cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,347 Documents
Komparasi ANN dan KNN untuk Klasifikasi Kualitas Tomat Berdasarkan HSV dan GLCM Ilham Syihabudin; Pangundian Siagian; Reizidan Kharisma; Frans Christiopan Hutapea; Chaerur Rozikin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9983

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja algoritma Artificial Neural Network (ANN) dan K-Nearest Neighbors (KNN) dalam mengklasifikasikan kualitas tomat menjadi empat kategori, yaitu mentah, matang, tua, dan rusak. Tahap prapemrosesan menggunakan metode GrabCut dengan algoritma Largest Contour sebagai fallback guna mengisolasi objek dari latar belakang secara akurat. Proses ekstraksi fitur menggabungkan parameter ruang warna Hue, Saturation, Value (HSV) dan analisis tekstur Gray-Level Co-occurrence Matrix (GLCM) invarian rotasi dari empat sudut orientasi. Kombinasi kedua domain tersebut menghasilkan sepuluh fitur utama yang selanjutnya dinormalisasi menggunakan Z-Score dan diseimbangkan melalui metode Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE) guna mencegah bias terhadap kelas mayoritas. Dataset yang digunakan bersumber dari IEEE MBL-CLS (Kaggle) dan terdiri dari 7.226 citra tomat yang terbagi ke dalam empat kelas kualitas dengan distribusi yang tidak merata. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, model ANN menunjukkan keunggulan dengan tingkat akurasi mencapai 89,63% pada konfigurasi 128 neuron, pembagian data latih dan uji 80:20, serta dropout 20%. Di sisi lain, model KNN dengan nilai ketetanggaan K=1 mencapai akurasi 88,10% menggunakan metrik jarak Euclidean. Analisis confusion matrix mengungkapkan bahwa kedua model mengalami kesulitan dalam memisahkan kelas tomat rusak dari kelas tomat tua akibat kemiripan profil fitur visual dan tekstur. Kinerja ini menegaskan bahwa optimalisasi hyperparameter pada pendekatan jaringan saraf tiruan mampu memberikan kapabilitas pemetaan fitur nonlinier yang lebih tinggi dibandingkan algoritma berbasis jarak untuk klasifikasi citra multikelas pada industri pertanian.
Relevansi Pemikiran Paulo Friere Bagi Pendidikan Agama Kristen di Era Digital Ry Valen Papilaya; Agustina Siahaya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9986

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran Paulo Freire bagi pengembangan Pendidikan Agama Kristen di era digital. Transformasi teknologi telah memperluas akses terhadap informasi dan media pembelajaran, tetapi sekaligus menghadirkan persoalan berupa banjir informasi, rendahnya literasi digital, berkurangnya interaksi dialogis, serta kecenderungan peserta didik menerima pengetahuan secara pasif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari karya-karya yang membahas pedagogi kritis Paulo Freire, Pendidikan Agama Kristen, pembelajaran dialogis, kesadaran kritis, dan pendidikan digital. Data dianalisis melalui analisis isi dengan tahapan identifikasi konsep, klasifikasi tema, interpretasi, dan sintesis hubungan antarkonsep. Hasil kajian menunjukkan bahwa kritik Freire terhadap pendidikan gaya bank, gagasan dialog, kesadaran kritis, humanisasi, dan praksis memiliki relevansi kuat bagi pembaruan Pendidikan Agama Kristen. Pendekatan tersebut menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang menghubungkan ajaran iman dengan pengalaman, persoalan sosial, serta dinamika kehidupan digital. Implementasinya dapat dilakukan melalui pembelajaran berbasis masalah, diskusi reflektif, analisis kasus digital, proyek kolaboratif, dan tindakan sosial yang bertanggung jawab. Pemikiran Freire juga memperkuat peran guru sebagai fasilitator dialog, pendamping refleksi iman, dan teladan etika digital. Dengan demikian, integrasi pedagogi kritis dalam Pendidikan Agama Kristen berpotensi menghasilkan pembelajaran yang partisipatif, kontekstual, humanis, transformatif, serta mampu membentuk peserta didik yang kritis, beriman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
Motivasi pada Perilaku Belanja Online Shopee di Kalangan Remaja di Kelurahan Caile Kabupaten Bulukumba Auliya Rukmana Amar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis motivasi yang memengaruhi perilaku belanja online di kalangan remaja pengguna Shopee di Kelurahan Caile, Kabupaten Bulukumba. Perkembangan teknologi digital, meningkatnya penggunaan smartphone, serta kemudahan akses internet telah mendorong terjadinya perubahan pola konsumsi masyarakat, khususnya pada remaja usia 18–21 tahun. Shopee sebagai salah satu platform e-commerce yang populer menawarkan berbagai fitur menarik yang mampu mendorong minat remaja untuk melakukan pembelian secara online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling, yang melibatkan 10 responden yang pernah melakukan belanja online melalui Shopee. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belanja remaja dapat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik meliputi kepuasan pribadi, ekspresi diri, serta kesenangan dalam aktivitas berbelanja. Sementara itu, motivasi ekstrinsik mencakup pengaruh sosial, promosi dan diskon, insentif, kemudahan akses, serta dorongan untuk meningkatkan status sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perilaku belanja online remaja tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan fungsional, tetapi juga oleh faktor psikologis, sosial, dan perkembangan gaya hidup digital yang semakin kuat. Oleh karena itu, pemahaman terhadap motivasi belanja remaja penting untuk memahami pola konsumsi generasi muda di era digital.
Model Bisnis Kanvas Pada Industri Beras Analog Supriadi, Jejen; Hermawan, Aji; Yuliasih, Indah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.999

Abstract

Beras analog berfungsi sebagai sumber pangan alternatif yang menjanjikan bagi penderita diabetes melitus, obesitas, dan mereka yang peduli terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Business Model Canvas (BMC) bagi industri beras analog. Studi kasus dilakukan di PT. X, yang berlokasi di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap: pertama, mengidentifikasi model bisnis perusahaan beras analog yang ada; kedua, menganalisis faktor internal dan eksternal melalui analisis SWOT untuk menilai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman; dan ketiga, merumuskan model bisnis alternatif menggunakan kerangka BMC. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perusahaan perlu merevisi model bisnisnya, khususnya dengan meningkatkan proposisi nilai—seperti menghilangkan rasa dan aroma jagung, dan mendiversifikasi produk untuk melayani berbagai segmen pelanggan. Rekomendasi lebih lanjut meliputi perluasan target pasar, penguatan jaringan distribusi, dan pembentukan kemitraan dengan rumah sakit, apotek, dan restoran. Aliran pendapatan tambahan dapat diupayakan melalui komersialisasi teknologi. Selain itu, relokasi produksi lebih dekat ke sumber bahan baku dan mengamankan dukungan pemerintah untuk inisiatif pemasaran juga disarankan.
Implementasi Core Tax Administration System (CTAS) dan Transformasi Digital Perpajakan: Suatu Kajian Literatur tentang Perspektif Kepatuhan Pajak di Indonesia Kiki Adelia; Dani Ramdani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9994

Abstract

Implementasi Core Tax Administration System (CTAS) merupakan transformasi digital fundamental dalam administrasi perpajakan Indonesia yang bertujuan meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini bertujuan memetakan dan mensintesis secara komprehensif proses implementasi, pengaruh, serta faktor moderasi CTAS terhadap kepatuhan pajak melalui pendekatan kajian pustaka (literature review). Metode yang digunakan adalah kajian kualitatif konvensional dengan mengumpulkan, membaca kritis, dan menganalisis literatur ilmiah dari jurnal nasional dan internasional, buku, serta dokumen kebijakan perpajakan yang terbit antara tahun 2021–2026. Analisis tematik diterapkan untuk mengelompokkan temuan ke dalam tema-tema utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa CTAS mengintegrasikan proses administrasi pajak secara digital, memperkuat pengawasan, dan mendorong kepatuhan melalui penguatan dimensi kekuasaan (power) dan kepercayaan (trust) berdasarkan kerangka Slippery Slope. Namun, efektivitas implementasi dihambat oleh kesenjangan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi, keterbatasan kapasitas SDM, dan kekhawatiran terhadap keamanan data. Faktor-faktor moderasi seperti kesiapan kelembagaan, persepsi keamanan sistem, dan kualitas edukasi perpajakan berperan krusial dalam menentukan keberhasilan CTAS. Temuan empiris dari berbagai studi mengonfirmasi bahwa ekspektasi kinerja, pengaruh sosial, dan persepsi keamanan berpengaruh positif terhadap niat penggunaan sistem. Secara teoretis, sintesis ini mengintegrasikan Technology Acceptance Model (TAM), UTAUT2, dan Slippery Slope Framework dalam menjelaskan dinamika kepatuhan pajak digital. Disimpulkan bahwa CTAS berpotensi merevolusi tata kelola pajak dan meningkatkan kepatuhan secara sistemik, asalkan diiringi penguatan infrastruktur digital merata, peningkatan literasi pajak, dan pembangunan kepercayaan publik berkelanjutan. Implikasinya, diperlukan kebijakan holistik yang mengintegrasikan teknologi, regulasi, dan pemberdayaan manusia.
Perancangan Desain Kemasan Produk Brownies Crispy Tari Isnaini; Irfan Cholid; Rois Indriawan; Dian Fitriarni; Assrorudin Assrorudin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis desain kemasan produk Brownies Crispy berdasarkan preferensi konsumen guna meningkatkan daya tarik visual dan minat beli. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner berbasis Skala Likert kepada 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menguji tiga alternatif desain kemasan (Desain A, B, dan C) dengan menilai sembilan aspek, yaitu tampilan visual, warna, tipografi, tata letak, ilustrasi/gambar, kelengkapan informasi, keunikan dan kreativitas, daya tarik visual, serta minat beli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh desain memperoleh penilaian positif dengan nilai rata-rata di atas 3.60. Desain Kemasan B memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 4.10, sehingga dinilai sebagai desain paling efektif dalam menarik perhatian dan meningkatkan minat beli konsumen. Keunggulan desain B terletak pada kombinasi warna yang harmonis, tipografi yang jelas, tata letak yang rapi, ilustrasi produk yang menarik, serta penyajian informasi yang lengkap. Sementara itu, Desain A dan C masih memiliki beberapa kekurangan terutama pada aspek tipografi dan tata letak. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa desain kemasan memiliki peran penting sebagai media komunikasi visual yang dapat memengaruhi persepsi dan keputusan pembelian konsumen. Oleh karena itu, pelaku UMKM disarankan untuk memperhatikan elemen-elemen desain kemasan secara menyeluruh guna meningkatkan daya saing produk di pasar, khususnya dalam mendukung strategi pemasaran digital.
Pengaruh Sektor Pertanian dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Bengkulu Tahun 2010-2025 Lince Despita; As'ad As'ad; Ariel Siswantoro
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9999

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sektor pertanian dan pertumbuhan ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Bengkulu selama periode 2010-2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data sekunder runtut waktu yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu. Sektor pertanian diproksikan melalui Produk Domestik Regional Bruto sektor pertanian atas dasar harga konstan, pertumbuhan ekonomi diukur menggunakan laju pertumbuhan PDRB, sedangkan penyerapan tenaga kerja diukur melalui jumlah penduduk bekerja. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan SPSS versi 30 serta melalui pengujian normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan nilai signifikansi 0,000. Setiap peningkatan PDRB sektor pertanian berkaitan dengan bertambahnya kesempatan kerja, sehingga sektor ini tetap menjadi basis penting bagi aktivitas ekonomi dan mata pencaharian masyarakat Bengkulu. Pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan nilai signifikansi 0,291, yang mengindikasikan bahwa peningkatan output agregat belum selalu diikuti penciptaan pekerjaan secara proporsional. Secara simultan, sektor pertanian dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Nilai adjusted R square sebesar 0,948 menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 94,8 persen variasi penyerapan tenaga kerja, sedangkan 5,2 persen dijelaskan faktor lain. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan produktivitas pertanian, pengembangan agroindustri, peningkatan keterampilan tenaga kerja, akses teknologi, dan dukungan investasi yang mampu memperluas kesempatan kerja secara inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Bengkulu berdasarkan kebutuhan pasar kerja dan potensi ekonomi daerah setempat.