cover
Contact Name
Afendi
Contact Email
afendihp51@gmail.com
Phone
+6282341386084
Journal Mail Official
jurnal.agro.fp.unsa@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakutas Pertanian, Universitas Samawa. lt 1., Kab. Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 84316
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Agroteknologi
Published by Universitas Samawa
ISSN : 28077369     EISSN : 28073835     DOI : -
Journal Agroteknolagi adalah journal yang terbit enam bulan sekali yaitu di bulan Januari dan Juli yang bergerak dalam bidang Imu Tanah, Budidaya tanaman, Pumuliyaan tanaman, Bioteknology, Konsevasi Tanah dan Air, Evaluasi Lahan, Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Agroteknogy Journal mengundang para akademisi dan pakar untuk menrbitkan naskah artikelnya baik berupa hasil penelitian maupun kajian mendalam.
Articles 52 Documents
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PUPUK CAIR BATUAN SILIKAT DAN MULSA JERAMI PADI PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens L.) DI LAHAN KERING KECAMATAN MOYO HULU Idul Idhaliati; Ikhlas Suhada; Ade Mariyam Oklima
Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.252 KB)

Abstract

Budidaya tanaman di lahan kering terkendala oleh ketersediaan air dan tingginya serangan hama (monyet dan babi hutan). Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan budidaya jenis tanaman yang tidak di sukai oleh hama tersebut seperti cabai rawit. Salah satu cara 44dengan menggunakan pupuk cair batuan silikat dan bahan penutup tahan seperti mulsa jerami padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pupuk cair batuan silikat dan mulsa jerami padi terhadap pertumbuhan dan produksi cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di lahan kering Kecamatan Moyo Hulu. Penelitian ini telah dilaksanakan di bulan Februari 2022 sampai dengan Juni 2022 di Desa Sempe Jalan simpang Ai Beling Dusun Sempe A Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, NTB. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 Faktor yaitu pupuk cair batuan silikat (P), dan mulsa jerami padi (M), masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor dosis pupuk cair batuan silikat terdiri dari 2 taraf, yaitu P1= 4 L/Ha, P2= 6 l/Ha. Faktor mulsa jerami padi terdiri dari 3 taraf yaitu M0 = Tanpa mulsa, M1 = 5 cm, M2 =15 cm. Perlakuan tunggal penggunaan pupuk cair batuan silikat berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 35 HSPT pada perlakuan P2. Perlakuan tunggal penggunaan mulsa jerami padi pada parameter tinggi tanaman umur 35 dan 95 HSPT, berat buah panen pertama (per tanaman, per bedeng, per hektar) serta berat total berpengaruh nyata pada perlakuan M2. Pada perlakuan kombinasi parameter berat pertanaman, perbedeng, dan perhektar, berpengaruh nyata pada panen pertama (umur 95 HSPT) memberikan pengaruh nyata pada perlakuan P2M2.
PENGARUH PEMANFAATAN PUPUK KANDANG DAN PENYIANGAN MEKANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN LAMTORO TARRAMBA Cecep Budiman; Amrullah Amrullah
Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.107 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang terhadap pertumbuhan lamtoro tarramba (Leucaena Leucocephala cv Tarramba) perbatang. Penelitian ini sudah dilaksanakan dar ibulan Maret 2022 dan berakhir pada bulan Juni 2022 Dikampus Billing Monte Universitas Samawa (UNSA). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok menggunakan STUM lamtoro tarramba () dengan perlakuan jarak tanam yaitu T0 (1m x 1m), T1 (1m x 1,5m), T2 (1,5m x 1,5m) dan T3 (1,5m x 2m). Adapun variabel yang telah diamati adalah jumlah tunas, Panjang tunas, dan jumlah cabang. Data yang dianalisis menggunakan analisis of varians (ANOVA), kemudian diujilanjut menggunakan uji Duncan’s new multiple range test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan jumlah tunas, Panjang tunas, dan jumlah cabang tanaman lamtoro tarramba (Leucaena Leucocephalacv. Tarramba) pada perlakuan T3 pada Panjang tunas mendapat kan nilai tertinggi secara berturut-turut yaitu 5.63 (cm). sementara pada jumlah cabang lamtoro tarramba (Leucaena Leucocephalacv. Tarramba) tertinggi adalah pada perlakuan T3=9.65. berbeda dengan jumlah tunas yang menunjukkan hasi ltertinggi pada perlakuan T2=14,21. Meskipun demikian ada yang memberikan pengaruh tidaknyata (P>0,05) dan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) pada semua perlakuan. Hal ini disebabkan adanya pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan pada tanaman lamtoro tarramba (Leucaena Leucocephalacv. Tarramba)) per stum..
PENGGUNAAN MEDIA KOMPOS YANG DIPERKAYA DENGAN “Trichoderma sp” DAN BIOCHAR SEKAM PADI UNTUK PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN PORANG (Amorphophallus Mulleri Blume) Eri Ardana; Ade Mariyam Oklima; Ieke Wulan Ayu
Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penlitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggiunaan media kompos yang diperkaya dengan jamur Trichoderma sp dan biochar sekam padi Untuk Pertumbuhan Bibit Tanaman Porang (amorphophallus mulleri blume). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Juni 2022. Penelitian ini telah dilaksakan di Desa Lunyuk Ode, Kecamatan Lunyuk Kabupatenen Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat (NTB). Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sampel acark sederhana (Simpel Random Sampling) dan dilakukan di lahan percobaan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Raccangan Acak Kelompok (RAL) Faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor (A) Dosisi Pengunaan Kompos yang diperkaya dengan jamur Trichodertma Sp (B) Dosis Pengunaan Biochar Sekam Padi. Dengan 9 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 27 Unit percobaan, dengan masing-masing percobaan di sub ulangan sehingga berjumlah 81 polybag. data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisi of varian (Anova) pada ujilanjut menggunakan (BNT) taraf 5 % penelitian ini dilakukan dengan menggunakan parameter peubah pertumbuhan (tinggi tanaman) dan peubah hasil (diameter umbidan berat umbi). Hasil penelitian menyatakan bahwa pengaruh kombinasi antara (A) Dosisi Pengunaan Kompos yang diperkaya dengan jamur Trichodertma Sp(B) Dosis Pengunaan Biochar Sekam Padi tidak berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman, diameter umbi, dan berat umbi. Sedangkan dengan penggunaan ompos yang diperkaya dengan jamur Trichodertma Sp berbeda nyata pada semua perlakuan parameter tinggi tanaman, diameter umbi, dam berat umbi. Dan perlakuan Pengunaan Biochar Sekam Padi tidak berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman, diameter umbi, dan berat umbi tanaman porang.
RESPON TANAMAN UBI JALAR (Ipomoeae batatas L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR ORRIN DAN PUPUK KANDANG AYAM DI LAHAN SAWAH IRIGASI DESA ONGKO KECAMATAN EMPANG Helmi Zadzali; Ikhlas Suhada; Wening Kusumawardani
Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman ubi jalar (Ipomoeae batas L.) terhadap pemberian pupuk organik cair orrin dan pupuk kandang ayam di lahan sawah irigasi Dusun Maja Luar, Desa Ongko, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada bulan April 2022 sampai dengan Agustus 2022. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama pupuk organik cair orrin (S) dan faktor kedua pupuk kandang ayam (K). Faktor pupuk organik cair orrin terdiri dari 2 aras yaitu S1= 6 liter/bedeng atau setara dengan 2,7 ml/bedeng, S2= 8 liter/bedeng atau stara dengan 3,6 ml/bedeng. Faktor pupuk kandang ayam terdiri dari 3 aras yaitu K0= tanpa pupuk kandang ayam, K1= 10 ton/ha, K2= 15 ton/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan tunggal pupuk kandang ayam memberikan pengaruh berbeda nyata pada parameter jumlah daun tanaman umur 35 hst dengan hasil terbaik pada perlakuan K1 (pupuk kandang ayam 10 ton/ha). Perlakuan kombinasi pupuk kandang ayam dan pupuk organik cair orrin memberikan pengaruh berbeda nyata pada parameter jumlah daun tanaman umur 65 hst dan 95 hst serta pada parameter jumlah umbi per tanaman dengan hasil terbaik pada perlakuan S1K2 (pupuk organik cair orrin 6 liter/ha dan pupuk kandang ayam 15 ton/ha).
PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) PADA BERBAGAI JENIS VARIETAS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR Wening Kusumawardani; Heri Kusnayadi; Indah Maesari
Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi bawang merah di Kabupaten Sumbawa tahun 2019 mencapai 2.225.262,37 ton pada lahan seluas 20.305,46 hektar dengan produktivitas 109,59 kw/ha. Penurunan produksi bawang merah disebabkan karena banyak petani yang menggunakan pupuk anorganik secara berlebihan, sehingga menyebabkan penurunan kesuburan tanah. Salah satu cara untuk mengatasi efek samping penggunaan pupuk anorganik adalah dengan pemberian pupuk organic, salah satunya menggunakan pupuk organic cair. Tujuan penelitian adalah menganalisis pertumbuhan dan hasil bawang merah akibat penggunaan pupuk organik cair dan varietas. Penelitian dilakukan di Dusun Malalo, Desa Bantulanteh, Kecamatan Tarano, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada bulan Mei hingga Juli 2021. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu. Pupuk Orrin cair H. (P) dan grade (V), masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Koefisien takaran pupuk organik cair Orrin terdiri dari dua taraf yaitu P1 = 10 liter/ha, P2 = 13 liter/ha. Faktor varietas terdiri dari 2 taraf yaitu V1 = varietas Super Philips, V2 = varietas Vietnam. Perlakuan kombinasi pupuk organik cair dan varietas berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman dan jumlah daun) dan hasil (bobot per petak, bobot per petak dan bobot per hektar). Perlakuan kombinasi P1V1 (pupuk organik cair Orris dan varietas Super Philip) meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah.
RESPON PEMBERIAN PUPUK KOMPOS HAYATI DAN PUPUK SILIKAT CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis Hypogaea L.) VARIETAS GAJAH DI LAHAN SAWAH IRIGASI Muhammad Rajab; Heri Kusnayadi; Ieke Wulan Ayu
Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos hayati dan pupuk silikat cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea l.) varietas gajah di lahan sawah irigasi. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama pupuk kompos hayati (K) dan faktor kedua pupuk silikat cair (S). Masing-masing perlakuan sebanyak 3 kali pengulangan. Faktor pupuk kompos hayati terdiri dari 3 taraf, yaitu: K0= 0 kg/petak, K1= 4 kg/petak, K2= 6 kg/petak. Faktor pupuk silikat cair terdiri dari 3 taraf, yaitu S1= 1,6 ml/petak setara dengan 0,8 ml/aplikasi, S2= 2,4 ml/petak setara dengan 1,2 ml/aplikasi. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (Anova) taraf 5% dengan uji lanjut BNJ pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian perlakuan pupuk kompos hayati (6 kg/petak) yang dikombinasikan dengan pupuk silikat cair (2,4 ml/petak setara dengan 1,2 ml/aplikasi) menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada tinggi tanaman kacang tanah umur 40 hst dan 50 hst, sedangkan pada umur 10 hst, 20 hst, dan 30 hst menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Perlakuan pupuk kompos hayati yang dikombinasikan dengan pupuk silikat cair tidak memberikan pengaruh nyata pada jumlah daun baik pada umur 10 hst, 20 hst, 30 hst, 40 hst, dan 50 hst. Perlakuan pupuk kompos hayati yang dikombinasikan dengan pupuk silikat cair tidak memberikan pengaruh nyata baik pada jumlah polong, bobot polong berisi, hasil per petak dan hasil per hektar.
IDENTIFIKASI SPESIES TUMBUHAN PENYUSUN EKOSISTEM PESISIR PANTAI DUSUN PATEDONG, DESA SEBOTOK,PULAU MOYO, SUMBAWA Walufi Elsani; Wardah Niati; Ieke Wulan Ayu; Ade Mariyam Oklima; Wening Kusumawardani; Nina Dwi Lestari
Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hilangnya keanekaragaman jenis tumbuhan dapat terjadi karena dampak perubahan iklim dan pengelolaan pesisir yang tidak optimal, sehingga mempengaruhi keseimbangan ekosistem, terutama dikawasan pesisir pantai. Kawasan pesisir pantai Pulau Moyo merupakan kawasan konsevasi dan wisata, terdapat berbagai macam tumbuhan diantaranya tumbuhan herba, semak, tiang dan pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan penyusun di pesisir pantai Pulau Moyo. Penelitian dilaksanakan tanggal 16-23 Juli 2023 di pantai Dusun Patedong, Desa Sebotok, Pulau Moyo, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik jelajah. Populasi dan sampel penelitian yaitu jenis-jenis tumbuhan yang ditemui di sepanjang pesisir pantai kemudian diidentifikasi. Cara identifikasi tumbuhan menggunakan sumber buku berupa ciri-ciri dan gambar tumbuhan. Ciri-ciri yang diidentifikasi berdasarkan atas morfologi sampel seperti bentuk daun, biji, kulit batang dan tipe perakaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan penyusun ekosistem pantai terdiri dari dari Canavalia maritima, Vigna marina, Cyperus maritima, Spinefex littreus, Andropogon zizanioides dan Thuarea involuta, lantana camara, Pandanus tectorius, Scaevola taccada dan Vitex trifolia, Terminalia catappa, Morinda citrifolia, Thespesia populnea. Avicennia, Rhyzophora, Bambusa, Cocos nucifera, pinang Areca catechu, Pandanus tectorius, Terminalia catappa, Thespesia populnea, Musa paradisiaca, Casuarina equisetifolia.
EFEKTIFITAS WAKTU APLIKASI PEMUPUKAN DAN DOSIS PUPUK N, P, K, Mg TERHADAP PRODUKSI JAGUNG MANIS Sinaga, Reflianta; Budiman, Indra; Purba, Suwandy
Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi jagung manis di Indonesia hanya berkisar 4-5 ton/ha, sedangkan potensi hasil jagung manis bisa mencapai 14-18 ton/ha sehingga masih ada peluang untuk meningkatkan produksi jagung manis melalui upaya peningkatan produksi. Permasalahan yang terjadi pada budidaya jagung manis di Indonesia adalah kebutuhan nutrisi jagung yang tinggi belum terpenuhi secara optimal sehingga belum mencapai produktivitas yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk N, P, K Mg dan waktu aplikasi pemupukan terhadap produksi. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor. Faktor I dosis pemupukan adalah sebagai berikut: tanpa pemupukan; Urea : SP36 : KCl : Dolomit = 11,30 : 2,28 : 7,27 : 1,63 ; Urea : SP36 : KCl : Dolomit = 16,94 : 3,41 : 10,90 : 2,48 ; Urea : SP36 : KCl : Dolomit = 22,59 : 4,55 : 14,53 : 3,31. Faktor kedua adalah waktu aplikasi pemupukan sebagai berikut : 1 kali pemberian 0 HST ; 2 kali pemberian 0 HST dan 15 HST ; 3 kali pemberian 0 HST, 15 HST dan 30 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan target produksi P3 dengan dosis pupuk Urea = 22,59 g; SP36 = 4,55 g; KCl = 14,53 g; Dolomit = 3,31 g memberikan pertumbuhan dan produksi yang lebih baik jika dibandingkan perlakuan lainnya. Perlakuan waktu aplikasi W3 memberikan produksi yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.
PEMANFAATAN PUPUK HAYATI DARI BAHAN/LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN Nikmah, Nadratun; Ayu, Ieke Wulan
Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk hayati (biofertilizer) merupakan salah satu upaya untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan pupuk kimia. Dampak negative penggunaan pupuk kimia menyebabkan berbagai masalah lingkungan seperti kontaminasi air tanah, erosi tanah, dan masalah degradasi. Untuk mengatasi hal tersebut pemanfaatan pupuk hayati yang dibuat dari bahan-bahan alami yang tersedia di dapur dapat digunakan sebagai pupuk cair oganik dalam budidaya tanaman yang ramah lingkungan. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mahasiswa Faperta UNSA yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Agroteknologi dan Agribisnis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk; (1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khalayak sasaran tentang teknologi pembuatan pupuk hayati dari bahan-bahan alami serta limbah rumah tangga, (2) memberikan pemahaman kepada khalayak sasaran terkait pentingnya pupuk hayati untuk melestarikan lingkungan dan menyelamatkan bumi, dan (3) memberikan pengetahuan kepada khalayak sasaran tentang aplikasi biofertilizer dalam budidaya tanaman yang ramah lingkungan. Kegiatan pelatihan dan pendampingan telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khalayak sasaran tentang teknologi pembuatan pupuk hayati dari bahan yang tersedia di dapur atau limbah rumah tangga dan pentingnya biofertilizer untuk melestarikan lingkungan dan meyehatkan bumi. Khalayak sasaran juga telah mampu mengaplikasikan biofertilizer dalam budidaya tanaman yang ramah lingkungan.
EFEKTIFITAS APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR BATUAN VULKANIK DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PENINGKATAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) Kusumawardani, Wening; Suhada, Ikhlas; Mariyam Oklima, Ade; Mahdi Muhammad Parisi, Lalu
Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektifitas perlakuan pupuk organik cair batuan vulkanik dan pupuk kandang sapi terhadap peningkatan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L) di lahan berpasir Desa Prode SP III di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian dilakukan dari bulan April hingga Juni 2023, menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Pupuk organik cair batuan vulkanik (V) adalah faktor pertama, dan pupuk kandang sapi (S) adalah faktor kedua, masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Faktor pupuk organik cair batuan vulkanik terdiri dari tiga kategori: V1= 8 liter pupuk organik cair batuan vulkanik/ha, V2= 10 liter/ha, dan V3= 13 liter/ha. Faktor pupuk kandang sapi terdiri dari tiga kategori. Dengan menggunakan Analisis of Varians (Anova) pada taraf 5%. Perlakuan tunggal pupuk organik cair batuan vulkanik memberikan pengaruh nyata terhadap peubah hasil yaitu serta berat umbi per tanaman sampel, berat umbi per petak, dan berat panen per hektar (18,36 Ton). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peubah hasil bawang merah sangat dipengaruhi oleh perlakuan kombinasi pupuk organik cair batuan vulkanik dan pupuk kandang sapi.