cover
Contact Name
Jumain
Contact Email
jumainmain55@gmail.com
Phone
+6285342117116
Journal Mail Official
jumainmain55@gmail.com
Editorial Address
https://journal.stik-ij.ac.id/index.php/kesmas/Editorial_Team
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesmas-IJ (Indonesia Jaya)
ISSN : -     EISSN : ISSN2722     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ilmiah Kesmas -IJ (Indonesia Jaya) adalah Artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam bentuk wujud pengabdian diri sebagai dosen dalam Tri dharma perguruan Tinggi merupakan alternatif dalam mengkomunikasikan informasi informasi aktual di bidang kesehatan masyarakat khususnya bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat .untuk mempublikasikan berbagai temuan ilmiah ,konsep ,teori dan dedikasi dalam bentuk ilmu pengetahuan yang berlandaskan temuan kasus yang nyata ada di lapangan. Berdasarkan kesepakatan yang disetujui ,Jurnal ilmiah ini diberi nama " Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ (Indonesia Jaya) yang diterbitkan setiap bulan februari dan september .Jurnal ilmiah Kesmas -IJ (Indonesia Jaya) diperuntukkan bagi praktisi akademis , tenaga kesehatan dan mahasiswa yang berminat dalam pengembangan ilmu kesehatan masyarakat
Articles 115 Documents
STRATEGI PETUGAS KESEHATAN DALAM MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI PUSKESMAS SUMBERSARI KABUPATEN PARIGI MOUTONG Rizki Fahri Muhammad; Niluh Desy Purnamasari
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 22 No 2 (2022): Jurnal Kesmas, September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.783 KB)

Abstract

Penderita ISPA sebagian besar adalah bayi dan anak-anak baik di negara miskin, berkembang maupun di negara maju. Jumlah balita yang menderita ISPA di Puskesmas Sumbersari pada tahun 2017 yaitu sebanyak 270 balita, pada tahun 2017 sebanyak 325 balita dan pada tahun 2019 sebanyak 432 balita. Petugas Puskesmas Sumbersari yang mempunyai strategi kurang baik dalam menurunkan angka kejadian ISPA pada balita dikarenakan tidak melakukan monitoring dan pembinaan teknis dilakukan secara berjenjang, terstandar dan berkala. Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahuinya strategi petugas kesehatan dalam menurunkan angka kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Sumbersari Kabupaten Parigi Moutong.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif.Variabel dalam penelitian ini adalah strategi dalam menurunkan angka kejadian ISPA pada balita.Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sumbersari.Data yang digunakan adalah primer dan skunder.Analisa data dengan menggunakan analisis univariat.Populasi pada penelitian ini adalah semua petugas kesehatan yang bertanggung jawab dalam Program penanggulangan ISPA pada balita di Puskesmas Sumbersari sebanyak 7 orang.Sampel berjumlah 7 orang.Teknik pengambilan sampel yaitu total populasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 responden pada penelitian ini, lebih banyak responden yang mempunyai strategi baik dalam menurunkan angka kejadian ISPA pada balita yaitu 57,1%Kesimpulan dalam penelitian ini adalah lebih banyak petugas kesehatan mempunyai strategi baik dalam menurunkan angka kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Sumbersari Kabupaten Parigi Moutong. Saran yaitu diharapkan petugas Puskesmas Sumbersari khususnya Untuk pengelola program P2 ISPA dapat bekerjasama dengan pengelola program imunisasi dalam pencegahan dan penanggulangan ISPA di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Parigi Moutong
PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA TENTANG BAHAYA PENGGUNAAN GADGET DALAM PERKEMBANGAN OTAK BALITA USIA 3-5 TAHUN DI DESA BAMBALEMO KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PARIGI MOUTONG. Wahyuni; Sitti Fajrah
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 22 No 2 (2022): Jurnal Kesmas, September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.176 KB)

Abstract

Penggunaan gadget yang berlebihan pada balita akan berpengaruh terhadap perkembangan otak, salah satunya adalah radiasi dalam gadget dapat merusak jaringan syaraf dan otak balita. Paparan sinar radiasi elektromagnetik yang dihasilkan dari gadget dapat merusak DNA dan mengakibatkan tumor otak karena saat menggunakan gadget 70-80 persen energi radiasi yang dipancarkan dari gadget diserap oleh kepala. Tujuan dari penelitian ini yaitu diketahuinya pengetahuan dan sikap orang tua tentang bahaya penggunaan gadget dalam perkembangan otak balita usia 3-5 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap. Jenis data dalam penelitian ini data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 3-5 tahun di desa bambalemo. Sampel berjumlah 45 ibu yang memiliki balita usia 3-5 tahun, dengan teknik pengambilan sampel proporsional random sampling. Hasil penelitian ini dari 45 ibu pengetahuan cukup sebanyak, pengetahuan kurang sebanyak, pengetahuan baik sebanyak. Sikap kurang sebanyak, dan sikap cukup sebanyak. Kesimpulan Pengetahuan Ibu Tentang Bahaya Penggunaan Gadget Dalam Perkembangan Otak Balita Usia 3-5 Tahun Di Desa Bambalemo Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong sebagian besar cukup. Sikap Ibu Tentang Bahaya Penggunaan Gadget Dalam Perkembangan Otak Balita Usia 3-5 Tahun Di Desa Bambalemo Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong sebagian besar kurang. Saran bagi kepala desa agar melakukan kerja sama dengan petugas kesehatan untuk diberikan penyuluhan kepada ibu tentang bahaya penggunaan gadget dalam perkembangan otakbalita
EVALUASI PETUGAS SANITARIAN TENTANG SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH MEDIS PADAT DI PUSKESMAS PANGI KECAMATAN PARIGI UTARA KABUPATEN PARIGI MOUTONG Ciciliana; Robert V. Pelima
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 22 No 2 (2022): Jurnal Kesmas, September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.614 KB)

Abstract

Pertumbuhan industri pelayanan kesehatan di Indonesia memberikan kontribusi dalam menghasilkan limbah. Berdasarkan data Kemenkes RI, Propinsi Sulawesi Tengah adalah Propinsi yang terendah mengelola limbah medis (3%) dari 35 propinsi di Indonesia. Berdasarkan studi pendahuluan hasil pengambilan data awal pada bulan April 2021 di Puskesmas Pangi, pemilahan berdasarkan kode warna yang sesuai standar belum dilakukan. Dalam proses pengolahan limbah troli pengangkut dan pembakaran tidak ada dikarenakan keterbatasan anggaran di Puskesmas. Tujuan penelitian adalah diketahuinya gambaran evaluasi petugas sanitarian tentang sistem pengolahan limbah medis padat di Puskesmas Pangi Kecamatan Parigi Utara Kabupaten Parigi Moutong. Berdasarkan masalah pada latar belakang, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ―Bagaimana gambaran sistem pengolahan limbah medis padat di Puskesmas Pangi Kecamatan Parigi Utara Kabupaten Parigi Moutong ditinjau dari segi input, proses, dan output‖ Hasil penelitian menunjukan input dalam SDM yaitu petugas sanitarian berjumlah 2 orang, sarana prasarana belum memadai untuk biaya operasional pengolahan limbah tidak ada kerja sama pengelola limbah dengan pihak ke 3. Proses yaitu pengurangan, pemisahan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pembuangan dan pemusnahan limbah belum memenuhi tata cara pengolahan limbah Fasyankes. Kesimpulan dalam penelitian ini meliputi, bahwa input SDM sudah memadai, Sarana prasarana belum memadai sedangkan untuk biaya oprasional pengolahan limbah tidak ada. Process belum memenuhi tata cara pengolahan limbah Fasyankes. Output yaitu Pengurangan limbah tidak dilakukan, pemisahan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan limbah padat tidak menggunakan troli, pembuangan dan pemusnahan. Saran diharapkan dapat memberi masukan bagi pihak Puskesmas Pangi dalam pelaksanaan evaluasi, dan memperhatikan input dan process dalam pelaksanaannya sehingga menghasilkan output yang diharapkan.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS ANUTOLUWU KECAMATAN PETASIA BARAT KABUPATEN MOROWALI UTARA Ayu Noriska Tolule Tolule; Desak Eka Susianawati
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 22 No 2 (2022): Jurnal Kesmas, September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.226 KB)

Abstract

Tingkat kepuasan pelanggan sangat tergantung pada kualitas pelayanan puskesmas. Data awal Puskesmas Anutoluwu menunjukkan petugastidak memberikan informasi sebelum memberikan pelayanan (kehandalan), petugas lambat memberikan pelayanan yang dibutuhkan pasien (daya tanggap), petugas memberikan penjelasan dengan marah-marah (jaminan), petugas menyapa pasien dengan kurang ramah (empati), tidak tersedianya tempat parkir di halaman puskesmas (bukti fisik). Tujuan penelitian adalah diketahuinya hubungan antara kualitas pelayanan petugas kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Anutoluwu Kecamatan Petasia Barat Kabupaten Morowali Utara. Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas maka rumusan permasalahan pada penelitian ini yakni: apakah ada hubungan antara kehandalan dengan kepuasan pasien, apakah ada hubungan antara daya tanggap dengan kepuasan pasien, apakah ada hubungan antara jaminan dengan kepuasan pasien, apakah ada hubungan antarae mpati dengan kepuasan pasien, apakah ada hubungan antara bukti fisik dengan kepuasan pasien di Puskesmas Anutoluwu Kecamatan Petasia Barat Kabupaten Morowali Utara? Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kehandalan dengan kepuasan pasien (p = 0,010), ada hubungan antara daya tanggap dengan kepuasan pasien (p = 0,000), ada hubungan antara jaminan dengan kepuasan pasien (p = 0,027), ada hubungan antara empatidengan kepuasan pasien (p = 0,005), ada hubungan antara bukti fisik dengan kepuasan pasien (p = 0,024). Kesimpulan yaitu ada hubungan antara kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, bukti fisik dengan kepuasan pasien di Puskesmas Anutoluwu Kecamatan Petasia Barat Kabupaten Morowali Utara.Disarankanbagi pihak Puskesmas Anutoluwu untuk meningkatkan mutu pelayanan di puskesmas sehingga setiap pasien yang berkunjung merasa puas dan mempercayai Puskesmas Anutoluwu sebagai salah satu puskesmas terbaik di Morowali Utara.
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT KULIT ANAK OLEH IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALEKE KECAMATAN DOLO BARAT KABUPATEN SIGI Gita Christy Tokari; Fitri Arni
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 22 No 2 (2022): Jurnal Kesmas, September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.637 KB)

Abstract

Penyakit kulit merujuk pada kelainan yang secara eksklusif (atau utama) terjadi pada lapisan terluar kulit. Berdasarkan data yang di dapatkan di Puskesmas Kaleke tahun 2017 jumlah kasus penyakit kulit yaitu sebesar 721 orang, tahun 2018 dengan jumlah kasus sebesar 978 orang. Sedangkan pada tahun 2019 bulan Januari sampai April dengan jumlah kasus sebesar 212 orang. Hasil studi pendahuluan dan wawancara tanggal 5 Juli 2019 terhadap 6 responden ibu yang memiliki anak menderita penyakit infeksi kulit, alergi, dan penyakit kulit karena jamur. Melalui wawancara tersebut, 4 dari 6 responden didapati masih kurangnya cara pencegahan penyakit kulit pada anak. Sedangkan 2 orang lainnya menganggap bahwa penyakit kulit bisa diobati sendiri. Tujuan dari penelitian adalah diketahuinya Upaya Pencegahan Penyakit Kulit Anak Oleh Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Kaleke. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimanakah gambaran upaya pencegahan penyakit kulit anak oleh ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Kaleke Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar memiliki pencegahan yang cukup tentang Upaya Pencegahan penyakit kulit 79,5% pencegahan yang baik 13,6%, dan sebagian kecil memiliki pencegahan yang kurang sebesar 6,8%. Kesimpulan dalam penelitian adalah sebagian besar pencegahan ibu tentang upaya penyakit kulit anak lebih banyak yang cukup. Saran diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap pencegahan ibu mengenai kiat pencegahan penyakit kulit pada anak terutama pentingnya asupan nutrisi anak dalam mencegah penyakit kulit anak agar angka kejadian penyakit kulit terutama pada anak bias diturunkan.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA DENGAN UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT ASAM URAT DI DESA WAWONDULA KECAMATAN MORI UTARA KABUPATEN MOROWALI UTARA Stefanus Tanonggi; Parmi; Jumain
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 22 No 2 (2022): Jurnal Kesmas, September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.975 KB)

Abstract

WHO sejak enam tahun lalu memperkirakan bahwa beberapa ratus juta orang telah menderita karena penyakit sendi dan tulang (reumatik dan asam urat) dan angka tersebut diperkirakan akan meningkat tajam pada tahun 2020.Berdasarkan data Puskesmas Mayumba bahwa jumlah pasien asam urat tahun 2017 sebanyak 114 pasien, tahun 2018 meningkat menjadi 129 pasien, sementara pada bulan Januari-Juni 2019sebanyak 81 pasien.Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara pengetahuan dan sikap lansia dengan upaya pencegahan penyakit asam urat di Desa Wawondula Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara. Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini: apakah ada hubungan antara pengetahuan lansiadengan upaya pencegahan penyakit asam urat di Desa Wawondula Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara; Apakah ada hubungan antara sikap lansiadengan upaya pencegahan penyakit asam urat di Desa Wawondula Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara. Hasil analisis menunjukkan, terdapat hubungan antara pengetahuan lansia dengan upaya pencegahan penyakit asam urat di Desa Wawondula Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara (p-value = 0,006) dan terdapat hubungan antara sikap lansia dengan upaya pencegahan penyakit asam urat di Desa Wawondula Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara (p-value = 0,015). Kesimpulan yaitu ada hubungan antara pengetahuan dan sikap lansia dengan upaya pencegahan penyakit asam urat di Desa Wawondula Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara. Saran yaitu diharapkan pihak Puskesmas Mayumba dapat memberi sosialisasi terkait asam urat pada lansia sehingga lansia dapa memahami cara pencegahan asam urat.
PERSEPSI PASIEN TENTANG MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS TOMINI KECAMATAN TOMINI KABUPATEN PARIGI MOUTONG Ahmad Fahrizal; Imelda Kantohe
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 22 No 2 (2022): Jurnal Kesmas, September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.089 KB)

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan di Pukesmas akan menimbulkan persepsi yang pada masyarakat dan mempengaruhi minat melakukan kunjungan kembali ketika merasakan sakit. Data dari Puskesmas Tomini selama empat tahun terakhir, kunjungan pasien rawat jalan pada tahun 2017 sebanyak 9361 orang, tahun 2018 sebanyak 8478 orang, tahun 2019 sebanyak 7614 dan tahun 2020 sebanyak 6084 orang. Penurunan jumlah pasien rawat jalan yang berobat ke Puskesmas Tominimerupakan indikasi adanya suatu permasalahan yang perlu mendapat perhatian. Penurunan jumlah kunjungan pasien tersebut dapat terjadi karenamutu pelayanan yang belum optimal.Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya persepsi pasien tentang mutu pelayanan kesehatan yang meliputi (tangible), daya tanggap (responsiveness), kehandalan (reliability), jaminan (assurance), dan empati (empathy) di Puskesmas Tomini Kecamatan Tomini Kabupaten Parigi Moutong. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka peneliti membuat rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimanakah persepsi pasien tentang mutu pelayanan kesehatan yang meliputi bukti langsung(tangible), daya tanggap (responsiveness), kehandalan (reliability), jaminan (assurance), dan empati (empathy) di Puskesmas Tomini Kecamatan Tomini Kabupaten Parigi Moutong? Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukan persepsi pasien dalam mutu pelayanan kesehatan dari bukti langsung yang baik sebanyak 63,6% dan kurang baik sebanyak 36,4%. Daya tanggap sama banyak jumlahnya antara persepsi yang baik dan kurang baik sebanyak 50%. Kehandalan 61,4% dan kurang baik sebanyak 38,6%. Jaminan 63,6% dan kurang baik sebanyak 36,4%. Empati 52,3% dan kurang baik sebanyak 47,7%. Kesimpulan dalam penelitian ini tentang persepsi pasien dalam mutu pelayanan kesehatan dari segi bukti langsung, kehandalan, jaminan dan empati lebih banyak yang puas dari pada yang kurang puas. Sedangkan dari segi daya tanggap sama jumlahnya. Diharapkan bagi petugas kesehatan yang ada di Puskesmas Tomini untuk lebih meningkatkan kinerja tenaga sumber daya manusia yang ada di puskesmas agar tetap selalu menjaga mutu dari pelayanan kesehatan agar menciptakan persepsi pasien yang baik dalam menilai dan menerima pelayanan kesehatan.
DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPEMILIKAN JAMBAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDERE KECAMATAN GUMBASA KABUPATEN SIGI Sherly Marisha Aprilly Bolla; Subardin AB
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 22 No 2 (2022): Jurnal Kesmas, September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.479 KB)

Abstract

Lingkungan merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap kesehatan individu dan masyarakat. Salah satunya adalah penyediaan jamban keluarga. Cakupan kepemilikan jamban yaitu di Wilayah kerja Puskesmas Pandere tahun 2020 jumlah KK yang memilki jamban sebanyak 70,6%. wawancara penulis dengan 7 KK tentang jamban. 3 orang KK sudah mengetahui apa itu jamban tetapi tidak mengetahui apa dampak dari tidak memiliki jamban. 2 orang KK menyatakan tanpa jamban bisa Buang Air Besar di Sungai dan sudah menjadi kebiasan mereka. Sedangkan 2 KK lainnya menyatakan tidak memiliki jamban dan masih menumpang di jamban keluarga karena belum mampu untuk membangun jamban karena untuk memenuhi kebutuhan keseharian saja mereka sulit. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya determinan kepemilikan jamban di Wilayah Kerja Puskesmas Pandere Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. Berdasarkan uraian latar belakang masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah ada hubungan antara pengetahuan dengan kepemilikan jamban di Wilayah Kerja Puskesmas Pandere Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi?, apakah ada hubungan antara pendapatan dengan kepemilikan jamban di Wilayah Kerja Puskesmas Pandere Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan dengan kepemilikan jamban nilai p-value = 0,001 (p < 0,05) dan ada hubungan pendapatan keluarga dengan kepemilikan jamban p-value = 0,003 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan dan pendapatan keluarga dengan kepemilikan jamban. Disarankan bagi petugas kesehatan di Puskesmas Pandere khususnya bagian Kesehatan Lingkungan agar lebih aktif melakukan penyuluhan tentang pentingnya kepemilikan jamban untuk mencegah penyakit akibat tidak memiliki jamban
PERAN KELUARGA SEBAGAI PENGAWAS MINUM OBAT PADA PASIEN YANG MENDERITA PENYAKIT TUBERCULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GIMPU Ibrahim; Sri Purwiningsih
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 22 No 2 (2022): Jurnal Kesmas, September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.643 KB)

Abstract

TB masih menjadi masalah kesehatan global. Sepertiga dari populasi dunia sudah tertular dengan TB dimana sebagian besar penderita TB adalah usia produktif (15-55 tahun).Jumlah penderita TB di Puskesmas Gimpupada bulan Januari-Mei tahun 2019 jumlah penderita TB sebanyak 51 orang, laki-laki sebanyak 29 orang dan perempuan sebanyak 22 orang Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya peran keluarga sebagai PMO pada pasien yang menderita penyakit TB di Wilayah Kerja Puskesmas Gimpu. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ―bagaimanakahperan keluarga sebagai PMO pada pasien yang menderita penyakit TB di Wilayah Kerja Puskesmas Gimpu?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 51 responden pada penelitian ini, sebagian responden mempunyai peran yang baik sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) pada pasien yang menderita penyakit Tuberculosis yaitu 54,9% dan sebagian kecil mempunyai peran yang kurang baik yaitu 45,1%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalahsebagian besar responden sudah mempunyai peran yang baik sebagai Pengawas Minum Obat pada pasien yang menderita penyakit Tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Gimpu.Saran yaitu diharapkan bagi pihak Puskesmas Gimpu untuk merencanakan kembali program penangulangan Tuberculosis secara terstruktur dan terarah, serta menggerakan seluruh pihak yang terkait agar pemberantasan Tuberculosis dapat terlaksana dengan baik. Selain itu memberikan penyuluhan terhadap keluarga pasien agar keluarga dapat berperan dengan baik sebagai PMO guna mempercepat pemulihan pasien Tuberculosis.
KELELAHAN KERJA PADA TENAGA KERJA BIDANG PRODUKSI DI PT. HARDAYA INTI PLANTATIONS BUOL Evelline Gloria Lambey; Lexy Kareba
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 22 No 2 (2022): Jurnal Kesmas, September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.563 KB)

Abstract

Berdasarkan pengambilan data awal dari PT. Hardaya Inti Plantations Buol didapatkan keluhan berupa gangguan tidur, gangguan pencernaan,masalah aktivitas public misalnya kesulitan mengubah waktu bersama keluarga dan masyarakat disekitar tempat tinggal, hingga kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kelelahan kerja. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya kelelahan kerja pada tenaga kerja bidang produksi di PT. Hardaya Inti Plantations Buol. Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah yang akan diteliti yaitu Bagaimanakah Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kerja Bidang Produksi Di PT. Hardaya Inti Plantations Buol? Hasil penelitian menunjukan bahwa kelelahan kerja pada tenaga kerja bidang produksi tertinggi adalah kategori kelelahan sedang (57,1%), kelelahan rendah (40%), kelelahan tinggi (2,9%), kelelahan sangat tinggi (0%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagian besar tenaga kerja bidang produksi mengalami kelelahan sedang. Disarankan bagi PT. Hardaya Inti Plantations Buol untuk memperhatikan kesehatan tenaga kerjautamanya pada tenaga kerja yang bekerja ditempat yang lebih berisiko mengalami kelelahan kerjadan sosialisasi pentingnya K3 dalam lingkungan kerja.

Page 8 of 12 | Total Record : 115