cover
Contact Name
Afendi
Contact Email
afendihp51@gmail.com
Phone
+6282341386084
Journal Mail Official
jurnal.agro.fp.unsa@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakutas Pertanian, Universitas Samawa. lt 1., Kab. Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 84316
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Agroteknologi
Published by Universitas Samawa
ISSN : 28077369     EISSN : 28073835     DOI : -
Journal Agroteknolagi adalah journal yang terbit enam bulan sekali yaitu di bulan Januari dan Juli yang bergerak dalam bidang Imu Tanah, Budidaya tanaman, Pumuliyaan tanaman, Bioteknology, Konsevasi Tanah dan Air, Evaluasi Lahan, Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Agroteknogy Journal mengundang para akademisi dan pakar untuk menrbitkan naskah artikelnya baik berupa hasil penelitian maupun kajian mendalam.
Articles 52 Documents
APLIKASI PUPUK KANDANG SAPI DAN MULSA JERAMI DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN EDAMAME (Glycine max L Merr) Wulan Ayu, Ieke; Mariyam Oklima, Ade; Andika, Rifal
Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kororan sapi dan mulsa Jerami terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame (Glycine max L. Merr). Penelitian ini dilaksanakan di lahan tegalan Desa Moyo kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat pada bulan April sampai Juni 2023. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama adalam pupuk kandang sapi (S) dan faktor kedua mulsa jerami (M). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor pupuk kandang kotoran sapi terdiri dari 3 taraf, yaitu S0=0 kg pupuk kandang kotoran sapi, S1=18 kg/petak pupuk kandang kotoran sapi dan S2= 27 kg/petak pupuk kandang Kotoran sapi. Faktor mulsa jerami terdiri dari 3 taraf, yaitu: M0=0 kg/petak mulsa jerami, M1=5,4 kg/petak mulsa jerami dan M2=7,2 kg/petak mulsa jerami. Data analisis menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan pengaruh pemberian pupuk kandang kotoran sapi dengan mulsa jerami memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman pada umur 20,30 dan 40 hari setelah tanam (HST). Hasil terbaik jumlah daun yaitu pada perlakuan S1M2 (18 kg/petak pupuk kandang kotoran sapi dengan 7,2 kg/petak mulsa jerami). Perlakuan S2M2 (27 kg/petak pupuk kandang kotoran sapi dengan 7,2 kg/ petak mulsa jerami) berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah polong per tanaman dan berat satu polong berisi per tanaman. Perlakuan S2M1 (27 kg/petak pupuk kandang kotoran sapi denagn 5,4 kg/petak mulsa jerami) memberikan hasil per hektar (5.56 ton/ha).
EFEKTIFITAS PEMBERIAN PUPUK SILIKAT CAIR DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) DI LAHAN KERING Mariyam Oklima, Ade; Kusnayadi, Heri; Kusumawardani, Wening; Supardi, Supardi
Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan kombinasi antara pupuk silikat cair dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis di lahan kering. Penelitian dilaksanakan dilahan kering Desa Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat, dari bulan Juni – September 2023. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama adalah pupuk silikat cair (S) dan faktor kedua pupuk kandang sapi (K). Masing – masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor silikat cair terdiri dari tiga taraf, yaitu: S0 = Tanpa silikat cair, S1= 8 liter/hektar (7,2 ml/petak), dan S2= 10 liter/hektar (9 ml/petak). Faktor pupuk kandang sapi terdiri dari 3 taraf yaitu K0= tanpa pupuk kandang sapi, K1= 5 ton/hektar (4,5 kg/petak), K2= 10 ton/hektar (9kg/petak), dan dianalisis menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan perlakuan kombinasi pemberian silikat cair dengan pupuk kandang sapi memberikan pengaruh nyata terhadap peubah pertumbuhan tinggi tanaman jagung manis pada semua umur dan peubah hasil. Perlakuan tunggal pemberian silikat cair memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhandan hasil tinggi tanaman pada umur 20 HST, 40 HST dan 60 HST, jumlah daun, panjang tongkol dan berat basah tanaman. Perlakuan tunggal pemberian pupuk silikat cair memberikan pengaruh nyata jumlah daun, panjang tongkol dan berat basah pada 20 HST, 40 HST dan 60 HST.
PENENTUAN STATUS HARA POSFOR (P) DAN KALIUM (K) TANAH SAWAH DI DAERAH IRIGASI EMBUNG KASWANGI KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA Mariyam Oklima, Ade; Mastar, syahdi; Suhada, Ikhlas; Regita Pradani, Yuni
Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status hara posfor (P), kalium (K) dan pH tanah daerah Irigasi Embung Kaswangi Kecamatan Empang. Penelitian ini dilakukan pada bulan september 2019 di Daerah Irigasi Embung Kaswangi Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik survei tanah untuk mengetahui status hara Posfor (P) dan Kalium (K) tanah sawah Daerah Irigasi Embung Kaswangi Kecamatan Empang. Penelitian ini menggunakan metode grid bebas merupakan penggabungan dari metode grid dan metode fisiografi. Penentuan titik sampel tanah dilakukan berdasarkan topografi wilayah dan kondisi lapang. Daerah Irigasi Embung Kaswangi memiliki luas 1.166 ha dan 1 titik mewakili 100 ha sehingga diperoleh 11 titik sampel, jarak antar titik pada peta yaitu 2cm. Analisis tanah dilakukan untuk mengetahui kadar posfor tersedia dalam tanah dengan menggunakan metode Bray I dan untuk mengetahui Kdd didalam tanah. analisis tanah dilakukan di Laboratorium Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa sebesar 36,36% pH berada pada harkat agak masam, 54,54% pH berada pada harkat Netral dan 9,09% pH berada pada harkat agak alkalis. Sebesar 9,09% nilai Posfor tersedia berada pada harkat sangat rendah, 54,54% nilai Posfor tersedia berada pada harkat rendah, dan 36,36% nilai Posfor tersedia berada pada harkat sedang. Sebesar 100% nilai kalium dapat ditukar berada pada harkat sangat rendah.
PENGARUH JARAK TANAM YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KACANG HIJAU (Vigna radiata L) DILAHAN SAWAH Kusumawardani, Wening; Wulan Ayu, Ieke; Hartini, Sri
Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi besarnya pengaruh jarak tanam yang tepat terhadap pertumbuhan dua varietas tanaman kacang hijau pada lahan sawah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan percobaan langsung di lapangan dan di rancang dengan rancangan acak kelompok (RAK) dengan percobaan yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama jarak tanam (J) dengan 3 (tiga) perlakuan dan factor kedua varietas kacang hijau (K) Dari dua factor tersebut dikombinasikan sehingga diperoleh 6 (enam) kombinasi perlakuan yaitu : J1K1, J1K2, J2K1, J2K2, J3K1, dan J3K2,. Masing-masing perlakuan diulang 3 (tiga) kali sehingga diperoleh 18 (Delapan Belas) petak percobaan. Data dianalisa menggunakan Analisis Sidik Ragam pada taraf nyat 5%, dengan uji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan jarak tanam yang berbeda terhadap dua varietas kacang hijau berpengaruh nyata pada semua komponen baik tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong pertanaman dan berat 100 biji.
PEMAFAATAN DAUN MANGROVE (Rizophora Apiculata) SEBAGAI PAKAN TERHADAP NILAI KECERNAAN PADA KAMBING KACANG Budiman, Cecep; Amrullah, Amrullah; Agustiawan, Agustiawan
Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kambing kacang merupakan kambing asli Indonesia yang memiliki bobot badan lebih kecil dibandingkan bangsa kambing lainnya. Pemanfaatan daun mangrove (rizophora apiculata) sebagai merupakan bentuk pemanfaatan kekurangan pakan pada musim kemarau. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai kecernaan bahan kering dan protein kasar yang diberikan daun mangrove (Rizophora apiculata). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2022 yang bertempat di Desa Labuhan Sangoro, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa. penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 kelompok, 12 ekor ternak kambing dengan umur 4-8 bulan dan bobot bada yang berbeda, dengan model kandang panggung. Dengan perlakuan P0 = 100% rumput lapangan, P1 = 30% daun mangrove (rizophora apiculata) + 70% rumput lapangan, P2 = 40% daun mangrove (Rizophora apiculata) + 60% rumput lapangan, P3 = 50% daun mangrove (Rizophora apiculata) + 50% rumput lapangan. Data hasil penelitian ini dianalisis menggunakan Analis Of Varian (ANOVA), selanjutnya di uji dengan menggunakan Uji Duncan. Parameter penelitian ini adalah Bahan Kering (BK) dan Protein Kasar (PK). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa pemanfaatan daun mangrove (Rizophora apiculata) memberikan hasil berbeda nyata (P<0,05) pada kecernaan bahan kering dan berbeda sangat nyata (P<0,01) pada kecernaan protein kasar.
IDENTIFIKASI EROSI LAHAN DI LAHAN KERING KABUPATEN SUMBAWA,NTB Wulan Ayu, Ieke; Kusumawardani, Wening; Dewi Lestari, Nina; Kartini, Ayu; Sangkuriang, Kaisar; Jamelela Fathus Zikra, Datu; Apriliani, Rizka; Sapriadi, Sapriadi
Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Erosi tanah mengurangi kemampuan tanah menahan air karena partikel-partikel lembut dan bahan organik pada tanah terangkut. Selain mengurangi produktifitas lahan, erosi tanah menyebabkan problem lingkungan yang serius di daerah hilir. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasikan karakteristik tipe erosi lahan.Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sumbawa, Kecamatan Moyo Hulu, dan Kecamatan Unter Iwes, dari bulan September-Desember 2023, menggunakan pendekatan eksplorstif deskriptif. Penelitian menggunakan data Primer meliputi karakteristik dan kondisi erosi. Data sekunder, meliputi literatur review laporan kegiatan, laporan hasil penelitian, jurnal-jurnal, artikel dan buku-buku dari berbagai instansi terkait. Metode pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan observasi, dan dokumentasi. Survei dilakukan dengan mengamati lokasi terjadinya erosi lahan di lapangan. Instrumen penelitian yang digunakan yakni pedoman observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi pengamatan terjadi erosi alur, erosi permukaan, erosi percikan, erosi parit, dan erosi tebing. Faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan erosi parit adalah iklim, material tanah, topografi, penggunaan lahan, dan tutupan vegetasi.
PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI AMELIORAN PADA TANAH BEKAS GALIAN TAMBANG RAKYAT BUKIT LABAONG TERHADAP TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica rapa L. Mariyam Oklima, Ade; Kusnayadi, Heri; Akbar, Kurniawan
Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah bekas galian tambang emas rakyat akan mengalami penurunan kualitas, baik fisik maupun kimia tanah.Tanah bekas galian tambang yang dilakukan masyarakt meninggalkan lubang-lubang dan pencampuran antara top soil dan sub soil. Kegiatan reklamasi penting dilakukan untuk memperbaiki lahan bekas galian tambang. Pada umumnya tanah di lahan bekas tambang mengandung kadar unsur hara yang rendah. Perbaikan dalam meningkatkan kualitas lahan bekas tambang diperlukan tambahan unsur hara atau bahan pembenah tanah (amelioran). Limbah pertanian berupa jerami padi merupakan salah satu bahan amelioran yang dapat digunakkan untuk memperbaiki tanah bekas galian tambang emas. Jerami padi berupa kompos kaya C-organik (sekitar 30-40%), juga mengandung hara yang lengkap baik makro (1% N, 0,3–0,5 % P2O5, 2–4% K2O, 3–5 % SiO2) maupun mikro (Cu, Zn, Mn, Fe, Cl, Mo) serta mengandung organisme menguntungkan. Pengembalian jerami padi mampu mengurangi pupuk anorganik sekitar 25–50% serta meningkatkan produksi dan dapat memulihkan kesehatan tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian limbah pertanian (jerami padi) sebagai bahan amelioran pada tanah bekas galian tambang emas terhadap sifat kimia tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan percobaan di Rumah Kaca BPSBTPH (Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura). Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan beberapa dosis pemberian limbah pertanian jerami padi sebagai bahan amelioran dengan lima (5) aras perlakuan, yaitu perlakuan kontrol/tanpa jerami padi (J0), jerami padi 20 ton/ha (J1), jerami padi 30 ton/ha (J2), jerami padi 40 ton/ha (J3), dan jerami padi 50 ton/ha (J4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah jerami padi dapat meningkatkan tinggi dan jumlah daun tanaman sawi pakcoy. Selain itu juga pemberian jerami padi dapat meningkatkan hasil berat basah dan kering tanaman.
PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT BB BIOGEN DILAHAN KERING Tanti Nani, Kristina; Hamdani, Asrul; Budiman, Cecep; Amrullah, Amrullah; Yani, Ahmad; Wahyu Satria, Edi; Fitriza, Anggi
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan rumput BB biogen dilahan kering. Penelitian ini menggunakan stek tanaman rumput BB biogen siap tanam dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan jarak tanam P0 (25 cm x 25 cm), P1 (25 cm x 50 cm), P2 (50 cm x 50 cm) dan P3 (50 cm x 75 cm). Adapun variabel yang diamati adalah jumlah tunas, tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun dan diameter batang. Hasil penelitian menunjukan bahwa Variabel pertumbuhan tinggi tanaman nilai tertinggi adalah P1 dengan rata-rata 96.21cm, variabel pertumbuhan panjang daun perlakuan tertinggi adalah P2 dengan rata-rata 34.69cm, variabel pertumbuhan lebar daun menunjukan bahwa perlakuan tertinggi adalah P3 dengan rata-rata 0.63 cm, variabel pertumbuhan diameter batang menunjukan perlakuan tertinggi adalah P2 dengan rata-rata 13.63 cm, dan variabel pertumbuhan jumlah anakan tertinggi adalah P2 dengan rata-rata 2.31 batang, dari semua variabel yang diamati tidak menunjukan berbeda nyata (P>0,05).
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DI LAHAN KERING DESA USAR MAPIN KECAMATAN ALAS BARAT Niati, Wardah; Mariyam Oklima, Ade; Wulan Ayu, Ieke
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar tongkol jagung dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama dalam penelitian ini adalah Biochar tongkol jagung (B) dan faktor kedua kandang sapi (S). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor pupuk kandang kotoran sapi terdiri dari 3 taraf, yaitu B0=0 kg Biochar tongkol jagung, B1=6 kg/petak biochar tongkol jagung dan B2= 12 kg/petak biochar tongkol jagung. Faktor pupuk kandang sapi terdiri dari 3 taraf, yaitu: S0=0 kg/pupuk kandang sapi S1=6 kg/petak puppuk kandang sapi dan S2=12 kg/petak pupuk kandang sapi. Data analisis menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan pengaruh pemberian biochar tongkol jagung dan pupuk kandang sapi tidak berbeda nyata pada parameter peubah pertumbuhan maupun pada parameter peubah hasil
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS HAYATI DAN PUPUK ORGANIK SILIKAT CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN JAGUNG KETAN UNGU JANTAN F1 (Zea mays var. Ceratina Kulesh) PADA LAHAN KERING Farmansyah, Farmansyah; Kusnayadi, Heri; Supardi, Ikhlas
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi antara pupuk kompos hayati dengan pupuk cair batuan selikat terhadap pertumbuhan jagung ketan ungu jantan F1. Penelitian ini di laksanakan di lahan kering Dusun Ai puntuk Desa Serading Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa Provinsi NTB, dilakukan dari bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama adalah dosis pupuk kompos hayati (P) dan faktor kedua yaitu pupuk cair batuan selikat (B) masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 3 kali. Faktor dosis pupuk kompos hayati (P) dan faktor kedua yaitu pupuk cair batuan silikat (B) masing-masing perlakuan diulan 3 kali. Faktor dosis pupuk kompos hayati terdiri dari 3 taraf yaitu P0=tanpa pupuk komspos hayati, P1=pupuk kompos hayati 4,5 kg/petak, P2=pupuk kompos hayati 6 kg/petak. Kemudian faktor kedua pupuk cair batuan silikat terdiri dari dua taraf, yaitu B1=6 liter/ha, B2=8 liter/ha. Data analisis menggunakan varians (ANOVA) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan perlakuan tunggal pupuk kompos hayati dan pupuk cair batuan silikat memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, berat tongkol dan klobot, berat tongkol baik umur 28, 38, 48, dan 58 hari setelah tanam (HST). Hasil rata-rata tertinggi tanaman terdapat pada perlakuan P2B1 (pupuk kompos hayati 6 kg/petak dan pupuk cair batuan silikat 6 liter/ha). Hasil penelitian menujukkan bahwa perlakuan kombinasi pupuk kompos hayati dan pupuk cair batuan silikat memberikan pengaruh nyata terhadap peubah pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ketan ungu jantan F1