cover
Contact Name
Afendi
Contact Email
afendihp51@gmail.com
Phone
+6282341386084
Journal Mail Official
jurnal.agro.fp.unsa@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakutas Pertanian, Universitas Samawa. lt 1., Kab. Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 84316
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Agroteknologi
Published by Universitas Samawa
ISSN : 28077369     EISSN : 28073835     DOI : -
Journal Agroteknolagi adalah journal yang terbit enam bulan sekali yaitu di bulan Januari dan Juli yang bergerak dalam bidang Imu Tanah, Budidaya tanaman, Pumuliyaan tanaman, Bioteknology, Konsevasi Tanah dan Air, Evaluasi Lahan, Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Agroteknogy Journal mengundang para akademisi dan pakar untuk menrbitkan naskah artikelnya baik berupa hasil penelitian maupun kajian mendalam.
Articles 58 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS MULSA DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum Lycopersicum) VARIETAS COMODOR F1 Sapriadi Sapriadi; Ikhlas Suhada; Ade Mariyam Oklima
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i1.2308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan beberapa jenis mulsa dan dosis pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum) varietas Comodor F1. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025 di Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis mulsa (tanpa mulsa, mulsa jerami, dan mulsa plastik hitam perak) serta dosis pupuk organik cair batuan silikat (5,4 ml/bedeng dan 7,6 ml/bedeng). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan beberapa jenis mulsa berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman, khususnya pada jumlah daun umur 40 hari setelah pindah tanam (HSPT). Perlakuan mulsa plastik hitam perak cenderung menghasilkan jumlah daun dan berat buah lebih tinggi dibandingkan tanpa mulsa maupun mulsa jerami, karena kemampuannya menjaga kelembapan serta stabilitas suhu tanah. Sementara itu, dosis pupuk organik cair batuan silikat menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil, meskipun dosis 8 L/ha menunjukkan kecenderungan pertumbuhan lebih baik dibandingkan dosis 6 L/ha. Kombinasi perlakuan antara jenis mulsa dan dosis pupuk organik cair juga tidak menunjukkan interaksi yang signifikan terhadap pertumbuhan maupun hasil tanaman tomat. Secara umum, penggunaan mulsa plastik hitam perak memberikan pengaruh paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat varietas Comodor F1 di lokasi penelitian, sedangkan peningkatan dosis pupuk organik cair batuan silikat belum memberikan hasil optimal pada fase vegetatif.
UJI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA VARIETAS SAWI (Brassica chinensis L.) PADA MEDIA TANAM ORGANIK Ayu Kartini; Ieke Wulan Ayu; Wening Kusumawardani
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i1.2309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh varietas dan media tanam organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica chinensis L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, pada bulan Juli–Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu varietas (Kumala, Tosakan, dan Shinta) dan media tanam (M1: tanah +arang sekam; M2: tanah + arang sekam + pupuk kandang sapi). Setiap kombinasiperlakuan diulang tiga kali dengan dua tanaman sampel per unit sehingga diperoleh36 sampel. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kotorsegar, dan bobot bersih segar tanaman. Data dianalisis menggunakan sidik ragam(ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT 5% jika terdapat perbedaan nyata.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa faktor varietas berpengaruh nyata terhadap tinggitanaman pada umur 7 dan 14 HSPT, dengan varietas Tosakan (V2) memberikanpertumbuhan tertinggi. Faktor media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggitanaman pada umur 7 dan 21 HSPT, di mana media M2 menghasilkan pertumbuhanlebih baik dibanding M1. Interaksi varietas dan media tanam memberikan pengaruhberbeda nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 7, 14, dan 21 HSPT. PerlakuanV2M2 (varietas Tosakan pada media M2) menunjukkan performa terbaik pada faseawal pertumbuhan. Parameter hasil menunjukkan bahwa bobot kotor segar dan bobotbersih segar tanaman tertinggi juga diperoleh pada kombinasi perlakuan V2M2.Sehingga, varietas Tosakan dan media tanam tanah + arang sekam + pupuk kandangsapi merupakan kombinasi terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasiltanaman sawi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi petani dalampemilihan varietas dan media tanam organik untuk mendukung budidaya sawi yangproduktif dan berkelanjutan.
PENGARUH JENIS PUPUK KANDANG DAN DOSIS PUPUK BATUAN SILIKAT CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) DI POLYBAG Heri Kusnayadi; Maksimilianus Kaldonda; Ikhlas Suhada
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i1.2310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk kandang dan dosis pupuk batuan silikat cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada (Lactuca Sativa L.). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai Agustus 2025. Lokasi penelitian bertempat di Jl. Garuda no 79 Lempeh Nusa Tenggara Barat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama Pupuk kandang, faktor kedua pupuk batuan silikat cair masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Faktor pupuk kandang terdiri dari dua pupuk kandang kambing dan pupuk kandang sapi (KS1) pupuk kandang kambing (KK1). Analisis data menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Perlakuan kombinasi penggunaan pupuk kandang damenunjukkan hasil yang berbeda nyata. Hasil terbaik terletak pada perlakuan pupuk kandang dan pupuk silikat cair, pada semua peubah pertumbuhan tanaman. Perlakuan tunggal penggunaan pestisidan pupuk silikat cair nabati menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap peubah tinggi tanaman (cm) umur 25, 30 dan 35 hari setelah pindah tanam (HSPT), hasil terbaik terletak pada perlakuan kandang kambing, pupuk kandang sapi dan pupuk silikat cair Pada parameter jumlah daun menunjukkan hasil tidak berbeda nyata pada umur 25, 30 dan 35 HSPT, dan Perlakuan kombinasi pupuk kandang dengan pupuk silikat cair memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap semua peubah pertumbuhan dan hasil tanaman. Hasil terbaik terletak pada perlakuan kombinasi antara pupuk kandang dengan pupuk silikat cair (KS2P2)
PENGARUH MEDIA TANAM DAN PENGGUNAAN JENIS SUMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASILTANAMAN PAKCOY (Brassica rapa subsp L.) HIDROPONIK SISTEM WICK Heri Kusnayadi; Kaisar Sangkuriang; Ade Mariyam Oklima
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Agroteknolgi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i2.2501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh media tanam danpenggunaan jenis sumbu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy(brassica rapa subsp L.) Hidroponik sistem wick. Penelitian ini dilaksanakan daribulan Januari sampai Maret 2025. Lokasi penelitian bertempat di Jl. lintasSumbawa Semogkat, Sering, Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes, Nusa TenggaraBarat. Penelitian menggunakan rancangan acak Lengkap (RAL) faktorial terdiridari dua faktor yaitu, faktor pertama media tanam, faktor kedua jenis sumbumasing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Faktor media tanam terdiridari dua tarap media sabut kelapa (M1) dan media sekam bakar (M2). Faktor sumbuterdiri dari tiga taraf yaitu sumbu flanel (S1), sumbu katun (S2) dan tanpa sumbu(S0). Analisis data menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%.Perlakuan penggunaan media tanam menunjukkan hasil yang tIdak berbeda nyatadari kedu nya. Namun hasil memiliki kecenderungan yang berbeda terletak padamedia sekam bakar bahwa sekam bakar lebi dominan memberikan pengaruh daripada sabut kelapa, pada semua peubah pertumbuhan tanaman. Perlakuan tunggalpenggunaan sumbu menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap peubah tinggitanaman (cm) umur 21,28, dan 35 hari setelah pindah tanam (HSPT), hasil terbaikterletak pada perlakuan sumbu katun (S2). Pada parameter jumlah daunmenunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata pada umur 21,28 dan 35 hari setelahpinda tanaman (HSPT), dan Perlakuan kombinasi media tanam dengan sumbumemberikan hasil yang berbeda nyata terhadap peubah pertumbuhan dan hasiltanaman dan tidak perpengarau nyata pada pertumbuhan banyaknya daun. Hasilterbaik terletak pada perlakuan kombinasi antara media tanam sekam bakar denganSumbu katun (M2S2) pada tinggi tanaman dan (M2S1) pada berat basah.
UJI ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS JAGUNG HIBRIDA DAN JAGUNG LOKAL DI LAHAN KERING PADA MUSIM TANAM KEDUA Masani Masani; Ade Mariyam Oklima; Ikhlas Suhada
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Agroteknolgi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i2.2502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adaptasi dan produksi beberapa varietas jagung hibrida dan jagung lokal di lahan kering pada musim tanam kedua. Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samawa (UNSA), Sumbawa, Nusa Tenggara Barat,. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari enam perlakuan varietas, yaitu tiga varietas hibrida (NK 99, Pioner 35, Bisi 18) dan tiga varietas lokal Sumbawa (Belang Bomak, Sudi, Putih). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali, dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA) serta uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas jagung lokal memiliki tingkat adaptasi pertumbuhan (vegetatif) yang lebih tinggi dibandingkan dengan jagung hibrida. Jagung lokal varietas Belang Bomak (V4) menunjukkan adaptasi yang paling tinggi pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun di umur 28 hari setelah tanam. Sebaliknya, pada komponen hasil panen, varietas jagung hibrida menunjukkan produktivitas yang lebih unggul dibandingkan jagung lokal. Jagung varietas hibrida Bisi 18 (V3) memberikan hasil tertinggi pada semua parameter hasil, meliputi berat buah (128,03 g), berat tongkol (112,83 g), panjang tongkol (12,89 cm), jumlah baris per tongkol (13,78 baris), bobot 1.000 butir (321,67 g), dan hasil produksi per hektar yang mencapai 7,78 ton/ha. Disimpulkan bahwa jagung lokal Sumbawa lebih adaptif secara pertumbuhan fisik di lahan kering, namun jagung hibrida khususnya Bisi 18 memiliki potensi hasil produksi yang jauh lebih tinggi.Kata Kunci: Adaptasi, Jagung Hibrida, Jagung Lokal, Lahan Kering.
PENGARUH PERUBAHAN IKLIM SEBAGAI INDIKATOR KESUBURAN TANAH PADA LAHAN BUDIDAYA PERTANIAN JAGUNG DI DESA SERADING KECAMATAN MOYO HILIR Rizka Apriliani; Ieke Wulan Ayu; Ade Mariyam Oklima
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Agroteknolgi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i2.2503

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan iklim yang ditinjau dari dinamika suhu udara dan curah hujan serta keterkaitannya dengan tingkat kesuburan tanah pada lahan budidaya jagung di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Juni 2025, berlokasi di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, menggunakan metode survei lapangan dan analisis laboratorium. Analisis data iklim dilakukan menggunakan metode neraca air Thornthwaite–Mather untuk mengevaluasi ketersediaan air berdasarkan keseimbangan antara curah hujan dan evapotranspirasi, sedangkan analisis sifat tanah meliputi tekstur, pH, kandungan karbon organik (C-organik), dan fosfor total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan bulanan berkisar antara 47,6–147,8 mm dengan kecenderungan penurunan selama musim kemarau, mengakibatkan terjadinya defisit air serta peningkatan evapotranspirasi potensial (ETo). Analisis sifat tanah menunjukkan bahwa tanah bertekstur lempung berpasir dengan pH berkisar 5,6–7,0, kandungan C-organik sebesar 1,5–2,8% tergolong rendah hingga sedang, serta kandungan fosfor total yang berada pada kategori rendah. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa perubahan iklim berkontribusi terhadap penurunan kualitas kesuburan tanah melalui berkurangnya ketersediaan air dan unsur hara yang mendukung pertumbuhan tanaman jagung. Penerapan pemupukan organik, konservasi tanah dan air, serta penggunaan varietas jagung yang toleran terhadap kekeringan sangat diperlukan guna mempertahankan produktivitas lahan kering secara berkelanjutan.
PENGARUH BENTUK BAHAN DAN PENAMBAHAN ARANG AKTIF TERHADAP KARAKTERISTIK PEMBENAH TANAH BERBAHAN UMBI PORANG (Amorphopallus muelleri Blume) Wening Kusumawardani; Muhammad Said Fahrianto; Ieke Wulan Ayu
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Agroteknolgi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i2.2513

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bentuk bahan dan penambahan arang aktifterhadap karakteristik pembenah tanah (hidrogel) berbahan umbi porang (Amorphopallus muelleriBlume). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes Kabupaten Sumbawa BesarNusa Tengara Barat (NTB), dari bulan Maret sampai bulan Juni 2021. Metode penelitianmenggunakan metode eksperimental, parameter pengamatan yang pertama adalah daya mengembangdan pengujian degradasi. Parameter degradasi menggunakan rancangan acak kelompok (RAK)faktorial dengan 2 faktor : bentuk bahan (M) dan penambahan arang aktif (V) dengan 4 perlakuan dan2 ulangan, selanjutnya di analisis menggunakan ( ANOVA) pada taraf nyata 5%. Sedangkan padaparameter daya mengembang dijelaskan secara deskriptif. Dari hasil pengujian daya mengembang atauswelling test menunjukkan hasil dengan tertinggi pada perlakuan M1V1 (tepung di tambah arang)yaitu 95 gr, sedangkan perlakuan M1V0 (tepung tanpa arang) menunjukan hasil terendah yaitu 80 gr.Perlakuan kombinasi bentuk bahan (M) dan penambahan arang aktif (V) menunjukkan hasil berbedanyata pada pengamatan degradasi hidrogel pada umur 7 hari setelah tanam. Rerata degradasi hidrogeltertinggi terdapat pada pada perlakuan M2V1 (umbi ditambahkan arang aktif) yaitu 77,00 gr,sedangkan perlakuan M1V0 (tepung ditambahkan arang) memberikan rerata hidrogel terendah yaitu55,00 gr. Perlakuan penambahan arang aktif (V) menunjukkan hasil berbeda nyata pada pengamatandegradasi hidrogel pada umur 7 hari setelah tanam. Rerata degradasi hidrogel tertinggi terdapat padapada perlakuan V1 (arang aktif) yaitu 50,00 gr, sedangkan perlakuan V0 (tanpa arang aktif)memberikan rerata hidrogel terendah yaitu 39,78 gr.
KERAGAMAN GULMA PADA LAHAN PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN SISTEM TANAM KONVENSIONAL Iman Syafitra Ramdhani; Ieke Wulan Ayu; Ade Mariyam Oklima
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Agroteknolgi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i2.2516

Abstract

Gulma merupakan salah satu faktor pembatas utama dalam budidaya jagung (Zea mays L.) karena mampu bersaing dengan tanaman dalam memperoleh cahaya, air, unsur hara, dan ruang tumbuh. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi jenis gulma, menganalisis tingkat dominansi, serta mengetahui tingkat keanekaragaman gulma pada lahan pertanaman jagung dengan sistem tanam konvensional di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Penelitian dilaksanakan, di lahan budidaya jagung, Kelurahan Samapuin,Kecamatan Sumbawa,Kabupaten Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat, dari bulan Nopember 2025-Maret 2025, menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan petak kuadrat pada beberapa titik pengamatan. Gulma yang ditemukan diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi, kemudian dianalisis menggunakan parameter Kerapatan Relatif (KR), Frekuensi Relatif (FR), Indeks Nilai Penting (INP), dan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H'). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 15 spesies gulma yang tergolong ke dalam 8 famili, dengan famili Poaceae sebagai famili yang paling banyak ditemukan. Gulma yang memiliki tingkat dominansi tertinggi adalah teki (Cyperus rotundus) dengan nilai KR sebesar 18,20%, FR sebesar 12,80%, dan INP sebesar 31,00%, diikuti oleh rumput gajah (Pennisetum purpureum) (20,00%) dan alang-alang (Imperata cylindrica) (18,50%). Nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H') sebesar 2,54 menunjukkan bahwa komunitas gulma pada lahan pertanaman jagung termasuk dalam kategori keanekaragaman sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gulma dari famili Cyperaceae dan Poaceae mendominasi pertanaman jagung pada fase kritis pertumbuhan. Oleh karena itu, pengendalian gulma sebaiknya diprioritaskan terhadap spesies yang memiliki nilai INP tinggi sebagai upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan gulma dan produktivitas tanaman jagung.