanah lempung berpasir serta kandungan bahan organik yang sedang. Sedangkan laju infiltrasi terendah berada pada P1 (jagung) yaitu sebesar 65,19mm/jam dengan volume 64,32 cm³, hal ini dikarenakan lokasi tersebut memiliki tekstur tanah lempung dan kandungan bahan organik yang rendah.
PENGARUH TEKNIK OLAH TANAH DAN APLIKASI PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DI LAHAN TEGALAN Saefuddin, Saefuddin; Mariyam Oklima, Ade; Kusnayadi, Heri
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL AGROTEKNOLOGI
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik olah tanah dan aplikasi pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah dilahan tegalan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama adalah teknik olah tanah(T) dan faktor kedua pupuk kandang sapi (P). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor teknik olah tanah terdiri dari 3 taraf yaitu: T0=tanpa olah tanah, T1=olah tanah minimum, T2=olah tanah sempurna. Pupuk kandang sapi terdiri dari 2 taraf yaitu: P1= pupuk kandang sapi 15 ton/ha, P2=30 ton/ha. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tunggal tanpa olah tanah (T) memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap pertumbuhan tinggi pada umur 21 dan 28 hari setelah tanam (HST) dan tipada umur 14.Kombinasi T0P2 (tanpa olah tanah dan pupuk kandang sapi 30 ton/ha) memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah polong per tanaman dan berat 100 polong
PENGARUH PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS MULSA DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum Lycopersicum) VARIETAS COMODOR F1 Sapriadi, Sapriadi; Suhada, Ikhlas; Mariyam Oklima, Ade
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL AGROTEKNOLOGI
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan beberapa jenis mulsa dan dosis pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum) varietas Comodor F1. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025 di Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis mulsa (tanpa mulsa, mulsa jerami, dan mulsa plastik hitam perak) serta dosis pupuk organik cair batuan silikat (5,4 ml/bedeng dan 7,6 ml/bedeng). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan beberapa jenis mulsa berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman, khususnya pada jumlah daun umur 40 hari setelah pindah tanam (HSPT). Perlakuan mulsa plastik hitam perak cenderung menghasilkan jumlah daun dan berat buah lebih tinggi dibandingkan tanpa mulsa maupun mulsa jerami, karena kemampuannya menjaga kelembapan serta stabilitas suhu tanah. Sementara itu, dosis pupuk organik cair batuan silikat menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil, meskipun dosis 8 L/ha menunjukkan kecenderungan pertumbuhan lebih baik dibandingkan dosis 6 L/ha. Kombinasi perlakuan antara jenis mulsa dan dosis pupuk organik cair juga tidak menunjukkan interaksi yang signifikan terhadap pertumbuhan maupun hasil tanaman tomat. Secara umum, penggunaan mulsa plastik hitam perak memberikan pengaruh paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat varietas Comodor F1 di lokasi penelitian, sedangkan peningkatan dosis pupuk organik cair batuan silikat belum memberikan hasil optimal pada fase vegetatif.