cover
Contact Name
Muhammad Arif Syihabuddin
Contact Email
arifmuhammad599@gmail.com
Phone
+6287752724043
Journal Mail Official
miyah.inkafa@gmail.com
Editorial Address
LPPM Institut Keislaman Abdullah Faqih (INKAFA) Jl. KH. Syafi'i No. 07 Suci Manyar Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
MIYAH: Jurnal Studi Islam
ISSN : 25497804     EISSN : 25498622     DOI : https://doi.org/10.33754/miyah
Islamic Studies that including Islamic education, language education, Islamic law, interpretation of the Quran and Islamic communication
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2016)" : 11 Documents clear
Donor Asi Dalam Perspektif Hukum Islam Abdul Halim
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.391 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v12i2.101

Abstract

Air susu ibu, atau biasa disingkat ASI, memiliki keistimewaan besar bagi kesehatan dan perkembangan bayi. Bahkan keberadaanya sebagai kebutuhan pokok bagi anak bayi tidak bisa tergantikan dengan susu lain atau makanan dan minuman lainya. Fungsi tersebut telah diakui oleh para dokter melalui penlitian ilmiah. al-Qur’an dan al-Hadist pun juga telah mengakui keistimewaan yang dikandung dalam ASI. Bahkan syara’ memberikan saran kepada orang tua bayi untuk menggantikan atau menyewa ibu lain ketika ibu kandungnya berhalangan untuk menyusuinya sendiri. Dampak hukum lain dari syara’ adalah mengenai konsekuensi hukum kemahraman yang ditimbulkan dari persususuan antara seorang perempuan lain dan bayi
ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU Aflachal Muthowah
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.25 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v12i2.113

Abstract

The purpose of this research is to examine and analyze theinfluence of leadership style and work environment on teacher performance inpublic junior high school. The population in this study are all teachers who teachas many as 52 teachers. So the research is a population study as a sample.Data analysis techniques in this study using path analysis (Path Analysis) toanalyze the data obtained. Operated through SPSS 16 program. The result ofanalysis shows that there is a positive influence of leadership style on teacherperformance and there is positive effect of work environment on teacherperformance
ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF FATHI OSMAN Arif Budiono
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/miyah.v12i2.114

Abstract

Masyarakat modern megnalami peningkatan pendidkan dan mempunyai kultur umum. Partisipasi dalam perubahan sosial membutuhkan kesadaran, imajinasi, kepekaan moral, dan perhatian terhadap masalah publik dalam derajat tertentu serta kemampuan menggeneralisirnya dari pengalaman pribadi dan lokal.  Pengalaman masyarakat muslim yang pernah mencapai peradaban tinggi dalam segala bidang dalam kurun waktu 7 abad (abad 8 – 14 M), menjadi bukti tak terbantahkan peran aktif mereka dan sumbangsih berharga bagi perkembangan peradaban dunia. Namun, bagi Fathi Osman yang terpenting saat ini bukanlah euforia akan masa lalu yang ditonjolkan, akan tetapi sikap kritis dan kesadaran bahwa masyarakat muslim adalah bagian dari masyarakat internasional yang dituntut ikut berperan aktif dalam menciptakan kemaslahatan dunia, memberikan solusi terhadap permasalahan global, sekaligus menjauhi sikap Ghetto Minded atau Narrow Minded (berpandangan sempit dan hanya bersifat lokalitas) dan cepat berburuk sangka terhadap pihak lain. Asumsi dasarnya adalah bahwa praktik ibadah harus terkait secara langsung dengan kepedulian sosial, dengan landasan tauhid yang mewujud ke ranah praktis dalam bentuk ibadah sosial. Strategi yang ia tawarkan adalah 1). Sikap terbuka terhadap hukum internasional 2). Memaknai ulang konsep Qat'i dan Dzanni 3). Menerima suatu perubahan dengan melakukan ijtihad  4). Formulasi dan kodifikasi kembali hukum Islam 5). Membangun pemahaman baru tentang gender dan hubungan muslim – non muslim 6). Ikut aktif menciptakan perdamaian dunia dalam organisasi internasional PBB. Implikasinya adalah diperlukan kesadaran umat Islam bergandengan tangan dengan masyarakat internasional, dalam rangka peningkatan kesehatan, pendidikan, perkembangan, ekonomi, layanan masyarakat, menjaga hubungan internasional, dengan mengkomunikasikan nilai-nilai agama dalam menggagas kesejarahteraan dunia yang bersifat global. Hal ini penting dilakukan sebagai sikap koperatif dalam menyikapi pluralisme sebagai suatu realitas, menurutnya pluralisme adalah bentuk kelembagaan dimana penerimaan terhadap keragaman meliputi masyarakat tertentu dan dunia secara keseluruhan. Maknanya lebih dari sekedar toleransi moral atau koeksistensi pasif
PENGARUH ASMA ARTHO TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI PEMEGANGNYA Bahrul Huda
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.99 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v12i2.115

Abstract

Memenuhi kebutuhan duniawi untuk kemapanan beribadah merupakan perilaku yang diusahakan mayoritas umat Islam. Walaupun kadang tergelincir dengan stagnan bergelut setiap harinya mencari harta untuk kebutuhan duniawinya yang sudah berlebih-lebihan dan lupa akan ibadah untuk akhiratnya kelak. Segala aktifitas di dunia ini haruslah dilandasi dengan doa, sebab eksitensi manusia ini tujuan utamanya adalah ibadah. Dalam berdoa ada berbagai metode yang secara jelas dan eksplisit dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Asma Artho, merupakan salah satu bentuk perilaku doa. Namun ia juga riskan dikatakan syirik ketika pemilik dan pemegangnya tidak meniatinya dengan bijak. Dengan menerapkan metode survei secara acak, penulis dalam tulisan ini berusaha mengungkapkan sebarapa jauh pengaruh asma artho dalam meningkatkan ekonomi pemegangnya.
PENDIDIKAN BAHASA ARAB BERBASIS MULTIKULTURAL Farid Qomaruddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.484 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v12i2.116

Abstract

Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk yang mempunyai berbagai macam kebudayaan. Hal ini bisa dilihat dari realita sosial yang ada disekitar kita. Bukti kemajemukannya bisa dibuktikan melalui semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Dari keaneka-ragaman budaya tersebut tidak terlepas dari pendidikan yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Pendidikan bahasa Arab harus melihat aspek-aspek multikultural yang ada di Indonesia tanpa membedakan latar belakang ragam budaya peserta didik dengan harapan bahasa Arab mampu diterima berbagai kalangan sehingga mampu menumbuh kembangkan rasa solidaritas dan cinta terhadap bahasa Arab, dengan demikian akan tumbuh kesadaran bahwa Islam adalah Rahmah li al-‘Alamin.
REMIDIAL TEACHING SEBAGAI USAHA PENDIDIK MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA M. Muizuddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.485 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v12i2.117

Abstract

Tulisan ini akan mengungkap berbagai fenomena kesulitan belajar yang dialami oleh siswa,baik didalam maupun diluar sekolah. Guru/orang tua yang dalam kaitannya ini sebagai seorang pendidik berkewajiban membantu siswanya untuk menolong kesulitan belajar yang dialaminya. Adapun dalam menolong kesulitan belajar yang dialami oleh seorang murid, pendidik hendaknya mengetahui penyebab serta akar masalah dari kesulitan tersebut. Sehingga setelah mengetahui akar masalahnya maka pendidik akan mendiagnosa serta menentukan treatmen yang akan digunakan untuk menolong siswa tersebut. Penulis menyimpulkan bahwasannya setiap siswa mempunyai kesulitan tersendiri dalam belajar, dan dalam penanganannya seorang pendidik harus mengidentifikas secara mendalam kemudian, mendiagnosa kesulitan dan menentukan treatmen yang efektif dan efisien.
IMPEACHMENT PRESIDEN ABDURRAHMAN WAHID DALAM TINJAUAN MAQASID AL SHARI’AH Miftakur Rohman
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.837 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v12i2.155

Abstract

Abstrak: Impeachment merupakan instrumen untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya penyalahgunaan kekuasaan dari pemegangnya, Impeachment didesain sebagai instrumen untuk “menegur” perbuatan menyimpang, penyalahgunaan dan pelanggaran terhadap kepercayaan publik dari orang yang mempunyai jabatan publik. Dalam proses pemberhentian Gus Dur terdapat sejumlah problematika hukum yang sangat mengganjal, yang mengakibatkan kepada konstitusionalitas pemberhentiannya mulai dari pembentukan Pansus Bulog yang cacat hukum, memorandum yang kurang fakta hukum, hingga Sidang Istimewa yang cacat hukum. Dalam prinsipnya Maqa@s}id al syari@’ah, membenarkan pemberhentian presiden dalam masa jabatan (impeachment) sebagaimana maksud dan tujuanya. MPR sebagai lembaga Negara tertinggi mempunyai wewenang memilih dan memberhentikan presiden. Dalam memberhentikan presiden sebaiknya MPR menimbang, mengkaji suatu persoalan yang mendasarinya dengan timbangan maslahah. Maslahah yang dikehendaki adalah maslahah yang bersifat universal serta tidak bertentangan dengan nash (undang undang).Kata Kunci : Impeachment, Presiden, MAQA@S}I
TINJAUAN HUKUM TERHADAP TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (ISTILAH, KONSEP, RUANG LINGKUP SERTA IMPLIKASI HUKUMNYA) Muhammad Rutabuz Zaman
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.742 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v12i2.156

Abstract

Abstrak: Di berbagai negara yang industrinya maju, Tanggungjawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) atau  disingkat CSR, bukanlah merupakan suatu kewajiban hukum, melainkan suatu tindakan yang berdimensi etis dan moral sehingga pelaksanaanya bersifat sukarela (Voluntery). Di Indonesia, Tanggungjawab perusahaan dijadikan sebagai sebuah kewajiban hukum yang harus dipatuhi oleh perusahaan. Pasal 74 ayat (1) Undang Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang  Perseroan Terbatas menyatakan, “Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Pasal yang mewajibkan Perusahaan melaksanakan Tanggungjawab Sosial Perusahaan ini, pernah dimohonkan hak uji materil terhadap UUD 1945 di Mahkamah Konstitusi oleh para asosiasi pengusaha, dengan dasar bahwa Pasal tersebut bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1), Pasal 28I ayat (2), dan Pasal 33 ayat (4) UUD 1945, yaitu pada prinsipnya Tanggung jawab perusahaan bersifat sukarela (voluntery). Atas permohonan tersebut Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materiil dan menyatakan bahwa Pasal 74 UU PT tidak bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1) jo Pasal 28I ayat (2) jo Pasal 33 ayat (4) UUD 1945. Tanggungjawab Sosial Perusahaan sebagai Kewajiban hukum (legal mandatory) menjadi sebuah ambiguitas di saat tidak didukung dengan kejelasan istilah, konsep, ruang lingkup, mekanisme penerapan yang jelas dan lengkap serta keberadaan sanksi yang tegas yang bersifat imperatif.  Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), pendekatan argumentasi hukum (legal reasoning) dan membandingkan berbagai peraturan perundang-undangan (comparative approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tidak adanya ketentuan jelas yang mengatur tentang istilah, konsep, ruang lingkup, mekanisme penerapan yang jelas dan lengkap serta keberadaan sanksi yang tegas yang bersifat imperatif.Kata kunci: Tinjauan hukum, tanggung jawab sosial perusahaan, implikasi hukum
HASANAH AMALIYAH AHLUSSUNNAH WALJAMAAH DALAM MEMBINGKAI KEHARMONISAN SOSIAL BUDAYA DAN MASYARAKAT NUSANTARA Muhammad Shohib Rifa’i
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.842 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v12i2.157

Abstract

Abstrak: Jauh sebelum Islam masuk ke Nusantara, telah disabdakan oleh Rasulullah bahwa umatnya “Islam” akan mengalami perpecahan. Sabda ini menjadi diktum dan sekaligus sebagai petanda bahwa menyebaranya agama Islam sebagai agama besar dunia akan diikuti pula rintangan yang akan menghimpitnya, hal itu ditandai dengan perpecahan tersebut menjadi 73 golongan. Dari 73 golongan itu, akan ada satu yang terselamatkan, hal ini disebutkan oleh rasululllah sebagai golongan ahlisunnah waljamaah. Dalam tulisan ini, akan membahasa tentang hasanah amaliyah ahlisunnah waljamaah dalam membingkai keharmonisan masyarakat. Khususna pada amaliyah istighosah, tawasul tahlilan dan lain sebaginya. Karena masih banyak orang-orang  keliru dalam memahami hakikat Tawassul, Istighasah, Tahil dan Selametan, Oleh Karena itu kami akan sedikit mengupas  hakikat Tawassul, Istighasah, Tahil dan Selametan yang selama ini menjadi corak budaya islam khususnya islam jawa yang berkembang dan terus dijaga dan dilestarikan secara turun temurun hingga saat ini.Kata Kunci: Amaliah, Ahslisunnah waljamaah
KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEKERJAAN SOSIAL TERHADAP LANSIA Noviana Aini
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.527 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v12i2.158

Abstract

Abstract: This paper seeks to analyze how social work can utilize communication aspect as a skill for social work practices and how social worker practice their communication with elderly people. Every people who live with elderly have a stigma if communicate with elderly is troublesome. So, to answer that, this paper deals particularly with the four issues as follows: (1) the problem between social work and elderly people; (2) the concept skill of social work interpersonal communication toward social work practices with elderly; (3) elderly people, and their need in live; (4) the connection between social work and communication; (5) the verbal and non verbal in interpersonal communication that should be done by social worker to serve elderly people. The paper focuses its analysis on the interpersonal social work communcation and its connected in communication. The basic argument developed throughout this paper is that social worker can utilize communication aspect for their practices during intervention and assessment process. My paper also use some Koran’s verses to view how is a social worker should’ve be a good proffesional worker. Keywords: Social work, Interpersonal communication, Elderly people.

Page 1 of 2 | Total Record : 11