cover
Contact Name
I Kadek Adhi Dwipayana
Contact Email
adhidwipa88@gmail.com
Phone
+6285738841774
Journal Mail Official
stilistika.fkip.upmi@gmail.com
Editorial Address
Seroja Street, Tonja, North Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Stilistika
ISSN : 20898460     EISSN : 26213338     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
Perkembangan dan dinamika ilmu pengetahuan, termasuk salah satunya ilmu pendidikan bahasa dan seni sangatlah pesat. Perlu sebuah wadah untuk menampung dan menyebarluaskan kemajuan ilmu pendidikan bahasa dan seni secara berkesinambungan agar dapat mengedukasi masyarakat. Civitas akademika FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia memiliki senstivitas dan kesadaran kolektif yang sangat kuat untuk berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan sehingga direalisasikanlah sebuah jurnal ilmiah bernama Stilistika. Jurnal Stilistika ini diterbitkan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Mei dan November baik secara cetak maupun online. Jurnal Stilistika ini merupakan representasikan dari idealisme ilmiah yang terkonsentrasi pada bidang ilmu pendidikan bahasa dan seni. Jurnal ini tidak hanya mewadahi tulisan dosen-dosen internal FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia sendiri, tetapi juga mewadahi tulisan kawan-kawan di luar institusi yang memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian dan pengembangan keilmuan, terutama ilmu pendidikan bahasa dan seni. Semoga penerbitan Jurnal Stilistika ini dapat bermanfaat dan menjadi wahana untuk membangun atmosfer akademik yang kompetitif. Sumbangan pemikiran, kritik, dan saran yang edukatif dari pembaca diharapkan dapat memperbaiki terbitan edisi selanjutnya.
Articles 147 Documents
MAKNA RELIGIUSITAS PEMENTASAN TARI BARIS KUPU-KUPU DALAM SISTEM RELIGI UMAT HINDU DI BALI PEGUNUNGAN Komang Indra Wirawan
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 7 No. 2 (2019): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.102 KB)

Abstract

Penelitian ini menjelaskan secara diskriptif tentang aspek religiusitas pementasan Tari Baris Kupu-Kupu dalam sistem religi umat Hindu di Bali Pegunungan. Pementasan Tari Baris Kupu-Kupu dipentaskan tepat pada saat upacara Pujawali oleh masyarakat Bali Pegunungan. Warga Hindu pada masyarakat Bali Pegunungan meyakini tari sakral Baris Kupu-Kupu adalah tarian wali warisan leluhur. Pementasannya selalu berhubungan dengan kehidupan warga sekitar sebagai masyarakat agraris. Tari Baris Kupu-Kupu dipentaskan untuk mengungkapkan rasa terimakasih warga kepada leluhur, dan para dewa yang telah memberikan anugrah berupa kesuburan. Selain itu, pementasan Tari Baris Kupu-Kupu juga berhubungan dengan kepercayaan warga terhadap hal-hal yang berkaitan dengan katarsisme (penyucian). Jadi warga sangat berkeyakinan, ketika Tari Baris Kupu-Kupu dipentaskan dalam ruang sakral, secara tidak langsung dapat menyucikan makrokosmos (Bhuwana Agung) dan mikrokosmos (Bhuwana Alit). This study describes descriptively about aspects of religiosity staging Tari Baris Kupu-Kupu in the religious system of Hindus in Bali Mountains. The performance of the Baris Kupu Dance is performed right at the Pujawali ceremony by the Balinese Mountain people. Hindus in the Balinese people Mountains believe the Baris Kupu-Kupu sacred dance is the guardian dance of the ancestors. The performance is always related to the lives of local people as an agrarian society. Tari Baris Kupu-Kupu is performed to express people's gratitude to their ancestors, and the gods who have given gifts in the form of fertility. In addition, the performance of the Tari Baris Kupu-Kupu is also related to people's trust in things related to catharsis (sanctification). So people are very confident, when the Tari Baris Kupu is staged in a sacred space, it can indirectly purify the macrocosm (Bhuwana Agung) and microcosm (Bhuwana Alit).
STRATEGI PROMOSI MELALUI MEDIA DESAIN POSTER DALAM PENCITRAAN PUBLIK I Komang Dewanta Pendit
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 7 No. 2 (2019): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.04 KB)

Abstract

Promosi merupakan salah satu bentuk publikasi terhadap produk dan jasa, yang tujuannya untuk mendapatkan simpati dan pengaruh masyarakat terhadap bentuk media tersebut. Salah satu bentuk media komunikasi visual yang berkembang di era globalisai adalah media desain Poster. Ada beberapa katagori jenis desain poster yang merupakan bagian bidang desain komunikasi visual yang memiliki nilai komunikasi/promosi, estetik, bidang seni dan desain termasuk bidang sain teknologi meliputi;(1) Desain Poster Niaga/Komersial, (2) Desain Poster Kegiatan (Event), (3) Desain Poster Pendidikan (Ilmiah),(4) Desain Poster Layanan Masyarakat,(5) Desain Poster Propaganda Politik. Pencitraan public yang dimaksud harus mengandung kaedah yaitu; (1) Poster harus membuat suatu dalil kepada konsumen akan manfaat spesifik unik dan kompetitor,(2) Produk yang dipromosikan poster adalah produk baru, (3) Benefit produk yang utama belum semua terpakai atau belum dikomunikasikan oleh kompetitor. Promotion is one form of publication of products and services, whose purpose is to gain sympathy and influence the community against the form of the media. One form of visual communication media that developed in the era of globalization is a media design Poster. There are several categories of poster designs that are part of the field of visual communication design that has value of communication/promotion, aesthetics, arts and design fields including technological fields include: (1) Commerce / Commercial Poster Design, (2) Poster Design Activity (Event), (3) Poster Design Education (Scientific), (4) Poster Design of Community Services, (5) Poster Design of Political Propaganda. Public imagery in question must contain norm, namely; (1) The poster must make a proposition to the consumer of the specific unique benefits and the competitor, (2) The product promoted by the poster is a new product, (3) The main product benefit has not been all used or has not been communicated by the competitor.
PENGARUH GENDER DAN MOTIVASI MEMILIH SEKOLAH KEJURUAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR (STUDY KASUS DI KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG) TAHUN 2018 I Made Gede Putra Wijaya
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 7 No. 2 (2019): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.346 KB)

Abstract

Penelitian ini menguji motivasi memilih sekolah dan pengaruh gender terhadap prestasi belajar siswa di SMK PGRI 1 Badung dimana motivasi memilih sekolah sebagai variabel intervening. Sampel dari penelitian ini sebanyak 100 siswa yang terdiri dari 50 siswa perempuan dan 50 siswa laki-laki. Metode sampling menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gender berpengaruh langsung terhadap prestasi belajar siswa; (2) gender tidak berpengaruh secara langsung terhadap motivasi memilih sekolah; (3) motivasi memilih sekolah tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa; (4) dan gender tidak memiliki pengaruh tidak langsung terhadap prestasi belajar siswa melalui motivasi memilih sekolah. This research examines the effects of student’s motivation and gender in choosing school towards student achievement in SMK PGRI 1 Badung with motivation in choosing the school as intervening variabel. Samples of this researh are 100 students consist of 50 female students and 50 male students. Sampling methode was done by purposive sampling. The results showed that: (1) gender have significant direct effect on student achievement; (2) gender have no significant direct effect on motivation to choose the school; (3) motivation to choose the school have no significant effect on student achievement; (5) and gender has no significant effect on student achievement towards motivation in choosing the school.
POLA HIDUP KONSUMTIF SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN SENI PATUNG MINIMALIS I Nyoman Putrayasa
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 7 No. 2 (2019): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.588 KB)

Abstract

Gaya hidup konsumtif, paraktis, dan pragmatis merupakan fenomena yang terjadi pada sebagaian masyarakat Hindu di Bali saat ini. Bagi sebagian besar masyarakat Bali kini telah menjadikan uang sebagai sesuatu hal yang sangat penting di atas segalanya. Tak sedikit masalah yang juga diselesaikan dengan uang. Berkembangnya pola pikir pragmatis, praktis, dan ekonomis yang dimiliki sebagian umat Hindu di Bali, menyebabkan tidak jarang suatu bentuk upacara yadnya dapat dipesan atau dikemas dalam sistem paket. Berdasarkan hal tersebut penulis terinspirasi untuk mengangkat pola hidup konsumtif sebagai sumber ide dalam penciptaan seni patung. Ganesha dipilih sebagai perwujudan dari ide tersebut. Figur Ganesha memiliki keunikan dari segi bentuk. Bentuk yang unik sangat leluasa dan bebas dieksplorasi sebagai ide penciptaan karya seni patung minimalis. Proses perwujudan dilakukan dengan tiga tahap yaitu Eksplorasi atau pengumpulan data, eksperimen atau pengolahan data dan pembentukan. Melalui deformasi bentuk dalam perwujudan karya bertujuan mewujudkan karya seni patung minimalis sebagai media penyampaian pesan terhadap pola hidup konsumtif yang terjadi pada sebagian masyarakat Hindu di Bali. Consumptive, practical and pragmatic lifestyles are phenomena that occur in the Hindu community in Bali nowadays. For most Balinese people now has made money as something very important above all. Not a few problems are also solved with money. The development of a pragmatic, practical, and economic mindset that is owned by some Hindus in Bali, causes not infrequently a form of ceremony that can be ordered or packaged in a package system. Based on this, the author was inspired to raise the consumptive lifestyle as a source of ideas in the creation of sculpture. Ganesha was chosen as the embodiment of the idea. The figure of Ganesha is unique in terms of form. The unique shape is very free and freely explored as the idea of creating minimalist sculpture. The process of embodiment is carried out in three stages, namely exploration or data collection, experimentation or data processing and formation. Through the deformation of forms in the embodiment of the work aimed at realizing minimalist sculpture works as a medium for delivering messages to the consumptive lifestyle that occurs in some Hindu societies in Bali.
KARAKTERISTIK TUBUH IKAN SEBAGAI OBJEK PENCIPTAAN KARYA SENI MELALUI KEMAMPUAN TEKNIK DRAWING PADA MEDIA KERTAS Agus Mediana Adiputra
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 7 No. 2 (2019): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.528 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan objek sebagai ide, gagasan maupun inspirasi dalam perwujudan karya seni ialah ikan. Teknik dalam seni rupa merupakan sebuah cara untuk mewujudkan gagasan maupun ide berupa karya seni, ada berbagai macam teknik dalam karya seni khususnya seni dua dimensional yaitu teknik kering yang meliputi penggunaan media kering yang cenderung berada dalam konteks drawing atau menggambar, dan juga ada teknis basah. Teknik kering atau drawing menggunakan pensil warna dan pen dalam perwujudan karya seni bertujuan untuk menciptakan ide atau gagasan ke dalam karya seni. Efek visual yang diwujudkan memiliki berbagai goresan yang menarik untuk dieksplorasi ke dalam media atau bidang yang berkaitan dengan objek ikan. Perkembangan era global saat ini tidak membatasi penilaian sebuah karya seni baik seni lukis, menggambar instalasi maupun multi media sehingga pengungkapan gagasan menggunakan teknik menggambar pada media kertas menjadi sebuah gagasan yang menarik untuk diwujudkan. This research uses objects as ideas, ideas and inspiration in the realization of works of art is fish. Techniques in art are a way to realize ideas and ideas in the form of art, there are various techniques in art, especially two-dimensional art, namely dry techniques which include the use of dry media which tend to be in the context of drawing or drawing, and also wet technique. Dry techniques or drawings using colored pencils and pens in the embodiment of artwork aim to create ideas or ideas into works of art. The visual effects that are realized have various interesting strokes to be explored into the media or fields related to fish objects. The development of the current global era does not limit the assessment of a work of art both painting, installation and multi-media drawing so that the disclosure of ideas using drawing techniques on paper media is an interesting idea to be realized.
KOMPLEKSITAS NILAI TRADISIONAL DENGAN MODERN DI BALI DALAM ANTOLOGI CERPEN “MANDI API” KARYA GDE ARYANTHA SOETHAMA Gede Sidi Artajaya
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 7 No. 2 (2019): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.034 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif terhadap cerpen Mandi Api. Sumber data primer berasal dari cerpen berlatar etnik Bali. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi/studi kepustakaan. Langkah analisis data ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini dilakukan dengan menggunakan beberapa langkah operasional, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat konflik dalam hal tradisi, adat, budaya, bahasa, sosial yang masih kental nilai tradisionalnya, namun mendapat pergolakan sangat tajam. Judul-judul cerpen yang menggambarkan kompleksitas konflik tradisi dan modern, seperti Tembok Puri, Ibu Guru Anakku, Sekarang Dia Bangsawan, Terompong Beruk, Mandi Api, Gerakan, Kulkul, Sawah yang Indah dan Subur, dan Mati Salah Pati. Terdapat beragam persoalan dan realitas kehidupan masyarakat Bali di dalam judul-judul cerpen tersebut. This research uses a qualitative descriptive study design for the Mandi Api short story. The primary data source comes from Balinese ethnic short stories. The data collection method used is library documentation/study. This step of data analysis is carried out using qualitative descriptive methods. This method is done by using several operational steps, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that there were conflicts in terms of tradition, customs, culture, language, social, which were still thick with traditional values, but got very sharp upheaval. The short stories that describe the complexities of traditional and modern conflicts, such as Tembok Puri, Ibu Guru Anak Anak, Now He is Noble, Terompong Beruk, Mandi Api, Gerakan, Kulkul, Beautiful and Fertile Rice Fields, and False Die Pati There are various problems and realities of Balinese life in the titles of the short stories.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM RAGAM GERAK TARI PENDET Gusti Ayu Made Puspawati; Luh De Liska
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 7 No. 2 (2019): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.424 KB)

Abstract

Tari pendet merupakan tarian selamat dating yang paling tua di pulau Bali. Menarikan tarian ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan spiritual masyarakat Bali. Tari Pendet merupakan salah satu tarian yang didalamnya terdapat nilai-nilai karakter. Nilai-nilai karakter tersebut memiliki peranan membentuk karakter seseorang dengan Tuhan, diri sendiri, sesama, dan kebangsaan yang terkandung didalam geraknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna ragam gerak nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam ragam gerak tari pendet. Penelitian ini bersifat kualitatif pendekatan naratif. Sumber data primer hasil observasi ragam gerak. Teknik analisis terdiri dari reduksi data dan kesimpulan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari pendet mengandung makna dan nilai pendidikan karakter yang tercermin dalam beberapa ragam gerak diantaranya pepeson, ngeseh, pengawak, ngelung, pengecet, pengadeng, pekaad. Makna ragam gerak tersebut terdiri dari makna religious, toleransi, disiplin, kerja keras dan komunikatif. Pendet dance is the oldest surviving dating dance on the island of Bali. Dancing this dance has become an integral part of the spiritual life of the Balinese people. Pendet dance is one of the dances in which there are character values. These character values have a role in shaping a person's character with God, oneself, others, and nationalities contained in their movements. The purpose of this study was to determine the meaning of the variety of motion values of character education contained in the various movements of pendet dance. This study is a qualitative narrative approach. Primary data sources are the results of observations of various motions. The analysis technique consists of data reduction and conclusions of data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that pendet dance contains the meaning and value of character education which is reflected in several types of movements including pepeson, ngeseh, pengawak, ngelung, pengecet, pengadeng, pekaad. The meaning of the variety of movements consists of the meaning of religion, tolerance, discipline, hard work and communicative.
TIPOLOGI MORFOLOGI BAHASA BALI I Made Sugata
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 7 No. 2 (2019): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.066 KB)

Abstract

Tipologi morfologi bahasa Bali sangatlah penting untuk dipahami agar dapat mengetahui tentang tipologi aglutinatif bahasa Bali, serta bagaimanakah tipologi inkorporasi bahasa Bali. Manfaat penelitian ini untuk memperkaya perkembangan linguistik Indonesia, khususnya khazana teori morfologi. Suber data secara intuisi diperoleh dari wawancara secara lisan dan tulisan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode simak dengan teknik catat, terjemahan, metode substitusi dan metode elisitasi. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini konsep tipologi aglutinatif,isolasi,fusi dan inkorporasi. Tipologi ini dipaparkan untuk memahami tipologi bahasa Bali. Teori yang digunakan teori Comrie. Penulis juga berusaha mentipekan bahasa Bali secara morfologis serta kontribusi terhadap penelitian ini. Kesimpulan tipologi aglutinatif bahasa Bali mengadakan perubahan bentuk verba sesuai dengan argumen. Tipologi inkorporasi dilakukan dengan jalan memanfaatkan morfem leksikal menjadi sebuah kata. The morphological typology of the Balinese language is very important to understand in order to find out about the agglutinative typology of the Balinese language, and how the typology of Balinese language incorporation. The benefits of this research are to enrich the development of Indonesian linguistics, especially the theory of morphological theory. The intuition of data spans is obtained from oral and written interviews. The method used in this research method is referred to as the note-taking technique, translation, substitution method, and elicitation method. The concept used in this study is the concept of agglutinative typology, isolation, fusion, and incorporation. This typology is explained to understand the typology of the Balinese language. The theory used by Comrie's theory. The author also tries to copy the Balinese language morphologically and contributes to this research. In conclusion, the Balinese agglutinative typology changes verb forms according to the argument. The typology of incorporation is done by utilizing lexical morphemes into a word.
PEMAKAIAN JENIS DAN FUNGSI KALIMAT DALAM MENENTUKAN KUALITAS KARANGAN NARASI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 7 DENPASAR Yoga Putra Semadi
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 7 No. 2 (2019): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.176 KB)

Abstract

Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis kalimat yang digunakan untuk membangun karangan narasi dan (2) kualitas karangan narasi ditinjau dari pemakaian jenis dan fungsi kalimat pada siswa kelas X SMA Negeri 7 Denpasar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jenis kalimat yang digunakan oleh siswa dalam karangan narasi lebih didominasi oleh kalimat tunggal, yaitu sebanyak 208 kalimat. (2) Kualitas karangan narasi siswa kelas X6 dan X7 di SMA Negeri 7 Denpasar ditinjau dari pemakaian jenis dan fungsi kalimat tergolong dalam kategori baik, yaitu sebesar 82,21. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kualitas karangan narasi siswa tergolong dalam kategori baik. Hal itu terlihat pada jenis kalimat yang digunakan oleh siswa dalam membentuk karangan narasi. This quantitative descriptive study aimed to describe (1) the type of sentences that are used to construct a narrative essay and (2) narrative essay quality in terms of the using types and function of sentences on class X SMAN 7 Denpasar. The data collection method used is the test method. The results showed that (1) The type of sentences used by students in a narrative essay is dominated by a simple sentence, as many as 208 words. (2) The quality of the narrative essay in terms of the using type and function of the sentence within a good category, with score 82.21. Based on the results of research and discussion, we can conclude that the quality of the narrative essay students classified in good category. It was seen on the type of sentence that is used by students in the form of narrative essay.
DEFISIT TUTURAN ANAK TUNA RUNGU DALAM WACANA AKADEMIK DI SLB NEGERI GIANYAR: KAJIAN PRAGMATIK KLINIS I Putu Gede Sutrisna
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 7 No. 2 (2019): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.801 KB)

Abstract

Defisit pragmatik merupakan ketidaksempurnaan dalam mengucapkan simbol-simbol bahasa karena gangguan medis. Ketidaksempurnaan tersebut mengakibatkan gangguan berbahasa seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan defisit tuturan anak tuna rungu dalam wacana akademik, meliputi (1) tindak tutur anak tuna rungu, dan (2) kendala tutur anak tuna rungu. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara dengan teknik perekaman. Data penelitian ini berupa data deskriptif dan refektif. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat defisit tindak tutur asertif, tindak tutur direktif, tindak tutur komisif, dan tindak tutur ekspresif. (2) Kendala tutur yang dialami oleh anak tuna rungu terjadi pada bentuk tuturan yang diujarkan dan sering terdengar tidak jelas. Pragmatic deficits are imperfections in pronouncing language symbols because of medical disorders. These imperfections cause a person's language disorder. This study aims to describe the deficits of speech of deaf children in academic discourse, including (1) speech acts of deaf children, and (2) constraints of speech by deaf children. This study uses a qualitative descriptive design. Data collection methods used are the method of observation and interviews with recording techniques. The research data is descriptive and refective data. The results of this study are (1) there is a deficit of assertive speech acts, directive speech acts, commissive speech acts, and expressive speech acts. (2) Speech constraints experienced by deaf children occur in the form of speech spoken and often sounds obscure.

Page 2 of 15 | Total Record : 147