cover
Contact Name
Purniadi Putra
Contact Email
putrapurniadi@gmail.com
Phone
+6285252101729
Journal Mail Official
putrapurniadi@gmail.com
Editorial Address
Dusun Turusan Desa Lorong Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas Kalimantan Barat
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Published by CV putra publisher
ISSN : -     EISSN : 29647460     DOI : https://doi.org/10.58540/pijar.v1i2.147
Core Subject : Education,
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran is a scientific journal published by CV Putra Publisher. This journal aims to accommodate research articles and community service in the field of education and learning. This journal can provide an overview of the development of science and technology in the field of education for the academic community. This journal is published 3 times a year (December, April and August).
Articles 328 Documents
Persepsi Masyarakat terhadap Program Keagamaan Sekolah melalui Instagram: Studi Netnografi SD Al-Muttaqien Kenjeran Surabaya Davina Rohman; Fairuz Habibah; Nichi Zahra; Syarifah; Cecep Rochmat
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i2.2340

Abstract

ABSTRAK Artikel ini disusun untuk mengkaji bagaimana program-program keagamaan sebuah sekolah ditampilkan melalui akun Instagram, sekaligus menelusuri cara masyarakat memaknai tampilan tersebut dalam proses menumbuhkan kepercayaan publik terhadap sekolah Islam. Kajian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode netnografi observasional pada akun Instagram resmi SD Al-Muttaqien Kenjeran Surabaya. Data dihimpun lewat pengamatan daring, penelusuran dokumentasi digital, serta pencermatan jejak digital berupa unggahan, keterangan foto (caption), komentar, dan berbagai bentuk keterlibatan pengguna. Proses analisis mengikuti tahapan pencelupan data (data immersion), pengodean terbuka, pengodean aksial, pengodean selektif, hingga penyusunan tema. Temuan memperlihatkan bahwa penyajian program keagamaan secara konsisten menumbuhkan pandangan positif dari masyarakat, tercermin dari munculnya apresiasi religius, dukungan komunitas, penguatan nilai pendidikan, dan meningkatnya rasa percaya terhadap sekolah sebagai institusi. Artikel ini juga mengajukan Digital Islamic Trust Building Model (DITBM), yang menggambarkan bagaimana representasi digital program keagamaan mendorong keterlibatan warganet, membentuk pemaknaan bersama, memperkuat kepercayaan publik, hingga akhirnya turut mengangkat reputasi sekolah Islam tersebut. Temuan ini memperkaya kajian netnografi dalam bidang Pendidikan Islam sekaligus memberi masukan praktis bagi pengelolaan media sosial sekolah sebagai sarana komunikasi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. ABSTRACT This article examines how a school's religious programs are portrayed through Instagram and how the public interprets that portrayal in building trust toward the Islamic school. Using a qualitative approach grounded in observational netnography, the study focused on the official Instagram account of SD Al-Muttaqien Kenjeran Surabaya. Data were gathered through online observation, digital documentation, and the tracing of digital traces such as posts, captions, comments, and user engagement. The analytical process moved through data immersion, open coding, axial coding, selective coding, and theme development. Findings indicate that the consistent portrayal of religious programs cultivates favorable public perception, marked by religious appreciation, community support, recognition of educational value, and growing institutional trust. Building on these findings, the study puts forward a Digital Islamic Trust Building Model (DITBM), illustrating how the digital portrayal of religious activities stimulates community engagement, shapes collective meaning-making, reinforces public trust, and ultimately strengthens the reputation of the Islamic school. The study contributes to the growing body of netnographic research in Islamic education and offers practical guidance for managing school social media as a value-based educational communication tool.
Deskripsi Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris dan Kecemasan Berbahasa Siswa dalam Storytelling Berbasis Media Interaktif Endah Pran Apriyanti; Jumintono; Saryanto
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i3.2438

Abstract

Kecemasan berbahasa (foreign language anxiety) dan rendahnya keterlibatan lisan masih menjadi hambatan utama dalam pembelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah menengah pertama, khususnya di daerah non-metropolitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam performa berbicara dan dinamika kecemasan berbahasa siswa dalam penerapan model storytelling berbasis media interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari enam siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Bobotsari yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan tingkat kecemasan lisan awal. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi transkrip tuturan lisan, yang kemudian dianalisis menggunakan Analisis Tematik kerangka kerja Braun dan Clarke. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik dan member checking. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama: (1) manifestasi kecemasan awal termanifestasi dalam bentuk pemblokiran kognitif (mind-blanking), kebingungan sintaksis, dan respon fisik non-verbal; (2) fitur media interaktif seperti audio pemodel, petunjuk visual, dan alur cerita bercabang berfungsi sebagai multimodal scaffolding yang mereduksi filter afektif dan memberikan rasa kontrol otonom (sense of agency); serta (3) terjadi transformasi kualitatif pada performa berbicara siswa yang ditandai oleh peningkatan kelancaran (fluency), berkurangnya jeda ragu, dan munculnya partisipasi lisan yang spontan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi media interaktif dalam storytelling efektif menciptakan lingkungan belajar berisiko rendah (low-anxiety environment) yang membina keberanian berkomunikasi siswa.
Kepemimpinan Supervisi Pendidikan Islam: Adaptasi Deep Learning, Kesiapan Digital, dan Evaluasi Etis serta Adaptasi terhadap Deep Learning dan Pembelajaran Abad ke-21 Siti Rahma; Irsan Arip; Ramli; Normawati
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v3i3.2441

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kepemimpinan supervisi pendidikan Islam dalam menghadapi masalah seperti Implementasi deep learning, kesiapan digital, dan pentingnya menilai etika menggunakan teknologi pendidikan. Transformasi pembelajaran abad ke-21 menuntut kepala sekolah sebagai supervisor untuk tidak hanya berperan dalam pengawasanadministratif, tetapi juga sebagai pemimpin perubahan yang mampu mendorong inovasi pedagogis berbasis teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif, menggunakan literatur studi dan analisis konseptual tentang praktik supervisi di lembaga pendidikan Islam. Kajian ini berfokus pada kesiapan guru untuk menerapkan deep learning, ketersediaan infrastruktur dan fasilitas digital, pertimbangan etika tentang pengelolaan data dan penggunaan teknologi, dan budaya kolaboratif. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan digital pendidik, dukungan kebijakan lembaga, sistem supervisi yang inovatif dan berfokus pada peningkatan kualitas berkelanjutan Selain itu, dalam menghadapi tantangan teknologi, etika digital sangat penting untuk menjaga nilai-nilai pendidikan Islam, seperti menjaga integritas akademik dan melindungi data siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan supervisi pendidikan Islam perlu bertransformasi menjadi model kepemimpinan strategis, kolaboratif, dan berlandaskan nilai-nilai etis untuk memastikan implementasi deep learning berjalan efektif, relevan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam di era digital.
Pengaruh Intensitas Bermain Game Online Terhadap Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Laki-Laki di Kota Medan Gebriel Chriswanto Hutauruk; Sabrina Haga Ita Br Ginting; Ervina M. R. Siahaan
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i3.2442

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda penyelesaian tugas akademik yang dapat menghambat pencapaian mahasiswa. Salah satu aktivitas yang berpotensi berkaitan dengan prokrastinasi akademik adalah bermain game online dengan intensitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas bermain game online terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa laki-laki di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana. Subjek penelitian berjumlah 348 mahasiswa laki-laki berusia 18–25 tahun yang merupakan mahasiswa aktif perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Medan serta aktif bermain game online. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala psikologi untuk mengukur intensitas bermain game online dan prokrastinasi akademik. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan intensitas bermain game online terhadap prokrastinasi akademik, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,581, nilai t sebesar 13,289, dan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Nilai R Square sebesar 0,338 menunjukkan bahwa intensitas bermain game online memberikan kontribusi sebesar 33,8% terhadap prokrastinasi akademik, sedangkan 66,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, semakin tinggi intensitas bermain game online, semakin tinggi pula kecenderungan prokrastinasi akademik pada mahasiswa laki-laki di Kota Medan.
Kepemimpinan Transformasional Kepala Madrasah dalam Transformasi Budaya Mengajar Guru: Studi Kasus di MTs Muhammadiyah Tolitoli Mursalim; Sasmitha Puri Indah; Isnada Waris Tasrim
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v3i3.2443

Abstract

Perubahan tuntutan pembelajaran dan perkembangan teknologi menuntut kepala madrasah tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu mentransformasikan budaya kerja dan praktik mengajar guru. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan transformasional kepala madrasah dalam mengubah budaya mengajar guru di MTs Muhammadiyah Tolitoli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua siswa. Analisis difokuskan pada empat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala madrasah berlangsung melalui empat mekanisme utama. Pertama, idealized influence diwujudkan melalui keteladanan, kedisiplinan, konsistensi, dan penguatan nilai keislaman. Kedua, inspirational motivation diwujudkan melalui komunikasi visi-misi, motivasi profesional, serta dorongan mengikuti MGMP, workshop, seminar, dan diklat. Ketiga, intellectual stimulation diwujudkan melalui dorongan terhadap kreativitas, adaptasi Kurikulum Merdeka, pemanfaatan teknologi, serta penyediaan fasilitas pembelajaran. Keempat, individualized consideration tampak dalam pemberian kepercayaan, pendampingan, pengembangan kompetensi sesuai potensi guru, dan dukungan personal. Transformasi tersebut berkontribusi terhadap perubahan budaya mengajar dari praktik yang cenderung monoton menuju pembelajaran yang lebih kreatif, aktif, adaptif, dan berbasis teknologi. Temuan penelitian menghasilkan model konseptual transformasi budaya mengajar berbasis kepemimpinan transformasional yang mengintegrasikan keteladanan, motivasi bermakna, stimulasi inovasi, dan pengembangan individual.
Menata Ulang Budaya Sekolah: Peran Strategis Kepemimpinan Guru Visioner Nadila Puspita Sari Malla; Isnada Waris Tasrim
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v3i3.2444

Abstract

Penelitian kualitatif ini mengeksplorasi peran kepemimpinan guru visioner dalam membentuk budaya sekolah melalui desain studi kasus. Penelitian ini dilakukan di tiga sekolah dasar swasta di Sulawesi Tengah, dengan melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua sebagai partisipan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi dokumen, dan observasi. Analisis data dilaksanakan secara simultan dan interaktif, mencakup reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan, baik pada masing-masing kasus maupun antar kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan guru visioner berkontribusi dalam membangun budaya sekolah melalui penanaman komitmen, keteladanan, konsistensi, dan integritas dalam menjunjung nilai-nilai budaya yang sejalan dengan visi dan arah pengembangan sekolah. Pendekatan yang digunakan meliputi dua sistem: pertama, pembentukan sistem yang mencakup aturan, prosedur, konsekuensi, dan penghargaan; kedua, pembentukan sistem pengikat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran, menciptakan sistem pembelajaran, menghilangkan hukuman dan aturan tertulis, serta menerapkan pembelajaran kontekstual. Pengembangan budaya juga dilakukan melalui aktivitas yang berorientasi pada sistem aturan dan penghargaan melalui sosialisasi dan praktik nyata.Temuan ini memberikan implikasi terhadap praktik kepemimpinan guru dalam membentuk sekaligus mempertahankan budaya sekolah, serta dalam membimbing anggota sekolah menuju pencapaian visi institusi
Persepsi Guru terhadap Penerapan Kepemimpinan Pendidikan Multi-Gaya oleh Kepala Sekolah: Efektifitas, Implikasi dan Rekomendasi Strategi Isnada Waris Tasrim; Aida Bilhairi
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v3i3.2445

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi guru terhadap kepemimpinan pendidikan multi gaya, meliputi praktik penerapan kepemimpinan multi gaya/interseksi di sekolah, efektivitas implementasinya, implikasi terhadap perilaku guru dan tenaga kependidikan, serta rekomendasi strategi penerapan kepemimpinan multi gaya. Selain itu, penelitian ini menelaah konsep kepemimpinan multi gaya berdasarkan tinjauan literatur. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui survei persepsi guru terhadap penerapan kepemimpinan multi gaya menggunakan pertanyaan terbuka (open-ended questions) dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa pascasarjana Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Palu yang berprofesi sebagai guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (83%) mendukung penerapan kepemimpinan multi gaya, sedangkan 17% bersikap netral terhadap praktik tersebut. Kajian literatur mengungkapkan bahwa model kepemimpinan terintegrasi atau hibrida semakin dibutuhkan untuk menghadapi kompleksitas dan dinamika pendidikan modern. Pemimpin yang mampu menerapkan berbagai gaya kepemimpinan secara fleksibel dinilai lebih siap membangun sekolah yang tangguh, inklusif, dan berkinerja tinggi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model kepemimpinan terintegrasi yang adaptif terhadap konteks dan tantangan pendidikan yang beragam.
Pengaruh Sumber Belajar dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Kelas VIII Jessica Valentina Sitompul; Herlina Hotmadinar Sianipar; Tumpal Manahara Siahaan
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v3i3.2504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran IPS siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 3 Pematangsiantar Tahun Ajaran 2025/2026. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausal asosiatif. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 3 Pematangsiantar yang ditentukan melalui teknik random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 185 siswa. Data dikumpulkan untuk variabel sumber belajar dan motivasi belajar menggunakan angket dan dokumentasi nilai ujian tengah semester untuk variabel hasil belajar, kemudian dianalisis melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi. Pengujian prasyarat analisis dilakukan dengan uji normalitas kolmogorov smirnov berdasarkan perhitungan kedua variabel berdistribusi normal. Hasl analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif  dan signifikat sumber belajar terhadap hasil belajar dengan (????ℎ???????????????????? = 1,952 > ???????????????????????? = 1,653) dan ada pengaruh positif dan signifikat motivasi belajar terhadap hasil belajar dengan (????ℎ????????????????????4,6977 > ???????????????????????? 1,653) hasil uji f menunjukkan bahwa secara simultan kedua variabel tersebut berpengaruh signifikat terhadap hasil belajar siswa (????ℎ????????????????????= 65,1484 > ???????????????????????? = 3,05). Nilai koefisisien determinasi (R2) sebesar 0,4172 menunjukkan bahwa 41,7% variasi hasil belajar siswa dipengaruhi oleh sumber belajar dan motivasi belajar sedangkan  58,3 % merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.