cover
Contact Name
Joko Suratno
Contact Email
joko_unkhair@yahoo.co.id
Phone
+6281340749358
Journal Mail Official
joko_unkhair@yahoo.co.id
Editorial Address
Perumahan Green House, RT/RW: 010/005, Kelurahan Jambula
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Guru Matematika
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : 25796305     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru Matematika (JPGM) merupakan jurnal pada bidang pendidikan yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Khairun. Jurnal ini menyediakan forum publikasi penelitian dalam pembelajaran matematika untuk seluruh jenjang pendidikan. Artikel-artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian berfokus pada topik yang berhubungan dengan aspek teoretis, pedagogis, metodologis, dan filosofis pendidikan matematika. JPGM mengutamakan penelitian yang mempromosikan pengetahuan, gagasan, metode, dan epistemologi baru pada bidang pendidikan matematika. JPGM terbit setiap 4 bulan sekali, yaitu bulan Januari, Mei, dan September.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2022): Mei" : 20 Documents clear
Penerapan Pendekatan Open-Ended untuk Meningkatkan Kemampuan berpikir Kritis Matematis Siswa pada Materi Persamaan Kuadrat Siswa SMP Nasrun Ode Amir; Nurma Angkotasan; Soleman Saidi
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.265 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kritis sangat penting dan butuhkan untuk menyikapi kemajuan ilmu pengetahuan yang kian pesat di zaman modern ini. Oleh karenanya, kemampuan berpikir kritis disetiap jenjang pendidikan mulai dilatih dengan diterapkannya berbagai model dan pendekatan pembelajaran. Berkaitan dengan hal-hal tersebut, peneliti mulai melakukan penelitian dengan judul Penerapan Pendekatan Open-Ended Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Pada Materi Persamaan Kuadrat Siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui kemampuan berpikir kritis matematis siswa sebelum dan setelah penerepan pendekatan Open-Ended pada materi persamaan kuadrat. 2) Untuk mendiskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan pendekatan Open-Ended pada materi persamaan kuadrat. 3) Mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan pendekatan Open-Ended. Desain penelitian ini yaitu One Group Pretests-Posttest Design. Subjek penelitian ini yaitu kelas VIII-3 denga jumlah siswa sebanyak 22 orang siswa. Instrument pengumpulan data terdiri atas soal Pretest dan Posttest berbentuk soal uraian yang disusun berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah penerapan pendekatan Open-Ended pada materi persamaan kuadrat, teknik analisis data menggunakan Pedoman Acuan Patokan (PAP) Skala 5. Untuk mendiskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis setelah diterapkan pendekatan Open-Ended pada materi persamaan kuadrat, teknik analisis data menggunakan uji hipotesis. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui pembelanjaan Open-Ended, data dianalisis dengan menggunakan kriteria N-Gain. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran pendekatan Open-Ended dapat diklasifikasikan untuk Pre-test kategori baik sekali 1 siswa, baik 3 siswa, cukup 3 siswa, kurang baik 3 siswa, dan gagal 12 siswa. Sedangkan untuk Post-test kategori baik sekali 6 siswa, baik 7 siswa, cukup 6 siswa, kurang baik 2 siswa, dan gagal 1 siswa. 2) Pendekatan Open-Ended dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada materi persamaan kuadrat setelah diberikan perlakuan. 3) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan pendekatan Open-ended dengan nilai N-Gain yaitu 0,45 terdapat pada interpretasi sedang.
Kover, Dewan Redaksi, Daftar Isi, Vol. 2 No. 2, Mei 2022 Penyunting, Ketua Dewan
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i2.4636

Abstract

Kover, Dewan Redaksi, Daftar Isi, Vol. 2 No. 2, Mei 2022
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP Kelas IX dalam Menyelesaikan Soal Bangun Ruang Sisi Lengkung Abu, Fajria; Suratno, Joko; Chandra, Fitriana Eka
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i2.4625

Abstract

Representasi merupakan dasar atau pondasi bagaimana seorang siswa dapat memahami dan menggunakan ide-ide matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi lengkung (tabung). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode tes, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 31 Halmahera Selatan yang berjumlah 10 siswa dengan perwakilan dalam penelitian berjumlah 4 siswa. Tes yang digunakan berupa 1 butir soal kemampuan representasi matematis yang telah divalidasi. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kemampuan representasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 31 Halmahera Selatan dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi lengkung (tabung) dengan rata-rata sebesar 66,66% dalam kategori sedang. Siswa dengan kategori tinggi mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan benar tetapi belum lengkap, menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis benar dan lengkap, dan menjawab soal dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis benar dan lengkap. Siswa dengan kategori sedang mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan benar tapi belum lengkap, menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis benar tapi belum lengkap dan menjawab soal dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis benar tapi belum lengkap. Siswa dengan kategori rendah mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, tidak mampu menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis, dan sudah mampu menjawab soal dengan mengunakan kata-kata atau teks tertulis benar dan lengkap. Siswa dengan kategori sangat rendah hanya mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, tidak mampu menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis dan mampu menjawab soal dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis benar tapi belum lengkap.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Rotating Trio Exchange (RTE) pada Materi Aritmatika Sosial Duwila, Fisnawati; Nani, Karman La; Ruhama, Mustafa A.H.
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i2.4630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan, kemampuan, pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP Nasional Banau Kota ternate pada materi Aritmatika sosial. Pengumpulan data menggunakan teknik tes, wawancara dan dokumentasi. Data yang di peroleh dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai rata-rata pretest 44,78 (lampiran 10) dan rata-rata postetst  44,78 (lampiran 11) dan nilai N-Gain 0,65, dimana jika interval g ≥ 0,70 interpretasi tinggi, 0,03 ≤ g 0,70 intrepertasi sedang dan g 0,30 interpretasi rendah. Karena hasil dari perhitungan N-Gain adalah 0,65 (lampiran 18) dimana hasil tersebut masuk kedalam interval g ≥ 0,70 maka dapat disimpulkan bahwa interpertasi tinggi dengan demikian peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah digunakan model pembelajaran kooperatif tipe RTE dikatakan tergolong sedang.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika pada Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar Lagalante, Rusdiati; Suharna, Hery; Tonra, Wilda Syam
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i2.4633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan dan jenis-jenis kesalahan siswa kelas X siswa Madrasah Aliya Negeri Ternate dalam menyelesaikan soal matematika pada materi Perpangkatan dan Bentuk akar Dalam penelitian ini terpilih subjek penelitian sebanyak 4 siswa yang ditentukan berdasarkan hasil tes. Siswa yang terpilih sebagai subjek penelitan tersebut adalah siswa yang memperoleh kategori rendah dan sangat rendah. Data dikumpulkan dengan metode tes dan wawancara. Tes digunakan untuk menganalisis kesalahan siswa dan wawancara digunakan untuk menelusuri jenis kesalahan siswa secara mendalam. Metode analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 siswa (15%) mencapai kesalahan dengan kategori tinggi, 4 siswa (20%) mencapai kesalahan dengan kategori sedang, 4 siswa (20%) mencapai kesalahan dengan kategori rendah dan 9 siswa (45%) mencapai kesalahan dengan kategori sangat rendah dalam menyelesaikan soal pada materi perpangkatan dan bentuk akar. Berdasarkan hasil kerjanya, subjek tersebut tidak menuliskan jawaban akhir yang diminta dala soal tes (kesalahan prinsip), subjek tidak mengetahui konsep dari soal yang diberikan sehngga subjek tidak mampumenyelesaikan atau menuliskan jawaban yang diminta (kesalahan konsep), subjek tidak mengerjakan soal yang sampai selesai disebabkan karena tidak mengerti cara pengoperasian daru jawaban yang diminta (kesalahan operasi), terhadap permasalahan pada soal perpangkatan dan bentuk akar. Kesalahan yang dilakukan siswa kelas X Madrasah aliya negeri Ternate dalam menyelesaikan soal matematika pada materi perpangkatan dan bentuk akar yaitu meliputi: 1) kesalakesalahan prinsip yang dilakukan oleh R-1 dan SR-2 melakukan kesalahan yaitu tidak menuliskan jawaban akhir (kesalahan prinsip). Kesalahan konsep yang dilakukan R-1 dan R-2 karena sybjek tidak mengetahui konsep dari soal yang diberikan sehingga subjek tidak mampu untuk menyelesaikan atau menuliskan jawaban ari soal yang ada (kesalahan konsep). Pada kesalahan operasi dilakukan oleh subjek R-2 dan SR-1 dimana subjek tidak mengerjakan soal sampai selesai disebabkan karena tidak mengerti cara pengoperasian dari jawaban yang diminta.
Analisis Kemampuan Komunikasi Statis Siswa SMA pada Materi Statistika Kader, Fahria; Nani, Karman La; Tonra, Wilda Syam
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i2.4626

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi siswa kelas XII MIA-2 SMA Negeri 3 Kota Ternate dalam menyelesaikan soal pada materi statistika konsep ukuran pemusatan data. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen tes yang digunakan adalah 2 butir soal tentang kemampuan komunikasi statistis yang telah divalidasi. Data kemampuan komunikasi statistis siswa yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII MIA-2 SMA Negeri 3 Kota Ternate sebanyak 10 siswa, kemudian dipilih 4 siswa sebagai perwakilan subjek penelitian berdasarkan kategori kemampuan komunikasi statistis (Sangat baik, cukup, kurang, dan buruk) untuk diwawancarai sebagai bentuk triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi statistis siswa kelas XII MIA-2 SMA Negeri 3 Kota Ternate dalam mempelajari materi statistika konsep ukuran pemusatan data dengan rata-rata sebesar 53,67 dalam kategori kurang. Kualifikasi kemampuan komunikasi statistis siswa dalam kategori sangat tinggi dicapai 1 siswa (10%) yang mampu menyajikan data ke dalam tabel distribusi frekuensi yang sederhana, menyajikan data dalam bentuk diagram lingkaran, menunjukkan pembuktian terhadap data yang diperoleh dengan baik, dan menjelaskan cara menentukan nilai median dari data yang diperoleh dalam menyelesaikan masalah ukuran pemusatan data. Selanjutnya, 4 siswa (40%) dalam kategori cukup mampu menyajikan data ke dalam tabel distribusi frekuensi yang sederhana, menyajikan data dalam bentuk diagram lingkaran, menujukkan pembuktian terhadap data yang diperoleh, dan menjelaskan cara menentukan nilai median dari data yang diperoleh namun siswa belum begitu melengkapi “apa yang ditanyakan”. Sebanyak 2 siswa (20%) dalam kategori kurang mampu menyajikan data ke dalam tabel distribusi frekuensi sederhana dan menunjukkan rumus untuk mencari nilai median serta mampu menjelaskan alasan mengapa data perlu diurutkan terlebih dahulu sebelum menentukan nilai median, namun untuk menggambar diagram lingkaran siswa dengan kategori ini masih belum memahaminya. Siswa dengan kemampuan komunikasi statistis kurang belum dapat menuliskan dengan benar dan lengkap tentang apa yang diketahui berdasarkan apa yang ditanyakan. Siswa dengan kemampuan kategori kurang sudah mampu menghitung nilai akhir, namun hasilnya salah atau masih terdapat kekeliruan. Terdapat 3 siswa (30%) dengan kategori buruk dapat menuliskan yang diketahui dan ditanyakan. Kekeliruan ini menunjukkan bahwa siswa belum memahami bagaimana cara menyajikan data ke dalam bentuk tabel distribusi frekuensi sederhana, diagram lingkaran dan menentukan nilai median serta menjelaskan mengapa data perlu diurutkan sebelum menentukan nilai median.
Komunikasi Matematis: Jenis, Standar, Peranan, Pengembangan, dan Keefektifannya Suratno, Joko; Jalal, Ariyanti; Bakar, Marwia Tamrin
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i2.4631

Abstract

Komunikasi matematis merupakan salah satu cara untuk bertukar gagasan atau memperjelas pengetahuan. Komunikasi matematis memiliki tiga aspek yang berbeda. Ketiga aspek tersebut adalah komunikasi tentang matematika (communication about mathematics), komunikasi di dalam matematika (communication in mathematics), dan komunikasi dengan matematika (communication with mathematics). Selain itu, artikel ini juga membahas tiga cara yang dapat dilakukan siswa untuk berkomunikasi dengan gurunya, yaitu dengan cara lisan, tertulis, dan perilaku fisik. Standar komunikasi juga dibahas dalam tulisan ini, karena kemampuan komunikasi di setiap jenjang pendidikan tentunya berbeda-beda. Peranan komunikasi, cara mengembangkan komunikasi, dan keefektifan komunikasi penting untuk diketahui karena komunikasi yang baik akan terjadi apabila penerima pesan memahami apa yang disampaikan oleh pengirim pesan. Oleh karena itu, perlu kiranya seluruh komponen yang terlibat dalam sebuah komunikasi memainkan peranannya agar terjadi komunikasi yang baik.
Proses Akomodasi Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Kalkulus Berdasarkan Karakter Proses Berpikir Reflektif Suharna, Hery; Abdullah, In; Angkotasan, Nurma
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i2.4627

Abstract

Terjadinya akomodasi dalam menyelesaikan masalah matematika diawali dengan terjadi disekuilibrasi/perplexity ketika menyelesaikan masalah matematika. Tujuan dari artikel ini adalah mengungkap bagaimana proses akomodasi mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kalkulus berdasarkan pada refleksi klarifikasi, refleksi koneksi dan refleksi produktif. Jenis penelitian adalah eksploratif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 1 mahasiswa yang dengan cara berpikir refleksi klarifikasi, 1 mahasiswa refleksi konektif dan 1 mahasiswa dengan cara berpikir reflektif produktif. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari peneliti sebagai instrumen utama dan hasil eksplorasi dengan think out aloud atau think out aloud sebagai instrumen bantu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses akomodasi dengan proses berpikir reflektif klarifikatif yaitu diawali dengan terjadi disekuilibrasi/perplexity selanjutnya melakukan refleksi dengan memproses informasi yang lama menjadi informasi yang baru untuk mengklarifikasi informasi yang sudah dimiliki. Proses akomodasi dengan proses berpikir reflektif konektif yaitu diawali dengan terjadi disekuilibrasi/perplexity selanjutnya melakukan refleksi dengan memproses menghubungkan suatu konsep yang dimiliki sehingga menjadi informasi yang baru. Proses akomodasi dengan proses berpikir reflektif produktif yaitu diawali dengan terjadi disekuilibrasi/perplexity selanjutnya melakukan refleksi dengan memproses memproduksi informasi dengan konsep sudah dimiliki sehingga menjadi informasi yang baru dilakukan denga berulang.
Analisis Kesalahan Siswa Kelas VII SMP dalam Menyelesaikan Soal pada Materi Bentuk Aljabar Abdul, Fahmi; Afandi, Ahmad; Abdullah, In Hi
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i2.4632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa kelas VII SMP Negeri 5 Kota Ternate dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bentuk aljabar. Dalam penelitian ini terpilih subjek penelitian sebanyak 4 siswa yang ditentukan berdasarkan hasil tes. Siswa yang terpilih sebagai subjek penelitian tersebut adalah siswa yang memperoleh kategori rendah dan sangat rendah. Data yang dikumpulkan dengan metode tes dan wawancara. Tes digunakan untuk menganalisis kesalahan siswa dan wawancara digunakan untuk menelusuri jenis kesalahan siswa secara mendalam. Metode analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 1 siswa (5%) mencapai kesalahan dengan kategori tinggi, 4 siswa (20%) mencapai kesalahan dengan kategori sedang, 9 siswa (45%) mencapai kesalahan dengan kategori rendah dan 6 siswa (30%) mencapai kesalahan dengan kategori sangat rendah dalam menyelesaikan soal pada materi bentuk aljabar. Berdasarkan hasil kerjanya, subjek tersebut salah dalam menuliskan simbol, lambang, atau huruf dalam menyelesaikan soal (kesalahan fakta), tidak dapat menuliskan rumus, atau tidak memahami konsep operasi (kesalahan konsep), salah dalam menggunakan teorema atau definisi dalam menyelesaikan soal (kesalahan prinsip) dan salah dalam melakukan perhitungan (kesalahan operasi), terhadap permasalahan pada soal bentuk aljabar. Kesalahan yang dilakukan siswa kelas VII SMP Negeri 5 Kota Ternate dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bentuk aljabar yaitu meliputi: 1) kesalahan fakta yang dilakukan oleh SP-8 soal nomor 2, SP-9 soal nomor 1 dan SP-18 soal nomor 1 dan 2 dengan kesalahan yaitu, salah dalam menuliskan simbol, lambang, atau huruf dalam menyelesaikan soal. 2) kesalahan konsep yang dilakukan SP-8 soal nomor 2, SP-10 soal nomor 1, dan SP-18 soal nomor 2 dengan kesalahan yaitu, tidak dapat menuliskan rumus, atau tidak memahami konsep operasi. 3) kesalahan prinsip yang dilakukan oleh SP-8 pada soal nomor 1 dengan kesalahan yaitu salah dalam menggunakan teorema atau definisi dalam menyelesaikan soal. 4) kesalahan operasi yang dilakukan oleh SP-9 pada soal nomor 1 dan SP-18 pada soal nomor 1 dengan kesalahan yaitu salah dalam melakukan perhitungan.
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA Kelas XI dalam Menyelesaikan Soal Cerita Terkait dengan Materi Matriks Rumata, Liza Maharani; Afandi, Ahmad; Hamid, Hasan
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i2.4628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 10 Kota Ternate dalam menyelesaikan soal cerita terkait dengan materi matriks. Pengumpulan data kemampuan koneksi matematis siswa menggunakan teknik observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen tes yang digunakan adalah 3 butir soal tentang kemampuan koneksi matematis yang telah divalidasi. Data kemampuan koneksi matematis siswa yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi data, penyajian data, triangulasi, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 10 Kota Ternate sebanyak 23 siswa, kemudian dipilih 4 siswa sebagai perwakilan subjek penelitian berdasarkan kategori kemampuan koneksi matematis (Sangat tinggi, tinggi, sedang, dan rendah) untuk dilakukan wawancara sebagai bentuk triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 10 Kota Ternate dalam mempelajari materi matriks dengan rata-rata sebesar 86,22 dalam kategori sangat tinggi. Kualifikasi kemampuan koneksi matematis dalam kategori sangat tinggi dicapai 3 siswa (13,04) yang mampu koneksi antar topik matematika, koneksi antar topik matematika dengan pelajaran lain, dan koneksi antar topik matematika dengan kehidupan sehari-hari, sehubungan dengan penyelesaian masalah pada materi matriks. Selanjutnya 10 siswa (43,48) dalam kategori tinggi beberapa diantaranya mampu koneksi antar topik matematika, koneksi antar topik matematika dengan pelajaran lain, koneksi antar topik matematika dengan kehidupan sehari-hari, dengan benar akan tetapi kurang lengkap, terhadap penyelesaian masalah pada materi matriks. Sebanyak 3 siswa (13,04) dalam kategori sedang beberapa diantaranya mampu koneksi antar topik matematika, dan koneksi antar topik matematika dengan pelajaran lain, namun kurang lengkap terhadap penyelesaian masalah pada materi matriks.Terdapat 7 siswa (30,44) dengan kategori rendah yang mampu koneksi antar topik matematika, namun kurang lengkap terhadap penyelesaian masalah pada materi matriks.

Page 2 of 2 | Total Record : 20